Sharing-sharing tentang Story Telling

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Assalamu’alaikum.

Yo Sob!

Saya ingin berbagi cerita nih tentang Olimpiade Humaniora Nusantara. Eh, sebelumnya sudah tahu belum apa itu Olimpiade Humaniora Nusantara atawa biasa disingkat OHARA? Pasti tahu dong! Tapi buat kamu yang belum tahu, OHARA ialah olimpiade yang berbeda dari olimpiade-olimpiade lain yang ada di Indonesia! Sesuai dengan namanya, di OHARA, yang dilombakan adalah bermacam kompetisi yang berkaitan dengan humaniora dan kebudayaan. Jadi pokoknya seru dan gak bosenin deh.

Nah, sebelum masuk ke cerita yang ingin saya bagi, saya akan memberitahukan bahwa salah satu lomba di OHARA adalah lomba Story Telling! Ini adalah lomba menyampaikan cerita dengan menggunakan bahasa Inggris dan yang pasti ceritanya harus cerita lokal sesuai dengan tema yang ditentukan. Jadi langsung aja ke cerita, saya waktu itu pernah ikut lomba Story Telling di OHARA. Saya pernah dua kali ikut lomba tersebut ketika saya bersekolah di SMART 1 Bogor —SMART 1 merupakan filial atau cabang dari SMART Ekselensia Indonesia— lebih tepatnya pada OHARA 2014 dan 2015 lalu.

Jadi ada kenangan pahit nih, Sob. Waktu di tahun 2014, saya tampil di babak Final Story Telling dengan memaksimalkan kemampuan saya. Waktu itu saya menceritakan tentang tokoh pahlawan yang namanya pasti kita sudah tahu karena proklamasinya. Siapa itu? Ya, benar sekali. Bapak Ir. Soekarno.

Selama sekitar tujuh menit tampil, saya mendapat tepuk tangan yang lumayan meriah. Saya optimis sekali waktu itu. Saya berpikir, saya akan menang. Dan akhirnya saya hanya menunggu pengumuman di siang harinya dengan perasaan lumayan lega.

Tetapi sebuah bencana terjadi! Ternyata, tanpa diduga-duga, saya tidak mendapat juara sama sekali! Saat itu saya kecewa. Kecewa sekali. Dan apalagi, setelah mengetahui dari salah satu teman saya yang menjadi panitia lomba Story Telling, saya seharusnya mendapat juara 2. Namun, ternyata saya melebihi waktu maksimal penampilan yaitu 7 menit 10 detik! Saya lebih 10 detik! Saat itu saya amat sakit hati. Nyaris sekali.

Namun saya bisa menyimpulkan bahwa betapa objektifnya penjurian di lomba Story Telling OHARA. Walau bagaimanapun karena saya telah melanggar peraturan yang ada nilai saya dikurangi. Ya, tidak apa-apa lah, setidaknya saya sudah berusaha maksimal.

Selain itu, ketika saya mengikuti OHARA 2015 dalam lomba Story Telling lagi, di babak final saya akhirnya bisa tampil kurang dari 7 menit! Tidak ada pengurangan nilai. Dan akhirnya, alhamdulillah, bisa meraih juara 3 dalam lomba Story Telling OHARA tingkat Nasional.

Niatnya, saya ingin membalas dendam dengan berusaha mendapat juara 1 di lomba yang sama pada OHARA 2016. Namun saya sekarang sudah dipindahkan ke SMART Ekselensia Indonesia pusat, yang berarti saya tidak bisa lagi ikut serta dalam Olimpiade Humaniora Nusantara. Agak kecewa sih, tapi tidak apa-apa. Saya masih bisa ikut kok pada perlombaan lain di luar sekolah.

Nah Sob, saya rekomendasikan banget nih lomba Story Telling OHARA 2016 buat kamu yang suka bercerita menggunakan bahasa Inggris dan mencintai budaya Indonesia. Karena dalam lomba Story Telling OHARA, dijamin tidak ada kecurangan dan jurinya juga berkualitas. Ayo semua buruan daftar di Olimpiade Humaniora Nusantara 2016 dan cintai budaya bangsa.

Komentar

komentar



Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044