P_20171216_100915-1024x576

Sampai Berjumpa Lagi SMART!

Pulang Kampungnya SMART merupakan kegiatan besar yang dilaksanakan rutin setiap tahun agar kami dapat bertemu dan berkumpul kembali dengan keluarga tercinta di kampung halaman. Seperti yang  kamu ketahui jika kami semua berasal dari berbagai daerah di Indonesia, pada momen ini kami akan pulang ke kampung halaman setelah satu tahun lamanya tak pulang demi menuntut ilmu di perantauan. Kepulangan kami bukan sekadar pelepas rindu semata, tetapi juga berbagi semangat untuk menginspirasi keluarga, teman, dan masyarakat sekitar.

Pulkam (2)
Seperti janji kami kemarin, kali ini kami akan mereportase kegiatan Pulang Kampungnya SMART 2017 hari kedua. Tahukah kamu kalau sebagian dari kami telah pulang ke kampung halaman masing-masing dan menyisakan mereka yang berasal dari Papua, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jogjakarta? Mereka merupakan grup terakhir yang ada di asrama, grup Jawa Timur berangkat pukul 10.00, grup Jawa Tengah berangkat pukul 13.00, Papua serta Jogja pukul 18.00. Karena jadwal berangkat berbeda dengan yang lain, maka kami memiliki banyak waktu untuk mengecek kembali barang-barang untuk dibawa. Ada perasaan sedih karena asrama tak lagi sama seperti dulu.

Pulkam (1)

Pulkam (3)

Pulkam (4)

Pulkam (5)

Asrama sudah sangat lengang, kamar-kamar terlihat sangat kosong karena pemiliknya telah pergi, beberapa siswa terlihat masih setia menunggui kamarnya, pemandangan langka yang hanya bisa kami lihat setahun sekali. Walau sepi, tetapi kamu bisa lihat kalau kami meninggalkan kamar dengan sangat rapi, kami tak ingin kebiasaan bersih yang diajarkan SMART menguap begitu saja.

Pulkam (6)

Pulkam (7)

Pulkam (9)

Pulkam (10)

Tak banyak yang kami lakukan di dalam kamar selain menghabiskan waktu dengan melihat posan foto teman-teman kami di sosmed, Alhamdulillah mereka telah sampai di tempat tujuannya masing-masing dengan selamat. Kami bahagia melihat senyum lebar mereka, rasa-rasanya senyuman itu akan kami rindukan selama beberapa minggu ke depan.

Pulkam (8)

Ketika asyik menikmati foto-foto dengan teman sekamar, tiba-tiba:

“Assalamualaikum, kepada siswa yang akan pulang kampung pukul 10.00 nanti, diharapkan segera bersiap, karena bus sudah menanti di depan”. Kami hentikan semua kegiatan dan mulai  bersiap-siap.

Pulkam (11)

Kami melirik ke arah jam, waktu masih menunjukkan pukul 09.30. Langkah kami terhenti di satu kamar, kamar teman-teman grup Papua dan Jawa Tengah (yang menjadi grup terakhir) berkumpul. Dengan berat hati kami berpamitan pada mereka. “Hati-hati ya sampai jumpa tahun depan,” menjadi kalimat “perpisahan” sebelum langkah kaki membawa kami ke bus yang telah menanti.

Pulkam (2)

Di Lapangan Apel SMART bus besar telah berdiri dengan gagahnya, seakan ia telah siap mengantar kami menuju destinasi utama. Namun sebelum berangkat kami menyempatkan diri untuk berpamitan dengan gedung sekolah tercinta.

***
“Sudah sampai di mana?” tanya salah satu teman grup Papua yang masih setia berada di SMART via pesan singkat. “Kami sudah di perjalanan menuju Kediri. Kalian sudah berangkat?” balas  kami. Sejurus kemudian datang sms balasan yang berisi “Kami masih di SMART-lah, doakan ya”. Alhamdulillah ternyata mereka masih bersabar untuk menuju kampung halaman tercinta.
Semilir angin sore membelai wajah-wajah lelah kami, kami ingin segera bertemu orang-orang terkasih di kampung. Kami berharap di Pulang Kampung tahun ini akan banyak keseruan, inspirasi, dan petualangan seru.

P_20171216_130330-576x1024

Sampai jumpa di cerita Pulang Kampung kami selanjutnya ya. (AR)

 

Foto Main poster

Libur Telah Tiba! Saatnya Pulang Kampung!

Beberapa hari terakhir asrama dipenuhi hingar bingar dan euforia Pulang Kampung yang tak terbendung. Setelah Ujian Semester berakhir beberapa waktu lalu dan bagi rapor selesai dilaksanakan hari ini, pikiran kami melayang dan serasa sudah tak berada di sekolah lagi. Kami sudah membayangkan betapa menyenangkannya bisa pulang ke rumah, bertemu ayah dan ibu, saudara-saudara, dan tentu saja kembali bertemu dengan makanan lokal favorit. Membayangkannya saja sudah membuat bahagia, apalagi kalau sudah berada di sana kan?

Pulkam (2)

Pulang Kampung merupakan kegiatan besar yang dilaksanakan rutin setiap tahunnya agar kami dapat bertemu dan berkumpul kembali dengan keluarga tercinta. Seperti yang telah kamu ketahui jika kami semua berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, pada momen ini kami akan pulang ke kampung halaman setelah satu tahun lamanya tak pulang demi menuntut ilmu di perantauan. Kepulangan kami bukan sekadar pelepas rindu semata, tetapi juga berbagi semangat untuk menginspirasi keluarga, teman, dan masyarakat sekitar.

Pulkam (14)

***

Hari ini (15-12) kami resmi Pulang Kampung, penantian selama ini akhirnya datang jua. Kami telah berbenah dan mempersiapkan banyak hal untuk dibawa, kami sudah mencuci hingga melipat baju, menyetrika baju, sampai membeli oleh-oleh untuk sanak saudara.

Pulkam (4) Pulkam (5)

 

Sedari pagi beberapa kakak kelas kami telah sibuk menurunkan berboks-boks kue lapis khas Bogor untuk dibagikan kepada mereka yang memesan jauh-jauh waktu sebagai buah tangan khas Bogor.

Pulkam (21)

Beberapa dari kami juga sibuk ke sana ke mari seperti orang kebingungan, mengemas ini itu, padahal yang kami bawa tak banyak. Beberapa dari kami masyuk bermain gitar, menjahit, membaca buku di asrama dan Perpustakaan Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan, hingga mencukuri rambut kawan lainnya.

Pulkam (3) Pulkam (19)

Pulkam (7)

Pulkam (15) Pulkam (6)

 

Untuk pulang kampung kali ini kami dibagi ke dalam tiga kelompok, kelompok mereka yang naik pesawat terbang, naik kereta, dan naik bus. Jadwal keberangkatan beserta nama ketua kelompok dan pendamping pun telah kami kantongi, hanya satu yang belum kami kantongi yakni tiket pulang. Menurut kabar yang berhembus ternyata tiket baru akan diberikan lepas Isya nanti. Pihak asrama dan sekolah memaparkan beberapa hal terkait Pulang Kampung tahun ini termasuk jadwal keberangkatan, juga banyak menjelaskan tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama di kampung halaman. Sesudah memberikan pemaparan pihak asrama membagi kami berdasar bus yang kami naiki.

 

***

Pagi jadi siang, siang jadi sore, sore jadi malam. Waktu berlalu sangat cepat namun rasanya kegiatan kemas mengemas tak kunjung selesai. Asrama sudah mulai lengang, tapi masih saja ada yang masih panik mau membawa apa untuk pulang ke kampung halaman hihi. Teman-teman kami yang berdomisili di Jabodetabek telah kembali sehari sebelumnya namun ada juga yang baru pulang hari ini.

Pulkam (18)

Menjelang dini hari nanti teman-teman kami yang berasal dari Lampung, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan lainnya akan berangkat menuju Bandara Soekarno Hatta. Menyisakkan mereka yang berasal dari Papua dan Jawa, konon mereka akan berangkat ke kampung halaman masing-masing pada keesokan harinya. Ah seketika SMART yang biasanya ramai menjadi sangat sepi, sepi sekali.

Pulkam (17)

Ini baru babak pertama reportase Pulang Kampung SMART 2017, nantikan reportase lanjutan tulisanya esok ya. (AR)

 

IMG_7490

Ini Dia Ekspresi Kami ketika Bagi Rapor

IMG_7490

Oleh: Muhammad Zikru Rahman, Alumni SMART Angkatan 9, Berkuliah di UNPAD Jurusan Komunikasi

Ingin rasanya berbagi hasil observasiku seputar ekspresi yang muncul selama musim bagi rapor datang selama aku bersekolah di SMART. Biasanya kalo di akhir semester pasti ada yang namanya pembagian rapor, betul gak? Ketika masuk pembagian rapor nasib kalian seolah dipertaruhkan untuk bisa melaju ke semester selanjutnya. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, bagi rapor tahun ini nampak lebih greget karena ekspresi yang muncul lebih banyak dari sebelumnya dan aku harus menerima kenyataan kalau ternyata ini menyenangkan.

Di bawah ini merupakan beberapa ekspresi yang aku temukan di SMART, unng kalau di luar SMART aku gak tau sih hehe. Mau tahu apa saja? Yuk disimak

Gembira

Ini ekspresi pertama yang selalu kutemukan tiap tahunnya. Kamu semua pasti tahulah wajah gembira seperti apa. Senyum terukir di wajah, 2 cm kanan dan 2 cm kiri, mata berbinar seakan masa depan penuh kegemerlapan, dan seterusnya. Biasanya mereka yang mendapatkan nilai wow yang akan menampilkan ekspresi ini.

Biasa Saja

Ini ekspresi wajahku banget, soalnya terlihat cool. Uhuk. Mereka yang berekspresi seperti ini biasanya mendapatkan nilai yang biasa-biasa saja atau nilainya bagus sekali hanya saja tak mau terlihat sombong. Nah, kalo aku  biasanya sih masuk yang bagus banget, tapi bohong

Pura-pura Biasa

Ekspresi yang sebenarnya butuh hiburan karena nilai mereka biasanya jatuh namun mencoba untuk tak terlihat sedih dihadapan siswa lain.

Menangis Berlinang Air Mata

Ini ekspresi yang muncul akibat tidak naik kelas. Biasanya hanya adik-adik kelas yang terjangkit saja yang memiliki ekspresi ini, kalau yang sudah duduk di bangku SMA sih kebanyakan bersikap seakan tak peduli padahal nyesek.

Senyum Tegar dan Berkaca-kaca

Ekspresi ini muncul khusus untuk mereka yang duduk di bangku SMA. Nilai mereka jelek, tapi mereka tidak ingin memasang ekspresi menangis sambil berlinang air mata, apalagi di depan adik-adik kelas. Pasti sangat memalukan.

Nah itulah macam-macam ekspresi yang yang aku tangkap selama pembagian rapor di SMART dari tahun ke tahun, tapi tentu saja observasiku ini hanya sekadar observasi biasa dan tak mendalam dan tak bisa dijadikan tolak ukur, tapi aku senang. Ah aku jadi penasaran bagaimana ekspesi adik-adik kelasku nanti ketika pembagian rapor.

IMG_7500

Apapun Hasilnya, Kami Sudah Berjuang!

Suara Azan Subuh membangunkan kami yang terlelap dengan sangat nyenyak, ustaz asrama membangunkan dengan lembut agar kami segera menuju ke masjid demi meluruhkan kewajiban utama sebagai seorang muslim. Lantunan ayat suci mengalun dengan indah, menenangkan hati dan pikiran kami yang beberapa hari terakhir gelisah karena dibayang-bayangi nilai rapor.

***

Hari ini kami akan mereportase kegiatan bagi rapor di SMART Ekselensia Indonesia. Bagi rapor di SMART sama seperti bagi rapor di sekolah lain, namun yang membedakan ialah tidak hadirnya orangtua kami pada prosesi sakral ini. Agak sedih, namun orangtua kami pasti sudah tahu kalau anaknya akan mendapatkan nilai yang baik.  Agar maksimal, bagi rapor dilaksanakan mulai pukul 13.30 sampai pukul 15.00 sore, ada sepuluh kelas yang digunakan dalam proses bagi rapor tahun ini dan masing-masing kelas diisi oleh wali kelas sesuai kelas serta angkatannya masing-masing.

IMG_7497 IMG_7503

Sebelum rapor dibagikan setiap angkatan dari setiap kelas dipanggil ke dalam kelas untuk diberikan pengarahan seputar hasil yang tertulis di rapor. Ini merupakan pemanasan agar kami tak kaget dengan hasil yang kami dapat nantinya, setelah selesai kami dipersilakan keluar kelas untuk menunggu giliran.  Kami mengantre dan mengular di depan kelas berharap cepat dipanggil masuk ke dalam ruangan kelas lagi. Satu per satu nama kami dipanggil, di dalam kelas wali kelas telah menunggu dengan senyuman super manis, walau deg-degan namun kami harus menghadapi hasil jerih payah belajar selama semester satu.

Dengan sabar wali kelas kami memaparkan hasil belajar kami secara sistematis dan runut, jika ada yang kurang bagus beliau akan menasihati sekaligus memberikan solusi agar nilai kami bisa meningkat di semester yang baru. Alih-alih takut dan sedih jika ada nilai yang kurang baik, kami malah semakin termotivasi untuk belajar lebih giat lagi. Guru kami memang pandai membesarkan hati. Beliau juga mengingatkan agar kami tidak terlena jika ada banyak nilai yang bagus, karena khawatir malah menurunkan prestasi belajar semester depan.

IMG_7494 IMG_7517

Di depan kelas teman-teman yang belum dipanggil (dan masih menunggu dengan wajah khawatir) secara otomatis akan “merebut” rapor teman yang telah lega dengan hasil rapornya, mereka akan membandingkan nilai siswa A dengan siswa B atau dengan dirinya sendiri. Setelahnya pasti ada kalimat “Aaargh nilaiku untuk mata pelajaran ini turun” terlontar dari mulut mereka. Lucu dan seru hihi.

Bisa dibilang jika penilaian rapor di SMART berbeda dengan sekolah lain, di SMART ada dua penilaian yang dijadikan indikator. Pertama penilaian dari guru-guru sekolah alias penilaian dari mata pelajaran sehari-hari; dan kedua penilaian dari wali asrama alias penilaian yang dinilai dari aspek kejujuran, kesantunan, kesungguh-sungguhan, kedisplinan, dan kepedulian.

IMG_7512 IMG_7505

Gegap gempita bagi rapor kian terasa ketika seluruh siswa telah menerima rapornya masing-masing. Ada yang senang, ada yang sedih, ada yang saling hibur, namun ajaibnya semua terlihat sumringah. Makin sumringah karena nanti kami akan Pulang Kampung dan bertemu kembali dengan orangtua serta keluarga besar di kampung halaman. Senangnya.

IMG_7498

Biarlah nilai rapor kali ini menjadi pelajaran yang berharga untuk kami agar makin giat dalam belajar dan makin cerdas dalam membagi waktu  untuk semester mendatang.

Liburaaaaan kami datang! Kampung halaman tunggu kamiiii! (AR)

 

harbolnas

HARBOLNAS is Hari Bersedekah Online Nasional

Hari ini (12-12) para Shopaholic berbondong-bondong mengunjungi pasar daring (online) untuk berbelanja. Bagaimana tidak, berbagai promo menggiurkan ditawarkan mulai dari diskon 90%, cashback tiap pembelian, hingga gratis produk setiap pembelian tertentu. Momentum ini biasa disebut HARBOLNAS alias Hari Belanja Online Nasional.

Dompet Dhuafa Pendidikan punya cara sendiri untuk meramaikan HARBOLNAS di tanggal 12 bulan 12 ini. Kami mengajak masyarakat berdonasi untuk program pendidikan Dompet Dhuafa bertajuk Hari Bersedekah Online Nasional dengan cara menyisihkan harta kita untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia melalui program-program pendidikan Dompet Dhuafa.

Hingga hari ini Dompet Dhuafa telah menyelenggarakan berbagai macam program pendidikan seperti SMART Ekselensia Indonesia, Sekolah Literasi Indonesia (SLI), Beastudi Etos, Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) dan program-program lainnya dengan jumlah penerima manfaat di tahun 2017 sebanyak 48.223 orang.

Mari berinvestasi untuk masa depan Indonesia dan lipatgandakan pahala kita dengan bersedekah.

Salurkan sedekah Anda melalui transfer bank ke nomor rekening BNI Syariah 2881 2881 26 a.n. Yys Dompet Dhuafa Republika. Sertakan kode 12 di akhir nominal transaksi, misalkan 500.012.

Informasi dan konfirmasi:
Whatsapp 081288338840
Telepon (0251) 8612044

IMG-20171204-WA0004

Hadapi, Cermati, dan Terus Berjuang

IMG-20171204-WA0004

Kemarin malam suasana kamar asrama terasa sepi, padahal biasanya ramai luar biasa. Para penghuni kamar terpekur di buku masing-masing, tanpa suara, membisu seakan lidah mereka kelu. Tapi aku juga melakukan hal yang sama, tak ada bedanya.

Aku baru ingat kalau selama lima hari ke depan kami akan berhadapan dengan Ujian Akhir Semester (UAS) alias #UASnyaSMART, namun khusus kelas 12 UAS akan dilaksanakan hingga Sabtu. Ini bukan UAS pertama untuk kami yang telah duduk di kelas lebih tinggi, kami telah melewati serangkain UAS namun tetap saja tak bisa tak berusaha sekuat tenaga. Kenapa? Karena ujian ini adalah pertarungan kami dengan diri kami sendiri, “Kok bisa?” Jelas bisa karena ulangan harian, UTS, dan UAS menguji kami untuk selalu jujur pada diri, salah satunya dengan tidak mencontek. Pokoknya usaha terbaik akan kami kerahkan untuk membuktikan kalau kami bisa dan telah belajar dengan sungguh-sungguh.

IMG-20171204-WA0003

***

Pagi ini (04/12), matahari bersinar dengan sangat cerah. Walau sedikit dingin dan rasa ingin kembali memeluk guling, tapi kuurungkan niat tersebut karena harus segera bersiap ke sekolah. Segera saja kupaksakan diri ini mandi dan berpakaian rapi lalu berangkat ke sekolah, teman-temanku ternyata juga sudah siap, bahkan sambil jalan mereka masih terpekur di buku yang dibawa sebagai panduan UAS hari ini. aku hanya bisa geleng-geleng kepala dan membatin: “hebat sekali teman-temanku ini”. Seperti biasa sebelum pelaksanaan UAS kamin melaksanakan apel pagi terlebih dahulu. Selama apel banyak pesan disampaikan guru-guru terkait UAS hari ini hingga beberapa hari ke depan, banyak motivasi dan pelajaran berharga kami peroleh, tentu saja kami makin semangat dibuatnya. Guru-guru kami memang tak  ada duanya.

IMG-20171204-WA0002

Setelah apel pagi kami menuju masjid untuk Shalat Dhuha bersama, khusyu kami meminta kepada Sang Pemilik Hidup agar kami yang melaksanakan #UASnyaSMART dimudahkan dan dilancarkan hingga hari terakhir, aamiin.

***

Waktu masih menunjukkan pukul 07.00, tapi kami berbondong-bondong memilih untuk segera ke kelas dan memanfaatkan sisa waktu 30 menit untuk mengulang yang kami pelajari. Tepat pukul 07.30 pengawas masuk ke dalam kelas, itu tandanya kami sudah harus berhenti belajar dan harus segera ke tempat duduk yang telah disediakan. Dag dig dug dag dig dug ketika lembaran ujian dibagikan, walau deg-degan tapi kami yakin bisa mengerjakan dengan baik. Kubuka kertas ujian, lalu terkejut karena soal-soal yang kulihat berbeda dengan yang telah kupelajari. Salah soal kah? Ah ternyata aku hanya panik saja karena sejurus kemudian tangan ini telah menari-nari menjawab satu demi satu soal yang terpampang di kertas ujian.

P_20161205_072447

“KRIIIIIIING”  bel cempreng mengagetkan kami sekelas, ternyata waktu ujian pertama telah habis. Riuh suara teman-teman kami membahas soal yang diujikan. “Duh tadi soalnya susah banget, gue gak yakin ini sama yang tadi dikerjakan”, “Semoga nilainya mencapai nilai KKM, deg-degan ih”. Aku hanya diam sambil bersiap untuk ujian selanjutnya, kebetulan hari ini ada tiga pelajaran yang diujikan jadi aku hanya akan fokus ke sana saja, urusan nilai dan yang lainnya bisa kupikirkan nanti.

Istirahat selama lima belas menit ternyata cukup untuk menyegarkan pikiran sebelum kembali berkutat dengan soal-soal di ujian babak dua. Soal yang diujikan ternyata lebih menantang dibandingkan ujian di jam pertama, keringat dingin bercucuran, perut tiba-tiba melintir, rasa bingung melanda. Aku beristighfar hingga perasaan tenang, lalu mencoba mengerjakan soal lagi, Alhamdulillah semua berjalan lancar hingga selesai. Bel kembali berbunyi, dan suara adzan Zuhur telah memanggil kami, semua buru-buru ke masjid untuk melaksanakan Shalat Zuhur berjamaah sebelum kembali ke kelas dan (lagi) menghadapi soal ujian babak ketiga.

P_20161205_073909

Waaah hari ini seakan menjadi hari terpanjang untuk kami,  tapi kami semua tetap bahagia karena UAS tahun ini entah mengapa terasa lebih menyenangkan dibandingkan UAS tahun-tahun sebelumnya.

Sekadar informasi untuk kalian jika hari ini mata pelajaran yang diujikan antara lain PAI, Bahasa Indonesia, Fisika (untuk IPA)/Ekonomi (untuk IPS). Untuk jadwal ujian lenih lengkap bisa kamu lihat di bawah ya

Senin: PAI.  Kimia/Ekonomi

Selasa: PKn, IPA Terpadu, Bahasa Indonesia, Kimia/Geografi, PJOK

Rabu: Matematika, Prakarya, TIK, Sejarah

Kamis: Bahasa Inggris, IPS Terpadu, Prakarya, Bahasa Arab

Jumat: Bahasa Arab, Bahasa Sunda, Biologi/Sosiologi, PKn, Matematika, Sejarah Peminatan/Matematika Peminatan

Sabtu: Bahasa Sunda, SBK.

P_20161205_073456

Doakan kami ya, semoga kami bisa melewati #UASnyaSMART tahun ini dengan gemilang. Setelah UAS nanti kami akan bersiap untuk Pulang Kampung aaah senangnya. (AR)

17-11-30-13-52-01-843_photo

Inspirasi Nyata Pemimpin Masa Depan

17-11-30-13-52-01-843_photo

Bogor –  Pemuda merupakan tonggak utama kemajuan suatu bangsa. Konon di tangan pemudalah nasib bangsa ini ditentukan, hanya saja pemuda zaman ini  dihadapkan dengan beragam tantangan untuk menggapai mimpi dan asa. Demi menjawab tantangan tersebut Dompet Dhuafa Pendidikan kembali menggelar Kelas Inspirasi yang dilaksanakan di SMART Ekselensia Indonesia pada Kamis (30-11).

Menggadang tema “Kepemimpinan Untuk Masa Depan” Kelas Inspirasi  mampu membius enam puluh siswa SMART Ekselensia Indonesia yang hadir. Tidak tanggung-tanggung di Kelas Inspirasi kali ini Komisaris Utama Mandiri Life, Sentot A. Sentausa, datang membagikan  pengalaman terbaiknya dalam membangun kesuksesan dalam berkarir di dunia perbankan nasional.

17-11-30-13-52-39-030_photo

Acara kelas Inspirasi SMART Ekselensia Indonesia diawali dengan pembukaan meriah dari pembawa acara. Setelah resmi dibuka, Direktur Dompet Dhuafa Pendidikan, Syafii’e El Bantanie, memberikan sambutan pengantar sebagai pemanasan semangat sebelum sesi sharing inspirasi. Beliau memberikan semangat kepada siswa agar terus bersemangat dalam menyerap berbagai insipirasi dari banyak sumber di SMART Ekselensia Indonesia.

Akhirnya saat yang dinantikan tiba yakni sesi sharing kepemimpinan dari Sentot. Tepuk tangan meriah dari para siswa langsung menyeruak disaat Sentot mengawali aksi berbagi inspirasi. Sentot mengawali sesi sharing dengan bercerita tentang profil utama dirinya, ia mengawali karir sebagai analis di BPPT setelah lulus dari Universitas Padjadjaran. Selang beberapa waktu, beliau mencoba peruntungan karir di salah satu bank terbesar di Indonesia, Bapindo. Banyak tantangan yang hadir kepada beliau dalam meniti karir di dunia perbankan hingga akhirnya berhasil menjadi seorang kepala cabang.

17-11-30-13-52-18-658_photo

Sentot menuturkan jika ingin sukses para siswa harus mengasah daya kepemimpinan dengan cara mengenali diri sendiri, karena dari situlah mereka dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dirinya. Hal tersebut disampaikan dengan sebuah kalimat kunci utama “Who Am I?”. Sontak, para siswa tersadarkan untuk mengetahui lebih dalam “Siapa” dirinya untuk memaksimalkan potensi meraih kesuksesan.

“Allah telah memberikan kita banyak kesempurnaan. Jika kita tak memanfaatkannya denganbaik maka kita tidak bersyukur, untuk itulah penting sekali untuk tidak menyerah pada mimpi, “ tutup Sentot dalam pemberian inspirasi nyata pemimpin muda masa depan.

17-11-30-14-22-39-755_photo