ami

Kami Generasi Pencinta Quran

ami

Akhir-akhir ini cuaca agak kurang bersahabat. Setiap pagi mendung menggantung, rasa ingin menggulung kembali diri ke dalam selimut. Tapi sebagai generasi penerus bangsa yang kelak akan memimpin negara ini, maka kami buang semua rasa malas dalam diri.

Bel telah berteriak memanggil-manggil kami, itu artinya kami harus bergegas ke lapangan untuk melaksanakan apel pagi. Selama apel berangsung banyak wejangan disampaikan kepala sekolah dan guru-guru, semua wejangan kami serap dan simpan di dalam hati serta pikiran baik-baik. Lepas apel kami bersegera menuju masjid untuk melaksanakan Salat Dhuha, dengan tertib kami memasuki masjid dengan perasaan senang. “Kok senang?” Jelas karena Salat Dhuha terbukti ampuh menenangkan hati sehingga kami siap menghadapi kegiatan belajar mengajar di kelas.

Biasanya setelah melaksanakan Salat Dhuha kami semua akan segera masuk ke kelas masing-masing, namun sekarang berbeda karena teruntuk kelas 1, 2, 3, dan 5 mereka harus tetap berada di masjid. ”Lho apa pasal?” pasalnya kelas-kelas yang disebutkan di atas diharuskan mengikuti Kelas Tahfiz. Kelas Tahfiz mulanya diadakan reguer alias hanya pada saat ada mata pelajarannya saja, tetapi sekarang Kelas Tahfiz digelar setiap hari selepas Salat Dhuha dan sifatnya WAJIB.

P_20170131_073231

Di Kelas Tahfiz kami dikelompokkan berdasarkan kelas dan ditemani seorang pembimbing, surat yang dihapal pun telah ditentukan jadi kami bisa lebih fokus. Jika dirasa hapalan telah mantap segera saja kami setorkan ke pembimbing, nantinya pembimbing akan menilai performa, kemampuan dalam menghapal, dan juga menilai benar atau tidaknya tanda baca dalam surat.

Walau dilaksanakan setiap hari namun tak ada rasa jemu menghampiri, kami malah semangat menyambut kelas ini karena kemampuan menghapal kami meningkat drastis. Ahamdulillah. Nah kira-kira apa saja sih manfaat serta keutamaan menghafal Al-Quran? Berikut keutamaan menghafal Al-Quran:

  1. Allah akan meridho kita
  2. Al-Quran akan menjadi penolong (syafaat) bagi penghafalnya
  3. Benteng dan perisai hidup
  4. Pedoman dalam menjalankan kehidupan
  5. Kedua orangtua kita akan dipakaikan jubah kemuliaan yang tak dapat ditukarkan dengan dunia dan seisinya
  6. Tiap satu huruf adalah satu hasanah hingga 10 hasanah
  7. Dan masih banyaak manfaat lainnya

Kami berharap dengan mengikuti Kelas Tahfiz kemampuan kami menghafal Al-Quran semakin terasah serta tajam, kami juga berharap kelas ini mampu menjadikan kami generasi penerus bangsa yang cinta Al-Quran, aamiin. (AR)

P_20170131_073304 P_20170131_073206 P_20170131_073146 P_20170131_073126 P_20170131_073039 P_20170131_073014 P_20170131_072944

hujan

Disini Hujan Juga

Di sini, sebutir embun jelas bukan lagi kesunyian paling dingin: gerimis turun sebagai sesuatu yang tak tertampung– hujan melenting dari atap rumah, menggali lubang-lubang kecil dan membenamkan dirinya sendiri ke dalam tanah.

Kupikir, kesunyian jelas bukan cuma lengang jalan tanpa orang-orang, atau sebuah narasi tentang hujan di halaman rumahmu.

Tetapi, pernahkah kaudengar teriak lantang secuil batu?

Pernahkah kaudengar rintih ranting-ranting jambu?

Pernahkah kaudengar suara merdu perempuan bisu?

Atau pernahkah kaudengar embun menyampaikan sesuatu setelah membaca matamu?

Di suatu kota, barangkali ada yang sedang duduk membaca sesuatu di luar jendela. Lalu sayup-sayup terdengar suaramu di sela-sela hujan yang melenting jatuh itu.

‘Di sini hujan juga.’

 

Karya: Muhammad Habibur Rohman, Kelas XII IPA

IMG-20170128-WA0013

Mengisi Kembali Semangat dan Jiwa Kepemimpinan di SMART Recharge Excellent

IMG-20170128-WA0004

Lepas Pulang Kampung, sejak menjejakkan kaki di SMART beberapa minggu lalu hati ini rasa tak nyaman. Banyak dari kami yang mendengar kabar burung seputar kegiatan leadership SMART bersama Kopassus TNI AD, mendengar nama TNI saja sempat membuat kami kalang kabut, beruntung kami bisa mengendalikan semua perasaan negatif tersebut.

***

IMG-20170128-WA0000

Bulan demi bulan berlalu hingga beberapa hari lalu guru kami mengabarkan kalau kegiatan leadership resmi diadakan dan jatuh pada Sabtu (28-01) dan Minggu (29-01), sontak saja kabar tersebut membuat kami kaget. Bak tersambar halilintar, hehe maaf terlalu berlebihan, bak mendapatkan durian runtuh kami (sedikit) lega dengan jadwal yang sudah ditetapkan.

“Kok leganya sedikit?”

Pertama, lega karena akhirnya ada kejelasan dan kabar burung tersebut terbukti benar. Kedua, “sedikit” karena kami belum mempersiapkan banyak hal yang dibutuhkan. Tapi tenang kami semua sudah siap dan yakin kalau kegiatan ini akan menambah pengalaman kami, terutama di bidang kepemimpinan.

***

IMG-20170128-WA0001 IMG-20170128-WA0013 IMG-20170128-WA0008 IMG-20170128-WA0003 IMG-20170128-WA0002

Pagi-pagi sekali kami, 240 siswa SMART, telah rapi dan terlihat sangat siap menyambut hari ini. Kami dikumpulkan di Lapangan Bola SMART, di sana kami disambut penuh senyum oleh bapak-bapak Kopassus (yang dalam bayangan kami galak namun ternyata tidak), sejurus kemudian kami mendapatkan banyak arahan terkait kegiatan yang kami ikuti hingga esok hari.

Kegiatan yang diberi nama “SMART Recharge Excellent” ini bertujuan untuk membentuk jiwa kepemimpinan kami, menanamkan jiwa saling menghargai; menghormati; saling merasakan kebahagiaan dan penderitaan serta gotong royong dalam beragam urusan atau biasa dikenal dengan jiwa korsa, membentuk kedisiplinan kami, dan menancapkan kembali nilai-nilai SMART (jujur, santun, sungguh-sungguh, disiplin dan peduli) agar kelak ketika lulus dari SMART semua nilai tersebut akan tetap terpatri dalam jiwa kami.

“Lalu kenapa kegiatan ini turut memboyong Kopassus TNI AD?” Jawabannya karena kredibilitas mereka dalam membuat pola pelatihan teratur serta sistematis telah teruji dan tentu saja telah terbukti. Diharapkan kegiatan dengan jadwal padat ini akan membuat kami lebih disiplin dalam segala hal, semakin hormat kepada guru, memiliki mental kuat bak prajurit, dan rela berjuang demi agama bangsa dan negara. Luar biasa sekali, kami makin semangat dibuatnya.

Semua gundah gulana, rasa tak nyaman, dan kalang kabut yang kami rasakan sebelumnya tiba-tiba sirna. Kami yakin selalu ada hikmah dan hal positif dapat kami petik dalam hidup, sekarang kami akan memetik beragam ilmu tentang kepemimpinan, kemandirian, dan kesetiakawanan. (AR)

IMG-20170127-WA0001

Karena Hidup Adalah Perjuangan

IMG-20170127-WA0001

“Hati-hati ya le.. jaga diri di sana”

Tangan saya masih meggenggam pinggiran baju ibu. Terang dalam ingatan, air muka ibu masih tenang sementara saya beriak-riak tak karuan. Selain memang sedang tak enak badan, ada gejolak yang lebih tak enak yang saya rasakan. Saat itu lepas tengah hari tapi entah mengapa saya tidak ingin waktu menuntun sore datang lagi. Sebab saya tahu, itu adalah waktu terakhir –yaa dapat dikatakan demikian— sebelum udara membawa saya pergi jauh. Lebih jauh dari mimpi meneruskan sekolah di kampung saya yang ada di tengah hijaunya Kalimantan Selatan.
Bercerita tentang hal ini memaksa saya menilik lagi album masa lalu. Mereka ulang refrain lama yang tak akan saya lupakan. Saat di mana dejavu begitu pertama kali lewat di depan masjid sekolah, atau mengantre mandi demi mengejar apel pagi. Saat paket makanan dari orang tua adalah harta ghanimah yang patut dibagi-bagi, atau telepon genggam asrama yang hanya bisa kami pakai seminggu sekali. Berkisah tentang hal ini memaksa saya belajar kembali. Tentang kata ‘berani’ yang tipis makna dengan ‘nekat’. ‘Berani’ untuk merantau bahkan saat gigi susu terakhir baru tanggal dari barisannya. Tentang keikhlasan dari sapaan terakhir ibu di ujung gerbang pemeriksaan bandara juga senyum simpul dari ustadz ustadzah di sana. Perkataan ustadz ustadzah tentang sekolah SMART Ekselensia Indonesia yang merupakan Kawah Candradimuka buat saya bukan cuma kata-kata. Mereka tampaknya benar-benar serius dengan hal ini. SMART membuka mata saya kalau dunia tidak sebatas tutupan kanopi pohon karet dan tidak sedamai aliran sungai Martapura. Di inkubator ini, mereka sedang meretas mimpi-mimpi. Ya, tak terkecuali mimpi saya yang kini Alhamdulillah tengah bertengger di tingkat akhir perguruan tinggi pertanian Indonesia, Institut Pertanian Bogor (IPB). Kuliah? Saya tidak ingat tuh kapan terakhir kali mimpi masuk SMP favorit di daerah saya. Tapi kemudian di sana saya diberi banyak sekali pelajaran. Tak hanya pelajaran akademik, tapi juga pelajaran hidup. Sistem pengajaran di sana tak pernah saya bayangkan sebelumnya. Guru-guru yang luar biasa tak hanya mengajar lewat bicara, namun juga lewat teladan nyata. 

Dari dulu mungkin ustadz-ustadzah SMART sudah tahu kalau saya memang suka berorganisasi. Sedari dulu ikut OASE (Organisasi Akademika SMART Ekselensia) sebagai Staf Departemen Sosial (2009), kemudian Wakil Kepala Departemen Keuangan (2010), sampai jadi Presiden OASE (2011). Pernah bergabung di Komisi Penegak Kedisiplinan (KPK) SMART dan ikut Squad Ensamble SMART. Mungkin belum patut dibanggakan, tapi sangat berkesan. Lewat hal itu saya banyak belajar tentang organisasi. Setidaknya puing pengalaman ini akan sangat berguna di kemudian hari.

Entah dapat disebut menarik atau tidak, saya termasuk 5 orang terakhir dari SMART yang masih harus berjuang ke perguruan tinggi selagi kawan-kawan yang lain sudah beranjak. Masih teringat saat itu layar komputer masih menampilkan tulisan merah—itu artinya kamu nggak lulus bro—yang biasa. Berkali gagal lantas pikiran mulai terbang ke mana-mana. Berpikir utuk pulang ke Kalimantan saja dan menyimpan mimpi ini tahun depan. Sampai saatnya ayah mengultimatum di seberang telepon

“Kamu gak boleh pulang sebelum semua ujian kamu selesaikan,” dan saya cuma diam.

Lika-liku berbumbu drama ‘ketinggalan kereta’ pun sempat jadi cerita. Sampai harus luntang-lantung di Jogja mencari angkutan ke Malang agar bisa daftar ulang di Universitas Brawijaya. Lantas akhirnya kembali ke Bogor dan berkuliah di sana ikut jadi refrain yang saya kenang sekarang. Jika ditanya kenapa masuk IPB jurusan Biologi, saya hanya menjawab inilah yang diberi Allah pada saya. Dan saya sangat bersyukur atas hal itu. Allah tidak kasih apa yang saya mau, tapi saya percaya Dia kasih yang saya butuh.
Perjalanan sampai menjadi presiden mahasiswa IPB dilalui dengan banyak cerita. Bermula dari kadiv di kepanitiaan Semarak Bidikmisi 2013, aktif di BEM seperti menjadi kepala Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM TPB 2013-2014, Staff Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM FMIPA 2014-2015, sampai diamanah sekarang sebagai Ketua BEM FMIPA 2015-2016. Cerita lainnya adalah jadi sejarah menjadi Ketua pelaksana Masa Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) dua tahun berturut-turut untuk angkatan 51 dan 52 IPB. Banyak tantangan yang dihadapi dalam masing-masing cerita. Banyak pula pembelajaran yang bisa didapatkan dari setiap tantangan yang ada. Buat saya tidak ada orang yang benar-benar selesai dengan urusannya, yang ada adalah orang yang mengakselerasi dirinya untuk orang lain.

Terima kasih saja tidak akan pernah cukup untuk membalas apa yang sudah diberikan ustadz ustadzah, SMART, maupun semua pihak yang turut berperan di dalamnya. Masih teringat dan sangat membekas apa yang pernah disampaikan oleh ustadz Yasyfi M Ya’qub, bahwa “Hidup dengan berani karena mati cuma sekali”. Dari sana apa yang ingin saya bagikan untuk kawan-kawan di SMART maupun kawan-kawan yang lain adalah mari ambil peran, mari ambil bagian. Selamanya kita bisa saja terus berharap atau bermimpi. Yang membedakan pemimpi dan pemimpin adalah bukan hanya huruf ‘n’ pada akhir katanya, tapi juga kesediaanya untuk berjalan lebih jauh, tidur lebih sedikit, dan kesiapan untuk memiliki tanggung jawab lebih banyak. SMART mengajarkan banyak hal yang sangat berguna untuk masa depan. Manfaatkan keberadaan di kawah chandradimuka ini sebagai ajang untuk mengasah diri, mengaktualisasikan diri, dan belajar untuk bisa berperan bagi orang lain.

“Jika bergerak adalah pilhan, maka aku memilih untuk tidak tinggal diam”
Bogor, 28 Oktober 2016
Panji Laksono

foto 8 juga Cover

Jangan Menyerah Gapai Mimpi, Kawan!

Siang ini matahari bersinar sangat terik, namun hebatnya tak membuat kami lunglai walau keringat sebesar bulir jagung membasahi badan dan baju kami. Tiba-tiba di kejauhan terdengar pengumuman: “ Teng nong neng nong. Kepada seluruh kelas XII diharapkan segera ke Ruang Audio Visual (AVI) Pusat Sumber Belajar (PSB) lantai 2, sekarang, terima kasih”.  

 

1

Sambil bercengkrama kami berbondong-bondong menuju Ruang AVI PSB Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa yang terletak di lantai 2, langkah kami lebar-lebar agar segera sampai di tujuan.  Setibanya di sana kami disambut kakak-kakak markom Dompet Dhuafa Pendidikan, mereka mempersilakan kami duduk dan mengarahkan kami untuk memenuhi tempat yang telah disediakan.

2

3

4

 

Ah iya sampai lupa menginformasikan, siang ini kami yang duduk di Kelas XII (alias kelas tertinggi dan terakhir) diminta untuk mengikuti kegiatan “Ruang Inspirasi”.

 

4a

Ruang Inspirasi merupakan kegiatan bulanan dan dihelat oleh Komunitas Filantropi Pendidikan (KFP), setiap bulannya kami disuguhkan beragam tema menarik serta inspiratif. ‘Hobi Jadi Profesi’ menjadi tema besar kegiatan Ruang Inspirasi bulan Januari, diharapkan kegiatan ini mampu menginspirasi kami agar kelak kami mampu menggapai cita yang diinginkan .

 

5

6

Kegiatan yang dihadiri 40 siswa dari kelas IPA dan IPS ini membuat ruang AVI kian sesak saja, lalu mata ini menangkap sosok perempuan di depan kami. Panggil saja ia kak Rani, ia merupakan “guru” kami  siang ini. Walau masih muda, namun kak Rani telah memiliki bisnis travel bernama  Rani Jouney sejak 2011. Selain berbagi pengalaman selama menjelajah berbagai destinasi indah di Indonesia, kak Rani juga menyampaikan berbagai tips dan trik berbisnis dengan cara yang menyenangkan. Menurutnya travellling merupakan salah satu cara yang baik untuk mengaktualisasikan diri serta dijamin mampu menambah banyak relasi. “Selagi travelling, kuliah tidak boleh menganggu hobi,” ujar kak Rani. Sontak pernyataannya membuat kami takjub, “tapiiiii kalian jangan sampai  melupakan kuliah karena kuliah juga penting,” tambahnya dengan senyuman lebar.

 

7

Travelling bagi kak Rani membuka jalan ke cita yang ia impikan. Sepulangnya dari Amerika untuk pertukaran pelajar ia mulai mengembangkan bakat bisnisnya, setelah berkuliah di London School of  Public Relation (LSPR) ia semakin tergila-gila untuk berbisnis khususnya di bidang travelling, bidang yang sangat ia gemari. Ia memaparkan bahwa Indonesia merupakan negara penghasil  anak muda kreatif dengan ide hebat, para anak muda ini  berpikir untuk tidak bekerja atau bergantung pada institusi atau perusahaan tertentu dan mulai membuat usaha sendiri untuk membantu hidup orang lain. Sayangnya tak banyak anak muda menggeluti bidang wirausaha, dari seluruh populasi anak muda di Indonesia hanya 2% saja yang semangat berwirausaha. Kami manggut-manggut.

Ia turut mengisahkan awal mula membangun bisnis Rani Journey, kehadiran Rani Journey berawal dari hobi travelling kak Rani dan semangatnya untuk memfasilitasi para traveler yang ingin melihat keindahan alam di berbagai penjuru Indonesia. Setelah sekian lama berdiri lalu muncul kegundahan dalam diri kak Rani, karena ia merasa seharusnya ia bisa melakukan sesuatu dari keuntungan bisnis yang ia kembangkan saat ini. Maka segera saja ia memutar otak dan menghubungi Dompet Dhuafa (sebab ia tahu lembaga ini terbukti trusted dan kredibel), setelah berdiskus lama akhirnya ia memutuskan memilih SMART Ekselensia Indonesia sebagai pilihan tepat mem-branding program trip dan charity yang digadang Rani Journey. Rani Journey termasuk pelopor trip agency di Indonesia lho, saat ini mereka tak sekadar mengajak peserta trip untuk membuat cerita seru di setiap perjalanan, tetapi juga mengajak setiap peserta trip untuk berdonasi melalui Dompet Dhuafa dan mendukung program SMART Ekselensia Indonesia. Alasan kak Rani memilih SMART sangat sederhana, karena SMART merupakan sekolah dengan siswa dari berbagai daerah di Indonesia yang mencirikan persatuan budaya serta intelejensia khas anak-anak Indonesia.

“Nahkoda yang handal tidak datang dari lautan yang tenang. Kalau kalian mau menjadi seorang yang sukses tapi tidak memiliki bakat, tenang saja, suatu hari nanti di titik tertentu kalian akan menemukan satu hal yang kalian suka. Kalau sudah ketemu perdalam, fokus, kejar terus dan jangan menyerah,” pesan kak Rani mengakhiri sesi “Ruang Inspirasi “ siang ini. Kami semua memberikan tepuk tangan meriah untuknya. Menutup seluruh rangkaian acara kak Rani menyerahkan donasi sebesar Rp 40.425.000 pada SMART Ekselensia Indonesia. Terima kasih kak, semoga Allah membalas semua kebaikan kakak aamiin.

 

foto 8 juga Cover

***

 

Aaah semua pelajaran berharga yang kak Rani sampaikan hari ini akan kami patri, semangat kami untuk maju kian tinggi dan tak terbendung lagi, hilang sudah semua gundah dalam diri karena sekarang kami tahu harus berbuat apa ketika lulus dari SMART tercinta ini. (AR)

Screenshot_2017-01-23-10-25-29

Serunya Festival Pelajar Bandung

Screenshot_2017-01-23-10-25-29

Pada November lalu, saat SMART sedang gencar-gencarnya membuat video untuk dilombakan, aku melihat kak Azzam (kakak kelasku) bolak balik ke dalam ruang admin SMART. Penasaran, aku pun bertanya kepadanya lalu ia menjawab kalau ia akan mengikuti Festival Pelajar yang diadakan oleh Forum OSIS Jawa Barat pada liburan Pulang Kampung nanti. Awalnya aku merasa tak tertarik, namun dikemudian hari aku merasa hal itu berguna untuk mengisi waktu kosongku saat liburan.

Akhir Desember pun tiba, tepat sepekan sebelum para siswa SMART menuju kampung hamannya. Saat itu aku baru mengambil uang yang kuajukan di administrasi SMART. Aku pun langsung menghubungi kak Wirda, Korda kabupaten Bogor, untuk mendaftar. Pada saat mengurus pendaftaran salah seorang panitia mengatakan bahwa akan ada briefing bersama rombongan lain pada 2 Januari 2017 atau tepatnya tiga hari sebelum acara dimulai. Pada 3 Januari aku mendapatkan kabar dari kak Azzam bahwa acara Festival Pelajar diundur menjadi tangga 15 januari. Saat itu aku merasa kesal, tetapi aku redam rasa kesalku dengan beristighfar. Aku bersyukur karena kak Azzam memiliki tekad kuat dan berani mengungkapkan kegundahan hatinya pada panitia, ia meminta pertanggungjawaban pihak Festival Pelajar agar kami bisa diizinkan ikut (kembali) tanggal 15 Januari nanti. Kami merasa dirugikan karena kesalahan jelas bukan pada kami. Pihak Festival Pelajar menyanggupi dan kepala sekolah kami mengizinkan kami mengikuti acara tersebut dengan satu syarat,kami harus tetap masuk sekolah esok harinya. Kami pun menyanggupi keinginan kepala sekolah.

Gawatnya kami terbentur masalah lain, transportasi. Karena acaranya di Bandung maka kami bingung harus berangkat dengan moda transportasi apa sedangkan uang kami pas-pasan karena digunakan untuk biaya pendaftaran. Alhamdulillah Allah memberikan jalan, kak Azzam mendapatkan tawaran berangkat bersama dari Sekolah Borcess dengan hanya membayar Rp 50.000 saja untuk berdua, terbayang jika kami harus menggunakan bus, berapa banyak ongkos yang harus kami keluarkan.

Hari yang ditunggu tiba, kami harus berangkat pagi-pagi sekali. Jam menunjukan pukul 04.00, kami sudah rapi jali dan siap menuju Borcess. Sesampainya di sana ternyata kudapati siswa Borcess banyak yang sengaja menginap  agar tidak terlambat, sekitar pukul 05.00 kami berangkat ke Bandung. Sepanjang jalan mobil berkapasitas 21 orang tersebut dipenuhi canda dan gelak tawa, beruntunglah aku terlahir sebagai seorang sanguinis sehingga bisa membaur dengan sangat cepat. Baru kusadari ternyata perjalanan meuju Bandung lama sekali, karena mengantuk akhirnya aku terlelap ditemani suara dengkuran dari kanan dan kiri.

Pukul 11.00 kami sampai di Sabuga, ITB, Bandung. Segera saja kami memasuki ruang utama mencari tempat duduk terbaik, di dalam kulihat banyak sekali perwakilan OSIS dari berbagai sekolah baik dari Bandung dan luar Bandung. Aku, kak Azzam, dan teman-teman dari Borcess berkeliing meihat-lihat stan pendidikan yang digelar di sana, baru kuketahui jika banyak peserta yang tidak bisa masuk area ini karena kapasitasnya yang tak memadai. Zuhur menjelang akhirnya kami memutuskan untuk menunaikan kewajiban terlebih dahulu dan kembali setelahnya. Sekembalinya kami ke dalam ruangan, ternyata Bondan sedang unjuk gigi membawakan sekitar tujuh lagu hingga selesai, tepuk tangan riuh menggema. Selanjutnya kami mengikuti takshow bersama pakar pendidikan, tak dinyana kak Azzam mengajukan pertanyaan yang mengundang banyak decak kagum. Wah aku bangga.

Screenshot_2017-01-23-10-25-45

Pagi tiba-tiba berganti malam, Tulus tampil menutup acara hari itu, gegap gempita para peserta yang hadir menyanyikan lagu Tulus bersama-sama.Ini pengalaman terbaik dalam hidupku, aku dan kak Azzam banyak bertemu orang hebat termasuk pak Dedi Mizwar, Wakil Gubernur Jawa Barat; bertemu teman-teman baru, dan mendapatkan banyak inspirasi untuk menambah semangat belajarku. (NA)

Screenshot_2017-01-23-10-25-02 Screenshot_2017-01-23-10-24-40 Screenshot_2017-01-23-10-24-16

Footo 1

Yuk Tumbuhkan Bibit-Bibit Kepemimpinan Dalam Diri

Waktu menunjukkan pukul 05.30 WIB namun matahari tak malu-malu untuk menampakkan dirinya lebih awal. Kami yang sedari pagi telah siap menyongsong pagi nampak tak sabar untuk segera menuju ke sekolah, konon kabarnya pagi ini kami akan mendapatkan materi khusus tentang kepemimpinan. Hmm mulanya kami bertanya-tanya akan seperti apa jadinya, namun kami optimis hari ini akan menjadi hari yang menakjubkan.

Kami diminta bersegera menuju Masjid Al-Insan karena kegiatan segera dimulai, di kanan dan kiri masjid terlihat wajah-wajah sumringah para siswa lainnya seakan mereka tak sabar mendapatkan ilmu hebat.

Footo 1

Foto 2

Namun karena seluruh siswa tumplek blek disatu tempat suasana masjid menjadi sangat riuh, “EHEM” tiba-tiba semua terdiam karena Bobi (siswa kelas XII IPS yang didapuk sebagai pembawa acara) berdehem agar semuanya tenang. Tak lama kemudian ia membuka acara pagi tadi dengan gaya khasnya yang ceria dan sedikit kenes.

Foto 3

“Excellent Leaders”, merupakan tema besar dari kegiatan yang kami ikuti. Kegiatan ini sengaja diadakan sekolah agar kami dapat berkembang menjadi pemuda yang memiiki jiwa kepemimpinan tinggi. Seluruh materi “Excellent Leaders” disampaikan langsung oleh pak Syafiie el-Bantanie, GM Sekolah Model Dompet Dhuafa Pendidikan, beliau banyak mengajarkan kami betapa pentingnya mengenali diri sebagai sosok pemimpin; beliau juga membantu kami menggali potensi dan membantu menumbuhkan bibit-bibit kepemimpinan dengan metode sederhana serta menyenangkan; tidak cukup sampai di situ saja kami juga diajak menyaksikan tayangan film yang membuat jiwa kepemimpinan kami tergelitik dan akhirnya membuncah ke permukaan.

Foto 5

Foto 5

Sesi demi sesi berlalu, kami pun akhirnya menyadari jika di dalam diri ini jiwa kepemimpinan belum matang dan belum terasah dengan sempurna.

Foto 6

Foto 7

Intinya kami harus lebih banyak belajar. Nah dengan adanya kegiatan “Excellent Leaders” kami berharap ke depannya bisa mengimplementasikan ilmu yang telah didapat hari ini dalam kehidupan sehari-hari. (AR)

 

IMG-20170120-WA0003

Mengasah Jiwa Kepemimpinan di SMART Tracking for Leadership

IMG-20170120-WA0003

Hari ini ada sesuatu yang berbeda untuk kami semua, sebuah kejutan dari para guru kesayangan agar kami bisa bersatu layaknya sebuah keluarga besar. Saat ini kami memang sebuah keluarga besar yang utuh, namun hal tersebut akan sia-sia jika tak ada rasa saling menghormati, menjaga dan memiliki.

Oleh karenanya bukan tanpa sebab jika SMART mengadakan “SMART Tracking for Leadership”, kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa SMP/SMA dengan total 240 siswa. Kami sangat antusias karena akhirnya bisa melakukan aktivitas seru sambil berjalan-jalan walau dengan rute wilayah sekitar Jampang, Parung, Bogor saja. Iitu saja membuat kami sangat senang, Alhamdulillah.

IMG-20170120-WA0009

Ada empat pos yang harus kami lewati:

  • Pos 1: Memecahkan Sandi huruf (visi & misi SMART)
  • Pos 2: Menakar tinggi pohon
  • Pos 3: Latihan Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) Buta
  • Pos 4: Menjawab soal umum tentang kepemimpinan.

Kami dibagi ke dalam 20 kelompok dengan masing-masing kelompok sekitar 10 hingga 12 orang, setiap kelompok hanya dibekali satu botol air mineral ukuran 1,5 liter dan air tersebut harus bisa mengakomodasi rasa dahaga seluruh tim sampai akhir. Kami memutar otak agar setiap anggota tim bisa minum, syukurlah kami bisa menemukan banyak strategi jitu. Riuh rendah suara kami memenuhi empat pos yang menjadi tonggak keberhasilan tim jika misi berhasil dilaksanakan.

IMG-20170120-WA0008 IMG-20170120-WA0005 IMG-20170120-WA0000

Selama kurang lebih tiga jam kami berkutat di lapangan, memenuhi misi dari satu pos ke pos yang lain. Kemampuan kami sebagai seorang pemimpin diasah, ketrampilan kami diuji, dan daya tahan kami terhadap tekanan digembleng. Pokoknya luar biasa sekali.

Kami sangat berterima kasih untuk seluruh guru yang berbaik hati mengadakan kegiatan ini, semoga kebaikan mereka menjadi nilai ibadah aamiin. Kami berharap semoga kegiatan ini mampu memantapkan kam menyiapkan diri sebaik-baiknya sebagai para penerus bangsa karena kami adalah calon pemimpin masa depan.(AR x AR)

IMG-20170120-WA0002 IMG-20170120-WA0010 IMG-20170120-WA0006

ika

Awal Tahun Baru, Alumni SMART Bandung Sempatkan Waktu untuk Futsal Bersama

ika

BANDUNG – Selasa (3/1), alumni SMART EI Bandung dan sekitarnya melakukan futsal bersama yang bertempat di lapangan futsal “Zone 73” Ujung Berung , Bandung. Ustadz Ari Siswanto selaku guru SMART EI yang kebetulan sebagai “Pembina Ektra Kurikuler Sepakbola SMART” menjadi inisiator terselenggaranya acara futsal (dadakan) tersebut. Gelak tawa dan canda menghiasi kegiatan futsal bareng yang dimulai pukul 19.00 sampai dengan 21.00 WIB. Satu hal yang membuat serunya kegiatan futsal tersebut, rasa “kebersamaan” sesama alumni. Di tengah kesibukan masing-masing, para alumni masih bisa menyempatkan diri untuk saling bertemu.

Selepas futsal bersama, para alumni pun saling berbagi cerita tentang kesibukannya masing-masing. Kesibukan perkuliahan, bisnis, dan yang lainnya menjadi pembicaraan menarik antar sesama alumni. Ustadz Ari Siswanto juga membagi cerita tentang perkembangan SMART terkini yang tidak diketahui oleh para alumni.

Semoga seluruh alumni SMART dapat terus menjaga kebersamaannya dalam bentuk aktivitas lainnya, agar sinergi sesama alumni bisa tetap terjaga.
(Red. IKA SMART)

 

Sumber: http://ikasmart.com/2017/01/08/awal-tahun-baru-alumni-smart-bandung-sempatkan-untuk-futsal-bersama/

Foto 4

Badan Sehat Jiwa Kuat, Yuk Berolahraga!

Waktu menunjukan pukul 03.50, udara dingin menusuk namun kami semua sudah siap menuju masjid untuk melaksanakan Salat Tahajud berjamaah, sebagai calon pemimpin yang baik kami harus  rajin mengerjakan perintah Allah dengan sebaik-baiknya.

Foto 1

Selesai salam tiba-tiba hujan turun dengan sangat deras, kami hanya bisa menatap hujan dengan tatapan kosong sambil bergumam “Aduh gak bawa payung”. Akhirnya kami memutuskan untuk tetap di masjid karena tak ada tanda-tanda hujan akan mereda, kami tak suka membuang-buang waktu oleh karena itu kami memutuskan untuk bertilawah hingga waktu subuh tiba. Selesai Salat Subuh hujan malah makin menjadi, kami terobos saja walau berujung basah kuyup, habis jika tak diterobos nanti kami terlambat untuk makan bersama di Aula Makan SMART dan pergi ke sekolah.

Hari ini kami belum belajar seperti biasa, sebagai gantinya kami semua akan melaksanakan olahraga bersama di Lapangan Apel SMART dan Lapangan Olahraga SMART.  Namun hujan masih saja turun, kami yang telah berkumpul sejak pukul 06.30 akhirnya memutuskan untuk ke masjid sebelum ada aba-aba lain dari pihak sekolah. Alhamdulillah beberapa menit kemudian hujan mereda, langsung saja kami menyerbu rak sepatu dan menuju lapangan apel.

Di lapangan apel pak Cipto, guru kami, telah menunggu. Dengan komando dari beliau kami semua berbaris rapi, sejurus kemudian kami telah mengikuti gerakan demi gerakan senam yang beliau peragakan.

Foto 2

Foto 3

Foto 4

Suasana lapangan apel sangat semarak, seluruh siswa sampai guru-guru terlihat sangat senang, ah momen kedekatan ini tak ingin rasanya segera berlalu.

 

 

Puas melaksanakan senam bersama kami semua melipir ke Lapangan Olahraga SMART untuk melakukan olahraga sesi selanjutnya. Di Lapangan Olahraga SMART kami bisa bermain futsal sesuka hati,selain itu kami juga bisa bermain bulu tangkis hingga bermain voli,menyenangkan sekali.

Biasanya kegiatan berolahraga kami lakukan setiap Jumat minggu kedua atau ketiga, tetapi khusus menyambut kami (yang baru masuk sekolah lagi) maka kegiatan berolahraga dilaksanakan hari ini. kami berharap kegiatan ini akan semakin mendekatkan hubungan kami dengan para guru kesayangan,aamiin. (AR)