Processed with VSCO with a9 preset

Amar, Pemustaka Jawara Calon Programmer yang Ingin Jadi Novelis

amar a9 presetHalo Sobat SMART! Kamu semua pasti setuju deh kalau buku merupakan jendela dunia. Melalui buku kita bisa menjelajah ke mana pun kita mau, buku juga akan membuka wawasan kita tentang dunia dan jagat raya, dan dengan membaca buku otak kita akan terus terasah lho Sob.

Kami, para siswa SMART Ekselensia Indonesia, sangat senang membaca buku. Rasa ingin tahu kami yang besar tersalurkan melalui buku yang kami baca. Nah di sekolah kami ada satu tempat yang mewadahi itu semua, sebut saja Perpustakaan Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan. Namun sore itu Perpustakaan PSB nampak lengang, padahal jam tutup perpustakaan belum diumumkan. Samar-samar di rak khusus buku seputar komputer terlihat sosok Amar, ia nampak serius memerhatikan tiap detil isi buku ‘Menjadi Seorang Programmer Komputer’. Amar? Siapakah Amar? Kenalan yuk.

Amar Ma’ruf atau biasa disapa Amar merupakan siswa kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMART Ekselensia Indonesia. Pada Selasa (1/3) lalu ia dinobatkan sebagai Pemustaka Jawara No. 1 di Perpustakaan PSB. Sekadar informasi untukmu Sob, Pemustaka Jawara masuk ke dalam rangkaian Gemari Baca yang diinisasi Makmal Pendidikan dan merupakan program reward dari PSB kepada pemustaka yang telah melakukan proses peminjaman terbanyak selama periode 2015-2016.

“Saya bahkan gak pernah tahu kalau ada program Pemustaka Jawara, jadi saya meminjam saja seperti biasa. Gak nyangka bisa menjadi Pemustaka Jawara No. 1,” kata Amar dengan logat Belitungnya yang khas.

Sejak 2014 Amar telah terdaftar di Perpustakaan PSB, setiap minggunya anak kedua dari empat bersaudara ini meminjam 3 buku sekaligus. Sebenarnya jangka waktu peminjaman satu buku sekitar dua minggu, tapi karena Amar gemar membaca ia mampu menghabiskan tiga buku dalam seminggu. Ia mengaku kalau gemar sekali membaca terutama buku-buku seputar programming serta novel detektif dan misteri. “Buku favorit saya Sherlock Holmes dan Assasin, kalau pengarang favorit jelas Sir Arthur Conan Doyle. Caranya membuat dan memecahkan suatu masalah itu unik sekali, dan secara tidak langsung karya-karyanya membuat saya lebih teliti dalam melakukan sesuatu,” ujarnya riang. Oh iya tahukah kamu Sob kalau dalam setahun Amar telah melahap sebanyak 167 buku! Wow. Berkat prestasinya tersebut ia dan beberapa Pemustaka Jawara lain mendapatkan kesempatan untuk berbelanja buku dan bertemu penulis favorit mereka di 15th Islamic Book fair pada Sabtu (5/3) lalu.

Ketika ditanya tentang cita-cita, dengan mantap ia menjawab: “Saya ingin menjadi seorang programmer”. Namun ada satu mimpinya lagi yang ingin sekali ia wujudkan yakni menjadi seorang novelis. “Saya sangat senang dengan karya-karya Tere Liye dan yang mengejutkan ternyata ia seorang akuntan, saya ingin seperti dia. Menjadi seorang programmer juga novelis,” tandasnya. Ingin berbagi ilmu, ingin agar pembacanya kelak mampu mengungkapkan perasaaan yang tak dapat diungkapkan, dan menuliskan semuanya kembali merupakan alasan utama Amar ingin menjadi seorang novelis. Keren ya Sob.

Yuk kita doakan Amar semoga cita yang inginkan terwujud, aamiin. (AR).

snbfullnew

Daftar Peserta SNB SMART Ekselensia Indonesia yang Lolos Tes Akademik

Berikut ini adalah Daftar Peserta SNB SMART Ekselensia Indonesia yang lolos Tes Akademik:

No Nama Daerah
1 Cemara Kasih Sumatera Utara
2 Elang Bayu Sumatera Utara
3 Enggal Danapati Wijaya Sumatera Utara
4 Hafiz Ramadhan Sumatera Utara
5 Hilman Fadhillah Sumatera Utara
6 Ikram Muharril Sumatera Utara
7 Khairul Abdillah Sumatera Utara
8 M. Hiqwan Sumatera Utara
9 M. Yusuf Pratama Dongoran Sumatera Utara
10 Mohammad Giofany Sumatera Utara
11 Muhammad Athaya Nasywa Sumatera Utara
12 Muhammad Rafiq Yuliardi Sumatera Utara
13 Najib Nur Rahman Sumatera Utara
14 Rafli Fatur Rahman Lubis Sumatera Utara
15 Saif Ali Hanan Sumatera Utara
16 Teguh Yus Heriyanto Sumatera Utara
17 Abdullah Azzam Sumatera Barat
18 Farhan Sumatera Barat
19 Jose Ananda Putra Sumatera Barat
20 Jumaidi Saputra Sumatera Barat
21 Luthfy Hidayat Sumatera Barat
22 M. Rizki Al-Hakim Sumatera Barat
23 Muhammad Fadil Syaifullah Akmal Sumatera Barat
24 Muhammad Furqan Sumatera Barat
25 Muhammad Saleh Habibi Sumatera Barat
26 Oshama Sumatera Barat
27 Rahmat Firdaus Sumatera Barat
28 Rian Al Furqan Sumatera Barat
29 Sadewa Manda Sumatera Barat
30 Salim Rahman Sumatera Barat
31 Sultan Zaki Sumatera Barat
32 MUHAMMAD RAFIQ Bangka Belitung
33 RIDHO DWI ANUGRAH Bangka Belitung
34 ROBBY PUTRA Bangka Belitung
35 SURYADI Bangka Belitung
36 Surya Permadi Kepulauan Riau
37 Wawan Setiawan Kepulauan Riau
38 Asyraf Kepulauan Riau
39 Adil Pangestu Kepulauan Riau
40 Muhammad Fayyadhin Rif’at Kepulauan Riau
41 Davit Okta Saputra Kepulauan Riau
42 Dhanny Febriansyah Riau
43 Fadillah Zikri Nugraha Riau
44 Mohammad Ridho Ar-Rasyid Nasution Riau
45 Muhammad Malik Firdaus Riau
46 ANDRYAN PUTRA Jambi
47 Sadianto Sumatera Selatan
48 Uas Gna ( BENGKULU ) Sumatera Selatan
49 AUFA SALAHUDDIN ZAIDANI Lampung
50 ILHAM DARMAWAN Lampung
51 MUHAMMAD AULIA PRATAMA Lampung
52 MUHAMMAD YAHYA WIRANATA Lampung
53 RESIDEN NUSANTARA RAMADHANI M. Lampung
54 Mochamad Ahya Satari Banten
55 Hidayat Nurwahid Banten
56 Hudayana Banten
57 Herudin Banten
58 Abdul Rahman Azis Jabodetabek
59 Achmad Dzulkafi Yusufi Aini Jabodetabek
60 Afif Muhamad Khafi Jabodetabek
61 Alfatur Rohman Jabodetabek
62 Andyka Maulana Putra Jabodetabek
63 Aulia Hakim Jabodetabek
64 Ayasyi Izzul Haq Jabodetabek
65 Azzukhruf Akbar Nur Fadillah Jabodetabek
66 Faturahman Alfarisi Jabodetabek
67 Fauzi Rahmat Jabodetabek
68 Gibran Sultan Muzaki Al furqon Jabodetabek
69 Hamzah Lukmanul hakim Jabodetabek
70 Haryo Gandrung Marhendra Jabodetabek
71 Ibnu Damar Nurudin Jabodetabek
72 Irsad al fikri Jabodetabek
73 Kaisar eldien Ghifari Jabodetabek
74 Krisna Bayu Purnama Jabodetabek
75 M. Ikhwal Awaludin Jabodetabek
76 M. Latif Marifatus Syifa Jabodetabek
77 Muhamad Ichsan Junaedi Jabodetabek
78 Muhammad Fahid Alghifari Jabodetabek
79 Muhammad Firlianto Jabodetabek
80 Muhammad Furqon Rizqi Jabodetabek
81 Muhammad Hanif Nur Ihsan Jabodetabek
82 Muhammad Hisyam Al-Faruq Jabodetabek
83 Muhammad Ikhlas Jabodetabek
84 Muhammad Izzudin Al Azzam Jabodetabek
85 Muhammad Jaisy Adli Jabodetabek
86 Muhammad Mush’ab Al Mubarok Jabodetabek
87 Muhammad Rafi Diaul Haq Jabodetabek
88 Muhammad Ridhwan Azri Jabodetabek
89 Mulyadi Jabodetabek
90 Muslimin Sandi Raja Jabodetabek
91 Naufal Aditya Rafi Jabodetabek
92 Naufal Wahyu Hidayat Jabodetabek
93 Pratama Alfan Prabowo Jabodetabek
94 Rahardi Ramdhan Jabodetabek
95 Randika Sakti Nurgaha Jabodetabek
96 Rotua Rahmad Rajana Soleh Jabodetabek
97 Said Ismail Jabodetabek
98 Tazdat Manzila Hayya Jabodetabek
99 Unggul Anugrah Pangestu Jabodetabek
100 Wildani Fadhillah Jabodetabek
101 Yika Rifkian Dilanazra Jabodetabek
102 Zikri Alamsyah Jabodetabek
103 Dinar Awal Nurmansyah Jawa Barat
104 Fashhan Firyal Fahrezy Jawa Barat
105 Garda Asa Muhammad Jawa Barat
106 Gozi Hasbiyallah Jawa Barat
107 Ilham Amirulloh Jawa Barat
108 Mochamamad Fadhilah Y. K. Jawa Barat
109 Muhamad Rais Mochtar Jawa Barat
110 Muhammad Nafhan Azzam Jawa Barat
111 Muhammad Qais Fathin Jawa Barat
112 Muhammad Syauqi Jawa Barat
113 Muhammad Zaky D Jawa Barat
114 Rizky Aufar Gunawan Jawa Barat
115 M. Naufal Afkar Afsho Jawa Tengah
116 Sahrul Ramadhani Jawa Tengah
117 Cahya Bayu Wardana Jawa Tengah
118 Muhammad Idris Jawa Tengah
119 Muhammad Zulfikar Saifullah Jawa Tengah
120 Muhammad Jerry Pratama Jawa Tengah
121 Muhammad Dzakky Mumtaz Jawa Tengah
122 Danial Jawa Timur
123 Zulfa Jawa Timur
124 Zidni Ilman Hakiem DIY
125 Ibrahim Kholilulloh DIY
126 Rahmat Hidayat DIY
127 BAYU RACHMAD WAHYU Malang
128 BAYU BILA SAPUTRA Malang
129 Mahdi Mubaroqk Bali
130 M. Nengah Yunan Alfian Bali
131 Daffa Abdur Rasyid Ar-Rizki Kaltim
132 Faris Shafnan Haidar Kaltim
133 Mochammad Irfan Kaltim
134 Moh. Noor Hisyam Kaltim
135 Muh. Syahrul Nizam Kaltim
136 Muhammad Aliim Rahman Kaltim
137 Muhammad Rizal Kaltim
138 Syahrul Rachim Ramadhan Kaltim
139 Ade Faturrohman Kalbar
140 Arya Wiranata Kusuma Kalbar
141 Dimas Raharjo Kalbar
142 Gusti Suryanata Thursina Kalbar
143 Hari Yuwono Kalbar
144 Marti Biki Kalbar
145 Muhammad Azmi Al Mubarak Kalbar
146 Muhammad Iqbal Al Farizi Kalbar
147 Muhammad Iqbar Ba’asyir Kalbar
148 Muhammad Zaky Mushaf Rizky Kalbar
149 Rifki Setiadi Kalbar
150 Ahmad Fuji Fakhrudinoer Kalsel
151 Ahmad Nabil Ilmi Kalsel
152 Asmaji Kalsel
153 Fikri Rahman Kalsel
154 Muhammad Adnin Kalsel
155 Muhammad Alfianur Kalsel
156 Muhammad Burhanudin Iqbal Kalsel
157 Muhammad Faryandi Kalsel
158 Muhammad Habibi Kalsel
159 Muhammad Supian Kalsel
160 Rio Nugroho Kalsel
161 Selamat Riyadi Kalsel
162 ADITYA SAPUTRA Makasar
163 AHMAD SHIDDIQ FAKHRUDDIN Makasar
164 HENDRA Makasar
165 IMAM Makasar
166 MUH. IRFAN B Makasar
167 MUHAMMAD MIQDAD Makasar
168 AHMAD IRWANSYAH SulBar
169 AL-QADRI SulBar
170 ADITYA PUTRA PRATAMA Banggai
171 AFRIZAL HESNAM GANI Banggai
172 AL GIFARI BUDAHU Banggai
173 AL MAGFIR ALIANG Banggai
174 ANDISTA ARDIANSYAH Banggai
175 ARYA RAY ANGGARA Banggai
176 DIMAS ARIFIN ILHAM Banggai
177 HAEKAL PATAHE Banggai
178 HAIKAL PAIS PANGKATAN Banggai
179 ISMAIL HA’I Banggai
180 MOH. KURNIAWAN Banggai
181 MUH. ALFITRAH R. Banggai
182 MUH. ARIL APRILIA Banggai
183 MUH. TEGAR Banggai
184 NUR ALIMUDIN Banggai
185 PRIMA P. PANGKATAN Banggai
186 RIZAL Banggai
187 ROBI ARDIANSYAH Banggai
188 SOFIAN LATIF Banggai
189 MUHAMMAD ASDAR Sultra
190 NASIRUDIN SHALIH Sultra
191 MUH. FADZLU RAHMAN SAPUTRA Sultra
192 Aryudin Busi NTT
193 Jamaludin Leo NTT
194 Kaharudin Tofeto NTT
195 Thahir Lenamah NTT
196 Adi Lulana NTB
197 Adi Setiawan NTB
198 Adrian Sofiyan NTB
199 Afriandi NTB
200 Ajar Maulana NTB
201 Aryadi Adi Pratama NTB
202 Ashsbul Maimanah NTB
203 Egy Gusnandi Pratama NTB
204 Fahruzi Zulqifli NTB
205 Faiz Aufal Huda NTB
206 Femas Putra NTB
207 Izat Hamdanil NTB
208 Kamson NTB
209 Lukman Nulhakim NTB
210 M. Abid Aljabir NTB
211 M. Akmal NTB
212 M. Awaludin NTB
213 M. Irfan Hidayatullah NTB
214 M. Rizal NTB
215 M. Rizky Pratama NTB
216 Marzuki NTB
217 Muballik NTB
218 Muksin NTB
219 Nardin NTB
220 Rahmad Tauhid NTB
221 Rizky Munandar NTB
222 Rizky Ramadhan NTB
223 Sahid Sofyan NTB
224 Sahrul NTB
225 Sahrul Wadi NTB
226 Saidin NTB
227 Samsul Bahri NTB
228 Soandi NTB
229 Supriawan NTB
230 Tajudin NTB
231 Wahyu Ramadhan NTB
232 Wahyudiyan syah NTB
233 Wahyunazi NTB
12804626_754044408064951_1064147975704477798_n

Gerhana Matahari Total (GMT), Shalat Gerhana, dan Kami

Halo Sob apa kabar? Wah sudah lama tak bersua ya kita.

Sob Tahukah kamu kalau kemarin (09/03) ada satu fenomena alam langka yang biasa dikenal dengan gerhana matahari total (GMT) di Indonesia? Fenomena alam ini hanya terjadi 300 tahun sekali lho. Buat kamu yang tinggal di Balikpapan, Palu, Bangka Belitung, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan 6 provinsi lain di Indonesia bisa melihat langsung fenomena ini Sob. Sedangkan kamu yang tinggal di Jakarta & pulau Jawa bisa melihat fenomena ini sekitar 50-60% saja.

Naah ternyata ketika ada fenomena GMT ada beberapa hal yang disarankan Rasulullah untuk kita kerjakan yakni berdoa, bertakbir, shalat, serta bersedekah. Kabarnya dibeberapa sekolah di Indonesia juga diadakan Shalat Gerhana, dan konon Shalat Gerhana ada baiknya dilaksanakan berjamaah karena (biasanya) akan ada khutbah dari khotib layaknya Shalat Jumat, bagi yang perempuan disarankan untuk shalat di mesjid lho.

“Allah menciptakan sesuatu yang ada di Bumi untuk kemaslahatan manusia. Di momen gerhana matahari total (GMT) ini mari kita lebih bersyukur”.

Penggalan nasihat di atas merupakan isi khotbah yang dibawakan pak Mahmud, Guru Quran & Tahfiz kami. Kemarin (09/03) sekolah kami mengadakan Shalat Gerhana, shalatnya sendiri dilaksanakan pukul 07.00 WIB. Sebelum shalat dimulai guru kami terlebih dahulu melihat posisi gerhana melalui alat khusus. Ketika mendekati waktu shalat terjadi sedikit keriuhan karena adik-adik kelas kami ingin melihat GMT secara langsung hehe, namun Alhamdulillah shalat berjalan dengan khidmat sekali.

Setelah shalat kami langsung menuju lapangan untuk melihat fenomena langka ini.Riuh rendah suara kami memenuhi tiap sudut lapangan. Ada yang asyik sendiri melihat GMT dengan karton hitam, ada yang berkelompok membuat alat untuk melihat GMT, pokoknya seru. Wah kami bersyukur sekali bisa melihat GMT walau tidak sebanyak teman-teman kami di 12 provinsi lain di Indonesia.

12804824_754044428064949_8076776529401745300_n 12798941_754044474731611_6133078321480692286_n 1690235_754044374731621_1768698504993654627_n 12805832_754044451398280_4978852693618691542_n

jelajah

Menjelajah

Salah satu perintah Allah, yang bagi saya, menarik adalah perintah menjelajahi bumi. Bahasa anak Rohisnya rihlah, kalau bahasa gaulnya traveling alias jalan-jalan. Namun, memang bukan sembarang traveling, melainkan traveling dalam rangka menghayati kebesaran dan keagungan Allah yang terhampar di bumi dan memetik pelajaran dari rekam jejak umat-umat atau bangsa-bangsa terdahulu. Perintah menjelajahi bumi banyak tersebar dalam Al-Qur’an.

Al-Qur’an menerangkan, “Katakanlah (Muhammad), ‘Bepergianlah di bumi, lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang terdahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang menyekutukan (Allah).’” (QS. Ar-Rum [30]: 42).

Saya sendiri menikmati sekali setiap kali keluar kota dan keluar negeri dalam rangka memberikan training atau mengisi kajian Islam. Sedari awal saya niatkan untuk berdakwah. Maka, setiap langkah perjalanannya, saya menikmati sekali. Ketika di bandara menunggu jadwal pesawat, saya biasanya memerhatikan orang yang hilir mudik. Betapa manusia itu bermacam-macam, tapi tak ada yang sama wajahnya. Nyata sekali kebesaran Allah yang telah menciptakan manusia dalam bentuk terbaik dan menjadikannya berbangsa-bangsa dan bersuku-suku.

Ketika sudah naik di atas pesawat, lebih hebat lagi kebesaran dan keagungan Allah yang tersaji. Saya selalu terkagum-kagum menyaksikan langit membentang dan gugusan awan berarak. Wah, terasa sekali deh kebesaran dan keagungan Allah. Dan, berasa banget kalau diri ini kecil, nggak ada apa-apanya. Biasanya ada rasa nyeess di dalam dada. Sejuk dan damai sekali. Makanya, saya selalu meminta kursi dekat jendela saat check in supaya bisa menikmati pemandangan indah itu.

Hal lain yang menjadi perhatian saya adalah para awak kabin alias pramugari. Setiap pramugari pasti melayani dengan sopan dan santun. Saya berpikir semoga ini tidak hanya tuntutan pekerjaan, namun juga terejawantah dalam kehidupan sehari-harinya. Karena, sopan santun adalah bagian akhlak seorang muslim dan muslimah. Saya juga berpikir andai para pramugari itu diberikan haknya untuk mengenakan busana muslimah dan jilbab, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Bisa jadi di antara mereka ada yang berkeinginan untuk mengenakan jilbab, namun terhalang oleh peraturan perusahaan.

Saya pernah mendapat curhatan dari seorang pembaca buku saya yang berprofesi sebagai pramugari. Ia menyampaikan kegundahannya. Ia ingin sekali berjilbab karena itu kewajiban sebagai muslimah, namun terhalang peraturan perusahaan. Semoga tulisan ini dibaca oleh pihak maskapai penerbangan di Indonesia. Setahu saya baru ada satu maskapai penerbangan yang memberikan hak kepada pramugarinya untuk mengenakan jilbab. Semoga segera disusul oleh maskapai penerbangan lainnya. Terutama, maskapai penerbangan milik pemerintah.

Kembali ke asyiknya menjelajahi bumi. Tiba di bandara tujuan, lalu menaiki mobil menuju tempat tujuan juga tak kalah asyiknya. Terutama, ketika saya mengisi training dan kajian Islam di sudut-sudut kota di Sumatra, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, dan Papua. Dari Bandara kota setempat masih menempuh perjalanan darat antara 2 sampai 6 jam perjalanan. Membelah bukit dan menyusuri hutan dan tepian jurang. Seru banget ‘kan?. Sesekali monyet-monyet liar berlarian di tepi jalan mencari makanan. Terjadi pemandangan hijau dan rimbunnya pepohonan di bukit dan hutan. Belum lagi track yang berkelok-kelok dan menanjak. Anak muda banget pokoknya.

Kamu ingin ‘kan? Bisa jalan-jalan dan makan gratis, menginspirasi banyak orang, dan pulangnya dikasih oleh-oleh. Makanya, seriuslah belajar dan menuntut ilmu. Agar kelak dengan ilmumu, kau bisa berdakwah ke segenap penjuru Indonesia dan bumi. Bonusnya bisa jalan-jalan gratis. Hehehe…

Mumpung kalian masih muda, belum ada tanggung jawab keluarga, menjelajahlah. Jejakilah setiap jengkal dan sudut bumi ini. Minimal bumi Indonesia. Rasakan guyuran hujannya, hiruplah aroma tanahnya, tataplah jejeran pepohonan, bukit-bukit, dan rawa-rawa yang terhampar. Dengarkan gemericik airnya, suara binatang malam yang sejatinya sedang bertasbih. Resapi dan hayati kebesaran dan keagungan Allah di mana saja kalian menjejakkan kaki.

Petiklah pelajaran dari rekam jejak bangsa-bangsa terdahulu di kota atau negara yang kamu singgahi itu. Akrabilah warganya dengan segala keunikannya. Galilah informasi dan wawasan sebanyak-banyaknya dari mereka. Cermatilah betapa indahnya Allah jadikan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku.

Lalu, atas semua catatan perjalanan yang mencerahkan itu, jadikan sebagai inspirasi untuk berkontribusi bagi dakwah Islam dan perbaikan umat. Masa depan Islam di masa mendatang ada pada pundak para pemudanya. Pemuda harus berada di garis depan, mengambil peran untuk kejayaan Islam dan kesejahteraan umat.

Sumber: http://www.sahabatremaja.id/ruang-konseling/kolom-konseling-remaja/menjelajah/46.html