1

Tim Mini Ansamble di Acara Dompet Dhuafa Public Expose & Discussion 2016

Waktu kala itu menunjukkan pukul 08.00 WIB, kami ber-14 masih sibuk latihan di Ruang Musik sambil harap-harap cemas. Iya kami cemas karena sampai jam segitu kami belum juga berangkat menuju Wisma Antara di Jakarta Pusat. Tapi karena orang sabar pahalanya pasti lebar maka kami menanti dengan tetap berlatih. Sampai akhirnya jemputan datang dan kami berangkat menuju Wisma Antara.

2

Sesampainya di sana kami agak sedikit kebingungan namun berkat bertanya sana sini akhirnya sampai juga kami di lantai 3 tepatnya di Auditorium Adhiyana. Tanpa ba bi bu kami langsung mempersiapkan peralatan perang kami.

3

Rabu (10/02) kemarin merupakan kali pertama kami tampil di tahun 2016 dan di acara yang menurut kami bonafit sekali lho. Memang acara apaan deh? Nama acaranya Dompet Dhuafa Public Expose & Discussion 2016 Sob. Pada kesempatan kali itu kami kebagian dua sesi yakni Welcoming Entertainment & Entertainment dan Closing. Di sesi pertama kami membawakan lagu Manuk Dadali dan Canon, di sesi kedua kami membawakan lagu Chiquitta, I Have a Dream, dan special request: Manuk Dadali. Di acara tersebut Dompet Dhuafa mempresentasikan ragam capaian selama beberapa tahun ke belakang. Misalnya tahukah kamu kalau Dompet Dhuafa telah memberikan manfaat program kepada 1.079.759 orang? Lalu tahukah kamu kalau berkat program Dompet Dhuafa 100% penerima manfaat miskin pada 2012 lalu dapat berkurang menjadi 44% pada 2015 Sob. Wow sekali ya. Bukan hanya itu di tahun 2015 Dompet Dhuafa juga berhasil menghimpun dana umat sebesar Rp 263,68 Miliar Sob!

4 5 6

Oke balik lagi ke cerita kami ya, jujur kami deg-degan sekali karena kami harus tampil baik dihadapan 150 tamu undangan yang terdiri dari donatur, mitra, dan media. Namun sebelum tampil pembimbing kami mem-brief kami agar tak terlalu tegang. Alhamdulillah kami bisa tampil dengan baik dan mendapat apresiasi yang baik juga. Acara sendiri berlangsung dari pukul 13.10 sampai dengan pukul 16.30 WIB, dan kami kembali SMART sekitar pukul 21.30 Sob, lelah sih tapi pengalaman kemarin sangat sangat menyenangkan.

7 8 9 10

“Senang karena kami bisa tampil dihadapan orang-orang hebat dibidangya, kami juga makin tahu kalau DD ternyata memberi kontribusi lebih pada masyarakat termasuk pada kami para siswa SMART Ekselensia Indonesia, sangat menginspirasi kami untuk belajar lebih baik” ujar Ilham penuh kebanggaan.

11

snbfullnew

Daftar Peserta SNB yang Lolos Seleksi Administrasi

Selamat kepada peserta SNB yang lolos seleksi adminstrasi dan berhak mengikuti tahap selanjutnya yaitu tahap seleksi akademik yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 13 Februari 2016 atau Minggu, 14 Februari 2016 sesuai dengan daerah masing-masing.

Berikut ini adalah Daftar Peserta SNB yang Lolos Seleksi Administrasi:

No. NAMA CALON SISWA DAERAH
1 Ridho Dwi Anugrah Bangka Belitung
2 Robby Putra Bangka Belitung
3 Suryadi Bangka Belitung
4 Devis Juando Bangka Belitung
5 Bintang Anugrah Bangka Belitung
6 Muhammad Rafiq Bangka Belitung
7 Toto Aiwa Bangka Belitung
8 Mahdi Mubaroqk Bali
9 M. Nengah Yunan Alfian Bali
10 Ken Faraid Djokja Sulawesi Tengah
11 Moh. Kurniawan Sulawesi Tengah
12 Agus Juwanto Sulawesi Tengah
13 Akbar Maulana Sulawesi Tengah
14 Muh. Faisal Sulawesi Tengah
15 Dimas Fayzha Sulawesi Tengah
16 Rangga J. Sahata Sulawesi Tengah
17 Abd. Hikmal Sulawesi Tengah
18 Mugiarto Sulawesi Tengah
19 Kurniawan Sulawesi Tengah
20 Karel Murdia Sulawesi Tengah
21 Dimas Arifin Ilham Sulawesi Tengah
22 Arya Ray Anggara Sulawesi Tengah
23 Muh. Aril Aprilia Sulawesi Tengah
24 Moh. Al Zufri Djahanab Sulawesi Tengah
25 Fikrianto Nuing Sadi Sulawesi Tengah
26 Aliffandi Darise Sulawesi Tengah
27 Najam Saputra Sulawesi Tengah
28 Nur Alimudin Sulawesi Tengah
29 Sofian Latif Sulawesi Tengah
30 Ajrun Adin Sulawesi Tengah
31 Robi Ardiansyah Sulawesi Tengah
32 Jericho Toindeng Sulawesi Tengah
33 Riduan Delakcruj Sulawesi Tengah
34 Dito Giraudo Sulawesi Tengah
35 Aditya Putra Pratama Sulawesi Tengah
36 Ismail Ha’I Sulawesi Tengah
37 Al Magfir Aliang Sulawesi Tengah
38 Zulkifli Hatin Sulawesi Tengah
39 Musran Hi. Kader Sulawesi Tengah
40 Abyandi Mauji Sulawesi Tengah
41 Andista Ardiansyah Sulawesi Tengah
42 Afrizal Hesnam Gani Sulawesi Tengah
43 Haekal Patahe Sulawesi Tengah
44 Moh. Gifari Ndjali Sulawesi Tengah
45 Anca Rahman Sulawesi Tengah
46 Rifaldi B. Rahmat Sulawesi Tengah
47 Andika H. Tugo Sulawesi Tengah
48 Prima P. Pangkatan Sulawesi Tengah
49 Al Gifari Budahu Sulawesi Tengah
50 Roy Kasim Sulawesi Tengah
51 Haikal Pais Pangkatan Sulawesi Tengah
52 Muh. Tegar Sulawesi Tengah
53 Rahmad Salihin Sulawesi Tengah
54 Seto Anggoro Sulawesi Tengah
55 Moh. Angga Sulawesi Tengah
56 Abdul Aris S. Hadjim Sulawesi Tengah
57 Muh. Reza Apriansyah Sulawesi Tengah
58 Moh. Syukur Suma Sulawesi Tengah
59 Kifli Abrian Sulawesi Tengah
60 Fahrezal Galib Sulawesi Tengah
61 Moh.Rizky A. Laheba Sulawesi Tengah
62 Muh.Afdal Maedja Sulawesi Tengah
63 Andi Achmad Hakim Sulawesi Tengah
64 Dwiki Kurniawan Sulawesi Tengah
65 Agung Saputra Fasi’U Sulawesi Tengah
66 Muh. Nazallah Sulawesi Tengah
67 Rahmad Mahmud Sulawesi Tengah
68 Moh. Adri Hamit Sulawesi Tengah
69 Muh. Rizaldi Abram Sulawesi Tengah
70 Alwaris ( Yatim Piatu ) Sulawesi Tengah
71 Rahmat Farul Sulawesi Tengah
72 Indra Permana Mabing Sulawesi Tengah
73 Muh. Faris Sulawesi Tengah
74 Lingga Ardianto P. Sulawesi Tengah
75 Aqsha Sulawesi Tengah
76 Muh. Alfitrah R. Sulawesi Tengah
77 Rizal Sulawesi Tengah
78 Jufri Sulawesi Tengah
79 Andi Fiko Isdam Haliq Sulawesi Tengah
80 Sulaiman Sulawesi Tengah
81 Ahmad Setiawan Sulawesi Tengah
82 Musa Banten
83 Rohim Banten
84 Agis Juliansyah Banten
85 Mochamad Ahya Satari Banten
86 Hidayat Nurwahid Banten
87 Hudayana Banten
88 Herudin Banten
89 Surya Permadi Kepulauan Riau
90 Wawan Setiawan Kepulauan Riau
91 Asyraf Kepulauan Riau
92 Adil Pangestu Kepulauan Riau
93 Defrizal Kepulauan Riau
94 Muhammad Zidan Arrosyid Kepulauan Riau
95 Muhammad Fayyadhin Rif’at Kepulauan Riau
96 Ranul Jihad Kepulauan Riau
97 Davit Okta Saputra Kepulauan Riau
98 Trisna Gustiana Kepulauan Riau
99 M Aulia Abdurrahman Kepulauan Riau
100 Muhammad Nafhan Azzam Jawa Barat
101 Dinar Awal Nurmansyah Jawa Barat
102 Gozi Hasbiyallah Jawa Barat
103 Fashhan Firyal Fahrezy Jawa Barat
104 Muhammad Syauqi Jawa Barat
105 Muhammad Qais Fathin Jawa Barat
106 Mira Ansori Jawa Barat
107 Ilham Amirulloh Jawa Barat
108 Bena Azhar Fauzi Jawa Barat
109 Ferdyan Fachrizal Firdaus Jawa Barat
110 Rizky Aufar Gunawan Jawa Barat
111 Muhammad Zaky D Jawa Barat
112 Muhamad Rais Mochtar Jawa Barat
113 Riyan Permana Jawa Barat
114 Adil arif Bijaksana Jawa Barat
115 Mochamamad Fadhilah yanwar Kusumah Jawa Barat
116 A. Humam Abdurrouf Jawa Barat
117 M. Ammar Abdul Qowiyy Jawa Barat
118 Mas Rachmat Hidayat Jawa Barat
119 Muhammad Azfa Asyakrulloh Jawa Barat
120 Garda Asa Muhammad Jawa Barat
121 Andryan Putra Jambi
122 Muhammad Naufalafkar Afsho Jawa Tengah
123 Sahrul Ramadhani Jawa Tengah
124 Cahya Bayu Wardana Jawa Tengah
125 Muhammad Ali Imron Jawa Tengah
126 Muhammad Zulfikar Saifullah Jawa Tengah
127 Muhammad Jerry Pratama Jawa Tengah
128 Salman Af Farisi Jawa Tengah
129 Muhammad Dzakky Mumtaz Jawa Tengah
130 Imam Safi’i Jawa Tengah
131 Muhammad Haidar Al-Ghozi Jawa Tengah
132 Usamah Adli Syahid Jawa Tengah
133 Zahri Assyifa Jawa Tengah
134 M. Tegar Suadi Abdilah Jawa Tengah
135 Muhammad Idris Jawa Tengah
136 Danial Jawa Timur
137 Zulfa Jawa Timur
138 Ahmad Nashifa Wahim Jawa Timur
139 Raju Setiawan Jaya Firmansyah Jayapura
140 Zidni Ilman Hakiem Yogyakarta
141 Ibrahim Kholilulloh Yogyakarta
142 Rahmat Hidayat Yogyakarta
143 Achmad Al Fauzi Dhia Ulhaq Yogyakarta
144 Muhammad Iqbar Ba’asyir Kalimantan Barat
145 Muhammad Azmi Al Mubarak Kalimantan Barat
146 Rifki Setiadi Kalimantan Barat
147 Supriyadi Kalimantan Barat
148 M. Kurniawan Syaifullah Kalimantan Barat
149 Gusti Suryanata Thursina Kalimantan Barat
150 Dimas Raharjo Kalimantan Barat
151 Muhammad Iqbal Al Farizi Kalimantan Barat
152 M. Nurul Hidayat Kalimantan Barat
153 Ahmad Mitbahoddin Kalimantan Barat
154 Hari Yuwono Kalimantan Barat
155 Marti Biki Kalimantan Barat
156 Arya Wiranata Kusuma Kalimantan Barat
157 Muhammad Zaky Mushaf Rizky Kalimantan Barat
158 Ade Faturrohman Kalimantan Barat
159 Ahmad Fauzi Kalimantan Selatan
160 Asmaji Kalimantan Selatan
161 Sony Setyawan Kalimantan Selatan
162 Muhammad Supian Kalimantan Selatan
163 Muhammad Alfianur Kalimantan Selatan
164 Ahmad Nabil Ilmi Kalimantan Selatan
165 Muhammad Habibi Kalimantan Selatan
166 Muhammad Faryandi Kalimantan Selatan
167 Selamat Riyadi Kalimantan Selatan
168 Ahmad Fuji Fakhrudinoer Kalimantan Selatan
169 Fikri Rahman Kalimantan Selatan
170 Muhammad Adnin Kalimantan Selatan
171 Muhammad Burhanudin Iqbal Kalimantan Selatan
172 Rio Nugroho Kalimantan Selatan
173 Megi Faizal Kalimantan Selatan
174 Syahrul Rachim Ramadhan Kalimantan Timur
175 Muhammad Aliim Rahman Kalimantan Timur
176 Daffa Abdur Rasyid Ar-Rizki Kalimantan Timur
177 Muhammad Rizal Kalimantan Timur
178 Mochammad Irfan Kalimantan Timur
179 Moh. Noor Hisyam Kalimantan Timur
180 Sulkarnain Kalimantan Timur
181 Faris Shafnan Haidar Kalimantan Timur
182 Irwan Kalimantan Timur
183 Mohammad Farizky Hurdianta Kalimantan Timur
184 Apriandi Cahyo Nur Saputra Kalimantan Timur
185 Muh. Syahrul Nizam Kalimantan Timur
186 Muh. Aiman Kalimantan Timur
187 Muhammad Ghifari Zikrullah Lampung
188 Aufa Salahuddin Zaidani Lampung
189 Muhammad Yahya Wiranata Lampung
190 Residen Nusantara Ramadhani Mubarok Lampung
191 Ilham Darmawan Lampung
192 Muhammad Aulia Pratama Lampung
193 Uas Gna ( BENGKULU ) Lampung
194 Muh. Reskiadi Wahid Makassar
195 Hendra Makassar
196 Muh Ali Makassar
197 Muh. Rahmat Said Makassar
198 Muh. Khaerul Makassar
199 Imam Makassar
200 Aditya Saputra Makassar
201 Muhammad Miqdad Makassar
202 Ahmad Shiddiq Fakhruddin Makassar
203 Muh. Irfan B Makassar
204 Bayu Rachmad Wahyu Malang
205 Bayu Bila Saputra Malang
206 Cemara Kasih Medan
207 Ardiyansyah H. Manurung Medan
208 Khairul Abdillah Medan
209 Enggal Danapati Wijaya Medan
210 M. Hiqwan Medan
211 Hafiz Ramadhan Medan
212 Fatur Rahman Medan
213 Satria Agung Ariansyah Simanjuntak Medan
214 Teguh Yus Heriyanto Medan
215 Hilman Fadhillah Medan
216 Arif Fadhillah Medan
217 Rahmanda Rifky Medan
218 Rafli Fatur Rahman Lubis Medan
219 Muhammad Rahmat Ridha Medan
220 Muhammad Rafiq Yuliardi Medan
221 Muli Dharma Aji Harianto Medan
222 M. Daffa Maulana Medan
223 Mughni Muhammad Medan
224 Najib Nur Rahman Medan
225 Mohammad Giofany Medan
226 Saif Ali Hanan Medan
227 M. Yusuf Pratama Dongoran Medan
228 Ikram Muharril Medan
229 Muhammad Athaya Nasywa Medan
230 Elang Bayu Medan
231 Muballik Nusa Tenggara Barat
232 Ashsbul Maimanah Nusa Tenggara Barat
233 Aditiyar Nusa Tenggara Barat
234 Adi Setiawan Nusa Tenggara Barat
235 Aryadi Adi Pratama Nusa Tenggara Barat
236 Muhammad Hasim Nusa Tenggara Barat
237 Femas Putra Nusa Tenggara Barat
238 Aan Wirawan Nusa Tenggara Barat
239 Arif Rahman Nusa Tenggara Barat
240 Adi Lulana Nusa Tenggara Barat
241 Muh. Fahru Razikin Nusa Tenggara Barat
242 Afriyadin Nusa Tenggara Barat
243 Wahyunazi Nusa Tenggara Barat
244 Rizky Munandar Nusa Tenggara Barat
245 Fahruzi Zulqifli Nusa Tenggara Barat
246 Ehgy Bahtia Akbar Nusa Tenggara Barat
247 Imaduddin Nusa Tenggara Barat
248 Ardiyansyah Nusa Tenggara Barat
249 Abid Al Mustagfirin Nusa Tenggara Barat
250 Habiburrahman Nusa Tenggara Barat
251 Marzuki Nusa Tenggara Barat
252 M. Abid Aljabir Nusa Tenggara Barat
253 Saidin Nusa Tenggara Barat
254 M. Akmal Nusa Tenggara Barat
255 Nardin Nusa Tenggara Barat
256 Tajudin Nusa Tenggara Barat
257 Samsul Bahri Nusa Tenggara Barat
258 Supriadin Nusa Tenggara Barat
259 Izat Hamdanil Nusa Tenggara Barat
260 Miftahul ahyar Nusa Tenggara Barat
261 Rahmad Tauhid Nusa Tenggara Barat
262 M. Rizky Pratama Nusa Tenggara Barat
263 Sahid Sofyan Nusa Tenggara Barat
264 Adrian Sofiyan Nusa Tenggara Barat
265 Wahyu Ramadhan Nusa Tenggara Barat
266 Supriawan Nusa Tenggara Barat
267 Afriandi Nusa Tenggara Barat
268 Wahyudiyan syah Nusa Tenggara Barat
269 Muksin Nusa Tenggara Barat
270 Rizky Ramadhan Nusa Tenggara Barat
271 Sahrul Nusa Tenggara Barat
272 Hengki Kurniawan Nusa Tenggara Barat
273 Jufrin Husnin Nusa Tenggara Barat
274 Muhammad Jihad Nusa Tenggara Barat
275 Asmawi Nusa Tenggara Barat
276 Amin Rais Nusa Tenggara Barat
277 Faizal Rahman Nusa Tenggara Barat
278 Amirul Mukminin Nusa Tenggara Barat
279 Kamson Nusa Tenggara Barat
280 M. Irfan Hidayatullah Nusa Tenggara Barat
281 Faiz Aufal Huda Nusa Tenggara Barat
282 M. Awaludin Nusa Tenggara Barat
283 Ajar Maulana Nusa Tenggara Barat
284 Egy Gusnandi Pratama Nusa Tenggara Barat
285 Soandi Nusa Tenggara Barat
286 Lukman Nulhakim Nusa Tenggara Barat
287 M. Hardi Wirawan Nusa Tenggara Barat
288 M. Rizal Nusa Tenggara Barat
289 Rahman Arif Adiningrat Nusa Tenggara Barat
290 M. Jesen Nusa Tenggara Barat
291 Sahrul Wadi Nusa Tenggara Barat
292 Aryudin Busi Nusa Tenggara Timur
293 Jamaludin Leo Nusa Tenggara Timur
294 Kaharudin Tofeto Nusa Tenggara Timur
295 Mawardi Kause Nusa Tenggara Timur
296 Thahir Lenamah Nusa Tenggara Timur
297 Muhammad Malik Firdaus Riau
298 Dhanny Febriansyah Riau
299 Mohammad Ridho Ar-Rasyid Nasution Riau
300 Fadillah Zikri Nugraha Riau
301 Rezky Riau
302 M. Iqbal Adha Riau
303 Ahmad Irwansyah Sulawesi Barat
304 Risal Sulawesi Barat
305 Al-Qadri Sulawesi Barat
306 Muhammad Asdar Sulawesi Tenggara
307 Umar Maulana Sulawesi Tenggara
308 Nasirudin Shalih Sulawesi Tenggara
309 Muh. Fadzlu Rahman Saputra Sulawesi Tenggara
310 Zainuddin Azhari Sulawesi Tenggara
311 Ahmad Redo Sumatera Barat
312 M. Rizki Al-Hakim Sumatera Barat
313 Farhan Sumatera Barat
314 Fajar Muhammad Sumatera Barat
315 Muhammad Fadil Syaifullah Akmal Sumatera Barat
316 Rian Al Furqan Sumatera Barat
317 Luthfy Hidayat Sumatera Barat
318 Salim Rahman Sumatera Barat
319 Rahmat Tri Wahyudi Sumatera Barat
320 Bonardo Hamonangan Sumatera Barat
321 Abdullah Azzam Sumatera Barat
322 Ansharullah Wafiq Sumatera Barat
323 Muhammad Saleh Habibi Sumatera Barat
324 Sadewa Manda Sumatera Barat
325 Lucky Iskandar Sumatera Barat
326 Muhammad Furqan Sumatera Barat
327 Zulian Fahmi Idris Sumatera Barat
328 Sultan Zaki Sumatera Barat
329 Rozi Julio Tasman Sumatera Barat
330 Miftahul Fauzan Sumatera Barat
331 Oshama Sumatera Barat
332 Rahmat Firdaus Sumatera Barat
333 Jumaidi Saputra Sumatera Barat
334 Ari Satria putra Sumatera Barat
335 Andre Suhanda Putra Sumatera Barat
336 AL-Amin Rassy kusuma Sumatera Barat
337 Jose Ananda Putra Sumatera Barat
338 Farhan Hidayat Sumatera Barat
339 Ananda Febrian Sumatera Selatan
340 Sadianto Sumatera Selatan
341 M.Ikhwal Awaludin Jabodetabek
342 Fadiil Fadhlurrahman Jabodetabek
343 Muhammad Rafi Diaul Haq Jabodetabek
344 Andyka Maulana Putra Jabodetabek
345 Rotua Rahmad Rajana Soleh Jabodetabek
346 Fauzi Rahmat Jabodetabek
347 Afif Muhamad Khafi Jabodetabek
348 Ibnu Damar Nurudin Jabodetabek
349 Gibran Sultan Muzaki Al furqon Jabodetabek
350 Muhammad Hisyam Al-Faruq Jabodetabek
351 Faturahman Alfarisi Jabodetabek
352 M. Faishal Amruilah Firdaus Jabodetabek
353 Said Ismail Jabodetabek
354 Muhamad Ichsan Junaedi Jabodetabek
355 Kaisar eldien Ghifari Jabodetabek
356 Tholhah Firdaus Jabodetabek
357 Wildani Fadhillah Jabodetabek
358 Irsad al fikri Jabodetabek
359 Muhammad Ikhlas Jabodetabek
360 Randika Sakti Nurgaha Jabodetabek
361 Hamzah Lukmanul hakim Jabodetabek
362 Pratama Alfan Prabowo Jabodetabek
363 Unggul Anugrah Pangestu Jabodetabek
364 Abdul Rahman Azis Jabodetabek
365 Krisna Bayu Purnama Jabodetabek
366 Tazdat Manzila Hayya Jabodetabek
367 Muhammad Jaisy Adli Jabodetabek
368 Naufal Wahyu Hidayat Jabodetabek
369 M. Latif Marifatus Syifa Jabodetabek
370 Muwahid Syauqi Mubarok Jabodetabek
371 Aulia Hakim Jabodetabek
372 Naufal Aditya Rafi Jabodetabek
373 Raffuad Munawir Jabodetabek
374 Rahardi Ramdhan Jabodetabek
375 M. Nabil Abdissalam Jabodetabek
376 Raihan Karunia Akbar Jabodetabek
377 Ali Husen Jabodetabek
378 Muhammad Hanif Nur Ihsan Jabodetabek
379 Haryo Gandrung Marhendra Jabodetabek
380 Muhammad Ilham Fadilah Jabodetabek
381 Alfatur Rohman Jabodetabek
382 Akmal Fauzan Sutisna Jabodetabek
383 Mulyadi Jabodetabek
384 Akmal Maulana Saputra Jabodetabek
385 Muhammad Izzudin Al Azzam Jabodetabek
386 Achmad Dzulkafi Yusufi Aini Jabodetabek
387 Muslimin Sandi Raja Jabodetabek
388 Muhammad Furqon Rizqi Jabodetabek
389 Ayasyi Izzul Haq Jabodetabek
390 Zikri Alamsyah Jabodetabek
391 Muhammad Mush’ab Al Mubarok Jabodetabek
392 Azzukhruf Akbar Nur Fadillah Jabodetabek
393 Muhammad Fahid Alghifari Jabodetabek
394 Yika Rifkian Dilanazra Jabodetabek
395 Muhammad Ridhwan Azri Jabodetabek
396 Muhammad Firlianto Jabodetabek
397 Muhammad Bagus Saputra Jabodetabek

 

candradimuka

Berawal Dari Ibukota, Perjalanan Menaklukkan Candradimuka

Oleh : Amma Muliya Romadoni*

*Kandidat Master Thermal-Fluid Engineering ITB.

Lahir dan dibesarkan di Jakarta, tidak serta merta membuat saya menjadi terlena dengan segala kegemerlapan ibukota. Segala sesuatu harus diperjuangkan dan diperlukan kegigihan untuk mencapai tujuan hidup. Seluruh nikmat yang diperoleh patut disyukuri, salah satunya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan jenjang sekolah menengah di Bogor. Untuk bisa bersekolah di SMART Ekselensia Indonesia tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun. Sekolah berasrama bertaraf internasional, akselerasi SMP-SMA hanya ditempuh 5 tahun, dan diperuntukan bagi anak-anak berprestasi dari seluruh Indonesia yang memiliki keterbatasan finansial. Sekolah ini pertama kali dirintis pada tahun 2004 sebagai salah satu program Dompet Dhuafa dalam bidang pendidikan. Saya adalah angkatan pertama Smart Ekselensia Indonesia.

Bagi saya, Jakarta dan Bogor sangatlah jauh karena harus terpisah dari orangtua untuk menjalani kehidupan sebagai seorang siswa berasrama layaknya tinggal di pesantren. Kondisi seperti ini harus bisa dilewati agar bisa beradaptasi dengan mudah terhadap lingkungan dan keluarga baru. SMART Ekselensia Indonesia, sebagai sekolah unggulan diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang berkarakter dan berdaya saing global. Terbukti dari prestasi yang telah ditorehkan baik perlombaan tingkat nasional dan internasional. Misalnya Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan lainnya.

Kombinasi antara keilmuan dan spiritualitas menjadi ciri khas sekolah ini. Pelajaran Bahasa Arab dan Al-Quran menjadi pembeda sekaligus menjadi ruh dari sekolah SMART Ekselensia Indonesia ini. Selain itu pelajaran umum lainn­ya diajarkan berdasarkan kurikulum pendidikan di Indonesia. Saya adalah salah satu siswa yang berhasil menjadi Finalis Indonesian Science Project Olympiad (ISPO), serta menjuarai perlombaan Karya Ilmiah lain yang diadakan di wilayah Bogor dan sekitarnya. Selain itu, terpilih menjadi asisten pada mata pelajaran Al-Quran merupakan sebuah kebanggaan tersendiri, disamping prestasi akademik lainnya. Dekat dengan Al-Quran akan membuat segala aktivitas duniawi terasa lebih mudah untuk dijalani. Hal ini dikarenakan keberkahan yang ada pada Al-Quran. Walhasil, Alhamdulillah saya lulus dari SMART Ekselensia Indonesia berbekal 4 Juz hafalan Al-Quran.

Setelah menjadi alumni SMART Ekselensia Indonesia, saya melanjutkan studi di Teknik Mesin Universitas Sumatera Utara (USU) melalui jalur Ujian Masuk Bersama (UMB). Awalnya, diterimanya sebagai mahasiswa USU tidak mendapatkan restu dari orangtua, karena lagi-lagi harus terpisah jarak dengan orangtua di Jakarta. Akan tetapi, saya memberikan pemahaman kepada orangtua bahwa ini merupakan sebuah proses yang harus dijalani. Allah telah menentukan pilihan terbaik bagi hamba Nya, hanya saja sebagai seorang hamba, kita tidak pernah tahu rahasia apa yang akan Allah berikan pada kita. Dengan bermodalkan ilmu dan kegigihan untuk belajar, saya beranikan diri untuk berangkat ke Medan bersama beberapa teman lainnya. Kultur yang berbeda, mengharuskan saya untuk selalu sigap dalam beradaptasi selama menjalani kehidupan di Medan. Ada anggapan bahwa masyarakat Medan keras dalam berbicara, tapi bagi saya itulah ciri khas yang dimiliki kota Medan. Disinilah saya berproses dan belajar banyak hal yang baru. Banyak hal yang bisa diperoleh dari kota yang terkenal dengan oleh-oleh “Bika Ambonnya” ini.

Layaknya seperti mahasiswa lainnya, perkuliahan terasa belum sempurna tanpa diisi dengan aktivitas organisasi untuk meng-upgrade kemampuan softskill. Tercatat selama menjadi mahasiswa di USU, saya pernah diamanahkan untuk memimpin beberapa organisasi, baik organisasi kerohanian, Unit Kegiatan Mahasiswa, ataupun Riset Mahasiswa. Klimaksnya, ketika saya bersama teman-teman Tim Horas USU lainnya bisa membanggakan Indonesia di kancah Internasional pada perlombaan mobil hemat energi, Shell Eco-marathon Asia 2014. Bagi saya, menimba ilmu bukan hanya duduk dan mendengarkan dosen berbicara memaparkan materi yang dijelaskannya. Banyak hal di luar sana yang bisa diambil untuk dijadikan ilmu, hanya saja kita harus cerdas untuk memilah-milih ilmu tersebut sehingga sesuai dengan kebutuhan. Janganlah terlalu menghabiskan waktu untuk hal yang kurang bermanfaat. “Waktu adalah pedang”. Maka gunakan waktu dengan bijak untuk memperoleh kebermanfaatan. Kemampuan berwirausaha juga sangat dibutuhkan bagi seorang mahasiswa. Selain pernah mendapatkan bantuan wirausaha dari Student Enterpreneurship Center (SEC) USU, pada akhir semester saya juga membuat sebuah lembaga training khusus Engineering Software untuk mengasah skill technopreneurship.

Fitrah sebagai seorang manusia, kita tidak akan pernah merasa puas terhadap ilmu. Setelah menyandang gelar sarjana, Alhamdulillah Allah mengizinkan saya untuk melanjutkan ke jenjang master melalui program beasiswa LPDP dari Kementrian Keuangan RI. Setelah Jakarta, Bogor, dan Medan, maka Bandung merupakan destinasi selanjutnya untuk tempat menimba ilmu. Tentunya setiap tempat memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri yang harus diambil hikmah kehidupannya. Thermal-Fluid Engineering Institut Teknologi Bandung (ITB) merupakan rumah baru saya untuk menimba ilmu selama di Bandung. Saya harus siap untuk memulai petualangan baru menjalani kehidupan di Bandung. Karena target saya berikutnya adalah menyelesaikan perkuliahan dengan hasil yang memuaskan dan menuntaskan hafalan 30 Juz yang merupakan cita-cita sejak dulu. Semoga harapan itu bisa terwujud. Amiin..

pendidikan

Menyoal Kurikulum Pendidikan

Oleh: Muhammad Syafi’ie el-Bantanie.
(GM Sekolah Model Yayasan Pendidikan Dompet Dhuafa,
Praktisi Pendidikan Remaja, Pengasuh www.sahabatremaja.id)

Salah satu instrumen penting dalam pendidikan adalah kurikulum. Maka, tak heran di negeri ini pembicaraan seputar kurikulum tak pernah sepi. Namun, sayangnya diskusinya lebih berkutat pada tataran politis ketimbang pragmatis, apalagi ideologis. Maka, muncul adagium, “Ganti mentri, ganti kurikulum.” Saya tidak ingin berpanjang kata diskusi dalam tataran ini. Silakan Anda mengambil persepsi masing-masing tentang fenomena ganti mentri ganti kurikulum di negeri ini.

Saya ingin mengajak Anda diskusi tentang kurikulum pada tataran ideologis. Karena saya muslim, maka saya menulis dalam perspektif Islam. Namun, tak perlu khawatir atau phobia. Karena, Islam itu rahmat bagi semesta. Islam dengan semua sistem yang ada di dalamnya, termasuk sistem pendidikan, pasti menghadirkan kemaslahatan bagi semua manusia. Pasti memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.

Berbicara tentang kurikulum pendidikan, maka kita mesti memulainya dari tujuan pendidikan. Karena, kurikulum inilah perangkat yang diharapkan mengantarkan kepada tercapainya tujuan pendidikan. Dalam Islam, tujuan pendidikan itu ada dua; yaitu mendidik anak-anak menjadi hamba yang ta’at (QS. Adz-Dzariyat: 56) dan mengkader anak-anak menjadi khalifah di bumi (QS. Al-Baqarah: 30).

Tujuan besar ini mesti diturunkan dalam kurikulum pendidikan dalam setiap jenjang pendidikan. Maka, dari sini pula terlihat jelas urutan kurikulum pendidikan dalam Islam. Ada dua aktifitas besar dalam pendidikan; pertama mendidik anak-anak agar menjadi hamba yang ta’at. Ini tidak ada pilihan. Karena, setiap anak (muslim), apapun pilihan profesinya nanti, menjadi pengusahakah, ekonomkah, politisikah, dokterkah, insinyurkah, mereka harus menjadi hamba yang ta’at kepada Allah.

Aktifitas kedua adalah mengkader anak-anak agar mampu mengemban amanah sebagai khalifah di bumi. Untuk hal ini, barulah pilihan profesi. Anak-anak boleh mengambil kompetensi dibidangnya masing-masing. Kemudian, dengan kompetensi itu anak mesti berkontribusi bagi dakwah Islam dan kemaslahatan umat. Inilah tugas khalifah untuk memakmurkan bumi, bukan merusak bumi. Tugas ini akan terlaksana dengan baik jika telah terbentuk hamba yang ta’at dalam diri anak-anak. Sehingga, mereka akan memberikan kontribusi terbaik dalam rangka pengabdian kepada Allah SWT.

Dalam tataran yang lebih praktis, maka disain kurikulum dalam proses pendidikan pada setiap jenjang pendidikan mesti mengacu pada dua poin di atas. Artinya, pada tahun-tahun awal mestinya muatan kurikulum itu lebih banyak berfokus pada pendidikan Agama dengan semua turunannya; Tauhid, Al-Qur’an dan Hadis, akhlak, ibadah, dan sejarah Islam. Metode pembelajaran mesti dirancang dengan apik agar proses pendidikan Agama itu berjalan dengan baik dan sukses.

Targetnya ketika anak memasuki usia baligh, dia telah siap sebagai seorang muslim untuk menerima taklif (kewajiban menjalankan ajaran Islam secara total). Ini yang perlu menjadi perhatian serius bagi para pejuang pendidikan. Fase baligh yang pasti dilalui oleh setiap anak. Pertanyaannya, “Apakah pendidikan kita menyiapkan dengan baik dan serius setiap anak didiknya untuk siap memasuki usia baligh?” Ketika anak mencapai fase baligh, maka setiap perkataan dan perbuatannya sudah berkonsekuensi hukum. Pahala atau dosa, neraka atau surga, ridha atau murka Allah.

Seiring sejalan dengan pendidikan Agama ini, anak-anak juga diajarkan ilmu pegetahuan dan kompetensi, namun porsinya masih sedikit. Ilmu pengetahuan dan kompetensi yang dasar-dasar saja dulu. Tidak terlalu dalam karena memang belum waktunya. Pada tingkat sekolah dasar misalnya, ajarkan anak-anak membaca, berhitung, dan menulis. Kenalkan anak-anak dengan lingkungan sekitar untuk mengamati semesta sebagai tanda kebesaran dan kekuasaan Allah. Tak perlu dulu diajari rumus-rumus matematika yang rumit-rumit itu.

Mari sejenak kita tengok wajah pendidikan negeri ini. Sedari jenjang sekolah dasar, anak-anak kita sudah dijejali dengan muatan ilmu pengetahuan yang beraneka macam. Namun, porsi pendidikan Agama kurang mendapat porsi semestinya. Akibatnya, ketika anak memasuki usia baligh, terlebih anak-anak zaman sekarang lebih cepat baligh dari anak-anak generasi sebelumnya, mereka belum siap menjadi muslim. Mereka belum siap menerima taklif. Shalatnya masih berantakan, membaca Al-Qur’an masih mengeja dan terbata-bata, miskin akhlak dan adab, puncaknya mereka tidak kenal kepada Tuhannya dan Rasul.

Ini adalah sebuah kecelakaan dalam pendidikan. Jika tidak ada perbaikan sistem pendidikan, artinya model kurikulum seperti ini terus diberikan pada jenjang pendidikan selanjutnya, maka bisa jadi pendidikan kita hanya akan melahirkan himar-himar pendidikan. Al-Qur’an sudah mengingatkan hal ini ketika menyindir keras ahli ilmu dari Bani Israil. Mereka punya ilmu banyak, namun ilmunya tidak menjadikannya ta’at kepada Allah dan semakin dekat kepada-Nya. Ilmunya tidak membuatnya berlomba-lomba menebar kebaikan pada sesama. Sebaliknya, dengan ilmunya itu, mereka malah semakin ingkar kepada Allah dan berbuat kerusakan di bumi.

Maka, Al-Qur’an menyindir keras mereka dengan mengumpamakannya seperti keledai yang memikul kitab-kitab di punggungnya. Ilmu yang banyak itu tidak memberikan manfaat sama sekali bagi mereka. Mestinya ini menjadi pelajaran bagi kita, umat Nabi Muhammad SAW, agar tidak menjadi bagian yang terkena peringatan keras itu. Karena itu, pembaruan kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah kita adalah sebuah keniscayaan agar sekolah-sekolah kita tidak lagi meluluskan himar-himar pendidikan.

Oleh karena itu, mari kita melakukan tugas besar ini bersama-sama. Kita lakukan kajian kurikulum, bedah kurikulum, untuk kemudian membuat disain kurikulum yang sesuai dengan tujuan pendidikan dalam Islam. Tentu saja bukan di sini tempatnya saya memaparkan dengan detail contoh muatan kurikulum berdasarkan Islam. Garis besarnya sudah saya tuliskan di atas, tinggal kita mengkaji dan membedah kurikulum sekolah-sekolah kita.

Satu hal lagi yang penting dalam konteks kurikulum pendidikan Islam adalah Islamisasi sains. Artinya, nilai-nilai Islam harus masuk ke setiap mata pelajaran. Belajar mata pelajaran apapun, anak-anak harus dikenalkan kepada Tuhannya dan Rasulullah SAW. Tujuannya agar keimanan terinternalisasi dalam jiwa anak-anak. Sebagai contoh, dulu kita belajar Biologi bab sistem reproduksi, hanya diajarkan bahwa proses reproduksi manusia itu berawal dari pertemuan sel sperma ayah dengan sel telur ibu dalam rahim, lalu terjadi pembuahan, berkembang jadi embrio dan seterusnya sampai lahirnya bayi. Selesai sampai di sini. Tidak ada penjelasan tentang Tuhan yang mengatur proses itu semua.

Padahal, Al-Qur’an berbicara tentang proses penciptaan manusia pada surat Al-Mukminun ayat 12 sampai 16. Dan, ayatnya tidak berhenti sampai lahirnya bayi, melainkan dilanjutkan dengan penegasan Mahasuci Allah, pencipta yang paling baik. dilanjutkan dengan peringatan bahwa setelah hidup, pasti akan mati. Dan, setelah kematian, pasti akan dibangkitkan untuk dimintai pertanggungjawaban.

Bayangkan, ketika belajar Biologi, disaat yang sama anak-anak ditanamkan keimanan kepada Allah dan hari akhirat. Jika model pembelajaran ini terus dilakukan, maka anak-anak akan tumbuh menjadi anak-anak yang ta’at kepada Tuhannya (Allah SWT), meneladani Rasulullah SAW, dan serius mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat. Karena, mereka mengimani kehidupan akhirat itu ada dan pasti berjumpa dengan Tuhannya.

Model pendidikan seperti inilah yang perlu kita ikhtiarkan dengan maksimal dalam sekolah-sekolah kita. Sehingga, sekolah-sekolah kita melahirkan generasi yang ta’at kepada Allah dan siap membangun peradaban Islam di bumi ini. Wallahu A’lam…

ilustrasi: pgri-jateng.info

drugs

Drugs Baru Bernama Pornografi

Oleh: Muhammad Syafi’ie el-Bantanie, Praktisi Pendidikan Remaja, pengasuh www.sahabatremaja.id.

SALAH satu godaan berat bagi remaja adalah pornografi. Apalagi di zaman gadget sekarang ini. Konten pornografi bisa disebar dengan mudahnya melalui smartpone. Kabarnya, remaja sekarang tahu pertama kali pornografi dari gadget yang disebar teman sekolahnya. Bahaya banget ‘kan? Bisa jadi awalnya tidak berniat, tapi karena dapat kiriman temannya, rasa ingin tahunya menggedor-gedor akal sehatnya. Ayolah, sekadar ingin tahu aja kayak gimana sih film porno itu?

Di sinilah terjadi pertarungan batin antara menolak dan menuruti. Tidak sedikit remaja yang berkompromi dengan dirinya. Lalu, membuka dan menonton konten porno tersebut. Padahal, perlu dicatat sama kamu, sekali kamu melihat film porno pasti kamu bakal ingin menonton yang kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya. Gradasinya pun bakalan meningkat. Awalnya mungkin setengah porno, meningkat menjadi porno, lalu kamu ingin melihat segala jenis film porno. Karena, yang biasa-biasa buat kamu sudah nggak ngefek lagi. Ini harus kamu sadari, bro.

Efek dari menonton film porno, remaja terbangkitkan libidonya. Ini membuat remaja pusing untuk menyalurkannya. Pilihannya onani. Kalau sudah berulangkali onani, bisa dipastikan remaja akan kecanduan pornografi. Karena, pornografi menimbulkan sensasi dalam otaknya. Otak memproduksi hormon dopamine yang memberikan sensasi melayang layaknya orang mengonsumsi narkoba.

Padahal, bahayanya adalah otak bisa mengalami kerusakan akibat terpapar pornografi. Bahaya lebih serius lagi, ternyata kerusakan otak akibat kecanduan pornografi lebih berbahaya daripada kecanduan narkoba. Hasil riset menunjukkan bahwa kerusakan otak akibat terpapar pornografi terus menerus bisa bersifat permanen sebagaimana otak yang rusak akibat benturan kecelakaan.

Tidak cukup sampai di sini mudharatnya, tidak sedikit remaja yang kemudian melampiaskan libidonya ke pacarnya. Ini lebih berbahaya lagi. Ini sudah tindakan kriminal. Saya berkali-kali menerima konseling remaja yang pacaran sampai kebablasan. Bahkan, ada yang sampai ketagihan. Bisa jadi pemicunya adalah pornografi. Otak remaja sudah demikian kotor terpapar pornografi, sehingga di otaknya terekam, “Bukan pacaran namanya jika tidak making love.”

Kasus-kasus remaja pacaran yang saya tangani memang diawali dari remaja cowok. Si remaja cowok yang otaknya sudah terpapar pornografi mendesak pacarnya untuk ML. Awalnya, si cewek menolak. Namun, perlahan tapi pasti, sedikit demi sedikit, si cewek luluh juga oleh bujuk rayu dan desakan si cowok. Terjadilah perbuatan nista itu. Perbuatan yang nikmatnya sesaat, tapi deritanya berkepanjangan. Masa depan pun seketika runyam. Bahkan, bisa terasing dan terkucilkan di tengah pergaulan masyarakat.

Karena itu, mencegah lebih baik daripada mengobati. Remaja keren itu bukan hanya dia yang tidak pacaran, tapi juga menjauhi pornografi. Sayang sekali potensi otak kamu yang luar biasa itu menjadi tumpul akibat terpapar pornografi.

Imam Waqi’ (gurunya Imam Asy-Syafi’i) sudah menasihatkan bahwa ilmu itu cahaya Allah. Dan, cahaya Allah tidak akan diberikan kepada ahli maksiat.

Sekolah kamu nggak bakalan sukses dan berhasil meraih prestasi jika kamu dekat-dekat dengan pornografi. Kamu akan terlena dan terlalaikan oleh bayang-bayang pornografi. Kamu akan sulit untuk fokus belajar. Sulit untuk mengingat dan memahami pelajaran. Karena, fungsi berpikir otak kamu tercemar oleh pornografi.

Karena itu, jauhi pornografi. Jangan ada kompromi untuk coba-coba melihat pornografi. Jangan berikan celah sekecil apapun bagi setan untuk memerangkapmu dalam candu pornografi. Jika sudah kecanduan, tidak mudah mengobatinya. Perlu kesungguhan ekstra dan proses untuk bisa lepas dari jerat candu pornografi. Energi dan waktu kamu akan terkuras karenanya.

Padahal, jika kamu tidak pernah berkompromi dengan pornografi, kamu bisa memanfaatkan waktu dan energimu untuk melukis masa depanmu. Sayangi dirimu. Lebih baik manfaatkan otak kamu untuk membaca, menelaah, mengamati, memikirkan, merenungkan ilmu dan semesta ini. Kelak kau akan menjadi remaja keren karena ilmu dan akhlakmu. []

Sumber: https://www.islampos.com/drugs-baru-bernama-pornografi-249644/