Kami Siap Memimpin, Kami Siap Dipimpin

2

Kami Siap Memimpin, Kami Siap Dipimpin

Oleh: Rafiq dan Hilman

 

Ready to lead, ready to be lead,” itulah tema SMART Camp tahun ini. SMART Camp merupakan acara tahunan SMART Ekselensia Indonesia. SMART Camp merupakan ajang untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan bagi siswa kelas 1 dan 2 SMP SMART Ekselensia Indonesia. Kegiatan dikomandoi oleh Ustaz Dhiana beserta jajaran panitianya, bertempat di kaki gunung Salak, Desa Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Selama 2 hari tersebut siswa melakukan banyak kegiatan, terutama yang berkaitan tentang kepramukaan. SMART Camp dimulai dengan upacara pembukaan di lapangan apel Bumi Pengembangan Insani (BPI). Pembina upacara kali ini adalah Kepala Sekolah SMP yaitu Ustaz July Siswanto. Beliau memberi amanah bahwa “hal-hal yang baik yang diperoleh dari SMART Camp agar diamalkan terutama dalam hal kedisiplinan dan ketertiban baris-berbaris”.

Ada satu pengumuman yang sebenarnya membuat para peserta SMART Camp kecewa terutama kelas 2 dikarenakan para peserta tidak diperkenankan untuk membawa MP3 dan kamera, mungkin agar para peserta lebih fokus pada kegiatan, namun hal tersebut tidak melunturkan semangat siswa untuk berpartisipasi dalam SMART Camp 2018.

Setelah upacara berlangsung, siswa diberikan arahan untuk menaiki truk masing-masing kelompok. Siswa pun berebutan untuk mendapatkan posisi yang paling nyaman namun masih saja terdapat siswa yang berdiri di dalam truk dikarenakan tidak terdapat tempat duduk.

3

Perjalanan berlangsung selama kurang lebih empat jam ditambah lagi dengan kondisi cuaca yang panas. Lengkap sudah penderitaan di dalam truk. Setelah melalui perjalanan yang panjang, tibalah di tempat tujuan namun belum sampai ke bumi perkemahan. Siswa diturunkan di dekat sebuah masjid. Siswa diperkenankan untuk istirahat sejenak dan Salat Asar berjamaah kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki ke bumi perkemahan.

Tak lama tibalah siswa di bumi perkemahan. Siswa dibariskan kembali untuk informasi tentang peraturan selama berkemah dan  pembagian tenda, tenda yang diberikan cukup untuk menampung sekitar empat sampai sepuluh orang.

Selesai mendirikan tenda siswa diperkenankan untuk Ishoma (Istirahat, Sholat, dan Makan). Selanjutnya mengganti pakaian dengan seragam pramuka lengkap karena akan melaksanakan upacara api unggun dan pentas seni.

4

Acara yang paling ditunggu oleh masing-masing kelompok yaitu pentas seni, tapi sangat disayangkan acara ini tidak berjalan dengan lancar. Acara kurang terorganisasi dalam menentukan urutan tampil masing-masing kelompok. Setelah menyaksikan pentas seni siswa baru diperkenankan untuk tidur di tenda masing-masing.

Belum puas rasanya siswa tidur untuk menghilangkan penat sisa perjalanan, kami sudah dibangunkan kembali untuk melaksanakan jurit malam.

Jurit malam kali ini dibagi menjadi tiga pos. Pos pertama siswa diberikan tugas berupa mencari potongan-potongan kertas yang akan menjadi petunjuk di pos selanjutnya. Pos kedua untuk mencari  kunci  di sebuah villa yang dari luarnya saja sudah mengerikan. Sayangnya tidak semua kelompok mendapatkan kunci dikarenakan ada yang iseng menyembunyikanya. Langsung berlanjut ke pos ketiga untuk mencari sebuah peti lalu membuka peti tersebut dengan menggunakan kunci yang sudah didapatkan.

Setelah menyelesaikan tantangan di setiap pos, siswa dikumpulkan untuk membuat sebuah lingkaran besar di salah satu sudut lapangan bumi perkemahan. Siswa diarahkan untuk melakukan perenungan dari segenap rangkaian kegiatan dan refleksi diri. Setelah itu siswa diperkenankan  kembali ke tenda untuk melaksanakan salat tahajjud dilanjutkan dengan salat subuh berjamaah dan senam pagi.

Selanjutnya, siswa membersihkan tenda dan bersiap-siap untuk melakukan penjelajahan. Tak lama siswa kembali dikumpulkan di lapangan bumi perkemahan untuk briefing penjelajahan bersama Ustaz Novi Utami

Penjelajahan kali ini dibagi menjadi lima pos. Pos pertama adalah pos di mana masing-masing kelompok menyelesaikan sebuah puzzle. Pos ini juga menentukan urutan jalan pada saat penjelajahan nanti sekaligus menentukan Spy. Spy adalah salah satu anggota kelompok yang beruntung mendapatkan tugas tambahan yaitu menggagalkan misi kelompoknya sendiri di setiap pos yang mereka lalui.

Dari pos pertama berlanjut ke pos kedua yaitu pos yang dikawal Ustaz Nana dan Ustaz Dhiana. Masing-masing kelompok diberikan tugas memecahkan sebuah sandi yang diberikan oleh kakak pembina.

Berlanjut ke pos ketiga. Pos ini dijaga oleh Kak Akmil dan Ustaz Amaliah. Setiap kelompok diberikan tugas menurunkan tongkat hanya dengan menggunakan dua jari dan setiap anggota kelompok harus menyentuh tongkat dan tidak boleh miring. Banyak kelompok yang gagal dalam melakukan misi di pos ini.

1

Melalui perjuangan yang sulit di pos ketiga, masih ada dua pos lagi yang menunggu. Lanjut ke pos keempat. Pos ini dijaga oleh Ustd. Erdiansyah. Setiap kelompok akan diberikan secarik kertas yang berisi aba-aba PBB (Pelatihan Baris Berbaris). Peraturannya adalah jika ada salah satu gerakan saja yang salah, maka akan mendapat hukuman berupa berguling dengan posisi badan berbaring sejauh kurang lebih 4-7 meter. Belum cukup sampai di situ, siswa juga diharuskan menyamar menggunakan lumpur dan rerumputan liar.

Dari pos keempat, penjelajahan kembali berlanjut menuju pos terakhir. Pos ini dikawal oleh Kak Ahmad dan Ustaz Fauzan. Pos ini harus memindahkan lima gelas ke dalam ember hanya dengan menggunakan seutas tali. Ternyata ada trik tersendiri dalam melakukannya sehingga di antara delapan kelompok, tidak ada yang berhasil memindahkan lima gelas dengan sempurna. Pos ini juga memiliki hukuman yaitu push-up sebanyak sepuluh kali di dalam air.

Selesai menjalankan misi di pos terakhir, akhirnya siswa diperbolehkan untuk menikmati sejuknya air terjun yang mengalir deras dan tidak lupa mengabadikan pengalaman yang sangat berharga.

Puas berenang dan mengambil gambar, barulah siswa kembali ke bumi perkemahan untuk mengganti pakaian dan membereskan tenda, melaksanakan upacara penutupan sekaligus pemberian hadiah kepada beberapa kelompok terbaik. Akhirnya siswa kembali ke SMART, sekolah tercinta.

Hal yang perlu ditanamkan adalah walau SMART Camp telah usai tapi jiwa kepemimpinan harusnya tetap terjaga di jiwa siswa Smart Ekselensia Indonesia khususnya kelas 1 dan kelas 2. Demi mewujudkan salah satu visi SMART yaitu berjiwa pemimpin yang tergambar lewat yel-yel SMART Camp, “Siap Memimpin Siap Dipimpin”.