foto-2

SMART Ekselensia Indonesia: Sekolah Pengkader Generasi Islami

Oleh: Muhammad Syafi’ie el-Bantanie

(GM SMART Ekselensia Indonesia Islamic Boarding School)

Sesiapa yang mempelajari Al-Qur’an, mesti mengenal sosok Haman. Ya, Haman adalah seorang cendekiawan sekaligus penasehat kerajaan dari seorang raja adidaya, Fir’aun. Haman adalah seorang yang memiliki ilmu pengetahuan luas. Namun, sayang Haman salah dalam menempatkan posisi dirinya. Dengan ilmunya, Haman malah berada di barisan Fir’aun dan menjadi penentang dakwah Nabi Musa ‘Ailihissalam. Ilmu yang dimilikinya malah mencelakakan dirinya.

Sindiran yang keras dari Allah juga dialamatkan kepada para ahli ilmu dari Bani Israil sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Jumu’ah ayat 5. Para ahli ilmu dari Bani Israil itu diumpamakan seperti keledai yang memanggul kitab-kitab di punggungnya, namun tidak memahami untuk apa. Demikianlah, para ahli ilmu dari Bani Israil itu terus menerus menumpuk ilmu, namun justru semakin jauh dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Dua poin di atas menginsyafkan kita bahwa tidaklah cukup hanya mengajarkan ilmu kepada anak didik kita. Tanpa terlebih dahulu menanamkan iman di dalam hati mereka. Bahkan, mempelajari Al-Qur’an tanpa dilandasi iman bisa berpotensi mengutak-ngatik penafsiran Al-Qur’an supaya sesuai dengan kepentingannya. Inilah mengapa di sekolah kami, SMART Ekselensia Indonesia Islamic Boarding School, ditanamkan iman dan akhlak terlebih dahulu sebelum anak-anak digenjot dengan berbagai ilmu pengetahuan.

Spirit ini jelas tertuang dalam visi sekolah kami, yakni menjadi sekolah model yang melahirkan generasi berkepribadian Islami, berjiwa pemimpin, mandiri, berprestasi, dan berdayaguna. Visi ini menggambarkan dua tujuan pendidikan dalam Islam, yakni mendidik siswa (santri) menjadi hamba yang ta’at (QS. Adz-Dzariyat: 56) dan mengkader mereka menjadi khalifah (QS. Al-Baqarah: 2).

Kompetensi kepribadian Islami dan mandiri level 1 kami targetkan tuntas dicapai oleh siswa kami pada kelas 1 dan 2 (kelas VII dan VIII). Kemudian, kompetensi mandiri level2 dan 3, berprestasi, berjiwa pemimpin, dan bedayaguna kami berikan untuk siswa kami pada kelas 3, 4, dan 5 (Kelas IX, X – XII). Karena, untuk jenjang SMA, sekolah kami menyelenggarakan program percepatan 2 tahun.

Visi sekolah ini diturunkan dalam kurikulum pembinaan di sekolah dan asrama. Baik melalui pembelajaran tatap muka di kelas maupun pembiasaan dan pembelajaran keseharian. Semua aktifitas pembelajaran dan pembinaan diarahkan agar mencapai visi tersebut.

Profil lulusan siswa yang dihasilkan SMART Ekselensia Indonesia bukanlah siswa yang cerdas secara akademis, namun yatim dalam aspek akhlak. Melainkan, siswa yang beriman, taat, dan berakhlak mulia, serta pada sisi lain memiliki kompetensi kemandirian, kepemimpinan, dan prestasi dibidangnya masing-masing. Inilah yang menjadi keunggulan SMART Ekselensia Indonesia. SMART Ekselensia Indonesia tidak hanya mampu mengantarkan siswanya meraih prestasi, seperti medali emas OSN, jurnalistik, dan 100% lulus PTN, namun juga melahirkan anak didik yang ta’at kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mencintai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.

Dengan demikian, pendidikan tidak pernah melahirkan sosok seperti Haman yang hanya merugikan umat. Melainkan, sosok pemuda-pemuda pembangun peradaban, seperti Sayidina Ali bin Abi Thalib, Mus’ab bin Umair, Usamah bin Zaid, Imam Asy-Syafi’i, dan Muhammad Al-Fatih.

Kami bermimpi kelak di masa mendatang para alumni siswa SMART Ekselensia Indonesia adalah orang-orang yang mengisi posisi penting dan strategis di negeri ini. Lalu, memberikan kontribusi terbaik bagi agama dan kemaslahatan umat.

1

SKS Mulai, Bersiaplah Bertarung

1

 

Oleh: Alfian, kelas 9 Angkatan 11

Mulai tahun ajaran baru (2016/2017), Angkatan 10 SMART Ekselensia Indonesia direncanakan menggunakan sistem kurikulum baru, yakni Sstem SKS (Sistem Kredit Semester). Pada tahun pertama, SMART mencoba menggunakan sistem ini untuk jenjang SMA terlebih dahulu.

SKS ini menggunakan kurikulum 2013 dan terbagi menjadi tiga bagian: 4 seri (2 tahun), 6 seri (3 tahun), dan 8 seri (4 tahun). SMART berencana akan mengambil 4 seri dan atau 6 seri. Oleh karena itu, siswa yang memiliki kelebihan pada suatu mapel, dia bisa lebih dulu lulus daripada teman-temannya. SKS ini digunakan untuk setiap mata pelajaran .

Sistem SKS tidak mengenal istilah kelas dalam penerapannya, karena lebih menekankan pada sistem IPK. Setiap mata pelajaran memiliki kriteria IPK masing-masing, jika siswa bisa mencapai IPK yang baik maka siswa tersebut dapat menentukan jumlah SKS mereka dikehendaki.

Manfaat dari sistem ini yaitu dapat mengakomodasi kapasitas siswa. Namun sistem ini ternyata memiliki kekurangan, oleh karenanya untuk mengantisipasi kekurangan tersebut SMART mengadakan beberapa persiapan antara lain pembagian tugas, Workshop SKS, pembuatan paket mata pelajaran, dan studi banding.

Untuk studi banding pihak SMART merencanakan berkunjung ke PB Soedirman, Jakarta dan Sekolah Insan Kamil, Bandung, Jawa Barat. Bukan tanpa alasan SMART menggunakan sistem ini, semua sudah dipikirkan masak-masak. Karena berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, bahwa sekolah penyelenggara CI (Cerdas Istimewa) wajib menggunakan sistem SKS. SMART akan dimodifikasi serupa kampus, maka para siswa harus bersiap dan bersaing untuk bisa lulus SMART lebih cepat. Semangat!

Smart ekselensia

Berkawan Kenangan

Smart ekselensia

 

Tlah lama kita mengukir kisah
Kisah suka maupun duka
Kisah sakit maupun perih
Kisah abadi maupun semu
Sebuah kisah
Yang terangkai dalam sebuah kerangka

Kerangka nan indah
Yang tertulis dengan tinta kasih sayang
Dan melebur menjadi sebuah kenangan

Oh kawan…
Betapa berartinya kau bagiku
Betapa indahnya hidupku bersamamu
Ku tak sanggup melepasmu
Ku tak sanggup melihat kepergianmu
Karna ku takut batinku terisak tampamu
Walau ku tahu kau pergi demi keluargamu

Oh kawan…
Ku tahu kau bukan segalanya
Ku tahu ku tidak dapat bergantung trus padamu
Aku bingung melihat semuanya
Ya semua!
Ornamen-ornamen indah
Panggung yang megah
Ya! Aku bingung
Bingung karna keperihanku
Bingung karna kesedihan

Sedih karna kita tlah berpisah
Kau dengan hidupmu sekarang
Dan aku dengan hidupku
Ku rindukan kita yang dulu
Kita yang penuh kebersamaan

Kini hanya serpihan memori menemani
Kini tak ada lagi pelipur lara dalam diri
Aku sendiri dalam keramaian
Aku merindukan kita
Kita yang dulu, kini hanya abadi dalam kenangan
*Sebuah puisi yang didekasikan untuk para alumni SMART di luar sana*
(IW x AR)

cerdas intelektual

Cerdas Intelektual dan Spiritual Dengan Media Sosial

cerdas intelektual

Oleh: Syahrizal, Kelas 11 Jurusan IPS.

Saat ini media sosial melekat di segala lini masyarakat. Bagaimana tidak, setiap harinya orang-orang di sekitar kita, dekat ataupun jauh, menggunakan media sosial sebagai sarana aktualisasi diri, silaturahmi, hingga berbisnis. Hal ini memastikan para pengguna media sosial menulis dan membaca isi dari media sosialnya masing-masing. Di Indonesia sendiri terdapat 83,7 juta pengguna aktif dari internet pada 2013. Hal tersebut menjadikan media sosial semakin “memasyarakat” dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Bahasa Indonesia dikenal sebagai bahasa pemersatu keragaman yang ada di nusantara. Saat ini bahasa Indonesia menjadi pilihan dalam penggunaan bahasa diberbagai jejaring sosial terpopuler di dunia seperti Facebook, Twitter, Instagram, dsb.  Hal ini menjadikan semakin mudahnya pengguna media sosial menggunakan bahasa Indonesia untuk bersosialisasi. Hal yang menjadi permasalahan adalah seberapa sering kah pengguna media sosial membaca dan menulis? Bagi sebagian orang menulis dan membaca isi dari media sosialnya masing-masing merupakan kebutuhan, mengakses media sosial di mana pun dan kapan pun sudah menjadi hal yang lumrah dilakukan baik di tempat umum ataupun di rumah masing- masing. Hal yang biasanya ditulis oleh pengguna media sosial adalah emosi dan perasaan terhadap lika-liku kehidupannya sehari-hari.

Semakin seringnya pengguna media sosial membaca dan menulis (terutama hal-hal yang sifatnya pribadi) pada media sosial akan menjadikan pengguna rentan menyalahgunakan fungsi dan tujuan sebuah media sosial. Pengawasan terhadap isi dan konten dari media sosial diperlukan untuk mempertahankan fungsi utama dari media sosial, yakni saling berkomunikasi dengan positif antar sesama penggunanya.

Banyak sekali pengguna media sosial yang hanya menggunakan media sosial –hanya- sebagai sarana mengobrol sesama pengguna, padahal media sosial sendiri dapat dimanfaatkan sebagai sarana berpikir kritis dan mencari jalan keluar permasalahan bangsa. Contohnya seperti tawuran antar pelajar, tawuran sendiri dapat dicegah dengan saling berinteraksi antara sesama pelajar dengan memperhatikan isi dan konten serta kesantunan berbahasa dari tulisan yang dipos. Para pelajar dapat saling berbagi pengalaman , pengetahuan dan kegiatan positif di sekolahnya masing-masing.

Sosialisasi dari berbagai pihak untuk meningkatkan budaya membaca dan menulis melalui media sosial sangat perlu untuk ditingkatkan. Kampanye kesadaran untuk menggunakan media sosial secara positif dapat  dilakukan dengan saling berbagi tulisan yang bermanfaat untuk memperkaya wawasan akan ilmu pengetahuan. Dalam menumbuhkan minat baca yang melalui media sosial, para pemegang kebijakan pemerintahan dan masyarakat dapat bekerjasama memfasilitasi seluruh rakyat Indonesia dalam mendapatkan akses yang optimal terhadap internet. Dengan ini cita-cita untuk mencerdaskan intelektual dan spiritual dapat tercapai dengan optimal dan sukses.

duta gemari baca

Asyiknya Belajar, Bermain, dan Berdiskusi

duta gemari baca

Oleh: Muhammad Ikrom Azzam.

Minggu kemarin menjadi hari yang luar biasa bagi saya. Pasalnya, kami selaku Duta Gemari Baca Makmal Pendidikan  mengadakan acara pertama kami yang bertempat di Jalan Duren,Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.

Ada banyak sekali keceriaan, keseruan, hingga hambatan yang kami hadapi. Bagaimana tidak, kami para Duta hanya dapat melakukan briefing sebanyak satu kali di H-1 sebelum acara dengan penampilan drama yang harus kami tampilkan.

“Agak sulit memang, tapi sudah lumayan dramanya bagus,” ungkap Tika, salah satu Duta Gemari Baca.

Dalam drama yang kami tampilkan, para duta memang diminta untuk berperan sebagai hewan-hewan hutan yang ada dalam naskah yang dibuat Atika berjudul “Nono dan Neni Berulang Tahun”. Bagi saya, ada rasa yang begitu luar biasa dalam pementasan drama tersebut  karena kami benar-benar harus dirias dan dibentuk sedemikian mirip dengan karakter hewan dalam naskah. Alhasil, muka kami yang keren-keren ini berubah menjadi berwarna warni mirip mirip seperti hewan yang kami perankan.

Selain pementasan drama, kami para duta gemari baca juga menginisiasi kegiatan lain seperti mengadakan permainan kekompakan dan literasi, membuat Pojok Baca Inspirasi, serta melakukan kegiatan dongeng buku kepada anak-anak yang berada di sekitar Jalan Duren. Alhamdulillah acara pertama kami terlaksana dengan baik, menyenangkan, dan sesuai dengan slogannya, “Asyik belajar, Bermain, dan Berdiskusi”.

cover

Pengalaman Perdana Bertugas Sebagai Duta Gemari Baca 2016

cover

Oleh: Vikram Makrif

Sebelumnya aku tak pernah menyangka jika terpilih menjadi salah satu Duta Gemari Baca 2016. Aku tahu kalau tugasku tidak mudah karena aku harus berjuang mensosialisasikan pentingnya membaca pada masyarakat. Beberapa waktu lalu aku dan para Duta Gemari Baca 2016 membuka Pojok Baca Inspirasi di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat. Ini kali pertama aku turun lapangan untuk melaksanakan tugasku sebagai seorang Duta.

Pukul 6 pagi kami sudah berangkat menuju lokasi, ternyata tidak terlalu jauh dari SMART, dan tepat pukul 9 pagi kami memulai acara, para Duta sedari pukul 07.00 WIB telah bersiap dan berdandan untuk menampilkan sebuah drama tentang pentingnya membaca, selesai persiapan akhirnya waktu kami tampil tiba juga.

Penampilan drama kami berlangsung dengan sangat baik, hal tersebut terlihat dari respon para penonton yang  memerhatikan dengan seksama dan tergelak karena melihat polah kami di atas panggung.  Bahkan setelah penampilan  drama selesai , ada anak yang ingin para Duta tampil lagi. “Kak, ada drama lagi tidak?” tanya salah satu peserta padaku. “Maaf ya dik sudah tak ada lagi,” jawabku dengan sedih. Walau kecewa namun mereka mengaku senang sekali dengan penampilan kami, Alhamdulillah.

Setelah penampilan drama, seluruh peserta menuju ke lapangan untuk bermain permainan literasi. Ada banyak jenis permainan yang disodorkan kepada anak-anak, mulai dari estafet tali, estafet bola, memindahkan gelas plastik menggunakan tali dan gelang karet, dan menyusun kalimat dengan mencari kata pada koran. Semua permainan dilakukan dengan tujuan agar kemampuan motorik mereka terasah dengan cara yang menyenangkan. Seluruh peserta juga para Duta mengikuti permainan dengan semangat, dan tak disangka permainan yang kami mainkan malah menambah pengetahuan literasi kami, sungguh pengalaman yang mengasyikkan.

Setelah istirahat dan makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan menggambar dan membuat origami untuk menghias Pojok Baca Inspirasi. Sebelum kegiatan menggambar dimulai, beberapa anak memintaku untuk bercerita. “Kak cerita dong!” pinta mereka.” Cerita apa?” tanyaku.”Cerita yang seram,” jawab mereka dengan semangat. “Cerita apa ya yang seram?” tanyaku sambil menggaruk kepala. “Itu saja kak, Conjuring!” teriak mereka. “Iya kak cerita Conjuring saja yang ke-2!”. Aku sempat berpikir namun akhirnya aku menjawab, ”Iya deh, kakak ceritakan ya,” jawabku lalu menegakkan punggung dan duduk bersila untuk bersiap menceritakan Conjuring 2.

“Di suatu malam terdengar suara perempuan dari dalam sebuah ruangan. Ruangan itu memiliki sebuah lukisan yang sangat besar. Yaitu lukisan seorang perempuan. Tiba-tiba sang pemilik rumah penasaran dengan suara yang berasal dari ruangan itu. Lalu ia mencoba untuk melihatnya. Namun tidak ada siapa-siapa,” jelasku kepada mereka yang sedari tadi memerhatikan dengan saksama. ”Tiba-tiba dari dalam lukisan terdengar KHAAAA,” teriakku sangat kencang. Sampai seluruh anak terkaget-kaget. ”Yaah kakak, jadi kaget kan,” keluh mereka. “Nah, bagaimana? Seram tidak ceritanya?” tanyaku pada mereka sambil tersenyum-senyum melihat mereka kaget. ”Tidak kak, cuma mengagetkan, lagipula aku lebih suka cerita di drama tadi karena lebih bermakna,” jawab salah satu peserta. Aku terdiam karena seharusnya memilih cerita yang lebih berfaedah hehe.

Setelah bercerita barulah acara menggambar dan membuat origami untuk menghias Pojok Baca Inspirasi dimulai. Kegiatan berlangsung hingga waktu Ashar tiba, maka kami segera berbenah merapikan buku dan menggantungkan gambar-gambar yang dibuat sendiri oleh mereka. Pojok Baca Inspirasi akhirnya rampung kami kerjakan, warga Pancoran Mas nampak bahagia karena sekarang ada perpustakaan di wilayah mereka, melihat senyum mereka membuatku makin yakin untuk menjadi duta yang lebih baik lagi.

Hari itu menjadi pengalaman yang sangat mengesankan bagiku dan juga para Duta Gemari Baca 2016. (VM x AR)

 

img_3687 img_3765

cover-3

Pesta Demokrasi Bernama PEMIRA: Sebuah Catatan Harian KPUR SMART (Selesai)

HARAPAN BARU YANG TERBIT KEMBALI

 

cover-3

 

23 September 2016

Hujan turun deras sekali, kami sempat khawatir jika pemilihan sore ini akan sepi, namun kami tak menyangka jika semangat para siswa SMART tak ada matinya. Semangat tersebut dapat dilihat dari selasar lantai dua SMART yang disesaki para pemilih yang akan memilih kandidat favorit mereka di PEMIRA OASE 2016. 240 siswa berpartisipasi menggunakan hak pilih mereka untuk menentukan masa depan OASE periode 2016/2017.

 

kelas

selasar

 

“Kami terus mengawasi jalannya pemilihan agar berjalan dengan baik,” ujar Rizal, Ketua Komisi Pemilihan Umum Raya (KPUR) SMART. Pemilihan sendiri dilaksanakan di lima kelas yakni Kelas Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sosiologi, Fisika, Matematika, dan dimulai pukul 16.00 WIB. Para pemilih diminta untuk menempati kelas-kelas yang disediakan sesuai dengan tingkatan kelasnya (misalnya Kelas 1 di Kelas Sosiologi, dan seterusnya),  nantinya para pemilih hanya diberikan kesempatan memilih satu kali dan pencoblosan disupervisi langsung oleh tim KPUR agar tak terjadi kecurangan.

 

selasar-2

 

Setiap kertas suara telah diberi tanda khusus dan dicetak dengan metode rahasia ala KPUR sehingga para pemilih tak dapat memanipulasi kertas suara.

 

kertas

 

“Kami juga menyebar tim diseluruh kelas agar kecurangan bisa diminimalisasi,” tambahnya. PEMIRA 2016 merupakan gelaran tahunan besar untuk memilih Presiden Organisasi Akademika SMART Ekselensia (OASE), di mana nantinya presiden terpilih akan menjalankan berbagai program yang telah digaungkan sebelumnya. Pencoblosan PEMIRA 2016 berjalan dengan tertib, para peserta nampak sangat antusias memilih pasangan yang mereka jagokan untuk menduduki kursi panas OASE 2016.

 

coblos

 

Ada tiga partai yang dijagokan dalam PEMIRA OASE 2016 antara lain:

1. Partai Ainurrofiq dengan pasangan calon Rofiq dan Usamah.

pemira-1

 

2. Partai Quratta’ayun dengan pasangan calon Angga dan Aji.

pemira-2a

 

3. Partai Izzatul Islam dengan pasangan calon Hafizh dan Syarif.

pemira-3a

 

“Diharapkan seluruh siswa memilih yang terbaik untuk membangun OASE selanjutnya, seperti jargon ketiga pasangan yakni “kami maju bukan untuk menang tapi untuk membangun OASE yang lebih baik di masa yang akan datang,” tutup Rizal.

 

coblos-2

 

Setelah pencoblosan, tim KPUR langsung menuju kelas Sosiologi untuk menghitung jumlah suara yang masuk. 50 orang siswa memadati kelas dengan wajah sumringah, para guru pun tak ingin ketinggalan menyaksikan momen penting tersebut. Perhitungan dimulai dan suara riuh mulai terdengar, suara para penghitung sura membahana senatero kelas, sorak sorai menghiasi perhitungan suara yang berjalan mulus tanpa hambatan. Masing-masing partai mendapatkan jumlah suara yang cukup banyak, pertarungan sengit dimulai ketika partai yang satu mendapatkan suara terbanyak dibandingkan partai yang lain. Proses perhitungan suara terus bergulir hingga pukul 16.50 WIB, namun masih saja terkendala berbagai hal padahal masih banyak surat suara yang belum dihitung. Alhamdulillah hal tersebut dapat diatasi dengan cepat.

 

hitung-suara

 

Pertarungan sengit akhirnya berakhir dengan diumumkannya pasangan terpilih yang akan menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden OASE periode 2016/2017 yakni Muhammad Rofiq Sidiq dan Usamah Ahmad Ismail dari Partai Ainurrofiq.

 

cover-3

 

Kami ucapkan selamat pada pasangan terpilih dan selamat menjalankan amanah baru, semoga sukses! (AR)

 

pemira-4

Pesta Demokrasi Bernama PEMIRA: Sebuah Catatan Harian KPUR SMART (Bagian 3)

Berkenalan Dengan CapRes OASE 2016/2017 dan Debat PEMIRA 2016

 

22 September 2016

Lapangan apel terlihat lengang karena masa kampanye PEMIRA telah berakhir. Ah kami baru ingat kalau belum memperkenalkan kalian pada kandidat dari tiga partai yang bersaing dalam PEMIRA OASE 2016, yuk kita berkenalan.

 

1. Partai Ainnurofiq.

pemira-1

Partai dengan nomor urut pertama ini digawangi oleh Muhammad Rofiq Sidiq dengan Usamah sebagai wakilnya. Pemuda yang lahir di Sragen 16 tahun lalu ini merupakan Wakil Presiden OASE periode sebelumnya dan ia telah berpengalaman diberbagai kegiatan OASE, tak heran jika banyak yang mendorongnya untuk mengikuti bursa pencalonan Presiden OASE selanjutnya. Rofiq, sapaan akrabnya, memiliki visi untuk menjadikan OASE sebagai organisasi model yang berdaya guna dan dikenal secara luas. Misinya sendiri menjadikan OASE sebagai wadah bagi para siswa dan merangkul siswa untuk membangun OASE dan SMART agar makin maju.

Doakan Rofiq agar mendapatkan yang terbaik ya

 

2. Partai Izzatul Islam

pemira-2

Namanya Ahmad Roni Erlangga, namun Panggil saja ia Roni. Lahir di Kutai Kertanegara 15 tahun silam, sejak lama ia ingin mengubah wajah OASE agar siswa SMART tak ragu untuk menyalurkan aspirasi mereka. “Visi kami ingin menjadikan OASE sebagai organisasi yang berfokus pada pengembangan potensi siswa,” ujarnya penuh keyakinan ketika kami temui disela-sela kampanye. Ia dan Aji, calon WaPres OASE, berkomitmen untuk menjadikan OASE organisasi yang kuat, kuat di dalam maupun kuat di luar SMART.

Semoga keyakinan Roni akan membawanya pada kursi panas OASE.

 

3. Partai Quratta’yun

pemira-3

Muhammad Hafizh Musyaffu merupakan calon presiden yang digadang Partai Quratta’yun dengan Syarif sebagai calon wakil presidennya. Partai ini optimis akan mendulang banyak suara dari warga SMART karena visi yang mereka usung dianggap mewakili OASE periode selanjutnya yakni mengharumkan nama baik SMART melalui OASE dan program-programnya, jika ditanya visi sudah jelas mereka akan menjelaskannya dengan gamblang karena visi mereka antara lain membuat program  master piece yang mampu mengubah OASE menjadi organisasi terdepan. Hafiz dan Syarif dikenal sebagai kandidat yang aktif berorganisasi, keduanya diprediksikan akan terus melaju menuju OASE 1.

Mari doakan keduanya agar sukses menuju OASE 1.

 

pemira-4

Nah sore ini ketiga pasangan  mengikuti Debat PEMIRA 2016 yang diselenggarakan di Aula Al-Insan. Pada acara debat kali ini ketiga pasangan akan mempresentasikan keunggulan partai masing-masing dihadapan 50 siswa SMART dan guru pendamping.

pemira-5

pemira-6

Debat dimulai pukul 16.00 WIB. Sebelum memulai debat ketiga pasangan calon diberi kesempatan menyampaikan visi dan misi selama 15 menit, oleh panelis semua pemaparan akan diverifikasi ulang kesesuaiannya dengan kondisi SMART dan OASE saat ini. Oh iya ketiga partai memiliki hak bertanya, menyanggah, dan menambahkan yang perlu ditambahkan, sayang waktu yang sempit membuat partai-partai ini terlihat kesulitan namun mereka gigih mempertahankan idealisme masing-masing.

pemira-7

Debat berlangsung cukup alot, walau alot namun debat tetap berlangsung tertib. Para kandidat dan peserta yang hadir mengikuti jalannya debat dengan damai. Namun begitu, kami Komisi Pemilihan Umum Raya (KPUR) tak mau kecolongan. Alhamdulillah Debat PEMIRA 2016 selesai dengan baik, dan kami siap menghadapi PEMIRA OASE 2016 esok hari! (AR)

 

hari-kedua

Pesta Demokrasi Bernama PEMIRA: Sebuah Catatan Harian KPUR SMART (Bagian 2)

20 September 2016

hari-kedua

PEMIRA hari kedua akhirnya datang juga, kami dari Komisi Pemilihan Umum Raya (KPUR) merasa senang dengan progres yang dicapai tiga partai yang mengikuti PEMIRA tahun ini.

Pagi itu para kandidat  telah bersiap diri di tempatnya masing-masing, namun mereka tidak sendirian, kali ini mereka ditemani para Juru Kampanye (JurKam). JurKam yang diusung tiga partai ini merupakan guru terpilih yang akan membantu mereka mendapatkan hati warga SMART.

hari-kedua-2

Satu per satu perwakilan partai maju untuk menjabarkan kembali visi, misi, dan program kerja mereka. Setelah dirasa cukup akhirnya tiba giliran para JurKam unjuk gigi, Jurkam tiap partai antara lain:

  • Partai Ainurrofiq dengan JurKam pak Ahmad Sucipto
  • Partai Quratta Ayun dengan JurKam pak Mulyadi
  • Partai Izzatul Islam dengan JurKam pak Yasfi

Para JurKam membeberkan fakta-fakta tentang calon yang mereka bela, fakta-fakta tersebut meliputi sikap kandidat, pengalaman kandidat, prestasi, dan ketaatan kandidat pada peraturan yang berlaku di SMART. Dengan iring-iringan Trashic,akustik, dan marawis, penampilan para JurKam semakin menggelora.

hari-kedua-3

“Sebuah kebangkitan berawal dari kepemimpinan,” ujar pak Ahmad Sucipto JurKam Partai Ainurrofiq penuh semangat. Ia menambahkan jika dalam shalat setiap muslim pasti mengakhirinya dengan Tahiyatul Akhir dan menunjuk dengan jari telunjuk kanan, maka setiap akhir shalat kita hanya mengeluarkan satu jari yakni telunjuk kanan, oleh karenanya kalau mau memilih pilihan nomor satu pastilah yang terbaik. Kalimat pamungkas pak Cipto disambut dengan tepukan tangan meriah.

Tak mau kalah dengan Partai Ainurrofiq, Partai Quratta Ayun yang diwakili pak Mulyadi mengajak seluruh warga SMART untuk memilih partai nomor dua tersebut. Alasannya karena kedua calon merupakan siswa berprestasi di bidang akademik dan juga non akademik, keduanya diproklamirkan mampu membawa OASE dan SMART ke arah yang lebih baik lagi.  Tak ayal ucapan pak Mul disambut gemuruh “VIKTORIA” dari para simpatisan Partai Quratta Ayun.

hari-kedua-empat

Jika dua Jurkam partai sebelumnya memilih untuk memulai orasi dengan penuh semangat, maka berbeda dengan pak Yasfi dari Partai Izzatul Islam. Ia memulai dengan pembuka penuh canda, “Coba lihat capres kita, Hafiz, apakah ia punya tampang? Ganteng? Gagah? Keren?” tanya pak Yasfi kepada para siswa SMART di lapangan apel. “Tidaaak,” ucap semuanya bersamaan. “Makanya ketika memilih jangan karena melihat kegantengan, ketampanan, kegagahan atau kerennya, tapi kalian memilih yang bisa membawa OASE menjadi lebih baik. Maka pilihlah Hafizh dan Syarief!” terang pak Yasfi yang disambut tawa dan anggukan setuju para siswa.

Walaupun para JurKam menjagokan kandidatnya masing-masing, namun tak satupun terlihat saling serang dengan menjelek-jelekkan kandidat yang lain. Sebuah contoh baik untuk kami agar bisa berkompetisi sehat.

PEMIRA hari kedua ditutup dengan penampilan TRASHIC yang menghentak penuh semangat.

hari-kedua-5

 

21 September 2016

1

Setelah melewati PEMIRA hari kedua yang menyenangkan, pagi ini kembali digelar PEMIRA hari ketiga. Agenda hari ini dipenuhi dengan penampilan para kandidat beserta pendukung mereka lho. Ada enam kandidat dari tiga partai yang akan mencoba merebut kembali hati para siswa SMART beserta jajaran guru melalui unjuk bakat. Oh iya sekadar  informasi untuk kalian, kegiatan kampanye ini kami laksanakan di waktu apel pagi, jadi tidak ada pelajaran terganggu atau kami lewati.

2

Oke kembali ke kegiatan PEMIRA hari ini ya. Sebelum para kandidat tampil beberapa calon Presiden OASE saling timpal kata. “Yah, kalau boleh jujur, semalam saya tidur, lalu gak jadi latihan buat tampil pagi ini deh. Sudah, partai yang lain saja, silakan partai berikutnya!” ujar Hafizh, kandidat dari Partai Izzatul Islam. Setelah itu, kami menunjuk dan mempersilakan Partai Ainurrofiq untuk menampilkan performance terbaik mereka, namun kami malah mendapat jawaban serupa. Giliran selanjutnya jatuh pada partai terakhir, Partai Quratta Ayun, tanpa basa basi capres dari partai ini mengambil microphone sambil berkata “Ah, bagaimana sih kalian? Masa tak ada satupun yang bisa tampil? Tapi sebenarnya saya juga belum siap. Kalau begitu bagaimana kalau kita performance bersama-sama saja?!” tanya capres dari Partai Quratta Ayun tersebut.

3

Dengan tedeng aling-aling para kandidat pergi begitu saja. Sejurus kemudian tanpa kami sangka-sangka mereka sudah ada di ruang kelas dan membuka semua jendela yang mengarah ke lapangan apel dengan memutar lagu-lagu berirama cepat. Kami sempat kaget, namun menikmati penampilan semua kandidat yang penuh semangat. Ah sungguh pun kami senang melihat spontanitas yang mereka lakukan, kami jadi tidak sabar menanti hari pemilihan tiba. (AR & NA)

4

14333600_10205157982589721_8088464002385272785_n

Pesta Demokrasi Bernama PEMIRA: Sebuah Catatan Harian KPUR SMART

14333600_10205157982589721_8088464002385272785_n

18 September 2016

Setelah beberapa bulan mengonsep, berdiskusi serta bertukar pikiran, akhirnya hari yang kami tunggu datang juga. Kami, Komisi Pemilihan Umum Raya (KPUR) SMART Ekselensia Indonesia, dengan bangga mempersembahkan PEMIRA (Pemilihan Umum Raya) 2016.

PEMIRA merupakan ajang paling bergengsi, ajang unjuk gigi paling greget, dan ajang yang paling ditunggu di SMART. PEMIRA diadakan setahun sekali untuk memilih Presiden Organisasi Akademika SMART Ekselensia (OASE) yang akan berkontribusi nyata untuk kemajuan OASE di periode yang telah ditentukan.

Kami tak pernah menyangka jika para siswa SMART sangat antusias menyambut PEMIRA 2016 ini. Setelah pendaftaran PEMIRA 2016 dibuka, yang mendaftar membludak, banyak siswa mencalonkan diri untuk menjadi Ketua OASE periode 2016/2017. Mereka menggadang partai masing-masing dan semua memiliki visi serta misi yang mumpuni, namun kami hanya memilih tiga partai dengan visi dan misi yang sesuai dengan value OASE dan SMART. Kira-kira siapa yang kami pilih?

Ini dia tiga partai yang terpilih:

  • Partai Ainurrofiq dengan pasangan calon Rofiq dan Usamah
  • Partai Quratta Ayun dengan pasangan calon Erlangga dan Aji
  • Partai Izzatul Islam dengan pasangan calon Hafizh dan Syarif

 

19 September 2016

Pagi ini cuaca sangat bersahabat, udaranya segar, dan rasa optimis kami membumbung ke angkasa. Kami yakin, sangat yakin jika tiga partai pilihan kami akan menjadi wajah baru yang akan membawa OASE ke jenjang yang lebih baik. Kok bisa? Jelas bisa, karena mereka memiliki visi, misi, dan program kerja yang mumpuni.  Namun tetap saja keputusan akhir kami serahkan kembali  pada masyarakat, dalam hal ini para siswa kelas 7 sampai kelas 12, mereka lah yang memiliki kekuatan penuh untuk menentukan masa depan OASE selanjutnya.

PEMIRA hari pertama mulai bergulir Senin (19/09) kemarin. Ketiga partai tampil maksimal memaparkan visi, misi, dan logo yang menjadi ciri khas mereka.  Para siswa lain dengan wajah penuh keingintahuan memandang calon-calon pemimpin baru mereka dengan tatapan takjub, para guru pun tak ketinggalan berpartisipasi mendukung para siswanya beraksi. Gegap gempita suasana di lapangan kala itu.

Selama empat hari (19-22/09), partai terpilih akan berkampanye dihadapan ratusan siswa di Lapangan Apel SMART  guna memaparkan berbagai program kerja yang mereka tawarkan jika terpilih. “Kami berharap ketiga partai ini bisa bersaing sehat,” ujar Rizal, Ketua Kongres. “Bersaing sah sah saja, namun bukan untuk kemenangan pribadi melainkan kemenangan OASE,” tambahnya.

Yang menarik pada kesempatan kemarin para kandidat berpakaian perlente dan bersikap bak pejabat, kemunculan mereka disambut iringan perkusi Tim TRASHIC SMART (Trash Music). Hal tersebut sontak membuat  siapapun yang melihat terpingkal dibuatnya .

Setelah melewati sesi demi sesi di hari pertama, semua kandidat mendapatkan tepuk tangan paling meriah, dan mereka dipersilakan untuk menyiapkan bahan kampanye untuk hari selanjutnya. Semoga tema “Semangat Baru, Pemimpin Muda” yang kami usung akan melahirkan calon-calon pemimpin masa depan yang memiliki visi dan misi  serta daya saing global yang tinggi. (AR x SR)

 

pemira-2 pemira-3 pemira-4