IMG_20170226_161830

Duta Gemari Baca: Menulis Jurnalistik, Siapa Takut!

IMG_20170226_161830

Hari Minggu, 26 Februari 2017, sejatinya waktu istirahat setelah sepekan penuh penat dengan aktivitas sekolah. Namun tidak bagi para Duta Gemari Baca menembus rintikan hujan dan kemacetan Kota Depok. Mereka tampak bersemangat mengikuti pelatihan penulisan bersama Kak Aan (red: Rina Supusepa), jurnalis Media Release Indonesia, di masjid UI.

Pelatihan dimulai dengan perkenalan peserta, dimana 16 pemuda ini menyebutkan nama dan aktivitas mereka. Dan diskusi diawali dengan penulisan “berita”. Kata Rina bahwa difinisi berita memang tidak ada yang spesifik, tetapi substansi berita adalah informasi akurat yang diperoleh dari sebuah kejadian. Berita memiliki 3 bagian, yaitu judul, lead dan tubuh berita. Judul berita harus jelas dan menarik orang lain untuk membaca. Lead berita dapat dikatakan sebagai esensi umum sebuah berita. Dan tubuh berita mengandung penjelasan detail untuk berita tersebut. Penyusunan berita ini harus mengandung jawaban atas pertanyaan 5W1H.

IMG_20170226_152257

Pelatihan berjalan mengalir dan nampak antusiasme peserta di interaksi mereka. Berbagai pertanyaan terlontar dari peserta ketika tiba saat mereka diminta mulai menulis. Fokus pelatihan ini adalah peserta diajak untuk mengenal dan mampu menulis berita dalam bentuk release, feature dan opini. Para Duta Gemari Baca terlihat saling diskusi dalam menyelesaikan tugas penulisannya. Sebagai bahan menulis berita, para Duta diberikan satu gambaran kejadian. Kak Aan membagi 3 kelompok berdasarkan sudut pandang bagi peserta dalam belajat menulis berita, yaitu pendidikan, ekonomi dan agama. Tulisan yang dihasilkan sangat variatif dan memiliki penekanan yang unik.

IMG_20170226_144411

Tidak sekedar menulis, tapi Kak Aan juga membahas semua tulisan peserta. Titik poin pada pembahasan ini adalah konsistensi dan kesesuaian antara judul, lead dan isi berita. Diskusi tidak hanya berlangsung dalam model kelas besar, tapi metode coaching pun dilakukan. Pada akhir sesi pelatihan terpilih 5 tulisan terbaik, baik penulisan berita rilis maupun feature. Dan ditutup dengan diskusi evaluasi pelatihan serta perencanaan kegiatan Duta Gemari Baca berikutnya. Pelatihan ini adalah sebuah pembekalan bagi para Duta dalam mempersiapkan buku Duta Gemari Baca.

IMG-20170215-WA0003

Yuk Jaga Perpustakaan Kita!

Sebut saja ia Perpustakaan Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan, salah satu tempat favotit kami (para siswa SMART) untuk sekadar bermain bersama atau membaca buku. Seperti yang kamu ketahui kalau para siswa SMART menganggap buku lebih dari apapun, kami cinta sekali dengan buku. Pokoknya tak ada waktu terbuang kecuali membaca buku, dan PSB menjadi oase pelepas dahaga kami akan ilmu pengetahuan.

IMG-20170215-WA0001 IMG-20170215-WA0000

Namun beberapa dari kami masih seenaknya dalam menggunakan fasilitas yang ada di PSB, karena itulah kak Dini, Creative Librarian PSB, dan kak Dian, Pustakawan PSB, bekerjasama dengan sekolah rutin mengadakan kegiatan “Pendidikan Pemakai”. Pendidikan Pemakai merupakan cara kakak-kakak PSB dalam menyosialisasikan berbagai macam program PSB termasuk di dalamnya apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan di dalam PSB.

IMG-20170215-WA0004 IMG-20170215-WA0002

Biasanya kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Media Pembelajaran PSB Lantai 2 ketika pelajaran konseling berlangsung, jadi selain belajar seputar diri sendiri kami juga belajar arti penting menjaga hal yang kami cintai agar keberlangsungan hidupnya lebih lama. Di Pendidikan Pemakai kami belajar seputar:

  1. Tata tertib di perpustakaan,
  2. Sistem temu kembali infomasi di perpustakaan, dan
  3. Bagaimana menelusur informasi di internet dengan efektif dan efisien

Kalau menurut kak Dian, PSB ingin mendidik para pemustakanya agar dapat menggunakan fasilitas perpusatakaan dengan maksimal sehingga pemustaka paham dan tahu bagaimana memanfaatkan informasi dan cara bersikap di perpustakaan.  Kalau kami semua sudah mengerti bukan tidak mungkin jika kelak Perpustakaan PSB menjadi tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi.

Terima kasih kak Dini dan kak Dian. (AR)

P_20170217_142858

Duta Gemari Baca Sang Pemustaka Jawara

P_20170217_142858“Membaca buku itu jendela ilmu” Kalimat yang tergantung di langit-langit Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan itu memberikan stimulus motivasi tambahan bagiku untuk gemar membaca buku.

Perkenalkan nama saya Muhammad Ikrom Azzam, siswa kelas 12 IPS SMART asal Jakarta. Ada kisah menarik yang ingin saya bagi tentang hobi lama saya (yang bersemi kembali), yakni membaca buku. Cerita ini bermula ketika amanah memimpin berbagai organisasi mulai saya emban pada pertengahan 2015 hingga akhir 2016.

Begini ceritanya…

Kira-kira pertengahan September 2015 amanah baru menjadi Presiden (ketua OSIS) Organisasi Akademika SMART Ekselensia (OASE) mulai saya jalani. Semenjak saat itu, saya jadi lebih sibuk dari sebelumnya. Bagaimana tidak, beban moral yang cukup berat dan keharusan menjadi panutan serta harus bekerja secara profesional saya jalani setiap hari. Capai, lelah, sedih, senang saya lewati dengan penuh perjuangan, saya percaya akan hikmah dibalik usaha dan perjuangan keras yang saya lakukan. Rasa percaya tersebut menjadikan saya sebagai pemimpin yang cukup mumpuni. Alhasil, undangan mengikuti kegiatan pelatihan kepemimpinan forum ketua OSIS Se-Indonesia pun menjadi berlian nikmat pengalaman yang sangat berharga untuk kehidupan saya.

Ya, kegiatan Indonesia Student Leadership Camp IV yang digagas komunitas ILEAD Universitas Indonesia membuka mata saya seputar dunia kepemimpinan sejati. Dalam kegiatan tersebut banyak sekali inspirasi tentang kepemimpinan yang saya dapatkan, salah satu kalimat yang membekas di kepala saya ialah:

“Pemimpin sejati itu lahir karena kebiasaan baiknya dalam setiap aktivitas yang dijalani, dan tak sedikit pemimpin yang terlahir dari kebiasannya dalam membaca, baik membaca buku maupun membaca situasi dan manusia”.

Kalimat di atas selalu terngiang di dalam pikiran saya, hal tersebut mengembalikan hobi saya membaca buku. Hobi ini telah lama hilang karena kesibukkan saya memimpin organisasi internal sekolah, semenjak itu lah saya bertekad untuk menjadi Ketua OSIS yang paling rajin membaca buku di SMART. Tekad tersebut perlahan tapi pasti mulai saya realisasikan setelah pulang kampung di awal 2016.

Januari 2016 menjadi titik balik semangat dalam diri saya untuk kembali menekuni hobi membaca buku. Saya mulai sering mampir ke Perpus PSB, hampir setiap hari saya menyempatkan diri untuk datang ke PSB, bahkan sampai harus diusir gara-gara masih saja membaca koran ketika jam tutup PSB menjelang. Jujur ada banyak kelucuan yang saya rasakan ketika berada di PSB untuk membangkitkan kembali hobi membaca saya, mulai dari ketiduran di PSB karena kelelahan baca buku, sampai membaca buku dengan posisi di luar kelaziman orang normal pun pernah saya rasakan. Ah, pokoknya seru sekali.

Karena keseringan ke PSB, saya jadi tahu akan info-info terbaru di sana mulai dari seminar, bedah buku, sampai organisasi keperpustakaan pun saya jalani dan ikuti terus. Dan yang paling mengesankan adalah saya berhasil dinobatkan sebagai Duta Gemari Baca Makmal Pendidikan  2016  yang diadakan pada pertengahan bulan Ramadhan. Sungguh banyak sekali pengalaman mengasyikkan yang saya dapatkan di tahun 2016 bersama PSB. Hingga di H-5 sebelum Pulang Kampung 2016 diadakan saya mendapatkan hadiah luar biasa atas usaha luar biasa saya dalam membaca, saya berhasil dinobatkan sebagai Pemustaka Jawara No. 1 alias pemustaka yang paling banyak membaca buku selama setahun. Menurut data PSB saya telah membaca 100 buku dengan tuntas di 2016 dan awal 2017. Wow, Its very good experience! I love reading books! Today is Reader, Tomorrow is Leader!

s1

Friendship Is Not Something You Learn in School

Oleh: Muhamad Reza Alamsyah

(Angkatan 7, saat ini berkuliah di Unpad jurusan Bahasa dan Sastra Inggris)

”Friendship is not something you learn in SCHOOL. But if you haven’t learned the meaning of FRIENDSHIP, you really haven’t learned anything.”
Muhammad Ali

Kalimat pembuka yang sangat sok-sokan ya hmm. Biarkan terlebih dahulu saya bercerita sedikit mengenai siapa saya sebenarnya. Nama lengkap saya Muhamad Reza Alamsyah, angkatan 7 SMART Ekselensia Indonesia (kami mengidentitaskan diri sebagai INDIERS), berhasil lulus dengan selamat pada tahun 2015, dan sekarang berkuliah di Universitas Padjadjaran jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Iya, memang belum lama.

Rasanya baru kemarin saya berangkat meninggalkan Makassar, kota kelahiran saya, dengan berat hati sambil membawa tekad kuat untuk mencapai sukses. Sangat klise memang, tapi begitu manis, apalagi untuk seorang anak yang baru memasuki usia 12 tahun pada saat itu.

Pertama kali saya menginjakkan kaki di SMART Ekselensia Indonesia dan mengetahui saya akan berada di sini selama lima tahun ke depan yang tentu bukan waktu yang singkat, saya langsung diserang rasa takut dan sedih secara bersamaan sehingga berkeinginan kuat untuk berhenti melangkah dan lebih baik pulang saja ke Makassar. Tapi, ya tentu ada tapinya, setelah beberapa bulan merasakan atmosfer yang betu-betul sebuah hal baru bagi saya, kesadaran bahwa saya tidak akan sendiri melangkah dan mengingat betapa banyaknya orang di kampung saya, khusunya keluarga, yang mengharapkan masa depan yang cerah bagi saya, keputusan untuk menetap sambil melanjutkan perjuangan akhirnya bulat.

Saya dipertemukan dengan anak-anak yang Subhanallah dalam banyak hal. Melakukan banyak kegiatan bersama membuat saya tidak ada keraguan untuk menganggap mereka sebagai sahabat atau mungkin lebih jauh, sebagai saudara baru, yang akhirnya dipertemukan di sekolah ini.

Masih amat jelas melekat mengenai begitu banyaknya kisah yang kami alami bersama. Kami pernah menundukkan kepala sambil menggerutu dalam hati ketika dihukum massal oleh Anggota KOPASSUS atas kesalahan kami yang katanya menjadi contoh buruk bagi adik kelas kami. Pernah juga menangis jika mengingat atau diingatkan mengenai keluarga yang jauh di sana oleh ustad atau ustadzah kami yang entah sengaja atau tidak, dan juga tertawa puas atas lelucon-lelucon lama yang sebenarnya tidak terlalu lucu tapi entah bagimana jadi lucu dan segar kembali untuk dibahas. Berkelana ke berbagai tempat yang dulunya hanya bisa kami saksikan melalui layar kaca dan mengagumi indahnya dari sana. Pulang balik sekolah-asrama setiap hari, bertemu orang-orang yang sama, tempat-tempat yang tak ada ubahnya dengan hari kemarin, kegiatan yang itu-itu saja, tapi cerita di setiap harinya, yang pasti berbeda, PASTI.

Kami melalui semua hal selama lima tahun di SMART bersama-bersama, hingga akhirnya wisuda hadir dan mengubah segalanya. Momen penanda akhir perjuangan kami di sekolah yang penuh cerita dan kenangan indah, yang paling kami nanti-nantikan di awal perjuangan, tapi menjadi salah satu yang paling menyedihkan yang pernah kami alami, setidaknya saya pribadi. Wisuda menyadarkan kami, bahwa lima tahun bukanlah waktu yang sangat lama, bahwa kita akan hidup sendiri-sendiri dan tak lagi bersama, bahwa semua yang pernah kami lakukan akan tinggal menjadi cerita, bahwa tak akan ada lagi dihukum bersama, isak tangis menggemuruh, atau lelucon basi yang menjadi segar. Kami dihadapkan pada realitas bahwa berkumpul bersama kelak tidak semudah biasanya, harus menyesuaikan waktu kosong, tidak ada lagi teman sekamar yang akan terganggu atas kikikan tawa puas teman lainnya, dan harus keluar untuk menghadapi hidup sesungguhnya.

Mereka menjadi alasan kedua saya setelah keluarga di rumah atas bertahannya saya di SMART hingga akhir dan tentu saya berkewajiban berterima kasih kepada mereka atas semangat dan dukungan itu. Kelak, ketika saya telah mencapai sukses yang saya definisikan dan hidup dengan keluarga baru, saya akan mengajak anak-anak dan istri-istri, eh, istri, saya ke SMART. Menunjuk dengan bangga ke arah sekolah yang megah itu, sambil berkata, “Di sana, di setiap sudutnya, ada cerita menarik yang terpendam, tentang orang-orang jauh yang disatukan, serta menjadi saksi bisu perjuangan mereka yang pernah lemah namun bangkit tak kenal lelah”.

Memang ada benarnya kata-kata petinju tenar di atas, pertemanan bukan hal yang kita pelajari di sekolah bersama matematika dan sebagainya, tapi kalau kita tidak mempelajari arti pertemanan, kita sungguh tidak belajar apa-apa. Terima kasih SMART, terima kasih INDIERS.

 

Sincerely,

-Calon Duta Besar Indonesia untuk Inggris

light-3

Redup

Oleh: Muhammad Habibur Rohman

Ada bunga
Pelan-pelan
Pudar wanginya
Pelan-pelan sekali
Hilang kerlipnya
Dengan hati-hati
Menuju mati

(Kamis, 2017)

IMG-20170215-WA0015

Perjuangan Tanpa Henti

Ujian Nasional hanya tinggal menghitung bulan, namun kami baru menyadari kalau persiapan menyambut UN yang fenomenal itu belum maksimal. Kabar berhembus kalau kelas XII (alias kelas tertinggi dan paling akhir) merupakan kelas penuh ujian, kabar tersebut memang benar adanya oleh karena itu kami lebih banyak belajar, lebih banyak menganalisis, dan HARUS siap menghadapi berbagai kemungkinan. Iya, termasuk kemungkinan terburuk.

Untuk meminimalisasi kemungkinan tersebut sekolah kami mengadakan Try Out (TO) lanjutan yang diadakan Senin hingga Jumat (13-17 Februari).

IMG-20170215-WA0018 IMG-20170215-WA0017

TO sendiri merupakan kegiatan rutin tahunan yang dihelat sekolah untuk memaksimalkan kemampuan kami dalam belajar menjelang UN dan SBMPTN, TO lanjutan kali ini memakan waktu lebih lama dengan jadwal cukup padat, tetapi karena kami sudah mempersiapkan diri jadi tak kesulitan mengikuti jadwal yang telah ditentukan sekolah.

Kami dibagi ke dalam dua kelas, Kelas IPA dan Kelas IPS. Masing-masing kelas diuji berdasarkan kompetensinya masing-masing, ada banyak materi yang diujikan diantaranya Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris serta ditambah peminatan seperti Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi. Hari Senin sampai Kamis kami melaksanakan TO UN sedangkan Jumat dikhususkan untuk TO SBMPTN, masing-masing mata pelajaran yang diujikan memakan waktu hingga dua jam.

IMG-20170215-WA0016 IMG-20170215-WA0014

Kalau menurut pak Juli, kepala sekolah kami, tujuan dilaksanakannya TO agar kami memiliki gambaran serta target untuk menentukan PTN yang kelak dipilih. Selain itu diharapkan TO juga mampu membuat kami semakin keras dalam belajar dan cerdas dalam mengatur waktu belajar, jika etos belajar kami sudah pas bukan tidak mungkin impian masuk PTN favorit tercapai.  Wah setuju sekali deh dengan pemaparan pak Juli.

“TO lanjutan kali ini lebih greget sih, tapi Alhamdulillah membuat kami memiliki gambaran untuk praktik riilnya nanti,” ujar Vikram, Kelas XII IPA, ketika ditemui dijeda istirahat. “Tapi tadi Matematikanya dahsyat, benar-benar menguras pikiran sekali,” timpal Haidar, Kelas XII IPA.

IMG-20170215-WA0012 IMG-20170215-WA0011

Walau energi terkuras dan kepala cenat cenut ketika menjawab soal-soal, tapi kami tak akan menyerah begitu saja dengan “ujian” ini. Kami akan terus giat belajar, mengasah kemampuan dengan menjawab beragam latihan soal, terus berbenah diri agar cita kami untuk lulus dengan nilai baik, berdoa lebih banyak hingga mimpi kami diterima di PTN impian tercapai.

Doakan kami, ya! (AR)

smart1

Daftar Peserta Lolos Seleksi Nasional Beasiswa (SNB) SMART Ekslensia Indonesia 2017

Assalamualaikum. Halo Sob!

Berikut daftar peserta lolos Seleksi Nasional Beasiswa (SNB) SMART Ekslensia Indonesia 2017.

Pelaksanaan tes akademik akan dilakukan pada 11, 12, atau 18 Februari. Untuk detail lebih jelas kamu bisa langsung menghubungi panitia di daerahmu masing-masing.

NO. Nama Siswa Asal Daerah
1 Multadam Aceh
2 Aulia Rahman Aceh
3 Amir Fauzi Sumatera Utara
4 Setio Novanto Sumatera Utara
5 Khalis Hamdi Sumatera Utara
6 Suryadi Sumatera Utara
7 Muhammad Zaky Sumatera Utara
8 M. Farid Adha Sumatera Utara
9 Ramadhan Nasution Sumatera Utara
10 Ahmad Eriyadi Lubis Sumatera Utara
11 Rayhan Afrizal Hasibuan Sumatera Utara
12 Candra Afriza Sumatera Utara
13 Nabil Rizky Habibi Sumatera Utara
14 Muhammad Raihan Syahputra Sumatera Utara
15 M. Nur Iskandar Sumatera Utara
16 Gilang Nur Asshiddiq Mukerto Sumatera Utara
17 Pahwana Faransyah Sumatera Utara
18 Gilang Pratama Sumatera Utara
19 Ikhlas Sabil Harahap Sumatera Utara
20 Gali Rakasiwi Sumatera Utara
21 Muhammad Ilham Sumatera Utara
22 Syauqi Munadi Lumban Sitorus Sumatera Utara
23 Farid Ahmad Alsa Sumatera Utara
24 Ridho Ramadhan Dalimunthe Sumatera Utara
25 Pauping Riau
26 Oki Sukrialgi Riau
27 Ahuwai Riau
28 Aditya Nugroho Riau
29 Amzah Riau
30 Ryan Moehammad Fazchrul Kepulauan Riau
31 Muhammad Huzaefah Kepulauan Riau
32 Khairul Umam Kepulauan Riau
33 Nefrized Fayandi Nurlabib Kepulauan Riau
34 Nur Hidayat Kepulauan Riau
35 Rizqi Kurniawan Kepulauan Riau
36 M Fajar Arrafad Kepulauan Riau
37 Abdurrahman Keynu Al Malik Kepulauan Riau
38 Hanif Furqon Sumatera Barat
39 Anhar Tanjung Sumatera Barat
40 Muhammad Gilang Desmansyah Sumatera Barat
41 Muhammad Syah Ravi Sumatera Barat
42 Agung Nurcahyono Sumatera Barat
43 Dedi Candra Sumatera Barat
44 Muhammad Yunus Sumatera Barat
45 Usli Fatil Jannah Sumatera Barat
46 Lexi Saputra Sumatera Barat
47 Muhammad Rayes Sumatera Barat
48 Gilang Sukma Wijaya Sumatera Barat
49 Muhammad Hakim Patoni Sumatera Barat
50 Blyanda Rangga Pratama Sumatera Barat
51 Burhanuddin Sumatera Barat
52 Muhammad Arbi Yasin Sumatera Barat
53 Luvthi Apriliano Zuref Sumatera Barat
54 Irfan Rasyid Sumatera Barat
55 Ibnu Rasyid Sumatera Barat
56 Habil Arrasyid Sumatera Barat
57 Aldo Setiawan Sumatera Barat
58 Bonito Tiffano Sumatera Barat
59 Yasmin Aziz Sumatera Barat
60 Ory Febriano Putra Sumatera Barat
61 Muhammad Abdul Azis Sumatera Barat
62 Qori Ansyah Rizel Utama Sumatera Barat
63 Fathan Ats Tsalis Sumatera Barat
64 Aulia Wahyudi Sumatera Barat
65 Aldi Saputra Sumatera Barat
66 DANAR RENANDA Jambi
67 RIFKY ALFAREZH Jambi
68 CKHOIRUL HUDA Sumatera Selatan
69 HABIB MUCHLIS AQILLABADI Sumatera Selatan
70 M. RIZKI RAMADHAN Sumatera Selatan
71 ANJAS SAPUTRA Sumatera Selatan
72 NAUFAL SENDI PRATAMA Sumatera Selatan
73 M. ARMAN FADILAH Sumatera Selatan
74 JUNI IRAWAN Sumatera Selatan
75 HARIEST AYUBI Sumatera Selatan
76 BAGAS SURAHWAN Bangka Belitung
77 DERI SETIAWAN Bangka Belitung
78 FAIZ ZAKI RAMADHANI Lampung
79 FAIZ ASLAM RASYIDI Lampung
80 MAHFUD SETIAWAN Lampung
81 ARVA GHANI PUTRA ANGGARA Lampung
82 MIRZA RAHMAN JAYA Lampung
83 TAUFIQ HIDAYAT Lampung
84 Muhammad Iqbal Kusuma Putra Jabodetabek
85 Rijal  Dzul Fikri N Jabodetabek
86 Sabili Nur Abdilah Jabodetabek
87 Muhammad Rieval aryadinata Jabodetabek
88 Muhammad Zidan Asidiq Jabodetabek
89 M. Rizki aprian Jabodetabek
90 R. Zulfikih Jabodetabek
91 Ziyad Abdulrrahman Syabib Jabodetabek
92 Amru Muthahhar Jabodetabek
93 Muhammad Fayyadh Jabodetabek
94 Qahtan Al- Faiz Jabodetabek
95 M. Dzikri Syahid Siregar Jabodetabek
96 Muhammad Ihsan Rais Jabodetabek
97 Deis Syauqi Ihso Jabodetabek
98 Muhammad Fathan  Mubina Jabodetabek
99 Ilham Anugrah Fansuri Jabodetabek
100 Ponco Joyo Lehsono Jabodetabek
101 Wildan Rabbani Jabodetabek
102 Akhmad Daerobi Jabodetabek
103 Syamil Izuddin Jabodetabek
104 Muhamad Ibrahim Movick Jabodetabek
105 Ahmad Ghifari Jabodetabek
106 Muhammad Davn Ksatria wiguna Jabodetabek
107 Muhammad Hilmi abrar Dintha Jabodetabek
108 Muhamad Leonardi Kusuma wardani Jabodetabek
109 Arief Muhammad Dzikri’L Hakim Jabodetabek
110 Daffa Muhammad Al Gazali Jabodetabek
111 Syauqi Aufa Al-Fida Jabodetabek
112 Maulana Jafi Rabbani Jabodetabek
113 Muhammad Hilmi Abdul Salam Jabodetabek
114 Khalifa Alhasan Jabodetabek
115 Hajjam Hanzah Muflih Jabodetabek
116 Alfatur Rahman Jabodetabek
117 Muhammad Dzikri Al Farros Jabodetabek
118 Randika Sakti Nugraha Jabodetabek
119 Favian Jiwani Fahrurizky Jabodetabek
120 Akhdan Rihal Ramadan Jabodetabek
121 Irfan Arif Kusuma Jabodetabek
122 Muhammad Syaddad Farras Jabodetabek
123 Athaya Fawwaz Taman Jabodetabek
124 Yovan Rifqie Raditya Jabodetabek
125 Hanzalah Jabodetabek
126 Muhammad Fadhil Andika Jabodetabek
127 Sopyan Hidayat Jabodetabek
128 Siraz Raden Mas Rival Jabodetabek
129 Kusnadi Jabodetabek
130 Muhammad Nur Hisyam Fiam Putra Jabodetabek
131 Rayyan Aqsan Pratama Hullah Jabodetabek
132 Ahmad Khoiruzzad Jabodetabek
133 Imanul Islam Jabodetabek
134 Arsy Maulidi Halimi Jabodetabek
135 KHUSNU DANDY ALFAYED Jawa Barat
136 M AZMI MUJAHID Jawa Barat
137 M IHSAN NUR AZIZ Jawa Barat
138 PARIZ ABDUL ROZAK Jawa Barat
139 RULI NASRUL AZIZ Jawa Barat
140 AFWAN NUR HAKIM Jawa Barat
141 MUHAMMAD DAFFA MUZAKKI Jawa Barat
142 RAMDHAN IHSAN  MUBARAK Jawa Barat
143 RIZKY MUHAMMAD RIZAL ASSYDIQ Jawa Barat
144 KIKI SOPIAN Jawa Barat
145 MUHAMMAD NUURU FADILLAH Jawa Barat
146 MUHAMMAD NUR IQBHAL Jawa Barat
147 M. ILHAM MAULANA SUGANDI Jawa Barat
148 HISYAM YAHYA KAYLANI Jawa Barat
149 MOCHAMAD GHIRA GAZANI AR-RANTISY Jawa Barat
150 RIZAL RAMDANI Jawa Barat
151 TIFA ADITYA TASA Jawa Barat
152 AL-ARHAM MUHAMMAD SYAHDAN Jawa Barat
153 HARKA PHALASIFA SALSABILA Jawa Barat
154 AULIA ABDUL HAQ Jawa Barat
155 DAHBBY PRIMADINATA Jawa Barat
156 DANDI FIRMANSYAH Jawa Barat
157 FADLI ARDHYAN SYAH Jawa Barat
158 RIFA FADILAH Jawa Barat
159 MUHAMMAD ARRIFIN Jawa Barat
160 SYAHRIZAN MUHATHIR Jawa Barat
161 SABIL AKMAL MUZAKKI Jawa Barat
162 M. HASBY ASHIDIQIE Jawa Barat
163 MUHAMMAD KEIZA AN NAAFI Jawa Barat
164 Fikri Jawa Barat
165 Firman Ghani Jawa Barat
166 IRHAM HAIKAL MADJID FAISAL Jawa Barat
167 Muhatta Nurza Fathqur Jawa Tengah
168 Muhammad Rafi Ar-Rasyid Jawa Tengah
169 Alip Hamzah Jawa Tengah
170 Fajar Tri Wicaksono Jawa Tengah
171 Muhammad Marsa Rajwa Jawa Tengah
172 Dhimas Fadhlan Munif Jawa Tengah
173 Abdur Rozzaaq Jawa Tengah
174 Shofwan Hilal Siraj Jawa Tengah
175 Muhammad Zaki Hisyam Jawa Tengah
176 Romy Eka Wijaya Jawa Tengah
177 Muhammad Ammar Setiawan Jawa Tengah
178 Mohamad Affan Al Sajjad Jawa Tengah
179 Muhammad Fadly Jawa Tengah
180 Afiv Nur Alfiansyah Yogyakarta
181 Ahmad Rivaldhi Yogyakarta
182 Muhatta Nurza Fathqur Yogyakarta
183 Hudzaifah Yogyakarta
184 Muhammad Ishan Nur Kholis Yogyakarta
185 Ahmad Sabiq Taqiyudin Yogyakarta
186 Yusfi Akira Arlyn Alzena Yogyakarta
187 JEVIN DWI JAYANTO Malang
188 M. MAHRUS Malang
189 DIMAS MUSTOFA Malang
190 ERIK SUSILO Malang
191 FAISHAL A Malang
192 SEPTIAN AGUNG P. Malang
193 RIFALDIUS S.A. Malang
194 HERMANTO FADLI D. Malang
195 AUDY GUSTI P. Malang
196 DZULFADLI R.R. Malang
197 CHAESAR MAULANA Malang
198 MUH ALIF ULRIZDA Malang
199 RIO Malang
200 HIDAYAT AKBAR M. Malang
201 GURITNO Malang
202 MARIYO DEKA V.R. Malang
203 MOCH ARIELLIANSYAH Malang
204 RICKY AGUS P. Malang
205 Muhammad Manshur Bali
206 Adi Wardani Bali
207 Aura Syafiqul Umam Bali
208 Gonim Maksodi Bali
209 Muhammad Difa Asmi Bali
210 Muhammad Maulana Dafa Syahbani Kalimantan Barat
211 Dani Miftah Kalimantan Barat
212 Muhammad Zainal Kalimantan Barat
213 Tomi Hariyanto Kalimantan Barat
214 Rizky Bintoro Kalimantan Barat
215 Muhammad Roihan Kalimantan Barat
216 Raihan Irwanda Kalimantan Barat
217 MUHAMMAD WILDAN Kalimantan Selatan
218 MUHAMMAD RIFKI PRASETYA Kalimantan Selatan
219 MUHAMMAD YAZID Kalimantan Selatan
220 MUHAMMAD YASIEN AL-HASANI Kalimantan Selatan
221 MUHAMMAD SAIDI Kalimantan Selatan
222 MUHAMMAD HAFIDZ ANSYARI Kalimantan Selatan
223 MUHAMMAD RIYADI Kalimantan Selatan
224 ARYA AIDIL PUTRA Kalimantan Timur
225 MUHAMMAD IRPAN Kalimantan Timur
226 FERDIANSYAH PRATAMA Kalimantan Timur
227 SUDIRMAN Kalimantan Timur
228 ARFAN Sulawesi Barat
229 Ahmad Shiddiq Fakhruddin Sulawesi Selatan
230 Hidmal Hidayah Wahid Sulawesi Selatan
231 Adrian Maulana MH Sulawesi Selatan
232 Ahmad Ghifari Sulawesi Selatan
233 Adi Guntur D.J. Saeng Sulawesi Tengah
234 Lisman Laheru Sulawesi Tengah
235 Agrianto Matutu Sulawesi Tengah
236 Affandi Putra Hayu Sulawesi Tengah
237 Dito Lakasang Sulawesi Tengah
238 Moh. Teguh Ardiansyah J Sulawesi Tengah
239 Fathir Zakaria Sulawesi Tengah
240 Marsid A. Saahi Sulawesi Tengah
241 Givarli B. Dahlan Sulawesi Tengah
242 Alfrieno Manuu Sulawesi Tengah
243 Moh.Rifky Syaputra M Sulawesi Tengah
244 Ahmad Sulawesi Tengah
245 Ahmad Alwansyah Sulawesi Tengah
246 Nasar Mulyadi Kohohon Sulawesi Tengah
247 Muh. Fauzan Adli Sulawesi Tengah
248 Al Zuhayly Bilu Sulawesi Tengah
249 Yoin Talambot Sulawesi Tengah
250 Suaib Tuna Sulawesi Tengah
251 Rifki Fauzan F. Hipan Sulawesi Tengah
252 Aditiya Hadiaha Putra Sulawesi Tengah
253 Laode Fazril T. Liansi Sulawesi Tengah
254 Wahyu Iyank Saputra Pato Sulawesi Tengah
255 Ahmad Revolvere Putra Sulawesi Tengah
256 Rusliyadi Sulawesi Tengah
257 Moh.Wahyudin Poneo Sulawesi Tengah
258 Malik Faisal Katili Sulawesi Tengah
259 Syams Dejan Dahlan Sulawesi Tengah
260 Aris Afriansya B. Hipan Sulawesi Tengah
261 Fahra Damarsyah Sulawesi Tengah
262 Afrizal  R. Kaline Sulawesi Tengah
263 Muhamad Fajril Sulawesi Tengah
264 Hardiansya Sulawesi Tengah
265 Alvin Apriansah H. Lalu Sulawesi Tengah
266 Widi Kristiono Sulawesi Tengah
267 Thoriq Ridho Utomo Sulawesi Tengah
268 Indra Rainata Ibrahim Sulawesi Tengah
269 Muhammad Fachril A Sulawesi Tengah
270 Muhammad Iksan Sulawesi Tengah
271 Fadly Dwi Putra Sulawesi Tengah
272 Ian Andrian Nugraha Sulawesi Tengah
273 Alwan Dwi Permana Sulawesi Tengah
274 Muh. Muflih Sulawesi Tengah
275 Prayoga Lakoro Sulawesi Tengah
276 Moh. Rizky Darmawan Sulawesi Tengah
277 Roji Riwanullah Sulawesi Tengah
278 Khaerudin Alfajri Patahe Sulawesi Tengah
279 Saripudin Ibrahim Sulawesi Tengah
280 Sabda Ramadan W Sulawesi Tengah
281 Valentino Lanjawab Sulawesi Tengah
282 Awal Pusrianto Hanapi Sulawesi Tengah
283 Fabian Ramdhani R.Da’ahe Sulawesi Tengah
284 Moh. Adrian T.Mahimo Sulawesi Tengah
285 Supriadil Barkah Sulawesi Tengah
286 Fahrezi Galib Sulawesi Tengah
287 M. ALI FIKRI Sulawesi Tenggara
288 LASYKAR FAUZAN Sulawesi Tenggara
289 Haikal NTB
290 Fahru Ramadhan NTB
291 Wahyudin NTB
292 Sultan Hikmatyar NTB
293 Ikram NTB
294 Iskandar NTB
295 Arif Rahman NTB
296 Ade Irawan NTB
297 An Amta NTB
298 M. Aprian Wijaya NTB
299 Eka Almasyah NTB
300 Wisma Danang Aditia NTB
301 Dimas Arya Saputra NTB
302 M. Haikal Akbar NTB
303 M. Al Faruq NTB
304 Dendi Anugrah Pratama NTB
305 Khairul Anas NTB
306 Muhammad Ikhwan NTB
307 Ezi Rahman NTB
308 Abdul Hafid NTB
309 Khairul Annas NTB
310 M. Bahusnurdin Putra NTB
311 Jainul Arifin NTB
312 Mahyudin NTB
313 Andi Setiawan NTB
314 Kamarudin NTB
315 M. Algifarid NTB
316 Hendriko Fahri Ramadhan NTB
317 Candra Saputra NTB
318 Azijul Hakim NTB
319 Angga Pratama NTB
320 Rahmat Mauboi NTT
321 M. RIJJI NTT
322 YUSRIL NTT
323 WIRSAN NTT
324 Iksan Tabun NTT
325 ABDUL FARUKH NTT
326 Marwan Sole NTT
327 WALIUDIN AKSAN H.S NTT
328 Wildan Busi NTT
329 FAUZYI NTT
330 Lukman Nenokeba NTT
331 MUHAMAD RAZIQ NTT
332 Wansir Banfatin NTT
333 ASHAR IBNU RAMADHAN NTT
334 TSAQIF ZAIDAN ALIF NTT
335 MUHAMMAD FAIZ FAKHROZY NTT
336 Rifansyah Kurniawan Iqbal Papua
337 Ryandika Reza Saputra Papua
17-02-13-16-12-40-428_photo-01

RITME Menghentak, RITME Juara

17-02-13-16-12-40-428_photo-01

Pagi itu hujan turun lumayan deras. Kami, RITME,Tim Trash Music (Trashic) SMART angkatan 10 yang terdiri dari delapan personel yakni Devon, Reza, Angga, Arif, Tobi, Restu, Irhas, dan Putra sedang membuat kostum yang digunakan untuk lomba hari itu. Kami menganggap kostum yang kami buat cukup aneh. Bagaimana tidak aneh, kaos polos kami gunting hingga memiliki jumbai ditambah guntingan trashbag dengan pola serupa untuk bawahannya hehe. Walau agak aneh tapi kami percaya diri.

Setelah memastikan semua kostum siap dan peralatan “perang” yang dibawa dalam kondisi prima, kami memutuskan untuk berangkat ke School of Universe (SOU),  Bogor, Jawa Barat. Sesampainya di SOU kami segera mengambil undian untuk menentukan nomor urut tampil, wah kami dapat nomor tampil empat dari delapan peserta yang mengikuti lomba ini. Ah sampai lupa kami mengikuti lomba Trashic Percussion Championship (TPC) yang diadakan oleh SOU pada 11 Februari lalu, TPC merupakan lomba yang diadakan setahun sekali dan melibatkan puluhan sekolah se-Jabodetabek.

Nomor urut tampil sudah di tangan,saatnya kami membongkar peralatan trashic dan menyusunnya hingga rapi. Acara dibuka tepat pukul 10.00 pagi (sedikit ngaret dari jadwal awal yaitu pukul 09.30) dengan penampilan tim trashic dari SOU, mereka  membawakan lagu Yamko Rambe Yamko dan Sajojo, harus kami akui penampilan mereka cukup bagus. Penampilan dari tim SOU disambut tepuk tangan meriah, ah akhirnya masuk juga ke acara inti. Satu persatu peserta dipanggil, di belakang panggung kami bersiap-siap dengan memakai kostum dan berdoa serta menyusun strategi. Lalu sampai juga giliran kami, alat-alat kami tata (kembali) di atas panggung, sejurus kemudian kami mulai memainkan lagu dimulai dari intro, diselingi gerakan-gerakan, dan lagu utama. Kami membawakan 3 lagu antara lain Manuk Dadali, Perahu Layar, dan Apuse. Kami tampil dengan penuh semangat serta percaya diri, di atas panggung kami melihat penonton begitu antusias dan terlihat sangat terhibur  hingga tak ayal membuat mereka bersorak-sorai.

Di akhir penampilan, kami memberi kejutan dengan merobek baju berjumbai hingga baju tim kami  terlihat. Adegan tersebut sungguh dramatis sehingga membuat penonton bertepuk tangan semakin keras. Setelah tampil, kami mengucap syukur sambil beristirahat sejenak untuk makan

Waktu menunjukkan pukul 13.00 WIB,kami sudah harus kembali ke panggung karena akan ada penilaian dari juri. Komentar juri cukup pedas kepada peserta lain, namun pujian dan rasa kagum justru mereka layangkan untuk kami. Bukan kegeeran, tapi entah kenapa kami merasa kalau komentar juri tersebut akan membawa kami pada kemenangan.

IMG-20170211-WA0001

Kemudian tibalah sesi yang kami tunggu-tunggu, pengumuman pemenang! Pengumuman disampaikan oleh Mas Hendra, salah satu personel Duo Percussion yang unjuk gigi kala juri selesai menilai. Satu persatu nama pemenang diumumkan, juara tiga diraih oleh Master;  juara dua diraih oleh Nurul Iman. Duh kami mulai panas dingin, khawatir rasa GR kami malah meleset….  dan ternyata juara satu diraih oleh kami, RITME Tim Trashic SMART. Kami bersorak bahagia lalu naik ke atas panggung untuk menerima piala, uang tunai sejumlah 3 juta, dan sebuah alat penjernih air.  Kami pulang dengan membawa oleh-oleh yang sangat berharga. Kami sangat bahagia. Alhamdulillah prestasi membanggakan kami persembahkan untuk sekolah kami tercinta, SMART Ekselensia Indonesia. (DV x AR)

IMG-20160815-WA0006

SMART Bertadarus Membuat Hidup Lebih Hidup

Selain jadwal jam makan bersama; jadwal buka puasa bersama; dan SMART Ma’tsurat, ada satu hal lagi yang kami sukai di SMART Ekselensia Indonesia yakni SMART Bertadarus.

Jadi di sekolah kami ada sebuah kebiasaan unik yang mungkin tidak banyak sekolah melakukannya, yap bertadarus. Kegiatan ini kami lakukan selepas Shalat Ashar setiap harinya (kadang selang seling dengan jadwal SMART Ma’tsurat). Pembacaan Al-Quran sendiri selalu dipimpin oleh guru kami, Pak Syahid Kelana, nantinya kami akan mengikuti bacaan beliau secara sistematis. Kegiatan SMART Bertadarus (biasanya) selesai tepat pukul 16.00 WIB.

IMG-20160815-WA0008

Oh iya tahukah kamu kalau ada beberapa manfaat yang bisa kamu dapat ketika membaca Al-Quran, apa saja ya? Yuk simak di bawah ini:

1. Kamu akan mendapatkan pahala kalau mengajarkannya
2. Kamu akan mendapatkan paahala kalau membacanya
3. Al-Quran akan memberimu syafaat pada ahlinya di akhirat
4. Kamu akan mendapatkan banyak pahala jika berkumpul untuk membaca dan mengkajinya
5. Quran mampu menentramkan hati
6. Quran dapat memyembuhkan penyakit
7. Hati kita akan dipenuhi cahaya oleh Allah SWT
8. Kita akan memperoleh kemuliaan dan ibu bapak kita juga akan dirahmati
9. Kalau kamu membaca Quran terang-terangan maka kamu akan mendapatkan pahala seperti bersedekah terang-terangan pula

IMG-20160815-WA0009

Wow keren kan? Makanya jangan heran kalau SMART Bertadarus menjadi momen yang sangat kami sukai. Selain karena manfaat di atas, momen seperti ini membuat kami lebih tenang dan membuat tali persaudaraan diantara kami kian erat. Alhamdulillah.

Yuk bertadarus!

leader2

Perjalanan Panjang Para Pemimpin

Jurus jalan panjang itu perjuangan dengan nafas panjang, berfikir panjang, berhitung lengkap, energi simultan, stamina tangguh, tidak sumbu pendek, berstrategi komprehensif, presisi skala prioritas, cinta dan setia kepada firman Allah” (Emha Ainun Nadjib)

Pada suatu malam, Amirul Mukminin Umar bin Khattab r.a. dalam kegiatan rondanya mendengar dialog seorang anak perempuan dan ibunya, seorang penjual susu yang miskin. Sang Ibu berkata, “Wahai anakku, segeralah kita tambah air dalam susu ini supaya terlihat banyak sebelum terbit matahari”. Anaknya menjawab, “Kita tak boleh berbuat seperti itu, Bu. Amirul Mukminin melarangnya”. Sang Ibu masih mendesak, “Tidak mengapa, toh Amirul Mukminin takkan tahu”. Anaknya pun menjawab, “Jika Amirul Mukminin tidak tahu, Tuhan Umar pasti tahu”. Umar r.a. yang mendengarnya lantas menangis, tersentuh dengan kemuliaan hati anak gadis tersebut. Sekembalinya ke rumah, Umar r.a. menyuruh ‘Ashim, anak lelakinya, untuk menikahi gadis tersebut.

Puluhan tahun kemudian, kas di baitul maal berlimpah, tidak ada masyarakat yang mau dan layak menerima zakat hingga harus didistribusikan ke negeri tetangga. Utang pribadi dan biaya pernikahan pun ditanggung kas Negara. Bahkan dikisahkan serigala dan domba dapat hidup berdampingan di masa itu. Adalah Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang telah melakukan perubahan revolusioner hanya dalam kurun waktu 2 tahun 5 bulan pemerintahannya. Kepemimpinannya mungkin singkat, namun karyanya luar biasa. Dan sejatinya kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz adalah proses panjang. Sejak kecil ia telah dibina di Madinah oleh generasi sahabat dan tabi’in. Menjadikan beliau seorang hafizh Al Qur’an, perawi hadits, ahli fiqih sekaligus mujtahid dan pemimpin yang zuhud. Reputasinya kian cemerlang selama 7 tahun menjadi Gubernur Madinah. Kerendahan hati dan kesederhanaannya selama menjadi khalifah semakin menguatkan keteladanannya hingga dijuluki Khulafaur Rasyidin Kelima. Dan sejatinya, proses kepemimpinannya sudah dimulai sejak Umar bin Khattab r.a. bermimpi mempunyai generasi penerus pemimpin ummat yang adil berkharisma dengan luka di dahinya. Bahkan proses tersebut telah dimulai sejak neneknya menolak permintaan Sang Ibu untuk diam-diam menambahkan air ke dalam susu. Ya, Umar bin Abdul Aziz adalah putra dari Ummu ‘Ashim, Laila binti ‘Ashim bin Umar bin Khattab.

Kepemimpinan adalah proses panjang, sejak zaman para Nabi dan Rasul hingga saat ini keniscayaan tersebut tidaklah berubah. Hampir semua pemimpin besar yang kita kenal dibentuk lewat proses panjang. Hari ini mungkin tidak sedikit kita jumpai pemimpin instan. Namun yang sebenarnya dilalui adalah cara instan meraih jabatan kekuasaan, bukan menyoal kualitas kepemimpinan yang butuh proses dalam membangunnya. Karenanya jangan ditanya tentang kualitas para pemimpin karbitan ini. Akselerasi kepemimpinan memang mungkin dilakukan, namun tetap tidak mengesampingkan proses yang harus dijalani. Usamah bin Zayd r.a. yang menjadi panglima perang di usia 18 tahun misalnya, telah melalui berbagai proses pembuktian kepiawaiannya dalam kancah peperangan di usia belasan tahun. Atau sebutlah Muhammad Al Fatih yang menaklukkan Konstantinopel di usia 21 tahun. Kualitas kepemimpinannya sudah dipersiapkan sejak kecil. Hafidz Al Qur’an, menguasai beragam bahasa dan kepakaran, juga tak pernah meninggalkan shalat fardhu, shalat rawatib dan qiyamullail semenjak aqil baligh, tentu membutuhkan kesungguhan ekstra. Proses yang tidak mudah harus dilalui untuk mencapai kuaitas kepemimpinan jempolan.

Bagaimanapun, buah yang matang di pohon akan lebih manis dan segar rasanya dibandingkan buah karbitan. Memang bisa jadi dari luar tampilan buah karbitan lebih menarik, namun isinya tetap saja lebih hambar. Tampilan luar bisa direkayasa menjadi menarik dan simpatik, namun software-nya tetap butuh banyak diupgrade. Pengarbitan memang bisa mengakselerasi tingkat kematangan, namun ketika ada proses alami yang terlewat untuk dilakukan, tentu akan ada bagian kualitas yang hilang. Dan bagaimanapun, masakan rumah akan lebih sehat dibandingkan makanan instan. Mungkin makanan instan bisa lebih cepat mengobati lapar, apalagi dengan bantuan iklan disana-sini. Soal rasa mungkin bisa subjektif, namun efek jangka panjang makanan instan jelas lebih buruk. Kenikmatan semunya hanya sesaat, waktu lah yang akan menunjukkan bahaya penyakit yang menyertainya. Iklan bisa menipu karena memang hanya pesanan untuk membuat publik tertarik. Padahal ada masakan rumah yang barangkali butuh proses ekstra namun lebih sehat dan murah. Dan jangan harap potensi penyakit juga ikut diiklankan.

Een leidersweg is een lijdensweg. Leiden is lijden (Jalan pemimpin bukan jalan yang mudah. Memimpin adalah jalan yang menderita)”, demikian kata Kasman Singodimedjo, seorang anggota parlemen RI dari Masyumi. Proses menjadi pemimpin melalui jalan yang sangat jauh dan membutuhkan nafas panjang. Ada berbagai ujian, hambatan serta medan pembuktian yang menyertai jalan tersebut. Jelas lebih sulit dibandingkan jalan instan yang sebenarnya juga tak mudah. Karenanya lebih banyak yang memilih jalan pengikut yang lebih ramah dan risikonya rendah. Namun kesulitan itu akan sebanding dengan capaian kualitas yang terbentuk. Butuh persiapan matang, strategi tepat dan keyakinan kuat untuk melaluinya. Jalan inilah yang telah dipilih dan dilalui para pemimpin besar, pemimpin teladan, dan pemimpin para pejuang. Berbagai tantangan bahkan penderitaan yang menghadang hanyalah suplemen yang kian menyehatkan kualitas kepemimpinan mereka. Lantas, beranikah kita mengikuti jejak langkah mereka?

“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan. Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar…” (QS. Al Balad: 10 – 11)