Adaptasi Secepat Bunglon

cover

Oleh: Cecep Muhammad Saepul Islam, Alumni Angkatan 8, berkuliah di Fakultas Hukum UNPAD

Bunglon? Siapa yang tidak mengenal bunglon? Hampir setengah dari spesies bunglon di dunia  hidup di pulau Madagaskar, dan sisanya -sebanyak 59 spesies- berada di luar Madagaskar. Seluruhnya ada sekitar 160 spesies bunglon yang hidup di dunia. Mereka berkisar dari Afrika ke Eropa Selatan dan diseluruh Asia Selatan ke Sri Lanka. Mereka juga telah diperkenalkan ke Amerika Serikat di tempat-tempat seperti Hawaii, California, dan Florida. Tapi bukan jumlah spesies dan tempat-tempat bunglon berada yang saya akan bahas pada kesempatan langka ini, yang saya akan bahas pada kesempatan ini adalah kehidupan baru saya yang harus sehebat bunglon.

Sudah banyak yang tahu kehebatan dari seekor bunglon yakni soal berubah warna, bunglon juga memiliki jiwa adaptasi yang sangat cepat. Bayangkan, hanya dalam 20 detik saja bunglon bisa menyesuaikan warna tubuhnya dengan lingkungan sekitar, sangat cepat sekali, hal itulah yang mungkin harus saya lakukan ketika pertama kali menginjakkan kaki di tanah Bandung lebih tepatnya di Universitas Padjadjaran. Ya, saya harus beradaptasi dengan cepat.

Saya memulai hidup baru di Universitas Padjadjaran atau biasa di sebut UNPAD, setelah melewati masa “karantina” di SMART Ekselensia Indonesia. Yap! Kini saya bukan lagi seorang siswa SMART Ekselensia Indonesia yang selalu dimanja manjakan, kini saya adalah seorang mahasiswa hukum di Universitas Padjadjaran yang hidupnya penuh dengan kerumitan. Namun, Suatu kebanggan tersendiri bisa menjadi alumni SMART dan menjadi bagian dari Keluarga FH UNPAD.

Banyak sekali perbedaan-perbedaan yang saya rasakan ketika pertama berada di Universitas Padjadjaran, yang pastinya sangat berbeda dengan SMART Ekselensia Indonesia. Tidak ada lagi makan gratis, ustadz dan ustadzah yang selalu bawel dalam hal kebaikan dan juga tidak ada lagi absensi solat berjamaah di masjid. Kini benar benar berbeda, banyak yang saya dapatkan di SMART tidak saya dapatkan di UNPAD. Kini saya harus masak sendiri ataupun beli makanan sendiri, ketemu para dosen yang mungkin menjadi “pembunuh” secara perlahan dengan sikap acuhnya, tak ada lagi absensi untuk shalat berjamaah di masjid secara berjamaah. Kini segalanya serba sendiri, tak ada yang mengatur kita. Semua yang kita lakukan, kita yang menerima dan kita yang mempertanggungjawabkannya. Orang-orang disekitar kita memiliki kesibukannya sendiri-sendiri, tak ada waktu untuk mengingatkan ataupun mengurusi temannya.

Proses adaptasi sangat diperlukan ketika saya mulai kuliah di UNPAD . Tak adalagi bel masuk, guru yang mengingatkan dan sebagainya. Saya harus benar-benar mandiri dan tepat waktu. Itu sebabnya saya memberikan judul adaptasi secepat bunglon. Saya ingin bercerita tentang cepatnya saya dalam beradaptasi dengan lingkungan baru, saya ingin menjadikan diri saya seorang yang mandiri tanpa harus selalu diingatkan. Hal yang saya dapatkan dari pertama kali kuliah adalah ketika kita lambat dalam adaptasi maka kita akan kesusahan untuk selanjutnya. Lupakan manja-manja yang dulu diberikan oleh sekolah semasa smp dan sma, sekarang saatnya untuk  menjadi diri sendiri dengan tujuan sendiri tanpa harus meminta minta pada orang lain. Kita adalah kita, tidak menggantungkan diri pada orang lain. Kini semua punya kesibukan sendiri-sendiri dan pastinya  tak ada waktu untuk mengurusi kita yang kesusahan.

Ada sedikit cerita, selama 2 minggu ini saya termasuk orang yang dikenal di angkatan saya. Hampir ¾ dari total 453 mahasiswa Fakultas Hukum mengenal saya, walaupun saya belum mengenal teman-teman saya sebanyak itu. Mencoba berbaur, itulah cara saya untuk dapat memiliki banyak teman. Saya belajar dari seekor bunglon, memposisikan diri dengan lingkungan. Hingga pada akhirnya kita diterima di lingkungan itu. Rasa nyaman karena memiliki banyak teman membuat saya mudah dalama adaptasi di Universitas Padjadjaran ini. Semua kemanja-manjaan saya selama di SMART mulai saya hilangkan. Kini saya bukan lagi seorang siswa, melainkan seorang mahasiswa hukum Universitas Padjadjaran. Dengan banyak teman saya rasa kesusahan yang saya alami selama di UNPAD ini akan terlewati dengan gampang, tanpa harus kesusahan.

Justru yang niatnya hanya memudahkan dalam menyesuaikan diri di lingkungan baru. Justru kini lebih dari itu, kini saya bukan  hanya dikenal oleh teman-teman baru saya di UNPAD, saya juga menjadi orang  yang dicalonkan oleh teman teman saya untuk menjadi Ketua Angkatan Fakultas Hukum 2016. Suatu kebanggaan yang saya rasakan dengan hal itu. Menjadi ketua angkatan FH UNPAD, itu sama saja saya menjadi dua kalinya Presiden OASE SMART Ekselensia. Presiden OASE hanya mengurusi sekitar 200 orang siswa, sedangkan jika saya menjadi ketua angkatan maka saya akan mengurusi 453 orang mahasiswa. Itu artinya saya mengurusi 2 kalinya presiden OASE. Saya rasa ini merupakan nilai positif dan bonus dari adaptasi yang cepat, namun saya merasa belum pantas untuk mengurusi mahasiswa sebanyak itu, belum ada keberanian dalam diri saya.

Walaupun tidak menjadi ketua angkatan, ada jabatan lain yang menghampiri saya. Hal yang saya rasa sama tanggung jawabnya dengan ketua angkatan, yaitu ketua kelas. Saya menjadi ketua kelas di mata kuliah Sosiohumaniora, mengurusi sekitar 90 orang. Sama saja saya mengurusi 2 angkatan di SMART Ekselensia Indonesia. Amanat yang saya coba jalankan dengan sebaik mungkin, mencoba untuk dikenal lebih jauh oleh teman-teman dan juga dikenal oleh para dosen.

Hewan Bunglonlah yang menjadi inspirasi saya dalam beradaptasi di kampus ini, semuanya harus cepat dan tepat. Itulah yang saya dapatkan dari seekor bunglon. Menjadikan diri sebagai bagian dalam lingkungan tersebut. Membuat orang-orang kenal dan menghargai kita, menjadi teman yang mengasyikkan untuk teman-teman kita dan menjadi orang yang mengatur lingkungan.

Hal terakhir dari tulisan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada bunglon yang sudah menjadi sumber inspirasi saya. Kehebatannya beradaptasi menjadikan saya berani bertarung di lingkungan baru saya, terima kasih juga untuk guru-guru yang menakut-nakuti tentang kuliah dan ternyata itu benar adanya. Terima kasih untuk keluarga yang selalu mendukung dan mendoakan saya selamanya. Selain itu, terima kasih untuk SMART yang saya sadari penuh dengan kebaikan, kini tak ada lagi makan 3 kali sehari secara gratis, tak ada lagi guru-guru yang selalu mengasyikkan dan juga penuh kepedulian, serta tak ada lagi absensi shalat berjamaah. Terima kasih atas segalanya. SMART menjadi bagian dalam sejarah hidup saya, doakan saya untuk selalu sukses di UNPAD ini. Memberikan kebanggan untuk SMART Ekselensia Indonesia nantinya.

 

smartekselensia

Mengasah Kemampuan Berdebat di Workshop Debat Forum

smart-ekselensia-3

Lantunan ayat suci Al-Quran terdengar jelas dari corong masjid sekolah kami, sungguh damai dan membuai.  Seperti biasa, selepas Maghrib dan Isya aktivitas kami diisi dengan SMART Bertadarus dan juga kajian. Namun malam kemarin (17/09) ada yang berbeda, selepas Isya atau lebih tepatnya pukul 20.00 WIB kami telah duduk manis di Aula Masjid  Al-Insan untuk mengikuti “Workshop Debat Forum”.

“Workshop Debat Forum” merupakan kegiatan yang akan mengasah kemampuan kami untuk berdebat, juga salah satu cara sekolah mewadahi berbagai ide, gagasan, dan argumen kami agar sesuai pada tempatnya.   Kak Panji Laksono, Alumni SMART Angkatan 5 yang juga mantan Ketua OASE dan saat ini menjabat sebagai Ketua BEM FMIPA IPB, didapuk menjadi pemateri workshop malam itu.

Kegiatan yang diikuti oleh kelas 9, 10, dan 11 ini berlangsung dengan semarak. Kami diajari banyak seputar  debat forum mulai dari definisi, macam-macam debat yang dipakai oleh dunia internasional, dan tata cara melakukan debat forum. Ada beberapa sesi yang harus kami ikuti hingga pukul 22.00 WIB, namun agenda workshop yang padat tak membuat kami mengantuk, yang ada semakin malam semakin semangat.

Menurut kak Panji, debat yang biasa kami pakai termasuk ke dalam jenis debat Australia, di mana terdapat dua kubu yakni pro dan kontra dan setiap kelompok terdiri atas tiga orang. Kak Panji sendiri telah banyak makan asam garam di jagat debat antar kampus tingkat nasional, tak mengherankan jika ia terlihat sangat menguasai materi seputar debat forum.

Selama workshop berlangsung banyak teman kami yang bertanya seputar debat forum pada kak Panji, tapi ia tak ingin jika kami hanya bertanya tanpa aksi, maka saat itu juga ia memutuskan untuk membuat simulasi debat forum . Ia memilih enam peserta dan membaginya menjadi dua kelompok (Pro dan Kontra), tiap kelompok berisikan tiga orang. Kelompok Tim Pro terdiri dari Hizba, Rofiq, dan Rizky; kelompok Tim Kontra terdiri dari Lazuda, Restu, dan Hasyim. Dengan mosi debat “Bentuk Bumi Datar” debat malam itu menjadi debat paling greget yang pernah kami ikuti, Devon sang moderator pun sampai kewalahan, pokoknya menegangkan dan seru sekali.

Setelah perdebatan yang alot selesai, kak Panji mengumumkan The Best Speaker  jatuh pada Tim Pro. Tim Pro terlihat senang sekali karena keluar menjadi The Best Speaker malam itu. Sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan Tim Pro, kak Panji memberikan sebuah hadiah. Apa sih hadiahnya?  Hadiahnya berupa uang senilai 10 Dolar Singapura. Sebelum memberikan hadiahnya, kak Panji memberikan tantangan pada tim yang menang:  Para pemenang harus  bisa mengembalikan uang tersebut ke negaranya. Tim pemenang sempat kaget, namun mereka setuju melakukannya. Mungkin terlihat sadis, tapi kami yakin ia melakukan itu semata-mata agar para adik kelasnya memiliki motivasi untuk terus maju dan mau keluar dari zona nyaman untuk menjelajah dunia yang luas ini.

Sesi demi sesi telah kami lalui, banyak ilmu serta pengalaman baru kami dapatkan. Yang jelas setelah workshop ini selesai, setiap minggunya akan ada debat forum dengan grup yang sudah dijadwalkan, nanti setelah semua grup selesai tampil akan dipilih grup dengan nilai tertinggi untuk mengikuti Debate Contest di akhir semester 2. Waaah kami sudah tidak sabar.

Semoga kami bisa menampilkan yang terbaik! Doakan kami ya. (AR)

 

smart-ekselensia-6 smart-ekselensia-5 smart-ekselensia-4 smart-ekselensia-2 smart-ekselensia-1 smartekselensia

Di Mana Ada Kemauan Di Situ Ada Jalan

Oleh: Nurkholis.

Alumni SMART Ekselensia Indonesia Angkatan 4

 

Awal cerita saya bisa bersekolah dan merasakan manisnya beasiswa di SMART Ekselensia Indonesia berawal dari informasi dan tawaran dari seorang guru agama Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kamalaputi, Nusa Tenggara Timur (NTT). Setelah melalui proses seleksi regional NTT, akhirnya saya berhasil menjadi perwakilan penerima beasiswa bersekolah gratis SMP dan SMA di SMART Ekselensia Indonesia selama 5 tahun (akselerasi). Sekolah ini merupakan sekolah bagi mereka yang kurang mampu namun memiliki kecerdasan yang mumpuni. Saya sendiri berasal dari keluarga yang kurang mampu, ayah berwiraswasta dengan menjajakan kue dan ibu hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa yang membantu suaminya. Keluarga kami memang kurang mampu namun kami memiliki kemampuan bertahan yang sangat tinggi. Pekerja keras. Hal ini yang selalu coba saya tanamkan dalam diri untuk menjadi “orang” nantinya.

Awal mula berada di SMART Ekselensia Indonesia saya sempat mengalami hal yang sulit, maklum anak rantau. Saya menyebutnya sindrom kangen rumah. Kurang lebih selama 2 tahun saya (masih) mengalami gejala-gejala ingin pulang, sehingga masa-masa SMP tidak banyak yang bisa saya lakukan. Kurun waktu dua tahun saya pergunakan untuk beradaptasi. Yap, saya termasuk tipe orang yang butuh waktu untuk beradaptasi lebih. Singkat cerita, saya mulai terbiasa dengan dunia akademis di tahun berikutnya, cara pandang mulai visioner. Mulai tahu harus jadi apa saya di masa yang akan datang. 3 tahun berikutnya, saya mulai merintis nilai rapor saya untuk mendapatkan angka 8 di 6 mata pelajaran dasar (yang diujikan dalam UN). Dan selama 3 tahun menjalani masa SMA, saya cukup berkembang dalam hal akademis serta keorganisasian.

Tiba saatnya ketika akhir masa SMA untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Saya ingin bercerita sedikit mengenai proses masuk perguruan tinggi negeri. Ketika itu, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti “SNMPTN undangan” di mana proses seleksi hanya dilihat dari berkas-berkas yang ada tanpa dilakukan ujian tulis. Saya bukanlah orang jenius atau pun orang paling pintar di angkatan saya. Akan tetapi, berkat kerja keras ketika masa SMA, di 6 mata pelajaran dasar (yang diujikan dalam UN) saya menduduki peringkat pertama dengan grafik progresivitas yang meningkat. Walaupun jika di total semua pelajaran saya tidak akan mendapat posisi pertama. Dengan kondisi tersebut, saya mencoba memilih jurusan dan universitas yang menurut saya terbaik saat itu. Saya bertekad memilih jurusan pendidikan dokter di Universitas Indonesia. Pertimbangan saat itu adalah saya suka biologi sehingga menurut saya jurusan terbaik bidang itu adalah kedokteran, saya menduduki posisi pertama yang dapat dibilang saya murid rekomendasi sekolah, dan juga jikalau hasilnya pun tidak lolos saya masih ada kesempatan di ujian tulis nanti. Dengan membaca Bismillah, saya memilih pilihan pertama Fakultas Kedokteran UI dan pilihan kedua jurusan non-kedokteran di Universitas Airlangga.

Alhamdulillah, saya berhasil masuk sebagai siswa kedua dari sekolah yang masuk kedokteran UI setelah sebelumnya senior saya juga masuk melalui jalur yang sama. Saat itu, saya langsung sujud syukur kepada Allah atas apa yang telah diberikan. Saya percaya itu memang takdir yang dibuat oleh-Nya, bukan takdir yang sekadar dibuat-buat melainkan takdir yang sebenarya dibuat & patut disyukuri dengan kesungguhan dalam mengembannya. Dengan perasaan yang senang bercampur haru saya kabari keluarga di NTT dan betapa bahagianya mereka, sempat tidak percaya, dan akhirnya mereka menerimanya dengan tangisan bahagia. Sungguh perkataan “berikan ikhtiar terbaikmu dan serahkan segala hasilnya kepada Allah” sangat patut dilakukan disetiap kegiatan kita. Karena Allah lah yang paling tahu kebutuhan terbaik hambanya. Terimakasih Allah SWT. Terimakasih SMART Ekselensia Indonesia.

Idul Adha 1437 H di SMART Ekselensia Indonesia

اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ، لا إِلهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ

“Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahil hamd”

 

foto-1

 

Hujan mengguyur sedari Minggu (11/09) malam. Di masjid sekolah kami takbir mulai berkumandang, saling sahut dengan Masjid Al-Madina disebrang jalan, riuh rendah suaranya, dan entah kenapa terasa menenangkan.

Lalu kami tersadar kalau tahun ini kami kembali merayakan Hari Raya Idul Adha di SMART, namun hal tersebut tak membuat kami sedih karena kami merupakan keluarga besar yang selalu ada untuk satu sama lain. Nah, agar Idul Adha tahun ini lebih berkesan kami bersatu padu mempersiapkan berbagai hal supaya perayaan dan pelaksanaan Shalat Ied esok berjalan dengan baik.

“Yang paling saya suka di SMART itu kekeluargaan dan gotong royongnya, bahagia rasanya bersama-sama menyiapkan banyak hal untuk shalat esok hari,” ujar Ibnu, Kelas XII IPA.

Bukan hanya Ibnu Sob, semua siswa SMART pasti merasakan hal yang sama, merasakan ikatan yang kuat walau kami berasal dari daerah dan keluarga yang berbeda. Ah sudah larut, saatnya tidur, esok akan menjadi hari yang indah untuk kami.

 

foto-2

 

Senin (12/09) – Hari Raya Idul Adha 1437 Hijriah yang kami nanti akhirnya tiba. Walau semalam hujan ternyata pagi ini cuaca begitu cerah, udara begitu segar, kami sudah rapi jali; wangi dan siap melaksanakan Shalat Ied. Oh iya kamu sudah tahu belum sejarah Idul Adha? Hmmm kalau belum akan kami ceritakan sedikit ya.

Semua dimulai dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Nabi Ibrahim menanti lama untuk mendapatkan momongan, ia membutuhkan waktu 96 tahun hingga akhirnya diberi keturunan. Selama kurun waktu tersebut ia tak berputus asa dan terus berikhtiar hingga akhirnya lahirlah Ismail.

Setelah Ismail besar, Allah SWT memerintahkan Ibrahim untuk menyembelih Ismail.  Ibrahim jelas kaget, namun sebagai hamba yang taat maka ia mengikuti perintah Allah SWT. Lalu ia meminta pendapat Ismail: “Anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu”. Ismail pun menjawab: “Wahai ayahku, lakukan apa yang diperintahkan kepadamu, Insha Allah engkau akan menemuiku termasuk orang-orang yang sabar”.

Mendengar perkataan Ismail, hati Ibrahim terenyuh. Dengan keikhlasan, ketaqwaan, dan keimanan, Ibrahim akhirnya menyembelih Ismail. Tetapi saat pisau telah bersarang di leher Ismail, pisau tersebut malah tak mampu melaksanakan tugasnya, lalu Allah berfirman: “Wahai Ibrahim. Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpimu itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar ujian yang nyata” (Ash Shoffat: 104-106).

Kemudian Allah berfirman dalam Surat Ash Shoffat: 107
“Dan Kami tebus (ganti) anak itu dengan seekor sembelihan yang besar”. Malaikat Jibril pun datang dengan membawa seekor domba yang besar

 

Itulah sepenggal sejarah dibalik Hari Raya Idul Adha Sob, semoga kisah di atas makin memperkuat ketaatan kita pada Allah ya.

Oke kembali lagi ke perayaan Hari Raya Idul Adha di SMART ya. Shalat Ied di SMART dimulai pukul 06.30 WIB, suasana begitu khidmat dan tak satu pun dari kami yang berbicara, semua fokus untuk beribadah sebaik-baiknya. Sekitar pukul 07.30 WIB Shalat Ied selesai dilaksanakan dan kami segera berhamburan ke asrama untuk berbenah, berganti pakaian, lalu segera meluncur ke lapangan untuk melihat prosesi pemotongan hewan kurban.

 

foton-3

 

Di lapangan teman-teman kami sudah berkumpul. Ada yang sedang memberi makan hewan kurban, ada yang –berusaha- membantu panitia, ada yang bermain dengan adik kelas, ada juga yang membaca buku. Iya kamu tak salah baca, siswa SMART memang gemar sekali membaca buku di mana pun Sob.

 

Photo Courtesy Dompet Dhuafa

Photo Courtesy Dompet Dhuafa

 

Nah agar tak terjadi kesemrawutan karena banyaknya siswa SMART di lapangan, maka Panitia Kurban mengumpulkan kami dan membagi kami ke dalam beberapa kelompok. Ada yang terpilih membantu panitia ketika penyembelihan, ada yang bertugas membantu menguliti hewan kurban, dan ada yang betugas membantu membungkus; menimbang serta mendistribusikan hewan kurban pada warga. Semua tugas kami kerjakan dengan baik, kami senang sekali, lagi-lagi pengalaman baru kembali kami dapatkan. Oh dan kami juga mendapatkan beberapa kantong daging Sob, Alhamdulillah.

 

Photo Courtesy Dompet Dhuafa

Photo Courtesy Dompet Dhuafa

 

Photo Courtesy Dompet Dhuafa

Photo Courtesy Dompet Dhuafa

 

Setelah semua selesai kami berkumpul lagi untuk nyate, semua angkatan tumplek blek menikmati hasil kerja keras yang telah kami lakukan. Berhari raya di SMART selalu menyenangkan, setiap tahunnya banyak hal baru menyapa kami dan kami tak bosan dibuatnya. (AR)

Minat Kuat, Bakat Melesat, Jadilah Orang Hebat

16-09-11-12-45-46-101_photo-01

Oleh: Vikram, Kelas XII IPA & Duta Gemari Baca PSB Makmal Pendidikan

“Jangan pernah takut untuk menetapkan satu tujuan hidupmu!” ucap pak Zaid Syaifullah dalam sambutannya di Workshop “Minat Kuat Bakat Melesat” yang aku ikuti hari ini di Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Kalimat yang digaungkan pak Zaid langsung merasuk dalam benakku, juga dalam benak para Duta Gemari Baca. Kalimatnya membuat kami makin semangat dan memiliki motivasi tinggi untuk menambah wawasan baru, kami semua semakin antusias mengikuti kegiatan ini hingga selesai. “Karena waktulah yang akan membuktikan bahwa tujuan kita benar atau tidak,” ujar pak Zaid seraya menutup sambutan sekaligus membuka workshop yang dilaksanakan mulai pukul 08.00 pagi tersebut.

Workshop ini menitikberatkan pada pengembangan potensi diri serta pengembangan bakat dan minat kami. Sebagai Duta Gemari Baca kami dituntut untuk luwes dalam menyampaikan informasi seputar pentingnya membaca dan pentingnya menjadikan literasi bagian dari hidup, oleh karenanya kami juga harus tahu sampai sejauh mana minat, bakat, dan potensi kami di bidang yang akan kami geluti. Bu Yeti, pakar di bidang psikologi, menjadi coach kami hari ini. Menurutnya, minat merupakan keinginan yang menonjol dari seseorang terhadap sesuatu, sehingga membuat orang itu lupa waktu. Sedangkan bakat ialah kemampuan yang dimiliki seseorang sejak lahir yang relatif tetap dan memudahkan orang untuk menguasai bidang tersebut.

Selama 6 jam kami berkutat dengan berbagai materi dan tantangan yang makin mengasah minat dan juga bakat yang kami miliki. Dengan mengetahui bakat dalam diri dan mengembangkannya seseorang dapat menikmati kegiatan yang ia capai untuk meraih tujuan. Dengan menetapkan tujuan hidup, memperkuat minat, dan mengembangkan bakat maka seseorang akan lebih mudah menjadi orang hebat di masa depan.

Aku sangat bersyukur bisa mengikuti workshop ini, banyak ilmu baru yang kudapatkan. Mulai saat ini aku akan mengembangkan semua aspek di dalam diri sehingga ketika bertugas sebagai Duta Gemari Baca aku bisa memberi yang terbaik. (VM x AR)

 

Cara Menarik Hati Juri Story Telling di Olimpiade Humaniora Nusantara (OHARA)

FB_IMG_14731661807330515-01

Olimpiade Humaniora Nusantara (OHARA) akan segera kami gelar pada 26-27 Oktober 2016 mendatang. Sekadar informasi, OHARA merupakan gelaran berskala nasional yang kami adakan rutin setiap tahun lho. Akan ada banyak lomba seru yang kami adakan, salah satunya Lomba Story Telling.

Nah kalau dengar kata story telling apa yang pertama kali kamu tangkap?  “Bercerita dengan menggunakan bahasa Inggris di sebuah lomba?” Benar. “Nnng kalau kegiatan yang mengasah kemampuan berbahasa dan bercerita di depan umum?” Itu juga betul kok. Pokoknya jawaban kamu semuanya betuuul.

Tapiii tahukah kamu cara menarik hati juri ketika mengikuti lomba Story Telling? Belum tahu? Kami punya tips yang berguna untuk menarik hati juri nih, yuk intip yuk:

  1. Pilih cerita yang sesuai dengan kebisaan kamu. Kenapaaa? Karena kalau kamu salah pilih cerita maka kamu akan sulit mengembangkan cerita tersebut
  2. Pahami alur cerita. Ingat! Mengerti belum tentu paham, tapi kalau kamu sudah paham maka dijamin kamu sudah mengerti. Stortel itu selalu berhubungan dengan pemahaman cerita yang kamu pilih
  3. Kuasai materi cerita yang telah kamu pilih. Menguasai cerita dengan baik akan membuatmu menjadi favorit para juri, kami jamin
  4. PD alias Percaya Diri. Percaya diri memegang peranan sangat penting. Kenapa? Karena kalau cerita dan penguasaan materimu sudah oke, tapi kamu tidak percaya diri, maka semuanya akan menguap begitu saja
  5. Berlatih, berlatih, berlatih. Latihan bercerita di depan cermin atau merekam aksi stortel-mu akan membuat bakatmu terasah. Walau sulit, kamu harus percaya dengan kemampuan yang kamu punya. Ingat (lagi)! Hanya dengan kemauan keras semua hal yang ingin kamu gapai bisa diraih, jika kamu rajin berlatih maka penampilanmu akan semakin kuat dan bukan tidak mungkin kamu akan keluar menjadi juaranya kan?

Semoga tips di atas mampu membuatmu menjadi story teller keren. Eits jangan lupa untuk mendaftarkan dirimu di OHARA 2016 di laman web kami > ohara.smartekselensia.net atau hubungi nara hubung kami di 081289917484 (Akhie).

Ayooo ikutan OHARA dan harumkan nama sekolahmu ya. SEMANGAT! (AR)

#OHARAKita

FB_IMG_14731662214405389-01

Selamat Berjuang, Pramuka Sejati

cover

 

“Ayo semangat para Pramuka sejati! Langkah nyatamu kami tunggu!” Itulah sepenggal motivasi yang disampaikan oleh panitia Lomba Perkemahan Pramuka Penggalang (LP3) se-Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta 2016 kepada para peserta sebelum melaksanakan kegiatan Pramuka Peduli di Bumi Perkemahan SMART.

Bumi Perkemahan SMART, 4 September 2016

 

Ekspresi keceriaan terpancar dari seluruh panitia dan peserta LP3 2016.Akhirnya langkah kami dalam kegiatan tahunan kepramukaan ini telah sampai pada hari ketiga. Setelah melaksanakan kegiatan “PulauKapuk” alias tidur, kami langsung menuju masjid untuk melaksanakan Shalat Shubuh berjamaah. Usai melaksanakan kewajiban, kami melaksanakan salah satu kegiatan untuk meregangkan tubuh kami untuk menyongsong langkah di hari ini, yaitu Senam Gembira.

Pengumpulan foto-foto merupakan hal wajib yang dilakukan oleh para peserta lomba Fotografi. Momen-momen terbaik yang berhasil terekam dalam jepretan kamera akan dibuktikan untuk mendapatkan foto terbaik.

Di tengah teriknya mentari, kegiatan yang paling ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba. Pramuka Peduli merupakan salah satu sarana bagi Pramuka yang khususnya mengikuti LP3 2016 ini untuk membuktikan kecintaaan mereka pada bumi pertiwi. Pembuktian kepedulian terhadap alam dan lingkungan sekitar merupakan tujuan tersendiri dari Pramuka Peduli ini. Awal kegiatan Pramuka Peduli adalah pemberian bantuan berupa sembako pada warga sekitar Desa Jampang yang sangat membutuhkan. Bantuan ini digalang oleh peserta LP3 2016 yang dilaksanakan oleh panitia.

Langkah kami selanjutnya adalah pelaksanaan bersih-bersih selama satu jam di lingkungan Bumi Pengembangan Insani sebagai salah satu kegiatan Pramuka Peduli. Setiap peserta diberikan sebuah kantung plastik untuk wadah penyimpanan sampah. Tanpa menunggu lama, peserta langsung mengambil sampah-sampah yang berserakan, mulai dari daun dan plastik, baik organic ataupun non-organik. Kerjasama antar regu dan panitia juga terlihat sehingga dapat dikerjakan dengan efektif dan efisien.

Kegembiraan para Pramuka dilanjutkan dengan pengecatan dinding disekitar Bumi Perkemahan. Masing-masing perwakilan regu peserta LP3 baik laki-laki maupun perempuan berkesempatan untuk mengembangkan kreativitasnya dalam mural. Pesan-pesan untuk selalu mencintai Pramuka segenap jiwa dan kesan terhadap LP3 2016 tergambar di atas dinding-dinding tersebut. Para pengecat pun bersuka ria tanpa memedulikan tangan dan wajah yang telah berlumur cat tembok.

Pemberian penghargaan kepada setiap peserta yang terbaik dari setiap lomba dilaksanakan saat upacara penutupan LP3 2016. Raut wajah ceria terpancar dari para pemenang masing-masing-masing lomba. Menang ataupun kalah bukanlah masalah bagi para Pramuka sejati. Sportivitas dan saling menghargai sesame peserta serta keinginan untuk memperbaiki diri diharapkan oleh kami sehingga dapat memunculkan bibit-bibit semangat kepramukaan setelah LP3 2016 berlangsung.

Sedih dan rindu merupakan perasaan yang tergambar dari kami dan juga peserta LP3 2016. Setelah melaksanakan persiapan yang cukup lama, akhirnya tiba juga saatnya untuk berpisah dengan LP3 2016. Semangat untuk memajukan kepramukaan dan kepemudaan bangsa kita haruslah tetap dilestarikan. Semoga perjuangan para Pramuka terus berlajut di mana pun dan kapan pun sehingga cita-cita bangsa dapat tercapai.

Selamat berjuang Pramuka sejati. Sampai jumpa di LP3 selanjutnya, Salam Pramuka (SRxAR).

DSCN6046

IMG_1175

14233191_845410088928382_2498468036768286821_n 14117920_845410085595049_3365935792376499002_n

Senyum Gembira Generasi Penerus Bangsa

“I love my scout, we love our scout. LP3 2016 is the best!.”  Itulah secercah harapan peserta LP3 (Lomba Perkemahan Pramuka Penggalang) yang tertuang dalam sebuah yel-yel yang diperlombakan.

SMART Ekselensia Indonesia, 3 September 2016

 

Waaah hari ini  Mentari pagi menyambut awal jejak kami dalam hari kedua LP3 2016. Dengan ditemani lumpur dan tanah becek, tidak menyurutkan langkah panitia dan peserta dalam menyukseskan hajatan akbar tahunan SMART dalam bidang kepramukaan.

Pukul 06.00 WIB  panitia telah menyiapakan kegiatan asyik di pagi hari bernama Senam Gembira untuk membangkitkan semangat sekaligus menjaga kebugaran para peserta selama LP3 2016 berlangsung.

Tibalah saat yang dinanti-nanti pada hari kedua LP3 2016 yakni pelaksanaan lomba-lomba kepramukaan. Kali ini Persiapan yang telah dilakukan sebelumnya oleh para peserta akan diuji. Senyum lebar pun terpancar dari para peserta yang berasal dari Jakarta, Jawa Barat, Banten  dalam lomba pertama yaitu yel-yel dari masing-masing regu. Salah satu regu dari MTs Al Farabi, Alfa 140, menampilkan yel-yel meriah ditambah penggunaan jubah merah dan tidak ketinggalan kacamata hitam untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka.

Canda tawa dari setiap regu menghiasi lomba yel-yel pagi ini. Walaupun sengatan matahari menghampiri, tidak menyurutkan peserta untuk berjongkok, berdiri, hingga melompat-lompat. Decak kagum dari para juri dan hadirin serta tepuk tangan diberikan untuk mengapresiasi usaha dan kerja keras dalam beryel-yel ria. Kreativitas, kekompakan dan penampilan menjadi penilaian utama dalam yel-yel kali ini. Tak ayal, hentakan kaki dan koreografi yang memukau adalah hal mutlak yang wajib ditampilkan oleh setiap peserta.

Persaingan sengit antar peserta kembali terjadi dalam perbutan juara lomba perkusi putra maupun putri. Perkusi putra berlangsung di panggung utama, sedangkan putri di kantin bawah.  Barang bekas seperti botol, stik, ember hingga gantingan jemuran disulap menjadi alat musik yang sangat menghibur. Di Lapangan Futsal juga berlangsung LKBB Resmi dan LKBB Isyarat, semua regu tampil dengan sangat semangat dan maksimal . Selain lomba-lomba di atas masih ada lomba Morse, lomba Menulis Esai, Lomba Cipta Puisi dan lomba Broadcasting.  Sebagai penutup LP3 hari kedua, malam nanti akan diadakan Karnaval Budaya dan Refleksi Api Unggun.

Semoga senyum gembira para peserta LP3 2016 dapat menjadi semangat baru generasi emas bangsa di masa mendatang (SR).

 

P_20160903_091212 P_20160903_090158 P_20160903_085447_HDR P_20160903_085242_HDR P_20160903_074613 P_20160903_074601 P_20160903_074516 P_20160903_074212 P_20160903_091245

,

Rama dan Afandi, Dua Sahabat Juara Silat

Tim silat SMART Ekselensia Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan pada Kejuaraan Pencak Silat Tapak Suci Tingkat SMP dan SMA Pimda ke-47 Championship, Kemenpora, Jakarta.

Rama

Rama

Kejuaraan silat yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai sekolah ini diadakan di GOR UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, pada 27-28 Agustus 2016. Kami mengirimkan dua kontingen untuk berlaga di ajang bergengsi tersebut, Muhammad Tsalats Ramadani dan Raihan Afandi terplih untuk mengikuti kejuaraan silat ini karena keduanya memenuhi kualifikasi yang menjadi syarat utama mengikuti kejuaraan. Banyaknya sekolah yang berpartisipasi tak menyurutkan semangat Rama dan Afandi untuk menyabet emas dan mengharumkan nama SMART.

Afandi

Afandi

Oh iya Rama dan Afandi merupakan sahabat karib lho, Rama berasal dari Malang, Jawa Tengah; sedangkan Afandi berasal dari Medan, Sumatera Utara. Keduanya sama-sama duduk di kelas 2 SMP, sama-sama satu kamar, dan sama-sama memiliki minat tinggi pada silat.

“Kami saling menyemangati satu sama lain supaya kami bisa bertanding dengan baik. Fandi sahabat baik saya maka saya harus berbuat sesuatu agar ia tak lesu saat bertanding,” ujar Rama penuh semangat

Keduanya mengikuti kejuaraan silat sesuai dengan kelasnya masing-masing dengan penuh rasa percaya diri. “Seru sekali karena bisa bertanding dengan membawa nama SMART. Ini pengalaman pertama saya mengikuti kejuaraan silat,”  sahut Afandi riang. Rama dan Afandi mampu melewati babak demi babak dengan sangat baik. Di hari pertama mereka berdua berhasil menang melawan tuan rumah; di hari kedua, keduanya kembali menang telak melawan tuan rumah dan Perguruan Tajimalela.

Berkat usaha dan tekad serta kerja keras keduanya untuk terus berprestasi, Alhamdulillah Rama dan Afandi akhirnya berhasil meraih medali emas dan mampu mengharumkan nama SMART di jagat silat. “Kami senang dan bangga karena mampu mengharumkan nama baik SMART Ekselensia Indonesia,” ucap Rama dan Afandi bergantian. “Namun kami berharap kami bisa meningkatkan prestasi hingga ke taraf internasional,” tutup keduanya.

medali

Semoga prestasi ini bisa terus kami pertahankan sampai kapanpun, doakan kami agar prestasi hebat bisa selalu kami raih (AR).

 

Membuka Keran Prestasi Para Pemimpin Muda

P_20160902_155615

 

“Kami jadi pandumu……” itulah sepenggal lirik dari Mars Pramuka Indonesia yang dinyanyikan oleh kami dan seluruh peserta Lomba Perkemahan Pramuka penggalang (LP3) se-Jawa Barat 2016. Mars ini menjadi penyemangat para peserta pembukaan LP3 se-Jawa Barat 2016.

Jumat (2/9) LP3 se-jawa Barat kembali digelar di Bumi Perkemahan D’Jampang Dompet Dhuafa. Di tengah rintik hujan dan angin yang menghampiri, tidak menyurutkan semangat kami sebagai panitia dan para peserta  yang berasal dari berbagai pangkalan di Jawa barat, Banten dan DKI Jakarta untuk menyukseskan pagelaran LP3 2016.

Tepat disaat matahari mulai tergelincir LP3 2016 dibuka secara resmi.  Acara pembukaan LP3 dimulai dengan persiapan secara terencana dari berbagai bagian kepanitiaan dan peserta. Antusiasme kami dan para peserta hari ini dimulai pada saat pemukulan gong tanda dimulainya LP3 2016 oleh Wildan Hakim, Pembina Upacara. Tak luput pula pemberian lencana kepada perwakilan peserta sebagai peresmian keterlibatan peserta dalam berbagai lomba yang akan diadakan dalam LP3 2016.

Amanat dan nasihat dalam sambutan pembukaan LP3 2016 semakin membakar semangat kami dan para peserta lainnya. Menjaga sportivitas, kejujuran dan semngat adalah hal mutlak yang harus kami tanamkan untuk menyukseskan acara tahunan SMART Ekselensia Indonesia ini. Pentingnya peran pemuda dalam membangkitkan semangat nasionalisme dan patriotisme menjadi bahasan utama dalam pembukaan LP3.

Tanah becek dan lumpur di Bumi Perkemahan tidak menyurutkan tekad kami untuk menang dalam LP3 2016. Setelah pelaksanaan pembukaan usai, kami mengikuti yel-yel bersama peserta dan menggaungkan kebersamaan dalam perkemahan. Para tamu yang hadir pun bersuka cita melihat aksi kami dan teman-teman lainnya dalam beryel-yel pramuka ria. Sontak pembawa acara mengingatkan untuk menyimpan tenaga kami untuk pelaksanaan perlombaan pada malam harinya.

Kami pun bergegas menuju asrama untuk menyiapkan diri dan perlengkapan yang akan digunakan untuk lomba. Kegiatan perlombaan sendiri baru dimulai setelah pelaksanaan sholat isya berjamaah. Rehat sejenak dan memikirkan strategi terbaik untuk menghadapi lomba terlihat dari para peserta  usai pelaksanaan pembukaan LP3 2016. Semoga dengan dibukanya LP3 2016 menjadi titik awal terbukanya keran prestasi para pemimpin muda khususnya dalam kepramukaan penggalang (SRC).

 

P_20160902_155347 P_20160902_155401 P_20160902_155412