Libur Telah Usai, SMART Kami Datang!

(Bagian 1)

“Neng kono kowe ati-ati,,jogo awakmu, ojolali mangan karo dongakno ibumu neng kene. Kene kabeh ngangeni awakmu, ojolali telpon”.

Nasihat ibuku sebelum aku naik pesawat. Nasihat sejenis (disertai tangisan) terdengar diberbagai sudut. Aku yang sedari tadi duduk termangu tiba-tiba merasakan kehangatan mengalir di pipi, aku menangis, seakan lupa kalau bukan aku saja yang berada di bandara. Untung saja aku tak sendirian, semua teman seperjalananku semuanya menangis, menangis dalam dekapan orangtua masing-masing. Pemandangan langka yang hanya bisa kulihat setahun sekali. Setelah momen penuh haru, kulihat satu persatu mereka berfoto bersama keluarganya

 

2

 

4

 

Sayang momen kebersamaan tersebut harus segera selesai karena dari pengeras suara terdengar panggilan untuk penumpang tujuan Jakarta, kami bergegas menuju gate yang telah ditentukan.

“Sampai jumpa tahun depan”

Kalimat perpisahan di atas menyadarkanku kalau hari ini, Sabtu (14-1) liburan Pulang Kampungnya SMART resmi berakhir. Kami semua harus menerima kenyataan jika kesenangan di kampung halaman harus kami tinggalkan dan kami harus kembali berjuang untuk belajar demi cita yang kami dambakan. Di dalam pesawat aku termenung, membayangkan wajah-wajah terkasih yang kutinggalkan ratusan menit yang lalu, lagi-lagi aku menitikkan air mata. Pesawat pun lepas landas, terbang meninggalkan semua kenangan manis di tanah kelahiran. Jakarta kami datang.

***

Pukul 10.43 kami sampai di Bandara Soekarno Hatta, kami menunggu di pintu kedatangan bersama teman-teman lainnya. Rombongan kami tiba terlebih dahulu, itu artinya kami harus menunggu rombongan lain datang. Setelah semua rombongan tiba kami segera naik ke bus untuk menuju SMART. Selama diperjalanan di dalam bus kami saling bertukar pengalaman di kampung halaman, gelak tawa dan kisah penuh canda tak terelakkan, ramai sekali sampai sampai rasa sedih yang kurasakan sirna entah ke mana. Ah rindunya aku pada mereka.

Kalau boleh jujur aku sebenarnya sangat tak sabar ingin kembali ke SMART. Ingin segera bertemu teman-teman sejawat, guru-guru, wali asrama, dan lainnya. Selama di SMART nanti aku bertekad untuk lebih baik lagi di semester baru, aku tak mau mengecewakan orangtuaku di kampung halaman. Aku ingin membuktikan kalau aku bisa berprestasi, pokoknya aku akan berjuang.

“Hei kamu kenapa?” tanya temanku terheran-heran. Aku terperanjat seraya berkata “Gak apa-apa kok hehe”. Aku baru sadar ternyata aku nampak berbicara sendiri sambil mengepal-ngepalkan tangan ke udara, tak heran temanku kebingungan.

***

Hmmm perjalanan dari bandara ke SMART jauh sekali, sejauh mata memandang yang kulihat hanya gedung bertingkat dan kemacetan. Jenuh melanda, kubuka gawai (yang nantinya akan ku titipkan ke sekolah), kulihat foto teman-temanku yang sedang dalam perjalanan menuju SMART juga.

2 (2)

Puas berselancar di dunia maya akhirnya aku tertidur pulas. (AR)

 

Bersambung…..