Membaca Sejarah dan Matematika Sosial

Oleh: Syafii Al Bantanie
GM SMART Ekselensia Indonesia

Membaca sejarah adalah upaya untuk memahami realitas. Ia memang peristiwa masa lalu, namun ada pola-pola kehidupan di sana. Pola-pola inilah yang mesti kita tangkap untuk bisa memahami realitas, lalu merekayasa masa depan.

Mega proyek membangun peradaban Islam tidak boleh berdasarkan asumsi. Melainkan, harus memiliki pijakan sejarah yang kuat. Karena, darinya kita pun belajar matematika sosial. Mega projek hijrah, misalnya. Hijrah adalah mega projek dakwah yang dirancang sistematis oleh Rasulullah.

Berawal dengan membaca dan menganalisis geo politik Madinah. Analisis detail tentang masyarakat yang mampu baca tulis, komposisi suku, dominasi ekonomi Yahudi, tingkat kemandirian ekonomi, kondisi geografis, peta kekuatan sosial dan tokoh-tokoh kuncinya, dan lainnya.

Inilah matematika sosial yang bisa kita dapatkan dari membaca sejarah. Untuk kemudian, kita temukan pola-polanya dalam rancang bangun peradaban Islam di Indonesia dan dunia. Bagaimana Rasulullah menata ulang kehidupan dari titik nol hingga menjadi imperium terbesar dan terlama sepanjang sejarah. Mulai 624 – 1924 M Islam memimpin peradaban bumi. Tentu saja dengan pasang surut di tengah-tengahnya.

Komentar

komentar



Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044