635950688391440421473108620_Writing

Pengalaman Seru Bersama Pesantren Literasi

Oleh: Nazrul Azmy

“Kling… klung… dung…”, kurang lebih seperti itu suara alunan musik penghilang penat yang menyambut kami saat tiba di Kampung Sindang Barang. Alat-alat musik itu adalah rangkaian bambu yang bergoyang dan menari yang biasa disebut “Angklung” dan sebuah gendang. Alat-alat musik itu dimainkan oleh beberapa orang. Salah seorang pemain mengatakan bahwa seni musik tersebut dinamakan “Angklung Gubrak”. Setelah disambut, kami pun memasuki kawasan yang dapat membuat kami cukup tertarik.

Setelah itu, kami dipersilakan duduk di sebuah saung yang cukup besar. Dari tempat kami disambut sampai ke saung cukup jauh, belum lagi kami dipayungi oleh panasnya mentari, puasa pula. Sesampainya kami di saung, kami dipersilakan untuk menonton Tari Jaipong yang dibawakan oleh teh Asih, beliau adalah angkatan pertama yang mendirikan Kampung Sindang Barang. Teh Asih menari dengan lagu “Bajidor Kahot”. Setelah menyaksikan tarian, kami diberi tahu tentang budaya Sunda oleh kang Ukang. Salah satu budaya Sunda yang beliau jelaskan adalah  “Cimande”, seni seni bela diri. Setelah mendapat penjelasan, kami pun melaksanakan Salat Dzhuhur. Setelah salat, kami kembali ke saung untuk mengikuti kegiatan pelatihan menulis.

“Kita latihan konsentrasi dulu, yuk…!” ajak kak Dini kepada kami. Kemudian, kami disuruh untuk membuat barisan berbentuk lingkaran. Latihan konsentrasi ini dilakukan dengan cara menghitung sambil menunjuk orang yang harus menghitung selanjutnya. Jika sudah ditunjuk, namun masih berpikir lama, maka orang itu akan keluar memisah dari barisan. Pada saat giliranku ditunjuk, aku masih berpikir panjang, aku pun memisahkan diri. Saat aku mundur, aku terpleset dan akhirnya terjatuh. Para manusia yang ada banyak yang menertawaiku, namun ada juga yang merasa kasihan kepadaku. “Kamu kenapa?” tanya mbak Hani. “Tidak apa, kak! Sekadar jatuh terpeleset,” jawabku.

Setelah latihan konsentrasi, kami dipersilakan untuk berkumpul per kelompok. Setelah itu, kami diberikan pertanyaan tentang kepenulisan, lalu mendiskusikan jawabannya. Kemudian, kami—per kelompok—disuruh untuk menjajarkan barang-barang yang kami miliki sampai sepanjang-panjangnya. Waktu penjajaran adalah sesuai dengan habisnya dua putaran sebuah lagu. Kelompok yang paling panjang adalah pemenangnya. Lalu, kami diberikan materi tentang menulis. Sebelum pelatihan, kak Hikaru, sang pelatih, memberikan kalimat persuasif. “Kita harus membawa bekal dari sini!” seperti itu yang dikatakan kak Hikaru.

Tak terasa, jarum jam terus berputar dan sudah menunjukkan pukul lima belas. Kak Hikaru pun memberikan dua hasil karyanya—yang diikut lombakan—kepada kami. Setelah itu, Kak Hikaru memerintahkan kami untuk menulis—dengan jenis tulisan bebas—tentang wisata budaya ke Kampung Sindang Barang. Waktu yang diberikan hanya selama lima menit. Setelah itu, kami dipersilakan untuk beristirahat dan Salat Ashar dengan waktu hanya lima belas menit, setelahnya kembali lagi ke saung.

Setelah istirahat, kami disuruh untuk membaca, menganalisis, dan memahami isi naskah yang dibuat oleh kak Hikaru. Kami disuruh untuk menemukan perbedaan jenis tulisan dari kedua naskah itu; fiksi atau nonfiksi. Setelah itu, diberitahukan tulisan terbaik tentang wisata tadi. Ternyata, diambil empat karya terbaik, yaitu milik kak Emil, teh Mutsla, kak Anisa, dan mbak Diah. Mereka pun diberi hadiah berupa magnet dari Thailand.

Mentari pun mulai bosan dan lelah berada di atas, turunlah dia ke arah barat. Kak Hikaru berpamitan untuk pulang. Aku dan kawan-kawanku masih bermain permainan tradisional. Para peserta perempuan malah selfie-selfie-an dengan kamera yang mereka miliki—walau sekadar kamera di telepon genggam.

“Dasar, cewek-cewek, sok-sok cakep ye…” sindir kak Akhie.

“Tahu tuh, padahal yang cakap saja tidak ikut foto-foto,” gurau diriku.

“Hm.. Hm..” sahut Teh Lia. “Ada apa, Teh?” tanyaku. “Nggak… dengar sesuatu aja”, jawabnya.

Intensitas cahaya di langit pun mulai berkurang. Kami juga dipersilakan untuk bersiap-siap pulang. Berpamitlah kami kepada kang Ukang. Berjalan pulang sambil menunggu waktu Magrib datang. Capek, kepala pusing, dan gembira menjadi satu rasa dalam diri. “Alhamdulillah, kegiatan tersebut dapat mengisi waktu liburan saat Ramadhan.”

IMG-20160419-WA0006

Tongkat Kayu Andalan

Pagi itu, Nusa, siswi SMP tercerdas di kelasnya datang lebih awal dibandingkan teman sekelasnya. Kelas masih sepi. Dia masih asyik membaca buku kesukaannya, buku Fisika.

Tiba-tiba saja, ia melihat bayangan hitam lewat di depan kelasnya. Dia penasaran, lalu ia pun keluar. Sampai di daun pintu, sepotong kayu besar terayun menuju arahnya dan terjatuh di punggungnya. Ia terjatuh tanpa daya lalu pingsan.

***

Bel berbunyi, kegiatan belajar mengajar dimulai. Pak karso, Guru Fisika, segera masuk kelas dan mengabsen.  Satu persatu siswa dipanggil, semuanya hadir kecuali Nusa. Namun tasnya masih tergeletak di bangkunya, dan buku fisika yang ia baca masih terbuka.

Pak Karso mencoba bertanya pada yang lain, ternyata Dani melihatnya masuk kelas beberapa waktu lalu. Tapi bukan itu yang dimaksud pak Karso. Pak Karso mencoba memberitahu kepala sekolah bahwa ada siswinya yang hilang di kelas. Semua guru menyebar keseluruh kelas mengecek kehadiran siswa. Ternyata ada siswa kelas 9 juga yang tidak hadir.

Di lain waktu,  Adian,  kelas 7 juga melihat orang berbaju gelap berjalan dengan cepat. Dia mengikutinya dengan sembunyi-sembunyi namun kehilangan jejaknya. Kepsek dan guru-guru lain coba menyusuri jalan Adian tadi. KBM sementara dihentikan, seluruh siswa/i mencari keberadaan Nusa.

Tapi tiga orang siswa kelas 8 masih berada di dalam kelas. Seorang guru berhenti di depan kelas mereka dan mendengar percakapan, “ Ini tidak  akan berlangsung lama, kita akan selesaikan urusan ini”. Kata salah satu dari  mereka.

Tanpa basa-basi, guru itu pergi ke ruang Kepsek. Guru itu berbicara panjang lebar kepada Kepsek, lalu Kepsek mengambil keputusan, menuju kelas itu kembali. Langkah kaki cepat sang guru dan Kepsek bergaung di lantai koridor kelas. Tiba- tiba langkah mereka terhenti. Sampai di depan kelas bertuliskan 8B, Kepsek dan guru itu terkejut.

Adi, Oran, Yanes, kelas 8B tengah berjalan menuju kantin bersama. Gabruk, 2 kayu tebal menghantam punggung Adi dan Yanes. Mereka pingsan di tempat. Namun Oran lolos setelah melihat bayangan hitam didekat kakinya dan ia lari tanpa melihat ke belakang.

Oran berhenti di belakang gedung yang sepi. Napasnya tersengal. Ya, ia melihatnya, bayangan itu. Ia coba sembunyi dan mengikuti mereka, langkah Oran tak terdengar sama sekali dan ia mengikuti mereka. Mereka berhenti di gedung IT sekolah. Oran penasaran, ia bersebumyi takut ditangkap. Nusa tersenyum dibalik pintu dan menyuruh mereka masuk . Oran tertegun melihat hal itu.

Oran mendekati gedung IT tersebut lalu mencoba mencuri dengar. Nusa mengapresiasi kerja mereka . Bahwa kejadian ini semua adalah skenario Nusa untuk bisa mengambil berkas rahasia di komputer salah satu guru. Setelah mendengar panjang lebar, Oran mulai paham skenario mereka.

Tanpa memberitahu siapa-siapa, ia mencoba untuk menggagalkan rencana mereka. Rencana dia pikirkan dengan matang. Malam harinya, salah satu guru masih lembur, ketika hendak mengunci pintu ruang guru, kembali potongan kayu mengayun ke pungguk guru itu, lalu pingsan. 2 anak buah Nusa menggotongnya ke gedung IT lagi. Oran mengetahui kerja mereka. 1 anak buah mendampingi Nusa mendampingi masuk ke ruang guru.

Sesuai rencana Oran, Ia mengunci pintu ruang guru dengan kunci yang masih tergantung di pintu, lalu mengambilnya. Lalu Oran mematikan pusat aliran listrik ruang guru . Komputer tidak bisa dinyalakan, Ia cepat berlari menuju gedung IT tanpa suara di koridor kelas. Nahas, batang kayu kembali berayun dan kini tepat di bagian lehernya. Ia terjatuh tak berdaya.

***

Oran sadar, namun ia terkejut jika dirinya tengah berada di ruang gelap gedung IT. Ia juga melihat pak Danil guru yang berada di ruang guru tadi. Oran melepaskan ikatan yang melilit tubuhnya dengan kuat. Tali putus, ia segera menyelamatkan pak Danil. Lalu mengajak pak Danil untuk membawa kayu yang ada di sampingnya, mereka keluar dari gedung IT.

Sampai di ruang guru, mereka melihat 2 orang dengan baju hitam. Anak buah Nusa tengah memaksa untuk membuka ruang guru. Lalu Oran balik memukul mereka, BUG,  kini berbalik mereka yang terjatuh pingsan.

***

Keesokkan harinya mereka dibawa ke ruang kedisiplinan dengan pak Syam, keamanan sekolah dengan Kepsek. Mereka mulai diinterogasi.

“Mengapa kalian melakukan semua ini?” ucap pak Syam memulai. “Kami sebenarnya hanya disuruh pak termasuk Nusa,” kata salah satu dari mereka. ”Terus  mengapa harus komputer guru yang diincar?” tanya pak Syam

“Kami sekali lagi hanya disuruh pak. Kami hanya mengikuti skenario yang ada. Kami disuruh kak Norman, kelas 9 untuk mencuri kunci jawaban UTS ganjil, ia tahu bahwa kunci jawaban itu ada di komputer pak Danil,” kata Nusa. Memang benar bahwa pak Danil yang membuat kunci jawaban karena dia adalah bagian kurikulum. Sekolah Nusa bukan sekolah negeri yang harus mengambil dari dinas, namun bagian kurikulum lah yang membuatnya.            Setelahnya, mereka berlima dikeluarkan dari sekolah.

13782254_10209108979673465_8916378976840808600_n

Kalam Kak Amma

13782254_10209108979673465_8916378976840808600_n

Kak Amma Muliya Romadoni, demikian nama lengkapnya, saat ini tengah berjuang menyelesaikan kuliahnya di jurusan Teknik Termo Fluida Intitut Teknologi Bandung. Pria muda yang hobi membaca buku ini lahir di Jakarta, 30 Maret 1992.

Alumni angkatan pertama  SMART Ekselensia Indonesia ini memiliki kecintaaan besar dalam bidang  enterpreneurship. Kegiatan enterpreneurship yang ia tekuni sema masa kuliah adalah wirausaha dan technopreneur. Dalam bidang wirausaha ia menekuni bisnis konveksi khususnya dalam student entrepreneurship center. Technopreneur pun tidak luput digeluti pria muda ini. Ia menjadi CEO AMR Engineering lembaga Training Engineering Software pada tahun 2014. berbagai penghargaan dalam bidang enterpreneur ini didapatkannnya, salah satunya  prestasi sebagai penerima dana wirausaha Student Enterpreneurship Center USU 2011.

Dalam kegiatan keorganisasian di kampus, kakak asal Jakarta ini telah melakoni serangkaian pengalaman baik sebagai anggota ataupun ketua tim.  Organisasi softskill yang pernah ia ikuti antara lain organisasi keislaman khususnya lembaga dakwah kampus (LDK), badan eksekutif mahasiswa (BEM), serta badan pers fakultas teknik. Didalam kegiatan LDK kak Amma -demikian sapaan akrabnya- menjabat sebagai ketua pada tahun 2010-2011. menuru Menjadi staf departemen riset dan teknologi di BEM fakultas telah dijalaninya tahun 2011. Jabatan sebagai ketua redaksi koran “Simetrikal Engineering” di 2012 menjadi pengalaman organisasi berikutnya.

Serangkaian pengalaman berharga ia dapatkan selama berkuliah di jurusan teknik mesin, fakultas teknik, Universitas Sumatera Utara (USU). Ia pernah mengharumkan nama Indonesia dalam kejuaran membuat mobil hemat energi tingkat Asia Pasifik di Filipina tahun 2014. Juara satu kategori urban konsep bahan bakar etanol berhasil diraihnya dalam lomba yang diadakan salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia tersebut.  Tidak tanggung-tanggung, gubernur Sumatera Utara memberikan penghargaan kepada tim pembuat mobil yang dikomandoi olek Kak Amma tersebut.

Bidang penelitian merupakan bidang yang tidak asing beagi kakak kelahiran 30 maret ini. Membantu pengerjaan proyek penelitian tingkat pascasarjana  selama kuliah strata satu (SI) menjadikannya terampil dan memberikan pengalaman lebih untuk bekal pengerjaan penelitian nantinya. Studi Banding dan Presentasi Green Technology USU- USM Malaysia dilaksanakannya di tahun 2011. Selanjutnya, beasiswa dari LPDP  Kementerian Keuangan RI ia raih atas hasiil dari kerja kerasnya dalam berusaha dan belajar.

Kakak angkatan satu SMART EI ini menyatakan bahwa kehidupan di kampus bersifat heterogen. Hal ini tidak lepas dari datangnya berbagai pengaruh baih maupun buruk dalam setiap aktivitasnya. Kita ditantang untuk bisa konsisten dalam memilah-milah pengaruh yang baik maupun yang buruk. Sehingga, kita tidak terbawa arus yang tidak baik. Mengamalkan nilai-nilai baik yang telah diajarkan di SMART EI  menmjadi tantangan nyata karena kehidupan pasca SMART menjadi hambatan yang cukup nyata.

Kakak yang murah senyum ini berpesan kepada seluruh siswa SMART EI  jikalau mengalami kepenatan dalam belajarkarena haus akan ilmu, maka akan memetik hasil yang indah di masa yang akan datang. Pesan selanjutnya adalah elalu jadikan segala aktivitas sebagai ibadah, agar hidup menjadi berkah.

 

Kegiatan Alumni di Kampus?

  • Organisasi (Softskill) > Organisasi Islam ( Ketua Lembaga Dakwah Kampus tingkat Fakultas 2010-2011), BEM Fakultas ( Staff Departemen Riset dan Teknologi 2011), Manajer Tim Horas (Ketua Tim Pembuat Mobil USU 2013-2014 ), Chief Editor Koran Simetrikal Engineering 2012
  • Wirausaha (Student Enterpreneurship Center) Konveksi 2010 > Anggota
  • CEO AMR Engineering Lembaga Training Engineering Software (Technopreneur) tahun 2014

 

Pengalaman unik

  • Membawa Indonesia menjuarai kejuaran membuat mobil hemat energi di Filipina kategoribahan bakar ethanol Shell Eco-marathon Asia 2014
  • Mencoba hal yang baru untuk mengerjakan projek penelitian pascasarjana selama menjadimahasiswa S1

Plus dan Minus

  • Lingkungan di SMART sudah homogen ketimbang lingkungan di luar SMART. Olehkarenaituharus bisa memilah segala bentuk kegiatan yang akan dilakukan.
  • Apabila buruk menanamkan nilai yang sudah ditanamkan di SMART, maka akan lebih beratuntuk menjalani kehidupan pasca SMART.

Pesan untuk siswa

  • Jika mengalami kepenatan belajar dikarenakan haus akan ilmu, maka kita akan memetikhasil yang indah di masa yang akan datang
  • Selalu jadikan segala aktifitas sebagai ibadah, agar hidup menjadi berkah

 

Biodata :

Nama : Amma Muliya Romadoni

Alumni : angkatan 1

Asal : Jakarta

Tanggal lahir : 30 Maret 1992

Hobi : Membaca

 

Prestasi :

  • Studi Banding dan Presentasi Green Technology USU- USM Malaysia 2011
  • Penerima Dana wirausaha Student Enterpreneurship Center USU 2011
  • Penghargaan Gubernur Sumatera Utara dalam pelombaan mobil hemat Energi Shell Eco-Marathon Asia 2014
  • Juara I Mobil Hemat Energi Kategori Urban Konsep Bahan Bakar Etanol Shell Eco-Marathon Asia 2014
  • Penerima beasiswa LPDP Kementrian Keuangan RI 2015

Pendidikan :

  • S1 Teknik Mesin Universitas Sumatera Utara (USU)
  • S2 Teknik Termo Fluida ITB (sedang berjalan)
IMG-20160526-WA0011

Juara 4 Bidang IPS OSN tingkat Kabupaten

IMG-20160526-WA0011

IMG-20160526-WA0010

Juara 1 Lomba Nasyid Rafah Islamic Talents 2016

IMG-20160526-WA0010

IMG-20160526-WA0009

Juara 2 Bidang Astronomi O2SN tingkat Kabupaten

IMG-20160526-WA0009

IMG-20160526-WA0008

Juara 1 Pencak Silat O2SN tingkat Kabupaten

IMG-20160526-WA0008

IMG-20160526-WA0007

Juara 2 Lomba Dai SMA, Rafah Islamic Talents 2016

IMG-20160526-WA0007