IMG-20180129-WA0004

Kamu Harus Tahu Keutamaan Al-Quran Ini!

IMG-20180129-WA0004

Sob seperti yang telah kamu ketahui kalau Al-Quran memiliki peranan penting dalam hidup manusia. Di dalam Al-Quran tertera berbagai keajaiban alam hingga kegiatan muamalah  yang sangat pas serta relevan dengan kehidupan kita hingga saat ini, padahal Al-Quran telah ada di Bumi sejak ribuan tahun silam lho. Luar biasa sekali kan? Tak mengherankan jika Al-Quran memang pas dijadikan pedoman bagi kita semua.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda:

اقرأوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه

“Bacalah Al Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafa’at bagi Shahibul Qur’an” – (HR. Muslim  804)

Selain dipelajari, ternyata Al-Quran juga bagus bila kita menghapalnya. Para penghapal Al-Quran biasa disebut dengan Shahibul Qur’an, Sob, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani pernah berkata bahwasanya Shahibul Qur’an adalah orang yang menghafalkan Quran di hati, hal itu didasarkan atas sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:

يؤم القوم أقرؤهم لكتاب الله

“Hendaknya yang mengimami sebuah kaum adalah yang paling aqra’ (paling hafal) terhadap kitabullah”

 

Lalu apakah kamu tahu kalau banyaaak sekali keutamaan menghafal Al-Quran diantaranya:.

  • Mendapatkan ridho Allah swt.
  • Quran akan menjadi penolong (syafaat) bagi penghafalnya
  • Akan menjadi benteng dan perisai hidup
  • Pedoman dalam menjalankan kehidupan
  • Kebaikan dan berkah bagi penghafalnya
  • Rasulullah sering mengutamakan yang hafalannya lebih banyak (Mendapat tasyrif nabawi)
  • Para ahli Quran adalah keluarga Allah yang berjalan di atas bumi
  • “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)
  • Dipakaikan mahkota dari cahaya di hari kiamat yang cahayanya seperti cahaya matahari
  • Kedua orang tuanya dipakaikan jubah kemuliaan yang tak dapat ditukarkan dengan dunia dan seisinya
  • Kedudukannya di akhir ayat yang dia baca
  • Tiap satu huruf adalah satu hasanah hingga 10 hasanah

Setelah mengetahui keutamaann menghafal Al-Quran, maka kamu harus mengerahui kalau derajat surga yang didapatkan seseorang itu tergantung pada banyak hafalan Al Qur’annya di dunia, bukan pada banyak bacaannya, sebagaimana disangka oleh sebagian orang. Maka di sini kita ketahui keutamaan yang besar bagi pada penghafal Al Qur’an. Namun dengan syarat ia menghafalkan Al Qur’an untuk mengharap wajah Allah tabaaraka wa ta’ala, bukan untuk tujuan dunia atau harta” (Silsilah Ash Shahihah, 5/281).

Nah Dompet Dhuafa Pendidikan sebagai lembaga yang peduli dengan pendidikan anak negeri serta turut serta mencetak para penghafal muda Al-Qur’an melalui program-program pendidikannya akan meluncurkan program Ekselensia Tahfidz School yang segera diresmikan dalam waktu dekat.

Kami mengajak kamu semua untuk ikut berinvestasi untuk masa depan Indonesia dengan bersedekah untuk program-program Dompet Dhuafa Pendidikan.

Yuk salurkan sedekahmu melalui transfer bank ke rekening BNI Syariah 2881 2881 26 a.n. Yys Dompet Dhuafa Republika. Sertakan kode 18 di akhir nominal transaksi, misalkan 500.018.

Informasi dan konfirmasi:

Whatsapp 081288338840

Telepon (0251) 8612044

 

Foto 17-Cover

SMART Kami Kembali, Kami Siap Menjemput Asa

Foto 1a

Aku terbangun dari tidur pulasku di kereta, ternyata keretaku masih tertahan di sebuah stasiun yang ku tak tahu apa namanya. Pandanganku nanar, seharusnya kalau tak tertahan mungkin aku akan sampai di SMART setelah Asar. Aku tak mau waktuku terbuang begitu saja, maka kulahap buku SBMPTN dan UN yang telah kupersiapkan sebelumnya.

Detik berubah menit; menit berubah jam, rasanya perjalanan menuju SMART lamaaa sekali, aku menatap sekeliling tampak wajah-wajah cemas dan tak sabaran teman-temanku yang lain. Ah mungkin mereka juga merasakan yang kurasakan. Lalu aku kembali terpekur ke buku yang kubaca, lalu aku kembali terlelap.

Aku terkejut karena ada tangan yang membangunkanku, ah ternyata sebentar lagi kami akan memasuki Stasiun Senen, “Alhamdulillah,” ujarku dalam hati. Pukul 08.30 pagi kami sampai juga di SMART, dengan tertib kami menuruni tangga bus dan mengambil barang bawaan kami yang super duper banyak layaknya pemudik.

Foto 1

Foto 2

Waaah senang rasanya memasuki lapangan apel yang sudah kami kenal bertahun-tahun, tiba-tiba “eh eh eh apa itu?” ujarku dalam hati, kulihat antrean mengular di depan ruang ex guru. Ooooh ternyata sedang ada pemeriksaan barang-barang yang kami bawa.

Foto 3 Foto 4

 

“Kok diperiksa sih?”

Ya jelas diperiksa, siapa yang tahu jika beberapa dari kami membawa barang yang tidak diizinkan sekolah kan? Karena lebih baik mencegah dan mengantisipasi  daripada nantinya malah membawa dampak yang tidak baik ke depannya kan? Selama beberapa lama menunggu  akhirnya pemeriksaan selesai dan tak ditemukan satu pun hal ganjil di barang bawaan kami, Alhamdulillah.

Asramaaaa kami dataaaaang!

Berbondong-bondong kami menaiki tangga asrama yang cukup curam namun ngangenin, barang bawaan kami yang berat tak menyurutkan langkah ceria kami menapaki anak tangga, riuh rendah suara kami membahana di selasar. Tanpa banyak bicara kami bersegera untuk mengeluarkan baju dalam koper dan memasukannya ke dalam lemari, membagi oleh-oleh menjadi beberapa bagian untuk warga Dompet Dhuafa Pendidikan, dan terakhir kami membersihkan kamar bersama-sama.  Senangnyaaaa.

Foto 9 Foto 10

 

Bebersih asrama selesai, saatnya bebersih diri karena Salat Jumat akan segera tiba. Kami menuju masjid dengan hati gembira, selepas Jumatan kami makan bersama di Aula Makan SMART lalu segera ke ruangan masing-masing untuk melepas kangen (kembali).

***

Azan Subuh memanggil kami yang terlelap dibalik hangatnya selimut, beberapa dari kami berinisiatif untuk membangunkan yang lain. Gontai kami berjalan ke arah masjid, namun semangat kami untuk menuntaskan kewajiban tetap besar. Lepas Subuh segelintir angkatan melakukan berbagai aktivitas di asrama, mulai dari mencuci, mengobrol, bercanda, mencuci, dan tidur lagi.

Foto 11 Foto 12

Foto 13 Foto 14

Foto 15 Foto 16

Senin  nanti kami –yang duduk di Kelas 5- akan disibukkan dengan jadwal belajar yang padat merayap dan akan sangat sesak karena harus fokus untuk sidang karya ilmiah, Try Out (TO), Ujian Nasional (UN), SNMPTN, dan SBMPTN. Untuk adik-adik kelas kami mereka akan disibukkan dengan banyaknya ulangan dan lainnya. Semua sibuk, semua memprioritaskan banyak hal, semua ingin meraih yang terbaik, dan kami yakin kami bisa mencapai yang ingin kami capai.

***

Satu tahun. Jelas bukanlah waktu yang sebentar, tetapi kami yakin keluarga kami di kampung halaman mengerti bahwa di perantauan kami tengah berjuang menggapai mimpi. Mimpi tinggi untuk membuat mereka bangga.

Foto 17-Cover

Satu hal yang pasti Pulang Kampungnya SMART tahun ini banyak hal berkesan, banyak pengalaman berharga kami petik, banyak cinta dan kasih yang diberikan orang-orang tersayang disekitar kami. Kami rindu kampung halaman, namun rasa rindu ini akan kami dekap dalam hati, jadi ketika masanya tiba semua rindu akan tercurah tanpa henti.

Pak, bu, adik, kakak, paman, bibi, nenek,kakek, kami semua di sini baik-baik saja. Mohon doanya selalu dan sampai jumpa di Pulang Kampungnya SMART tahun depan :”). (AR)

 

2

Libur Telah Usai, SMART Kami Datang!

(Bagian 1)

“Neng kono kowe ati-ati,,jogo awakmu, ojolali mangan karo dongakno ibumu neng kene. Kene kabeh ngangeni awakmu, ojolali telpon”.

Nasihat ibuku sebelum aku naik pesawat. Nasihat sejenis (disertai tangisan) terdengar diberbagai sudut. Aku yang sedari tadi duduk termangu tiba-tiba merasakan kehangatan mengalir di pipi, aku menangis, seakan lupa kalau bukan aku saja yang berada di bandara. Untung saja aku tak sendirian, semua teman seperjalananku semuanya menangis, menangis dalam dekapan orangtua masing-masing. Pemandangan langka yang hanya bisa kulihat setahun sekali. Setelah momen penuh haru, kulihat satu persatu mereka berfoto bersama keluarganya

 

2

 

4

 

Sayang momen kebersamaan tersebut harus segera selesai karena dari pengeras suara terdengar panggilan untuk penumpang tujuan Jakarta, kami bergegas menuju gate yang telah ditentukan.

“Sampai jumpa tahun depan”

Kalimat perpisahan di atas menyadarkanku kalau hari ini, Sabtu (14-1) liburan Pulang Kampungnya SMART resmi berakhir. Kami semua harus menerima kenyataan jika kesenangan di kampung halaman harus kami tinggalkan dan kami harus kembali berjuang untuk belajar demi cita yang kami dambakan. Di dalam pesawat aku termenung, membayangkan wajah-wajah terkasih yang kutinggalkan ratusan menit yang lalu, lagi-lagi aku menitikkan air mata. Pesawat pun lepas landas, terbang meninggalkan semua kenangan manis di tanah kelahiran. Jakarta kami datang.

***

Pukul 10.43 kami sampai di Bandara Soekarno Hatta, kami menunggu di pintu kedatangan bersama teman-teman lainnya. Rombongan kami tiba terlebih dahulu, itu artinya kami harus menunggu rombongan lain datang. Setelah semua rombongan tiba kami segera naik ke bus untuk menuju SMART. Selama diperjalanan di dalam bus kami saling bertukar pengalaman di kampung halaman, gelak tawa dan kisah penuh canda tak terelakkan, ramai sekali sampai sampai rasa sedih yang kurasakan sirna entah ke mana. Ah rindunya aku pada mereka.

Kalau boleh jujur aku sebenarnya sangat tak sabar ingin kembali ke SMART. Ingin segera bertemu teman-teman sejawat, guru-guru, wali asrama, dan lainnya. Selama di SMART nanti aku bertekad untuk lebih baik lagi di semester baru, aku tak mau mengecewakan orangtuaku di kampung halaman. Aku ingin membuktikan kalau aku bisa berprestasi, pokoknya aku akan berjuang.

“Hei kamu kenapa?” tanya temanku terheran-heran. Aku terperanjat seraya berkata “Gak apa-apa kok hehe”. Aku baru sadar ternyata aku nampak berbicara sendiri sambil mengepal-ngepalkan tangan ke udara, tak heran temanku kebingungan.

***

Hmmm perjalanan dari bandara ke SMART jauh sekali, sejauh mata memandang yang kulihat hanya gedung bertingkat dan kemacetan. Jenuh melanda, kubuka gawai (yang nantinya akan ku titipkan ke sekolah), kulihat foto teman-temanku yang sedang dalam perjalanan menuju SMART juga.

2 (2)

Puas berselancar di dunia maya akhirnya aku tertidur pulas. (AR)

 

Bersambung…..

26695370_542626282782750_1529561654_o

Banyak Belajar, Banyak Bermain di Pulang Kampungnya SMART

26732198_542626272782751_380926566_o

Oleh: Syehan Rizki Anesa.

Pada 15 Desember lalu adalah hari penerimaan rapor bagi seluruh siswa SMART Ekselensia Indonesia, semua siswa nampak sumringah karena setelah pembagian rapor kami kembali ke kampung halaman masing-masing. Beragam hal telah kusiapkan jauh-jauh hari; mulai dari koper berisikan pakaian,buku, barang-barang yang diperlukan selama pulang ke kampung halaman, hingga oleh-oleh khas Bogor untuk keluarga tercinta.

26732370_542626296116082_840547189_o

Malamnya kami berangkat dari sekolah menuju Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 23.00 WIB  dengan menaiki bus pariwisata. Kami dibagi menjadi dua bus yang disesuaikan dengan terminal keberangkatan, aku yang pulang ke Pekanbaru dan turun di Terminal 1C disatukan dengan teman-teman dari Batam, Kupang, dan Bangka Belitung. Kami berdoa agar diberikan keselamatan selama perjalanan.

Kami pun menunggu waktu keberangkatan di bandara dengan tidur untuk menghemat energi. Setelah terlelap sebentar akhirnya waktu check in pun tiba, kami berpamitan kepada ustaz pembimbing dan langsung menuju ke dalam pesawat. Pesawat kami tujuan Jakarta-Pekanbaru Alhamdulillah mendarat dengan selamat pada pukul 07.25 di Bandara Sultan Syarif Kasim II. Aku , Kak Rahim, Dede, dan Malik akhirnya tiba di kampung halaman. Bahagia rasanya.

Pulang kampung kali ini selain berlibur aku dan teman-teman lainnya juga melakukan sosialisasi tentang SMART ke beberapa Sekolah Dasar (SD) di Pekanbaru didampingi oleh Kak Lily, mitra dari Dompet Dhuafa Riau.  Oh iya sosialisasi sendiri bertujuan mengenalkan SMART dan juga memberikan motivasi ke siswa siswa SD berprestasi untuk mengikuti seleksi SMART.

Secara bergantian kami memberikan penjelasan kepada mereka tentang SMART Ekselensia Indonesia. Mulai dari kegiatan belajar,kehidupan di asrama, hingga prestasi yang telah diraih SMART. Hal ini merupakan salah satu upaya dari Dompet Dhuafa Riau untuk mencari calon-calon siswa SMART Angkatan ke-15. Alhamdulillah setelah selesai melaksanakan sosialisasi banyak yang antusias bertanya tentang SMART lebih jauh lagi. Selain ke SDN 20, kami juga memberikan sosialisasi ke SD lainnya,seperti SDN 165,SDN 137, dan SDN 81.

Hari-hari selanjutnya hanya Kuisi di rumah. Melakukan kegiatan-kegiatan seperti biasa. Beberapa hari juga kuisi dengan pergi ke pasar atau toko untuk memenuhi kebutuhan selama di sekolah nanti. Seperti pakaian dan perlengkapan lainnya. Melihat diriku hanya berdiam diri di rumah sepertinya membuat ibuku memutuskan untuk mengajakku, adik, serta Malik dan Dede (kawanku di SMART) untuk berkunjung ke tempat Wisata Ulu Kasok,Candi Muara Takus, dan Sungai Hijau yang terletak di Kabupaten Kampar. Ulu Kasok ialah tempat wisata yang sedang populer di kalangan banyak orang karena menyakijan pemandangan yang terlihat seperti Raja Ampat, tak heran jika tempat ini dijuluki “Raja Ampat KW”. Butuh beberapa jam untuk bisa menjangkau lokasinya karena lokasinya yang memang agak sulit diterjang, namun semua perjuangan ke sana terbayar dengan pemandangan yang indah.

26695080_542626306116081_1450332227_o

Setelah puas berfoto-foto dan menikmati pemandangan yang indah, kami melanjutkan perjalanan ke Candi Muara Takus. Setelah tiba di sana,kami beristirahat dan makan di sebuah pondok. Senangnya bisa makan bersama, karena aku yakin bisa menguatkan tali silaturrahmi. Setelah selesai makan, kami melanjutkan berkeliling kawasan candi. Kawasan candinya tidak terlalu luas jadi kami bisa meikmatinya secara menyeluruh.

26732275_542626302782748_1747494030_o

Tidak lama berada di Candi Muara Takus, kami langsung pergi mencari tempat Wisata Sungai Hijau. Dikarenakan lokasi yang agak terpelosok menyebabkan kami beberapa kali menanyakan lokasi pada warga setempat. Setelah tiba di sana kami langsung membentang tikar, mengganti pakaian, dan langsung berenang. Saya, Malik,Dede,dan adik berenang dengan sangat bahagia. Airnya dingiiiiiiiin sekali dan arus yang cukup deras membuat berenang menjadi semakin seru. Setelah puas berenang kami  langsung pulang ke rumah masing-masing.

Alhamdulillah liburan Pulang Kampung kali ini membuatku banyak belajar terutama di bidang public speaking dan juga cara menguasai panggung, aku berharap di masa depan aku bisa menjadi public speaker handal, aamiin.

 

26735642_542626349449410_1028051847_o

IMG_20180106_170641

Liburan Penuh Makna di Awal Tahun

Oleh: Fahmi Ammar

Kelas V Jurusan IPA

 

Selama liburan, aku hanya menghabiskan waktu di rumah saja. Nonton teve, bermain gawai cerdas, bercengkrama di Facebook, dan masih banyak lagi. Ada sih beberapa kegiatan di luar rumah seperti mengantar adik ke sekolah, bermain di warnet, mengikuti kajian seru di masjid, berwisata ke Dieng dan terakhir yang menurutku terbilang sangat seru adalah ketika acara di  Pantai Anyer bersama sebuah organisasi. Tentu tak hanya pengalaman kudapatkan, tetapi juga hal lain yang membuatku semakin dewasa.

IMG_20180106_170641

Nama saya Fahmi, pada Minggu (07-01) kemarin saya mengikuti kegiatan di Pantai Anyer bersama orangtua dan teman-teman dari sebuah organisasi. Setelah melakukan berbagai persiapan, saya dan ayah pergi menuju tempat bis yang akan membawa kami ke tempat tujuan. Aku sedikit terkejut karena tak seorangpun yang kukenali, awalnya sedikit khawatir namun aku lega karnea akhirnya mengenali sesosok wajah di sana, Bagas namanya.

Ketika bus berjalan, tiba-tiba Bagas menyalakan air conditioner padahal kemarin kondisiku sedang kurang enak. Ingin kukatakan hal tersebut padanya namun tak enak, ya sudah kuberanikan diri saja mematikan ac seraya berkata “Gas, ac-nya kumatikan ya”. Alhamdulillah ternyata keputusanku tepat karena bukan aku saja yang sedang tidak enak badan, setelahnya aku terlelap. Setelah terlelap cukup lama kami tiba di Pantai Anyer, kami segera turun dari bis dan dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai daerah tempat tinggal. Kelompokku berkumpul dan kami saling berkenalan satu sama lain, sesi perkenalan pun selesai. Selanjutnya kami, Kelompok Idris, mulai berjalan  menuju panggung utama untuk makan hingga waktu Zuhur tiba. Sungguh nikmat bersantap di alam apalagi ditemani pohon kelapa dan angin sepoi-sepoi yang sejuk, kami semua bercengkrama dipenuhi canda tawa.

Setelah Salat Zuhur dan menanti beberapa lama, kami melaksanakan berbagai kegiatan seru yang mengasah kemampuan kami dalam berorganisasi dan memimpin. Seru sekali karena aku bisa belajar banyak dan berkenalan dengan teman-teman hebat dari berbagai daerah.

Banyak pelajaran bisa kuambil dari kegiatan kemarin adalah jangan lupakan silaturahmi. Kenapa aku bisa berkata begini? Karena aku sedih melihat teman lama yang kukenal lama di sana namun seolah tak mengenaliku, padahal menurutku penting sekali untuk menjalin silaturahmi. Kenapa? Karena menjaga silaturahim itu banyak hikmahnya seperti rezeki bertambah, terbentuknya keberkahan, dan sebagainya. Setelah mengikuti kegiatan ini aku semakin yakin untuk mempersiapkan masa depan lebih baik lagi.

cover Annual Report DD Pendidikan 2017

Public Expose Dompet Dhuafa Pendidikan 2017

cover Annual Report DD Pendidikan 2017

Program- program pendidikan dari Dompet Dhuafa Pendidikan telah menginjak usia 24 tahun semenjak Dompet Dhuafa lahir.

Proses belajar bersama masyarakat telah menghantarkan DD Pendidikan sebagai salah satu lembaga yang konsisten dalam memperjuangkan pendidikan kaum marjinal dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Advokasi berupa program-program pendidikan sebagai solusi nyata dalam usaha mewujudkan cita-cita lahirnya negara Indonesia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Program-program DD Pendidikan telah memberikan inspirasi, dampak bagi penerima manfaat maupun lembaga lain.

Tahun 2017 DD Pendidikan melakukan proses revitalisasi program untuk memperkuat pondasi program di tahun 2018. Berbagai perbaikan dilakukan salah satunya melakukan re-branding program sekolah model SMART Ekselensia Indonesia menjadi Islamic Leadership Boarding School, pembentukan asosiasi konsultan Sekolah Literasi Indonesia untuk memperluas dampak pendampingan sekolah, menyelesaikan metode USWAH menjadi metode pembinaan kepada seluruh penerima manfaat program DD Pendidikan, perluasan wilayah program menjangkau Merauke sampai Aceh.

Program yang semakin besar penerima manfaat dan luas wilayahnya membuat DD Pendidikan terus meningkatkan kualitasnya. Berbasis tiga divisi yaitu Makmal Pendidikan, Sekolah Model dan, Beastudi Indonesia, sistem manajemen pengelolalaan sesuai standar ISO 9001:2015.

Peningkatan kualitas manajemen pengelolaan program DD Pendidikan dilakukan berdasar Research and Development disetiap program, Human Capital, sistem Knowledge Management Center, finance, marketing communication dan enggagment alumni, relawan dan komunitas pendidikan membuat kami optimis menatap masa depan pendidikan Indonesia.

Bermodal pengelolaan organisasi berbasis knowledge management yang berjalan secara efektif dan efisien guna menyongsong 25 tahun kedua dan 100 tahun Indonesia merdeka menjadi pintu pembuka harapan.

Semoga Dompet Dhuafa Pendidikan bisa terus menghasilkan program masterpiece yang berdampak lebih besar bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban publik berikut ini kami lampirkan Laporan Tahun 2017 dan Program Strategis Dompet Dhuafa Pendidikan tahun 2018 yang dapat diakses secara online melalui tautan berikut ini:

bit.ly/laporantahunanDDpendidikan2017

IMG-20171228-WA0004

Pelajaran dalam Perjalanan?

Oleh: Usamah Ismail

Semuanya berawal dari spontanitas. Berawal dari celetukan bibiku –yang memang suka nyeletuk— tentang wisata sekeluarga mengunjungi “Kampung Coklat” yang ada di Kota  Blitar. Sebuah celetukan yang membuat kami sekeluarga berunding hebat. Tak disangka gayung bersambut karena nenek pulang membawa kabar gembira, beliau menyampaikan kalau baru saja mendapatkan uang arisan. “Ya sudah, ini pakai saja uang nenek untuk biaya kamu jalan-jalan. Nenek ikhlas,” ujar nenek seraya menggelontorkan sejumlah uang. Aku senang bukan kepalang karena tanpa terlalu banyak diskusi rencana “iseng” ini berhasil. Hanya butuh celetukan, rejeki, dan orang yang mengiyakan maka jadilah rencana kami sekeluarga jalan-jalan. Nah ada dua pelajaran yang kupetik dari sini, yuk simak.

IMG-20171228-WA0011

–Pelajaran 1–

Spontanitas tak selamanya buruk. Bahkan, kadang dibutuhkan untuk menghasilkan sesuatu yang wah. Karena, terlalu banyak pertimbangan biasanya hanya menghancurkan rencana yang telah atau sedang dibuat. Jadi, aku berpikir bahwa memang, terlalu banyak berpikir itu tak baik.

Kala itu, kami berangkat menggunakan mobil elf yang sudah disewa pada diskusi singkat sebelumnya. Aku mendapat tempat duduk di bagian paling depan di samping pak sopir. Selama perjalanan aku hanya duduk terdiam memangku sepupuku yang masih berusia dua tahun. Apa hal yang membuatku terdiam, padahal ini adalah wisata keluarga yang seharusnya diisi dengan canda tawa? Yah, perlu diketahui bahwa dari semua penumpang mobil besar itu, kaum lelaki duduk di kursi bagian terdepan mobil (aku, sopir dan sepupu bayi). Di belakang? Diisi oleh kaum hawa, mulai dari mbak-mbak, ibu-ibu, sampai nenek-nenek, termasuk adik perempuanku. Jadi, aku hanya diam mendengarkan dan berusaha memahami apa maksud obrolan kaum hawa di belakang (yah, kurang lebih isinya gosip ibu-ibu yang aku tak pernah paham).

–Pelajaran 2–

“Mungkin ini memang saatnya mengambil pelajaran,” pikirku.

Manusia sebagai makhluk hidup harus memiliki kemampuan beradaptasi. Selama ini aku bisa beradaptasi dan hidup tentram di lingkungan yang semuanya lelaki. Iya sekolahku, SMART Ekselensia Indonesia, isinya memang lelaki semua. Nah yang aku bingung seharusnya aku juga bisa beradaptasi dan membaur dengan lingkungan heterogen. Ahh… aneh memang. Tapi aku tak menyerah aku terus “memaksa” diri ini agar lebih baik dalam membaur di lingkungan baru dan lebih heterogen.

IMG-20171228-WA0000

Aku tiba di Kampung Coklat – Blitar dengan wajah sumringah, begitupula dengan keluargaku. Kami mulai memasuki gerbang dan disambut lorong gelap serta remang-remang. Di sepanjang lorong, terlihat banyak lukisan-lukisan yang menggambarkan semua sejarah tentang coklat. Rombongan keluargaku berjalan terlalu terburu-buru, jadi aku tak sempat membaca dan memahami semua lukisan di sana. Setelah melewati lorong, sampailah kami  di tempat rindang penuh dengan pohon coklat yang ternyata tak terlalu tinggi pohonnya.

IMG_20171226_100530

Aku terkejut saat melihat bagian dalam dari tempat wisata ini, ternyata indah. Yah walaupun isinya hanya orang berjualan berbagai macam produk berbahan dasar coklat, seperti es krim coklat, coklat panas, permen coklat berbagai rasa, dsb.  Aku hanya melihat-lihat ke sana ke mari dan tertawa. Karena memang dasarnya coklat itu harganya mahal, dan aku tak bawa uang karena aku juga tak tahu bahwa akan jadi seperti ini. Lalu, setelah diperhatikan lagi, ternyata ada tempat khusus -yang bukan untuk lapak jualan-, tempat terapi kaki dengan ikan. Entah apa sebutan dan khasiatnya, hanya karena ini yang termurah diantara yang lain, aku langsung menceburkan kakiku ke dalam kolam ikan itu dan menghabiskan waktu yang cukup lama hanya terduduk di sana sambil menunggu para wanita menyelesaikan urusannya -berbelanja, makan, dan mengobrol-.

IMG_20171226_105546

–Pelajaran 3–

Ambil hikmahnya. Liburan Pulang Kampung SMART kali ini aku banyak mengambil hikmah berharga dari awal tiba di kampung halaman hingga perjalanan ke Kampung Coklat.  Aku merasa menjadi sosok baru yang siap menyongsong kehidupan SMART lebih baik lagi. Ah tak sabar rasanya segera kembali ke sekolah.

IMG-20171228-WA0000

Yah apapun yang terjadi pada liburan kali ini, aku ambil saja hikmahnya…