POPKAB2013

Medali Perunggu di POPKAB 2013

CIBINONG – Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten kembali digelar. Dan secara resmi kegiatan POPKAB Bogor ke V tahun 2013 dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Hj.Nurhayanti  di stadion Persikabo Cibinong, Kamis (2/5/2013).

Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gendang oleh Sekda Kabupaten Bogor yang disaksikan langsung  oleh para kontingen dari 40 Kecamatan di Kabupaten Bogor serta dihadiri pula oleh ribuan pelajar serta tamu-tamu lainya.

Dalam sambutannya Hj.Nurhayanti mengatakan kegiatan ini dapat menghindari para pelajar dari tindak kenakalan remaja yang akhir- akhir ini kian meresahkan. POPKAB merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terhadap bakat para pelajar di bidang olahraga.

Kegiatan ini berhasil menggaet sekitar 2300 orang atlet Bogor terdiri pelajar SD, SMP, SMA dan SMK se kabupaten Bogor. Mereka juga merupakan wakil dari  masing –masing kecamatan yang akan bertanding di 15 cabang olahraga, diantaranya renang, voli, tenis meja, catur standar dan bulutangkis.

SMART Ekselensia Indonesia sebagai salah satu sekolah yang berada di wilayah Kabupaten Bogor tepatnya berasal dari Kecamatan Kemang tak mau ketinggalan mengirimkan kontingennya untuk turut serta daam beberapa cabang olah raga yang di perlombakan.

Adapun siswa SMART serta catatan prestasi yang berhasil di raih dalam POPKAB 2013 yaitu :

  1. Afdal Kurnia , mengikut I cabang Renang 50 M gaya bebas putra SMA berhasil meraih peringkat 3 ( Medali Perunggu)
  2. Rizki Amrizal, M. Tahsinul Qulub, Aldo, M. Ridwan dan  Agung Pramudio mengikuti cabang sepak takraw SMA berhasil meraih peringkat 3 (Medali Perunggu)
  3. M. Ibnu Alfida, mengikuti Cabang Tenis Meja Tunggal Putra berhasil masuk semifinalis
  4. Tri Agus Setiawan, mengikuti Cabang Tenis Meja Tunggal Putra berhasil masuk babak penyisihan
  5. Nengah Affan Riadi , mengikuti Cabang Catur Standar  berhasil masuk 8 Besar
  6. Fahrul Hilman, mengikuti Cabang Tenis Meja Tunggal Putra berhasil masuk 8 Besar
  7. Sutrisno, mengikuti Cabang Tenis Meja Tunggal Putra berhasil masuk 4 Besar
  8. Tedy Maulanazry, mengikuti Cabang Lari 60 M berhasil masuk 5 Besar

Lagi-lagi pendidikan di sekolah dengan siswa yang justru berasal dari kaum marginal  nyatanya mampu  menunjukan kesuksesannya melalui prestasi-prestasi yang diraih khususnya dalam ajang POPKAB 2013. (znl)

albacadabra

Prestasi Siswa SMART di Ajang ALBACADABRA

Hari Rabu hingga Kamis tepatnya tgl 2 hingga 3 Mei 2013 lalu beberapa siswa SMART Ekselensia Indonesia mengikuti ALBACADABRA (Albayan Competition as Development of Achievement and Big Revolution for All) yang diselenggarakan oleh SMA PU. Al- Bayan Sukabumi dengan mengangkat tema “Let The World Know The Magic of Your Talent. Starts, Kabum and Glass.” .  Diantara siswa Sekolah SMART  yang telah mengikuti lomba tersebut antara lain :

Lomba Daur Ulang : Afdal Firman, Tedi, Farid, Faisal, Andrian & Sukrismon, Afdal Kurnia, Rein & Sutrisno ( Kelas 2 SMP) serta Rizka, Iqbal, Somad, Fatqur, Jajang & Firman (kelas 3 SMP)
Lomba Speech : Yoga & Azzam (kelas 1 SMP)
Lomba Baca Puisi : Ihda & Ade ( Kelas 2 SMP) serta Fajar (kelas 3 SMP)
Lomba Story Telling : Renald & Doni ( Kelas 2 SMP)
Lomba 3D Wall Magz : Yodie, Mufid, Dian, Farhan ( Kelas 3 SMP)
Lomba Cerpen : Reza (kelas 3 SMP)
Lomba Cerpen : Fajar & Reza (Kelas 3 SMP)

Dalam kesempatan kali ini  dari 7 kategori lomba yang diikuti oleh beberapa siswa SMART  3 diantaranya berhasil menyabet juara diantaranya dalam lomba story telling yang berhasil meraih juara pertama oleh Doni Septian serta juara dua oleh Renald Maulana kemudian  juara dua lomba speech contest oleh M. Ikrom Azzam  dan kategori lomba terakhir yang brhasil dimenangkan oleh siswa SMART adalah berhasil menjadi juara tiga dalam lomba 3D Wall Magazine antara lain oleh Yodie Ikhwana, Mufid Muhyiyudin dan Dian Kurnia A.

Dua kategori lomba yang berhasil dimenangkan oleh siswa SMART masuk dalam kategori lomba GLASS (Great Language and Literature School Contest),merupakan acara yang bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa di bidang bahasa dan sastra. Dalam lomba tersebut ada beberapa aspek penilaian dewan juri seperti Pronunciation , Intonation , Accuracy , Expression dan Performance pada story telling serta knowledge, relevance, fluency, accuracy, confidence, communicativeness, grammer pada speech contest.  Kriteria penilaian yang cukup ketat terbukti tak membuat siswa SMART kewalahan. Hal itu dapat terlihat dari prestasi yang berhasil digondol dalam kedua lomba tersebut.

Beda halnya dengan lomba 3D Wall Magazine dimana setiap tim yang terdiri dari tiga orang  peserta diharuskan membuat sebuah karya berukuran 1.5 m x 1.5 M bertemakan ” Developing Technology Without Decreasing Cultural Value for Educational Purposes” dengan waktu pembutan selama 3 jam (180 Menit)

Walaupun tidak semua kategori lomba berhasil dimenangkan oleh siswa SMART akan tetapi prestasi mereka kali ini dapat membuktikan bahwa mereka merupakan siswa berprestasi yang di miliki oleh Sekolah SMART Ekselensia Indonesia. (znl)

Wisuda-SMART

Memutus Generasi Dhuafa Melalui Sekolah Bebas Biaya

Mendapatkan pendidikan yang layak serta berkualitas, merupakan hak setiap warga Negara sebagaimana diamanatkan oleh Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia. Pemerataan pendidikan hingga ke pelosok negeri, diharap dapat mempercepat pembangunan manusia Indonesia yang kedepannya akan mampu memutus angka kemiskinan di daerah.

Mempersiapkan generasi yang kuat lagi unggul adalah investasi jangka panjang untuk menghindarkan Indonesia dari keterpurukan dan kebangkrutan moral. Sektor pendidikan menjadi teramat penting guna mengurai simpul terlemah suatu Negara, untuk dapat menjelma sebagai cadangan kekuatan masa depan bangsa. Peran pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat diharapkan mampu mempercepat pembenahan yang masih terus berlangsung di Negara ini.
SMART Ekselensia Indonesia – Dompet Dhuafa sebagai bagian dari masyarakat, memiliki tanggungjawab moral serta komitment untuk mempersiapkan calon pewaris negeri dengan memberikan pendidikan berkualitas melalui penyediaan sekolah bebas biaya, akselerasi dan berasrama. Setiap tahun 100% lulusan sekolah SMART dari berbagai pelosok daerah, berhasil diterima di Perguruan Tinggi Negeri terakreditasi – A diseluruh Indonesia.

Prosesi wisuda yang diadakan oleh SMART Ekselensia Indonesia pada Kamis (5/7) merupakan sebuah bentuk rasa syukur, sekaligus menjadi pengingat akan kiprah sekolah dalam membina anak-anak dhuafa selama lebih dari 8 tahun. Sebanyak 35 lulusan SMART pada tahun ajaran 2011/2012 mengikuti prosesi yang berlangsung selama 2 jam. Kegiatan ceremony wisuda ini juga dipadukan dengan acara penyambutan para siswa baru SMART, yang ditandai dengan penyerahan secara simbolik ‘Kendi Ilmu’ dari wisudawan kepada perwakilan siswa baru.

Kegiatan yang dibuka oleh Muhammad Thoriq selaku Direktur Program Dompet Dhuafa, diramaikan pula dengan penampilan tari Saman dan kolaborasi musik Arumba dari para siswa SMART Ekselensia Indonesia yang membawakan lagu ‘Si Doel Anak Betawi’ sebagai representasi perjuangan para siswa meraih cita-cita. Turut hadir pula artis Soraya Haque yang memandu Talkshow bertajuk ‘From SMART To Marginal’ yang mengulas mengenai pengalaman mengelola sekolah untuk dhuafa yang dilakukan oleh SMART.

Keharuan memuncak tatkala orang tua wisudawan dari berbagai daerah menyaksikan anak-anaknya tampil satu persatu keatas panggung sembari dikalungkan medali dan diserahkan piagam kepadanya. Harapan besar orang tua untuk dapat terbebas dari beban kemiskinan, seakan tersemat di pundak para wisudawan. “Akan selalu ada harapan untuk menyongsong hari esok yang lebih baik”. (eL)

belajar

Belajar Asyik di SMART Ekselensia Indonesia

Keceriaan mewarnai suasana belajar siswa SMART Ekselensia Indonesia. Sebagian mulai tertawa dengan lepas dan sebagian yang lain tersenyum masam menghadapi pertanyaan yang tersedia dihadapan mereka. Keriuhan sesekali mewarnai aksi mereka dalam menyusun rangkaian kata-kata diatas kartu yang dibagikan oleh guru SMART Ekselensia Indonesia. itulah sedikit gambaran mengenai aktifitas belajar di alam terbuka yang dilakukan oleh guru mata pelajaran Bahasa Indoensia pada hari Selasa (22/5/12) lalu. Topik pelajaran yang dilakukan pada hari itu tentang menyusun Laporan Perjalanan yang disampaikan menggunakan metode DOLAPER dan PUZLAPER.

Permainan kartu PUZLAPER dan DOLAPER ini dijalankan dengan memasangkan antara pertanyaan dan jawaban. Pemain dapat langsung memilih dan mengambil kartu sesuai dengan pasangannya. Pemain hanya harus beradu panjang pasangan kartu dengan lawannya. “Agar permainan dapat berjalan dengan seru, permainan harus dilangsungkan secara berkelompok. Kelompok dapat terdiri atas dua atau lebih pemain. Dengan begitu, tidak hanya materi pelajaran saja yang didapatkan, diharapkan juga tumbuh karakter dapat bekerja sama, dapat saling membantu, dan menghargai teman” ungkap Retno Winarsi, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia SMART Ekselensia Indoensia.

Penerapan permainan kartu PUZLAPER dan DOLAPER dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa, diharapkan dapat menjadi alternatif pembelajaran dengan materi laporan perjalanan. “Dengan metode ini siswa lebih tertarik untuk membaca laporan perjalanan sebelum mereka benar-benar mengetahui, membaca, dan memahami pokok-pokok laporan perjalanan itu sendiri” Tukas Retno Winarsi seraya kembali ke para siswanya. (eL)