Mannequin Challenge SMART Ekselensia Indonesia

Hai Sob, ini dia nih suasana asrama ketika kami sedang bebersih. Setiap hari kami melakukan kerja bakti agar asrama yang kami cintai selalu terjaga kebersihannya.

 

Guru Harapan

img-20161213-wa0001Oleh: Dede

Iwanah, S.Pd.

Guru IPS SMP SMART Ekselensia Indonesia

Hari itu, Sabtu siang nan terik, berkumpulah belasan bapak/ibu guru dari berbagai jenjang sekolah mulai PAUD, SD baik negeri maupun swasta dan MI di Pusat Studi Belajar (PSB) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Mereka datang dari beberapa wilayah di Kabupaten Bogor.

Nampak dari raut wajah mereka sangat antusias dn terlihat semangat menimba ilmu meski terpaut usia yang cukup timpang satu sama lain. Ya, siang itu saya diamanahi menjadi fasilitator workshop media pembelajaran pada kegiatan Komunitas Guru Pembuat Media Pembelajaran (KOMED) yang dimotori oleh PSB.

Siang itu, saya mempresentasikan tentang Monasean, sebuah produk permainan yang diadopsi serupa monopoli baik bentuk ataupun permainannya dan dipadukan dengan materi ASEAN pada mata pelajaran IPS kelas IX semester 1. Monasean adalah salah satu produk orisinil karya siswa kelas IX A SMP SMART Ekselensia Indonesia tempat saya mengajar.

Tibalah saat lokakarya, di mana mereka dipersilahkan mempraktikkan membuat permainan sejenis dengan tema yang berbeda dan cara bermain yang berbeda pula sesuai dengan jenjang pendidikan siswa yang mereka ajar. Di luar dugaan para peserta lokakarya sangat antusias dengan produk Monasean, sehingga tidak perlu menunggu lama untuk mereka langsung bergerak dan menyiapkan seluruh peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan. Dengan sigap mereka langsung membentuk kelompok dan berbagi tugas, sehingga  beberapa waktu kemudian terciptalah Monopes (Monopoli Pesawat Sederhana), Monua (Monopoli Benua), dan Monomazi (Monopoli Makanan Bergizi) meski belum rampung 100%.

Subhanallah, siswa/siswi mereka patut berbangga kepada mereka, bahkan Indonesia patut mengapresiasi dedikasi mereka. Di saat orang lain berakhir pekan dengan keluarga, guru-guru yang tergabung dengan KOMED harus rela berakhir pekan dengan membuat berbagai media pembelajaran sebagai bahan ajar di kelas mereka demi melihat senyum di wajah polos para siswanya. Dua jempol untuk semangat mereka yang luar biasa.

Sungguh menyenangkan menjadi bagian dari mereka yang bekerja keras demi sebuah media pembelajaran dan larut dalam sebuah situasi di mana kertas karton warna warni, spidol, lem, aneka gambar berserakan mewarnai lantai berkarpet Ruang Audio Visual PSB. Sungguh membanggakan, merekalah guru sejati.

Setiap dari kita adalah seorang guru, seorang pembelajar sejati, seorang inspirator bagi seluruh siswanya dan bagi dunia. Kita lah guru harapan masa depan pendidikan Indonesia. Semoga semangat berkontribusi terpatri pada setiap diri kita meski bagai buih di lautan.

“A teacher who is attempting to teach without inspiring the pupil with a desire to learn is hammering on cold iron (seorang guru yang berusaha mengajarkan tanpa menginspirasi muridnya dengan keinginan untuk belajar adalah seperti memalu besi dingin) ~ Horace Mann

 

Special Thanks to All Contributor: 

Mr. July, Miss. Nurul, Miss Triya, Mr. Yadi, Syam’un, and The Young Inspirator – All of Students Class 3A (special for Farhan K, Alfian, Septian, Aji Tri, Dimas, Shafa & Yahya)

Berbagi Semangat Gemari Baca

img-20161211-wa0000

Masih dalam suasana semarak Hari Relawan Sedunia, pada Senin (12/12), Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan menyalurkan 1400 eksemplar buku bacaan dan cerita. Keseluruhan buku tersebut merupakan koleksi PSB yang didapatkan dari hibah para penerbit. Sebanyak 70 siswa SMART menjadi relawan untuk menyalurkan buku-buku tersebut melalui Program Pulang Kampung Menginspirasi. Pulang Kampung merupakan program tahunan siswa SMART dalam rangka melepas rindu dan menebar inspirasi di kampung halaman.

Selain melepas rindu para siswa SMART mengemban satu amanah besar yakni menjadi punggawa Gemari Baca dan menyalurkan buku-buku yang mereka bawa untuk diberikan kepada perpustakaan di kampung halamannya masing-masing. Terdapat 70 titik yang menjadi lokasi penyaluran, titik-titik penyaluran tersebut berada di wilayah Medan, Jambi, Padang, Lampung, Belitung, Bandung, Garut, Cianjur, Bekasi, Depok, Bogor, Solo, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Kalimantan, Luwuk, Banggai, Kendari, dan Nusa Tenggara Barat.

“PSB berupaya yang terbaik untuk menebar kebaikan melalui pendistribusian buku ke setiap perpustakaan sekolah. Kebiasaan membaca harusnya lahir dari sekolah karena anak-anak lebih banyak menghabiskan waktunya di sekolah. Maka dari itu, setiap sekolah seyogyanya memiliki perpustakaan dengan koleksi buku yang mampu menarik minat anak-anak untuk membaca,” ucap Dini Wikartaatmadja, Creative Librarian Makmal Pendidikan.

“Alangkah baiknya jika, tradisi pulang kampung ini diikuti dengan tradisi membawakan bingkisan buku ke sekolah kita di kampung. Semoga hal baik ini bisa diikuti masyarakat lainnya,” tutupnya dihadapan 70 siswa SMART yang menghadiri serah terima donasi buku. (AR)

Semangat Baru Meraih Keajaiban Membaca

img-20161212-wa0000

“Semoga festivalnya asyik dan seru. Kesan dan mimpiku untuk datang ke festival ini semoga terwujud,” ujar salah seorang siswa SMART Ekselensia Indonesia mengenai harapannya mengikuti Festival Pembaca Indonesia 2016 di sela-sela perjalanan menuju Museum Nasional Indonesia.

Pagi itu tidak seperti biasanya. Matahari bersinar terang saat sebelas orang siswa SMART Ekselensia Indonesia bersiap menuju sebuah festival. Setelah sebelumnya diadakan seleksi menulis resensi buku, akhirnya kami pada hari Ahad (11/12) mendapat kesempatan untuk mengikuti acara bertajuk “Festival Pembaca Indonesia” yang diselenggarakan oleh komunitas Goodreads Indonesia di Museum Nasional Indonesia, Jakarta. Festival ini diadakan sebagai tempat di mana pembaca di seluruh Indonesia bisa saling menunjukan berbagai keajaiban membaca sesuai dengan tema festival tahun ini bertajuk “7 Keajaiban Membaca”.

Setelah menempuh perjalanan dari SMART, sekitar pukul 07.30 kami telah sampai di Museum Nasional. Seraya menunggu dimulainya festival pada pukul 09.00, kami berjalan menuju Monas dan mengikuti acara hari bebas kendaraan bermotor. Saat festival pembaca dibuka, kami langsung menuju acara pertama yang dinantikan, bioskop baca. Bioskop baca merupakan sebuah pemutaran film-film yang terinspirasi dari sebuah buku. Di sana kami menonton sebuah film inspiratif berjudul “Le Petit Prince”. Banyak pelajaran yang kami ambil dari pemutaran film tersbut salah satunya berani untuk mewujudkan mimpi.

Setelah menikmati keseruan film, kami bergerak menuju kegiatan “Book Swap” dan “Book Blind Date”. Kegiatan ini berupa aksi tukar menukar buku yang sebelumya telah ditutupi dengan sampul. Khusus untuk “Book Swap”, kami dapat menukar buku secara bebas sesuai judul yang kita inginkan. Dari asrama kami telah menyiapkan “amunisi-amunisi” buku yang siap kami tukarkan dengan buku favorit kami. Walaupun harus berdesak-desakan dan saling berebut buku, kami terobati dan puas dengan didapatkannya buku –buku yang kami inginkan.

img-20161212-wa0001

Semakin matahari mendekati titik puncak, festival pun semkin ramai dikunjungi para pembaca yang berasal dari seluruh Indonesia. Keramaian tidak berhenti disatu kegiatan saja, banyak booth-booth dari berbagai  komunitas pembaca buku di Indonesia. Mereka melakukan banyak cara untuk menarik antusiasme para peserta festival. Salah satunya adalah booth Gramedia Pustaka Utama yang membagikan banyak pembatas buku gratis. Tak ketinggalan pula dengan booth Serapium Kaskus yang menggadakan kuis berhadiah yang diikiti sebagai dari kami.

Seperti tidak puas dengan beberapa kegiatan saja, setelah makan siang kami melanjutkan aksi seru yaitu mengikuti lokakarya mendongeng. Para peserta lokakarya saling berinteraksi dalam menunjukan aksi terbaiknya dalam mendongeng. Tidak jarang tawa dan canda hadir dalam lokakarya ini.  setelah mengikuti lokakarya, film kedua yang kami nantikan tiba, “The 100 Year Old Man Who Climb Out the Window Dissapeared”.  Walau harus berdesak-desakan kami tetap semangat untuk menonton pemutaran film yang sebelumnya telah kami baca novelnya.

img-20161212-wa0002

Keceriaan kami belum usai. Tsaury, Fahmi, Hamid, dan Rafi berhasil mendapat kotak misteri dari salah satu permainan yang diadakan oleh sebuah booth. Keceriaan dan senyum merona tergambar jelas saat berhasil menyusun buku dengan baik. Tepuk tangan meriah hadir saat pembacaan pemenang Anugrah Pembaca Indonesia 2016. Beberapa penulis dan pendesain buku terbaik di  Indonesia berhasil menyabet penghargaan bergengsi tersebut. Seolah tidak mau ketinggalan, sebuah penampilan prosa ditampilkan oleh seorang pembaca yang diiringi oleh musik elektronik.

Tidak terasa matahari semakin meninggalkan kami. Setelah acara penganugrahan usai, kami bergegas menuju musholla untuk melaksanakan Sholat Asar. Hingga pada akhirnya Festival Pembaca 2016 resmi ditutup pada pukul 16.00. Pak Junaidi telah menunggu di luar museum untuk megantarkan kami pulang kembali ke SMART. Tidak lupa kami berfoto sejenak untuk mengabadikan perjalanan kami dalam festival tersebut. Perjalanan pun terasa menyenangkan dan tidak pernah kami lupakan dalam goresan tinta-tinta di buku kecil kami. Semoga keajaiban buku selalu hadir menemai langkah kami kapanpun dan dimanapun. (SR)

img-20161213-wa0001 img-20161213-wa0000

Demonstrasi Buruh Menuntut Keadilan

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kita mengetahui bila setiap tanggal 1 mei ditetapkan sebagai hari buruh sedunia. Banyak buruh melakukan demonstrasi besar-besaran untuk menuntut perbaikan nasib mereka, akan tetapi demonstrasi yang dilakukan oleh para buruh sering kali membuat keadaan semakin memburuk. Tidak hanya bagi perusahaan, akan tetapi keadaan ini akan merugikan berbagai elemen ekonomi terutama ekonomi dalam negeri. Sayangnya banyak kalangan yang menanggapi demonstrasi ini sebagai hal yang tidak penting, seharusnya antara buruh dengan perusahaan juga harus saling bersinergi dan saling menguntungkan satu sama lain.

Kesalahpahaman tersebut terjadi karena sering terdapat kekeliruan definisi ’buruh’. Menurut anggapan kita, buruh adalah pegawai kelas rendah di perusahaan. Padahal, sekalipun kita seorang Direktur Utama sebenarnya kita juga adalah buruh seperti mereka. Bedanya, kita menduduki posisi yang tinggi, sedangkan mereka berada pada strata yang paling rendah. Paradigma ini penting, supaya kita bisa menjadikan permasalahan buruh ini pada proporsi yang tepat. Selama manajemen perusahaan belum benar-benar memandang buruh sebagai aset paling penting perusahaan, kita tidak akan pernah bisa menemukan keselarasan. Para buruh akan terus menerus melakukan cara demonstrasi untuk mengeluarkan aspirasi mereka dan perusahaan pun akan terus menerus mengalami kerugian yang sangat signifikan akibat demonstrasi yang dilakukan oleh para buruh setiap tahun.

Banyak diantara perusahaan-perusahan yang mengancam akan menutup perusahaan mereka apabila para buruh selalu melakukan hal-hal seperti itu. Di sini terlihat bila hubungan antara buruh dan perusahaan-perusahaan di Indonesia belum terlepas dari masalah-masalah internal dan eksternal yang selama ini belum mendapatkan kejelasan yang pasti. Perusahaan yang menginginkan untung sebesar-besarnya dan pengeluaran yang seminim mungkin, serta para buruh yang selalu menuntut kesejahteraan bagi mereka tanpa menghiraukan kinerja mereka dalam bekerja yang masih kurang memuaskan bagi perusahaan. Berdemonstrasi itu tidak ada yang melarang karena merupakan hak setiap orang untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Tetapi kita juga harus memperhatikan orang lain yang berada di sekitar kita. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya.

 

BAB II

PEMBAHASAN

Pengertian Buruh

Pengertian buruh pada saat ini di mata masyarakat awam sama saja dengan pekerja, atau tenaga kerja. Batasan istilah buruh/pekerja diatur secara jelas dalam Pasal 1 (2) UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan yang berbunyi: “Pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain”

 

Sistem Nilai yang Dipegang Perusahaan :

Ada 3 sistem nilai utama yang dipegang teguh oleh petinggi perusahaan manapun:

1) Penghematan biaya (cost effectiveness).

2) Pengoptimalan produksi (productivity).

3) Daya saing (competitiveness)

 

Sebab Terjadinya Demo Buruh

  1. Pemutusan Hubungan Kerja

Beberapa jenis PHK yang dilakukan oleh perusahaan. Hal ini disebabkan pailit dari perusahaan dan faktor pengurangan karyawan. Dengan ini  100 ribu buruh terancam terkena PHK. Melemahnya nilai tukar Rupiah berimbas kepada sulitnya perusahaan padat karya membeli bahan baku menggunakan mata uang dolar sehingga turut pula menjadi faktor PHK oleh perusahaan.  Apindo mencatat sebanyak 50 ribu sampai 60 ribu jumlah buruh yang ter-PHK.

  1. Kurangnya Daya Beli Bagi Buruh

Daya beli buruh yang merosot hingga 30 persen. Kemudian diperparah dengan harga bahan pokok yang tidak turun-turun. Dalam hal ini diperlukan, langkah-langkah konsolidasi dan regulasi untuk mengupayakan agar tidak ada ancaman PHK. Seperti menaikan daya beli buruh, dengan menaikan gaji mereka.

  1. Mudahnya Tenaga Kerja Asing Masuk Ke Indonesia.

Para buruh menolak kemudahan tenaga kerja asing masuk ke Indonesia karena terdapat kebijakan bagi orang asing tidak wajib berbicara bahasa Indonesia

 

Akibat Yang Ditimbulkan Pasca Demonstrasi Buruh

Berikut adalah beberapa dampak negatif yang ditimbulkan akibat demo yang dilakukan oleh buruh :
1.Perjalanan menjadi terhambat

Karena demo buruh yang menutup akses jalan mengakibatkan kemacetan yang panjang bahkan total dan menyebabkan waktu pun lebih lama untuk sampai ke tempat tujuan. Para buruh menutup akses jalan masuk dan keluar sehingga banyak menimbulkan kemacetan.

2. Rusaknya Fasilitas Umum

Fasilitas umum yang seharusnya di jaga dan di rawat malah di rusak begitu saja; contohnya yaitu Taman. Banyak para buruh yang demo kemudian istirahat di sekitaran rumput – rumput taman. Rumput yang tadinya terdapat bunga – bunga berwarna – warni kini menjadi hancur.

3. Sopir Penghasilannya Menurun

Sopir angkot dan taksi itu bukan buruh. Mereka juga sama punya keluarga yang butuh uang untuk membeli makanan, tetapi jika serikat buruh berdemo menutup akses jalan  masih ada orang lain di luar sana yang mencari uang di jalan.

4. Sampah

Akibat demo tersebut tidak sedikit sampah yang berserakan di jalan bahkan sampai menumpuk kemudian di tinggalkan begitu saja oleh para buruh setelah berdemo.

BAB III

PENUTUP

Simpulan

  1. Para buruh selalu melakukan aksi demonstrasi untuk mengeluarkan inspirasi mereka
  2. Para buruh melakukan demonstrasi guna meningkatkan kesejahteraan mereka
  3. Para buruh menuntut hak-hak yang semestinya mereka dapatkan
  4. Akibat dari adanya demonstrasi buruh, perusahan mengalami kerugian

 

Saran

  1. Seharusnya para buruh lebih mementingkan kebaikan bersama dalam menyampaikan aspirasi mereka, sehingga tidak mengakibatkan pihak lain merugi
  2. Seharusnya perusahaan lebih bijak dalam menyikapi aksi para demonstrasi, mendengarkan keluhan para buruh dan mengambil keputusan yang bijak demi kepentingan bersama
  3. Seharusnya antara buruh dan perusahaan juga harus saling bekerjasama secara berkesinambungan dan saling menguntungkan satu sama lain

Sumber :

 

Kelompok :

  1. Ahmad Roni Erlangga
  2. Ikhsan Burhanudin
  3. Arif Difen Saputra
  4. M. Rofiq Sidiq
  5. Syahrizal Rachim

Sepilu paku

Sepilu hidup seperti paku

Kadang hidup terasa ngilu

Walaupun itu memang perlu

Agar hidup lebih berlaku

 

Sepilu hidup seperti paku

Menghadapi hidup penuh kelu

Walaupun kadang penuh tipu

Tapi hidup terasa seru

 

Oleh Anggi Nurkholis, kelas 12-IPA

Epilog

Malam meradang,
rembulan balik, memunggungi
sejenak bekas abrasif nadi
memadu rekonstruksi menjelang pagi,
peluh sore tadi kusimpan, buat imaji
pada mimpi yang terpotong pagi, lagi
siluet ini memandangi opsi mati,
belum sempat kutinggal pergi

“Hasta la vista.”,
kekata lah basi, tiada
pokok terhadap masa
yang sepihak memilih prosa,
tanpa sajak yang ku puja, juga
sitiran ungkapan pucuk luna
kau tulis serupa birama, frasa

Hanya gaun malam si nyonya,
yang melena para syair milikku
pada tepi yang lebih memuka
menyisa setitik sisipan silam, masa
penuh ukiran tanpa tema,
selenting tinta;

“Ti amo.”

Oleh: Nadhif Putra Widiansah, kelas 12-IPA

UAS Sudah Di Depan Mata, Jendral!

Kemarin malam suasana kamar asrama terasa sepi, padahal biasanya ramai luar biasa. Para penghuni kamar terpekur di buku masing-masing, tanpa suara, membisu seakan lidah mereka kelu. Tapi aku juga melakukan hal yang sama, tak ada bedanya.

Aku baru ingat kalau selama lima hari ke depan kami akan berhadapan dengan Ujian Akhir Semester (UAS) alias #UASnyaSMART, namun khusus kelas 12 UAS akan dilaksanakan hingga Sabtu. Ini bukan UAS pertama untuk kami yang telah duduk di kelas lebih tinggi, kami telah melewati serangkain UAS namun tetap saja tak bisa tak berusaha sekuat tenaga. Kenapa? Karena ujian ini adalah pertarungan kami dengan diri kami sendiri, “Kok bisa?” Jelas bisa karena ulangan harian, UTS, dan UAS menguji kami untuk selalu jujur pada diri, salah satunya dengan tidak mencontek. Pokoknya usaha terbaik akan kami kerahkan untuk membuktikan kalau kami bisa dan telah belajar dengan sungguh-sungguh.

***

Pagi ini (05/11), sedari pagi, hujan deras turun membasahi halaman asrama. Dingin, rasa ingin kembali memeluk guling, tapi kuurungkan niat tersebut karena harus segera bersiap ke sekolah. Segera saja kupaksakan diri ini mandi dan berpakaian rapi lalu berangkat ke sekolah, teman-temanku ternyata juga sudah siap, bahkan sambil jalan mereka masih terpekur di buku yang dibawa sebagai panduan UAS hari ini. aku hanya bisa geleng-geleng kepala dan membatin: “hebat sekali teman-temanku ini”. Ah Alhamdulillah hujan telah reda, jadi sebelum pelaksanaan UAS kami bisa mengikuti apel pagi terlebih dahulu. Selama apel banyak pesan disampaikan guru-guru terkait UAS hari ini hingga beberapa hari ke depan, banyak motivasi dan pelajaran berharga kami peroleh, tentu saja kami makin semangat dibuatnya. Guru-guru kami memang tak  ada duanya.

Setelah apel pagi kami menuju masjid untuk Shalat Dhuha bersama, khusyu kami meminta kepada Sang Pemilik Hidup agar kami yang melaksanakan #UASnyaSMART dimudahkan dan dilancarkan hingga hari terakhir, aamiin.

***

p_20161205_072447

Waktu masih menunjukkan pukul 07.00, tapi kami berbondong-bondong memilih untuk segera ke kelas dan memanfaatkan sisa waktu 30 menit untuk mengulang yang kami pelajari. Tepat pukul 07.30 pengawas masuk ke dalam kelas, itu tandanya kami sudah harus berhenti belajar dan harus segera ke tempat duduk yang telah disediakan. Dag dig dug dag dig dug ketika lembaran ujian dibagikan, walau deg-degan tapi kami yakin bisa mengerjakan dengan baik. Kubuka kertas ujian, lalu terkejut karena soal-soal yang kulihat berbeda dengan yang telah kupelajari. Salah soal kah? Ah ternyata aku hanya panik saja karena sejurus kemudian tangan ini telah menari-nari menjawab satu demi satu soal yang terpampang di kertas ujian.

“KRIIIIIIING”  bel cempreng mengagetkan kami sekelas, ternyata waktu ujian pertama telah habis. Riuh suara teman-teman kami membahas soal yang diujikan. “Duh tadi soalnya susah banget, gue gak yakin ini sama yang tadi dikerjakan”, “Semoga nilainya mencapai nilai KKM, deg-degan ih”. Aku hanya diam sambil bersiap untuk ujian selanjutnya, kebetulan hari ini ada tiga pelajaran yang diujikan jadi aku hanya akan fokus ke sana saja, urusan nilai dan yang lainnya bisa kupikirkan nanti.

p_20161205_073234

Istirahat selama lima belas menit ternyata cukup untuk menyegarkan pikiran sebelum kembali berkutat dengan soal-soal di ujian babak dua. Soal yang diujikan ternyata lebih menantang dibandingkan ujian di jam pertama, keringat dingin bercucuran, perut tiba-tiba melintir, rasa bingung melanda. Aku beristighfar hingga perasaan tenang, lalu mencoba mengerjakan soal lagi, Alhamdulillah semua berjalan lancar hingga selesai. Bel kembali berbunyi, dan suara adzan Zuhur telah memanggil kami, semua buru-buru ke masjid untuk melaksanakan Shalat Zuhur berjamaah sebelum kembali ke kelas dan (lagi) menghadapi soal ujian babak ketiga.

Waaah hari ini seakan menjadi hari terpanjang untuk kami, bayangkan tiga ujian dalam satu hari, tapi kami semua tetap bahagia karena UAS tahun ini entah mengapa terasa lebih menyenangkan dibandingkan UAS tahun-tahun sebelumnya.

Sekadar informasi untuk kalian jika hari ini mata pelajaran yang diujikan antara lain Bahasa Arab, Kimia (untuk IPA)/Ekonomi (untuk IPS), IPA Terpadu (untuk kelas 1, 2, 3), dan PKn. Untuk jadwal ujian lenih lengkap bisa kamu lihat di bawah ya

Senin: Bahasa Arab. IPA Terpadu. Kimia/Ekonomi. Pkn

Selasa: Islamika. IPS Terpadu. Biologi/Sosiologi. Fisika/Akuntansi

Rabu: Matematika. Matematika Wajib. IT

Kamis: Quran. Bahasa Indonesia. Fisika/Sejarah Peminatan. Biologi/Sosiologi

Jumat: Bahasa Inggris. Bahasa Indonesia. Sejarah Indonesia. Sejarah

Sabtu: Geografi/ Matematika Peminatan. Geografi.

Doakan kami ya, semoga kami bisa melewati #UASnyaSMART tahun ini dengan gemilang. Setelah UAS nanti kami akan bersiap untuk Pulang Kampung yeyyy. (AR)

p_20161205_073909 p_20161205_073456

p_20161205_072056 p_20161205_072130 p_20161205_072435 p_20161205_072700 p_20161205_072913 p_20161205_072939 p_20161205_073155 p_20161205_073234 p_20161205_073456

Canting

Senar layang melayang ulur

Tak bisa balik dengan sepur

Lampu alam telah lebur

merajut diri pada kasur

 

Ukir canting jadi batu

Tinggal ditunggu kapan laku

Waktu bertalu-talu

Tunggu putusan Sang Al Hakamu

 

Oleh Anggi Nurkholis, kelas 12-IPA

UN (Ujian Nikmati) Saja!

Jpeg

Oleh: Vikram, Kelas 12 IPA

“Jika ujian datang cobalah untuk hadapi, hayati, dan nikmati!”

Namaku Vikram Makrif asal Jambi, kelas 12 IPA SMA SMART. Hari ini, 28 november2016 aku pergi ke Megamendung bersama teman sekelasku Vebrian Galih asal Jogjakarta. Kami berdua mengisi acara Training Motivasi Quantum Learning untuk siswa kelas 6 di SDIT Baitul Halim. SDIT Baitul Halim saat ini sedang mengadakan kegiatan Super Camp selama sehari semalam untuk siswa kelas 3 sampai kelas 6. Juga mengadakan kegiatan out bound untuk siswa kelas 1 dan 2.

Jpeg

Kami berangkat dari SMART bersama bu Dina sebagai pendamping. Kami dijemput oleh pihak sekolah Baitul Halim  pukul 11.00 dan sampai di sana pukul 12 siang. Setelah itu kami melihat-lihat tempat kamping para peserta, tempatnya sangat indah. Ada berbagai macam tempat rekreasi dan out bond. Lalu kami menuju aula acara training yang semi tertutup atau bisa dibilang seperti saung yang sangat luas. Kami makan siang terlebih dahulu, setelah itu baru kami mempersiapkan bahan-bahan dan materi yang akan disampaikan nanti.

Kegiatan Training Motivasi Quantum Learning ini bertujuan untuk menambah semangat siswa kelas 6 SD agar lebih giat lagi dalam belajar mempesiapkan diri sebelum UN. Juga untuk memberikan tips-tips agar belajar lebih mudah dan menyenangkan melalui metode Quantum Learning, yaitu Speed reading, Super Memory System, dan mind Mapping.

Tepat pukul 14.30 acara pun dimulai. Kami memulai acara dengan menguji kefokusan para peserta dengan permainan, setelah itu barulah kami memperkenalkan diri kepada seluruh peserta. Kami memberi materi dimulai dari  Speed Reading, setelah itu Super Memory System, dan yang terakhir mind mapping. Acara dimulai pukul 14.30 dan berakhir pukul 17.50. Pada setiap pergantian materi aku dan Galih memberikan ice breaking berupa permainan ataupun senam agar tidak membosankan.

Setelah menjelaskan tips-tips belajar yang mudah dan menyenangkan kami berdua berbagi pengalaman mempersiapkan diri sebelum UN SD dan pengalaman suka duka hidup di asrama. Mereka memerhatikan dengan seksama dan tertawa ketika kami cerita lucu.

Di akhir acara aku meminta mereka semua untuk saling menghargai satu sama lain, saling tolong menolong, dan juga saling meminta maaf pada teman yang lain. Mereka semua berdiri, saling berpelukan membentuk lingkaran. 16 peserta laki-laki saling bergandengan tangan membuat lingkaran yang besar. 16 peserta perempuan membentuk lingkaran juga namun lebih kecil karena mereka saling berpelukan dan menangis.

“Semuanya coba ikuti kata-kata kakak! Kita adalah teman, kita adalah sahabat, kita adalah keluarga, aku sayang kalian semua,” kataku menyuruh mereka mengulangi kata-kata yang kuucapkan.

“Kita adalah teman, kita adalah sahabat, kita adalah keluarga, aku sayang kalian semua,” teriak seluruh peserta penuh semangat sambil menatap wajah teman-temannya.

Peserta perempuan saling meminta maaf dan berpelukan dengan teman-temannya, sedangkan yang laki-laki saling meminta maaf walau tidak sambil menangis. Setelah itu kami semua bernyanyi bersama sebelum acara ditutup. Aku juga berpesan pada mereka agar tidak melupakan materi yang sudah diberikan serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Setelah ini kita semua harus lebih giat lagi belajarnya, cobalah untuk saling menolong sesama teman, dan juga kalian bisa pakai tips-tips dari kakak untuk pesiapan ujian kalian. Ingat jika ujian datang cobalah untuk hadapi, hayati, dan nikmati!” pesanku pada mereka.

Alhamdulillah acara berakhir dengan sukses, lalu kami semua berfoto bersama sebelum Shalat Magrib. Para peserta mengatakan acara training motivasinya seru dan mengasyikan, ada beberapa dari mereka yang ingin bermain dor-doran sepeti saat ice breaking, ada yang ingin video motivasinya lebih bayak lagi. Bahkan setelah acara selesai beberapa dari mereka meminta tanda tanganku juga tanda tangan Galih. Wah bahagia rasanya, semoga adik-adik  SDIT