ohara

Olimpiade Humaniora Nusantara 2015

ohara

Olimpiade Humaniora Nusantara 2015 adalah acara yang diselenggarakan oleh sekolah menengah SMART Ekselensia Indonesia yang sudah berjalan sejak 2011. Kegiatan ini bertujuan untuk memasyarakatkan ilmu-ilmu humaniora terutama bagi para siswa sekolah menengah dengan mengangkat nilai-nilai budaya di setiap perlombaannya.

 

LOMBA LINTAS NUSANTARA (LINTARA)

Lomba ini bertujuan menumbuhkan kecintaan siswa sekolah menengah pada bangsa dannegara Indonesia secara mengasyikkan, melalui perpaduan kegiatan tes tertulis untuk menguji kemampuan kognitif, tantangan permainan tradisional, dan jelajah lintas alam.

Persyaratan peserta:

  • Kelompok siswa/siswi SMP/MTs atau sederajat se-Indonesia.
  • Satu kelompok terdiri dari tiga orang.
  • Satu sekolah diperkenankan mengirim maksimal dua kelompok.
  • Setiap peserta menyertakan pas foto (3 x 4 sebanyak 3 buah), fotocopy akta kelahiran (3buah) dan surat pengantar dari sekolah (1 buah).

 

Teknis lomba:

  • Tes tertulis, debat kelompok, dan praktik ketangkasan untuk menguji kemampuan kognitif, psikomotor dan analisis peserta seputar pengetahuan sejarah, budaya dan kemasyarakatan Indonesia saat ini.
  • Babak ini dibagi dalam tiga sesi yang merupakan kegiatan kelompok.

 

  1. Hari Pertama (Rabu, 27 Oktober 2015)

Sesi 1: Tes tulis (75 soal pemahaman dan analisis secara berkelompok dengan materi pengetahuan sejarah, budaya dan kemasyarakatan Indonesia saat ini), waktu mengerjakan 60 menit dan akan diambil 30 tim untuk ke babak selanjutnya.

Sesi 2: Debat (uji kemampuan argumentasi lisan anggota kelompok dengan materi pengetahuan sosial budaya dan kemasyarakatan Indonesia), waktu kegiatan 150 menit. Akan diambil 20 tim untuk ke babak selanjutnya.

  1. Hari Kedua (Kamis, 28 Oktober 2015)

Sesi 3: Lintas alam (uji kemampuan psikomotorik tiap kelompok di empat pos yang berbeda dengan materi musik, tari, kuliner dan permainan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia), waktu kegiatan 120 menit.

Akan diambil 5 tim untuk ke babak final.

      3. Babak final (dilakukan di SMART Ekselensia Indonesia, Bogor, Jawa Barat).

Lima peserta dengan poin paling tinggi dalam tiga sesi di babak semifinal akan berlaga dibabak final dalam lomba Cepat Tepat dengan materi pengetahuan sejarah, budaya dan kemasyarakatan Indonesia. Serta megomentari dan menanggapi isi sebuah video bertema humaniora.

Ketentuan lain yang berupa tata tertib lomba akan disampaikan ketika lomba berlangsung. Hal yang kurang jelas dapat ditanyakan kepada panitia.

Penentuan pemenang lomba:

Pemenang Lomba Lintas Nusantara Olimpiade Humaniora Nusantara 2015 akan ditentukan berdasarkan hasil babak final 28 Oktober 2015. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada acara penutupan Olimpiade Humaniora Nusantara 2015 pada tanggal 28 Oktober 2015.

Biaya Pendaftaran:    Rp. 200.000/ Tim.

Hadiah: Juara 1 Lintas Nusantara (LINTARA): Rp 2.000.000

Kontak Panitia Lomba Lintas Nusantara: Bapak Mulyadi Saputra (WA) 0812-9598-2263

 

LOMBA KARYA TULIS ILMIAH

Sebagai wujud perhatian terhadap kaum muda yang inovatif, Olimpiade Humaniora Nusantara 2015 kembali mengadakan Lomba Karya Tulis Ilmiah. Pada lomba ini akan dicari karya tulis yang telah diaplikasikan di lingkungan sekitar peserta.

 

Persyaratan peserta

  • Siswa/siswi SMP/MTs dan SMA/MA/sederajat se-Indonesia tanpa ada pemisahan antarjenjang.
  • Setiap peserta hanya diperkenankan mengirimkan 1 naskah dan setiap sekolah maksimal mengirimkan 2 tim.
  • Peserta dapat perorangan maupun kelompok (maks. 3 orang).
  • Setiap peserta menyertakan pas foto (3 x 4 sebanyak 3 buah), fotocopy akta kelahiran (3buah) dan surat pengantar dari sekolah (1 buah).

Persyaratan karya tulis

  • Tema karya tulis adalah “Inovasi Terkini Bagi Bumi Pertiwi.”
  • Tebal karya 15 s.d. 25 halaman kertas ukuran A4, tidak termasuk halaman sampul, daftar isi dan daftar pustaka.
  • Karya tulis diketik dengan font Times New Roman, ukuran 12, dan spasi 1,5. Margin atas 4cm, bawah 3 cm, kiri 3 cm, dan kanan 3 cm.
  • Tulisan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta mencantumkan sumber bacaan yang relevan (footnote).
  • Dalam karya tulis, cantumkan biodata penulis beserta foto penulis.
  • Penulisan karya mengikuti struktur penulisan karya ilmiah, dan merupakan hasil penelitian literatur atau eksperimen.
  • Karya tulis adalah karya sendiri, bukan terjemahan, saduran, atau jiplakan.
  • Karya tulis disertai surat keterangan bahwa hasil karya tersebut asli, hasil karya sendiri dan dilampiri materai Rp 6.000,-.
  • Karya belum pernah diterbitkan dan belum pernah diikutsertakan dalam lomba tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
  • Karya dilampiri biodata peserta (yang dicantumi nomor telepon yang dapat dihubungi dan alamat email) dan surat keterangan dari sekolah yang bersangkutan.
  • Naskah yang dikirimkan adalah 1 naskah asli dan 3 rangkap fotokopi, serta softcopy bentuk PDF dan .doc atau .docx dalam CD.
  • Naskah dikirim ke Sekretariat Lomba Karya Tulis Ilmiah Olimpiade Humaniora Nusantara 2015, SMART Ekselensia Indonesia, Jln. Raya Parung-Bogor Km. 42, Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor 16310, Jawa Barat.
  • Batas waktu pengumpulan naskah diterima oleh Panitia adalah tanggal 18 Oktober 2015.

 

Teknis Lomba

Babak penyisihan

  • Hanya karya tulis yang telah didaftarkan dan dikonfirmasi melalui web #ohara2015 www.olimpiadehumaniora.com yang akan diseleksi oleh juri di babak penyisihan.
  • Karya yang dikonfirmasi sebagai peserta babak penyisihan adalah naskah yang dikirimkan oleh peserta yang telah mengisi formulir pendaftaran dan biaya pendaftaran lomba.
  • Pada babak penyisihan ini seluruh naskah peserta akan dipilih dan diseleksi. Sepuluh karya tulis dengan nilai tertinggi berhak maju ke babak final.
  • Pengumuman hasil penjurian babak penyisihan dapat dilihat di web #ohara2015 www.olimpiadehumaniora.com atau twitter @ohara2015. Finalis juga akan dikabarkan melalui telepon atau email.
  • Peserta yang lolos ke babak final wajib mengonfirmasi kehadiran pada Panitia paling lambat dua hari setelah pengumuman hasil tes babak penyisihan. Jika ada peserta babak final yang tidak memberi konfirmasi kehadiran, Panitia berhak menghubungi peserta dengan nilai tertinggi di bawahnya untuk menggantikan peserta yang batal hadir.

Finalis mempresentasikan hasil karya di depan juri, di SMART Ekselensia Indonesia, Bogor, Jawa Barat, pada 27 dan 28 Oktober 2015, mulai pukul 08.00 WIB.

Babak final

  • Pada babak ini peserta/penulis naskah mempresentasikan hasil karyanya di depan juri.Peserta menggunakan alat peraga berupa slide maupun alat peraga lain.
  • Finalis adalah peserta lomba yang karyanya termasuk dalam sepuluh terbaik. Juri adalahpenilai yang akan memberikan pertanyaan, saran, dan penilaian selama babak presentasiberlangsung.
  • Finalis tidak dapat diwakilkan.
  • Finalis mendaftar ulang dan mengambil undian urutan presentasi sebelum babak finaldimulai.
  • Babak ini dilaksanakan di Gedung Utama SMART Ekselensia Indonesia pada tanggal 27dan 28 Oktober 2015 mulai pukul 08.00 WIB.
  • Selama babak final, selain para finalis terdapat tiga orang juri, panitia pelaksana yangterdiri atas dua orang pembawa acara, satu orang penjaga waktu, dua orang pendampingtamu, serta dua orang panitia penanggung jawab lomba. Pengunjung, baik dari sekolahfinalis maupun pengunjung luar, diperbolehkan menghadiri babak final dalam jumlahterbatas.
  • Setiap finalis menjalani dua sesi. Sesi pertama adalah presentasi finalis dan sesi keduaadalah tanya jawab. Presentasi dilaksanakan maksimal selama 10 menit dan tanya jawabdari ketiga juri dilaksanakan masing-masing 10 menit. Dengan demikian, waktu untukmasing-masing peserta adalah 40 menit.
  • Waktu sudah termasuk dengan waktu persiapan. Panitia penjaga waktu akan memberikantanda mulai dan tanda selesai, dan pembawa acara akan mempersilakan finalis maupunjuri.
  • Waktu untuk sesi presentasi dan tanya jawab diperkenankan selesai kurang dari waktuyang ditentukan. Namun, tidak diperkenankan melebihi waktu yang ditentukan. Jikamelewati waktu, presentasi maupun tanya jawab akan dihentikan oleh pembawa acara.
  • Untuk presentasi, peserta dapat menggunakan alat peraga dengan perangkat komputerdan proyektor LCD (misalnya menggunakan aplikasi PowerPoint, Keynote, atau Flash),ataupun alat peraga yang tidak mengunakan perangkat komputer dan proyektor LCD,misalnya peta konsep, poster, mading, dan lain sebagainya.
  • Alat peraga sudah disiapkan sebelum waktu presentasi. Jika berupa file, finalis dapatmentransfer file-nya di laptop panitia yang sudah tersedia dalam ruangan setelahmendaftar ulang, mengambil nomor undian, dan memasuki ruang presentasi. Demikianpula jika berupa bukan file, finalis dapat mempersiapkan setelah memasuki ruangpresentasi.
  • Panitia tidak memberikan fasilitas membuat dan mencetak alat peraga beserta bahan lainyang berkaitan dengan presentasi.
  • Penilaian presentasi meliputi teknik presentasi, sistematika penyampaian, penggunaanbahasa, kualitas alat peraga, serta sikap dan penampilan.
  • Nilai berasal dari akumulasi presentasi dan hasil penelitian.

 

Penilaian karya tulis:

  • Format penulisan. 20%
  • Topik yang dikemukakan. 20%
  • Mutu gagasan. 20%
  • Data dan sumber informasi. 20%
  • Analisis dan simpulan. 20%

Ketentuan lain yang berupa tata tertib lomba akan disampaikan ketika lomba berlangsung. Hal yang kurang jelas dapat ditanyakan kepada panitia.

Penentuan pemenang lomba:

  • Pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah Olimpiade Humaniora Nusantara 2015 akan ditentukan berdasar nilai tertinggi dari dewan juri pada babak final tanggal 27 dan 28 Oktober 2015.
  • Pengumuman pemenang akan dilakukan pada acara penutupan Olimpiade Humaniora Nusantara 2015 pada tanggal 28 Oktober 2015.

 

Biaya Pendaftaran: Rp. 150.000/Tim.

 

Hadiah:   Juara 1 Karya Tulis Ilmiah: Rp 2.000.000

Kontak Panitia Karya Tulis Ilmiah: Bapak Rudy Purwanto 0816-1648-567

 

STORYTELLING

Bercerita merupakan tradisi budaya secara lisan yang turun temurun diwariskan manusia, termasuk oleh berbagai suku bangsa di Indonesia. Olimpiade Humaniora Nusantara 2015 kembali menghadirkan lomba bercerita dalam bahasa Inggris (storytelling) dengan tema pewayangan.

Persyaratan peserta

  • Siswa/siswi SMP/MTs dan SMA/MA/sederajat se-Indonesia.
  • Setiap sekolah diperbolehkan mengirimkan maksimal 2 peserta.
  • Setiap peserta menyertakan pas foto (3 x 4 sebanyak 3 buah), fotocopy akta kelahiran (3 buah) dan surat pengantar dari sekolah (1 buah).

Teknis lomba

Babak penyisihan

  • Peserta memilih salah satu dari kelima tokoh pewayangan yaitu: Semar, Gatot Kaca, Anta Reja, dan Anta Sena untuk diceritakan kisahnya.
  • Peserta menyampaikan cerita (storytelling) dan direkam dalam bentuk video dengan durasi 5– 7 menit.
  • Tidak diperkenankan membawa teks dan melihat teks saat perekaman video.
  • Rekaman video peserta diunggah (upload) ke situs www.youtube.com, paling lambat tanggal 5 Okrober 2015 Judul video dituliskan sebagai berikut: #OHARA 2015 – Storytelling – [Nama Peserta] – [Nama Sekolah]. Contoh: #OHARA 2015 – Storytelling – Jessica Iskandar – SMA SMART Ekselensia Indonesia
  • Peserta wajib menghubungi panitia setelah mengunggah video dan menyerahkan bukti pembayaran melalui WA : 087770234868, BBM : 579F4C39 atau E-mail : wannabeimti@gmail.com.
  • Peserta yang tidak menyerahkan bukti pembayaran namun sudah mengunggah video dianggap tidak mengikuti lomba.
  • Peserta yang lolos ke babak final di Bogor adalah sepuluh peserta dengan nilai paling tinggi masing-masing di tingkat SMP dan SMA yang dinilai oleh juri.
  • Pengumuman hasil tes babak penyisihan dapat dilihat di web #OHARA2015 www.olimpiadehumaniora.com atau twitter @ohara2015 pada tanggal 13 Oktober 2015. Finalis juga akan dikabarkan melalui telepon atau email.
  • Peserta yang lolos ke babak final wajib mengonfirmasi kehadiran pada Panitia paling lambat dua hari setelah pengumuman hasil tes babak penyisihan. Jika ada peserta babak final yang tidak memberi konfirmasi kehadiran, Panitia berhak menghubungi peserta dengan nilai tertinggi di bawahnya untuk menggantikan peserta yang batal hadir.

Babak final

  • Finalis peserta memilih salah satu dari ketiga tokoh pewayangan yaitu: Gareng, Petruk, dan Bagong untuk diceritakan kisahnya.
  • Babak final dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober 2015 bagi SMP dan 28 Oktober 2015 bagi SMA.
  • Penentuan cerita yang diceritakan oleh finalis, ditentukan oleh masing – masing finalis.
  • Finalis menyiapkan naskah (script) dan dikumpulkan (copy rangkap 4) sebelum babak final dimulai.
  • Finalis tampil sesuai urutan undian yang diambil sebelum babak final dimulai.

Penilaian :

  • Performance: self-confidence 10 points, gesture (eye contact 5 points & interactive communication 5 points); property 10 points, & voice 10 point.
  • English: grammar 10 points; pronunciation 10 points; & fluency 10 points.
  • Story: moral value 10 points; creativity 10 points; & story understanding 10 points.
  • Time ( 5-7 minutes): < 5 menit = – 5 points; > 7 menit = – 5 points/judge.

Ketentuan lain yang berupa tata tertib lomba akan disampaikan ketika lomba berlangsung. Hal yang kurang jelas dapat ditanyakan kepada panitia.

Penentuan pemenang lomba:

Pemenang Lomba Storytelling Olimpiade Humaniora Nusantara 2015 akan ditentukan berdasar nilai tertinggi dewan juri selama babak final pada 27 dan 28 Oktober 2015. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada acara penutupan Olimpiade Humaniora Nusantara 2015 pada tanggal 28 Oktober 2015.

 

Biaya Pendaftaran: Rp. 100.000/Peserta.

Hadiah:

  • Juara 1 Storytelling SMA: Rp 2.000.000
  • Juara 1 Storytelling SMA: Rp 2.000.000

Kontak Panitia Lomba Storytelling : Ibu Imtinanika Sayahara (WA) 0877-7023-4868

 

LOMBA OPERA VAN JAMPANG (OVJ)

Merupakan lomba drama dengan tema “Perjuangan Pahlawan Kemerdekaan Indonesia” yang dimodifikasi dan mengandung unsur humor serta pesan moral didalamnya.

Persyaratan peserta:

  • Siswa/siswi SMP/MTs dan SMA/MA/sederajat se-Indonesia.
  • Setiap sekolah hanya diperbolehkan mengirimkan satu tim.
  • Setiap tim terdiri atas 8 s.d. 15 pemain.
  • Setiap peserta menyertakan pas foto (3 x 4 sebanyak 3 buah), fotocopy akta kelahiran (3 buah) dan surat pengantar dari sekolah (1 buah).

Teknis lomba :

  • Semua percakapan monolog dan dialog secara langsung (bukan rekaman).
  • Setiap peserta diwajibkan memakai pakaian yang sopan.
  • Setiap peserta diwajibkan hadir 15 menit sebelum acara dimulai.
  • Tim yang dipanggil sebanyak 3X tetapi tidak hadir akan disimpan di nomor urut terakhir. Apabila yang bersangkutan dipanggil ulang sebanyak 3X akan tetapi tidak hadir, akan didiskualifikasi.
  • Peserta diperkenankan membawa properti, musik, dan kostum sesuai dengan cerita.
  • Peserta tidak diperkenankan membawakan drama yang mengandung unsur pelecehan berbau SARA.
  • Peserta diharuskan mengumpulkan naskah opera pada saat melakukan registrasi ulang (difotokopi tiga rangkap).
  • Durasi tampil adalah maksimal 20 menit. Juri akan memberikan pengurangan nilai untuk tim yang melebihi waktu maksimal tampil.

Penilaian :

  • Kriteria penilaian dewan juri meliputi, kesesuaian dengan tema, unsur humor, penampilan tim, musik, properti, dan busana.
  • Setiap kriteria penilaian memiliki bobot 25 poin jadi poin maksimal adalah 100.
  • Aba-aba:
    • _ Green flag menandakan dimulainya perlombaan.
    • _ Yellow flag menandakan waktu perlombaan tersisa dua menit.
    • _ Red flag menandakan alokasi waktu yang diberikan telah habis.
  • Hasil keputusan dewan juri adalah mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.

Ketentuan lain yang berupa tata tertib lomba akan disampaikan ketika lomba berlangsung. Hal yang kurang jelas dapat ditanyakan kepada panitia.

 

Penentuan pemenang lomba:

Pemenang Lomba OVJ Olimpiade Humaniora Nusantara 2015 akan ditentukan berdasar nilai tertinggi dewan juri selama babak final pada 27 dan 28 Oktober 2015. Pengumuman pemenangakan dilakukan pada acara penutupan Olimpiade Humaniora Nusantara 2015 pada 28 Oktober 2015.

 

Biaya Pendaftaran : Rp. 250.000/Tim.

Hadiah :

  • Juara 1 Opera Van Jampang (OVJ) SMA: Rp 2.000.000
  • Juara 1 Opera Van Jampang (OVJ) SMP : Rp 2.000.000

 

Kontak Panitia Lomba OVJ : Bapak J. Firman Sofyan 0856-1805-665

 

LOMBA FESTIVAL AKULTURASI KULINER NUSANTARA

Lomba ini diselenggarakan khusus untuk siswa-siswa yang mempunyai kemampuan memasak. Akan tetapi, peserta diwajibkan untuk membuat menu perpaduan dari dua atau lebih masakan daerah yang ada di Imdonesia.

 

Persyaratan peserta:

  • Siswa/siswi SMA/MA/sederajat se-Indonesia.
  • Setiap sekolah hanya diperbolehkan maksimal dua tim.
  • Tiap tim maksimal beranggotakan 5 orang dan minimal 3 orang.
  • Kuota lomba maksimal 15 tim.
  • Setiap peserta menyertakan pas foto (3 x 4 sebanyak 3 buah), fotocopy akta kelahiran (3 buah) dan surat pengantar dari sekolah (1 buah).

Teknis lomba

  • Peserta diminta membuat satu produk kuliner hasil percampuran dua atau lebih menu daerah yang berbeda. (contoh : Sate Madura Bumbu Rendang,).
  • Kedua atau lebih menu tersebut merupakan makanan atau minuman khas Indonesia.
  • Setiap peserta diperbolehkan mendekorasi stan yang disiapkan panitia.
  • Setiap transaksi stan harus melalui kasir festival sehingga panitia dapat menghitung semua transaksi stan.
  • Setiap produk harus dijual seharga Rp. 5.000/porsi.
  • Semua keuntungan akan menjadi hak peserta.
  • Peserta wajib membuat penjelasan mengenai produk budaya kuliner yang dibuat pada kertas karton, dan dipasang disekitar stan.

Penjelasan mencangkup :

  • Produk yang dibuat.
  • Informasi mengenai masing–masing budaya asal.

Penilaian :

  • Kejelasan budaya. 30%
  • Orisinalitas. 25%
  • Kreativitas serta kualitas. 25%
  • Penjualan atau pendapatan. 20%

Ketentuan lain yang berupa tata tertib lomba akan disampaikan ketika lomba berlangsung. Hal yang kurang jelas dapat ditanyakan kepada panitia.

Penentuan pemenang lomba:

  • Pemenang Lomba Festival Akulturasi Kuliner Olimpiade Humaniora Nusantara 2015 akan ditentukan berdasar nilai tertinggi dewan juri selama tanggal 27 dan 28 Oktober 2015.
  • Pengumuman pemenang akan dilakukan pada acara penutupan Olimpiade Humaniora Nusantara 2015 pada 28 Oktober 2015.

 

Biaya Pendaftaran : Rp. 150.000/Tim

Hadiah:   Pemenang terbaik Festival Akulturasi Kuliner Nusantara: Rp 1.000.000

Kontak Panitia Lomba Festival Akulturasi Kuliner :

Ibu Dina Rahmawati (Phone) 0822-1003-9705 (WA) 0812-9556-350

 

 

LOMBA BLOGGER JURNALIS EKSIS

Lomba yang diperuntukkan bagi para pelajar yang berkempampuan lebih dalam bidang jurnalistik. Peserta diharapkan untuk membuat liputan mengenai jalannya kegiatan Olimpiade Humaniora Nusantara 2015 untuk dipostingkan di media sosial Blog.

Persyaratan peserta:

  • Siswa/siswi SMP/MTs dan SMA/MA/sederajat se-Indonesia.
  • Peserta adalah perorangan.
  • Setiap sekolah hanya diperbolehkan maksimal dua orang.
  • Peserta memiliki blog pribadi.
  • Setiap peserta menyertakan pas foto (3 x 4 sebanyak 3 buah), fotocopy akta kelahiran (3 buah) dan surat pengantar dari sekolah (1 buah).

Teknis lomba

  • Blog didaftarkan kepada panitia ketika pendaftaran.
  • Wajib memasang logo #ohara2015 di blog peserta yang akan diberikan oleh panitia.
  • Peserta wajib datang setiap hari selama #ohara2015 berlangsung.
  • Peserta wajib check in setiap hari maksimal Pukul 08.00.
  • Peserta akan mendapat pengarahan dari panitia setelah check in.
  • Peserta wajib mem-posting dua artikel liputan mengenai #ohara2015 dan satu artikel tantangan.
  • Wajib mencantumkan minimal satu foto pada setiap artikel.
  • Tantangan harian akan diberikan saat pengarahan.
  • Artikel diunggah melalui media sosial Facebook dan atau Twitter dengan disertai tagar #ohara2015.
  • Respon pembaca pada blog, Facebook, dan Twitter akan dijadikan nilai tambahan.
  • Panitia tidak menyediakan fasilitas apapun, seperti laptop, kamera, internet, dll.

Penilaian :

  • Kelengkapan unsur berita (5W+1H). 35%
  • Kemenarikan isi. 30%
  • Penggunaan diksi. 20%
  • Ketepatan ejaan. 15%

Penentuan pemenang lomba:

Pemenang Lomba Blogger Jurnalis Eksis Olimpiade Humaniora Nusantara 2015 akan ditentukan berdasar nilai tertinggi dewan juri selama tanggal 27 dan 28 Oktober 2015. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada acara penutupan Olimpiade Humaniora Nusantara 2015 pada tanggal 28 Oktober .

 

Biaya Pendaftaran:    Rp. 100.000/Tim

Hadiah:  Juara 1 Blogger Jurnalis Eksis (BJE): 1.500k

Kontak Panitia Lomba Blogger Jurnalis Eksis : Bapak Agus Suherman 0811-1154-445

 

 

PENDAFTARAN PESERTA

Pendaftaran Lomba

  • Peserta dan guru pendamping mendaftar secara online melalui www.olimpiadehumaniora.com ataupun secara langsung dengan datang langsung ke SMART Ekselensia Indonesia, Jl. Raya Parung-Bogor km.42, Desa Jampang, Kec. Kemang Kab. Bogor, Jawa Barat. 16310
  • Pendaftaran peserta dibuka dari 1 Agustus 2015 dan akan ditutup pada 16 Oktober 2015
  • Formulir pendaftaran dikirimkan paling lambat tanggal 16 Oktober 2015 ke :
    • Email : olimpiade_humaniora@outlook.com
    • Pos: Panitia Olimpiade Humaniora Nusantara 2015. SMART Ekselensia Indonesia. Jl. Raya Parung-Bogor km.42, Desa Jampang, Kec. Kemang Kab. Bogor, Jawa Barat 16310
  • Tanda bukti pembayaran dapat dikirimkan kepada panitia paling lambat tanggal 16 Oktober 2015 (kecuali storytelling):
  • WA : 085814411875 (Ibu Ulfi Ukhrowati)
  • BBM : 769256E3 (Ibu Ulfi Ukhrowati)
  • Konfirmasi penggantian peserta lomba dan guru pendamping dapat disampaikan kepada pihak panitia maksimal tanggal 20 Oktober 2015. Jika melebihi dari batas yang telah ditetapkan maka penggantian peserta lomba dan guru pendamping tidak dapat dilakukan.
  • Formulir lomba dapat digandakan bila dibutuhkan.

 

Pendaftaran Penginapan

  • Bagi peserta babak final Olimpiade Humaniora Nusantara 2015, panitia akan mengusahakan penyediaan penginapan. Peserta yang membutuhkan penginapan dapat menghubungi Panitia Akomodasi: Bapak Hodam Wijaya 0852-2138-2010

 

Informasi lebih lanjut mengenai Olimpiade Humaniora Nusantara 2015 dapat menghubungi :

Kesekertariatan Olimpiade Humaniora Nusantara 2015 “Kenali Budaya, Cintai Indonesia”

Alamat :

SMART Ekselensia Indonesia
Jl. Raya Parung-Bogor Km.42, Desa Jampang, Kec. Kemang, Kab, Bogor 16310
Telp : (0251) 8610818, Fax : (0251) 8615016
Website : www.olimpiadehumaniora.com, www.smartekselensia.net
Email : olimpiade_humaniora@outlook.com
CP Utama : Akhie Ramadhan : 0812 899 17484

DSC_0149

Tim Silat SMART Ekselensia Indonesia Memborong Medali Emas di Jampang Silat Competition

Assalamualaikum Sobat SMART, hei apa kabar kalian semua? Semoga selalu dalam keadaan baik ya. Pada Jumat (11/9) lalu tim silat SMART Ekselensia kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam kegiatan Jampang Silat Competition 2015 lho. Kegiatan yang lahir dari kerjasama Kampung Silat Jampang, Pemerintahan Kabupaten Bogor, dan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) ini diikuti puluhan sekolah di Gedung Tegar Beriman Bogor. Tapi banyaknya sekolah yang berpartisipasi tak akan menyurutkan semangat kami untuk menggondol emas.

DSC_0155

Wayan, Fahrul, Yoga, Aprulloh, Edy, Haikal, dan 4 teman kami lainnya menjadi perwakilan SMART Ekselensia Indonesia dalam ajang bergengsi kala itu. Kami mengikuti kompetisi silat sesuai dengan kelasnya masing-masing dengan penuh rasa percaya diri. “Selain ajang meraih prestasi, Jampang Silat Competition ini menjadi ajang silaturahmi pesilat seluruh Indonesia,” ujar Wayan penuh semangat.

Alhamdulillah enam dari sepuluh perwakilan SMART EI berhasil meraih medali emas antara lain Wayan Muhammad Yusuf siswa kelas 5 IPS (setara kelas XII di sekolah lain), Fahrul Hilman (5 IPS), Yoga Rikhaldi Putra (4 IPS), Aprulloh (4 IPA), Edy Kurniawan dan Haikal Ramadhan kelas 2 SMP. Meskipun kami berasal dari daerah dan angkatan yang berbeda, namun tekad kami yang kuat agar terus berprestasi dan mampu menjadi kebanggaan orang tua dan mengharumkan nama SMART Ekselensia Indonesia akan terus membara dalam diri.

“Kami senang dan bangga karena mampu mengharumkan nama baik SMART Ekselensia Indonesia”, tegas Wayan.

Semoga prestasi ini bisa kami terus pertahankan sampai kapanpun, aamiin. Sampai jumpa ditulisan berikutnya ya.

 

Wildan

Cara Menghentikan Peredaran Narkoba

Oleh: Wildan Khoirul Anam, Peraih Penghargaan Lomba Penulisan Esai Lingkungan Hidup, Sosial, dan Budaya Yang Diadakan Kedubes AS.

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, zat yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Pecandu narkotika atau biasa disebut junkies bertebaran di muka Bumi, termasuk di Indonesia. Dan apakah para junkies menyebabkan masalah bagi negara? Dari sudut pandang mereka, mereka tidak merugikan siapapun secara langsung. Mereka mamakai narkoba dan itu merugikan diri mereka sendiri. Namun, lain halnya jika kita berbicara tentang perdaran narkotika di Indonesia. Jelas itu merupakan masalah negara.

Menurut hasil pengungkapan Polri dalam Data Tindak Pidana Narkoba Tahun 2007-2011, data kasus narkoba berdasarkan jenis dari tahun 2007 hingga 2011 berjumlah total kasus 138.475 kasus dengan jenis Ganja, Heroin, Hashish, Kokain, Kode’in, Morfin, Ekstasi, Shabu (Meth), Daftar G, Benzodiazepine, Barbiturate, Ketamine, dan Miras. Kasus terbanyak terjadi pada 2009, kasus paling sedikit adalah untuk jenis morfin, hanya satu kasus dan itu pun hanya pada 2008.

Jika dilihat dari data di atas, kasus narkoba di Indonesia sudah sangat parah. Jika keadaan seperti ini terus menerus berlanjut, mau jadi apa generasi mendatang? Apakah masih ada generasi harapan bangsa yang kita nantikan? Ataukah hanya ada generasi pecandu narkoba yang akan memimpin Indonesia di masa mendatang? Oleh karena itu, pemberantasan narkoba perlu dilakukan. Namun bagaimana caranya? Itulah pertanyaan besar bagi kita. Bagaimana cara memberantas narkoba?

Sebenarnya sulit bagi pihak berwajib untuk menangani narkoba tanpa bantuan dari masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat punya kewajiban untuk ikut serta mencegah dan memberantas narkoba. Bagaimana cara masyarakat melakukannya? Dengan memastikan bahwa semua anggota keluarganya tidak tersentuh narkoba, sebenarnya cara itu sudah efektif jika semua keluarga melakukannya. Berapa orang di Indonesia yang tidak memiliki keluarga? Mungkin hanya segelintir yang sama sekali tidak memiliki keluarga.

Namun bagaimana jika cara tersebut tidak efekif? Apa yang harus dilakukan? Pertanyaan bagus. Apa yang harus dilakukan? Seperti yang disebutkan dalam UUD nomor 5 tahun 1997 pasal 54 tentang peran serta masyarakat. Disebutkan pada ayat satu bahwa masyarakat memiliki kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta dalam membantu mewujudkan upaya pencegahan penyalahgunaan psikotropika sesuai dengan undang-undang dan peraturan pelaksanaannya. Dan ayat dua yang berbunyi masyarakat wajib melaporkan kepada pihak yang berwenang bila mengetahui tentang psikotropika yang disalahgunakan dan/atau dimiliki secara tidak sah.

Saya punya cara yang cukup mantap namun sangat berisiko dan mungkin sudah sering dilakukan oleh pihak berwajib untuk menangkap para pengedar dan pecandu narkoba. Cara tersebut saya beri nama “Bos Pengkhianat”. Berikut adalah langkah-langkahnya :

  1. Siapkan satu orang polisi yang sudah siap fisik dan mental. Untuk selanjutnya si polisi akan kita sebut dengan “The Actor”.
  2. Jadikan “The Actor” tersebut agen narkoba dan ketika dia sudah mendapat banyak klien, biarkan! Tunggu waktu.
  3. Klien “The Actor”akan semakin banyak seiring berjalannya waktu dan secara bertahap dia akan menjadi agen besar.
  4. Di dunia per-narkobaan “The Actor” akan bertemu banyak orang yang terkait sindikat narkoba.
  5. Lalu tinggal menunggu waktu sampai “The Actor”bertemu bos narkoba di Indonesia. Dan kalau beruntung, dia bisa bertemu “pemain-pemain besar” dunia.
  6. The Actor” berteman dengan bos itu lalu mereka pun jadi teman akrab.
  7. Ketika si bos akan pensiun, dia akan menyarahkan tahtanya pada“The Actor” selaku teman dekatnya. Dan ketika dia mendapatkan tahtanya, maka dia mendapat data agen-agen dan bandar-bandar di Indonesia.
  8. Dan saat itulah saatnya membuka aib per-narkobaan di Indonesia. Terbongkarlah semua rahasia yang tersimpan. Dan langkah selanjutnya setelah menangkap para junkies tersebut adalah eksekusi massal.

Kelemahan dari teknik tersebut adalah keadaan si polisi penyamar dan waktu. Cara ini akan memakan waktu yang lama namun hasilnya tidak main-main. Dan jika si polisi tergelincir sedikit saja maka dia akan menjadi di luar kendali. Namun tak masalah kita punya data pribadinya karena dia dulu seorang polisi. Saya mendapat ide ini dari film kesukaan saya yang berjudul “Homefront” yang diperankan oleh idola saya, Jason Statham.

Delapan langkah mematikan yang telah saya paparkan mungkin terdengar sangat fiksi. Namun tidak salah untuk dicoba. Dan ketika semua langkah berjalan sukses, kehidupan “The Actor” mungkin agak sedikit terganggu oleh penghianatan yang dilakukannya. Namun sebenarnya dia telah berjasa besar dan mungkin dia bisa mendapat gelas “Pahlawan Negara”.

ensamble1

Halal Bi Halal yang Membawa Kebanggaan dan Kekompakan Tim Ansamble SMART Ekselensia Indonesia

Assalamualaikum Sobat SMART? Apa kabar? Waah sudah lama kami tidak meng-update tulisan di web ini, maaf ya. Kami lumayan sibuk karena menyiapkan beberapa perhelatan yang akan dilaksanakan beberapa bulan lagi, jadinya web kurang di-update deh maaf ya.

Omong-omong kemarin (12/08) Tim Ansamble SMART Ekselensia Indonesia mendapatkan kesempatan untuk tampil di acara HalalBihalal yang digagas oleh Dompet Dhuafa, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Forum Saling Sapa, dan ESQ. Acaranya sendiri diadakan di Menara 165, Jakarta, dan dihadiri puluhan tokoh nasional keren seperti A.M. Fatwa, Didin Fafifduddin, Marwah Daud Ibrahim, Parni Hadi, Ahmad Juwaini, Hidayat Nut Wahid, Ahmad Heryawan, Ary Ginanjar Agustian, Ust. Yusuf mansur, Amien Rais, Fahira Idris, Adyaksa Dault, Habiburahman El Shirazy dan masih banyak lagi. Acara ini merupakan ajang halalbihalal pertama yang menggabungkan beberapa organisasi umat secara bersamaan dengan tujuan mempererat silaturahmi dan kebersamaan antar masyarakat, tokoh, dan ulama.

Tim Ansamble didapuk untuk menghibur tamu-tamu hebat tersebut, jelas kami sangat merasa terhormat karena ini kali pertama kami tampil dihadapan puluhan tokoh nasional keren. Kami berangkat pukul 05.00 pagi, iya 05.00 pagi karena kami pengin menghindari macetnya ibu kota yang sudah termahsyur itu hihi. Tim Ansamble sendiri berjumlah 35 orang maka pada saat itu kami dibagi menjadi dua rombongan, sesampainya di Menara 165 kami segera masuk ke ruangan khusus yang sudah disiapkan dan mempersiapkan alat musik kami untuk gladi bersih yang kedua. Kami dipandu Bunda, guru musik kami, menyempurnakan setiap nada yang akan kami mainkan dihadapan tamu undangan, dipojokkan terlihat kak Akhie dari MarKom sibuk mendokumentasikan kami.

ensamble2

Setelah gladi bersih selesai kami segera berkumpul lagi di ruangan untuk brieving, dan masa yang kami nantikan akhirnya datang juga, waktunya tampil! Rasa deg-degan menguasai kami, nyali kami serasa menciut, namun setelah melihat teman-teman satu tim, para tamu undangan, Bunda, ibu Dini (pendamping kami dari SMART EI), dan kak Akhie yang terlihat sangat antusias melihat dan mendokumentasikan kami, seketika semangat kami muncul kembali. Pada penampilan pertama kami membawakan instrumentalia ‘Assalamualaikum’ dan ‘Rindu Rasul’, para tamu undangan seperti tersihir dan kami semakin percaya diri dibuatnya, maka pada penampilan selanjutnya kami makin solid dan mantap memainkan instrumentalia berjudul ‘Canon’. Tepuk tangan dan blitz kamera membuat kami makin bersyukur tergabung dalam Tim Ansamble SMART Ekselensia Indonesia. Setelah ‘Canon’ selesai sekarang tiba saatnya kami berduet dengan tim nasyid Voicexelensia membawakan lagu ‘Sajadah Panjang’ seraya menyambut para tamu VIP yang datang memenuhi meja-meja yang sudah disediakan. Kami turun panggung dengan perasaan campur aduk, senang; deg-degan; dan tak sabar untuk tampil lagi di sesi selanjutnya. “Ini perasaan paling gak menentu yang pernahku rasakan, senangnya bukan main walau tadi deg-degannya bukan main juga,” ucap Kabul, anggota Tim Ansamble riang.

ensamble3

Detik berubah menit, menit berubah jam sampailah kami pada penampilan puncak kami. Penampilan penentu di mana kami harus menunjukkan performa terbaik dikarenakan kami harus tampil mandiri tanpa Bunda. ‘Manuk Dadali’, ‘Chiquitita’, dan ‘Selamat Hari Lebaran’ menjadi penutup penampilan kami dan penutup acara HahalBihalal bersama para tokoh nasional di Menara 165, tepuk tangan tak terputus ditujukkan untuk kami, kami sangat bersyukur mendapatkan kesempatan besar seperti ini. Apalagi kami bisa bertemu dengan tokoh-tokoh nasional hebat, bahkan menghibur mereka. Kami bangga menjadi bagian dari Tim Ansamble yang kompak, semoga ke depannya kami makin solid dan makin seiya seirama aamiin.

Doakan kami ya Sobat! Sampai berjumpa ditulisan selanjutnya.

ldk

LDKS, Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa Yang Mengasah Kepimpinan Dalam Jiwa Kami

Deg-degan, harap-harap cemas, pengin buang air kecil. Itu hanya sekelumit kecil keresahan yang kami rasakan ketika kami diminta untuk mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang diadakan mulai Jumat hingga Minggu (14-16/08). LDKS sendiri memang sudah tradisi dan turun temurun diadakan di tempat kami, jadi sebenarnya kami sudah tidak kaget juga. Manusiawi sih merasa deg-degan, namun kami harus singkirkan semua pikiran buruk itu hihi. Oh iya, kegiatan LDKS ini diikuti oleh kelas 2, 3, dan 4 lho, tapi khusus kelas 4 hukumnya WAJIB XD! LDKS sendiri bertujuan untuk mempersiapkan generasi penerus Organisasi Akademika SMART Ekselensia (OASE) yang berjiwa pemimpin.

Jumat (14/08) sore setelah beberapa siswa terpilih selesai dengan kegiatan Sekolah Inspirasi bersama Indonesian Diaspora Network kami diminta untuk berbaris; berjejer rapi untuk pengarahan dari kak Muhib. Setelahnya kami digiring ke Aula SMART Ekselensia Indonesia untuk mendapatkan pengarahan dari kak Kabul, di sana kami dibagi menjadi beberapa kelompok. Selang beberapa menit tiba-tiba kami diminta untuk menampilkan yel-yel agar kelompok kami stand out diantara kelompok yang lain, semua tim mendadak heboh. Riuh rendah suara kami membuat yel yel super seru agar tim kami menang. Keseruan memuncak ketika kami unjuk gigi menampilkan yel yel terbaik kami, gelak tawa memenuhi ruangan aula, bahagia sekali. Beranjak malam kami mengikuti materi kepemimpinan yang dibawakan oleh Ustad Syafei. Lelah? Pastinya, tapi kami senang kok. Saatnya tidur untuk menyambut LDKS hari kedua.

Sabtu (15/08). Pagi-pagi kami sudah harus rapi jali karena materi seputar kepribadian, kepemimpinan, dan motivasi akan dimulai pukul 09.00 pagi. Setelah sarapan kami segera bergegas menuju Aula SMART Ekselensia Indonesia, ketika sarapan banyak yang makan terburu-buru karena takut terlambat, lucu sih tapi kasihan juga hehe. Sesampainya di Aula kami disambut senyum lebar -dan tentu saja manis- kak Yono dan kak Alfa, merekalah yang akan memberi kami beberapa materi keren hari itu dan keduanya datang dari KUBIK Leadership. Materi yang mereka bawakan sangat mengena, kak Yono memberikan semangat pada kami untuk tidak menyerah meraih mimpi yang ingin kami raih dan mengajarkan kami untuk tetap bersyukur dengan apapun yang kami miliki saat ini. Kak Yono juga menantang kami untuk membangun The Tower Project, The Tower Project gunanya untuk membangun kerjasama yang kuat dan membangkitkan kemampuan kami untuk tampil dalam sebuah tim. Sedangkan kak Alfa banyak memberikan wejangan seputar pentingnya percaya pada diri sendiri apapun kondisinya, menurutnya ada lima cara membangun kepercayaan diri antara lain:

  1. Lihat apa yang sudah kamu capai, syukuri dipunya saat ini,
  2. Pikirkan tentang kekuatan dirimu, jangan jadikan diri sebagai hambatan meraih masa depan, trust yourself,
  3. Pikirkan apa mimpi besar kita semua,
  4. Selalu berpikir positif,
  5. Berkomitmen untuk sukses.

Materi dari kak Yono dan kak Alfa akhirnya selesai. Setelah jeda Shalat Ashar, makan penganan ringan, kami masuk ke materi berikutnya yang dibawakan oleh kak Faisal. Kak Faisal ini masih kuliah lho Sobat, saat ini ia berkuliah di IPB jurusan Biokimia. Ada dua materi yang kak Faisal sampaikan kala itu yakni mengenai Organisasi dan tentang Pengendalian Diri, menurutnya organisasi ialah tentang manajemen waktu, tentang berkomunikasi, dan tentang momen. Menurutnya di dalam sebuah organisasi komitmen serta kerjasama tim sangatlah penting dan seorang organisator harus memiliki 4 modal yaitu:

  1. Mengenal diri sendiri. Kita harus mengenal diri sendiri agar mampu menempatkan diri, mempermudah ketika bergaul; berkomunikasi; dan menjadi seseorang yang mampu untuk diandalkan. Selain itu perlu juga mengenali kawan, tujuannya agar kita mampu menempatkan seseorang sesuai dengan potensi dan passion-nya, mampu mengelola tim dengan baik dan mampu menjadi orang yang nyaman untuk berbagi bagi rekan-rekan kita,
  2. Pribadi yang kuat baik secara fisik, akal, maupun hati,
  3. Tanggung jawab,
  4. Mampu mengembangkan diri dan memiliki prioritas diri. Prioritas, menurutnya, dikategorikan menjadi 4:
    • Penting, mendesak
    • Penting, tidak mendesak
    • Tidak penting, mendesak
    • Tidak penting, tidak mendesak.

Hari Sabtu hari yang penuh materi, sedikit pusing sebenarnya, tapi kami bersyukur masih bisa mendapatkan pembelajaran lagi apalagi pematerinya juga anak muda hebat. Saatnya tidur karena Minggu harus melakukan tantangan fisik.

Minggu (16/08). Kembali pagi-pagi kami sudah harus siap di Aula SMART lalu menuju lapangan luas di belakang sekolah untuk melaksanakan out bond, banyak kegiatan seru menantang adrenalin yang menyambut kami. Kami kembali dibagi ke dalam beberapa kelompok, setiap kelompok mendapatkan tantangan yang berbeda-beda, pokoknya seru! Kegiatan out bond merupakan acara puncak LDKS, setelahnya kami harus segera bebersih karena acara penutupan akan segera dimulai.

Ah pengalaman selama LDKS tak akan kami lupakan, kami jadi makin semangat!

5r

Buku Pendampingan 5R

5r

marginal

Marginal Parenting

marginal