senja

Jalan Dakwah Tak Seindah Pandangan Mata

Oleh: Syafei Al Bantanie. 

Jalan dakwah itu tak seindah pandangan mata…
Ia-nya jalan yang ditempuh oleh Nuh ‘Alaihissalam.
Berdakwah ratusan tahun; siang dan malam, namun berbalas makian, ancaman, bahkan siksaan. Hingga Allah tegakkan putusan-Nya bagi kaum Nuh.

Jalan dakwah tak seindah pandangan mata…
Ia-nya jalan yang dititi oleh Ibrahim ‘Alaihissalam.
Berdakwah serukan agama tauhid kepada raja lalim nan kejam, Namrud. Meski risikonya dibakar hidup-hidup. Hingga Allah selamatkan dirinya dan tegakkan putusan-Nya bagi Namrud.

Jalan dakwah tak seindah pandangan mata…
Ia-nya jalan yang disusuri oleh Musa ‘Alaihissalam.
Bimbing kaumnya, Bani Israil, yang sangat bangkawara nan bebal. Serukan tauhid kepada raja diraja Fir’aun yang bengis. Bahkan, sampai proklamirkan diri sebagai tuhan. Hingga Allah tegakkan putusan-Nya bagi Fir’aun dan bala tentaranya.

Jalan dakwah tak seindah pandangan mata…
Ia-nya jalan yang ditapaki oleh Isa ‘Alaihissalam.
Rasul nan lembut ini bimbing umatnya menuju tauhid. Namun, berbalas konspirasi busuk untuk membunuhnya. Hingga Allah selamatkan dirinya dan tegakkan putusan bagi kaumnya.

Jalan dakwah tak seindah pandangan mata…
Ia-nya jalan yang ditempuh baginda tercinta Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.
Rasul yang paling lembut dan penyayang ini dakwahi manusia kepada Islam, agama tauhid. Setiap beroleh caci maki dari umatnya, beliau balas dengan senyum dan doa. Aduhai mulia sekali engkau, Ya Rasulallah. Hingga akhirnya Allah memenangkan dakwahnya. Dan, Islam tegak hingga sekarang. Cahayanya menerangi semesta ini.

Jalan dakwah memang tak seindah pandangan mata. Ada duri yang siap menanti langkah kaki. Ada debu yang siap hinggap pada mata yang menatap. Namun, disetiap lika-liku tantangannya ada kebaikan, keberkahan, kemuliaan, kebahagiaan, dan yang paling indah dan bernilai ada janji dan cinta dari Allah Subhaanahu Wata’aala.

Berharap di surga kelak bisa berjumpa dengan baginda tercinta Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam, mengucup tangannya, dan mendekapnya erat. Rindu kami padamu Ya Rasulallah. Izinkan kami bersamamu di jalan dakwah nan berliku. ?

 

palu-sidang

Jerry Mengancam, Tom Tertantang

Oleh: Muhammad Nashrul Azmi, Kelas IX IPS

Masih ingat kartun Tom and Jerry? Tom adalah seekor kucing yang selalu saja dikelabui oleh tikus bernama Jerry. Kalau diibaratkan dengan yang ada di negeri ini, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sedang mendapat ancaman dari oknum koruptor. Namun, apakah tim KPK patah semangat karena hal itu? Seharusnya tidak. Seperti si kucing, Tom, yang selalu berusaha menangkap hewan pengerat yang menjijikan dan merugikan itu. Sebenarnya, apa sih yang diinginkan para koruptor? Heran saja, terkadang tindak korupsi dilakukan oleh para pejabat yang memiliki kedudukan tinggi dengan gaji yang tidak main-main. Segitu kurangkah gaji yang mereka terima sehingga harus melakukan penggelapan uang.

Ancaman terahadap KPK rasanya sangatlah tidak berguna. Mungkin sedikit membuat pejuang kita tergentarkan, namun semangat makin berkobar. Kalau semakin terancam, tentu KPK juga akan semakin berusaha mencari solusi untuk bisa mendapatkan jalan keluar. Kepolisian dan masyarakat tentunya akan turun tangan terhadap masalah ini. KPK semakin kuat. Seharusnya para tersangka ataupun yang terdakwa melakukan korupsi berterima kasih terhadap hukum yang berlaku di negeri ini; masih dalam kategori ringan. Berbeda dengan di negara luar, hukuman yang diterima para koruptor adalah penjara seumur hidup, bahkan dihukum mati dengan dipancung. Negeri ini, malah hukum yang diserang. Apakah hukum di negeri ini ingin diperkuat? Tentunya ancaman terhadap KPK bisa menjadi tantangan dan evaluasi terhadap hukum yang berlaku di Indonesia.

Tikus. Koruptor dilambangkan sebagai tikus. Mereka itu cerdas, namun sayang, digunakan untuk hal-hal negatif. Mereka suka mencuri, meresahkan warga, pantasnya ditangkap dan dihukum mati. Indonesia sudah cukup terkenal dengan penggelapan uangnya. Haruskah Hanna-Barbera selanjutnya membuat Tom and Jerry versi Indonesia dengan jalan cerita “Ancaman terhadap Penyidik KPK”? Atau mungkin dibuatkannnya lagu tentang itu oleh Bona Paputungan agar masyarakat sadar? Rasanya tidak perlu. Apresiasi kepada tim KPK yang sudah berusaha memberantas dan melakukan pencegahan terhadap tindak korupsi.

350_250_Panji

Panji, Presiden Mahasiswa IPB yang Bercita-cita Jadi Kepala Desa

350_250_PanjiPanji Laksono, Presiden Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (KM) IPB tahun 2017 tercatat sebagai mahasiswa Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) angkatan 50. Pria kelahiran 22 Mei 1996 di Desa Danau Salak, Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini merupakan salah satu penerima Beasiswa Aktivis Nusantara angkatan 2017.

Titik balik kehidupan seorang Panji dimulai pada awal kelulusan dari sekolah dasar (SD). Seorang guru menyarankannya untuk masuk ke Sekolah SMART Ekselensia Indonesia Dompet Dhuafa yang terletak di Parung, Bogor, Jawa Barat. Dari sepuluh orang pendaftar yang berasal dari Kalimantan Selatan, Panji adalah satu-satunya siswa yang diterima di sekolah tersebut.

Kehidupan sekolah asrama tentu bukan perkara mudah bagi seorang anak yang baru lulus dari bangku SD. Sebagai siswa baru, Panji tidak diizinkan keluar dari asrama selama dua bulan. Ia pun hanya memiliki waktu 20 menit selama seminggu untuk menelpon keluarganya di Kalimantan. Dengan jadwal sekolah yang padat, perlahan Panji mulai terbiasa dengan kehidupan di SMART Ekselensia. Ia pun hanya bisa pulang ke Kalimantan setiap satu tahun sekali pada liburan awal tahun, sedangkan liburan Ramadhan biasa dihabiskan bersama keluarga donatur atau teman seasramanya.

Selama di sekolah, Panji aktif mengikuti kegiatan non akademik seperti Organisasi Siswa SMART Ekselensia (OASE) atau biasa dikenal dengan OSIS dan tim perkusi sekolah. Ia pernah menjadi staf OASE sewaktu SMP, Menteri Keuangan, dan Presiden OASE sewaktu SMA. Baginya, pengalaman paling berharga didapat melalui tim perkusi sekolah. Ia pernah tampil di berbagai tempat, mulai dari kementerian hingga pemukiman kumuh. Di sinilah ia mulai belajar mengenai kehidupan bahwa dunia ini tidak sekadar tegakan pohon karet seperti di desanya di Kalimantan.

Perjuangan Panji untuk menjadi mahasiswa pun bukan perkara mudah. Panji mencoba semua kemungkinan untuk dapat diterima di perguruan tinggi negeri (PTN). Ada tiga PTN yang saat itu menerimanya, hingga akhirnya ia menentukan pilihan pada IPB.

Pilihannya tidak salah, banyak pengalaman berharga yang Panji dapatkan selama menjadi mahasiswa IPB. Mulai dari menjadi anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Program Pendidikan Kompetensi Umum (PPKU), Ketua Masa Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) 51 dan 52, anggota BEM FMIPA, Ketua BEM FMIPA, dan kini menjadi Presiden Mahasiswa.

Alasan Panji memilih terjun di dunia aktivis cukup sederhana. Ia hanya ingin belajar sesuatu yang tidak mungkin ia dapatkan di dalam ruang kelas. Dengan menjadi seorang aktivis, banyak pengalaman dan kesempatan baru yang ia dapatkan. Contohnya ketika ia mengikuti Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Tingkat Lanjut (LKMM-TL) belum lama ini. Pertemuannya dengan salah satu peserta LKMM mengubah cara berpikir Panji dalam membangun Indonesia.

Kembali ke kampung halaman merupakan impian seorang Panji. Ia ingin membangun usaha keluarga dengan memanfaatkan potensi lahan di daerahnya. Panji juga bermimpi untuk menjadi Kepala Desa di desanya. Ia percaya bahwa pembangunan harus dimulai dari lini terkecil yaitu desa. Indonesia tentu akan maju jika para pemudanya mau kembali dan membangun ke desanya masing-masing.

Inilah pembeda Panji dengan penerima Beasiswa Aktivis Nusantara lainnya. Kehidupan semasa sekolah asrama telah mengubah seorang Panji. Dari anak SD yang ‘cengeng’ menjadi remaja mandiri yang mampu tinggal di tanah Jawa seorang diri. Masa kampusnya pun diwarnai dengan banyak halang rintang. Tidak mudah memimpin kepanitiaan terbesar dengan jumlah peserta terbanyak di IPB selama dua tahun berturut-turut, yaitu MPKMB 51 dan 52.

Sebagai Presiden KM IPB, Panji bukan hanya bertanggung jawab dengan anggota BEM-nya saja tapi juga seluruh mahasiswa IPB. Ia mewakili suara mahasiswa dalam Majelis Wali Amanat (MWA) di IPB dan menjadi ujung tonggak perjuangan pada pemilihan rektor mendatang. Di tataran BEM Seluruh Indonesia (BEM SI), Panji merupakan representasi dari mahasiswa IPB serta menjadi penanggung jawab isu pertanian BEM SI bersama dengan teman-teman Kementerian Kebijakan BEM KM IPB.

Ada satu motivasi dari Kepala Asrama di SMART Ekselensia yang masih dipegang teguh oleh Panji. ‘Hiduplah dengan berani karena mati hanya sekali.’ Panji menjalani kehidupannya dengan penuh keberanian sesuai dengan pesan Kepala Asramanya. Baginya, jika ada kesempatan untuk belajar, maka cobalah kesempatan tersebut. Karena setiap perjalanan hidup tentu terdapat pembelajaran di dalamnya.(MI)

Kontak : Panji 0812.1963.3036

Sumber: http://ipbmag.ipb.ac.id/mahasiswaberprestasi/709c1c5f17cb945989c85415c835c32b/Panji-Presiden-Mahasiswa-IPB-yang-Bercita-cita-Jadi-Kepala-Desa#.WPVlhNoI7k0.facebook

17880327_1945364129031989_5591409561534926925_o

Saatnya Memilih! Asyiknya Menjadi Pemilih Pemula

17880327_1945364129031989_5591409561534926925_o

Sebagai sekolah pemimpin, SMART Ekselensia Indonesia sudah sepatutnya mendorong para siswanya peka terhadap demokrasi, khususnya demokrasi untuk memilih pemimpin negara atau daerah di Indonesia dengan jujur adil (jurdil) serta langsung umum bebas rahasia alias luber.

Seperti yang kamu ketahui kalau saat ini tengah memanas Pemilihan Gubernur (Pilgub) di Ibu Kota kita tercinta, DKI Jakarta. Di Pilgub kali ini kita disuguhkan dengan idealisme dari dua pasangan calon yang sama kuatnya,mereka mengusung berbagai program super agar Jakarta bisa lebih baik lagi ke depannya. Nah dua minggu yang lalu usia saya genap tujuh belas tahun, itu berarti saya sudah bisa mendapatkan identitas resmi dari negara alias e-Kartu Tanda Penduduk (e-KTP (KTP elektronik)). Kebetulan saya orang Jakarta, itu berarti saya bisa memilih calon gubernur favorit di Pilgub Putaran Kedua.

18055793_1945364269031975_3029257291374789560_o

Tanggung jawab serta ingin mencari pengalaman lah yang mendorong saya untuk menyegerakan diri mengurus administrasi untuk membuat e-KTP dan mengurus surat keterangan agar dapat memilih dalam Pesta Demokrasi Pilgub DKI Jakarta.

Tanggal 12 April merupakan langkah awal saya untuk menjadi pemilih pemula, saya izin tidak masuk sekolah dan pergi bersama ayah ke Kantor Kecamatan Pejaten Barat untuk mengurus administrasi e-KTP dan surat keterangan untuk Pilgub, di sana saya langsung menghadap bagian tamu dan menyerahkan surat pengantar RT dan RW serta Kartu Keluarga untuk persyaratan pembuatan e-KTP. Setelah semua persyaratan dianggap lengkap, saya di panggil oleh petugas e-KTP untuk melakukan beberapa tahap pengumpulan data basis e-KTP. Pada tahap tersebut, saya memasukan sidik jari, tanda tangan, pindaian retina mata, foto diri, dan beberapa persyaratan lain. Setelah itu saya langsung diminta untuk menandatangani surat pengajuan membuat e-KTP dan menandatangani surat keterangan untuk ikut Pilgub.

17917744_1945363395698729_5210173405739715447_o

Akhirnya tanggal 19 datang juga, itu artinya Pilgub Jakarta Putaran Kedua segera dimulai. Saya beserta Yanwari, teman seangkatan juga sekelas, berangkat ba’da Subuh dari SMART menggunakan angkot menuju Stasiun Bogor lalu naik Commuterline. Sekitar pukul 10.00 saya sampai di rumah, saya langsung menuju TPS berasama ayah untuk mengambil data pemilih, setelah itu saya berangkat  ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) tempat saya memilih, meskipun jarak TPS lumayan jauh (saya tinggal di Jagakarsa namun TPS berlokasi di Pejaten Barat) tapi tak membuat semangat saya surut. Saya diantar oleh adik sampai ke TPS, namun sayangnya karena saya tidak termasuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), akhirnya saya harus menunggu waktu pencoblosan hingga pukul 12.00. akhirnya giliran saya tiba juga, saya diminta oleh panitia Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara (KPPS) untuk mengisi data tambahan, baru setelah itu diperbolehkan untuk memilih. Nama saya dipanggil sebagai nomor urut pemilih yang menggunakan surat keterangan dalam daftar pemilih tambahan kemudian saya segera menuju petugas  KPPS, mengambil surat suara, dan menuju bilik suara. Di bilik suara saya sudah terdapat paku dan alas kecil untuk melakukan pencoblosan, tanpa pikir panjang dan dengan mengucapkan Bismillah saya mencoblos pasangan calon gubernur pilihan saya. Setelah selesai saya segera menutup surat suara lalu memasukkannya ke kotak suara dan mencelupkan kelingking saya ke dalam botol tinta sebagai tanda bahwa saya telah resmi memilih. Ada perasaan senang yang tak terperi.

Setelah melakukan mencoblos saya dan adik melakukan safari Pilgub dengan mengunjungi beberapa TPS lain untuk melihat hasil dari pemungutan suara. Saya juga mengunjungi beberapa tempat pemenangan suara dari masing-masing paslon.

17966616_1945364982365237_9049790499994592718_o

Seluruh rangkaian Pilgub Putaran Kedua ini merupakan pengalaman yang luar biasa untuk saya, saya banyak belajar bahwa untuk menjadi seorang pemimpin kita harus paham betul tentang kebutuhan rakyat secara menyeluruh, kita juga harus paham akan arti demokrasi yang Luber dan Jurdil agar terhindar dari segala bentuk intimidasi untuk mencapai hasil yang terbaik.

Saya mengucapkan selamat kepada Gubernur DKI Jakarta terplilih, semoga amanah dan dapat bekerja dengan baik serta mampu membuat Jakarta lebih baik lagi. (MIA x AR)

 

P_20170420_084043

Ujian Qur’an Penuh Semangat

P_20170420_084043

Sejak Rabu (19-04) Masjid Al-Insan, masjid kami tercinta, dipenuhi lantunan ayat suci Al-Quran. Selidik punya selidik ternyata Kelas XII sedang melaksanakan Ujian Quran. Ujian Quran merupakan salah satu ujian penentu kelulusan siswa tingkat akhir, selama kurang lebih 40 menit hapalan Quran mereka diuji oleh para penguji yang telah malang melintang di jagat tahfiz.

P_20170420_085005

Ujian Quran termasuk ke dalam tradisi unik SMART yang dilakukan secara turun temurun dari Angkatan 1 hingga Angkatan 9, hal ini dilakukan agar nilai baik selalu tertanam di dalam jiwa para siswanya bahkan ketika mereka telah lulus dari sini.

P_20170420_084920

Lalu apa saja yang diujikan? Yang diujikan yakni 60 surat dari juz 27, 28, 29, dan juz 30 sebagai cadangan. Diberbagai sudut masjid terlihat kakak kelas kami fokus menghapal dan menelaah setiap surat dan ayat yang diujikan agar ketika ujian dimulai mereka telah siap serta tidak tegang.

P_20170420_083946

Sebanyak 47 siswa mengikuti ujian ini, mereka terlihat sangat antusias mengikuti jalannya ujian. Para peserta ujian dibagi ke dalam lima kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari empat hingga lima siswa. Para penguji secara acak menyebutkan satu ayat dari surat yang telah ditentukan, sejurus kemudian para peserta ujian melantunkan ayat terpilih. Ujian Quran berlangsung hingga hari ini, nilai sudah dapat dilihat secara langsung setelah ujian selesai.

P_20170420_083924

Alhamdulillah para peserta ujian berhasil mendapatkan nilai baik dan memuaskan, para penguji pun terlihat senang dengan hasilnya.

P_20170420_083913

P_20170420_082948

Semangat Menghadapi USBN! Putih Abu Kami Datang!

P_20170420_082948

Tak terasa akhirnya Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) untuk SMP datang juga. Nah sejak Senin (17-04) hingga hari Sabtu (22-04) nanti kami yang duduk di Kelas IX disibukkan dengan USBN lho.

USBN? Apa sih USBN? Yuk berkenalan dengan USBN.

USBN merupakan salah satu alternatif patokan kelulusan siswa, jadi saat ini UN bukanlah satu-satunya penentu kelulusan siswa. Jika UN dibuat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berdasarkan kisi-kisi yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), maka USBN dibuat oleh guru-guru sekolah. Para guru tersebut tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan juga Kelompok Kerja Guru (KKG). Guru dari sekolah masing-masing membuat soal dari standar kisi-kisi yang sudah disusun oleh BSNP dan juga Kemendikbud.

P_20170420_082955 P_20170420_082901

Dalam konsep USBN, jenis soal terdiri dari pilihan ganda dan esai. Tak seperti UN yang seluruhnya merupakan pilihan ganda, jumlah soal pilihan ganda di USBN akan dikurangi. Hal tersebut dilakukan agar kemampuan berpikir kritis siswa semakin terasah.

P_20170420_083147 P_20170420_083127

Mata pelajaran yang diujikan dalam USBN 2017 antara lain pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, Pkn, Bahasa Sunda, IPS, Seni Budaya, Bahasa Arab, IPA, PLH, Quran, Matematika, PJOK, Bahasa Inggris, dan TIK. Ini merupakan pengalaman pertama kami mengikuti USBN, rasanya sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata karena kami memang tak memiliki gambaran pasti akan seperti apa USBN nantinya. Kami telah mempersiapkan diri sebaik mungkin, belajar dengan tekun, rajin mengulang pelajaran yang diujikan sehingga rasa khawatir yang menghinggapi diri dapat ditepis dengan mudah. Alhamdulillah selama mengerjakan soal USBN tidak ada kendala berarti, hanya saja di awal agak deg-degan tetapi setelah mengenal lebih dalam malah kami semakin termotivasi untuk belajar lebih baik lagi. Walaupun UN bukan satu-satunya penentu kelulusan, kami tidak boleh berpangku tangan. Kami akan terus semangat belajar dan membuktikan bahwa kami bisa dan mampu menjadi yang terbaik.

P_20170420_082846 P_20170420_083114 P_20170420_082928

Doakan kami agar nilai USBN kami bagus dan kami bisa lulus menuju gerbang SMA dengan hasil membanggakan, aamiin. (AR)

 

img-20161222-wa0005

Semangat Baru Ujian Nasional

Oleh: Syahrizal Rachim, Kelas XI IPS

Ujian Nasional (UN) merupakan salah satu faktor yang menentukan kelulusan siswa sekolah menuju jenjang yang lebih tinggi. Perkembangan zaman yang selama ini terus terjadi menjadi sebuah tantangan baru untuk membentuk generasi yang terbaik. Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hadir sebagai inovasi baru untuk menjawab tantangan perkembangan zaman dalam dunia pendidikan saat ini.

UNBK merupakan UN yang dilakukan siswa sekolah menengah dengan menggunakan salah satu teknologi yaitu komputer sebagai tempat mengisi soal selain kertas. Kegiatan ini  rencananya akan digelar pada saat waktu yang bersamaan dengan UN berbasis kertas atau paper basic test (PBT). Setiap sekolah yang ingin menyelenggarakan UNBK harus memenuhi berbagai persyaratan sebelum menyelenggarakan ujian ini. Mulai dari kesiapan kualitas perangkat UN (komputer dan server), tenaga ahli yang berpengalaman dan pastinya kesediaan sekolah sendiri untuk menyelenggaarakan UNBK ini.

Banyak kekhawatiran yang dialami oleh siswa dan guru mengenai pelaksanaan UNBK ini. Pertama, mulai dari tidak siapnya tenaga ahli untuk mempersiapkan UNBK. Kedua, banyaknya siswa merasa khawatir dalam pelaksanaan UNBK tidak dapat kembali ke soal sebelumnya telah dilewati. Ketiga, minimnya jumlah komputer di sekolah yang memadai untuk digunakan dalam pelaksanaan UNBK. Kekhawatiran semakin bertambah dengan masalah yang hadir saat pelakasanaan UNBK, yaitu komputer yang  dapat tiba-tiba mati ditengah pelaksanaan UNBK. Hal tersebut berimbas pada jawaban siswa yang menjadi hilang.

Belajar dari pengalaman dan hasil UNBK sebelumnya, saat ini kekhawatiran dalam pelaksanaan UNBK terus dibenahi. Dalam hal sarana prasarana, yaitu komputer dan server telah dipersiapkan dengan matang serta siap untuk menanggulangi permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan UNBK. Kedua, siswa-siswa telah menjalani serangkaian uji coba untuk mempersiapkan mental dan kepahaman dalam melaksanakan UNBK ini. Ketiga, UNBK juga mampu mengefektifkkaan waktu dalam Ujian Nasional seperti membulatkan jawaban yang dianggap cukup menghabiskan banyak waktu. Terakhir, pelatihan para tenaga ahli yang dibutuhkan dalam pelaksanaan UNBK diharapkan mampu menjawab permasalahan teknis dalam pelaksanaan UNBK.

Dengan penyelenggaran UNBK, sekolah akan semakin maju dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.  Saat ini penyelengaraan  penyelenggaraan UNBK masih cukup jarang di seluruh nusantara. Hal ini menjadikan sekolah yang menyelenggarakan UNBK semakin unggul dan diharapkan menjadi percontohan bagi sekolah lain untuk melaksanakan UNBK. Sehingga dapat tercipta peningkatan mutu pendidikan untuk menciptakan generasi emas Indonesia 2045 (SR).

Laporan Tahunan Dompet Dhuafa Pendidikan 2016

Laporan Tahunan Dompet Dhuafa Pendidikan 2016

Laporan Tahunan Dompet Dhuafa Pendidikan 2016

Assalamualaikum Wr. Wb.

Segala puji bagi Allah swt. Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Semoga setiap hal yang kita lakukan selalu mendapat ridho dari-Nya, Aamiin. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw.

Laporan tahunan Dompet Dhuafa Pendidikan merupakan bentuk pertanggung jawaban atas amanah masyarakat kepada Dompet Dhuafa Pendidikan selama satu tahun.

Laporan tahunan Dompet Dhuafa Pendidikan dikemas dengan beberapa pemaparan singkat yang disertai infografis tentang penerima manfaat program yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa pendidikan selama tahun 2016.

Semoga kerja keras Dompet Dhuafa Pendidikan dan semua pihak yang terkait selama setahun dapat menjadikan lembaga ini lebih amanah dalam mengelola program yang bermanfaat bagi masyarakat.

Laporan tahunan Dompet Dhuafa Pendidikan dapat diakses di bit.ly/laporantahunanDDpendidikan2016

Semoga laporan tahunan Dompet Dhuafa Pendidikan memberikan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Jabat erat,

Dompet Dhuafa Pendidikan

pacaran

Pacaran, No Way

Pacaran? No way. Serius, pacaran itu nggak ada manfaatnya. Ini bukan sok alim atau sok suci, bukan pula karena nggak laku, melainkan berdasarkan fakta dan kenyataan. Memang nyatanya pacaran itu nggak ada manfaatnya, malah banyak mudharatnya. Tidak sedikit lho remaja dan mahasiswi yang terjerumus dalam zina karena pacaran. Saya banyak menerima konseling masalah ini. Saya sangat miris setiap kali menerima konseling masalah ini. Kok bisa ya?

Kalau sudah kejadian kehormatannya direnggut gratisan oleh pacar, baru deh nyesel dan nangis bombay. Sayangnya, penyesalan yang terlambat. Bunga sudah layu tak bisa dibuat mekar kembali. Kalaupun kamu tidak sampai terjerumus dalam hubungan seks, harga diri kamu juga sudah terendahkan. Karena, kamu sudah dipegang-pegang dan dicium-cium oleh pacarmu, seperti orang beli mangga.

Sudah gitu, ujung-ujungnya putus. Terang saja kamu yang rugi, Sist. Seolah kamu tidak ada harga dirinya. Bisa diperlakukan seperti itu. Emang kamu mau digituin? Nggak ‘kan! Hormati dan sayangi dirimu dengan tidak pacaran. Pacaran hanya merendahkan perempuan. Tidak ada pacaran yang memuliakan perempuan. Kenapa? Karena, orientasi pacaran itu fisik.

Banyak remaja dan mahasiswi pacaran alasannya untuk penjajakkan. Ia yang terjadi adalah penjajakkan fisik. Sudah didapat, ditinggal pergi. Ibarat pepatah habis manis sepah dibuang. Kurang ajar ‘kan? Makanya, kamu jangan mau jadi korban pacaran, Sist. Sudahlah putusin sekarang juga dan jangan pacaran lagi ya. Pada waktunya nanti, jika kamu sudah siap, menikahlah. Hanya dengan menikah kamu akan termuliakan.

Sudahlah jangan ngeles. Nggak ada pacaran yang sehat. Kamu mau ngomong gitu ‘kan? Pacaran sehat. Hehehe… Saya sudah banyak menerima curhatan remaja. Jadi, saya tahu ngelesnya remaja dengan menyebut pacaran sehat. Mana ada pacaran sehat? Ngawur orang yang berpendapat kayak gitu. Lebih ngawur lagi pacaran Islami. Waduh tambah kacau nih pola pikirnya.

Emang kayak gimana pacaran Islami? Pacarannya di bawah tangga masjid gitu? Atau pacarannya sms-an ngingetin shalat dan ngaji. Hadeeuhh, itu cuma pembenaran  untuk melegalkan pacaran. Pokoknya nggak ada kompromi. Sekali tidak boleh tetap tidak boleh. Titik. Yap, pacaran itu dilarang dalam Islam. Maka, sudah semestinya kamu menjauhinya.

Islam melarang pacaran mesti ada hikmahnya, antara lain agar tidak ada celah masuk setan untuk menjerumuskan kamu ke perbuatan hina (zina). Berpacaran berarti membuka celah masuk yang lebar kepada setan untuk menggoda dan menjerumuskan kamu dan pacarmu pada kemaksiatan. Ingat, setan itu super licik dan gigih buat menjerumuskan kamu dan pacarmu pada maksiat.

Setan akan menyerang kamu dan pacarmu habis-habisan; dari depan-belakang dan kanan-kiri. Dia akan mengerahkan anak buahnya untuk mengeroyok kamu berdua. Kamu tidak akan dibiarkan lolos sampai terperangkap pada maksiat. Dada akan terasa bergemuruh karena bisikan setan yang terus berhembus. Apa kamu dan pacarmu bisa tahan?

Sadarilah iman kamu masih tipis ‘kan? Hehehe… Karena itu, hindari berpacaran dan berdua-duaan dengan pacar. Jangan beri celah setan untuk menjerumuskan kamu pada zina. Boleh jadi kamu awalnya nggak ada niat, tetapi ketika kesempatan terbuka, setan menyerang habis-habisan, pacarmu juga terus mendesak, apa kamu kuat bertahan, Sist? Dari konseling yang saya terima, banyak remaja perempuan yang terjebak dalam perangkap zina.

Okelah, saya anggap kamu bisa teguh menjauhi zina meski berpacaran. Namun demikian, pikirkanlah waktu produktifmu. Apakah dengan pacaran kamu bisa mengisi waktumu untuk kegiatan produktif? Nggak ‘kan. Malah, pacaran itu menghambat banget untuk pengembangan diri. Alasannya? Sederhana saja, waktumu akan habis tersedot oleh pacar. Mulai dari sms/wa/bbm nanyain kabar sampai merayu gembel eh salah maksudnya gombal.

Berangkat dan pulang sekolah berdua, jalan-jalan berdua dengan pacar, wah banyak banget deh waktu kamu yang tersita. Eh ujung-ujungnya putus. Sudah banyak yang kamu korbankan, eh doi malah pacaran lagi sama cewek lain. Sakitnya tuh di sini (ngelus dada). Kok bisa? Ya, bisa sajalah. Lha wong, pacaran itu nggak ada ikatan hukumnya, nggak ada statusnya. Kamunya saja yang mau di PHP-in. Mau-maunya menjalin hubungan tanpa ikatan hukum.

Mungkin kamu mau ngeles lagi, pacaran ‘kan dalam rangka mencari jodoh. Saya ingatkan ya, jangan pernah berharap mendapatkan jodoh yang baik dengan pacaran. Nggak akan pernah didapat. Bagaimana bisa mendapatkan sesuatu yang baik dengan jalan yang tidak baik. Pacaran bukan jalan yang disyariatkan agama untuk mendapatkan jodoh.

Mari kita pikir dengan saksama, dalam Islam, pernikahan itu sesuatu yang serius dan agung. Islam menyebutnya dengan mitsaqan ghalizhan (perjanjian yang berat). Ya, sejatinya orang yang menikah itu membuat perjanjian yang berat dengan Allah untuk menjalankan syariat pernikahan. Nah, sekarang kamu pikirkan jika ada seorang laki-laki yang bilang cinta padamu dan ingin menikah denganmu, tapi tidak berani melamarmu, hanya berani memacarimu, apakah cintanya benar dan serius? Kamu bisa jawab sendiri ya.

Tanda laki-laki serius dan benar cintanya padamu adalah dia berani datang ke orangtuamu untuk melamarmu. Itu baru laki-laki yang serius dan benar cintanya. Kalau lelaki yang hanya berani menyatakan cinta dan memacarimu, tolak cintanya dan tinggalkan saja. Dia hanya ingin senang-senang denganmu. Makanya, beraninya memacarimu.

Sudah banyak kok buktinya. Alih-alih mencari jodoh, yang terjadi malah kehilangan kehormatan dan harga diri. Serius, Sist. Sudah banyak lho remaja perempuan yang konseling langsung ke saya terjebak dalam pacaran yang melegalkan hubungan seks. Awalnya sih menolak, tapi karena terus didesak oleh pacar, akhirnya mau juga. Terjadilah dosa besar itu (zina). Dosa yang menghinakan kamu dalam pandangan Allah. Dosa yang menghalangi ibadah selama 40 tahun jika tidak ditobati dengan tobat nasuha.

Kalau sampai kejadian seperti itu, coba kamu pikir masih mungkinkah kamu memperoleh jodoh yang baik? Kamu menikah dengan pacarmu yang sudah merenggut kehormatanmu? Iya, kalau dia mau tobat nasuha. Jika tidak, kamu hanya akan melewati masa-masa kelabu bersamanya. Jika sebelum menikah saja dia berani berbuat seperti itu kepada kamu, bukan tidak mungkin saat sudah menikah denganmu, dia melakukan hal yang sama kepada perempuan lain. Kalau sudah begitu, pasti rumit masalahnya.

Karena itu, sekali lagi saya ingatkan, sebelum kejadian, lebih baik kamu jauhi pacaran. Kalau yang sudah terlanjur pacaran, segeralah putusin. Jangan sampai kamu jadi korban pacaran. Kamu sendiri yang rugi, Sist. Kerugiannya bukan sesaat, tetapi bertahun-tahun, bahkan bisa jadi sepanjang hidupmu.

Tiada jalan lain bagi yang ingin mencari jodoh yang baik selain melalui menikah. Ungkapan dan ekspresi cinta yang tulus hanya bisa terwujud melalui pernikahan. Karena, dengan menikah, berarti kamu telah menjadi satu jiwa dengan pasanganmu. Al-Qur’an menyebutnya dengan ungkapan sangat indah, “Hunna libasul lakum wa antum libasul lahunna.” (Istri-istrimu pakaian bagimu, dan kamu pakaian bagi mereka).

Jelas sekali ‘kan? Kalau mau mencari jodoh yang baik, bukan dengan pacaran. Karena itu, jadilah jomblo bermartabat. Fokus saja menata masa depanmu. Terus mempersiapkan dan memantaskan diri untuk diberikan jodoh terbaik. Pada waktunya, ketika kamu sudah siap dan memantaskan diri, insya Allah jodoh akan bertamu ke rumahmu. Indah ‘kan?

Sumber: http://www.sahabatremaja.id/pacaran-no-way/

Muhammad Ikram Azzam

SMART dan Perjuangan Tanpa Batas

Muhammad Ikram Azzam

“Selamat ya mas Azzam, sekarang kamu sudah resmi menjadi anak SMA. Jangan lupa belajar dan berdoa, ya nak. Insha Allah kamu pasti bisa meraih semua impianmju. Umi selalu mendoakan yang terbaik buat mas Azzam”.

Itulah pesan ibu ketika saya menunjukan rapor SMP semester terakhir dulu. Saya ingat betul ada kata ‘Lulus’ terpampang di sana dan membuat saya tak jenuh melihatnya terus menerus.

Nama saya Muhammad Ikram Azzam. Saat ini saya berumur 16 tahun dan berasal dari Jakarta, saya duduk di Kelas XII jurusan IPS. Sungguh tak terasa sudah hampir lima tahun saya merantau ke Kota Hujan untuk bersekolah di sekolah berakselerasi bernama SMART Ekselensia Indonesia. Di sini saya berjuang demi menggapai impian menjadi seorang diplomat bergelar cendikiawan muslim. Banyak sekali keseruan dan keceriaan yang hadir dalam rutinitas yang saya jalani selama mengenyam pendidikan di SMART, selain bersekolah saya juga disibukkan dengan berbagai kegiatan sekolah dan kegiatan di luar sekolah. Saya pernah menjabat Ketua OSIS periode 2016/2017, saya juga didapuk menjadi Duta Gemari Baca oleh Makmal Pendidikan, dan baru-batu ini saya berhasil menyabet Pemustaka Jawara Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan serta mengikuti Konferensi Forum OSIS se-Jawa Barat di Bandung.

Di SMART saya bisa bertemu teman-teman hebat dan cerdas dari seluruh Indonesia, buat saya itu adalah pengalaman paling berkesan dari sekian banyak pengalaman yang saya dapat. Saya juga merasa terhormat karena bisa diajar oleh pengajar hebat yang SMART miliki. Para guru di SMART membuat saya semakin mengerti akan arti perjuangan, tanpa lelah mereka terus menyemangati saya untuk mengejar impian  agar tak pupus di tengah jalan.

Berbicara mengenai impian, saya jadi teringat kenapa saya ingin sekali menjadi seorang diplomat. Dulu ketika masih duduk di Sekolah Dasar saya rajin membaca ensiklopedia tentang  peradaban dunia, saya tertarik dengan keragaman dan kerukunan yang digambarkan di sana. Dari situ saya membayangkan jika suatu hari saya bisa menjelajah dan mengeksplorasi kemegahan dunia sambil menyuarakan dan menciptakan kedamaian di dunia, saya pikir hanya diplomat yang bisa seperti itu. Tekad saya untuk meraih mimpi semakin kuat apalagi didukung oleh teman-teman dan para guru, kata menyerah seakan tak ada lagi dalam kamus hidup saya.

Kini saya sudah berada di kelas paling tinggi sekaligus kelas terakhir dan beberapa bulan lagi saya akan berjuang di Ujian Nasional (UN) 2017 lalu melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Strategi jitu sudah saya siapkan menjelang UN agar mendapatkan nilai sesuai dengan standar yang telah ditetapkan Kemdikbud, saya yakin mampu melabuhkan impian ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit yakni Universitas Indonesia. Ada tiga jurusan yang saya dambakan yakni Hubungan Internasional, Hukum, dan sastra Arab.

Perjuangan menggapai impian memang tidak mudah, saya harus melewati Sidang Karya Ilmiah Siswa SMART (KAISS), Ujian Sekolah (US), Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), UN, dan terakhir  Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) atau ujian mandiri untuk masuk PTN. Banyak persiapan saya lakukan agar target yang dibuat dapat tercapai, jauh-jauh hari saya telah bergumul dengan kumpulan soal UN dan SBMPTN, saya juga rutin bangun 30 menit sebelum Subuh untuk melaksanakan Salat Tahajud lalu berdoa kemudian belajar. Setelah Subuh saya kembali membuka buku kumpulan soal, sehabis Asar; Maghrib; dan Isya saya melakukan hal serupa, hingga menjelang tidur membaca kumpulan soal dan buku pendukung seakan menjadi rutinitas harian yang tak terpisahkan.  Saya mengusahakan yang terbaik dan berupaya sekuat tenaga untuk menyukseskan target yang telah dibuat.

Untuk menjaga ritme target saya juga rutin berkonsultasi dengan guru bimbingan konseling setiap seminggu sekali, memperbanyak zikir, memperbanyak amalan-amalan baik serta membiasakan diri bersedekah dan menjaga emosi. “Lalu masih adakah yang saya lakukan agar hajat saya tercapai?” Jelas ya, saya juga menjaga puasa Sunah Senin Kamis dan membaca Al-Quran, kedua hal tersebut tak luput dari agenda ikhtiar yang saya upayakan. Karena saya yakin Allah melihat usaha keras hamba-Nya untuk sukses, tidak ada keraguan di dalamnya. Selama beberapa bulan terakhir saya dan teman-teman terus dibimbing oleh para guru agar semangat kami tidak luntur.

Saya mempunyai pesan untuk seluruh siswa Kelas XII se-Indonesia, mari kita berjuang bersama-sama menggapai impian dengan melakukan usaha terbaik dan doa. Ingat perjuangan belum berakhir, mimpi kita menunggu untuk diwujudkan, kita tak boleh menyerah oleh keadaan. Lakukan yang terbaik dengan aksi yang baik, insha Allah kesuksesan akan mengahampiri kita.