Saatnya Pulang

SMART Ekselensia Indonesia

Saatnya Pulang

Merdu-merdu sayup di telinga,

merah nyalang yang tak padam
menjadi baris kesekian,
untuk pulang untuk waktu,
tanpa lagu

Sebab waktu bukan lagu
yang dapat kau putar ulang,
ada yang hilang mereka bilang,
kata-kata di atas kertas tak lagi sumbang,
degup di jantung tak lagi rumpang,
nyawa di setiap napas tak lagi hilang,

“Karena kau datang”,

Bersama cerita di pintu senja
kita bermain kata,
satu, dua
lalu tertawa,

“Lalu apa?”

Kita bukan sekadar cerita-fiksi yang nyata,
karena mata sudah dapat berbicara:
aksara kita sama makna,

“Boleh aku masuk sekarang?”

—Di sini dingin

(Depok, 2017, Nadhif Putra Widiansah)