img-20160928-wa0006

Ilmu Dulu dan Sekarang

img-20160928-wa0006

Oleh: Syafei Al Bantanie, GM Sekolah Model

Dahulu, orang sulit mencari ilmu, tapi mudah mengamalkannya. Zaman sekarang orang mudah mencari ilmu, tapi sulit mengamalkannya.

Dahulu, ilmu dikejar, ditulis, dihapal, diamalkan, dan diajarkan. Sekarang, ilmu diunduh, disimpan dan dikoleksi, lalu diperdebatkan.

Dahulu, butuh peras keringat dan banting tulang untuk mendapatkan ilmu. Sekarang, cukup peras kuota internet sambil duduk manis ditemani secangkir minuman dan makanan ringan.

Dahulu, ilmu disimpan di dalam hati, selama hati masih normal, ilmu tetap terjaga. Sekarang, ilmu disimpan di dalam memori gawai, kalau baterai habis, ilmu tertinggal. Kalau gawai rusak, hilanglah ilmu.

Dahulu, harus duduk berjam-jam dihadapan guru penuh rasa hormat dan sopan, maka ilmu merasuk bersama keberkahan. Sekarang, cukup tekan tombol atau layar sambil tidur-tiduran, maka ilmu merasuk bersama kemalasan.

Imam Malik Rahimahullah mengatakan, “Tidak akan menjadi baik umat belakangan ini kecuali apabila diperbaiki dengan cara orang-orang terdahulu”.

img-20160928-wa0002-01

Kerja Keras dan Keberhasilan

img-20160928-wa0002-01

Oleh: Syaiha, Guru Matematika SMART Ekselensia Indonesia Dompet Dhuafa

Tadi siang, sembari meluruskan tulang punggung, tiduran, di masjid, tanpa sengaja, saya melihat ada seekor cicak yang marayap di langit-langit. Berlari ke depan, diam sebentar dan kemudian balik kanan, lalu berlari lagi ke arah semula. Ia melakukan itu tidak hanya sekali, lebih dari tiga kali malah. Bolak balik seperti setrikaan rusak.

Entah apa yang ada di pikirannya.

Mungkin ia seperti Hajar, Ibunya Ismail, yang melihat ada air di ujung sana, lalu segera berlari mendekat. Sampai di tujuan, air yang terlihat malah tidak ada. Malangnya, ketika ia mengarahkan pandangan ke tempat semula, ia tertegun. Bagaimana mungkin disana ada air? Padahal, beberapa menit lalu ia berdiri di titik itu, tidak ada apa-apa! Benarkah itu air?

Berlari kembalilah ia. Ngos-ngosan. Lelah bukan main. Panasnya minta ampun.

Waktu itu, pasti belum ada pelindung kaki secanggih sekarang. Tidak ada sandal kenamaan dan sepatu kulit yang melindungi dengan kenyamanan. Sehingga boleh jadi, kedua telapak kaki Hajar terbakar dan merah. Tidak menutup kemungkinan malah lecet-lecet. Nggak kebayang, betapa perihnya jika demikian.

Hajar bolak-balik, jatuh bangun hingga tujuh kali. Berkeingat dan kehausan. Lalu, ketika Hajar mulai menyerah, ia mendekati anaknya, Ismail. Si anak yang masih bayi, terus menangis karena lapar dan haus sambil menghentakkan kakinya ke tanah. Ajaib! Tepat di tempat hentakan kaki Ismail itu, kemudian memancarlah air yang bersih dan menyegarkan.

Kita mengenalnya sekarang sebagai air zam-zam. Salah satu bukti kekuasaan Allah di dunia bagi orang-orang yang berpikir.

Mendapati cicak berlari bolak-balik nggak karuan tadi siang, yang terlintas di kepala adalah kisah Hajar dan Ismail.

Jika semua yang terjadi kepada saya adalah karena kehendak Allah, maka siang tadi, barangkali Allah ingin mengajarkan kepada saya tentang pentingnya bekerja keras dan pantang menyerah. Teruslah mencoba dan jangan mudah putus asa.

Seperti cicak itu, mungkin ia melihat nyamuk di ujung sana, makanya ia berlari mengejar. Eh, setelah sampai, malah tidak ada siapa-siapa. Yang ia kira nyamuk, hanya senoktah noda berwarna hitam yang entah apa. Cicak memalingkan wajah lagi, di tempat ia semula, dipandangnya, seperti ada mangsanya disana. Berdiri lengah.

Ia kejarlah kesana. Berlari sekuat tenaga agar bisa melahapnya dengan segenap daya. Malang, ia kembali mendapati tidak ada apa-apa.

Tapi pelajaran dari cicak itu, yang saya yakin berasal dari Allah, bukanlah tentang kesia-siaan. Cicak tersebut mengajarkan tentang kerja keras. Masa depan memang tidak jelas. Tapi itu tidak penting. Tetap kejar dan gapailah apa yang sudah direncakan dan seakan terlihat oleh kita. Lalu, jika di depan sana ada kegagalan yang menyapa, segera bangkit dan berlari lagi. Jangan mudah menyerah dan putus asa.

Setiap kerja dan usaha, tidak akan pernah terbuang percuma. Selalu ada keberhasilan yang datang tersebab apa yang sudah kita upayakan. Ia mungkin memang tidak datang dari tangan dan peluh kita, tapi dari orang lain yang kita sayang. Dari istri dan anak-anak barangkali. Dari saudara atau kerabat yang kita cintai.

Seperti Hajar!

Ia yang berlari tujuh kali bolak balik Shafa-Marwah. Ia yang lelah dan bersusah payah. Ia yang mengejar air, berharap bisa mengambilnya dengan tangan, lalu menuangkannya pelan-pelan ke kerongkongan keringnya Ismail

Tapi apa? Usahanya tidak menghasilkan apapun kecuali keringat dan kepayahan yang sangat.

Sekali lagi, Allah selalu benar. Kebaikan selalu berbalas kebaikan. Kerja keras yang ikhlas selalu dihadiahi keberhasilan, dari arah yang tidak terduga-duga malah.

Begitulah seharusnya kita, jangan mudah angkat tangan dan balik kanan. Selalu gigit kuat mimpi dan harapan. Jangan mudah menyerah, tetaplah berusaha dengan upaya yang indah. Suatu hari nanti, yakin saja, pasti ada keberhasilan yang akan kita dapat. Entah dari usaha yang memang kita kerjakan, atau dari orang lain di sekitar kita yang kita sayang.

ohara

Merajut Prestasi di OHARA 2016

Setelah kemarin (26/10) para peserta menghabiskan energi dan semangat berkompetisi pada hari pertama pelaksanaan OHARA 2016, pada Kamis pagi (27/10) OHARA 2016 kembali dibuka dengan berbagai penampilan pembuka yang meriah. Sejak pukul 08.00 pagi para peserta yang berasal dari seluruh penjuru nusantara mulai memadati  panggung  utama OHARA. Setelah melakukan registrasi ulang, para peserta disambut penampilan marawis SMART yang penuh semangat.

ohara

Keriuhan peserta yang hadir semakin menjadi saat tim akustik SMART membawakan jingle OHARA dan beberapa lagu wajib nasional

tampil

Puas dengan penampilan tim akustik para peserta kembali dimanjakan dengan penampilan tim Pencak Silat SMART yang mengundang decak kagum. SMART sebagai sekolah yang memelopori gelaran budaya berskala nasional tingkat sekolah menengah disinyalir mampu menggugah semangat para peserta untuk lebih baik lagi dalam menjaga budaya negerinya sendiri.

“Ini kali pertama saya melihat penampilan pencak silat secara langsung, kami sangat takjub dengan gerakan-gerakannya yang indah namun kuat. Tak salah memang jika SMART sering menjadi juara pencak silat,” komentar Ridwan, siswa SMA Al-Kahfi.

Usai mengikuti acara pembukaan, para peserta bersiap menuju arena lombanya masing-masing. Ada lima lokasi yang disiapkan panitia untuk para peserta antara lain panggung utama, ruang kelas, aula, lapangan futsal, dan Lapangan SMART. Untuk Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) kami menyiapkan ruang kelas sebagai lokasi mereka berlaga, namun LKTI telah selesai di hari pertama maka di hari kedua peserta hanya menunggu pengumuman saja. Alhamdulillah LKTI dimenangkan oleh SMAN 1 Tarakan yang diwakili Fitriani, Ayu Fitria, dan Amelia Ulva.

“Kami berharap hasil karya ilmiah kami dapat diterapkan di masyarakat secara optimal,” ujar Amelia Ulva.

lkti

Karena LKTI telah berakhir di hari pertama, sehingga menyisakan lima cabang perlombaan saja yakni Story Telling, Futsal, Lintas Nusantara (Lintara), Opera van Jampang (OVJ), dan Festival Akulturasi Kuliner Nusantara (FAKN)

Lomba storytelling di hari kedua dikhususkan untuk peserta tingkat SMA, sebanyak lima belas peserta bersaing untuk menjadi yang terbaik. Mereka menyampaikan kisah-kisah legenda di tanah air yang kerap dilupakan oleh sebagian masyarakat, penampilan mereka bagus-bagus sekali ditambah dengan properti yang mumpuni. Tepuk tangan meriah diberikan juri dan hadirin sebagai apresiasi kepada para peserta story telling atas penampilan terbaiknya. Diharapkan para peserta dapat mengamalkan pesan moral yang terkandung dalam cerita dan berlatih sebaik mungkin dalam perlombaan story telling selanjutnya. Lalu siapa juaranya? Alhamdulillah Juara 1 Lomba Story Telling SMP dimenangkan oleh Poetry Halitzah dari PonPes Darul Quran Mulia dan Juara 1 Lomba Story Telling SMA dimenangkan oleh Hendry Rinaldi Setiawan dari SMAN 1 Lamongan.

“Saya berharap bisa mengenalkan budaya Indonesia lebih luas melalui tutur kisah,” kata Hendry ketika ditemui saat penerimaan piala.

lomba-stortel

Di Lomba Futsal Ponpes Darul Quran Mulia berhasil memboyong juara pertama.”Saya senang sekali, saya berharap lebih banyak kompetisi futsal yang diadakan SMART agar jam terbang saya dan tim makin banyak,” ucap Ridho penuh semangat.

futsal

Festival Akulturasi Kuliner Nusantara (FAKN) kebanjiran peminat dikarenakan keunikan yang diusung oleh 24 peserta dalam memadukan makanan khas Indonesia dengan budaya dari daerah dan negara lain. Berbagai macam aksi dilakukan oleh para peserta dalam  memasarkan produk yang dijual, salah duanya dengan membuat stan seunik mungkin dan memberikan brosur dengan cara yang tak disangka-sangka.

fakn-lagi

Stan yang menjual makanan unik dan enak selalu dipenuhi oleh pelanggan yang rela mengantre untuk mencicipi hidangan yang mereka buat. Tak jarang banyak pembeli yang kecewa karena makanan favorit mereka habis terjual.  

fakn

Setelah menanti dan memikat pembeli dengan sabar dan penuh perjuangan di Lomba FAKN, akhirnya SMAN 3 Bantul keluar sebagai pemenangnya. Untuk kuliner terunik dimenangkan oleh SMK Putra Pelita Tenjolaya dengan produk Sha Je Gur alias sate Sukun Mochi Saus Bajigur.

“Kami bangga bisa keluar menjadi pemenang, harapan kami ke depannya pengakulturasian masakan seperti bisa terus berlanjut sehingga makanan khas Bantul dapat dikenal luas oleh masyarakat Indonesia,” tutur Rista.

ovj-lomba

Panggung Opera van Jampang (OVJ) masih saja dipadati oleh mereka yang penasaran akan cerita dan penampilan unik para pesertanya, di hari kedua makin banyak peserta yang tampil dengan maksimal hingga membuat juri kebingungan karena semuanya tampil sangat bagus. Namun kompetisi tetap lah kompetisi, harus ada yang menjadi juara. Nnng terus sekolah mana yang menjadi juara? Yang menjadi juara adalaaaaaaah…. SMP Nurul Iman untuk kategori SMP dan SMAN 1 Karanganyar untuk kategori SMA. Hebaaat!

ovj-1

ovj2

Untuk Lomba Lintas Nusantara (LINTARA) di hari kedua kami mengajak peserta untuk Lintas Alam dan melakukan berbagai tantangan yang nantinya akan membawa mereka ke final, setelah melewati berbagai tantangan terpilihlah tiga sekolah untuk melaju ke babak final antara lain SMP Al-Kautsar yang diwakili dua tim dan SMPN 1 Kemang. Di final, pengetahuan peserta  diasah di Lomba Cerdas Cermat, para finalis menunjukkan wajah-wajah serius namun mampu menjawab pertanyaan dengan baik. Lalu siapa yang menjadi juara LINTARA? Kami ucapkan selamat kepada tim A SMPIT Al-Kautsar Sukabumi.

lintara-1

lintara-2

lintara-3

Kami mengucapkan selamat kepada semua peserta yang berhasil menjadi jawara di OHARA 2016. Kami selaku panitia meminta maaf sebesar-besarnya kepada para peserta jika dalam pelaksanaan OHARA 2016 kami tidak maksimal memberikan yang terbaik.

ohara-lagi

Yuk sama-sama menjaga dan melestarikan budaya kita! Sampai jumpa di Olimpiade Humaniora Nusantara (OHARA) tahun depan! (AR x SR)

ohara

Semangat Pemuda Mengekspresikan Budaya Negeri di OHARA

Demi menghadirkan kembali budaya Indonesia yang kian tenggelam, SMART Ekselensia Indonesia menghelat kegiatan tahunan berskala nasional bernama Olimpiade Humaniora Nusantara (OHARA).  OHARA mulai diselenggarakan sejak 2009 silam, menginjak tahun ketujuh, OHARA 2016 mengusung tema “Ekspresikan Budaya Negeri”  dan bertujuan mengangkat kembali budaya Indonesia yang kaya akan nilai-nilai luhur, dipadu dengan unsur kreativitas generasi muda bangsa. Harapannya OHARA  mampu mendorong para pelajar sekolah menengah di seluruh Indonesia mengenal budaya dan mencintai Indonesia.

ohara

Kegiatan yang dikhususkan untuk siswa-siswi sekolah menengah pertama maupun atas di seluruh Indonesia ini diikuti  500 peserta dari berbagai penjuru nusantara, peserta terjauh datang dari Tarakan, Kalimantan Utara. Para peserta berkompetisi untuk memerebutkan Piala Gubernur Jawa Barat juga uang pembinaan bernilai puluhan juta Rupiah. OHARA 2016 diadakan di Sekolah SMART Ekselensia Indonesia, Parung, Jawa Barat, dengan menggadang  enam lomba yang meramaikan seperti Lintas Nusantara (Lintara), Opera Van Jampang (OVJ), Story Telling, Festival Akulturasi Kuliner Nusantara (FAKN), Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), dan Futsal. Selain siswa sekolah menengah, OHARA juga menyasar para pegiat ilmu humaniora dan lembaga-lembaga yang peduli pada pengembangan ilmu humaniora.

saman

Di OHARA hari pertama para peserta disambut Tarian Saman yang dibawakan dengan apik oleh tim Tari Saman angkatan dua belas SMART. Selepas penampilan mereka, para peserta kembali dihibur dengan penampilan Trash Music (TRASHIC) yang enerjik dan membangkitkan semangat. OHARA 2016 dibuka oleh bapak Syafei, GM Sekolah Model, yang mengungkapkan bahwa OHARA 2016 merupakan kegiatan pengaplikasian nilai-nilai kemasyarakatan dan sosial yang mulai jarang ditemui pada generasi muda. Ia juga menekankan betapa pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Indonesia.

syapeu

Dalam kesempatan tersebut para peserta diajak untuk merefleksikan budaya-budaya Indonesia yang kaya dan khas melalui serangkaian penampilan kesenian yang menggugah kecintaan pemuda-pemudi terhadap bangsanya. “Kami berharap OHARA tahun ini makin menumbuhkan semangat dan kecintaan generasi muda pada budaya Indonesia,” ujar Arman, Ketua Panitia OHARA 2016. Seluruh siswa SMART Ekselensia Indonesia terlibat aktif dalam menyukseskan pagelaran tahunan ini, bahu-membahu mereka menyiapkan konsep, ide, dan eksekusi akhir agar OHARA 2016 berjalan dengan baik. “Kami berusaha melibatkan seluruh siswa SMART agar mereka memiliki ikatan yang kuat satu sama lain, selain itu kami juga ingin mereka lebih mencintai Indonesia,” pungkas Arman.

Pada OHARA 2016, Festival Akultursi Kuliner Nusantara (FAKN) kebanjiran peminat dikarenakan keunikan yang diusung oleh 24 peserta dalam memadukan makanan khas Indonesia dengan budaya dari daerah dan negara lain. Banyak pihak yang mengapresiasi pelaksanaan OHARA 2016, salah satunya Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor menyatakan sangat mengapresiasi acara ini. “Olimpiade Humaniora Nusantara merupakan ajang kompetisi yang sangat positif bagi siswa sekolah menengah di tengah maraknya berbagai pemberitaan negatif mengenai pelajar di Tanah Air,” tegas Dwi Laksmi, Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. “Kami berharap Olimpiade Humaniora mampu mewadahi berbagai hal positif yang dimiliki generasi muda Indonesia,” tutupnya.

fakn

fakn-2

 

OHARA 2016 bukan sekadar menekankan kecintaan pada budaya, tetapi juga mengajak untuk melakukan aksi nyata dalam beberapa lomba, salah satunya Opera van Jampang (OVJ). Peserta OVJ membawakan berbagai macam cerita seputar legenda nusantara yang dibawakan dengan penuh kejenakaan namun tetap menginspirasi.

ovj

Kecintaan para siswa sekolah menengah terhadap bangsa dan negara adalah tantangan nyata saat ini. Lintas Nusantara (Lintara) merupakan sebuah lomba dalam OHARA 2016 yang diharapkan dapat menjawab tantangan tersebut dengan perpaduan tes tulis, berbalas pantun, dan lintas alam. Sebanyak 14 tim dari masing-masing sekolah berebut untuk menjadi yang terbaik dan mendapatkan Piala Bergilir Kemdikbud.

p_20161026_101651 p_20161026_101809

Tradisi lisan turun-temurun diwariskan sangat penting untuk dilestarikan. Sebanyak lima belas pelajar yang telah lolos seleksi pertama mengikuti babak final lomba story telling di OHARA 2016. Para peserta menceritakan kisah legenda Indonesia di depan tiga orang juri dan hadirin yang memadati Aula SMART. Antusiasme dan semangat terlihat berbagai gerakan dan perlengkapan yang digunakan. Decak kagum pun datang kepada peserta setelah melakukan aksinya untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

stortel

Ide-ide kreatif para pemuda dari seluruh nusantara sangat sayang untuk dibiarkan saja, maka  OHARA 2016 mewadahi ide-ide nyata para pemuda tersebut ke dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) untuk menyalurkan ide mereka yang dapat diaplikasikan di masyarakat.

Kami berharap di hari kedua pelaksanaan OHARA 2016 akan lebih banyak lagi kejutan-kejutan yang dibawakan oleh para peserta. (AR x SR)

img-20161025-wa0009

Pesantren Dayah Jeumala Amal jadikan SMART Ekselensia Indonesia sebagai Percontohan

img-20161025-wa0009

Parung, Bogor. Bertempat di Kawasan Zona Madina Selasa, (25/10) SMART Ekselensia Indonesia menerima 6 orang tamu dari Aceh. Keenam tamu tersebut merupakan pengelola Dayah Jeumala Amal dari Yayasan Teuku Laksamana Haji Ibrahim. Kunjungan kali ini merupakan rangkaian acara tahunan dari Dayah Jeumala Amal yaitu mengunjungi beberapa tempat di Jakarta – Bandung untuk bersilaturahimi. Yayasan ini pertama kali mengunjungi SMART Ekselensia Indonesia pada tahun 2013.

Menurut Tengku Anwar Yusuf, Wakil Direktur bidang Pendidikan, tujuan kedatangan mereka ke SMART untuk bersilaturahmi ke Dompet Dhuafa Pendidikan berbagi ilmu dan wawasan seputar pengelolaan sekolah.

Kedatangan Tengku Anwar beserta tim disambut dengan tarian tradisional Aceh yaitu Tari Saman oleh siswa SMART.

“Tarian ini asli dari Aceh tapi dipentaskan di tanah Sunda, kami sangat senang disambut seperti ini,” ujar Anwar.

Dalam sambutanya Anwar kemudian menjelaskan tentang asal muasal penggunaan kata Dayah, kata ini merupakan sebutan untuk pesantren di Aceh. Dayah merupakan rumah untuk belajar agama. Dayah Jeumala Amal, saat ini membina 1200 santri putra dan putri tingkat SMP dan SMA.

Jumlah murid yang dibina akan terus bertambah sehingga diperlukan pengelolaan lembaga yang baik dan profesional. Pola pembinaan murid dan guru-guru harus dikelola dengan baik agar menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Dayah Jeumala Amal menjadikan SMART Ekselensia Indonesia sebagai salah satu rujukan dan percontohan dalam pengelolaan sekolah.

Sementara itu, General Manager Sekolah Model, Syafei El Bantani mengatakan bahwa hasil yang diperoleh SMART Ekselensia Indonesia merupakan hasil perpaduan kurikulum tiga belas dan pola-pola pembinaan siswa khas SMART berdasar visi dan misi SMART.

“Misi terpendek SMART adalah memutus rantai kemiskinan keluarga dengan visi SMART secara garis besar merangkum pembentukan hamba yang taat dan khalifah,” jelas Syafiie.

“SMART Ekselensia Indonesia saat ini sedang memulai melakukan transformasi menuju sekolah yang memfokuskan diri pada pembinaan kepemimpinan,” ujar Syafie menutup sambutanya.

Kegiatan kunjungan diakhiri dengan agenda keliling Zona Madina untuk melihat dampak luar biasa zakat jika di kelola dengan profesional.

img-20161025-wa0008

img_9236

Mempererat Tali Persaudaraan di Futsal OHARA 2016

img_9236

Hari ini (25/10) Olimpiade Humaniora Nusantara (OHARA) 2016 telah dimulai, tapi ini baru pra acara saja karena OHARA 2016 dimulai esok hari. Wah, kami senang sekali karena OHARA yang dinantikan akhirnya datang juga.

Oh iya, sedari pagi hingga sore berlangsung pertandingan Futsal yang diadakan di lapangan Futsal SMART lho. Pertandingan Futsal yang diikuti oleh 16 tim dari 14 sekolah dari seluruh Indonesia berlangsung sangat meriah. Akan tetapi, sebelum dimulai para peserta diminta untuk meregistrasi ulang kepesertaan agar dapat mengikuti pertandingan.  Para pendukung  bersorak sorai, merangsek hingga memenuhi tepi Lapangan Futsal SMART dan memperlihatkan betapa antusiasnya mereka. Gemuruh tepuk tangan membahana terdengar hingga ke atap-atap lapangan futsal.

img_9244

“Pertandingannya seru sekali, komentatornya menambah semarak suasana pertandingan siang ini. Keren nih OHARA,” ujar Abdi, siswa SMP Wiyata Mandala yang mengaku sangat antusias mengikuti pertandingan Futsal dalam OHARA 2016.

Lalu sekolah mana saja yang berpartisipasi? Adapun sekolah yang berpartisipasi antara lain: MtsN Parung, Tazkia Insani, SMART, Khalifah Internasional, Muhammadiyah Serpong, SMP Cendekia, Darul Muttaqin, Baitussalam, SMPIT Darul Quran, Yamanka, SMPN 1 Kemang, Wiyata Mandala, SMPN 2 Parung, Nurul Iman, dan Al-Hamidiyah Depok. Di bawah ini kamu bisa melihat bagan pertandingannya.

 

bagan-futsall

 

Adapun sistem yang dipakai adalah sistem gugur yang dibagi melalui mekanisme random. Jumlah pemain untuk setiap tim terdiri dari 12 orang dan telah didaftarkan sebelumnya. Peserta (pemain) yang  telah mendaftar tidak dapat digantikan oleh peserta lain selama turnamen futsal berlangsung.

img_9259

Nah, apabila terjadi draw maka akan langsung diadakan adu tendangan penalti dengan ketentuan 3+1+koin, apabila terdapat tim yang pada saat jadwal pertandingan harus bertanding namun tidak hadir maka tim tersebut dinyatakan walk out, sama halnya jika tim tidak datang dalam waktu 15 menit dari jadwal yang telah ditentukan maka tim juga dinyatakan walk out. Pemain minimal pada saat di lapangan adalah tiga orang. Selama bertanding para peserta tidak diperkenankan berbuat curang, jika curang maka ada ganjarannya. Ganjaran berupa pemberian kartu kuning atau merah. Pemain yang memeroleh kartu kuning akan dikenai denda Rp 15.000 dan boleh bermain pada pertandingan selanjutnya, sedangkan pemain  yang mendapatkan kartu merah akan dikenai denda Rp 20.000 dan tidak boleh bermain pada pertandingan selanjutnya.

Mewadahi bakat dan minat siswa sekolah menengah serta mengikat tali persaudaraan antar sekolah merupakan tujuan diadakannya pertandingan futsal ini.  Semoga dengan mengikuti lomba Futsal OHARA 2016 para pelajar se-Nusantara dapat menyalurkan energi positif di dalam diri mereka untuk mengekspresikan budaya bangsa ke seluruh penjuru negeri.

img_9267

dsc_0120

Belajar untuk Berbicara, Berbicara untuk Belajar

dsc_0120

Oleh: Vikram Makrif, kelas XII IPA

“Cintai apa yang anda lakukan dan lakukan apa yang anda cintai”

Pagi itu aku mengikuti pelatihan Public Speaking bersama para Duta Gemari Baca 2016 dan 3 orang guru SGI. Tepat pukul 09.30 setelah kami semua Salat Dhuha acara pun di mulai, pada Minggu pagi  (23/10). Aku duduk di kursi terdepan Ruang Audiovisual Pusat Sumber Belajar dan Komunitas (PSBK) pada pelatihan kala itu. Di samping kananku ada Azzam,salah satu dari 20 Duta Gemari Baca 2016, yang memberikan lembar presensi padaku saat aku duduk di sana. Kak Hani sebagai MC memulai acara dengan bertanya pada para peserta tentang literasi. Salah satu peserta yang ditanya adalah aku. Lalu aku pun menjawab pertanyaan kak Hani apa adanya.

Kak Asta Dewanti adalah pembicara dalam pelatihan Public Speaking tersebut. Beliau  merupakan pakar dalam psikologi memulai acara dengan pengenalan ilmu psikologi diri. “Sebelum berbicara di depan umum, dan membereskan orang lain, maka kita harus membereskan diri kita terlebih dahulu,” kata kak Asta saat menjelaskan tentang bagaimana cara kita memulai berbicara di depan umum.

Selama kurang lebih dua setengah jam dari pukul 09.30 hingga pukul 12.00 aku mengikuti pelatihan Public Speaking sesi  1 sebelum istirahat Salat Zuhur. Aku mendapatkan banyak ilmu bagaimana cara menenangkan diri saat berdiri di depan umum, juga cara mengetahui dan mengenal karakter diri sendiri. Aku merasa senang dengan pelatihan yang kudapatkan dari kak Asta. Beliau menyampaikan materi dengan energik dan penuh semangat muda. Selama pelatihan sesi pertama kak Asta terus mencoba melihat keberanian peserta dengan memberikan kesempatan untuk berbicara bagi peserta yang datang. Kak Asta dapat membuat aku dan juga para peserta lain tertawa dengan humornya, sehingga suasana di dalam ruangan menjadi ruang gembira.

Setelah Salat Zuhur dan istirahat makan siang. Aku dan teman-teman yang lain masuk ke Ruang Audiovisual PSBK untuk melanjutkan pelatihan Public Speaking sesi kedua. Pada pelatihan sesi kedua ini cukup berbeda dari sesi pertama, karena pada sesi pertama peserta banyak menulis dalam kertas tentang tujuan mengikuti pelatihan, kelebihan dan kekurangan diri, teori SWOT, serta memberikan saran untuk teman-teman yang lain dalam pelatihan itu baik ikhwan maupun akhwat. Sedangkan pada pelatihan pada sesi kedua kita di ajarkan dan muali mempraktikkan berbicara di depan umum.

Aku mendapatkan cara paling baik untuk berbicara. Pertama sikap tubuh yang baik saat berdiri, kedua cara memproduksi suara yang benar, ketiga intonasi dan artikulasi bahasa saat berbicara, keempat cara berbicara lewat mata, dan terakhir menentukan kerangka berpikir dalam berbicara. Setelah kak Asta mengajarkan semua ilmu Public Speaking kami pun diajak untuk mempraktikkannya di ruangan itu. Aku berusaha untuk berani maju di depan semua orang dan mulai berbicara tentang dunia literasi. Aku mencoba mempraktikkan semua yang diajarkan kak Asta mulai dari memegang mic yang benar serta sikap tubuh yang baik saat berdiri. Semua ku coba walau masih banyak kekurangan dan masih grogi. Acara pun selesai pada pukul 14.30 dan kami semua merasa senang mendapat ilmu baru di hari libur sekolah. Cintailah dirimu saat berbicara atau beranikan diri saat berbicara agar engkau mencintai dirimu.

img-20161024-wa0006

Laporan In House Training (IHT) II, Antara Loyalitas, Diversitas, dan Kreativitas

Oleh: J. Firman Sofyan, Guru Bahasa Indonesia SMART Ekselensia Indonesia

 img-20161024-wa0005

Jalan Raya Parung tidak seramai biasanya. Kendaraan roda dua, empat, atau lebih, dipacu dalam kecepatan yang sedang-sedang saja. Ini tidak aneh, janggal, atau ganjil sesungguhnya. Yang tidak lazim adalah perjalanan saya. Ini adalah hari Sabtu, orang bilang mah weekend, saatnya berkumpul dengan keluarga. Akan tetapi, saya dan guru-guru lain, dengan loyalitas yang ada, harus bangkit guna meningkatkan kapabilitas keilmuan kami di aula SMART Ekselensia Indonesia.

Senyum khas Pak Sahat kali ini tidak terlihat di pintu aula. Tidak ada pula kertas putih mulus yang harus kami tanda tangani di meja kayu berkaki baja. Kursi dan meja tertata rapi, diam seribu bahasa. Pukul 07.27, baru tujuh guru yang telah bersedia. Tiga menit lagi acara akan dimulai, nyaris telat saya.

img-20161024-wa0004

July Siswanto, S.Ag., kepala SMA SMART Ekselensia Indonesia, baru membuka acara pukul 07.45. Sejatinya beliau telah tiba di ruangan sebelum para guru tiba. Namun, pembukaan terlambat karena melihat kondisi para peserta yang belum paripurna. Kepala sekolah kami tidak kecewa. Beliau memang sangat bijaksana, sangat memahami kondisi para peserta yang mungkin belum tiba karena berbagai alasan yang masuk akal tentunya. Selain menyampaikan salam, beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih atas pengabdian dan loyalitas para guru SMART.

Kegiatan pertama pada IHT II ini dimoderatori oleh Mulyadi Saputra, S.E., wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Humoris, rapi, dan enerjik, itulah ciri khasnya. Beliau akan memandu acara dari pagi hingga siang tiba. Sebelum memanggil pembica pertama, beliau menyampaikan satu informasi yang sangat menggembirakan. Beliau menyampaikan bahwa SMART Ekselensia Indonesia sudah mendapatkan SK penyelenggaraan sekolah sistem kredit semester (SKS) hingga tahun 2018. Ini sangat membanggakan karena di Jawa Barat hanya ada delapan sekolah yang mendapatkan SK serupa.

Acara pertama yang akan dipandu oleh Pak Mulyadi adalah penyampaian materi yang akan dibawakan oleh Rudy Purwanto, M.Pd., Instruktur Kabupaten berikutnya. Pak Rudy menyampaikan tiga materi: Analisis keterkaitan SKL, KI, KD, Model-model Pembelajaran, dan Penyusunan RPP. Yel-yel dan batiknya antik, unik, dan nyentrik. Slide presentasinya sangat banyak dan membuat mata bengkak. Akan tetapi, cara penyampaiannya sangat atraktif. Gerakannya efektif dan mampu membuat peserta kooperatif. Perjalanan dari pukul 08.00 hingga 10.30 kami nikmati dengan nikmat dan cermat. Materi-materi yang sebelumnya menurut kami sangat sulit dan rumit kini terasa sangat mudah. Sungguh guru hebat!

Kudapan yang tersedia di meja panjang saying untuk dilewatkan. Mereka seolah memanggil kami untuk segera dinikmati. Kopi yang masih tersimpan rapi di dalam wadahnya seakan telah mengeluarkan aura nikmatnya. Secara teratur dalam antrean, kami sejenak mengisi relung-relung lakuna tubuh kami yang mulai lapar. Beberapa guru memanfaatkan waktu 15 menit dari pukul 09.30 tersebut dengan mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.

img-20161024-wa0003

Selepas rehat, para guru melanjutkan safari dengan cara berkolaborasi bersama para mahasiswa Sekolah Guru Indonesia (SGI). Selain guru-guru SMART, IHT II ini memang lebih spesial karena dihadiri para mahasiswa istimewa yang akan mengabdikan dirinya untuk kemajuan bangsa.

Kami berkolaborasi menyusun RPP sesuai dengan rumpun mata pelajaran masing-masing. Hal yang memang nisbi untuk dilakukan karena diveritas diantara kami. Rumpun mata pelajaran bahasa diketuai oleh bu Lisa. Rumpun mata pelajaran PKn, Quran, PJOK, dan PAI dikomando oleh Ustaz Yasyfi. Pak Agus Suherman mengepalai mata pelajaran Rumpun Sains. Ketua Rumpun Prakarya adalah pak Ari Kholis, sang wakil kepala sekolah bidang kurikulum SMP. Adapun Rumpun Sosial dipimpin oleh bu Syahtriyah.

Dalam diskusi tersebut, kami dituntut untuk menunjukkan kreativitas masing-masing. Meski ini adalah kolaborasi pertama antara guru SMART dengan mahasiswa SGI, namun dengan kapabilitas yang kami miliki, kegiatan ini bukanlah hal yang sulit dilakukan. Kolaborasi berlangsung dengan baik, tanpa hambatan, tak ada seorang pun yang sungkan.

Kolaborasi formal kami memang menyenangkan, namun ada kolaborasi informasl yang justru sayang kalau tidak dituliskan. Sepanjang pelatihan, tidak jarang terjadi umpatan-umpatan yang ditujukan kepada salah satu guru pria SMART yang belum menikah, yaitu pak Mulyadi. Umpatan-umpatan tersebut bertujuan untuk memotivasi beliau agar berkenalan dengan para mahasiswi SGI yang juga masih belum memiliki “teman”.

Pemateri berikutnya tidak kalah berkualitas. Beliau adalah dra. Nurhayati. Materi yang beliau sampaikan pada hari kedua ini tentu saja tidak sama dengan materi pada hari pertama. Sabtu ini, beliau menyampaikan materi Analisis Penilaian Hasil Belajar. Agresivitasnya masih sama dengan hari pertama. Mobilitasnya tidak berkurang selama pelatihan, bergerak dari sudut satu ke sudut-sudut berikutnya. Kreativitas slide presentasi yang beliau tunjukkan keren-keren, penuh warna.

Dengan segala kapabilitasnya, tidak salah kalau beliau meraih banyak sekali prestasi, termasuk mendapatkan gelar Instruktur Kabupaten. Mari kita doakan agar beliau meraih prestasi-prestasi berikutnya, termasuk gelar Instruktur Provinsi bahkan Instruktur Nasional. Gelar terakhir merupakan gelar yang sangat prestise bagi seluruh guru di Indonesia, meski jika mendengar frasa tersebut, memori saya teringat akan seseorang. Ah, sudahlah, ia sudah senang. Mengenangnya hanya membuat air mata berlinang.

Adzan Dzhuhur sudah berkumandang, saatnya kami mengakhiri kolaborasi nan menyenangkan. Loyalitas kami terhadap sekolah tidak perlu dipertanyakan, namun waktu bersama keluarga di hari libur adalah sebuah keniscayaan. Terima kasih kami ucapkan atas semua pihak yang telah mempersiapkan kegiatan selama dua hari dengan sangat signifikan. Selain ilmu, kami kini bertambah teman, mahasiswa SGI yang mampu berkolaborasi dengan kami tanpa perasaan sungkan. Semoga ilmu yang sudah didapatkan bisa kami praktikkan.

img-20161024-wa0002

img-20161022-wa0005-1

In House Training I SMA SMART Ekselensia Indonesia

img-20161022-wa0005-1

(Soal Sangar hingga Pemateri Tenar)

Oleh: J. Firman Sofyan, Guru Bahasa Indonesia SMART Ekselensia Indonesia

Kemendikbud melakukan kembali penataan implementasi Kurikulum 2013. Pendampingan tahun 2016 ini dilakukan dengan pendekatan whole school, yang berarti pendampingan tidak hanya diberikan kepada guru mata pelajaran, melainkan juga seluruh unsur sekolah yang terlibat di dalam proses pendidikan.

Salah satu bentuk kegiatan pendampingan pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah menengah atas (SMA) adalah In House Training (IHT).

Pelaksanaan kegiatan IHT implementasi Kurikulum 2013 SMA SMART Ekselensia berkoordinasi dan bekerja sama dengan Direktorat Pembinaan SMA.
Kegiatan pendampingan pertama dilaksanakan pada hari Jumat, 21 Oktober 2016 di aula SMART Ekselensia Indonesia. Tepat pukul 07.15 kami sudah harus berada di tempat yang terletak tepat berada di bawah masjid utama sekolah kami. Sebelum memasuki ruangan, kami disambut oleh Pak Sahat, kepala tata usaha, dengan senyum menggoda. Beliau tampak semangat dan ceria dengan batik bermotif kontemporer kombinasi biru dan merah. Di depannya, tersedia kertas daftar hadir seluruh peserta pendampingan. Kami harus membubuhkan tanda tangan sebanyak enam kali pada kertas tersebut.

Karena kami terbiasa tiba di sekolah pukul 06.30, bukan halangan bagi kami untuk berkumpul 07.15. Hanya saja, ada beberapa guru yang mengeluh karena belum sempat menyantap sarapannya, entah sebungkus nasi bakar atau nasi uduk, sepotong roti, salad ditemani segelas susu hangat, semangkuk bubur nikmat, atau sekadar ubi bakar Cilembu yang manis dahsyat.

Kepala SMA SMART Ekselensia Indonesia, July Siswanto, membuka sekaligus menyampaikan sambutan untuk pendampingan pertama ini. Sambutannya singkat, padat, dan tentu seperti biasanya: cermat. Ada alasan khusus atas singkatnya pembukaan yang beliau sampaikan. Alasannya adalah karena kami harus terlebih dahulu mengerjakan pretes sebelum kegiatan pendampingan dilaksanakan. Pretes harus selesai tepat pukul 08.00. Beberapa peserta, atau mungkin sebagian besar peserta, sepertinya kehilangan selera sarapan ketika dihadapkan pada kertas berisi 40 soal tersebut. Rasa lapar dikalahkan soal-soal sangar!

Tampaknya hanya guru yang diharuskan mengerjakan pretes tersebut. Mas Ridwan, Mas Edo, Mas Teguh, Mas Habib, Mas Dian, Pak Irsan, Ketua OASE (OSIS), dan Pak Sahat, para unsur sekolah, tampaknya hanya menjadi saksi kebingungan dan keseriusan kami dalam mengerjakan soal.

Tepat pukul 08.00, semua guru telah tuntas mengerjakan pretes. Semoga saja para guru mendapatkan hasil terbaik, karena jujur saja, soal-soalnya sangat sulit meski kami harus mengeluarkan peluh tetes demi tetes.

GM Sekolah Model, M. Syafei El Bantanie, membakar semangat kami dengan materi Peran Keluarga dalam Pembelajaran Siswa. Dengan berbagai ilmu dan pengetahunnya, beliau menyampaikan materi tersebut dari sudut pandang yang berbeda. Beliau menyampaikan pola pengasuhan berdasar kisah Nabi Ibrahim dan Imran. Tidak lupa juga dipaparkan mengenai pola pengasuhan yang harus diberikan kepada anak sejak lahir, anak-anak, baligh, hingga dewasa. Untuk memperkuat materinya, dengan pengalamannya menulis banyak buku dan mengisi entah berapa ratus pelatihan, beliau menghipnotis kami dengan ilmu baru yang tentu saja tetap berlandaskan Al Quran.

Pukul 08.43, pengawas sekolah, Drs. Anwar Rusmin, tiba di aula. Kedatangan beliau disambut juga dengan datangnya kudapan yang terlihat menggoda, terutama untuk para peserta yang belum mengisi perutnya. Kudapan kami nikmati dalam rehat pertama hingga pukul 09.00.

Gambar presiden ketiga Indonesia, B.J. Habibie, memulai sesi kedua bersama Pak Anwar. Gambar tersebut menjadi pembuka materi pada sesi berikutnya, yaitu pembelajaran aktif. Gambar tersebut berikuanya menjadi media utama yang membuat kami memahami konsep pembelajaran Kurikulum 2013: 5M (mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi, dan menyimpulkan). Pembawaannya tenang, namun meyakinkan. Bahasa Inggrisnya bagus dan tata bahasanya cukup menawan.

Satu jam berlalu dari pukul 09.00. Saatnya salah satu Instruktur Kabupuaten (IK) yang dimiliki SMART Ekselensia, sekaligus rekan seruangan dengan saya, Bu Nurhayati, memberikan ilmunya tentang Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Meski usianya cukup jauh di atas saya dan beberapa guru lain, semangat beliau tetap membara. Hanya beliau pemateri yang menyiapkan yel-yel di hari pertama. Suara dan semangatnya stabil selama menjadi pembicara. Sungguh, seorang guru yang layak dijadikan anutan bagi para guru muda.

Dengan ekspresi yang kelelahan, Bapak Drs. Hidayat, M.M., Kasi SMA Disdik Bogor, akhirnya tiba di aula pukul 10.46. Beliau kelelahan karena harus melakukan mendaki gunung lewati lembah dari Pamijahan menuju Kemang. Beliau memberikan kami ilmu tentang Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti dan Sekolah Aman, namun karena waktu pada sesi pertama ini dibatasi hingga pukul 11.30, materi tersebut belum seluruhnya tersampaikan.

Tepat pukul 11.30, kami sudah mendapatkan berbagai ilmu baru, kudapan dan nasi kotak tentu saja. Para guru pria harus bergegas menuju masjid, mendatangi panggilan untuk beribadah kepada Sang Maha Pencipta. Para guru wanita pun harus melakukan hal yang sama, meski tidak harus berada di lokasi yang sama dengan para guru pria.
Ini memang hari pertama, namun ini adalah awal bagi kami untuk mengaplikasikan segala ilmu yang telah kami terima. Terima kasih kami ucapkan kepada para pemateri yang adiguna.

poster-ohara-2016

Pengumuman Lolos Seleksi LKTI OHARA 2016

poster-ohara-2016

Halo Sob! Ini dia yang kamu tunggu-tunggu, Pengumuman Lolos Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) OHARA 2016! Apakah kamu salah satunya? Yuk yuk cari tahu yuk

  1. SMAN 1 Parung (Gita Fitri Cahyani, Rizal Mu’tashim, Ryandika Saputra)
  2. SMP Nasima (Vinolla Sekar Ayu Syakira, Tifany Natalia Putri)
  3. SMP Nasima (Arif Rachmat Ilahi, Pradipta Akmal Ath-Thoriq)
  4. SMP N 5 Bogor (Pianissa Zahra)
  5. SMA 1 Tarakan (Fitriani, Ayu Fitria Shofiatul Q, Amelia Ulva)
  6. SMAN 2 Cibinong (Lailatul Qomariah, Nabila Humaira Yasmin, Darmawan)
  7. SMP Utama (Naufal Nur Hidayat)
  8. SMP Utama (Danang Tri Saputra, Kamila Amalia, Septianasari)
  9. SMP Utama (M. Rizki Ramdhani, Ilham Dani, Maulana Ramdani)
  10. SMA Al Firdaus (Zaki M. Husyemi R., Ken Bagus Andamar Ati, Odvan Rasyied Pambudi)

Untuk kamu yang lolos jangan lupa untuk mengonfirmasi keikutsertanmu di ajang LKTIOHARA 2016 dengan menghubungi Ibu Retno  088216234508

Berikut ketentuan lomba LKTI babak final

  • Peserta wajib menggunakan pakaian sopan
  • Peserta hadir tepat waktu

Sekali lagi kami ucapkan selamaaaaaaat dan kami tunggu kehadiranmu di OHARA 2016!