un

Semangat Baru Ujian Nasional

Ujian Nasional (UN) merupakan salah satu faktor yang menentukan kelulusan siswa sekolah menuju jenjang yang lebih tinggi. Perkembangan zaman yang selama ini terus terjadi menjadi sebuah tantangan baru untuk membentuk generasi yang terbaik. Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hadir sebagai inovasi baru untuk menjawab tantangan perkembangan zaman dalam dunia pendidikan saat ini.

UNBK merupakan UN yang dilakukan siswa sekolah menengah dengan menggunakan salah satu teknologi yaitu komputer sebagai tempat mengisi soal selain kertas. Kegiatan ini  rencananya akan digelar pada saat waktu yang bersamaan dengan UN berbasis kertas atau paper basic test (PBT). Setiap sekolah yang ingin menyelenggarakan UNBK harus memenuhi berbagai persyaratan sebelum menyelenggarakan ujian ini. Mulai dari kesiapan kualitas perangkat UN (komputer dan server), tenaga ahli yang berpengalaman dan pastinya kesediaan sekolah sendiri untuk menyelenggaarakan UNBK ini.

Banyak kekhawatiran yang dialami oleh siswa dan guru mengenai pelaksanaan UNBK ini. Pertama, mulai dari tidak siapnya tenaga ahli untuk mempersiapkan UNBK. Kedua, banyaknya siswa merasa khawatir dalam pelaksanaan UNBK tidak dapat kembali ke soal sebelumnya telah dilewati. Ketiga, minimnya jumlah komputer di sekolah yang memadai untuk digunakan dalam pelaksanaan UNBK. Kekhawatiran semakin bertambah dengan masalah yang hadir saat pelakasanaan UNBK, yaitu komputer yang  dapat tiba-tiba mati ditengah pelaksanaan UNBK. Hal tersebut berimbas pada jawaban siswa yang menjadi hilang.

Belajar dari pengalaman dan hasil UNBK sebelumnya, saat ini kekhawatiran dalam pelaksanaan UNBK terus dibenahi. Dalam hal sarana prasarana, yaitu komputer dan server telah dipersiapkan dengan matang serta siap untuk menanggulangi permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan UNBK. Kedua, siswa-siswa telah menjalani serangkaian uji coba untuk mempersiapkan mental dan kepahaman dalam melaksanakan UNBK ini. Ketiga, UNBK juga mampu mengefektifkkaan waktu dalam Ujian Nasional seperti membulatkan jawaban yang dianggap cukup menghabiskan banyak waktu. Terakhir, pelatihan para tenaga ahli yang dibutuhkan dalam pelaksanaan UNBK diharapkan mampu menjawab permasalahan teknis dalam pelaksanaan UNBK.

Dengan penyelenggaran UNBK, sekolah akan semakin maju dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.  Saat ini penyelengaraan  penyelenggaraan UNBK masih cukup jarang di seluruh nusantara. Hal ini menjadikan sekolah yang menyelenggarakan UNBK semakin unggul dan diharapkan menjadi percontohan bagi sekolah lain untuk melaksanakan UNBK. Sehingga dapat tercipta peningkatan mutu pendidikan untuk menciptakan generasi emas Indonesia 2045 (SR).

dsc_0055

BUKU vs MEDSOS

dsc_0055

 

Oleh: Insan Maulana, Kelas XII IPA

Aku rela dipenjara asalkan dengan buku, karena dengan buku aku bebas.”

 –Muhammad Hatta-

Zaman sekarang, teknologi mengambil peran penting dalam kehidupan manusia dan seiring berjalannya waktu, teknologi semakin berkembang dan semakin maju. Kemajuan teknologi membuat kita semakin mudah melakukan segala sesuatu, kita ambil contoh jika kita ingin melakukan komunikasi antar kota, puluhan tahun yang lalu kita harus menggunakan surat dan membutuhkan waktu yang lama, itu komunikasi antar kota. Bagaimana dengan komunikasi antar benua? Sepertinya mustahil dilakukan. Namun, sekarang teknologi menyediakan berbagai fitur yang membuat komunikasi antar benua menjadi lebih mudah, selain itu waktu yang dibutuhkan pun teramat singkat. Teknologi seperti e-mail, SMS (Short Message Service), telepon atau media sosial seperti facebook-lah yang membuatnya mungkin. Termasuk untuk mencari informasi, kini tersedia internet yang teramat mudah diakses, bandingkan saat abad 20 ketika itu hanya tersedia surat kabar dan buku sebagai sumber informasi.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna internet cukup banyak dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara. Sebuah agensi marketing sosial mengeluarkan sebuah laporan pada Maret 2015 mengenai data jumlah pengguna website dan media sosial di Indonesia. Ternyata, jumlahnya menembus angka 72,7 juta pengguna aktif internet dan 74 juta pengguna aktif media sosial.[1] Angka ini meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun. Padahal, di awal pendiriannya, jaringan internet hanya menghubungkan beberapa universitas di Amerika, sekarang internet sudah menjadi viral dan menyasar berbagai kalangan, mulai dari dewasa, remaja bahkan anak usia sekolah dasar sudah mengenal dunia internet.

Sangat mudahnya mendapat informasi melalui internet ini adalah faktor utama turunnya minat untuk membaca buku. Selain punya banyak pengguna internet, Indonesia juga merupakan negara dengan tingkat minat membaca buku yang sangat rendah dibanding dengan negara Asia Tenggara lainnya. Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, H.R Agung Laksono, di Media Tempo pada 12 Januari 2012, menyebutkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah dimana prosentase minat baca masyarakat Indonesia hanya sebesar 0,01 persen, artinya dalam 10.000 orang hanya satu orang saja yang memiliki minat baca. Tingkat minat baca masyarakat Indonesia ini masih jauh ketinggalan dibandingkan negara lain seperti Jepang yang mencapai 45 persen dan Singapura yang menyentuh angka 55 persen. Bahkan berdasarkan survei UNESCO, budaya baca masyarakat Indonesia berada di urutan 38 dari 39 negara yang paling rendah di kawasan ASEAN.[2] Hal ini sungguh memprihatinkan, padahal informasi yang kita dapat dari buku lebih detil daripada informasi yang didapat dari internet. Masyarakat Indonesia pada umumnya cenderung haus akan informasi, seperti contoh mereka selalu ingin mengetahui kabar, kegiatan dan foto-foto temannya. Cara yang tepat bagi mereka tentu menggunakan media sosial seperti Facebook, Twiter dan Instagram. Fenomena inilah yang membuat perspektif mayoritas orang terhadap kegiatan membaca buku atau menulis cerita terlihat kuno atau ketinggalan zaman. Selain itu, kutu buku juga sering dikucilkan dan dianggap culun.

Dalam segala kemudahan yang ditawarkan, media sosial juga kerap kali membawa serta dampak negatif bagi penggunanya. Lupa waktu karena keasyikan, tidak mau membaca buku, dan sering ditemukan hal yang tidak penting seperti kata-kata kotor, kasar bahkan gambar vulgar adalah sedikit dari banyaknya dampak negatif internet. Sekarang mari kita bahas tentang buku. Memang jika kita teliti buku-buku zaman sekarang banyak yang mengandung  konten negatif seperti komik dan novel yang berlabel “dewasa” di bagiam sampulnya. Hal-hal seperti itulah yang menyebabkan sumber daya manusia di suatu negara menjadi hancur secara pikiran maupun perilaku. Maka dari itu, dalam membaca buku pun kita tetap harus selektif.

Berlatar belakang hal-hal di atas, menurut saya perlu beberapa cara suntuk meningkatkan minat baca dan menulis masyarakat terutama kalangan muda yang masih duduk di bangku sekolah. Pertama, pemerintah harus memberikan imbauan kepada seluruh sekolah supaya menasihati siswa-siswinya untuk tidak terlalu sering dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial apalagi menyalahgunakannya. Selain itu, penting juga untuk menginformasikan tentang pentingnya membaca buku dan berlatih menulis. Kedua, pemerintah harus mengadakan lomba tentang literasi supaya siswa yang sudah berkembang kemampuan literasinya bisa menyalurkan kemampuan dan bersaing dengan orang lain.

Untuk itu, akan lebih baik jika kita membaca buku yang berisi tentang ilmu pengetahuan atau novel yang berisi cerita orang-orang sukses yang inspiratif dan memotivasi daripada menghabiskan waktu menggunakan media sosial. Tidak salah bila kita menggunakan media sosial dan internet untuk mencari informasi karena lebih mudah, namun kita harus menyadari bahwa dengan membaca buku, ilmu yang kita dapat akan lebih banyak.

 

[1] http://jarvis-store.com/

[2] http://timorexpress.fajar.co.id/

img-20161228-wa0001-01

Bersua Kembali di Pulang Kampungnya SMART 2016

img-20161228-wa0001-01

Setelah menanti cukup lama, Alhamdulillah kami, grup Sumatera Barat, mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Minangkabau pada Senin (26/12) waktu setempat.

Menurut pak Amrullah, Pendamping Program Pendidikan Dompet Dhuafa Singgalang, para orangtua dari 24 siswa  sejak subuh telah menanti kedatangan kami di ruang tunggu kedatangan bandara.

Dengan sabar ayah; ibu; dan handai taulan menunggu hingga akhirnya sosok kami terlihat di pintu kedatangan, hal tersebut tak ayal membuat mereka seketika menangis dan memeluk kami erat-erat. Kami bahagia sekali.

“Bisa Pulang Kampung bertemu orangtua, kakek, nenek, kakak, adik, serta sahabat-sahabat merupakan perjalanan yang luar biasa dan sangat kami tunggu-tunggu setiap tahunnya,” ujar M. Zikrur Rahman ketika disambut di bandara.

“Sejak pukul 12.00 dini hari kami berangkat dari Asrama SMART Ekselensia Indonesia di Parung, Bogor, menuju Bandara Soekarno-Hatta. Meski agak ngantuk, tapi kami tetap semangat karena keluarga telah menunggu kami di kampung halaman,” tambahnya.

Para orangtua terlihat bahagia, sampai ucapan terima kasih tak putus-putusnya mereka sampaikan kepada Dompet Dhuafa beserta Donatur yang telah mendukung kesuksesan program ini.

“Alhamdulillah anak-anak kami sudah jauh lebih baik dan bagitu banyak perubahan-perubahan positif selama mereka bersekolah di SMART Ekselensia Indonesia,” tutur orangtua Arif Difen Saputra.

Pulang Kampung adalah momen terindah dalam hidup kami. Pak, bu, kami pulang.

img-20161228-wa0000-01

*Tulisan di atas diambil dari singgalang.dompetdhuafa.org dan telah melalui proses penambahan dan pengeditan ulang*

14-cover

Pulang Kampungnya SMART 2016, Merengkuh Asa di Kampung Halaman (Bagian 2)

Pulang Kampungnya SMART merupakan kegiatan besar yang dilaksanakan rutin setiap tahun agar kami dapat bertemu dan berkumpul kembali dengan keluarga tercinta di kampung halaman. Seperti yang  kamu ketahui jika kami semua berasal dari berbagai daerah di Indonesia, pada momen ini kami akan pulang ke kampung halaman setelah satu tahun lamanya tak pulang demi menuntut ilmu di perantauan. Kepulangan kami bukan sekadar pelepas rindu semata, tetapi juga berbagi semangat untuk menginspirasi keluarga, teman, dan masyarakat sekitar.

 

1

 

Seperti janji kami kemarin, kali ini kami akan mereportase kegiatan Pulang Kampungnya SMART 2016 hari kedua. Tahukah kamu kalau sebagian dari kami telah pulang ke kampung halaman masing-masing dan menyisakan mereka yang berasal dari Semarang dan Solo? Mereka merupakan grup terakhir yang ada di asrama, grup Semarang berangkat pukul 11.00 dan grup Solo berangkat pukul 16.00. Karena jadwal berangkat berbeda dengan yang lain, maka kami memiliki banyak waktu untuk mengecek kembali barang-barang untuk dibawa. Ada perasaan sedih karena asrama tak lagi sama seperti dulu.

 

2

 

Asrama sudah sangat lengang, kamar-kamar terlihat sangat kosong karena pemiliknya telah pergi, beberapa siswa terlihat masih setia menunggui kamarnya, pemandangan langka yang hanya bisa kami lihat setahun sekali. Walau sepi, tetapi kamu bisa lihat kalau kami meninggalkan kamar dengan sangat rapi, kami tak ingin kebiasaan bersih yang diajarkan SMART menguap begitu saja.

 

3

4

 

Tak banyak yang kami lakukan di dalam kamar selain menghabiskan waktu dengan melihat posan foto teman-teman kami di sosmed, Alhamdulillah mereka telah sampai di tempat tujuannya masing-masing dengan selamat. Kami bahagia melihat senyum lebar mereka, rasa-rasanya senyuman itu akan kami rindukan selama beberapa minggu ke depan.

 

5

6

7

Ketika asyik menikmati foto-foto dengan teman sekamar, tiba-tiba: “Assalamualaikum, kepada siswa yang akan pulang kampung pukul 11.00 nanti, diharapkan segera bersiap, karena bus sudah menanti di depan”. Kami hentikan semua kegiatan dan mulai  bersiap-siap.

 

8

Kami melirik ke arah jam, waktu menunjukkan pukul 10.59. Langkah kami terhenti di satu kamar, kamar teman-teman grup Solo (yang menjadi grup terakhir) berkumpul. Dengan berat hati kami berpamitan pada mereka. “Hati-hati ya sampai jumpa tahun depan,” menjadi kalimat “perpisahan” sebelum langkah kaki membawa kami ke bus yang telah menanti.

 

9

10

11

Di Lapangan Apel SMART bus besar telah berdiri dengan gagahnya, seakan ia telah siap mengantar kami menuju destinasi utama. Namun sebelum berangkat kami menyempatkan diri untuk berfoto bersama.

 

12

13

14-cover

***

“Sudah sampai di mana?” tanya salah satu teman grup Solo yang masih setia berada di SMART via pesan singkat. “Kami sudah di perjalanan menuju Semarang. Kalian sudah berangkat?” balas  kami. Sejurus kemudian datang sms balasan yang berisi “Kami sudah di Stasiun Senen, doakan ya”. Alhamdulillah ternyata mereka sudah separuh jalan menuju kampung halaman tercinta.

Semilir angin sore membelai wajah-wajah lelah kami, kami ingin segera bertemu orang-orang terkasih di kampung. Kami berharap di Pulang Kampung tahun ini akan banyak keseruan, inspirasi, dan petualangan seru.

Sampai jumpa di cerita Pulang Kampung kami selanjutnya ya. (AR)

1

Pulang Kampungnya SMART 2016, Merengkuh Asa di Kampung Halaman (Bagian 1)

1

Beberapa hari terakhir asrama dipenuhi hingar bingar dan euforia Pulang Kampung yang tak terbendung. Setelah UAS berakhir dan bagi rapor selesai dilaksanakan, pikiran kami melayang dan serasa sudah tak berada di sekolah lagi. Kami sudah membayangkan betapa menyenangkannya bisa pulang ke rumah, bertemu ayah dan ibu, saudara-saudara, dan tentu saja kembali bertemu dengan makanan lokal favorit. Membayangkannya saja sudah membuat bahagia, apalagi kalau sudah berada di sana kan?

Pulang Kampung merupakan kegiatan besar yang dilaksanakan rutin setiap tahunnya agar kami dapat bertemu dan berkumpul kembali dengan keluarga tercinta. Seperti yang telah kamu ketahui jika kami semua berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, pada momen ini kami akan pulang ke kampung halaman setelah satu tahun lamanya tak pulang demi menuntut ilmu di perantauan. Kepulangan kami bukan sekadar pelepas rindu semata, tetapi juga berbagi semangat untuk menginspirasi keluarga, teman, dan masyarakat sekitar.

***

Hari ini (25/12) kami resmi Pulang Kampung, penantian selama ini akhirnya datang jua. Kami telah berbenah dan mempersiapkan banyak hal untuk dibawa, kami sudah mencuci hingga melipat baju, menyetrika baju, membawa formulir Seleksi Nasonal Bersama (SNB) SMART 2017, sampai membeli oleh-oleh untuk sanak saudara.

 

2

3

Sedari pagi kami sibuk ke sana ke sini seperti orang kebingungan, mengemas ini itu, padahal yang kami bawa tak banyak. Beberapa dari kami izin keluar asrama untuk membeli oleh-oleh lebih banyak karena permintaan keluarga di kampung.

4

 

5

7

 

Untuk pulang kampung kali ini kami dibagi ke dalam tiga kelompok, kelompok mereka yang naik pesawat terbang, naik kereta, dan naik bus. Jadwal keberangkatan beserta nama ketua kelompok dan pendamping pun telah kami kantongi, hanya satu yang belum kami kantongi yakni tiket pulang. Menurut kabar yang berhembus ternyata tiket baru akan diberikan lepas Isya nanti. Lepas Isya pak Buchori, Wali Asrama SMART sekaligus Koodinator Pulang Kampung 2016, memaparkan beberapa hal terkait Pulang Kampung tahun ini termasuk jadwal keberangkatan. Beliau juga banyak menjelaskan tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama di kampung halaman. Sesudah memberikan pemaparan beliau membagi kami berdasar bus yang kami naiki, kembali, wali asrama sekaligus pendamping perjalanan kami menjelaskan banyak seraya memberikan “tiket emas” untuk kami. Bahagianya.

9

10

***

Pagi jadi siang, siang jadi sore, sore jadi malam. Waktu berlalu sangat cepat namun rasanya kegiatan kemas mengemas tak kunjung selesai. Asrama sudah mulai lengang, tapi masih saja ada yang masih panik mau membawa apa untuk pulang ke kampung halaman hihi. Teman-teman kami yang berdomisili di JaBoDeTaBek telah kembali sehari sebelumnya namun ada juga yang baru pulang hari ini.

 

8

Pada malam harinya (sekitar pukul 20.30 WIB) teman-teman kami yang berasal dari Papua & Jayapura, Papua, dan Timika berangkat menuju Bandara Soekarno Hatta. Selanjutnya pada pukul 23.00 teman-teman kami yang tinggal di Lampung, Batam, Sumatera Barat, Sulawesi Tengah, Sumatera Utara, dan lainnya juga bertolak ke bandara. Pukul 02.00 dini hari giliran teman-teman kami dari Semarang dan Surabaya pergi meninggalkan SMART menuju Stasiun Pasar Senen. Di asrama hanya tersisa mereka yang berasal dari Solo dan Jogjakarta saja. Seketika SMART yang biasanya ramai menjadi sangat sepi, sepi sekali.

 

11

12

 

13

14

15

16

17

 

Ini baru babak pertama reportase Pulang Kampung SMART 2016, nantikan reportase lanjutan tulisanya esok ya. (AR)

 

 

p_20161224_083235

SMART, Kami, dan Rapor

p_20161224_083235

Suara Azan Subuh membangunkan kami yang terlelap dengan sangat nyenyak, ustaz asrama membangunkan dengan lembut agar kami segera menuju ke masjid demi meluruhkan kewajiban utama sebagai seorang muslim. Lantunan ayat suci mengalun dengan indah, menenangkan hati dan pikiran kami yang beberapa hari terakhir gelisah karena dibayang-bayangi nilai rapor.

 

***

Seperti janji kami kemarin, hari ini kami akan mereportase kegiatan bagi rapor di SMART Ekselensia Indonesia. Bagi rapor di SMART sama seperti bagi rapor di sekolah lain, namun yang membedakan ialah tidak hadirnya orangtua kami pada prosesi sakral ini. Agak sedih, namun orangtua kami pasti sudah tahu kalau anaknya akan mendapatkan nilai yang baik.  Agar maksimal, bagi rapor dilaksanakan mulai pukul 08.00 sampai pukul 12.00 siang, ada sepuluh kelas yang digunakan dalam proses bagi rapor tahun ini dan masing-masing kelas diisi oleh wali kelas sesuai kelas serta angkatannya masing-masing.

p_20161224_083607 p_20161224_083557

Sebelum rapor dibagikan setiap angkatan dari setiap kelas dipanggil ke dalam kelas untuk diberikan pengarahan seputar hasil yang tertulis di rapor. Ini merupakan pemanasan agar kami tak kaget dengan hasil yang kami dapat nantinya, setelah selesai kami dipersilakan keluar kelas untuk menunggu giliran.  Kami mengantre dan mengular di depan kelas berharap cepat dipanggil masuk ke dalam ruangan kelas lagi. Satu per satu nama kami dipanggil, di dalam kelas wali kelas telah menunggu dengan senyuman super manis, walau deg-degan namun kami harus menghadapi hasil jerih payah belajar selama semester dua.

p_20161224_083341 p_20161224_083944

Dengan sabar wali kelas kami memaparkan hasil belajar kami secara sistematis dan runut, jika ada yang kurang bagus beliau akan menasihati sekaligus memberikan solusi agar nilai kami bisa meningkat di semester yang baru. Alih-alih takut dan sedih jika ada nilai yang kurang baik, kami malah semakin termotivasi untuk belajar lebih giat lagi. Guru kami memang pandai membesarkan hati. Beliau juga mengingatkan agar kami tidak terlena jika ada banyak nilai yang bagus, karena khawatir malah menurunkan prestasi belajar semester depan.

p_20161224_083420 p_20161224_083428

Di depan kelas teman-teman yang belum dipanggil (dan masih menunggu dengan wajah khawatir) secara otomatis akan “merebut” rapor teman yang telah lega dengan hasil rapornya, mereka akan membandingkan nilai siswa A dengan siswa B atau dengan dirinya sendiri. Setelahnya pasti ada kalimat “Aaargh nilaiku untuk mata pelajaran ini turun” terlontar dari mulut mereka. Lucu dan seru hihi.

Bisa dibilang jika penilaian rapor di SMART berbeda dengan sekolah lain, di SMART ada dua penilaian yang dijadikan indikator. Pertama penilaian dari guru-guru sekolah alias penilaian dari mata pelajaran sehari-hari; dan kedua penilaian dari wali asrama alias penilaian yang dinilai dari aspek kejujuran, kesantunan, kesungguh-sungguhan, kedisplinan, dan kepedulian

p_20161224_083224

Gegap gempita dan euforia bagi rapor kian terasa ketika seluruh siswa telah menerima rapornya masing-masing. Ada yang senang, ada yang sedih, ada yang saling hibur, namun ajaibnya semua terlihat sumringah. Makin sumringah karena Minggu dan Senin nanti kami akan Pulang Kampung dan bertemu kembali dengan orangtua serta keluarga besar di kampung halaman. Senangnya.

Biarlah nilai rapor kali ini menjadi pelajaran yang berharga untuk kami agar makin giat dalam belajar dan makin cerdas dalam membagi waktu  untuk semester mendatang.

Liburaaaaan kami datang! Kampung halaman tunggu kamiiii! (AR)

p_20161224_090043 covernya

p_20161224_084321 p_20161224_085207_hdr

p_20161224_084001 p_20161224_083810

 

p_20161223_064759

Bebersih SMART Bikin Hidup Lebih Hidup

p_20161223_064759

Seperti biasa pagi ini cuaca sangat bersahabat, atmosfir Kota Bogor yang terkenal sejuk dengan udara bersihnya yang membuai mampu menyihir kami untuk tidak beranjak dari ranjang, namun pada kenyataannya kami harus tetap bangun untuk bersiap menuju ke sekolah.

Sedari kemarin, selepas UAS, kegiatan belajar mengajar di sekolah sudah tidak terlalu intens. Jadi kami memiliki waktu yang cukup luas untuk mengikuti class meeting atau sekadar membaca buku atau koran di Perpustakaan Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan. “Kita semua akan melakukan bersih-bersih. Semua siswa sudah harus siap pukul 07.00 pagi di Lapangan Apel SMART,” ujar Basyir, Ketua SMART Discipline Squad (SDS) di Masjid Al-Insan beberapa hari lalu. Kata-kata Basyir menancap di kepala kami hingga waktu tidur tiba.

Pagi ini kami bangun dengan penuh semangat, selain karena #PulangKampungnyaSMART tinggal menghitung hari, juga karena ada kegiatan seru menanti kami, yap bebersih! “Kepada seluruh siswa SMART harap segera menuju lapangan apel, karena briefing akan segera dimulai,” ucap entah siapa disebrang pengeras suara sekolah. Kami yang sudah rapi bergegas menuju lapangan, setelah berbaris rapi kami dibagi menjadi beberapa kelompok yang disesuaikan dengan angkatan masing-masing. Dirasa cukup, kami diarahkan ke masjid untuk melaksanakan Shalat Dhuha terlebih dahulu sebelum bebersih dimulai.

p_20161223_073430

Lepas Dhuha kami kembali dikumpulkan di halaman masjid untuk berbagi tugas dan berbagi lokasi bebersih, seluruh siswa merangsek ke berbagai penjuru sesuai arahan. Kelas 1 dan Kelas 2 bertugas di Lapangan Futsal SMART dan Ruang Makan SMART; Kelas 3 dan Kelas 4 bertugas di Halaman PSB dan Lab SMART; Kelas 5 bertugas di masjid dan asrama. Sapu sana sapu sini, memungut berbagai sampah yang terlihat di depan mata, ramai dan seru sekali sampai para pegawai berdecak kagum melihat kami yang begitu penuh tekad dan semangat.

“Bebersih sebelum Pulang Kampung ini dimaksudkan agar  rasa memiliki siswa pada SMART semakin kuat. OASE sebagai punggawa terdepan di SMART berharap ketika SMART ditinggal para siswanya Pulang Kampung maka semua yang ada di sini tetap rapi dan bersih,” kata Rofiq, Presiden OASE 2016/2017.

Ah bahagia rasanya melihat sekolah yang kami cintai ini semakin bersih, ada rasa bangga, ada rasa lain yang sulit dideskripsikan. Oh iya besok kami bagi rapor lho, tunggu tulisan seru seputar rapor esok ya. Setelah bagi rapor kami akan disibukkan dengan persiapan Pulang Kampung. Hwaaa senaaaaang! (AR)

p_20161223_074636 p_20161223_074316 p_20161223_073943 p_20161223_073844

img-20161215-wa0000

Ibu

img-20161215-wa0000

Ibu…
Dalam doa, aku selalu menyebut namamu
Berharap di mana pun Allah akan selalu menjagamu

Ibu…
Walau saat ini aku di perantauan, jauh darimu
Namun hati ini, raga dan jiwa ini akan selalu bersamamu

Ibu…
Dada ini sesak karena rasa rindu yang menggebu
Air mata ini tak jarang mengalir deras karena ingat akan dekap hangatmu

Ibu..
Doakan aku agar bisa menjadi putra terbaikmu
Aku di sini berjuang agar ibu bangga
Bangga dengan prestasi yang aku capai

Ibu…
Aku putramu, yang akan selalu sayang padamu

Ibu….
Selamat Hari Ibu….

*Sebuah gubahan dari kak Akhie*

img_20161222_162705

Classmeeting 2016, Seru Banget!

img_20161222_162705
“Datang, kerjakan, lupakan,” begitulah slogan kebanyakan siswa di sekolah menengah saat menghadapi ujian akademik, baik ulangan harian, Ujian Akhir Semester (UAS), dan ujian lainnya. Ya, untuk sedikit melepas penat dan melupakan “kepusingan” saat menjalani UAS.

UAS telah selesai kami lakukan dan membuat kegiatan di sekolah menjadi lowong. Dalam rangka mengisi kekosongan tersebut, Organisasi Akademika SMART (OASE) mengadakan kegiatan bertajuk “Classmeeting”.

img_20161222_162612

Classmeeting adalah sebuah kegiatan yang berisi lomba-lomba seru yang diikuti oleh masing-masing kelas di SMART Ekselensia Indonesia. Terdapat beberapa lomba yang dapat diikuti para siswa untuk menyemarakkan helatan seru ini antara lain Bal-balan, Doodle Art, SWOH, Malas Dihias, LSAS, Sok Tahu, dan Joker serta Fokus
Kegiatan Classmeeting dibuka pada Selasa, 13 Desember 2016, para siswa dan guru-guru turut hadir dalam pembukaannya. Dalam acara pembukaan ditampilkan berbagai simulasi lomba dalam kegiatan classmeting 2016. Tepuk tangan meriah pun diberikan kepada para panitia classmeeting 2016 yang telah menyusun konsep kegiatan sebulan sebelumnya. Saat acara pembukaan pula, Pak July Siswanto, Kepala Sekolah SMART, membuka pelaksanaan classmeeting 2016 dengan menabuhkan gong sebagai simbolisasi.

img_20161222_162548

Sehari sebelummya, telah diadakan lomba awal classmeeting 2016 yaitu Bal-balan dan Doodle Art. Di saat hari libur Maulid Nabi Muhammad saw tersebut, seluruh siswa menyaksikan aksi perjuangan kelasnya masing-masing mencetak gol ke gawang lawan dalan Lomba Bal-balan. Para penonton pun bergemuruh saat salah satu pemain berhasil mencetak gol ke gawang lawan. Namun, ada sesuatu yang menarik dalam lomba yang dilangsungkan di lapangan futsal SMART tersebut, para pemain diwajibkan menggunakan sarung saat berlomba dan ditemani dengan iringan musik yang sengaja diputar.

Seolah tidak mau kalah dengan Lomba Bal-balan, lomba yang mengasah kreativitas siswa SMART dalam menggambar ini memberikan sesuatu yang berbeda dalam pelaksanaannya. Dengan mengusung tema “Pulang Kampung” para perwakilan masing-masing kelas menggambar doodle-doodle terbaiknya untuk mendapatkan gelar doodle terkece. Tema tersebut dipilih karena pulang kampung merupakan topik yang saat ini sedang menjadi trend di kalangan siswa SMART.

Tepat di hari selasa (13/12), setelah melaksanakan Shalat Dhuha, seluruh siswa memadati lapangan hijau di depan Masjid Al-Insan. Masing-masing perwakilan siswa bersiap untuk mengikuti Lomba SWOH (Strong With One Hand). Setelah mengukur masing-masing berat badan, aksi tarik menarik tambang dengan satu tangan pun tak terelakan. Sontak saja, para pendukung dari masing-masing kelas berteriak menyemangati perwakilan kelasnya yang bertanding. Walaupun harus bersusah payah menarik tambang, para peserta lomba puas dengan hasil yang diraihnya.

Setelah menyelesaikan aksi tarik-menarik tambang, para siswa SMART melanjutkan kegiatan classmeeting dengan Lomba Malas Dihias. Setiap mading kelas di SMART dihias oleh masing-masing kelas sesuai dengan undian. Sama seperti Lomba Doodle Art, lomba ini mengangkat tema pulang kampung. Dengan bermodalkan berbagai perlengkapan berkreasi, para siswa berusaha menghias dengan sebaik mungkin. Salah satu mading, yaitu mading kelas 4 IPS mengangkat tema khusus yaitu senyuman akhir tahun. Di dalam mading tersebut tergambar sebuah senyuman manis yang diikuti dengan tulisan Ritme.

Keesokan harinya, lomba seru lainnya kembali diadakan. LSAS (Let sing a song) merupakan sebuah lomba melanjutkan lagu yang telah diputar sebelumnya. Keseruan terlihat saat peserta memikirkan kalimat yang tepat untuk melanjutkan lagu yang diputar. Sontak saja, senyum dan tawa pun hadir dalam lomba unik tahunan tersebut.

Sok tahu merupakan salah satu lomba seru dalam classmeeting kali ini. Para peserta ditantang untuk menjawab pertanyaan yang diberikan berupa hal-hal unik yang ada di lingkungan SMART Ekselensia. Mulai dari jemuran, asrama, lapangan, hingga kelas pun menjadi objek dalam pertanyaan dalam Lomba Sok Tahu. Ada beberapa peserta yang hanya asal dalam menjawab pertanyaan, tapi ada pula peserta yang menjawab dengan sungguh-sungguh dan berhasil menjawab pertanyaan dengan baik walau masih terdapat kegagalan. Lomba yang mengadaptasi konsep lomba cerdas cermat dalam salah satu televisi swasta ini pula menjadi ajang untuk menunjukan keSMARTan siswa terhadap lingkungan tempat belajarnya sehari-hari.

Lomba bernuansa kuliner turut hadir menyemarakan kegiatan tahunan siswa SMART ini. Aksi siswa menyantap kerupuk sambil diiringi musik dangdut terlihat dalam Lomba JOKER (Joget Kerupuk). Para peserta bahu membahu memakan kerupuk yang digantung dan telah dilumuri oleh saus sebelumnya. Saat menyantap kerupuk para peserta pun bergoyang mengikuti irama dangdut. Tak pelak, canda tawa hadir dalam lomba kuliner tersebut.

Terakhir adalah Lomba Fokus. Lomba ini merupakan lomba menebak adegan-adegan atau peristiwa unik dalam suatu film. Sebelumnya, para peserta menonton terlebih dahulu film yang akan menjadi soal dalam perlombaan. Tidak jarang para peserta membutuhkan konsentrasi tinggi agar dapat menjawab pertanyaan dengan baik.

img_20161222_162457

Pekan classmeeting 2016 diisi pula dengan menonton film bersama di lantai dua gedung sekolah. Siswa-siswa kelas I, X dan IV juga mengikuti kegiatan semester pendek. Dalam kegiatan semester pendek, para siswa yang belum lulus dalam kompetensi dasar dapat menjalani remedial untuk mencapai nilai sesuai KKM yang telah ditetapkan.
Kegiatan classmeeting 2016 telah usai dilaksanakan seminggu setelah acara pembukaan. Pada akhirnya, lomba antar kelas tahunan tersebut menghasilkan 3 kelas “terkece” (sebutan juara classmeeting 2016). Kelas V IPA berhasil menjadi terkece pertama disusul kelas V IPS sebagai terkece kedua dan kelas IV IPA sebagai terkece ketiga.

Semoga kegiatan classmeeting tahun selanjutnya dapat berlangsung lebih baik lagi dan menghasilkan kelas-kelas terkece di masa mendatang. (SR)

img_20161222_162427

img_2723

Maulid Nabi Muhammad saw sebagai Ajang Mengasah Keberanian

img_2723

Pada Sabtu (17/12) kami mengadakan Maulid Nabi Muhammad saw., kegiatan ini merupakan kegiatan rutin setahun sekali yang dilaksanakan agar para siswa dapat memetik pelajaran berharga dari hal-hal baik yang Rasulullah ajarkan.

Hujan sempat turun kala itu, namun para siswa diharuskan segera berkumpul di Masjid Al-Insan pukul 17.00 WIB dengan mengenakan pakaian terbaik mereka. Oh iya sampai lupa acara ini terselenggara berkat kerjasama Kementerian SMART Islamic dan Sosial dan Kementerian SMART Dicipline Squad yang berada di bawah naungan Organisasi Akademika SMART Ekselensia (OASE) .    Ketika seluruh peserta berkumpul acara dimulai dengan menonton video menarik tentang Islam hingga Magrib menjelang. Kami Shalat Magrib dan Isya berjamaah, setelah selesai kami menonton pertandingan final AFF Cup antara Indonesia yang berhadapan dengan Thailand, nobar merupakan salah satu cara kami mendukung tim Nasional, juga salah satu syarat pemenuhan program Kementerian SMART Health, Sport dan Art. Setelah nobar selesai kami semua langsung menuju masjid untuk mendengarkan tausiyah dari Ustaz Syahid Abdul Qodir, Guru Quran kami, malam itu beliau mengambil tema perjuangan pada masa kenabian. Tausyiah selesai pada pukul 22.00 dan kami langsung turun ke Aula SMART , kecuali siswa kelas  satu. “Lho kenapa?” Karena siswa kelas satu akan melaksanaakan kegiatan lain bernama Daurah.

img_2662

img_3042 img_2799

Seluruh siswa kelas satu kami minta untuk tidur terlebih dahulu, sedangkan siswa lain kami minta untuk menuju aula karena akan ada nobar “Children of Heaven”. Hal tersebut kami lakukan agar tidak mengganggu persiapan acara Daurah yang lumayan kompleks. Waktu telah menunjukan pukul 23.30, sudah waktunya kami membangunkan siswa kelas satu. Lalu kenapa Daurah? Ehem akan kami jelaskan, Daurah sendiri berarti pelatihan mental, kami ingin agar peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. kali ini tak sekadar mendengarkan tausyiah. Kami ingin sesuatu yang berbeda, maka kami memilih Daurah agar kelak para siswa kelas satu dapat seberani junjungan kita tercinta. Selain melatih mental dan keberanian, para peserta juga akan dibekali dengan ragam materi yang mengasah jiwa kepemimpinan dan solidaritas selama berada di SMART.

Ketika semuanya telah bangun dan berwudhu mereka langsung kami arahkan untuk membaca Al-Ma’tsurat bersama-sama  agar tidak terjadi sesuatu yang  tidak diinginkan. Setelah membaca Al-Ma’tsurat ada sesi bercerita tentang kejadian seram yang pernah mereka alami dan pemberian arahan tentang kegiatan juga pembagian kelompok. Kami memerhatikan beberapa siswa, ada yang penuh semangat, sedikit ketakutan, biasa saja, bahkan ada yang sampai penyakit asmanya kambuh padahalkegiatan belum dimulai. Dengan terpaksa kami tak memperbolehkannya ikut serta. Setelah pembagian kelolmpok selesai, para siswa disegerakan menuju pos-pos yang telah disiapkan. Di tiap pos diberikan maateri-materi juga permainan yang mengajarkan berbagai hal. Setiap pos berbeda pertanyaan dan permainannya, ada yang mengajarkan adab makan yang benar, sopan santun dan hal lainnya yang berhubungn tentang beriskap yang baik, seru sekali. Di setiap pos ada penjaga yang sudah didandani sedemikian rupa menyerupai makhluk seram,ketika acara berlangsung semua lampu di sekolah kami padamkan agar menambah kesan “menakutkan”.

img_2853

Para siswa kelas satu hanya dibekali sepotong lilin kecil untuk digunakan hingga kegiatan usai, tetapi beberapa siswa panik karena lilin kecil kadung padam saat berjalan ke pos pertama. Akhirnya mereka hanya berteman cahaya bulan yang temaram dan menenangkan. Kesan seram yang kami ciptakan membuat suasana kian mencekam, namun tujuan utama kami jelas bukan untuk menakut-nakuti. Kami ingin agar para siswa kelas satu tidak takut akan hal-hal yang kadng hanya ilusi dan permainan oak semata, kami juga ingin membangun rasa percaya diri serta  mental para siswa kelas satu yang baru beberapa bulan di SMART.

Daurah selesai pada pukul 03.00 dini hari,  para siswa kelas satu nampak sangat senang walau beberapa terlihat habis menangis. Setelah acara selesai semua siswa SMART (termasuk yang tak mengikuti Daurah) langsung menuju masjid untuk melaksanakan Shalat Tahajud berjamaah. Kegiatan Daurah ditutup dengan menyantap penganan ringan dan menyeduh minuman hangat. (MR x AR)