Karena Seorang Guru Pantang Tak Kreatif

cara-menjadi-pemimpin-yang-sukses

Oleh: Dede Iwanah, S.Pd.

Guru IPS SMP SMART Ekselensia Indonesia

 

Hari itu, Sabtu siang nan terik, berkumpulah belasan bapak/ibu guru dari berbagai jenjang sekolah mulai PAUD, SD baik negeri maupun swasta dan MI di Pusat Studi Belajar (PSB) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Mereka datang dari beberapa wilayah di Kabupaten Bogor.

Nampak dari raut wajah mereka sangat antusias dn terlihat semangat menimba ilmu meski terpaut usia yang cukup timpang satu sama lain. Ya, siang itu saya diamanahi menjadi fasilitator workshop media pembelajaran pada kegiatan Komunitas Guru Pembuat Media Pembelajaran (KOMED) yang dimotori oleh PSB.

Siang itu, saya mempresentasikan tentang Monasean, sebuah produk permainan yang diadopsi serupa monopoli baik bentuk ataupun permainannya dan dipadukan dengan materi ASEAN pada mata pelajaran IPS kelas IX semester 1. Monasean adalah salah satu produk orisinil karya siswa kelas IX A SMP SMART Ekselensia Indonesia tempat saya mengajar.

Tibalah saat lokakarya, di mana mereka dipersilahkan mempraktikkan membuat permainan sejenis dengan tema yang berbeda dan cara bermain yang berbeda pula sesuai dengan jenjang pendidikan siswa yang mereka ajar. Di luar dugaan para peserta lokakarya sangat antusias dengan produk Monasean, sehingga tidak perlu menunggu lama untuk mereka langsung bergerak dan menyiapkan seluruh peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan. Dengan sigap mereka langsung membentuk kelompok dan berbagi tugas, sehingga  beberapa waktu kemudian terciptalah Monopes (Monopoli Pesawat Sederhana), Monua (Monopoli Benua), dan Monomazi (Monopoli Makanan Bergizi) meski belum rampung 100%.

Subhanallah, siswa/siswi mereka patut berbangga kepada mereka, bahkan Indonesia patut mengapresiasi dedikasi mereka. Di saat orang lain berakhir pekan dengan keluarga, guru-guru yang tergabung dengan KOMED harus rela berakhir pekan dengan membuat berbagai media pembelajaran sebagai bahan ajar di kelas mereka demi melihat senyum di wajah polos para siswanya. Dua jempol untuk semangat mereka yang luar biasa.

Sungguh menyenangkan menjadi bagian dari mereka yang bekerja keras demi sebuah media pembelajaran dan larut dalam sebuah situasi di mana kertas karton warna warni, spidol, lem, aneka gambar berserakan mewarnai lantai berkarpet Ruang Audio Visual PSB. Sungguh membanggakan, merekalah guru sejati.

Setiap dari kita adalah seorang guru, seorang pembelajar sejati, seorang inspirator bagi seluruh siswanya dan bagi dunia. Kita lah guru harapan masa depan pendidikan Indonesia. Semoga semangat berkontribusi terpatri pada setiap diri kita meski bagai buih di lautan.

“A teacher who is attempting to teach without inspiring the pupil with a desire to learn is hammering on cold iron (seorang guru yang berusaha mengajarkan tanpa menginspirasi muridnya dengan keinginan untuk belajar adalah seperti memalu besi dingin) ~ Horace Mann