Jpeg

Oleh: Vikram, Kelas 12 IPA

“Jika ujian datang cobalah untuk hadapi, hayati, dan nikmati!”

Namaku Vikram Makrif asal Jambi, kelas 12 IPA SMA SMART. Hari ini, 28 november2016 aku pergi ke Megamendung bersama teman sekelasku Vebrian Galih asal Jogjakarta. Kami berdua mengisi acara Training Motivasi Quantum Learning untuk siswa kelas 6 di SDIT Baitul Halim. SDIT Baitul Halim saat ini sedang mengadakan kegiatan Super Camp selama sehari semalam untuk siswa kelas 3 sampai kelas 6. Juga mengadakan kegiatan out bound untuk siswa kelas 1 dan 2.

Jpeg

Kami berangkat dari SMART bersama bu Dina sebagai pendamping. Kami dijemput oleh pihak sekolah Baitul Halim  pukul 11.00 dan sampai di sana pukul 12 siang. Setelah itu kami melihat-lihat tempat kamping para peserta, tempatnya sangat indah. Ada berbagai macam tempat rekreasi dan out bond. Lalu kami menuju aula acara training yang semi tertutup atau bisa dibilang seperti saung yang sangat luas. Kami makan siang terlebih dahulu, setelah itu baru kami mempersiapkan bahan-bahan dan materi yang akan disampaikan nanti.

Kegiatan Training Motivasi Quantum Learning ini bertujuan untuk menambah semangat siswa kelas 6 SD agar lebih giat lagi dalam belajar mempesiapkan diri sebelum UN. Juga untuk memberikan tips-tips agar belajar lebih mudah dan menyenangkan melalui metode Quantum Learning, yaitu Speed reading, Super Memory System, dan mind Mapping.

Tepat pukul 14.30 acara pun dimulai. Kami memulai acara dengan menguji kefokusan para peserta dengan permainan, setelah itu barulah kami memperkenalkan diri kepada seluruh peserta. Kami memberi materi dimulai dari  Speed Reading, setelah itu Super Memory System, dan yang terakhir mind mapping. Acara dimulai pukul 14.30 dan berakhir pukul 17.50. Pada setiap pergantian materi aku dan Galih memberikan ice breaking berupa permainan ataupun senam agar tidak membosankan.

Setelah menjelaskan tips-tips belajar yang mudah dan menyenangkan kami berdua berbagi pengalaman mempersiapkan diri sebelum UN SD dan pengalaman suka duka hidup di asrama. Mereka memerhatikan dengan seksama dan tertawa ketika kami cerita lucu.

Di akhir acara aku meminta mereka semua untuk saling menghargai satu sama lain, saling tolong menolong, dan juga saling meminta maaf pada teman yang lain. Mereka semua berdiri, saling berpelukan membentuk lingkaran. 16 peserta laki-laki saling bergandengan tangan membuat lingkaran yang besar. 16 peserta perempuan membentuk lingkaran juga namun lebih kecil karena mereka saling berpelukan dan menangis.

“Semuanya coba ikuti kata-kata kakak! Kita adalah teman, kita adalah sahabat, kita adalah keluarga, aku sayang kalian semua,” kataku menyuruh mereka mengulangi kata-kata yang kuucapkan.

“Kita adalah teman, kita adalah sahabat, kita adalah keluarga, aku sayang kalian semua,” teriak seluruh peserta penuh semangat sambil menatap wajah teman-temannya.

Peserta perempuan saling meminta maaf dan berpelukan dengan teman-temannya, sedangkan yang laki-laki saling meminta maaf walau tidak sambil menangis. Setelah itu kami semua bernyanyi bersama sebelum acara ditutup. Aku juga berpesan pada mereka agar tidak melupakan materi yang sudah diberikan serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Setelah ini kita semua harus lebih giat lagi belajarnya, cobalah untuk saling menolong sesama teman, dan juga kalian bisa pakai tips-tips dari kakak untuk pesiapan ujian kalian. Ingat jika ujian datang cobalah untuk hadapi, hayati, dan nikmati!” pesanku pada mereka.

Alhamdulillah acara berakhir dengan sukses, lalu kami semua berfoto bersama sebelum Shalat Magrib. Para peserta mengatakan acara training motivasinya seru dan mengasyikan, ada beberapa dari mereka yang ingin bermain dor-doran sepeti saat ice breaking, ada yang ingin video motivasinya lebih bayak lagi. Bahkan setelah acara selesai beberapa dari mereka meminta tanda tanganku juga tanda tangan Galih. Wah bahagia rasanya, semoga adik-adik  SDIT

Oleh: Nadhif Putra

Dipeluk sepi malam rindang,
menjejak di serpihan gang lengang,
sisanya hanya terdengar pijar tawa,
mata bening mulai merembas, pada
sekujur lapis bernadi milikku
sedang, rinai tawa yang tadi
menggubah titik noktah ilusi
malam sepi, yang lantunkan singkat
sajak dingin pemeran pikat

Kembali pada meja nomor satu
memula, peruntungan pada waktu
pertaruhan tentang dingin, biku
jari-jariku mulai membisu
terguyur basah sore tadi, rindu
sejenak mulai melepasiku
lewat sendi-sendi kata, dirimu
menutur frasa-frasa malamku
yang, merangkai sajak waktu

Masih membekas aroma hujan
di kota, pemilik pameran hujan
membuatku rindu, kecup peluh itu
tak tahan sebab lebam merenggut
kilasan rautmu,
sebentar saja, bulan hujanku
tanpa terasa akan bersua
memupus ruang lewat kata
tatap mata, juga rona
tujuh warna setelahnya

Hanya dengan begitu,
aku dapat kembali mengenalmu
seperti awal waktu,
saat aku menemukanmu,
potongan hujan, sepertimu

21.37 WIB
(Bogor, 2016)

smart1

smart3

smart2

SMART Ekselensia Indonesia Islamic Boarding School mencari generasi muda terbaik calon pemimpin masa depan dari seluruh penjuru Indonesia untuk bergabung  bersama kami.

SMART Ekselensia Indonesia merupakan sekolah menengah tingkat SMP-SMA bebas biaya, berasrama dengan program percepatan sistem SKS pertama di Indonesia. SMART Ekselensia Indonesia merupakan salah satu program Dompet Dhuafa Pendidikan  yang bertujuan menjadi sekolah model yang melahirkan generasi berkepribadian Islami, berjiwa pemimpin, mandiri, berprestasi, dan berdayaguna.

Kurikulum SMART Ekselensia Indonesia merupakan kurikulum yang memadukan sistem pendidikan sekolah dan sistem pendidikan asrama. Sebagai jaminan kualitas para peserta didik, SMART Ekselensia Indonesia mengembangkan kurikulum 7 (tujuh) mata pelajaran khas yang dielaborasi dalam jangka waktu 5 tahun untuk menunjang sistem pendidikan yang berkelanjutan dari tingkat SMP-SMA. Ketujuh kurikulum khas tersebut adalah sebagai berikut:

1. Islamika (Al-Qur’an Hadis, Akidah Akhlak, Fiqh, Sejarah Peradaban Islam)
2. Tahfizh Al-Qur’an
3. Matematika
4. Bahasa Arab
5. Bahasa Indonesia
6. Bahasa Inggris
7. Teknologi Informasi

SMART Ekselensia Indonesia juga memiliki program unggulan:
1. Takhasus Tahfizh 30 juz untuk mengkader calon hufazh.
2. Takhasus Islamic Studies untuk mengkader cendekiawan muslim.

Sistem pendidikan sekolah dan asrama didukung dengan sistem manajemen mutu yang diakui secara internasional melalui ISO 9001:2008 dan Baldrige Excellence Framework. Ditunjang pula dengan guru-guru terbaik dan ahli berasal dari berbagai kampus terbaik dalam dan luar negeri.

Tunggu apalagi, daftarkan anak Anda, tetangga demi masa depan Indonesia yang lebih baik!

Informasi lebih lanjut:
PANITIA PUSAT: 0852 8502 0603 (Imtinanika Syahara)
email: smart.ekselensia.school@gmail.com
Website: smartekselensia.net
Facebook: SMART Ekselensia Indonesia
Twitter: @smartekselensia

Download

Download Formulir Pendaftaran SNB SMART Ekselensia Indonesia 2017 [Download]

 

[pdf-embedder url=”http://www.smartekselensia.net/wp-content/uploads/2016/11/SNB2017.pdf” title=”pendaftaran”]

[thetotalviews]

img_20161119_0933541

Laporan Pelaihan Pengembangan Butir Soal dengan High Order Thinking Skill (HOTS)

Oleh: J. Firman Sofyan, Guru Bahasa Indonesia SMART

Para siswa, dengan berseragam Pramuka, menyambut kami di pos sekuriti. Seperti biasa, kami memarkirkan kendaraan di tempat yang seharusnya untuk kemudian menuju aula. Yang naik kendaraan umum, tentu harus ikut serta. Ikut dalam pelatihan yang diadakan oleh Litbang Sekolah Model yang diadakan di akhir pekan (lagi). Demi ilmu baru, kami tidak bimbang, apalagi ragu, akan mengerahkan jiwa, raga, harta (ongkos maksudnya), untuk menerima ilmu meski akhir pekan.

Pukul 07.55, di aula SMART Ekselensia Indonesia, telah siap sedia lima orang guru dengan gaya berbusana beda-beda, tentu saja. Para guru disiplin tersebut adalah Ust. Gani, Ust. Mulyadi, Ustz. Eka, Ustz. Novi, dan Ustz. Retno. Saya menjadi peserta keenam. Alhamdulillah, masih sepuluh besar.

Satu per satu, guru lain pun mulai memasuki aula. Ada yang datang dengan senyuman. Ada yang menunjukkan muka masam. Beberapa menunjukkan ekspresi datar tak terdefinisikan. Namun, insya Allah semuanya mengucap salam. Kemudian, semua memilih kursi dan duduk dengan nyaman.

img_20161119_0933321

Telah berbagai tema kami obrolkan saat tiga puluh menit berlalu dari pukul delapan. Yang belum sempat sarapan bahkan bisa menyempatkan untuk jajan. Guru-guru paling alim tidak lupa mengambil wudu untuk kemudian mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta. Aktivitas-aktivitas tersebut kami lakukan seraya menunggu pembicara yang belum tiba karena pasti ada sebuah alasan.

Ustaz Abdul Gani, Koordinator Litbang SMART Ekselensia Indonesia, akhirnya kembali memasuki ruangan tepat pukul 08.45 ditemani dua orang berpenampilan rapi, bersih, dan cerdas. Seorang lelaki dan seorang wanita. Coba menerka usia mereka, tampaknya hampir berkepala empat atau mungkin lebih. Sang pembicara utama, Deni Hadiana, peneliti Indonesia Bermutu, Puspendik, Balitbang Kemdikbud, langsung menyampaikan sebuah pertanyaan setelah dipersilakan oleh moderator, Ustaz Abdul Gani. Wanita yang datang bersama Bapak Deni ternyata tidak turut serta menjadi pembicara. Beliau ikut memilih kursi untuk berdampingan dengan para peserta, yaitu guru-guru SMART Ekselensia Indonesia.

“Apa yang teman-teman bayangkan jika mendengar kata penilaian?” itulah kalimat pembuka yang disampaikan Pak Deni. Beberapa peserta berinisiatif menjawab stimulus tersebut. Jawaban yang diberikan pun sangat variatif dan berkelas, menunjukkan betapa hebatnya kapasitas dan kapabilitas para pendidik siswa-siswa di SMART Ekselensia Indonesia.

Setelah itu, penjelasan dan pemaparan Pak Deni pun mengalir begitu indah. Penjelasannya mudah dipahami. Salindia (slide) presentasinya cukup aktual. Interaksi dengan para peserta sangat baik. Logat Sundanya memang masih agak kental, namun itu tidak menutupi kecerdasannya. Tutur katanya logis dan sistematis. Pokoknya pambicara kali ini top abiiz!

Pada sesi pertama, Pak Deni menyampaikan beberapa konsep pembuatan bank soal dan kriteria pemilihan materi untuk pembuatan soal. Salah satu hal penting dan baru dari materi pertama ini adalah empat kriteria pemilihan materi yang meliputi urgensi, kontinuitas, relevansi, dan keterpakaian. Aktivitas pada sesi pertama ini diisi pula dengan presentasi oleh tiga guru tentang pembuatan indikator pembuatan soal. Tiga guru beruntung tersebut adalah Ust. Mulyadi, Ustz. Dina, dan saya sendiri.

img_20161119_0906581

Tidak terasa, kini sudah saatnya kami rehat sejenak untuk menikmati dua jenis kudapan yang terlihat istimewa. Tidak lupa juga disediakan kopi bagi yang sering dijadikan sebagai sugesti penghilang rasa kantuk oleh beberapa insan. Ada pula teh celup didampingi gula di dalam stoples kecil dan bening. Namun, bagi saya, minuman terbaik adalah air bening (air mineral).

Seperempat jam sudah cukup bagi kami untuk sejenak mengisi perut yang mulai menipis dan kempis. Cukup untuk meningkatkan kembali gairah dan semangat kami dalam berpetualang menikmati setiap untaian kalimat yang disampaikan sang pembicara. Sesi berikutnya, tepat pukul 11.00, kami melanjutkan presentasi pembuatan soal sesuai dengan indiator yang telah dibuat. Empat guru pemberani pada sesi kedua adalah Ustz. Lisa, Ustz. Ulfi, dan Ustz. Dede. Presentasi berjalan interaktif karena soal-soal yang dibuat para presentator sangat baik dan kreatif.

Pukul 11.45 kami akhiri sementara kegiatan menyenangkan dan mengeyangkan (ilmu) ini. Saatnya kami bergegas menuju seruan azan untuk segera melaksanakan kewajiban.

Setelah kebutuhan rohani dan jasmani tuntas didapatkan, pukul 12.50 kami kembali menyiapkan fisik dan pikiran untuk menyerap ilmu berikutnya dari Pak Deni. Bukan ilmu menghilang apalagi ilmu menggandakan uang pastinya. Ini adalah ilmu yang sangat istimewa. Ilmu yang akan membuat guru menjadi lebih adiguna. Ilmu ini adalah Pengembangan Butir Soal dengan High Order Thinking Skill (HOTS). Ini adalah materi pelatihan yang betul-betul saya harapkan sejak tahun ajaran 2015-2016. Alhamdulillah, sekolah bisa menghadirkan pembicara yang berkualitas sehingga kini kami pun insya Allah bisa  membuat soal-soal dengan tepat, baik, dan komprensif.

img_20161119_0905271

Bukti bahwa ilmu yang disampaikan aplikatif bagi kami adalah presentasi oleh salah satu guru paling cerdas yang dimiliki SMART Ekselensia Indonesia: Ust. Mulyadi. Dan, hasilnya sungguh puspawarna.

Satu per satu aktivitas telah kami lewati. Jujur kami sangat senang hati karena di akhir pekan kemarin mendapatkan ilmu yang penuh arti. Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah menyelenggarakan pelatihan ini, terutama kepada sang pemateri Bapak Deni. Semoga ilmu yang Bapak berikan bisa kami aplikasikan bukan hanya hari ini, melainkan sepanjang hayat kami. Pukul 14.15 kami pulang menuju keluarga yang telah menanti.

 

 

dscf1261

Lapangan SMART menjadi saksi bisu dari berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan SMART sejak angkatan pertama. Bisa dibilang SMART berbeda dengan sekolah-sekolah lain, jika di sekolah lain upacara biasa diadakan setiap Senin, di sekolah kami hampir setiap hari lho (tentu saja Sabtu dan Minggu tak termasuk). Sebut saja ia Apel Pagi, kegiatan ini telah dimulai sejak SMART berdiri sekitar 14 tahun yang lalu. Karena berbeda dengan upacara, maka lebih banyak kegiatan menarik di Apel Pagi, seperti pagi ini (23/11), Lapangan SMART terlihat sangat semarak dan penuh dengan kegembiraan. Apa pasal? Pasalnya dua teman kami membawakan Stand Up Comedy dihadapan ratusan siswa SMART dan para guru dengan gaya mereka yang unik dan menarik.

dscf1318 dscf1320

“Dari lahir gue udah jadi pejabat; Peranakan Jawa Batak,” buka Rizky Dwi Satrio, Kelas XII IPA, yang disambut gelak tawa. Skrip komedi yang ia bawakan makin membuat para peserta Apel Pagi riuh dengan tawa. Setelah Satrio puas mengocok perut kami tiba giliran Boby Anggara, Kelas XII IPA, membawakan skrip komedi selanjutnya. Penampilan Boby juga mampu membuat kami semua tergelak.

Oh iya kamu pasti heran ya kenapa bisa ada Stand Up Comedy di Apel Pagi, jadi begini, Sejak 16 November lalu hingga 24 November nanti kami mengadakan Bulan Bahasa SMART. Bulan Bahasa merupakan kegiatan yang dihelat oleh Organisasi Akademika SMART (OASE) agar para siswa SMART lebih mencintai literasi. Sekadar info untukmu kalau kondisi literasi di Indonesia dapat dibilang masih kurang, Indonesia saja tercatat menempati peringkat 64 dari 65 negara yang menjadi objek dalam hal literasi. Bahkan tingkat membaca siswa di Indonesia menempati urutan 57 dari 65 negara (PISA, 2010), pun indeks minat membaca masih berada pada angka 0,001 yang artinya dari 1000 orang hanya 1 orang yang membaca.

Naah Bulan Bahasa ini menjadi ajang kami untuk lebih mencintai literasi, ada beberapa kegiatan yang kami adakan seperti Stand Up Comedy, Khitobah (ceramah menggunakan bahasa Arab), dan Balas Pantun. Pelaksanaan Bulan Bahasa dilaksanakan di lokasi dan jam yang berbeda-beda, Stand Up Comedy diadakan setiap pagi di lapangan apel, Khitobah dilaksanakan lepas Zuhur di Masjid Al-Insan, dan Balas Pantun diadakan di kelas lepas Asar.

fb_img_1479808092764 p_20161122_122205 img-20161012-wa0003

Kami tak menyangka jika peminat Bulan Bahasa banyaak sekali, sekitar 150 siswa turut berpartisipasi dan meramaikan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun ini. Kami berharap jika Bulan Bahasa tahun ini mampu membuat kami lebih rajin untuk membaca, menelaah, dan mengingatkan teman yang lain betapa pentingnya membaca dan berliterasi. (AR x MA)

 

img-20161025-wa0005

(Tak Ada Nasihat yang Pantas Untuk Rembulan)

Oleh: Nadhif Putra Widiansah, Kelas XII IPA

Biarkan aku bercerita
sedikit tentang kawan lamaku,
begini:

“Rembulan datang malam hari,
mengusik mimpi
dan menanti pagi,
pergi kembali di ujung malam
jatuh harapnya di ufuk pagi.”

lagi,
“Rembulan datang malam hari,
mengganjal khayal
dan memendek napas malam,
datang lagi dengan intuisi tentang pagi.”

dan lagi,
“Rembulan datang malam hari,
tubuhnya ringkih tergerus masa,
lengan-lengannya merangkul ironi,
masih saja mendamba pagi.”

dan lagi-lagi,
“Rembulan datang malam hari,
matanya celik,
ditatapnya pelik
masih begitu, hanya menikmati ritme
konstelasi menuju pagi
langkahnya gontai
juwita miliki
derapnya lugu menuju pagi.”

Tak pernah berhenti,
begitu aku melihatnya
ditiap malamnya,
kadang berubah sendu
seringkali kukira rindu
mungkin, tak ada nasihat
yang pantas untuk rembulan,
tembangkan barang
dua melodi petikan,

Begitu juga dengan malam, hitam
terus saja diam
tak bergeming memelukrembulan,

yang hampir tersungkur mengejar pagi
dan kini,masih saja kulihat;

“Rembulan datang,
memuja pagi.”

(Bogor, 2016)

p_20161119_094124  

“Jadilah manusia yang bermanfaat sebesar-besarnya untuk siapapun dan di mana pun,” ungkap kak Dini, pembicara dalam acara workshop bersama Duta Gemari Baca Dompet Dhuafa, penuh semangat.

Langit cerah dan mentari pagi menemani langkah kami menuju Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan. Di tengah indahnya Sabtu pagi (19/11), kami mengikuti workshop bulanan para Duta Gemari Baca bertajuk “Networking dan Partnership”. Acara yang diadakan di lantai satu PSB ini dihadiri 20 peserta yang terdiri dari Duta Gemari Baca, siswa SMART dan beberapa mahasiswa Sekolah Guru Indonesia (SGI). Melihat para peserta yang datang, semangat kami semakin menggebu untuk mendapatkan inspirasi baru dan cara asyik berelasi.

Sekitar pukul 9 pagi workshop penuh insprasi ini dimulai.

Terdapat dua sesi dalam kegiatan workshop kali ini. Sesi pertama ialah networking dalam workshop  dijelaskan betapa dahsyatnya berjejaring. Pada awal kegiatan, para peserta diajak untuk bercerita mengenai benda yang dibagikan kepada masing-masing peserta.  Para peserta diajak untuk aktif dan menemukan banyak inspirasi dari benda disekitar. Kak Dini menuturkan bahwa penting sekali memiliki  jiwa yang baik,murah hati dan tulus. Hal tersebut merupakan mata uang utama dalam kegiatan berjejaring.

Kegiatan interaktif seperti simulasi mengumpulkan kartu nama saat seminar dilakukan untuk menambah inspirasi para pejuang Gemari Baca. Aksi nyata untuk saling berbagi hasrat dan menunjukan perilaku baik dalam berjejaring.  Kisah-kisah inspiratif juga dibagikan untuk mengajak berjejaring dengan baik dan optimal. Sayangnya, sesi yang sangat mengasyikan ini hanya sampai pukul 12 siang saja. Namun kak Dini tidak segan untuk mengevaluasi seraya mengapresiasi aksi para peserta, ternyata banyak sekali ketidaksadaran untuk berelasi dengan baik yang selama ini kami lakukan.

p_20161119_094145

Waktu istirahat siang tiba. Seraya mencicipi hidangan nasi bakar spesial, para peserta saling berinteraksi dan bertukar pendapat mengenai sesi pertama workshop.Rehat siang ternyata tidak mengendurkan semangat para peserta workshop untuk mendapatkan inspirasi. Hal ini dibuktikan saat dibukanya sesi kedua workshop tentang Strategic Patnership. Tepuk tangan meriah membuka kegiatan inspirasi yang dibawakan oleh kak Andi Angger Sutawijaya, ia adalah Koordinator Nasional Komunitas Filantropi Pendidikan dan Ketua Komunitas Turun Tangan Banten.

Dengan pengalaman yang mumpuni di bidang partnership, kak Angger memberikan inspirasi nyata untuk berjejaring dengan baik dan optimal. Kak Angger menyatakan bahwa pentingnya kita untuk memiliki lingkaran partner, ia menyampaikan dengan lugas keutamaan gerakan sosial yang akan kami rencanakan. Aksi interaktif dan menyenangkan juga terdapat dalam sesi ini, para peserta diajak untuk turun langsung membuat rancangan kegiatan dan bersimulasi mencari sponsor yang akan kita tuju. Berbagai tips kepemimpinan dan berorganisasi juga dibagikan untuk mengajak kami untuk membuat gerakan sosial.

p_20161119_094650

Di akhir acara, para peserta mendapat banyak sekali manfaat dari networking dan partnership dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah rintik hujan Sabtu sore berakhirlah acara Workshop Gemari Baca. Semoga kebermanfaatan dari partnership dan networking tidak berhenti di satu titik. Dibutuhkan aksi nyata untuk menyebarkan nilai dan manfaat agar kehidupan mejadi lebih bik dima yang akan datang. (RZL x AR)

p_20161116_131607

Ada yang berbeda di pelajaran Bahasa Indonesia siang ini (16/10), kami yang biasanya belajar di kelas dengan teman satu jurusan (IPA dan IPS jadwalnya berbeda) sekarang tumplek blek di Aula SMART. Aula begitu padat hingga kami bingung harus duduk di mana, bagaimana tidak padat, 50 siswa disatukan untuk mengikuti kelas spesial di mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Kalau dengar kata spesial pasti kamu langsung terbayang hal-hal keren deh, itu juga yang kami rasakan. Jujur kali pertama mendengar akan diajarkan materi negosiasi rasanya seperti mendapat angin segar, kenapa? Karena itu artinya kami belajar hal baru yang akan mengasah kemampuan lagi. Materi negosiasi dibawakan oleh kak Dini Wikartaadmadja, ia merupakan Creative Librarian dari Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa, oh iya kegiatan ini dimulai pukul 13.00 sampai jelang Asar. Kalau menurut bu Yati, Guru Bahasa Indonesia kami, pemberian materi negosiasi dilakukan agar kami tidak hanya pintar berteori namun juga pintar untuk melakukan interaksi yang bisa diaplikasikan langsung di masyarakat kelak.

p_20161116_131512

Selama materi berlangsung kami dibagi menjadi enam kelompok, sebelum materi diberikan masing-masing kelompok telah membuat kesepakatan dengan kak Dini, jika kedapatan melanggar akan dikenakan sanksi nyata hmmm. Pada kesempatan kali ini kak Dini membeberkan seluk beluk negoisasi. Tahukah kamu jika negosiasi merupakan proses di mana dua pihak yang memiliki persepsi, motivasi, dan kebutuhan yang berbeda dan mencoba bersepakat demi kepentingan bersama? Nah Ada beberapa unsur negosiasi yang harus kamu ketahui nih antara lain adanya proses komunikasi, adanya perbedaan kepentingan, adanya perundingan, dan adanya kesepakatan.  Itu saja? Tentu tidak karena ternyata masih ada langkah-langkah yang harus kamu lalui seperti persiapan untuk meningkatkan target capaian dan persiapan mental, jangan lupa ada juga pembukaan yang meliputi sikap menyenangkan, tegas, dan satu lagi, senyum. Yap senyum itu penting untuk memberikan kesan baik ketika bernegosisasi.

“Kakak ingin agar kalian bisa mengetahui arti negosiasi dan menerapkan negosiasi di kehidupan nyata,” ungkap kak Dini penuh semangat.

p_20161116_131638

Setelah materi awal dipaparkan, kami langsung praktik membuat rancangan dan strategi negosiasi dengan tema yang sudah ditentukan. Kelompok 1: Penjualan, Kelompok 2: Peraturan, Kelompok 3: Perizinan, Kelompok 4: Liburan, Kelompok 5:  Tugas, Kelompok 6:  Program OSIS, semua tema harus kami ubah menjadi satu negosiasi logis yang bisa diterapkan di sekolah dan masyarakat. Beberapa dari kami nampak kesulitan, namun kak Dini dan bu Yati dengan sabar mengajarkan langkah-langkahnya dengan sangat sabar.

p_20161116_143616

Setelah semuanya selesai, strategi tiap kelompok ditempel di dinding agar kelompok yang lain bisa membaca strategi yang kami terapkan dalam bernegosiasi. Puas dengan hasil yang kami tempel, kami melanjutkan ke tahap presentasi. Di tahap ini kami banyak belajar cara berkomunikasi yang baik, baik secara verbal dan non verbal. Komunikasi yang baik sangat ditekankan karena negosiasi membutuhkan kemampuan komunikasi yang mumpuni agar tujuan tercapai, waah semua kelompok bekerja sangat keras sekali, namun sepadan dengan banyaknya pelajaran berharga yang kami peroleh.

p_20161116_131404

Materi negosiasi tak berakhir sampai sini saja, karena nanti akan ada materi selanjutnya yang melibatkan karyawan Dompet Dhuafa  Pendidikan dan juga masyarakat sekitar. Duh kami sudah sangat tidak sabar, doakan kami ya. (AR)

p_20161116_131439

p_20161116_131424

14962692_776657395808306_8088392707480707944_n

Halo Sob!

Tahukah kamu kalau pada akhir Desember nanti kami akan melaksanakan Pulang Kampung. Pulang Kampung merupakan kegiatan rutin tahunan yang dihelat agar kami dapat bertemu kembali dengan keluarga tercinta.

Seperti yang kamu ketahui siswa SMART berasal dari berbagai wilayah di Indonesia & pada momen ini kami akan pulang ke kampung halaman masing-masing setelah satu tahun lamanya tak pulang ke kampung. Kepulangan kami bukan sekadar pelepas rindu semata, tetapi juga berbagi semangat menginspirasi keluarga, teman, dan masyarakat sekitar.

Mari berpartisipasi bersama kami mengobati rindu kampung halaman dengan berdonasi melalui rekening BNI Syariah 2880288013 a.n.Yayasan Dompet Dhuafa Republika.

Detil seputar Pulang Kampung bisa kamu lihat di bawah ini.

 

[pdf-embedder url=”http://www.smartekselensia.net/wp-content/uploads/2016/11/pulangkampung.pdf” title=”pulangkampung”]

Kau lahir menyapa dunia
Dirimu bersih tanpa dosa
Belum bisa tuk berkata
Hanya senyum tertera

Masa berjalan kian terus
Terlihat jelas dirirmu kini
Mulai berbuat sesuka hati

Kian lama kian berani
Padahal dosa sudah untuk sendiri
Maksiat pun kau jalani
Padahal kau tahu itu keji

Nikmat Allah, kau kufuri
Kata setan, kau ikuti
Nafsu sudah mebnjadi raja
Nafsu telah berkuasa
Atas dirimu yang hina

Tanpa sadar tanpa ingat
Dirimu telah tua dan renta
Tak mampu berbuat apa-apa
Tapi masih berbuat dosa
Padahal, sedari dulu kau sadar
Semua itu tak benar

Kian berdosa kian terlena
Pada dunia yang sementara

Tibalah sosok hitam di hadapan
Dirimu terkejut tak terbayang
Dirimu takut bukan kepalang
Bagai diri tercekat karang

lisan membisu tak berkata
Syahadat pun tak terkata
Hanya makian terkata
Selama hidup hanya dosa

Nyawa menembus ubun-ubun
Tak bisa lagi meminta ampun
Pada sang Ilahi Mahatahu
Pada sang ilahi maha pengampun

Tibalah yaumul hisab
Semua amalan di hisab
Di nerakalah dirimu terjerembab

Oleh: Anggi Nur Cholis, kelas XII IPA