Mahal Kita SMART Ekelensia Indonesia

IMG-20170719-WA0003

Kemarin, Selasa (18 Juli 2017), SMART Ekselensia Indonesia kedatangan tamu istimewa, ia bernama  Ms.Zarah. Ia adalah Kepala Sekolah dan Direktur dari Holy Child Jesus Academy of Binan, Filipina. Ms. Zarah sangat tertarik untuk mengunjungi SMART Ekselensia Indonesia karena ia ingin mengunjungi sekolah yang didirikan oleh Dompet Dhuafa tersebut. Ia memandang Dompet Dhuafa sebagai lembaga kemanusiaan yang istimewa karena Dompet Dhuafa telah mendapatkan Ramon Magsaysay Award 2016. Ramon Magsaysay Award merupakan penghargaan yang diberikan kepada perorangan dan organisasi Asia atas pencapaian unggul mereka dibeberapa bidang antara lain: Government Service, Public Service, Community Leadership, (Journalism, Literature and Creative Communication Arts), (Peace and International Understanding), dan Emergent Leadership.

Ms. Zarah terlihat sangat antusias dengan nuansa pendidikan di SMART Ekselensia Indonesia. Ms. Zarah melakukan touring dengan mengunjungi beberapa tempat di lingkungan Dompet Dhuafa Pendidikan. Sebagai seorang yang sangat menyukai anak-anak, ia sangat terkesan ketika mengunjungi PAUD. Ia berkenalan dengan siswa dan guru PAUD dan bernyanyi bersama menggunakan bahasa asli Filipina, yakni Tagalog dan bahasa Inggris. Ia semakin terkesan ketika anak-anak PAUD menyalaminya ketika ia akan pergi. “oh I am blessed,” ucapnya ceria.

Setelah itu Ms. Zarah mengunjungi perpustakaan Dompet Dhuafa Pendidikan yang dikenal sebagai “Pusat Sumber Belajar” Ms. Zarah terlihat kagum sekali dengan para siswa yang menghabiskan waktu istirahatnya untuk membaca buku dan bermain edukasi. Selepas mengunjungi perpustakaan, ia mengunjungi kelas Mrs Lisa, guru Bahasa Inggris SMART Ekselensia Indonesia. Di kelas Bahasa Inggris Ms. Zarah mengajarkan kami Bahasa Tagalog. Banyak kosa kata Tagalog yang ia ajarkan seperti “gwapo” yang artinya tampan, dan kosa kata  yang membuat kami semua terbahak-terbahak yakni “mahal kita” yang artinya “I love You”.

IMG-20170719-WA0004

Ms. Zarah juga banyak bercerita tentang negaranya, mulai dari alam hingga infrastruktur serta agama yang dianut di Filipina. Ia bercerita bahwa ia sangat kagum dengan kami karena masih mau menggunakan batik dalam kegiatan sehari-hari. Ia menambahkan kalau anak muda di Filipina belum tentu mau melakukan hal serupa karena di sana pakaian tradisional  hanya dipakai ketika ada perayaan khusus saja. Bahkan saat ini pemerintah Filipina telah menghapuskan Bahasa Tagalog dalam kurikulum pendidikan, semua harus menggunakan bahasa Inggris. Hal tersebut membuat generasi muda Filipina banyak yang tidak dapat berbahasa tagalog. Kami yang menyimak hanya manggut-manggut sembari bersyukur karena Indonesia masih menanamkan budayanya kepada generasi muda.

IMG-20170719-WA0005

Ms. Zarah juga berpesan tentang pentingnya mencintai dan mempertahankan budaya tradisional Indonesia, terutama  Bahasa Indonesia. Bahasa Inggris memang penting diikuasai agar Indonesia dapat bersaing di kancah global, namun Bahasa Indonesia tidak boleh dilupakan karena itulah identitas kita sebagai warga negara Indonesia. Acara kunjungan Ms. Zarah ditutup dengan pemberian hadiah untuk kami semua (PM x AR).

Komentar

komentar



Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044