IMG-20171119-WA0023

DEPUTI KEMENPORA MEMBUKA DAN MENGAPRESIASI LOMBA PERKEMAHAN PRAMUKA PENGGALANG SMART EKSELENSIA INDONESIA

IMG-20171119-WA0023

BOGOR – Pramuka merupakan salah satu kegiatan positif yang dapat membentuk karakter generasi muda. Seperti kata Bung Karno sejak puluhan tahun lalu, bahwa terdapat tiga cara dalam mendidik anak menjadi pribadi yang baik. Yakni pertama melalui keluarga, kedua melalui sekolah serta yang ketiga melalui pramuka.

Menyadari pentingnya kegiatan pramuka bagi generasi pemuda, maka SMART Ekselensia Indonesia berinisiatif untuk menyelenggarakan Lomba Perkemahan Pramuka Penggalang (LP3) se-Jawa. Pelaksanaan LP3 2017 bukan merupakan agenda perdana, sebab sejak tahun 2015 SMART Ekselensia Indonesia secara rutin melaksanakan agenda ini setiap tahunnya.

Diikuti oleh lebih dari 300 peserta dari berbagai daerah di pulau Jawa, LP3 akan dilaksanakan selama dua hari (18-19 November 2017). Upacara Pembukaan LP3 dimulai pada 18 November 2017 jam 08.00 pagi. Yasin Zainuddin dari Kwarda Jawa Barat menjadi pembina upacara.

“Kalian berkumpul di sini dari berbagai daerah, tentunya akan menemukan beragam budaya, bahasa dan karakter yang berbeda-beda. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan mendapatkan teman sebanyak-banyaknya serta saling bertukar pikiran satu sama lain” Ucap Yasin dalam pidatonya.

Agung Pardini, GM SMART Ekselensia Indonesia, dalam pidato sambutannya yang berapi-api turut menyampaikan pesan kepada para peserta LP3

“Kalian berada di tanah milik Allah SWT, sebab tanah ini merupakan tanah wakaf. Semoga keberkahan wakaf dapat membentuk karakter pramuka dalam diri kalian. Sebab darma utama seorang pramuka adalah taqwa kepada tuhan yang maha Esa. Oleh karena itu setiap adzan berkumandang, kalian harus meninggalkan segala aktivitas dan bergegaslah untuk shalat berjamaah. Satu hal penting dari kegiatan LP3 ini bukan hanya soal menang dalam pertandingan, namun tentang pembangunan karakter,” jelasnya

Acara LP3 turut dibuka dan dihadiri oleh Imam Gunawan, Sekretaris Deputi Pengembangan Pemuda KEMENPORA RI. Dengan pembawaan santai dan bersahabat, ia menjelaskan bahwa sangat mengapresiasi dan menyambut bahagia dengan pelaksanaan kegiatan LP3 ini. Bahkan Imam berharap agar kegiatan ini dapat secara konsisten dilaksanakan oleh SMART Ekselensia Indonesia.

“Pihak KEMENPORA RI turut mendukung kegiatan LP3 dengan memberikan piala bergilir KEMENPORA untuk acara ini. Hal ini berarti, SMART Ekselensia Indonesia punya tanggung jawab untuk menyelenggarakan acara ini secara konsisten. Saya berharap kalian yang menjadi peserta dapat terus berpartisipasi dalam kegiatan LP3 di tahun-tahun mendatang serta mengajak teman-teman kalian yang lain untuk ikut berpartisipasi,” kata Imam Gunawan

Terdapat sepuluh cabang lomba yang akan ditandingkan dalam LP3 2017. Sebanyak 300 lebih siswa yang terbagi ke dalam 38 regu akan saling bertanding untuk menjadi yang terbaik. Akan dipilih juara umum dan juara favorit yang akan mendapatkan uang pembinaan, sertifikat jalur prestasi serta piala KEMENPORA RI sebagai hadiah utama. Semoga rangkaian kegiatan LP3 dapat membentuk karakter para peserta agar menjadi pemuda dengan jiwa pramuka sejati. Salam pramuka! (PM).

 

mobile users

Milenials Kekinian Kudu Baca Ini!

Oleh: Insan Maulana

Alumni SMART Angkatan 9 Berkuliah di UPI Bandung

 

Aku rela dipenjara asalkan dengan buku, karena dengan buku aku bebas.”

 –Muhammad Hatta-

Zaman sekarang, teknologi mengambil peran penting dalam kehidupan manusia dan seiring berjalannya waktu, teknologi semakin berkembang dan semakin maju. Kemajuan teknologi membuat kita semakin mudah melakukan segala sesuatu, kita ambil contoh jika kita ingin melakukan komunikasi antar kota, puluhan tahun yang lalu kita harus menggunakan surat dan membutuhkan waktu yang lama, itu komunikasi antar kota. Bagaimana dengan komunikasi antar benua? Sepertinya mustahil dilakukan. Namun, sekarang teknologi menyediakan berbagai fitur yang membuat komunikasi antar benua menjadi lebih mudah, selain itu waktu yang dibutuhkan pun teramat singkat. Teknologi seperti e-mail, SMS (Short Message Service), telepon atau media sosial seperti facebook-lah yang membuatnya mungkin. Termasuk untuk mencari informasi, kini tersedia internet yang teramat mudah diakses, bandingkan saat abad 20 ketika itu hanya tersedia surat kabar dan buku sebagai sumber informasi.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna internet cukup banyak dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara. Sebuah agensi marketing sosial mengeluarkan sebuah laporan pada Maret 2015 mengenai data jumlah pengguna website dan media sosial di Indonesia. Ternyata, jumlahnya menembus angka 72,7 juta pengguna aktif internet dan 74 juta pengguna aktif media sosial.[1] Angka ini meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun. Padahal, di awal pendiriannya, jaringan internet hanya menghubungkan beberapa universitas di Amerika, sekarang internet sudah menjadi viral dan menyasar berbagai kalangan, mulai dari dewasa, remaja bahkan anak usia sekolah dasar sudah mengenal dunia internet.

Sangat mudahnya mendapat informasi melalui internet ini adalah faktor utama turunnya minat untuk membaca buku. Selain punya banyak pengguna internet, Indonesia juga merupakan negara dengan tingkat minat membaca buku yang sangat rendah dibanding dengan negara Asia Tenggara lainnya. Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, H.R Agung Laksono, di Media Tempo pada 12 Januari 2012, menyebutkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah dimana prosentase minat baca masyarakat Indonesia hanya sebesar 0,01 persen, artinya dalam 10.000 orang hanya satu orang saja yang memiliki minat baca. Tingkat minat baca masyarakat Indonesia ini masih jauh ketinggalan dibandingkan negara lain seperti Jepang yang mencapai 45 persen dan Singapura yang menyentuh angka 55 persen. Bahkan berdasarkan survei UNESCO, budaya baca masyarakat Indonesia berada di urutan 38 dari 39 negara yang paling rendah di kawasan ASEAN.[2] Hal ini sungguh memprihatinkan, padahal informasi yang kita dapat dari buku lebih detil daripada informasi yang didapat dari internet. Masyarakat Indonesia pada umumnya cenderung haus akan informasi, seperti contoh mereka selalu ingin mengetahui kabar, kegiatan dan foto-foto temannya. Cara yang tepat bagi mereka tentu menggunakan media sosial seperti Facebook, Twiter dan Instagram. Fenomena inilah yang membuat perspektif mayoritas orang terhadap kegiatan membaca buku atau menulis cerita terlihat kuno atau ketinggalan zaman. Selain itu, kutu buku juga sering dikucilkan dan dianggap culun.

Dalam segala kemudahan yang ditawarkan, media sosial juga kerap kali membawa serta dampak negatif bagi penggunanya. Lupa waktu karena keasyikan, tidak mau membaca buku, dan sering ditemukan hal yang tidak penting seperti kata-kata kotor, kasar bahkan gambar vulgar adalah sedikit dari banyaknya dampak negatif internet. Sekarang mari kita bahas tentang buku. Memang jika kita teliti buku-buku zaman sekarang banyak yang mengandung  konten negatif seperti komik dan novel yang berlabel “dewasa” di bagiam sampulnya. Hal-hal seperti itulah yang menyebabkan sumber daya manusia di suatu negara menjadi hancur secara pikiran maupun perilaku. Maka dari itu, dalam membaca buku pun kita tetap harus selektif.

Berlatar belakang hal-hal di atas, menurut saya perlu beberapa cara suntuk meningkatkan minat baca dan menulis masyarakat terutama kalangan muda yang masih duduk di bangku sekolah. Pertama, pemerintah harus memberikan imbauan kepada seluruh sekolah supaya menasihati siswa-siswinya untuk tidak terlalu sering dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial apalagi menyalahgunakannya. Selain itu, penting juga untuk menginformasikan tentang pentingnya membaca buku dan berlatih menulis. Kedua, pemerintah harus mengadakan lomba tentang literasi supaya siswa yang sudah berkembang kemampuan literasinya bisa menyalurkan kemampuan dan bersaing dengan orang lain.

Untuk itu, akan lebih baik jika kita membaca buku yang berisi tentang ilmu pengetahuan atau novel yang berisi cerita orang-orang sukses yang inspiratif dan memotivasi daripada menghabiskan waktu menggunakan media sosial. Tidak salah bila kita menggunakan media sosial dan internet untuk mencari informasi karena lebih mudah, namun kita harus menyadari bahwa dengan membaca buku, ilmu yang kita dapat akan lebih banyak.

  • [1] http://jarvis-store.com/
  • [2] http://timorexpress.fajar.co.id/
panji

Semua tentang Berjuang Kawan

Oleh: Panji Laksono

Alumni SMART Angkatan 5, Berkuliah IPB Jurusan Biologi

 

“Hati-hati ya le.. jaga diri di sana”

Tangan saya masih meggenggam pinggiran baju ibu. Terang dalam ingatan, air muka ibu masih tenang sementara saya beriak-riak tak karuan. Selain memang sedang tak enak badan, ada gejolak yang lebih tak enak yang saya rasakan. Saat itu lepas tengah hari tapi entah mengapa saya tidak ingin waktu menuntun sore datang lagi. Sebab saya tahu, itu adalah waktu terakhir –yaa dapat dikatakan demikian— sebelum udara membawa saya pergi jauh. Lebih jauh dari mimpi meneruskan sekolah di kampung saya yang ada di tengah hijaunya Kalimantan Selatan.

Bercerita tentang hal ini memaksa saya menilik lagi album masa lalu. Mereka ulang refrain lama yang tak akan saya lupakan. Saat di mana dejavu begitu pertama kali lewat di depan masjid sekolah, atau mengantre mandi demi mengejar apel pagi. Saat paket makanan dari orang tua adalah harta ghanimah yang patut dibagi-bagi, atau telepon genggam asrama yang hanya bisa kami pakai seminggu sekali. Berkisah tentang hal ini memaksa saya belajar kembali. Tentang kata ‘berani’ yang tipis makna dengan ‘nekat’. ‘Berani’ untuk merantau bahkan saat gigi susu terakhir baru tanggal dari barisannya. Tentang keikhlasan dari sapaan terakhir ibu di ujung gerbang pemeriksaan bandara juga senyum simpul dari ustadz ustadzah di sana.

Perkataan ustadz ustadzah tentang sekolah SMART Ekselensia Indonesia yang merupakan Kawah Candradimuka buat saya bukan cuma kata-kata. Mereka tampaknya benar-benar serius dengan hal ini. SMART membuka mata saya kalau dunia tidak sebatas tutupan kanopi pohon karet dan tidak sedamai aliran sungai Martapura. Di inkubator ini, mereka sedang meretas mimpi-mimpi. Ya, tak terkecuali mimpi saya yang kini Alhamdulillah tengah bertengger di tingkat akhir perguruan tinggi pertanian Indonesia, Institut Pertanian Bogor (IPB). Kuliah? Saya tidak ingat tuh kapan terakhir kali mimpi masuk SMP favorit di daerah saya. Tapi kemudian di sana saya diberi banyak sekali pelajaran. Tak hanya pelajaran akademik, tapi juga pelajaran hidup. Sistem pengajaran di sana tak pernah saya bayangkan sebelumnya. Guru-guru yang luar biasa tak hanya mengajar lewat bicara, namun juga lewat teladan nyata.

Dari dulu mungkin ustadz-ustadzah SMART sudah tahu kalau saya memang suka berorganisasi. Sedari dulu ikut OASE (Organisasi Akademika SMART Ekselensia) sebagai Staf Departemen Sosial (2009), kemudian Wakil Kepala Departemen Keuangan (2010), sampai jadi Presiden OASE (2011). Pernah bergabung di Komisi Penegak Kedisiplinan (KPK) SMART dan ikut Squad Ensamble SMART. Mungkin belum patut dibanggakan, tapi sangat berkesan. Lewat hal itu saya banyak belajar tentang organisasi. Setidaknya puing pengalaman ini akan sangat berguna di kemudian hari.

Entah dapat disebut menarik atau tidak, saya termasuk 5 orang terakhir dari SMART yang masih harus berjuang ke perguruan tinggi selagi kawan-kawan yang lain sudah beranjak. Masih teringat saat itu layar komputer masih menampilkan tulisan merah—itu artinya kamu nggak lulus bro—yang biasa. Berkali gagal lantas pikiran mulai terbang ke mana-mana. Berpikir utuk pulang ke Kalimantan saja dan menyimpan mimpi ini tahun depan. Sampai saatnya ayah mengultimatum di seberang telepon

“Kamu gak boleh pulang sebelum semua ujian kamu selesaikan,” dan saya cuma diam.

Lika-liku berbumbu drama ‘ketinggalan kereta’ pun sempat jadi cerita. Sampai harus luntang-lantung di Jogja mencari angkutan ke Malang agar bisa daftar ulang di Universitas Brawijaya. Lantas akhirnya kembali ke Bogor dan berkuliah di sana ikut jadi refrain yang saya kenang sekarang. Jika ditanya kenapa masuk IPB jurusan Biologi, saya hanya menjawab inilah yang diberi Allah pada saya. Dan saya sangat bersyukur atas hal itu. Allah tidak kasih apa yang saya mau, tapi saya percaya Dia kasih yang saya butuh.

Perjalanan sampai menjadi presiden mahasiswa IPB dilalui dengan banyak cerita. Bermula dari kadiv di kepanitiaan Semarak Bidikmisi 2013, aktif di BEM seperti menjadi kepala Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM TPB 2013-2014, Staff Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM FMIPA 2014-2015, sampai diamanah sekarang sebagai Ketua BEM FMIPA 2015-2016. Cerita lainnya adalah jadi sejarah menjadi Ketua pelaksana Masa Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) dua tahun berturut-turut untuk angkatan 51 dan 52 IPB. Banyak tantangan yang dihadapi dalam masing-masing cerita. Banyak pula pembelajaran yang bisa didapatkan dari setiap tantangan yang ada. Buat saya tidak ada orang yang benar-benar selesai dengan urusannya, yang ada adalah orang yang mengakselerasi dirinya untuk orang lain.

Terima kasih saja tidak akan pernah cukup untuk membalas apa yang sudah diberikan ustadz ustadzah, SMART, maupun semua pihak yang turut berperan di dalamnya. Masih teringat dan sangat membekas apa yang pernah disampaikan oleh ustadz Yasyfi M Ya’qub, bahwa “Hidup dengan berani karena mati cuma sekali”. Dari sana apa yang ingin saya bagikan untuk kawan-kawan di SMART maupun kawan-kawan yang lain adalah mari ambil peran, mari ambil bagian. Selamanya kita bisa saja terus berharap atau bermimpi. Yang membedakan pemimpi dan pemimpin adalah bukan hanya huruf ‘n’ pada akhir katanya, tapi juga kesediaanya untuk berjalan lebih jauh, tidur lebih sedikit, dan kesiapan untuk memiliki tanggung jawab lebih banyak. SMART mengajarkan banyak hal yang sangat berguna untuk masa depan. Manfaatkan keberadaan di kawah chandradimuka ini sebagai ajang untuk mengasah diri, mengaktualisasikan diri, dan belajar untuk bisa berperan bagi orang lain.

“Jika bergerak adalah pilhan, maka aku memilih untuk tidak tinggal diam”

Seleksi Nasional Beasiswa SMART Ekselensia Indonesia 2018

SMART Ekselensia Indonesia  Islamic Leadership Boarding School merupakan sekolah menengah jenjang SMP dan SMA. Sekolah dengan program  sistem kredit semester (SKS) dan pendidikan kepemimpinan ini bebas biaya yang diperuntukkan bagi anak-anak pilihan yang kurang beruntung secara ekonomi di seluruh Provinsi di Indonesia.

SNBArtboard 12 - Copy

SNBArtboard 4 - Copy

SNBArtboard 5 - Copy

SNBArtboard 7 - Copy

SNBArtboard 8 - Copy

SMART Ekselensia Indonesia, sebagai salah satu program di bawah Dompet Dhuafa Pendidikan,  memiliki visi menjadi  sekolah model yng melahirkan generasi berkepribadian Islami dan berjiwa pemimpin yang siap menjadi pemimpin-pemimpin bangsa pada masa depan. Untuk mencapai visi tersebut, SMART Eksenlensia Indonesia memadukan kurikulum nasional dan kurikulum khas SMART Ekselensia Indonesia yang dirancang secara berjenjang selama 5 tahun, 3 tahun SMP dan 2 tahun SMA. Kurikulum khas SMART Ekselensia Indonesia terdiri dari kurikulum ke-islam-an dan kepemimpinan.

Kurikulum terdiri dari sejumlah mata pelajaran dan mata kegiatan disekolah, asrama, dan masyarakat secara terprogram. Dengan kurikulum tersebut, siswa SMART Ekselensia Indonesia diharapkan dan ditargetkan memiliki kompetensi  personal leadership  ( kepemimpinan diri ) dan social leadership ( kepemimpinan sosial ).

Panitia pusat : Uci Febria

DOWNLOAD

Download Formulir Pendaftaran [Download]

IMG-20171031-WA0002

Lomba Perkemahan Pramuka Penggalang (LP3) 2017

IMG-20171031-WA0002

SALAM PRAMUKA

Pangkalan SMART EKSELENSIA INDONESIA dengan bangga kembali menyelenggarakan Lomba Perkemahan Pramuka Penggalang (LP3) 2017 se-Pulau Jawa

“Be a Leader with Scout

Sabtu-Minggu
18-19 November 2017
Bumi Perkemahan SMART Ekselensia Indonesia

Jl.Raya Parung – Bogor KM42 Desa.Jampang Kec.Kemang Kab.Bogor 16310

Techmeet:
Kamis, 9 November 2017

Tropi :
🏆 *Piala Bergilir Kemenpora*
🏆 *Piala Bergilir Kwarnas*
🏆 *Piala Bergilir Gubernur*
🏆 *Piala Bergilir Parni Hadi*

Lomba :
*LKBB Tongkat*
*Semaphore Dance*
*Pioneering*
*Sandi-sandi*
*Hias Tenda*
*Fotografi*
*PPGD*
*PUPK*
*Perkusi*
*Yel-yel Kreasi*

Registrasi *RP 350.000* /regu
🔖 *Sertifikat*
🔖 *Tiska*
💵 *Uang Pembinaan untuk Juara Umum dan Favorit*

Info lebih lanjut kunjungi akun :
IG : @lp3.smart
FB: lp3 Smart Ekselensia
Web : www.smartekselensia.net

Nara Hubung :
1. Kak Ridwan. WA:08996632908
2. Kak Nana. WA:085714899159

IMG_3709-864x576

Merajut Prestasi di OHARA 2017

IMG_3686-864x576

Setelah kemarin (25-10) para peserta menghabiskan energi dan semangat berkompetisi pada hari pertama pelaksanaan OHARA 2017, pada Kamis pagi (26-10) OHARA 2017 kembali dibuka dengan berbagai penampilan pembuka yang meriah. Sejak pukul 08.00 pagi para peserta yang berasal dari seluruh penjuru nusantara mulai memadati panggung utama OHARA. Setelah melakukan registrasi ulang, para peserta disambut penampilan antimainstream dari tim silat yang penuh semangat. Keriuhan peserta yang hadir semakin menjadi saat tim marawis SMART menampilkan penampilan unik dengan memadukan salawat dan gerakan dinamis

Puas dengan penampilan Tim Marawis para peserta kembali dimanjakan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Fauzan dan Alfian, penampilan keduanya mengundang decak kagum. SMART sebagai sekolah yang memelopori gelaran budaya berskala nasional tingkat sekolah menengah disinyalir mampu menggugah semangat para peserta untuk lebih baik lagi dalam menjaga budaya negerinya sendiri.
“Ini kali pertama saya melihat pembacaan ayat suci Al-Quran, saya sangat takjub dengan lantunan indahnya,” komentar Sarah, siswa SMA ICBS Sentul.

Usai mengikuti acara pembukaan, para peserta bersiap menuju arena lombanya masing-masing. Ada enam lokasi yang disiapkan panitia untuk para peserta antara lain panggung utama, ruang kelas, aula, lapangan futsal, dan lapangan SMART. Untuk Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) kami menyiapkan ruang kelas sebagai lokasi mereka berlaga, namun LKTI telah selesai di hari pertama maka di hari kedua peserta hanya menunggu pengumuman saja.
Karena LKTI telah berakhir di hari pertama, sehingga menyisakan enam cabang perlombaan saja yakni Story Telling, Social Experiment, Esai, Lintas Nusantara (Lintara), Opera van Jampang (OVJ), dan Festival Akulturasi Kuliner Nusantara (FAKN)

Lomba storytelling di hari kedua dikhususkan untuk peserta tingkat SMA, sebanyak sepuluh peserta bersaing menjadi yang terbaik. Mereka menyampaikan kisah-kisah perjuangan para pahlawan yang kerap dilupakan oleh sebagian masyarakat, penampilan mereka bagus-bagus sekali ditambah dengan properti yang mumpuni. Tepuk tangan meriah diberikan juri dan hadirin sebagai apresiasi kepada para peserta story telling atas penampilan terbaiknya. Diharapkan para peserta dapat mengamalkan pesan moral yang terkandung dalam cerita.

Di Lomba Social Experiment, para peserta kembali unjuk kebolehan dalam mempresentasikan karya social experiment-nya SMAN 2. ”Saya senang sekali, video peserta lainnya bagus-bagus berharap tahun depan Social Experiment diadakan kembali,” ucap Fauzan siswa SMAN 2 Tasikmalaya penuh semangat.
Festival Akulturasi Kuliner Nusantara (FAKN) kebanjiran peminat dikarenakan keunikan yang diusung oleh empat belas peserta dalam memadukan makanan khas Indonesia dengan budaya dari daerah dan negara lain. Berbagai macam aksi dilakukan oleh para peserta dalam memasarkan produk yang dijual, salah duanya dengan membuat stan seunik mungkin dan memberikan brosur dengan cara yang tak disangka-sangka.

Stan yang menjual makanan sungguh unik dan enak selalu dipenuhi oleh pelanggan yang rela mengantre untuk mencicipi hidangan yang mereka buat. Tak jarang banyak pembeli yang kecewa karena makanan favorit mereka habis terjual.

IMG_3709-864x576

Hingga sore tadi panggung Opera van Jampang (OVJ) masih saja dipadati oleh mereka yang penasaran akan cerita dan penampilan unik para pesertanya, di hari kedua makin banyak peserta yang tampil dengan maksimal hingga membuat juri kebingungan karena semuanya tampil sangat bagus. Namun kompetisi tetap lah kompetisi, harus ada yang menjadi juara.

Untuk Lomba Lintas Nusantara (LINTARA) di hari kedua kami mengajak peserta untuk Lintas Alam dan melakukan berbagai tantangan yang nantinya akan membawa mereka ke final, setelah melewati berbagai tantangan terpilihlah tiga sekolah untuk melaju ke babak final. Di final, pengetahuan peserta diasah di Lomba Cerdas Cermat para finalis menunjukkan wajah-wajah serius namun mampu menjawab pertanyaan dengan baik.
Kami mengucapkan selamat kepada para Pejuang Budaya yang berhasil menjadi jawara di OHARA 2017. Kami selaku panitia memohon maaf sebesar-besarnya kepada para peserta jika dalam pelaksanaan OHARA 2017 kami tidak maksimal memberikan yang terbaik.
Yuk sama-sama kita tebar indahnya budaya Indonesia! Sampai jumpa di Olimpiade Humaniora Nusantara (OHARA) tahun depan! (AR)

IMG_3768-864x576

Warna-Warni OHARA 2017, Intip Yuk!

IMG_3768-864x576

SMART Ekselensia Indonesia kembali menghelat acara tahunannya yaitu Olimpiade Humaniora Nusantara (OHARA) 2017. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, OHARA diadakan selama dua hari pada 25 dan 26 Oktober 2017. Pada hari pertama, Rabu (25-10), OHARA dibuka dengan pertunjukan teatrikal dari Tim Teater SMART, mereka unjuk kebolehan dengan penampilan bertajuk kritikan budaya yang tergerus dalam arus teknologi. Penampilan teatrikal yang dipimpin oleh Arkan mendapatkan sambutan hangat sekaligus tepuk tangan meriah. Setelah penampilan teaterikal, acara dilanjutkan dengan penampilan Tari Saman.

Demi mengasah talenta berbicara di depan umum, pada OHARA 2017 Abdul Rahim dan Muhammad Rofiq Sidiq didapuk menjadi pewara utama, keduanya merupakan siswa kelas V. Acara pembukaan hari pertama cukuplah meriah. Hal yang paling membuat hadirin terjerit adalah pada saat Pewara Lomba Opera van Jampang memasuki panggung utama. Pewara OVJ saat itu adalah kakak-kakak artis yang berani unjuk gigi di vlog OHARA 2017, yaitu Kak Devon Agastyan Putra dan Kak Hafizh Musyaffa. Kak Hafizh menggunakan kostum Hanoman sedangkan Kak Devon berlaga seperti “Si Otot Kawat Tulang Besi”, Gatot Kaca. Selain itu, hebohnya juga pada saat mereka masuk sambil berjoget dengan lagu “Eta Terangkanlah”.

Setelah Pewara OVJ menggantikan pewara utama, berakhirlah sudah acara pembukaan hari pertama dan dimulainya Lomba Opera van Jampang juga lomba-lomba lainnya. Opera van Jampang diadakan di panggung utama, Festival Akulturasi Kuliner Nusantara diadakan di sekeliling panggung utama, Lomba Lintas Nusantara (Lintara) diadakan di kelas Bahasa Inggris dan Kelas IPS SMP untuk babak penyisihannya, Story Telling diadakan di Aula Masjid Al-Insan Dompet Dhuafa Pendidikan, Presentasi Finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah dilaksanakan di Kelas Biologi, dan Presentasi Finalis Lomba Social Experiment diadakan di Kelas Matematika SMP. Masih kurang satu lomba, nih. Ya, “Menulis Esai”. Presentasi Finalis Lomba Menulis Esai akan dilaksanakan pada hari kedua, yaitu hari Kamis, tanggal 26 Oktober 2017 di Kelas Biologi.

IMG_3577-864x576

OHARA kali ini sangat menarik karena selain dikemas dengan tema baru, panitia OHARA 2017 juga menambahkan dua mata lomba baru, yaitu Social Experiment dan Menulis Esai. Di antara kedua lomba itu, ternyata Lomba Social Experiment OHARA juga merupakan lomba bertajuk Social Experiment pertama yang diadakan di Indonesia. Salah satu hal menarik adalah ada beberapa peserta Social Experiment yang merupakan Selebgram dan influencer muda Indonesia. Mereka adalah Fauzan Noor Q. dari SMAN 2 Tasikmalaya serta si kembar, Jhehan dan Jhihan dari SMA Fajar Hidayah.

Di sekeliling panggung utama diselenggarakan Festival Akulturasi Kuliner Nusantara. Pada OHARA tahun ini, terdapat empat belas stand dari berbagai sekolah di Indonesia. Para peserta FAKN sangat kreatif dalam menggabungkan satu kuliner budaya dengan kuliner lain. Hal ini dibuktikan dengan menu-menu FAKN yang beragam dan unik. Seperti yang tergambar dalam menu Es Dayang. Es Dayang merupakan singkatan dari Es Dawet dan Es Selendang Mayang. Terinspirasi dari produksi Es Selendang Mayang Betawi yang sudah cukup langka, membuat para peserta dari SMAIT Fajar Hidayah mengemasnya dalam bentuk yang baru, yaitu dengan mengganti kuah dalam es selendang mayang dengan kuah dari es dawet. “Kami terinspirasi dari budaya Betawi dan Jawa, walaupun beda, tapi pas disatuin cocok” ujar Nabilla, salah satu kreator dari Es Dayang. Walaupun berbeda dari Es Selendang Mayang biasanya, namun bahan-bahan utama tetap dipakai dalam pembuatan Es Dayang. “Bahan-bahanya sama, ada ketan, tape, selendang mayang, nangka, krimer tapi pake kuah dawet ayu” tambahnya.

Berbeda dengan stand Es Dayang dan stand-stand FAKN lain yang cukup sederhana, SMK Putra Pelita memiliki stand unik dan menarik. Dengan warna hijau yang dominan dan tulisan “Sugar Rocket” besar yang terpampang diatasnya, membuat stand SMK Putra Pelita dilirik oleh pelanggan. Menggabungkan cita rasa lokal dan Eropa, SMK Putra Pelita berhasil membuat merek dagang “Sugar Rocket” menjadi salah satu menu primadona dalam FAKN 2017. Sebuah roti isi yang berukuran mini berbahan dasar sukun dengan krim santan ditengahnya. Sugar Rocket merupakan hasil inspirasi dari pohon sukun dibelakang rumah.

“Awalnya mikir, gimana caranya buat olahan sukun yang beda dari biasanya,” ujar Purnama, kreator dari “Sugar Rocket”. ”Dengan mengambil konsep makanan Eropa, akhirnya jadi deh burger sukun,” tambahnya. Hanya bermodal berani dan nekat, Purnama akhirnya membuat “Sugar Rocket” sebagai merek dagang sendiri dan berhasil menjual di koperasi sekolahnya. “Udah berhasil jual di koperasi sekolah, semoga dengan usaha kami bisa menang FAKN,” tutupnya.

Beralih topik ke lomba Story Telling. Juri pada lomba ini ada tiga, yaitu Mrs. Malika, Ms. Ariani, dan Mr. …. Terdapat sepuluh finalis dari SMA dan juga sepuluh finalis dari SMP. Acara dilaksanakan di Aula Masjid Al-Insan Dompet Dhuafa Pendidikan. Rencana panitia adalah menyelesaikan lomba Stortell pada sore hari pertama. Namun, rencana tersebut gagal, justru malah bisa terselesaikan sebelum pelakasanaan Salat Zuhur. Di sela-sela penampilan, setelah lima peserta tampil, ditampilkan performance dari artis SMART, Zayn Kim Mura, alias Muhammad Fadhlullah Ramadhan. Dia adalah siswa SMART Ekselensia Indonesia kelas V yang berasal dari Kota Padang, Sumatera Barat. Zayn menyanyikan ….

Tadi Stortell, sekarang kita pindah ke Lomba Lintas Nusantara. Babak penyisihan lomba ini dilaksanakan di Ruang Kelas IPS SMP dan Ruang Kelas Bahasa Inggris. Babak ini dilaksanakan dengan tes tulis. Peserta Lintara pada tahun ini ada tujuh belas tim yang masing-masing timnya terdiri dari tiga orang peserta. Dari babak penyisihan, hanya diambil dua belas tim yang tertinggi nilainya. Babak selanjutnya adalah musikalitas dengan akustik. Pada babak ini terdapat dua orang juri yaitu Kak Ardian Farizaldi dan Kak Miftah Rizkamuna (Dika). Peserta yang berhasil lolos dari babak ini adalah sebanyak delapan tim. Setelah dari babak musikalitas, para pesrta akan lanjut ke babak Outbond pada hari kedua.
Lomba berikutnya ada Social Experiment.

Seperti yang disebutkan di awal, terdapat tiga orang selebgram yang berhasil digaet panitia OHARA kali ini. Tentunya akan banyak viewers dan likers yang mereka dapat saat babak penyisihan lewat Youtube. Hal tersebut termasuk ke dalam kriteria penilaian. Juri Social Experiment ada tiga, yaitu Kak Mulyadi, Kak …, Kak …. Penilaian tidak hanya pada viewer dan likers. Para peserta harus mempresentasikan hasil karyanya di hadapan para juri dan peserta lainnya. Siapakah yang memenangi lomba kali ini? Pastikah para selebgram itu memenanginya? Penasaran kan? Tunggu saja dan ketahui hasilnya pada penutupan OHARA 2017.

Lomba Karya Tulis Ilmiah. Mungkin sudah tidak asing lagi kita mendengarnya. Lomba kali ini kembali berhasil menggaet teman-teman dari SMAN 1 Tarakan, Kalimantan Utara. Mereka sudah keempat kalinya ikut LKTI dari tahun 2014, awal diadaakannya OHARA tingkat Nasional. Akankah mereka kembali merebut piala LKTI OHARA pada tahun ini? Kita lihat saja nanti hasilnya.

Tunggu dulu, sepertinya dari tadi hanya yang agak jauh dari panggung utama. Ya, di panggung utama juga diselenggarakan lomba teater, yaitu Opera van Jampang. Juri Opera van Jampang kali ini ada tiga, yaitu Kak Dini Wikartaatmadja, Kak Angger, dan Kak Doni. Lomba ini akan dilaksanakan selama dua hari.

Ada satu lomba lagi nih. Semoga berjalan lancar ya di hari kedua. Lomba menulis Esai. Lomba yang dikatakan anak bungsu ini mendapat perhatian dari banyak partisipan budaya. Pada babak penyisihan, tedapat tiga puluh hasil karya para peserta, hanya saja yang lolos ke babak final dibatasi sepuluh orang dan mereka akan mempresentasikan esai mereka hari ini di Ruang Kelas Biologi.

Lanjutkan terus perjuangan kalian, pemuda cinta budaya. Jangan menyerah walau harus kalah. Menang kalah adalah hal yang biasa. Tinggal bagaimana kita menyikapinya dan mengambil hikmah di balik segala yang telah terjadi. Ingatlah, tidak ada manusia yang tercipta sangat sempurna. Tentu ada kekurangannya juga. Gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan. Sudah membuat rencana, lakukanlah, laksanakan apa yang sudah direncanakan itu.

Setelahnya, baru dilakukan evaluasi agar ke depannya bisa lebih baik lagi. Ingat, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Berapa kali Edison gagal membuat bola lampu? Sekitar 10.000 kali kawan. Anggap saja penilaian dari dewan juri adalah sebagai evaluasi bagi kita agar bisa lebih baik lagi pada perlombaan selanjutnya. Jangan berputus asa. Ingat, masih ada Allah.

Bertawakalah. “Wahai orang-orang yang beriman, mintalah (kepada Allah) dengan sabar dan salat ...”. Sabar, itu lah yang dikatakan Allah. Selalu berada di garda terdepan dalam berbuat baik atau berlombalah dalam hal kebaikan. Semangat berkompetisi di OHARA. Semangat mempertahankan budaya. Salam OHARA, Salam Budaya! (LN)

DSC_0030

Semangat Pemuda Mengekspresikan Budaya Negeri di OHARA

DSC_0030

Demi menghadirkan kembali budaya Indonesia yang kian tenggelam, SMART Ekselensia Indonesia menghelat kegiatan tahunan berskala nasional bernama Olimpiade Humaniora Nusantara (OHARA).  OHARA diselenggarakan sejak 2009 silam, menginjak tahun kedelapan, OHARA kembali menyapa para pemuda pejuang budaya Indonesia dengan mengusung tema “Tebar Pesona Budaya Indonesia”. Bertujuan mengangkat kembali budaya Indonesia yang kaya akan nilai-nilai luhur, dipadu dengan unsur kreativitas generasi muda bangsa, OHARA  2017 diharapkan mampu mendorong para pelajar sekolah menengah di seluruh Indonesia mengenal budaya dan mencintai Indonesia.

OHARA 2017 dihelat pada Rabu dan Kamis, 25-26 Oktober, di SMART Ekselensia Indonesia, Parung, Bogor, Jawa barat. Kegiatan yang dikhususkan untuk siswa siswi sekolah menengah pertama maupun atas serta sederajat di Indonesia ini diikuti 700 peserta dari berbagai penjuru nusantara, peserta terjauh datang dari Makasaar, Sulawesi Selatan dan Tarakan, Kalimantan Utara. Para peserta berkompetisi untuk memerebutkan Piala Gubernur Jawa Barat juga uang pembinaan bernilai puluhan juta Rupia. Tahun ini OHARA  menggadang  tujuh lomba yang meramaikan seperti Lintas Nusantara (Lintara), Opera Van Jampang (OVJ), Story Telling, Festival Akulturasi Kuliner Nusantara (FAKN), Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), Esai, dan Experiment. Selain siswa sekolah menengah, OHARA juga menyasar para pegiat ilmu humaniora dan lembaga-lembaga yang peduli pada pengembangan ilmu humaniora.

DSC_0055

Di OHARA hari pertama para peserta disambut Tarian Saman yang dibawakan dengan apik oleh tim Tari Saman SMART Angkatan 12. Selepas penampilan Saman, para peserta kembali dihibur dengan penampilan Trash Music (TRASHIC) yang enerjik dan membangkitkan semangat. OHARA 2017 dibuka oleh Syafei Al Bantanie, Direktur Donpet Dhuafa Pendidikan, yang mengungkapkan bahwa OHARA 2017 merupakan kegiatan pengaplikasian nilai-nilai kemasyarakatan dan sosial yang mulai jarang ditemui pada generasi muda. Ia juga menekankan betapa pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut para peserta juga diajak untuk merefleksikan budaya-budaya Indonesia yang kaya dan khas melalui serangkaian penampilan kesenian yang menggugah kecintaan pemuda-pemudi terhadap bangsanya. “Kami berharap OHARA tahun ini makin menumbuhkan semangat dan kecintaan generasi muda pada budaya Indonesia,” ujar Syahrizal Rachim, Ketua Panitia OHARA 2017. Seluruh siswa SMART Ekselensia Indonesia terlibat aktif dalam menyukseskan pagelaran tahunan ini; mereka bahu-membahu  menyiapkan konsep, ide, dan eksekusi akhir agar OHARA 2017 berjalan dengan baik.

“Kami berusaha melibatkan seluruh siswa SMART agar mereka memiliki ikatan yang kuat satu sama lain, selain itu kami juga ingin mereka lebih mencintai Indonesia,” tegas Rizal.

Olimpiade Humaniora Nusantara merupakan ajang kompetisi yang sangat positif bagi siswa sekolah menengah di tengah maraknya berbagai pemberitaan negatif mengenai pelajar di Tanah Air,” tegas Dwi Laksmi, Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. “Kami berharap Olimpiade Humaniora mampu mewadahi berbagai hal positif yang dimiliki generasi muda Indonesia,” tutupnya.

DSC_0154

OHARA 2017 bukan sekadar menekankan kecintaan pada budaya, tetapi juga mengajak untuk mencintai budaya negeri sendiri agar tak lekang dimakan zaman. (AR)

Nara Hubung:

Pradila Maulia

085 672 948 39 / markom.pendidikan@dompetdhuafa.org

 

Kuliah-Pak-Dirgo-1

Kehidupanku Sebagai Mahasiswa dan Kenanganku di SMART

Kuliah. Masa perubahan status, siswa menjadi ‘maha’siswa. Ya, kini aku adalah seorang mahasiswa. Saat paling tepat untuk membentuk diri, menentukan seperti apa diriku ke depannya. Bertansformasi, layaknya sebuah gerabah yang baru keluar dari cetakannya. Sukses terbentuk menjadi sebuah kendi yang indah, atau pecah karena tak mampu bertahan dalam tungku pembakaran.

Masa-masa akhir di kelas lima di SMART Ekselensia Indonesia. Walaupun nilai UN-ku tidak cukup memuaskan. Meskipun aku tidak lolos dalam SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) jalur undangan. Aku merasa sangat bersemangat. Seorang remaja yang selama lima tahun terakhirnya selalu diawasi, dibina, diatur, dan didukung, akan tiba saat baginya dilepaskan. Menuju fase kehidupan selanjutnya. Mengawasi dan mengatur setiap hal yang dilakukan diri. Mencari dukungan dan membuat dukungan untuk diri agar bisa menemukan jalan terbaik bertahan di jalan itu.

Kini aku berada di posisi itu. Saat aku bebas mengatur diri. Memilih tempat. Mencari suasana. Terkadang untuk membuat diriku berada di lingkungan yang baik. Namun, terkadang pula hanya untuk membuat diriku nyaman. Entah itu baik atau buruk. Sangat sulit. Benar-benar sulit. Itu yang kurasakan di situasiku saat ini. Betapa aku merindukan saat-saat ketika berada di SMART. Bahkan, aku juga sangat merindukan saat-saat ketika aku bersama teman-temanku merasakan pelatihan dari KOPASSUS. Melakukan posisi taubat (tanyakan pada yang pernah merasakan selainku). Saat itu mungkin fisikku sangat mendapat hal yang “istimewa”. Namun, saat ini aku merasa saat itu lebih baik dari saat ini.

Kenyataan adalah kenyataan. Hanya Allah swt. dan diriku yang mampu mengubah takdir dan nasibku. Seorang guruku di SMART selalu menyampaikan ini padaku, “tugas kita sebagai manusia hanyalah berusaha, hasil itu hak prerogatifnya Allah swt”.

Untuk setiap orang yang membaca tulisan ini. Kusampaikan padamu, “Hiduplah sesukamu. Namun ingatlah, hal yang baik hanya untuk orang yang baik”. Sekian.

Berpolitik Kenapa Tidak?

Oleh: Cecep Muhammad Saepul Islam, Alumni SMART Angkatan 8, Saat Ini Berkuliah di Universitas Padjajaran Jurusan Hukum

“Bukan politik yang kotor, melainkan orang-orang yang berada di dalamnya saja yang tidak bisa menjaga kemurnian politik”

Itu merupakan jawaban yang sering saya katakan kepada setiap orang yang meragukan saya untuk terjun ke dalam dunia politik. Mulai dari keluarga besar, teman-teman, guru BK, kepala sekolah semua meragukan saya. Tapi saya keukeuh untuk masuk politik. Lalu, kenapa sih saya ingin sekali masuk dunia politik? Oke semuanya akan saya jelaskan di sini.

Semua bermula saat usia saya menginjak 10 tahun, saat itu saya masih duduk di bangku kelas 5 SD. Saat di mana -saya rasa- itu merupakan masa untuk membentuk kepribadian dan masa depan. Saya yang sedang asik menikmati waktu libur panjang ditawari hal menarik  oleh ayah saya, seorang yang paling saya hormati.

“Cep, besok mau ikut kampanye partai gak? Lumayan sekalian bapak ajak jalan-jalan keliling Bandung”.  Tanpa pikir panjang aku menerima ajakan itu, bukan ajakan untuk kampanye yang membuat saya bersemangat, melainkan ajakan untuk jalan-jalan keliling Bandungnya. Yah, saat itu saya belum mengerti yang namanya politik.

Keesokan harinya setelah bangun tidur, saya langsung bergegas mandi. Ini hari yang paling saya tunggu. Bapak saya sudah bersiap dengan menggunakan kaos dengan gambar lambang salah satu partai politik di Indonesia. Tanpa saya minta, bapak memberikan satu kaos yang sama dan pastinya pas dengan ukuran badan saya. Kami pun berangkat dengan motor, aku yang dibonceng oleh bapak memegang bendera partai dengan semangat.

Belum juga melewati desa, motor yang ayah saya kemudikan tiba-tiba berhenti, ternyata sudah banyak orang yang menunggu dengan seragam yang sama dengan kami. Ini akan menjadi hari yang menyenangkan, keliling Bandung berbondong-bondong dengan orang yang baru saya kenal. Gumam saya dalam hati.

Setelah beberapa menit mendengar orang yang berpidato lewat pengeras suara, kami pun berangkat. Benar-benar di luar dugaan ku, perjalanan menuju pusat Kota Bandung sangat menyenangkan. Bunyi klakson terdengar bersaut-sautan, banyak bendera partai berkibaran, dan pastinya massa semakin banyak menyelimuti jalan raya. Banyak orang yang sedang berjalan di pinggir jalan raya berhenti sejenak untuk melihat kami, rasanya seperti penguasa jalan!!

Saking semangatnya hingga tak terasa bahwa kami sudah sampai di pusat Kota Bandung. Sudah ada ribuan orang dengan seragam dan atribut partai yang sama dengan kami menutupi lapangan. Dari kejauhan terlihat berdiri kokoh panggung megah yang nantinya akan dijadikan tempat orasi oleh partai tersebut. Nyanyian sudah terdengar samar-samar dari depan panggung. Saya turun dari motor dan menunggu bapak yang sedang memarkirkan motornya. Bapak memegang tanganku, “ Jangan jauh-jauh dari bapak, nanti kamu bisa berpisah dari bapak. Bahaya!” saya hanya menganggukkan kepala.

Kami mulai menuju kerumunan, benar-benar penuh sesak. Tapi entah mengapa, saya merasa menyukai suasana seperti ini, saya hanyut dalam acara. Banyak sekali acara yang diadakan oleh partai yang kami dukung. Salah satu hal yang membuat kami semakin bersemangat adalah ketika Iwan Fals menyanyikan lagunya, Wakil Rakyat. Semua ikut bernyanyi.

“Wakil rakyat seharusnya merakyat….Jangan tidur waktu sidang soal rakyat….Wakil Rakyat bukan paduan suara”. Semuanya hanyut dalam nyanyian.

Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 WIB, namun tanpa adanya aba-aba, hujan pun turun dengan derasnya. Saya kira semuanya akan berteduh, tapi tidak! Semuanya semakin bersemangat. Ada bendera merah putih ukuran yang berkibar di atas panggung utama. Ini luar biasa!!  Saya semakin terbawa suasana, bergoyang menikmati lagu-lagu yang terus dilantunkan oleh sang presiden masyarakat, Iwan Fals.

Saat sedang asik bergoyang, bapak menyuruh saya untuk ikut dengannya. Begitu juga dengan rombongan yang satu desa dengan saya. Kami akan siapa-siap untuk Salat Zuhur, setelah itu kami siap-siap untuk pulang. Diperjalanan pulang, suasana jalan masih ramai. Banyak rombongan yang memilih untuk pulang juga. Suasana masih ramai hingga kami tiba di desa kami.

Sesampainya di rumah saya mandi, bapak sudah menunggu di ruang tamu. Nampaknya ada yang ingin bapak sampaikan kepada saya.

“Cep sini. Ada yang ingin bapak sampaikan sama kamu”

“Iya pak,” saya duduk di depan bapak.

“Gimana tadi Cep? Serukan?”

“ Iya pak,” saya mengusap-ngusap tangan yang masih kedinginan.

“ Begitulah Cep dunia politik. Semuanya siap dilakukan asalkan kita bahagia. Banyak orang yang rela hujan-hujanan demi mendukung orang yang belum tentu akan membuat mereka bahagia. Tapi kita yang memilih itu percaya, bahwa yang kita pilih adalah yang terbaik”. Bapak berhenti sejenak dan meneguk kopi yang ada di depannya.”Memang banyak yang bilang politik itu kotor, banyak korupsi, terus banyak kejahatan-kejahatan. Tapi ingatlah bahwa orang-orang yang kotor itu bukanlah orang-orang yang mengerti politik. Mereka hanya penikmat”.

“Saya pengen masuk politik pak”. Entah mengapa, seketika saya sangat ingin masuk politik.

“Bapak sih dukung-dukung aja kamu masuk politik. Tapi ingat, kamu harus amanah sama orang-orang yang udah percaya sama kamu yang udah bela-belain hujan-hujanan demi dukung kamu. Jangan sampai kamu mengecewakan mereka dan kamu termasuk ke dalam orang-orang yang menjadi penikmat politik saja. Kamu jangan sampai korupsi dan melakukan hal-hal kotor lainnya. Kamu bisa banyak teman kalau hidup di dunia politik dan bukan teman baik saja yang bakalan kamu miliki, tapi kamu juga bakalan punya temen-temen yang kotor,” ujar bapak penuh kesungguhan.

Muhun pak, saya paham”

“Dan satu lagi, Kamu ubah nasib Negara ini. Kita semua kalangan bawah udah bosan dibohongin sama orang yang kita pilih”

Saat itulah keinginan saya untuk masuk dunia politik makin kuat, bukan untuk mencari kekayaan. Tapi saya sangat menyukai dunia politik. Dunia politik itu gak ada kata lelah dan pastinya bakalan punya banyak teman. Terserah kata orang mau bilang saya bakal korupsilah, bakalan sombonglah, bakan apalah. Tapi lihat saja nanti, siapa yang akan merubah negeri ini!.

Dan sekarang saya Cecep Muhammad Saepul Islam seorang anak desa akan menapakkan kakinya di Universitas Padjadjaran jurusan Ilmu Hukum. Terima kasih atas segala doa dan bantuannya dari kalian semua teman-teman Angkatan 8, karena tanpa kalian ini semua tak akan terjadi. Insya Allah saya akan membalas semua keraguan yang datang pada saya dengan bukti nyata bahwa saya akan mengubah image politik yang dianggap kotor oleh kalangan masyarakat.

Lalu ada pertanyaan, “Lah kok jadinya masuk Ilmu hukum bukan Ilmu Politik atau Ilmu Pemerintahan? Karena Hukum merupakan atasan segala hal yang berkaitan dengan perpolitikan di dunia.