IMG-20160829-WA0002

Oleh: Muhammad Syafii Al-Bantani.

SMART Ekselensia Indonesia adalah sebuah sekolah Islam yang memiliki visi menjadi sekolah model yang melahirkan generasi berkepribadian Islami, berjiwa pemimpin, mandiri, berprestasi, dan berdayaguna.

Salah satu aktifitas pembelajaran di SMART untuk mengkader pemimpin adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler. Ekskul beladiri pencak silat adalah salah satu ekskul unggulan di SMART Ekselensia Indonesia. Setiap tahunnya, Ekskul pencak silat rutin menyumbangkan medali emas pada kejuaraan pencak silat tingkat nasional.

Tahun ini (2016), Ekskul pencak silat kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih 2 medali emas pada Kejuaraan Pencak Silat Tapak Suci Tingkat SMP dan SMA Pimda ke-47 Championship, Kemenpora, Jakarta.

Setelah melalui berbagai pertandingan yang seru dan sengit, 2 medali emas berhasil diraih oleh ananda M. Tsalas Ramdani dan Raihan Afandi. Kedua medali emas tersebut diserahkan kepada GM Sekolah Model pada upacara senin, 29 Agustus 2016.

Prestasi ini membuktikan bahwa SMART Ekselensia Indonesia tidak hanya mampu mengkader anak didiknya berprestasi dibidang akademis, melainkan juga bidang non akademis. Yang pada akhirnya berujung pada mengkader pemimpin masa depan. 🙂

IMG-20160829-WA0000

Ketika saya baru saja menutup pelajaran dengan doa, seorang siswa buru-buru mendekat. Ia berjalan dengan langkah yang besar-besar. Senyumnya mengembang, menggamit tangan saya dan menciumnya khidmat sambil berkata:
“Ustad, pelajaran Matematika siang ini nggak kerasa banget. Tahu-tahu udah selesai aja!”
Saya mengusap bahunya penuh hangat dan menjawab, “Alhamdulillah kalau begitu. Kamu suka?”
Ia mengangguk, masih dengan simpul bibir yang indah sekali dipandang.
“…dan tumben-tumbenan saya tidak mengantuk sepanjang pelajaran,” katanya lagi. Kali ini, ia meringis nakal.
Saya membalas kalimat jujurnya barusan dengan tawa ringan. Ada bahagia yang dalam di rongga dada saya. Karena apa? Tentu saja disebabkan hal kecil barusan: ada siswa yang biasanya mengantuk dan jarang memperhatikan, eh tadi siang malah senang bukan alang kepalang.
Apa sih yang menyebabkan ia bisa demikian senang?
Tidak muluk-muluk sebenarnya. Saya hanya menggunakan kemampuan saya bercerita saja.
Jadi…
…ketika saya baru masuk ke kelas dan mendapati hampir semua siswa mengantuk    mungkin karena tadi mereka berpuasa dan suhu di siang hari agak panas, maka saya tidak langsung memulai pelajaran.
Tidak baik memulai pembahasan dengan kondisi siswa demikian. Apalagi ini pelajaran Matematika, di jam terakhir pula!
Saya justru menutup rencana pembelajaran yang sudah saya buat beberapa jenak, sedikit memutar otak, dan mencari cara agar mereka bisa lebih on dan bisa diajak belajar.
Aha! Kenapa tidak dimulai dengan bercerita saja! 
Ide itu muncul karena saya tetiba teringat pada seorang teman yang pernah memuji dengan ketulusan, “Salah satu kelebihan Bang Syaiha adalah, mampu bercerita dengan suara yang meyakinkan dan membuat orang mudah percaya. Jadi, kembangkan dengan baik kemampuan ini, Bang!”
Maka mulailah saya berkisah, tentang cerita rakyat dari Afrika. Tentang kijang dan singa yang harus bangun pagi-pagi sekali. Tidak boleh kesiangan. Sesaat setelah bangun, kijang dan singa harus segera berlari, sesegera mungkin dan sekencang-kencangnya.
Karena apa?
Inilah jawabannya… kijang melakukan hal demikian agar tidak tertangkap singa. Sedangkan singa, mengerjakan itu semua agar bisa memangsa kijang.
Keduanya harus segera bangun, tidak malas-malasan, dan harus bekerja keras mengeluarkan segala daya dan kemampuan.
Anak-anak mendengarkan dengan antusiasme yang tinggi ketika saya mengungkapkan kisah ini.
Melihat hal demikian, saya justru semakin semangat menyelesaikan dan menarik sebuah kesimpulan, “Bahwa kita semua punya mimpi dan harapan. Kita semua bahkan seperti kijang dan singa tadi, saling berkejar-kejaran menggapai harapan yang sudah ditetapkan.”
“Orang yang bermalas-malasan, jelas akan ketinggalan dan tidak diperhitungkan jaman. Hidup, menjadi besar dan dewasa, menua, lalu mati. Dikuburkan dan kemudian dilupakan. Orang-orang seperti ini menjadi manusia yang tidak penting sekali. Kepergiannya tidak ditangisi, tidak disesali.”
“Sedangkan kita semua, tentu tidak ingin demikian. Kita harus menjadi besar dan mampu menebar manfaat ke sebanyak-banyaknya orang. Jadilah inisiator kebaikan di tempat tinggal dan dimana saja kita berada. Jadilah bermanfaat.”
Sesimpel itulah…
Yang saya lakukan hanya kecil saja sebenarnya, bercerita di awal pembelajaran. Tidak lebih.
Tapi hasilnya, tanpa pernah saya duga, mampu memberikan semangat dan motivasi yang tinggi. Hingga siswa yang selama ini tidak bergairah belajar sekalipun, dengan jujur mengucapkan terimakasih dan bilang ia senang.
Saya lalu menjadi riang.
Semoga hal demikian bisa saya pertahankan.
Sumber: http://www.bangsyaiha.com/2016/08/pembelajaran-menyenangkan-di-kelas-bisa.html

11174900_10204030611113533_7847027910770735425_n

Oleh: Saiful Chorudin

Assalamu’alaikum. Nama saya Saiful Choirudin, lulusan angkatan pertama SMART. Ini adalah sepenggal kisah pengalaman berharga saya.

Sejak kuliah di Universitas Paramadina, saya sudah mengajar membuat kartun di SMP Islam Al- Syukro Universal, Ciputat. Di sana, saya mengajar ekstrakurikuler khusus untuk membuat dan belajar mengetahui apa-apa saja yang berhubungan dengan kartun. Saya tahu ada lowongan kerja sambilan di sekolah itu dari seorang ustadz yang sebelumnya pernah mengajar pelajaran bahasa Inggris dan juga menjadi kepala asrama di SMART yaitu Ustadz Heri Sriyanto.

Saya mengajar untuk satu tujuan yang besar, yaitu untuk belajar. Jadi, saya masih ingin belajar meskipun sudah bekerja. Hanya belajar dan belajar.

Setelah mendapat gelar S1, saya masih ingin belajar lagi. Saat itu, belum ada pikiran yang muncul tentang mencari kerja. Kalau teman-teman saya sudah banyak yang mencari lowongan pekerjaan, saya tidak. Saya masih ingin belajar. Seakan-akan hanya ada pemikiran tentang belajar saja. Saya mengajar di SLB (Sekolah Luar Biasa) Mahardika juga masih untuk belajar, tepatnya belajar bersyukur.

Mungkin kebanyakan orang menganggap anak-anak yang berada di SLB itu gila, jelek, kotor, dsb. Tetapi saya tidak. Saya menggunakan kesempatan yang telah diberikan oleh Allah SWT sebagai tempat untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan pada kita semua.

Di SLB sendiri ada banyak hal yang unik dan berbeda dari sekolah-sekolah biasa. Satu kelas di SLB hanya berisi 5-8 siswa. Berbeda dari sekolah biasa yang bisa menampung lebih dari 20 siswa untuk satu kelas. Ketika mengajar, harus ada tenaga ekstra untuk memerhatikan dan mengawasi para siswa. Apabila seorang pengajar lalai sedikit saja, salah satu muridnya bisa melakukan hal yang tidak baik.

Saya pernah mengalami hal seperti itu. Saya pernah mengajar menggambar dan saya sedikit lalai. Apa yang terjadi? Salah satu murid saya ada yang memakan krayon yang dipegangnya. Mungkin dia mengira bahwa itu adalah sebuah permen. Saya juga pernah diludahi ketika masuk ke sebuah kelas. Saya sudah terbiasa akan hal seperti itu. Apabila di sekolah biasa seorang pengajar bisa mengajar setiap hari, di SLB tidak bisa. Seorang pengajar biasanya hanya mengajar 3 kali dalam seminggu.

Ada hal unik lain di SLB. Salah satunya adalah para orangtua murid yang selalu bersemangat mengawasi anak-anaknya. Mereka bagaikan mesin penjaga 24 jam bagi anak mereka.

Anak-anak yang bersekolah di SLB memang memiliki banyak kekurangan. Tetapi di balik kekurangan tersebut, tersimpan banyak hal yang kadang tidak dimiliki oleh orang biasa.

#SMARTSemangat #MembentangKebaikan

IMG-20160822-WA0011

Di sekolah kami kerapihan dan kebersihan menjadi sebuah kewajiban, karena kerapihan dan kebersihan merupakan bagian dari iman. Selain itu keduanya juga mencerminkan diri kami sebenar-benarnya di sini. Oleh karenanya pihak sekolah sangat menekankan kebersihan dan kerapihan baik di sekolah maupun di asrama.

Ada satu peraturan baru di SMART nih Sob, yakni penempatan sepatu di masjid HARUS pada tempatnya. Sebelum ada peraturan ini hampir seluruh teman-teman kami menempatkan sepatu mereka sembarangan di sepanjang area masjid dan anehnya mereka terlihat tak peduli melihat kekacauan tersebut, hal ini tak ayal membuat gerah pihak sekolah dan juga SMART Discipline Squad (SDS).

Bagi mereka yang tidak menempatkan sepatunya di tempat yang sudah disediakan, maka akan ada hukuman tesendiri Sob. Pertama-tama tim SDS akan mencari sepatu yang ditempatkan di sembarang tempat, lalu mereka akan mengumpulkan sepatu tersebut di dekat halaman masjid. Nantinya tim SDS akan menindaklanjuti para pelanggar. “Hukumannya apa sih?” Hukumannya tak berat kok Sob, para pelanggar hanya perlu melilitkan sepatu masing-masing di leher selama 8 menit saja, lalu harus berjanji tak mengulangi perbuatan itu lagi.

Alhamdulillah cara ini ampuh mengurangi ketidakrapihan teman-teman kami dalam menempatkan sepatu mereka di masjid. (AR)

#SMARTSemangat #MembentangKebaikan

IMG-20160822-WA0015 IMG-20160822-WA0013 IMG-20160822-WA0010

foto 1

 

Upacara bendera 17 Agustus merupakan hal yang baru untuk kami. Biasanya ketika Hari Kemerdekaan tiba kami hanya merayakannya dengan menggelar lomba-lomba yang mampu mempererat hubungan kekeluargaan kami di SMART. Namun tahun ini ada yang berbeda, berbeda sekali dan kami sangat senang.

 

foto 2

 

01 Agustus 2016 – “Ikutan jadi panitia acara 17 Agustusan yuk adek-adek,” ujar mbak Eni, Community Engagement Institutional Secretary Dompet Dhuafa Pendidikan kala itu. Kami yang sedang duduk-duduk di selasar hanya saling tatap, sejurus kemudian tanpa menunda nunda kami langsung menjawab “YA KAMI MAU”. “Nanti kita sebagai tim akan mengonsep untuk upacara dan lomba-lombanya juga,” tambahnya. Dan kami tak menyesal telah mengiyakan ajakan tersebut, kami merasa bangga karena bisa menyuarakan ide yang kami punya, kami bukan sekadar menjadi panitia tapi juga konseptor. Beberapa hari kemudian kami sudah dilibatkan di rapat jelang perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus.

 

Foto 3

foto 4

foto 05

 

17 Agustus 2016 – Waktu menunjukkan pukul 07.00 WIB. Panitia sudah rapi jali, sudah teramat siap melaksanakan amanah yang diberi padahal upacara baru akan dilaksanakan pukul 09.00 pagi. Di lapangan para petugas upacara terlihat melakukan gladi bersih tambahan, padahal hari sebelumnya (16/08) mereka telah melakukan gladi bersih, ah mungkin mereka ingin memantapkan performa mereka nanti. Lalu detik berubah menit, menit berubah jam, para panitia upacara dan lomba wara wiri menyiapkan berbagai hal yang diperlukan untuk upacara dan lomba 17-an. Beberapa nampak panik, beberapa terlihat santai namun tahu yang harus dikerjakan. Semua kompak, semua hebat.

 

Foto 6

Foto 7

Foto 8

 

Pukul 08.00 WIB para peserta upacara telah berkumpul, sayangnya bukan berkumpul di lapangan melainkan di selasar kelas, mereka berkerumun sembari tergelak bahkan berlari ke sana ke mari bak kuda kehilangan kendali. Ulah para peserta upacara ini tak ayal membuat gemas para petugas yang menjadi pemimpin barisan, satu persatu mereka memanggil para peserta untuk ke lapangan serta merapikan barisan, membuat banjar sesuai urutan kelas, dan mulai memberi aba-aba agar mereka berada dalam posisi siap.

 

Foto 9

Foto 10

foto 11

 

Setelah memastikan semua petugas dan peserta sudah pada tempatnya dan semua dirasa pas, maka Upacara Hari Kemerdekaan di SMART pun dimulai.

 

foto 12

foto 13

foto 14

 

Upacara Kemerdekaan ini dihadiri oleh seluruh siswa SMART dan juga pegawai Dompet Dhuafa Pendidikan, alumni, guru, dan para relawan Komunitas Filantropi Pendidikan (KFP). Para petugas upacara pun merupakan gabungan dari para pegawai, siswa, dan juga para Guru Sekolah Indonesia (SGI), kebersamaan dan kerjasama seperti ini jarang terjadi dan membuat kami makin semangat menampilkan yang terbaik . Anak SMART kudu hebat, kudu setrong.

 

foto 15

foto 15 a

 

Prosesi demi prosesi kami lewati, mulai dari laporan pemimpin barisan pada pemimpin upacara, penghormatan pada pemimpin upacara, laporan pemimpin upacara pada pembina upacara, penghormatan pada pembina upacara, pengibaran Sang Saka Merah Putih yang diiringi lagu Indonesia Raya, pembacaan teks Pembukaan UUD 1945 oleh seluruh peserta, pembacaan teks Pancasila oleh pembina dan diikuti seluruh peserta  upacara, mengheningkan cipta, amanat pembina upacara,  pembacaan doa, hingga pembubaran peserta, semua kami lalui dengan sangat baik. Kami pikir prosesinya akan memakan waktu lama, ternyata tidak.

 

foto 17

foto 18

foto 19

foto 20

foto 21 a

 

Ada yang menarik ketika upacara berlangsung. Bu Rina Fatimah, Direktur Dompet Dhuafa Pendidikan, nampak bersemangat sekali ketika menjadi dirigen. Bak dirigen pro beliau siap memandu grup paduan suara agar tampil maksimal, keren. Sama kerennya ketika melihat pak Agung Pardini, pembina upacara kami, memaparkan betapa pentingnya pendidikan di era modern seperti sekarang ini. Banyak hal kami pelajari dari amanat pembina upacara. Semoga kelak kami bisa menjadi orang hebat dengan cara kami sendiri, aamiin.

 

foto 21

 

Upacaranya terlihat lancar sekali ya? Padahal kenyataannya tidak juga lho. Ada saja peserta yang mengeluh begini, mengeluh begitu, nyatanya mereka baik-baik saja dan menjadikan lelah; sakit; sampai panas sebagai alasan dan tameng agar tidak ikut upacara hehe.

 

foto 22

foto 23

foto 24

 

Ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan agar kuat ketika mengikuti Upacara 17-an nih, dibaca baik-baik ya:

  1. Jangan lupa untuk sarapan. Kalau kamu tak sarapan dijamin akan lemas dan tak akan kuat mengikuti jalannya upacara
  2. Niat itu penting, karena tanpanya kamu pasti malas-malasan menuju lapangan
  3. Minum air yang banyak. Kenapa? Agar cairan di dalam tubuh tercukupi dan kamu bisa terhindar dari pingsan
  4. Nurut sama guru. Guru itu pengganti orang tua kita kalau di luar sekolah, jadi kamu harus nurut sama mereka. Kalau gurumu berkata baris yang rapi, maka barislah yang rapi. Udah gitu aja hihi

Nah kira-kira seperti itu tips supaya kamu kuat mengikuti upacara. Semoga bermanfaat. Iya sama-sama kembali kasih :D.

 

foto 24a

 

Setelah sukses menggelar Upacara 17-an pertama di SMART, kami semua berkumpul dan diberi pujian atas performa kami untuk kegiatan ini. Alhamdulillah bahagia rasanya, semoga kami bisa lebih baik lagi di tahun-tahun yang akan datang. Panitia upacara resmi dibubarkan maka kami masuk pada agenda kedua kami yakni Lomba 17-an.

Ada lima lomba yang kami adakan di perayaan Hari Kemerdekaan tahun ini, sebut saja Lomba Makan Kerupuk, Dorong Tambang, Geboin Paku, Memasukan Benang  ke Dalam Jarum, dan Lomba Balap Karung. Supaya kamu tak bingung maka akan kami jelaskan satu-satu ya.

  1. Lomba Makan Kerupuk. Kalau kamu pikir lomba ini kurang greget, coba dipikir ulang. Di lomba makan kerupuk yang kami buat, kami melumuri kerupuk yang gurih dengan campuran kecap manis dan garam yang rasanya hmmmm…. Nah kebayang dong seperti apa rasanya? Dan peserta harus saling gendong untuk memakannya

 

foto 26

foto 27

  1. Dorong Tambang. Tarik tambang mah biasa, kalau dorong tambang jelas tak biasa. Pada dasarnya lomba ini sama seperti tarik tambang, namun posisinya kami balik, taraa jadilah dorong tambang. Lomba dorong tambang juga diikuti para guru dari Sekolah Guru Indonesia lho, seruuuu

 

foto 28

foto 29

foto 30

 

  1. Geboin Paku. Bukan, ini bukan paku temannya palu. Paku di sini merupakan tumbuhan kecil yang kami jadikan alat adu cepat. Kamu bisa lihat di video yang kami sertakan ya

  1. Memasukan Benang ke Dalam Jarum. Kalau kamu tak tahu caranya kebangetan hihihi

 

foto 31

 

  1. Lomba Balap Karung. Bagaimana membuat lomba ini greget? Buat saja para peserta berlomba menghadap arah sebaliknya, jika biasanya mereka melompat maju, kami balik jadi melompat mundur. Wooow banyak yang jatuh XD.

 

foto 32

foto 33

 

Lomba-lomba di atas tak hanya diperuntukkan untuk kami lho, karena pegawai DD Pendidikan juga boleh ikutan. Eits jangan lupa, ada hadiah keren menanti para jawara. Aaah pokoknya hari ini menjadi hari yang membahagiakan untuk kami, kami bisa bebas bersenang-senang

 

foto 34

foto 35

 

Walau lelah tak terperi, namun semua terbayar karena kami bisa melihat teman-teman kami tersenyum lebar.  Sampai jumpa di Hari kemerdekaan selanjutnya! (AR)

skolah

 

Bogor, 9/8/2016 – Sudah menjadi tradisi pemerintah bahwa pergantian pejabat maka terjadilah pergantian kebijakan. Belum genap satu bulan Prof. Muhajir memimpin nahkoda Kemendikbud menggantikan Anies Baswedan, beliau sudah mengeluarkan pernyataan yang kontroversial yaitu mengenai sekolah fullday.

Wacana dari Mendikbud ini menimbulkan tanggapan beragam, salah satunya dari General Manajer Sekolah SMART Ekselensia Indonesia Dompet Dhuafa Syafi’ie el Bantanie. Syafi’ie menyatakan bahwa perbaikan kualitas pendidikan bukan hanya tentang full day school atau half day school, melainkan juga peningkatan kualitas guru dan perbaikan kurikulum. Dan, yang lebih mendasar lagi adalah menumbuhkan ruh atau semangat mendidik pada diri guru.

“Kelebihan yang dimiliki pendidikan boarding school. Kyai merupakan pimpinan sekaligus guru yang memiliki semangat mendidik. Sehingga, semangat ini tertularkan kepada siswa didik. Hasilnya, proses pendidikan di boarding school menjadi lebih mengena dan bermakna. Proses membentuk akhlak siswa dengan keteladanan dari para pendidik bisa terjadi selama 24 jam,” kata GM sekolah yang 100 persen siswanya masuk perguruan tinggi negeri.

Sudah waktunya bagi pengambil kebijakan pendidikan bangsa ini untuk menerapkan metode berasrama sehingga mampu menangkal dampak negatif lingkungan luar sekolah yang tidak menunjang pendidikan.

14045792_834176260051765_7756129275942774605_n

Buat kamu yang ngaku anak Pramuka, maka kamu kudu banget daftar Lomba Perkemahan Pramuka Penggalang (LP3) 2016 nih. LP3 merupakan gelaran Pramuka terbesar se-Jawa Barat yang diadakan tiap tahun, tahun ini SMART akan menjadi tuan rumah gelaran kece tersebut lho.

Hayoo kamu sudah daftar belum? Kalau belum yuk segera daftarkan dirimu dan regumu dengan menghubungi nara hubung kami: kak Wildan Hakim di 0857 8193 6162 atau langsung datang saja ke Pangkalan SMART Ekselensia Indonesia.

Butuh info lebih lanjut? Segera klik saja tautan berikut Sob > http://lombaperkemahanpenggalang.blogspot.co.id/

IMG-20160815-WA0009

Selain jadwal jam makan bersama; jadwal buka puasa bersama; dan  membaca Al Ma’tsurat rame-rame, ada satu hal lagi yang kami sukai di SMART Ekselensia Indonesia Sob yakni SMART Bertadarus.

Jadi di sekolah kami ada sebuah kebiasaan unik yang mungkin tidak banyak sekolah melakukannya, yap bertadarus. Kegiatan ini kami lakukan selepas Shalat Ashar setiap harinya (kadang selang seling dengan jadwal membaca Al Ma’tsurat rame-rame). Pembacaan Al-Quran sendiri selalu dipimpin oleh guru kami, pak Syahid Kelana, nantinya kami akan mengikuti bacaan beliau. Kegiatan ini biasanya selesai tepat pukul 16.00 WIB, tidak lama kok .

Tapi ada yang berbeda nih di SMART Bertadarus kali ini. “Lho apa sih?” Sekarang kami tak lagi duduk sambil memunggungi yang lain melainkan duduk saling berhadapan. “Faedahnya apa?”  Agar kami bisa mengingatkan teman kami yang mengantuk ketika membaca Quran agar tidak tertidur. Mengantuk itu manusiawi sekali Sob, namun ketika membaca Al-Quran idealnya kita memusatkan pikiran dan berkonsentrasi pada ayat yang kita baca, biar pahalanya makin banyak. Dan Alhamdulillah cara ini terbukti efektif, jika sebelumnya banyak teman kami yang suka tertidur ketika membaca Al-Quran, sekarang sudah tidak pernah lagi karena teman di depannya akan langsung beraksi jika ada yang tertidur.

Oh iya tahukah kamu Sob ternyata ada beberapa manfaat yang bisa kamu dapat ketika membaca Al-Quran lho, apa saja ya?

1. Pahala bagi yang mengajarkannya
2. Pahala bagi yang membacanya
3. Al-Quran akan memberi syafaat pada ahlinya di akhirat
4. Pahala bagi yang berkumpul untuk membaca dan mengkajinya
5. Menentramkan hati
6. Dapat memyembuhkan penyakit
7. Hati kita akan dipenuhi cahaya oleh Allah SWT
8. Kita akan memperoleh kemuliaan dan ibu bapak kita juga akan dirahmati
9. Membaca Quran terang-terangan seperti bersedekah terang-terangan

Wow keren kan Sob? Makanya jangan heran kalau SMART Bertadarus menjadi momen yang juga kami sukai. Selain karena manfaat di atas, momen seperti ini membuat tali persaudaraan diantara kami kian erat. Alhamdulillah. [AR]

IMG-20160815-WA0006 IMG-20160815-WA0007 IMG-20160815-WA0008 IMG-20160815-WA0010