P_20170131_073231

Miskin Inspirasi

Oleh: Syafeii Al-Bantanie
GM Sekolah Model SMART Ekselensia Indonesia 
P_20170131_073231
Permasalahan para pemuda generasi sekarang adalah miskin inspirasi sejarah. Mereka tidak memiliki model dan sosok yang dikagumi dan diteladani. Lalu, mengidentifikasikan dirinya dengan sosok model itu untuk sama-sama mencatatkan namanya dalam deretan pemuda pembangun peradaban.
Dalam benak mereka, tidak ada sosok Khulafaur Rasyidin, Sa’ad bin Abi Waqash, Zaid bin Tsabit, Imam Asy-Syafi’i, Al-Bukhari hingga Muhammad Al-Fatih. Ini karena mereka fakir membaca sejarah.
Tentu saja, membaca sejarah bukan hanya urutan peristiwa dan kejadian. Melainkan, menyerap inspirasi tentang visi besar, semangat hidup yang menyala-nyala, pergulatan diri, tantangan dakwah dan perjuangan, hingga akhirnya jalan-jalan kemenangan terbentangkan.
Akhirnya, para pemuda muslim tumbuh tanpa idealisme Islam dalam jiwa dan pikirannya. Inilah bencana peradaban.
IMG_20170609_154815

Tentang Kamu di Sore Menjelang Magrib

IMG_20170609_154815

Oleh: Vikram Makrif
Alumni SMART Angkatan 9

“Bahagialah setiap saat! Bukan karena segala hal baik-baik saja, tapi karena ada yang baik dalam segala hal”

Halo para pembaca yang baik hati. Aku adalah sore menjelang magrib. Aku akan berbagi tentang kamu. Siapakah kamu? Siapapun kamu yang sedang membaca tulisan ini, kamu adalah Vikram Makrif. Kamu dipanggil Vikram oleh teman-temanmu. Aku akan berbagi tentang kegiatanmu saat sore mejelang magrib di bulan suci Ramadan 1438 H.

Apa saja kegiatan kamu di bulan Ramadan ini Vikram? Kamu sendiri mungkin sudah tahu. Kamu sedang menunggu pengumuman SBMTPN 2017. Selama menunggu hasil SBMPTN 2017 kamu mencari kegiatan yang dapat bermanfaat untuk orang lain. Sehingga mulai dari Ramadan ke-3 sampai Ramadan ke-16 kamu mengajar pesantren kilat (SANLAT) di Masjid Al-Furqon Kel. Pasir Mulya.

IMG_20170607_161455

Kamu mengajar pesantren kilat Al-Furqon setelah Salat Asar sampai menjelang berbuka puasa. Kamu mengajar bersama pengurus DKM Masjid Al-Furqon dan guru madrasah di sana. Awalnya kamu bingung dengan metode pengajaran di sana yang berbeda dengan cara mengajarmu. Tapi setelah melihat cara mengajar guru dan juga melihat anak-anak SANLAT yang luar biasa, kamu dapat menyesuaikan diri mengajar di sana.

Ini semua tentang kamu Vikram. Tentang kamu di sore menjelang magrib. Seusai bersujud pada Sang Khalik kamu berbagi pada anak-anak. Kamu tersenyum menyapa mereka yang sedang berlari-larian di halaman masjid Al-Furqon. Mereka pun juga tersenyum manis padamu.

“Assalamualaikum adik-adik yuk kita ngaji !!! (” katamu pada mereka memberi salam.
“Walaikumsalam Kak Vi em. Hari ini ngajinya di mana Kak? Aula apa masjid?” tanya mereka padamu.
“Hari ini kita di Aula lagi ya, biar tempatnya luas” jawabmu sambil tersenyum dan berjalan menuju aula.

Kamu sebenarnya senang mengajar mereka. Mereka pun juga senang diajarkan olehmu. Tapi terkadang kamu bingung sendiri dengan tingkah laku mereka. Kamu tidak ingin terlalu dekat dengan mereka, anak-anak SANLAT yang lucu dan luar biasa itu. Tak dapat dielakkan lagi kamu dan anak-anak itu bagaikan magnet dan besi. Sangat dekat sekali jika sudah berjumpa. Apakah itu perumpamaan yang benar untukmu? Mungkin saja benar.

“Ayoo adik-adik kita buat lingkaran yang besar ya biar bisa kebagian tempat semua,” ajakmu pada murid-muridmu bersiap untuk game seusai mengaji.
“Aku pengen dekat Kak Vi em” kata salah satu muridmu.
“Aku juga, aku juga” kata muridmu yang lainnya saling berebut memegang tanganmu.
“Eh eh jangan dorong-dorongan gitu dong, sekarang kita buat lingkaran besar ya adik-adik” katamu pada mereka dengan kedua tanganmu yang masih ditarik-tarik.
“Gak mau, maunya dekat Kak Vi em” kata salah satu muridmu.
“Gak, aku duluan dekat Kak Vi em” kata muridmu yang lain dengan nada yang sedikit naik.

Kamu semakin pusing melihat tingkah laku mereka saling berebut ingin berada di samping dirimu. Seketika kamu menghilang dan telah berada di dimensi yang berbeda dengan anak-anak. Kamu melihat sekitar. Semua terlihat gelap olehmu. Kamu langsung menatap ke bawah. Di sana kamu melihat dirimu sendiri sedang mengajar mengaji anak-anak SANLAT. Setelah itu kamu mengajak mereka untuk membuat lingkaran. Kamu melihat dirimu sendiri bersusah payah mengurus anak-anak kecil usia TK dan SD kelas satu hingga tiga. Kamu juga melihat guru madrasah dan pengurus DKM Al-Furqon sedang memperhatikan tadarus anak-anak SANLAT yang sudah al-quran.

Melihat kejadian itu dari dimensi lain, kamu berkata dalam hati. Andaikan aku bisa berubah menjadi banyak sesuai dengan jumlah adik-adik itu mungkin mereka tidak akan berebutan. Tapi semua hanyalah hayalanmu Vikram. Kamu tidak bisa berubah menjadi banyak seperti di film kartun anak. Karena kamu hanyalah manusia biasa. Hehehe…

IMG_20170607_160106

Kembali lagi pada episode anak-anak berebut bedara di sampingmu. Kamu langsung maju ke tengah lingkaran dan berkata “Biar adil kakak di tengah-tengah aja ya, ayo lingkarannya dilebarin lagi!”. Kamu melihat mereka langsung membuat lingkaran besar. Mereka senang saat kamu memulai bernyanyi. “Lingkaran besar, lingkaran besar, lingkaran besar… lingkaran kecil, lingkaran kecil, lingkaran kecil…” kamu pun tertawa saat mereka juga ikut bernyanyi.
***
Ini semua tentang kamu Vikram. Tentang kamu di sore menjelang magrib. Seusai bersujud pada sang Khalik kamu berbagi pada anak-anak. Kamu tersenyum menyapa anak-anak SANLAT ketika mereka sedang menatap tetesan air yang jatuh dari awan-awan di langit. Mereka pun tersenyum manis padamu.

“Assalamualaikum adik-adik yuk kita masuk ke dalam !!! (” katamu pada mereka memberi salam sambil mengajak mereka masuk ke dalam masjid.
“Walaikumsalam. Iya Kak Vi em” jawab mereka padamu dan bergegas masuk masjid mengikutimu.

Kamu tahu hari itu hujan turun dari langit sangat deras. Kamu pun mengajak anak-anak mengaji di dalam masjid bukan di aula. Kamu memulai kegiatan dengan mengajak mereka untuk berdoa. Setelah itu kamu muroja’ah hafalan mereka surah An-nisa ayat 58-65. Kamu tersenyum seperti hari-hari yang lalu saat mereka juga muroja’ah hafalan. Kamu kagum melihat mereka hafal ayat yang panjang itu. Walaupun kamu melihat mereka membacanya sambil bermain menjahili teman di sampingnya.

Setelah kamu muroja’ah hafalan, kamu menyuruh mereka untuk mengikuti para pengajarnya masing-masing. Seperti biasa jika pengurus DKM bisa mengajar, maka kamu mengajar anak-anak yang masih iqro bukan yang al-quran. Karena anak-anak lebih suka diajar olehmu dari pada yang lain.

“Adik-adik, kakak punya cerita keren nih. Tapi kalian harus jadi patung ya, mulutnya dikunci, kuncinya dibuang, telinganya dipasang, duduk yang rapi” katamu pada anak-anak yang masih iqro.

“Siap, Yes Yes Okee..” jawab mereka serentak setalah kamu berkata ‘duduk yang rapi’.
“Ceritanya yang serem gak Kak?” tanya salah satu murid yang duduk didepanmu.
“Gak lah, sekarang ceritanya tentang nabi kita Nabi Muhammad saw.” Jawabmu pada anak di depanmu itu.
“Nah jadi gini ceritanya. Nabi kita telah berjumpa sama Allah. Di depan nabi telah ditampakkan surga tempat beliau tinggal. Allah berkata pada Nabi ‘Ya Muhammad ini adalah surgamu silahkan engkau masuk’. Nabi diam sejenak dan berkata ‘Ya Allah ya Tuhanku, bagaimanakah nasib umatku?’.

Subhanallah ya adik-adik Nabi kita nanti di hari akhir terus memikirkan kita, padahal surga sudah di depan matanya. Nah apa kata Allah setelah itu? Mau dilanjutin ceritanya?” katamu panjang lebar pada anak-anak.

Kamu senang mereka semua terdiam mendengarkan ceritamu. Walaupun kamu melihat mereka tidak diam menjadi patung saat kamu bercerita. Adakalanya saat bercerita kamu sesekali berhenti dan menegur murid yang menjahili temannya.

“Setelah itu Nabi kita berlari lagi mencari para umatnya yang masih memiliki iman di hatinya untuk masuk ke dalam surga. Walaupun imannya sebesar biji zarrah. Tahu gak adik-adik biji zarrah itu sebesar apa?” tanyamu pada anak-anak.
“Lebih kecil lagi lah Kak. Kan tadi biji sawi lebih kecil dari biji kurma. Berarti segede upil Kak” jawab salah satu murid padamu dengan pemikirannya sendiri.
“Bukanlah, masa segede upil. Kalo zaman dulu orang-orang tahunya biji zarrah itu sebesar biji sawi. Sebenarnya Dika bener sih lebih kecil dari biji sawi, tapi bukan segede upil. Biji zarrah itu yang kakak tahu dari guru kakak lebih kecil dari partikel sub atomik” jelasmu pada anak-anak.

Mereka semua bingung dengan penjelasanmu tadi tentang ukuran biji zarrah. Mereka yang masih TK dan SD kamu jelaskan tentang partikel sub atomik. Berarti kamu salah audien nih dalam penjelasan tentang ukuran fisika modern.

“Nah partikel sub atomik itu jutaan kali jauh lebih kecil dari pada biji sawi. Jadi intinya gak bisa kita lihatlah gitu. Subhanallah kan adik-adik. Orang yang imannya kecil banget aja masih bisa masuk surga dengan syafaat dari Nabi kita tercinta” lanjutmu menjelaskan ukuran biji zarrah.

Setelah kamu bercerita anak-anak mulai mengaji iqro denganmu secara bergantian. Kamu mengajari mereka satu persatu. Saat mengajar tiba-tiba ada yang murid yang tertawa melihatmu mengajar.

“Ih Om lucu deh” kata Syilmi salah satu muridmu.
“Apa? OM?” katamu seketika.
“Eh iya lupa lagi, Kakak Vi em, itu lucu banget jerawatnya gede banget” kata Syilmi padamu.
“Udah jangan dilihatin terus jerawat kakak, nanti pecah” katamu bercanda pada Syilmi.
“Itu Om juga lucu kumisnya, panjang banget. Hihihi..” kata Syilmi lagi kepadamu.
“Apa?Om lagi?”katamu seketika.
“Eh lupa lagi, abisnya Kakak kumisnya panjang banget tuh” kata Syilmi sambil menunjuk jenggotmu.
“Waduh Syilmi ini jenggot bukan kumis” jelasmu singkat.
“Ooh iya tuh jenglot kakak panjang, jadi lucu” kata Syilmi padamu sambil tertawa.
“Bukan jenglot, tapi jenggot” jelasmu gregetan.
“Hahaha jengkol? Mata kakak kayak jengkol tuh” ucap Syilmi blak-blakkan padamu.

Tiba-tiba kamu menghilang ke dimensi lain. Semua pandanganmu seketika gelap. Kamu merasakan tubuhmu membesar. Perutmu menjadi gendut. Wajahmu berubah menjadi badut. Matamu menjadi jengkol. Kamu melihat anak-anak SANLAT yang sedang berlari-larian. Kamu langsung memakan mereka semua sekaligus. Mereka berteriak-teriak takut melihat wajahmu. Tubuh raksasamu dengan cepat melahap pada anak-anak yang lucu dan gemesin di sana.

Semua tentang raksasa badut mata jengkol hanyalah hayalanmu. Kembali lagi ke adegan kamu mengajar dan berbicara kepada Syilmi salah satu muridmu.

“Terserah Syilmi deh, nih kakak lagi ngajar jadi nanti ya ngobrolnya” jelasmu pada Syilmi.
“Ayo Adli lanjut lagi ngajinya” katamu kepada Adli sambil menunjuk iqronya.
Tiba-tiba ada anak yang berlari menghampirimu dan berkata “Kak Vi em Dinda nangis tuh di sana”
“Kenapa ko bisa nangis Dinda nya?” tanyamu pada anak itu.
“Tadi Dinda dipukul sama Dika Kak” jawab anak itu padamu.
“Iya iya nanti kakak ke sana” katamu singkat.

Kamu menghampiri Dinda yang sedang menangis. Lalu kamu memanggil Dika yang memukul Dinda untuk meminta maaf. Kamu melihat Dika dengan tatapan sedikit memaksa untuk meminta maaf. Akhirnya dengan tatapan supermu Dika pun meminta maaf pada Dinda muridmu yang menangis. Kamu membawa Dinda duduk di dekatmu dan terus mengajaknya untuk tidak menangis lagi.

Tiba-tiba ada anak yang berlari menghampirimu dan berkata “Kak Vi em Hana nangis juga”
“Kenapa lagi, kok bisa?” tanyamu pada anak itu.
“Gak tau kak, tiba-tiba aja nangis” jawab anak itu padamu.
“Oke deh, bawa Hananya ke sini kakak lagi ngajar nih!” serumu pada anak itu.
“Hana nya nagis terus tuh kak, lihat aja di sana, megang-megang kepalanya” jelas anak itu padamu.

Kamu langsung berdiri dan menggendong Hana ke tempat Dinda yang masih menangis. Kamu bingung dengan keadaan itu. Kamu melihat dua anak menangis. Kamu juga masih belum selesai mengajar.

Akhirnya Allah membantu mu. Beberapa saat kemudian mereka berhenti menangis di dekatmu. Kamu terlihat bagaikan seorang ayah yang memiliki banyak anak-anak yang lucu. Kamu bahagia bisa mengajar mereka. Walaupun hanya mengajarkan menbaca dan menulis iqro dan al-quran.
Itu lah kisah nyata tentangmu di bulan Ramadan 1438 H. Kisah tentang kamu di sore menjelang magrib.
“Bahagia bukan hanya karena memiliki sesuatu yang luar biasa, tapi bahagia itu membagikan sesuatu yang kita miliki walaupun tidak terlalu luar biasa”

***

Tamat

foto-05-2-800x537

Selamat Hari Anak Nasional 2017

foto-05-2-800x537

Selamat Hari Anak Nasional!

Tahukah kamu jika setiap tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional (HAN)? Peringatan HAN merupakan momentum agar hak-hak kita sebagai anak bangsa terjamin dan terpenuhi dengan baik lho.

Bahkan untuk melindungi kita semua dari kejahatan, pemerintah telah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2014 tentang Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual pada Anak (GNAKSA) serta Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Walau sudah ada peraturan yang dibuat pemerintah, kita harus tetap waspada ya.

Oh iya, di momen Hari Anak Nasional ini kami mengajak kalian semua untuk terus semangat belajar, semangat menggapai mimpi, dan jangan menyerah dengan keadaan. Ingat masa depan bangsa ini ada di tangan kita, karena kalau bukan kita siapa lagi?

Bangga menjadi anak Indonesia, bangga menjadi anak berprestasi! (AR)

#SMARTSemangat #HariAnakNasional

Terlambat

11224554_677530965730082_9109969556061495543_o-1
Kau lahir menyapa dunia
Dirimu bersih tanpa dosa
Belum bisa tuk berkata
Hanya senyum tertera

Masa berjalan kian terus
Terlihat jelas dirirmu kini
Mulai berbuat sesuka hati

Kian lama kian berani
Padahal dosa sudah untuk sendiri
Maksiat pun kau jalani
Padahal kau tahu itu keji

Nikmat Allah, kau kufuri
Kata setan, kau ikuti
Nafsu sudah mebnjadi raja
Nafsu telah berkuasa
Atas dirimu yang hina

Tanpa sadar tanpa ingat
Dirimu telah tua dan renta
Tak mampu berbuat apa-apa
Tapi masih berbuat dosa
Padahal, sedari dulu kau sadar
Semua itu tak benar

Kian berdosa kian terlena
Pada dunia yang sementara

Tibalah sosok hitam di hadapan
Dirimu terkejut tak terbayang
Dirimu takut bukan kepalang
Bagai diri tercekat karang

lisan membisu tak berkata
Syahadat pun tak terkata
Hanya makian terkata
Selama hidup hanya dosa

Nyawa menembus ubun-ubun
Tak bisa lagi meminta ampun
Pada sang Ilahi Mahatahu
Pada sang ilahi maha pengampun

Tibalah yaumul hisab
Semua amalan di hisab
Di nerakalah dirimu terjerembab

Oleh: Anggi Nur Cholis

 

COVER

Amazing Race. Amazing MPLS. Amazing SPIRIT. Amazing US!

COVER

Menjelang tahun ajaran baru setiap sekolah pasti memiliki agenda tersendiri untuk menyambut para siswa (lama) dan baru, salah satunya dengan Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah alias MPLS. Dulu sekali sebelum MPLS dicanangkan, sekolah-sekolah di Indonesia mengusung Masa Orientasi Siswa (MOS) sebagai acuan untuk mengenalkan sekolah kepad para siswa barunya, sayangnya banyak kejadian tak mengenakan selama MOS diterapkan, kejadian demi kejadian memilukan banyak menimpa mereka yang berniat untuk sekolah sebaik-baiknya. Namun semua berubah menjadi lebih baik setelah pemerintah (melalui wewenang Kemendikbud) mengelurakan Permendikbud No 18 Tahun 2016.

IMG-20170720-WA0002

Di SMART tradisi MPLS disambut dengan sangat baik, hal tersebut dikarenakan SMART memang tak menerapkan sistem orientasi berlebihan ala MOS, maka sejak 2016 lalu banyak kegiatan seru diterapkan untuk menyambut para siswa baru dan para siswa yang naik ke Kelas 10. Setiap tahunnya para panitia sibuk memikirkan ide-ide hebat agar MPLS selalu terkenang di hati para pesertanya, seperti yang dilakukan panitia MPLS SMA 2017. Tahun ini ada yang berbeda dengan MPLS SMA, karena selain menggelar Kelas Inspirasi yang menghadirkan narasumber dengan pekerjaan anti maninstream seperti Travel Advisor, Online Marketer, Penulis, dan Food Blogger; mereka juga menggelar “Amazing Race SMART Leader Camp”.

IMG-20170720-WA0015

Amazing Race SMART Leader Camp (ARSLC) merupakan kegiatan kekinian hasil kolaborasi Panitia MPLS dengan kakak-kakak dari Strategic Partnership (SP) Dompet Dhuafa Pendidikan (DDP) dan Navigatour Travel Service. Sebanyak seratus siswa dari Kelas 10 (IPA & IPS) dan Kelas 11 (IPA & IPS) mengikuti kegiatan yang digadang-gadang menjadi MPLS SMA terkeren, tersegar, dan tergreget di sepanjang pelaksanaan MPLS SMA. ARSLC sendiri bertujuan menjadi sarana pembuktian kami dalam pengaplikasian nilai-nilai Dompet Dhuafa Pendidikan melalui prinsip SPIRIT yaitu Sinergi, Persisten (kerja keras), Inovatif, Care (peduli), Continuous Improvement (perbaikan berkelanjutan), dan Trustworthy (amanah), juga untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan semangat kami dalam menggapai mimpi.

17-07-20-20-09-38-908_deco

Mengambil lokasi di Taman Wisata Matahari, Cisarua, Jawa Barat, kemarin (20-07), akhirnya ARSLC yang dinanti datang juga.  Ditemani guru, kakak-kakak SP DDP dan Navigatour, serta kakak-kakak relawan dari beragam profesi –mereka menjadi fasilitator selama di sana—, kami dibagi menjadi dua belas kelompok. Setiap kelompok ditemani satu orang fasilitator yang akan membantu kami menemukan ragam petunjuk selama ARSLC berlangsung. Oh iya sebelum keberangkatan, kami juga di-brief terkait banyak hal termasuk aturan serta jenis kegiatan. Nah tugas seluruh kelompok adalah mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya dari permainan, poin bertambah apabila kelompok berhasil menyelesaikan tantangan ditiap titik pos. Jika kami ingin menjadi kelompok terbaik maka harus menaklukkan enam titik pos tantangan, hanya saja kami tak dibiarkan melenggang mulus ke tiap titik pos karena diharuskan memecahkan petunjuk untuk sampai ke sana. Setiap tantangan harus diselesaikan dalam kurun waktu beberapa menit saja, jika lebih dari itu maka poin kami otomatis dipotong. Wah sedihnya.

IMG-20170720-WA0000

Beruntung fasilitator kami semuanya baik dan sabar, padahal medan yang ditempuh cukup menguras tenaga, peluh kami sampai bercucuran karena harus berlari ke sana ke mari mencari pos. Sisi positifnya, kami belajar banyak sekali tentang hidup di tiap pos yang kami datangi –pokoknya sesuai dengan tujuan kegiatan ini—. Di Pos Perahu Naga (Pos Sinergi) kami diminta mengajak pengunjung Taman Wisata Matahari menjaga kebersihan lingkungan dengan memunguti sampah selama dua menit. Semakin banyak orang yang diajak maka semakin besar poin kami dapatkan, tetapi intinya bukan sekadar poin namun lebih kepada bagaimana kami bisa mengajak orang lain pada kebenaran; Di Pos Perahu Kayak (Pos Persisten), kegigihan kami dalam menggapai mimpi ditantang. Kami diminta mendayung perahu secara bergantian untuk mengambil kertas mimpi yang berada di ujung sungai, selama sepuluh menit kami bahu membahu mendayung, kerjasama sangat dibutuhkan agar misi selesai dengan baik; Di Pos Water Park (Pos Inovatif), kemampuan kami berkomunikasi ditempa dengan cara mempresentasikan mimpi kami semenarik mungkin menggunakan ide tak biasa kepada pengunjung Taman Wisata Matahari. Awalnya malu, namun kami memberanikan diri agar misi sukses, karena semakin menarik maka semakin banyak tandatangan kami peroleh dari para pengunjung. Itu artinya semakin banyak poin kami dapatkan; Di Pos Foodcourt (Pos Care), kepedulian kami diasah dengan membantu pedagang disekitar Taman Wisata Matahari berjualan. Kami diminta meningkatkan omset para pedagang dengan menjajakan jajanan yang dijual para pedagang, semakin banyak kami menjual makin banyak poin kami peroleh. Mantap jiwa; Di Pos Perahu Karet (Pos Continuous Improvement) kemampuan kami bermarketing disulut, kami diminta menjadi fund raiser DDP dengan mencari relawan dan donatur sebanyak mungkin.  Namun sebelum melancarkan aksi, kami dibekali dengan pelajaran seputar DDP beserta program di dalamnya; Di Pos Menara Pandang (Pos Trustworthy) kami diajari tentang menjaga amanah dan kepercayaan, panitia menyiapkan skenario tertentu agar kami bisa menjaga amanah dan kepercayaan mereka selama tugas berlangsung.

IMG-20170720-WA0001

Setelah semua tantangan resmi diselesaikan, kami melakukan evaluasi kegiatan besar-besaran dari setiap pos seperti: apa saja hambatan yang kami hadapi?; bagaimana reaksi orang?; pelajaran apa yang bisa kami petik? dan lain sebagainya. Kami takjub dengan pelajaran yang kami terima kemarin, dibalik semua keseruan ternyata banyak pelajaran hidup tersembunyi bisa kami petik. Kami lebih takjub lagi karena setelah evaluasi, kami “dihajar” siraman motivasi yang membangkitkan semangat juang untuk terus menggapai mimpi. Siraman motivasi menjadi penutup kegiatan MPLS SMA 2017, kami  sangat bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini. Untuk kami, kegiatan ini sangat luar biasa sekali, bahkan kami tak merasa bosan sedari awal hingga menjelang pulang.

IMG-20170720-WA0004

Tak banyak bisa kami berikan selain ucapan terima kasih kepada para Panitia MPLS, kakak-kakak Strategic Partnership Dompet Dhuafa Pendidikan, kakak-kakak Navigatour Travel Service, kakak-kakak Pendekar Clothing, kakak-kakak fasilitator, dan seluruh partner (Winexwork, Maxima,Lenawisata, ICDC Indonesia, 8 Traventure, Pesona Highland, Pionir, Taman Wisata Matahari, Scorpion Holidays, Panorama, dan Hejou) yang telah memberikan banyak hal hebat sehingga MPLS SMA SMART 2017 terlaksana dengan sangat baik.

Sampai jumpa di MPLS tahun depan! (AR).

 

IMG-20170719-WA0005

Mahal Kita SMART Ekelensia Indonesia

IMG-20170719-WA0003

Kemarin, Selasa (18 Juli 2017), SMART Ekselensia Indonesia kedatangan tamu istimewa, ia bernama  Ms.Zarah. Ia adalah Kepala Sekolah dan Direktur dari Holy Child Jesus Academy of Binan, Filipina. Ms. Zarah sangat tertarik untuk mengunjungi SMART Ekselensia Indonesia karena ia ingin mengunjungi sekolah yang didirikan oleh Dompet Dhuafa tersebut. Ia memandang Dompet Dhuafa sebagai lembaga kemanusiaan yang istimewa karena Dompet Dhuafa telah mendapatkan Ramon Magsaysay Award 2016. Ramon Magsaysay Award merupakan penghargaan yang diberikan kepada perorangan dan organisasi Asia atas pencapaian unggul mereka dibeberapa bidang antara lain: Government Service, Public Service, Community Leadership, (Journalism, Literature and Creative Communication Arts), (Peace and International Understanding), dan Emergent Leadership.

Ms. Zarah terlihat sangat antusias dengan nuansa pendidikan di SMART Ekselensia Indonesia. Ms. Zarah melakukan touring dengan mengunjungi beberapa tempat di lingkungan Dompet Dhuafa Pendidikan. Sebagai seorang yang sangat menyukai anak-anak, ia sangat terkesan ketika mengunjungi PAUD. Ia berkenalan dengan siswa dan guru PAUD dan bernyanyi bersama menggunakan bahasa asli Filipina, yakni Tagalog dan bahasa Inggris. Ia semakin terkesan ketika anak-anak PAUD menyalaminya ketika ia akan pergi. “oh I am blessed,” ucapnya ceria.

Setelah itu Ms. Zarah mengunjungi perpustakaan Dompet Dhuafa Pendidikan yang dikenal sebagai “Pusat Sumber Belajar” Ms. Zarah terlihat kagum sekali dengan para siswa yang menghabiskan waktu istirahatnya untuk membaca buku dan bermain edukasi. Selepas mengunjungi perpustakaan, ia mengunjungi kelas Mrs Lisa, guru Bahasa Inggris SMART Ekselensia Indonesia. Di kelas Bahasa Inggris Ms. Zarah mengajarkan kami Bahasa Tagalog. Banyak kosa kata Tagalog yang ia ajarkan seperti “gwapo” yang artinya tampan, dan kosa kata  yang membuat kami semua terbahak-terbahak yakni “mahal kita” yang artinya “I love You”.

IMG-20170719-WA0004

Ms. Zarah juga banyak bercerita tentang negaranya, mulai dari alam hingga infrastruktur serta agama yang dianut di Filipina. Ia bercerita bahwa ia sangat kagum dengan kami karena masih mau menggunakan batik dalam kegiatan sehari-hari. Ia menambahkan kalau anak muda di Filipina belum tentu mau melakukan hal serupa karena di sana pakaian tradisional  hanya dipakai ketika ada perayaan khusus saja. Bahkan saat ini pemerintah Filipina telah menghapuskan Bahasa Tagalog dalam kurikulum pendidikan, semua harus menggunakan bahasa Inggris. Hal tersebut membuat generasi muda Filipina banyak yang tidak dapat berbahasa tagalog. Kami yang menyimak hanya manggut-manggut sembari bersyukur karena Indonesia masih menanamkan budayanya kepada generasi muda.

IMG-20170719-WA0005

Ms. Zarah juga berpesan tentang pentingnya mencintai dan mempertahankan budaya tradisional Indonesia, terutama  Bahasa Indonesia. Bahasa Inggris memang penting diikuasai agar Indonesia dapat bersaing di kancah global, namun Bahasa Indonesia tidak boleh dilupakan karena itulah identitas kita sebagai warga negara Indonesia. Acara kunjungan Ms. Zarah ditutup dengan pemberian hadiah untuk kami semua (PM x AR).

m2

Beragam(a)

Oleh: Muhammad Habiburrahman

Alumni SMART Angkatan 9 Bekuliah di UNS Jurusan Sastra Indonesia

Puncak pencapaian teringgi seseorang dalam beragama adalah menjadi manusia, baik pikir dan lakunya, peduli kepada sesama. Jadi, mungkin ada yang salah dalam proses beragamanya ketika seseorang yang beragama justru mengklaim bahwa kebenaran HANYA berada di pihaknya dan menuduh orang lain yang berbeda dengannya kafir, sesat, mereka melupakan persatuan, membenci,mereka mengunci diri dalam kotak-kotak yang sempit, dan mereka lupa, agama adalah jalan yang mampu mengantar kita menjadi manusia yang seutuhnya.

Sungguh, agama bukan pisau tajam untuk menusuk sesama.

#sayamuslimdansayacintatoleransi

Sumber:  https://dudukditepi.tumblr.com/post/162498057718/beragama

P_20170717_064146

MPLS Penuh Semangat

P_20170717_064146

“Bukan bagian dari umat kami kecuali dia yang tua menyayangi yang muda dan yang muda menghormati serta menghargai yang tua”.  Begitulah inti dari hadis nabi yang disampaikan kepala sekolah kesayangan kami, Pak July Siswanto pada apel pagi tadi. Sebagai punggawa tertinggi di SMART Ekselensia Indonesia beliau memiliki kewajiban untuk mengingatkan kami, para siswanya, agar saling menghargai. Apalagi sekarang SMART kedatangan banyak personel baru.

***

Senin, 17 Juli 2017 pagi ini begitu indah. Selagi berangkat ke sekolah kami melihat sejumlah siswa berbaris rapi di depan masjid. Mereka mengenakan seragam kebangsaan SMP (karena mereka belum diizinkan memakai seragam SMA sebelum MPLS selesai), tetapi ada yang membedakan yakni mereka juga mengalungkan nametag (terbuat dari kardus bekas) dengan beragam tulisan unik. Ah sepertinya baru kemarin kami merasakan libur panjang di asrama, tiba-tiba saja hari ini kami sudah masuk sekolah lagi. Oh iya, empat hari lalu, SMART kedatangan empat puluh siswa baru yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia lho. Keempat puluh siswa baru tersebut resmi menjadi Angkatan 14 SMART Ekselensia Indonesia.

P_20170717_064156

Alhamdulillah di tahun ajaran baru ini kami telah duduk di kelas yang baru, adik-adik kelas Angkatan 14 juga akan merasakan kehidupan di SMART yang seru. Layaknya budaya di sekolah lain, di SMART saat ini sedang digelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) lho. MPLS sendiri dilaksanakan setiap tahun ajaran baru dimulai, peserta MPLS ditujukan hanya untuk mereka yang duduk di Kelas IV dan Kelas I saja. Selama empat hari ke depan (17 s.d. 20-07) para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan yang akan membuka wawasan seputar SMART.

P_20170717_062741

“Saat ini sedang berlangsung MPLS, para peserta diharapkan mampu mengikuti arahan panitia dengan baik. Turuti apa yang dikatakan selama itu baik dan rasional. Nyamankanlah diri kalian di SMART Ekselensia Indonesia, dan jadikan SMART ini sebagai tempat terbaik kalian untuk meniti masa depan,” ujar pak July disela-sela sambutannya kala apel tadi.

P_20170717_062759

Selain (kembali) memperkenalkan SMART, selama MPLS para siswa juga akan mendapatkan pembekalan kepemimpinan yang dilanjutkan dengan pelatihan kepemimpinan, pelatihan psikologi remaja, dan pembekalan motivasi belajar. Oh iya, tahu tidak kalau MPLS tahun ini dipegang oleh siswa lho. Pelaksanaan MPLS khusus Kelas I dipegang siswa kelas III, dan pelaksanaan MPLS kelas IV dipegang siswa-siswa dari kelas V. Tenang saja pergerakan kami diawasi langsung oleh Pak Ervan Nugroho dan Ibu Dede Iwanah, keduanya adalah panitia inti dari pihak guru.

P_20170717_062827

Di hari pertama MPLS ini kami sangat senang melihat antusiasme para peserta, terutama adik-adik Angkatan 14. Mungkin karena ini pengalaman pertama mereka melaksanakan MPLS sehingga terlihat sangat serius, wajah tegang tampak di wajah mereka, namun semangat mereka luar biasa. Pun para peserta Kelas IV memperlihatkan hal serupa walau mereka telah di SMART selama beberapa tahun. Kami sangat berharap kegiatan ini akan menguatkan rasa cinta para siswa SMART dengan cara yang menyenangkan.

P_20170717_062906

Selamat menempuh tahun ajaran baru ya! Semangat di kelas untuk Kelas IV dan semangat menikmati sekolah baru ya Kelas I. Yuk bahu membahu membuat SMART semakin  berprestasi. (NA x AR).

catatan

Aku

Karya : Reza Bagus Yustriawan
SMART Angkatan 9 Berkuliah di UGM Jurusan Sosiatri

Aku
bukan kamu
apalagi dia
aku ya aku
bukan juga balapan kuda

Kamu
bukan aku
apalagi dia
kamu ya kamu
iya kamu

Aku ini bukan binatang
apalagi belalang
walaupun ada parang
bisa dikalahin sama benang
biar pulang
nggak bilang-bilang

Biar panah menusuk dadaku
aku tetap maju
terus menerjang
biarlah sampe pop es-ku tumpeh-tumpeh
dan aku lebih tidak peduli
aku mau tidur seribu tahun lagi

IMG-20170713-WA0001

14 Siap Berjuang!

IMG-20170713-WA0001

Seperti yang kamu ketahui kalau pendidikan adalah investasi untuk melahirkan generasi terbaik yang siap membangkitkan dan memajukan bangsa, nah SMART Ekselensia Indonesia berusaha mewujudkan hal tersebut dengan memberikan pendidikan mumpuni kepada para pemuda berprestasi dari seluruh negeri.

Sejak kemarin hingga hari ini, kami (yang duduk di kelas 2 hingga 5) selalu diberondong pertanyaan: “Anak-anak tampan dan rupawan itu dari mana?”; “Apakah mereka anak baru?”; dan sebagainya. Kalau sudah begitu kami hanya bisa menjawab dengan bangga: “YA mereka adalah adik-adik kelas kami dari Angkatan 14 yang akan berjuang meraih mimpinya dan siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan!”

Sejak kemarin para guru dan panitia penyambutan siswa baru nampak sibuk mempersiapkan banyak hal termasuk membersihkan paviliun tempat mereka menetap di sini. Alhamdulillah adik-adik kelas kami sebanyak empat puluh orang yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia telah sampai di SMART dengan selamat tanpa kekurangan satu hal pun. Kami menyambut mereka dengan hati riang, kami bantu mereka untuk mendaftar di meja khusus registrasi dan kami arahkan (kami juga bantu bawakan barang-barang mereka) ke tempat tinggal mereka yang baru.

IMG-20170713-WA0002

Riuh rendah suara mereka ketika pertama kali menjejakkan kaki di SMART, kekaguman akan SMART tak ayal membuat antusiasme mereka berswafoto dengan latar piala-piala kebanggan SMART membara, kami tersenyum bangga melihatnya sembari membantu mengambil gambar. Oh iya kami juga melihat beberapa anak didampingi orangtua serta mitra Dompet Dhuafa daerah lho, mereka terlihat takjub melihat betapa besarnya SMART, betapa kompletnya buku di Perpustakaan Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan, dan betapa tak sabarnya mereka untuk segera melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Binar di mata mereka menunjukkan kalau mereka sangat siap berada di SMART, luar biasa.

Euforia mereka jelas membuat kami (sang kakak kelas) senang, namun di sisi lain kami sedikit terharu melihat para orangtua siswa baru menampakkan rona kesedihan. Kami paham sekali dengan apa yang para orangtua rasakan, karena kami dulu juga pernah berada di posisi tersebut, posisi harus berjauhan dengan orang tersayang. Sabar ya pak, sabar ya bu, insha Allah anak-anak ibu akan kami jaga. Sebagai kakak kelas, kami akan melindungi mereka sebisa kami, sekuat yang kami bisa, doakan kami di sini.

IMG-20170713-WA0000

Kami berharap semoga adik-adik kami di Angkatan 14 ini kerasan tinggal di SMART. Kami juga berharap mereka akan menjadi orang yang berkepribadian Islami, berjiwa pemimpin, mandiri, berprestasi, berdaya guna serta menjadi kebanggaan bagi keluarga, nusa dan bangsa. Aamiin.

Selamat datang Angkatan 14. Selamat berjuang! (AR)