SMART Ekselensia Indonesia

Pemuda! Mari Mencintai Bahasa Daerah!

Pemuda! Mari Mencintai Bahasa Daerah!

Oleh: Syahrizal Rachim,

Kelas XII IPS SMA SMART Ekselensia Indonesia

 

Indonesia adalah negeri yang sangat kaya, kaya akan budaya dan adat istiadat masyarakatnya. Salah satu dari kekayaan Bangsa Indonesia adalah bahasa yang beragam di seluruh penjuru negeri untuk dijaga sebagai warisan budaya nusantara.

Dewasa ini, perkembangan zaman sangatlah pesat. Globalisasi semakin menyebar  ke segala penjuru dunia. Perkembangan teknologi dan semakin mudahnya berkomunikasi menjadi sebagian kecil dampak positif globalisasi.

Para pemuda saat ini sangatlah mudah terpengaruh dampak dari globalisasi. Tanpa disadari, perkembangan globalisasi yang pesat pada generasi muda memengaruhi  kelestarian budaya negeri, salah satunya budaya daerah. Pengaruh globalisasi yang kuat mengubah kecintaan terhadap bahasa daerahnya sendiri ke budaya asing tanpa disaring terlebih dahulu.

Banyak pemuda menganggap bahasa daerah itu kuno, tidak berkembang dan tidak sesuai tren. Tidak sedikit para pemuda zaman sekarang yang bangga menggunakan bahasa asing ketimbang bahasa daerahnya. Kurangnya rasa bangga menggunakan bahasa daerah semakin membuat warisan budaya nusantara ini hilang tergerus oleh perkembangan zaman.

Generasi  muda zaman sekarang lebih banyak yang tertarik mendalami dan menggunakan bahasa asing. Terdapat segelintir pemuda yang takut masa depannya tidak berkembang jika mempelajari bahasa daerah. Kurang optimalnya sosialisasi yang menyeluruh kepada generasi muda tentang pentingya menjaga kelestarian bahasa daerah turut menjadikan bahasa daerah hilang tergerus zaman. Aktivitas-aktivitas belajar bahasa daerah di sekolah ataupun di tempat-tempat lainnya masih sangat sedikit dan hanya digunakan sebagai bahan pelengkap nilai rapor siswa.

Aktivitas-aktivitas pelestarian bahasa daerah di abad ke-21 harus senantiasa ditingkatkan. Kegiatan pelestarian bahasa daerah dapat diisi dengan kegiatan yang kreatif dan inovatif. Berbagai pihak dapat memanfaatkan tren generasi muda sekarang yang banyak menggunakan jejaring sosial.  Dengan total 93 juta pengguna jejaring sosial di Indonesia tahun 2016, berbagai pihak terkait dapat memanfaatkan kampanye-kampanye pemertahanan bahasa daerah lebih luas jangkauannya dan sesuai dengan tren generasi muda saat ini.

Para pemuda dapat menunjukan geliatnya dalam pelestarian bahasa daerah dengan mengikuti lomba-lomba bernuansa kearifan lokal. Semangat nyata pemuda cinta bahasa daerah dapat disalurkan pula dengan menciptakan berbagai kreasi, baik dalam bentuk tulisan, gambar ataupun media-media lainnya seraya mengasah inovasi dalam pelestarian bahasa. Pengaplikasian inovasi dari para pemuda haruslah senantiasa diteruskan sehingga pemertahanan bahasa daerah tidak terehenti pada satu orang saja serta tertanam sebagai nilai moral dan persaudaraan dari kebudayaan daerah itu sendiri.

Peran aktif dari berbagai pihak diperlukan untuk mewujudkan secercah harapan generasi muda peduli bahasa. Para orangtua dan pemangku kebijakan harus selalu menanamkan pentingnya pemertahanan bahasa daerah sebagai salah satu identitas bangsa serta kebanggaan negeri kini dan nanti.

ws-rendra_20161107_163611

Ini Puisi. Ini Rendra

Ini Puisi. Ini Rendra

Oleh: Muhammad Habiburahman

Alumni SMART Angkatan 9 saat ini berkuliah di UNS Jurusan Sastra Indonesia 2017

 

Aku tahu ini bukan Georgia, Rendra.
Tidak ada Negro di sini, kecuali si Jawa
Dan gereja boleh dimasuki siapa saja

Tidak ada yang menderita, di sini
Kecuali tukang becak yang seharian pulas
Tertidur dalam pangkuan becaknya

“Betsy.
Di mana engkau, Betsy?”
“Kulo senes Betsy.
Niki kulo, Pariem.”

Ini bukan Georgia, Rendra.
Ini Solo, tempat mbok Pariem menahan
kesedihan dalam pejam matanya.

Solo, 2018

IMG-20180228-WA0006

Asiknya Mengeksplorasi Aspek Kognitif C5 Melalui Boardgame

Asiknya Mengeksplorasi Aspek Kognitif C5 Melalui Boardgame

Oleh: Dede Iwanah

Guru IPS SMART

 

Pada Jumat, 27 April 2018 seperti biasanya suasana Kelas Sosial begitu gaduh. Riuh rendah suasana selebrasi di setiap kemenangan tim begitu membahana, ada siswa yang bersorak sorai, ada yang loncat-loncat kesenangan, ada yang berangkulan dengan teman satu tim, bahkan ada yang sampai terjatuh dari kursi dan tergeletak di lantai saking serunya suasana, serta berbagai ekspresi lain yang tidak dapat digambarkan satu persatu. Selain itu, ada juga yang tersenyum sambil menunduk karena kalah, tidak bisa menjawab pertanyaan dengan tepat dan harus keluar permainan, ada yang terkena hukuman coretan di muka, bahkan sit up dan push up pun harus dilakukan sebagai konsekuensi. Berbagai ekspresi inilah yang terlihat ketika boardgame yang mereka ciptakan diujikan kepada tim lain.

Ya, ini adalah ekspresi siswa kelas 2A dan 2B ketika belajar IPS materi keunggulan dan keterbatasan antar ruang dan pengaruhnya terhadap kegiatan ekonomi, sosial, budaya di Indonesia dan ASEAN. Materi setebal 58 halaman ini, terasa lebih mudah dipahami dan lebih menyenangkan ketika terangkum dalam delapan buah produk boardgame yang unik dan orisinil hasil karya siswa kelas 2A dan 2B SMART Ekselensia Indonesia.

Terlebih, dengan penugasan pembuatan board game ini, aspek kognitif yang hendak dicapai adalah C5, yaitu siswa mampu melakukan penemuan-penemuan baru dalam materi terkait. Setidaknya ada delapan produk board game yang mampu diciptakan secara berkelompok dengan kekhasan ide dan orisinalitas, baik poduk adaptif dari karya yang sudah ada maupun orisinil karya siswa. Adapun, produk-produk boardgame tersebut adalah:

  1. Maag Game (Maritim Agriculture Games)
  2. Beukah (Bebas Melangkah)
  3. Joe Biasa
  4. Papan Pancang
  5. Asri Safina (Asdar, Rizal, Saleh, Fiky, Najib)
  6. Joepardy
  7. Rodamu
  8. Ambil Peran Jawab Pertanyaan

Pada kesempatan kali ini, model pembelajaran yang digunakan adalah Project Based Learning dengan Pemanfaatan Boardgame dalam Pembelajaran IPS. Tujuan pembelajaran yang diharapkan adalah siswa mampu memperoleh pengetahuan, pemahaman, aplikasi, sekaligus melakukan penemuan baru dalam materi yang dipelajari. Selain itu, dengan tugas tidak terstruktur, siswa dapat lebih mengeksplorasi potensi dan ekspresi setiap anggota timnya.

Adapun nilai karakter yang hendak dicapai adalah bersungguh-sungguh, mampu bekerja dalam tim, peduli, bertanggung jawab, jujur dan sportif dalam menerima kemenangan atau kekalahan serta aturan main dari tim lain. Selain itu, diharapkan juga mampu meminimalisir praktek plagiarisme dalam sebuah karya.

Pembelajaran diakhiri dengan konfirmasi, refleksi, penguatan materi dari guru, pemberian reward kepada tim dengan perolehan nilai tertinggi, dan tidak lupa berdo’a. Semoga proses pembelajaran kali ini, bermanfaat bagi kreativitas dan skill motorik para sisiwa.

 

1

Belajar Beratapkan Langit

Belajar Beratapkan Langit

Oleh: Mezy

Beberapa hari lalu seluruh siswa Angkatan 11 SMART hiking ke Gunung Salak sebagai rangkaian kegiatan Pendidikan Dasar Kepemimpinan II.

Rombongan berangkat pada pukul 22.00 WIB dan sampai di kaki Gunung Salak pukul 00.00 WIB. Di sana telah disediakan tenda oleh advance team yang berangkat pukul 17.00 WIB. Sebelum tidur, kami menyeruput minuman hangat berupa wedang jahe, setelah itu kami pun tidur dengan nyenyak.

Pada pagi harinya, kami bangun dan bersiap pukul 04.00 WIB untuk melaksanakan Salat Subuh berjamaah. Mengambil wudu kala itu menjadi tantangan yang lebih berat dari biasanya karena air sangat dingin hingga menusuk sendi. Tapi kami tak mau kalah, kewajiban harus ditegakkan.

Ba’da Subuh, cuaca khas pegunungan menjadi lebih hangat dengan olahraga thifan yang dibimbing oleh Ustaz Syahid. Setelah badan segar berolahraga, kami pun sarapan pagi. Kemudian pada pukul 07.00 WIB, kami bergabung dengan kelompok masing-masing melakukan pendakian.

Tiga puluh menit pendakian menuju pos pertama menjadi pertaruhan antara gengsi dan wibawa. Jika menyerah taruhannya malu. Malu karena menyerah terlalu dini. Jantung berdetak kencang, nafas putus-nyambung, penglihatan berkunang-kunang dan betis seolah ingin meledak karena tajamnya tanjakan hutan pinus. Tak ada pilihan, kami harus bertahan, setiap orang bertanggung jawab pada diri masing-masing. Sebisa mungkin tidak menjadi beban bagi kelompok. Tak ada kesempatan bermanja tapi bukan berarti menjadi takabur dihadapan alam. Sungguh pelajaran yang sangat berharga di kelas beratapkan langit itu.

Target pendakian adalah Kawah Ratu. Namun setelah satu jam pendakian, tiba-tiba kami dihentikan oleh petugas setempat dikarenakan tak boleh melanjutkan perjalanan. Bukan hanya kami, ada ratusan pendaki lainnya yang juga menumpuk di pintu gerbang. Kabarnya tiga hari sebelumnya ada dua orang pendaki yang hilang. Tim SAR masih melakukan pencarian.

Para penunjuk jalan yaitu Pak Tajan dan Pak Sutrisno, anggota TNI AD, berusaha mencari jalan keluar agar kekecewaan kami terobati. “Seru dan agak hampa karena tidak sampai ke Kawah Ratu yang berada di atas gunung,” ujar Ahmad, kelas XI. Di sana kami diajarkan beberapa yel-yel ala TNI, lalu kami melanjutkan perjalanan alternatif ke sebuah curug/ air terjun.

2

Jalan menuju curug cenderung menurun, kami diajarkan bagaimana bertahan hidup dengan tumbuhan dan akar yang bisa dimakan. Setelah sampai di curug, tanpa pikir panjang, kami terjun ke ceruk yang menampung air terjun. Segarnya air pegunungan dan ikatan ukhuwah sungguh obat yang mujarab bagi lelahnya jiwa dan raga.

Selesai bersenang-senang, kami kembali ke lokasi kemah. Melewati jalur berbeda, menikmati gerimis sepanjang jalan, dan perlahan memahat kenangan dalam hati.

IMG-20180426-WA0002

Bekal Utama Menjadi Jawa Barat Juara

Bekal Utama Menjadi Jawa Barat Juara

Oleh: J. Firman Sofyan

Guru Bahasa Indonesia SMART

 

Kegiatan Olimpiade Guru Nasional (OGN) 2018 semakin dekat ke tahap akhir. Seleksi tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten, dan provinsi telah selesai dilaksanakan oleh dinas pendidikan masing-masing. Para juara dari tingkat provinsi tersebut akan mengikuti berbagai tes dalam final OGN yang akan dilaksanakan pada 4 sampai 8 Mei 2018 di Lombok, NTB.

Provinsi Jawa Barat mengirimkan 19 finalis OGN untuk jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Berikut adalah rincian finalis OGN yang mewakili Jawa Barat dalam final OGN tingkat nasional

  1. Jenjang SD berjumlah 1 orang sebagai guru kelas.
  2. Jenjang SMP terdiri atas mata pelajaran Matematika 1 orang, IPS 2 orang, IPA 2 orang, Bahasa Indonesia 2 orang, dan Bahasa Inggris 1 orang.
  3. Jenjang SMA dan SMK terdiri atas mata pelajaran Antropologi 1 orang, Matematika 1 orang, Pendidikan Agama Islam 1 orang, Bahasa dan Sastra Indonesia 2 orang, Bahasa dan Sastra Inggris 3 orang, Bimbingan dan Konseling 2 orang.

Kabupaten Bogor boleh berbangga karena berhasil mengirimkan tiga finalis ke OGN tingkat nsional. Mereka adalah  J. Firman Sofyan, S.Pd. dari SMA SMART Ekselensia Indonesia dan Retno Cahwati, S.Pd. dari SMA Dwiwarna untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia serta Irvan Dedi, S.Pd., M.Pd. juga dari SMA Dwiwarna. Ketiga guru tersebut menjadi finalis setelah bersaing dengan lebih dari 270-an peserta OGN Bahasa Indonesia dan 300-an peserta OGN Matematika.

IMG-20180426-WA0001

Para finalis OGN perwakilan Jawa Barat telah mengikuti kegiatan pembinaan OGN agar berprestasi di tingkat nasional. Kegiatan pembinaan/pembekalan peserta OGN jenjang SD, SMP, SMA dan SMK Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2018 di Hotel Takashimaya, Jalan Raya Grand Hotel Lembang Nomor 224 Kabupaten Bandung Barat tanggal 22 s.d. 25 April 2018.

Tujuan Pembekalan OGN jenjang SD, SMP, SMA dan SMK bertujuan untuk

  1. Memotivasi guru dalam meningkatkan wawasan pengetahuan, profesionalisme, dan kinerja guru;
  2. Menumbuhkembangkan budaya kompetitif yang sehat di kalangan guru SD, SMP, SMA dan SMK;
  3. Membangun komitmen guru SD, SMP, SMA dan SMK dalam menignkatkan mutu pendidikan;
  4. Menguatkan profesi guru SD, SMP, SMA dan SMK sebagai profesi yang terhormat, mulia, dan bermartabat.

Pembukaan kegiatan Pembinaan/Pembekalan OGN Jawa Barat dilaksanakan pada hari Minggu, 22 April 2018. Salah satu materi yang disampaikan pada pembukaan pembekalan tersebut adalah berbagi pengalaman dari juara OGN nasional mata pelajaran Bahasa Inggris tahun 2016. Cerita yang sangat inspiratif, namun mampu membuat para peserta pembekalan panas dingin.

Pada hari Senin sampai Rabu, 23 s.d. 25 April, para finalis dibimbing dan dibina oleh para narasumber berpengalaman. Narasumber adalah dosen-dosen dari dua PTN terkemuka di Jawa Barat, yaitu UPI dan ITB.

Para finalis dibimbing dalam mengerjakan soal-soal profesional dan pedagogik. Selain itu, para finalis pun diberikan materi penulisan best practice. Tidak lupa juga, para finalis dilatih cara berbicara di depan umum dengan efektif. Para finalis pun tentu saja diberi keterampilan menyusun salindia (slide) materi pembelajaran serta cara efektif mempresentasikan salindia tersebut.

Pada hari ketiga, para peserta mempresentasikan materi pembelajaran yang telah dibuat. Pelaksanaan presentasi dilaksanakan semirip mungkin dengan kisi-kisi presentasi final OGN. Para peserta dibera waktu 30 menit untuk presentasi dan 5 menit untuk menjawab pertanyaan yang diberikan juri. Sesi tanya jawab tersebut merupakan salah satu penilaian tertinggi dalam final OGN. Peserta yang tidak mampu menjawab pertanyaan juri harus berbesar hati saat digertak, disalahkan, bahkan dinyatakan gagal. Gertakan tersebut bertujuan untuk melatih mental para finalis OGN.

IMG-20180426-WA0004

Presentasi peserta selesai puku 10.00. Pada waktu yang bersamaan, panitia pun dengan resmi menutup acara pembinaan/pembekalan peserta OGN jenjang SD, SMP, SMA dan SMK Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2018.

Provinsi Nusa Tenggara Barat akan menjadi lokasi pertarungan dan persaingan para finalis OGN dari seluruh Indonesia. Kontingen Jawa Barat memiliki tekad untuk bertarung dan bersaing dengan siap, baik jiwa maupun raga. Sportivitas dan integritas menjadi modal utama kontingen provinsi yang terkenal dengan PERSIB-nya. Modal materi yang telah dimiliki semoga menjadi senjata utama untuk meraih gelar juara. Mari kita doakan agar kontingen Jawa Barat, terutama Guru Bahasa Indonesia SMART Ekselensia Indonesia, Ust. J. Firman Sofyan, mendapatkan medali emas pada ajang Olimpiade Guru Nasional 2018. Gelar juara tersebut sekaligus menasbihkan slogan Jawa Barat: Jabar Kahiji, Jabar Juara!

cara-menjadipribadi-yang-disiplin

Ingat Disiplin Ingat SDS dan Satgas

Ingat Disiplin Ingat SDS dan Satgas

Oleh: Daus & Raden

Kedisiplinan memiliki kata dasar disiplin yang berarti ketepatan waktu dan kondisi. Disiplin merupakan salah satu nilai SMART yang mempunyai arti sendiri yaitu membantu pembinaan karakter bagi orang secara umum.

Di SMART sendiri terdapat 2 badan kedisiplinan yaitu SMART Discipline SMART (SDS) yang kinerjanya dikhususkan untuk asrama, lalu ada SATGAS (Satuan Tugas) yang tugasnya mengambil alih kedisiplinan sekolah.

Berdasarkan sejarah kedisiplinan, sekolah berada di naungan SDS, namun adanya SATGAS dalam kinerja kedisiplinan sekolah, harapannya SDS dan SATGAS ini bisa menjadi mitra dalam pengembangan karakter disiplin baik di sekolah maupun di asrama. Namun, faktanya kinerja 2 badan kedisiplinan ini kurang mulus, mungkin dikarenakan anggota SATGAS yang minim dan baru atau kurangnya koordinasi antara SATGAS dan SDS.

Hal itu terlihat pada saat apel pagi yang awalnya petugas kedisiplinan apel pagi ada di tangan SDS dan berjalan cukup baik namun saat adanya SATGAS terlihat kurangnya  koordinasi. Jadwal petugas apel kurang teratur mungkin kedepannya bisa diperbaiki agar lebih baik lagi, jadi dari SDS sendiri terlihat kurang adanya program baru, inovasi dan kinerja SDS sekarang lebih berkesan pada hukuman, lalu pengawasan SDS terhadap siswa pun kurang ketat, terlihat pada saat kegiatan di masjid sedang berlangsung.

Mungkin masalah-masalah di atas terjadi karena kurangnya koordinasi dan program kerja yang kurang terlaksana. Masukan untuk badan kedisiplinan siswa SMART sebelum berjalannya aktivitas atau kegiatan kedisiplinan adalah merencanakan program kerja, pembagian tugas dan evaluasi kegiatan kedisiplinan. Harapannya untuk SATGAS dan SDS dapat lebih baik dan optimal dalam kinerjanya, lalu untuk siswa diharapkan bisa bekerjasama dalam menegakkan kedisiplinan di SMART Ekselensia minimal mampu memperbaiki dirinya sendiri, jikalau diri sendiri sudah baik maka keseluruhannya akan mudah menjadi lebih baik. Narasumber: Alfian Fathan Mubina.

 

1

Karena Pemimpin Berkarakter Ciri Anak Kekinian

Karena Pemimpin Berkarakter Ciri Anak Kekinian

Oleh: Aziz dan Zaky

“Innama bu’itstu liutammima makarimal akhlaq”. Hadis yang disabdakan ini menunjukan bahwa Nabi Muhammad Saw. diutus oleh Allah Swt. bukan untuk “mengganti” akhlak, akan tetapi “memperbaiki” akhlak yang sudah ada. Hal ini membuktikan bahwa Nabi Muhammad menghargai usaha kemanusiaan sejak beribu tahun dahulu daripadanya.

Dalam literatur sejarah kita bisa melihat dan mengetahui bahwa dengan budi pekerti (Al-Qur’an), bangsa Arab Jahiliyah bertransisi menjadi sebuah bangsa yang besar yang peradabannya diakui sebagai salah satu rantai emas yang gilang gemilang dalam sejarah kemanusiaan.

Datangnya Zaman Renaisans di Benua Biru, Eropa, sejak dari kebangkitan Luther dan Calvin  hingga Revolusi Prancis, membuat Eropa mendapat jiwa yang baru, teknik yang modern dan organisasi yang teratur. Semuanya berawal dari kebangkitan budi pekerti Islam zaman dulu  yang mereka contoh dan terapkan dalam kehidupan sedang pada saat itu negeri Timur hanya diselimuti oleh budi yang telah mati.

Budi pekerti atau karakter menjadi salah satu dasar untuk meraih kesuksesan yang hakiki. Tanpa budi pekerti, sepandai apapun manusia tidak ada harganya. Tanpa budi pekerti, sekaya apapun manusia tidaklah bernilai dibandingkan dengan kekayaan yang ia miliki.

Menurut  para ahli timbulnya kebobrokan karakter manusia adalah  lantaran sempitnya tempat manusia untuk tegak di dalam hidupnya. Orang yang sempit hidupnya kurang peduli pada keadaan orang lain dan hanya mementingkan keadaan dirinya saja. Orang-orang yang demikian dinamakan manusia yang lemah pikirannya dalam membedakan mudharat dan manfaat. Ia tidak mengetahui dan pura-pura mengetahui bahwa perbuatan yang dilakukannya akan merugikan orang lain.

Dalam proses pembinaan karakter, kita bisa mencontoh proses pembinaan  karakter anak muda di Korea Selatan. Setiap pemuda yang menjadi warga negara Korea Selatan diwajibkan untuk mengikuti Wajib Militer (WaMil). Kita tahu bahwa pola pelatihan militer yang terkesan keras itu bertujuan membentuk kecakapan fisik dan mental serta salah satu proses pembentukan karakter kedisiplinan.

Selain itu, kita bisa melihat proses pembinaan karakter budi pekerti di dalam sistem pendidikan Islam. Sistem pendidikan Islam membawa pengaruh yang signifikan dalam pembinaan karakter anak bangsa. Bahkan, banyak tokoh-tokoh bangsa yang berpengaruh di Indonesia  adalah alumni  dari sistem pendidikan ini.

Dalam sistem pendidikan Islam, untuk melatih kedisiplinan, pembiasaan shalat Qiyamul Lail menjadi salah satu instrumen yang penting dilaksanakan, tak hanya untuk melatih kedisiplinan, shalat Qiyamul Lail juga membiasakan diri untuk tunduk  dan merendah di hadapan Maha Kuasa.

Dalam melatih kesabaran, puasa sunnah adalah instrumen yang tak ketinggalan, bersabar dalam menahan lapar dan hawa nafsu berperan besar dalam pendidikan karakter.

Dewasa ini, sistem pendidikan di Indonesia telah mengacu dan mengutamakan kurikulum pendidikan karakter budi pekerti dalam sistem pembelajaran kurikulum 2013. Pembinaan karakter siswa menjadi salah satu prioritas utama. Sudah sepantasnya pendidikan karakter ditingkatkan di negeri ini, negeri yang sedikit demi sedikit  moral dan karakternya mulai binasa, kriminalitas mulai menjadi hal yang biasa, korupsi telah jadi budaya, serta diskriminasi politik dan agama bukan lagi peristiwa yang langka.

Berpikir untuk kemajuan bangsa harus kita canangkan dari jauh-jauh hari. Tentu saja untuk memajukan suatu bangsa, terlebih dahulu kita harus memperbaiki budi pekerti diri kita sendiri. SMART Ekselensia Indonesia, sekolah kami, sebagai sekolah yang memiliki visi “membentuk pemuda yang berjiwa pemimpin”, tentu menjadikan pendidikan karakter sebagai kurikulum dalam sistem pendidikannya. Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus memaksimalkan kesempatan untuk perbaikan karakter di SMART ini untuk memajukan bangsa Indonesia.

poster SNMPTNArtboard 1
,

SNMPTN 2018 Kami Menaklukanmu!

SNMPTN 2018 Kami Menaklukanmu!

Tahukah kamu kalau Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan siswa SMA seluruh negeri untuk masuk PTN favorit? Nah di 2018 ini sebanyak 586.155 peserta dari beragam SMA mendaftar dan mencoba peruntungan mereka demi mendapatkan PTN yang diinginkan.

Pada Selasa (17-04) menjadi hari  yang paling tunggu oleh siswa SMA di seluruh Indonesia, pasalnya di hari itu pengumuman SNMPTN 2018 resmi diumumkan dan sebanyak 110.946 peserta dinyatakan lolos. Euforia kelulusan juga terasa hingga SMART Ekselensia Indonesia, sebanyak 16 siswa berhasil  lolos SNMPTN. Daripada kamu penasaran siapa saja yang lolos SNMPTN tahun ini yuk segera saja lihat di bawah ini:

  1. Abdullah T. Hasyim: UNPAD – Farmasi
  2. Ade Surya Handika: ITB – STEI
  3. Aji Pangestu: IPB – Ilmu Gizi
  4. Dwi Bagus Nugroho: IPB – Man. SD Lahan
  5. Endy Fajar R: IPB – Tek. Pertanian & Biosistem
  6. Fathira Aragio: ITB – FTI
  7. Hizbulloh Ash Shidiqy: ITB – STEI
  8. M. Habibullah: IPB – Ilmu Komputer
  9. M. Zidan Amali: ITB – FTTM
  10. Putra Ramadhan: UNPAD – Teknik Geologi
  11. Bima Awanda: UNPAD – Manajemen
  12. Gilang Arisandi: UNPAD – Ekonomi Islam
  13. M. Rosyid: UNPAD – Ekonomi Pembangunan
  14. M. Rofiq Sidiq: UNPAD – Ilmu Komunikasi
  15. Roni Pamungkas: UNPAD – Ilmu Kesejahteraan Sosial
  16. Syahrizal Rachim: UNPAD – Ilmu Hukum

“Saya sangat bersyukur karena usaha saya selama ini tak sia-sia,” ujar Hizbulloh yang berhasil lolos STEI ITB dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di ruang kelas. “Saya akan berusaha lebih baik lagi agar cita saya dapat direngkuh,” tutupnya.

***

SMART Ekselensia Indonesia adalah sekolah menengah akselerasi, berasrama, dan  bebas biaya untuk anak-anak marjinal yang tidak memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang berkualitas karena faktor ekonomi. SMART Ekselensia Indonesia menyelenggarakan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ditempuh selama lima tahun. Saat ini SMART telah meluluskan 10 angkatan dengan rerata lulusannya 97% diterima di PTN favorit

“Pencapaian ini menjadi tolak ukur bagi kami agar tahun depan bisa meningkatkan prestasi dan semua siswa SMART 100% bisa masuk PTN,” ungkap Pak July Siswanto, Kepala Sekolah SMART.

Kami berharap semoga ke depannya kami dapat mengukir prestasi lebih baik lagi, doakan kami ya Sob. (AR)

2

Kami Siap Memimpin, Kami Siap Dipimpin

Kami Siap Memimpin, Kami Siap Dipimpin

Oleh: Rafiq dan Hilman

 

Ready to lead, ready to be lead,” itulah tema SMART Camp tahun ini. SMART Camp merupakan acara tahunan SMART Ekselensia Indonesia. SMART Camp merupakan ajang untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan bagi siswa kelas 1 dan 2 SMP SMART Ekselensia Indonesia. Kegiatan dikomandoi oleh Ustaz Dhiana beserta jajaran panitianya, bertempat di kaki gunung Salak, Desa Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Selama 2 hari tersebut siswa melakukan banyak kegiatan, terutama yang berkaitan tentang kepramukaan. SMART Camp dimulai dengan upacara pembukaan di lapangan apel Bumi Pengembangan Insani (BPI). Pembina upacara kali ini adalah Kepala Sekolah SMP yaitu Ustaz July Siswanto. Beliau memberi amanah bahwa “hal-hal yang baik yang diperoleh dari SMART Camp agar diamalkan terutama dalam hal kedisiplinan dan ketertiban baris-berbaris”.

Ada satu pengumuman yang sebenarnya membuat para peserta SMART Camp kecewa terutama kelas 2 dikarenakan para peserta tidak diperkenankan untuk membawa MP3 dan kamera, mungkin agar para peserta lebih fokus pada kegiatan, namun hal tersebut tidak melunturkan semangat siswa untuk berpartisipasi dalam SMART Camp 2018.

Setelah upacara berlangsung, siswa diberikan arahan untuk menaiki truk masing-masing kelompok. Siswa pun berebutan untuk mendapatkan posisi yang paling nyaman namun masih saja terdapat siswa yang berdiri di dalam truk dikarenakan tidak terdapat tempat duduk.

3

Perjalanan berlangsung selama kurang lebih empat jam ditambah lagi dengan kondisi cuaca yang panas. Lengkap sudah penderitaan di dalam truk. Setelah melalui perjalanan yang panjang, tibalah di tempat tujuan namun belum sampai ke bumi perkemahan. Siswa diturunkan di dekat sebuah masjid. Siswa diperkenankan untuk istirahat sejenak dan Salat Asar berjamaah kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki ke bumi perkemahan.

Tak lama tibalah siswa di bumi perkemahan. Siswa dibariskan kembali untuk informasi tentang peraturan selama berkemah dan  pembagian tenda, tenda yang diberikan cukup untuk menampung sekitar empat sampai sepuluh orang.

Selesai mendirikan tenda siswa diperkenankan untuk Ishoma (Istirahat, Sholat, dan Makan). Selanjutnya mengganti pakaian dengan seragam pramuka lengkap karena akan melaksanakan upacara api unggun dan pentas seni.

4

Acara yang paling ditunggu oleh masing-masing kelompok yaitu pentas seni, tapi sangat disayangkan acara ini tidak berjalan dengan lancar. Acara kurang terorganisasi dalam menentukan urutan tampil masing-masing kelompok. Setelah menyaksikan pentas seni siswa baru diperkenankan untuk tidur di tenda masing-masing.

Belum puas rasanya siswa tidur untuk menghilangkan penat sisa perjalanan, kami sudah dibangunkan kembali untuk melaksanakan jurit malam.

Jurit malam kali ini dibagi menjadi tiga pos. Pos pertama siswa diberikan tugas berupa mencari potongan-potongan kertas yang akan menjadi petunjuk di pos selanjutnya. Pos kedua untuk mencari  kunci  di sebuah villa yang dari luarnya saja sudah mengerikan. Sayangnya tidak semua kelompok mendapatkan kunci dikarenakan ada yang iseng menyembunyikanya. Langsung berlanjut ke pos ketiga untuk mencari sebuah peti lalu membuka peti tersebut dengan menggunakan kunci yang sudah didapatkan.

Setelah menyelesaikan tantangan di setiap pos, siswa dikumpulkan untuk membuat sebuah lingkaran besar di salah satu sudut lapangan bumi perkemahan. Siswa diarahkan untuk melakukan perenungan dari segenap rangkaian kegiatan dan refleksi diri. Setelah itu siswa diperkenankan  kembali ke tenda untuk melaksanakan salat tahajjud dilanjutkan dengan salat subuh berjamaah dan senam pagi.

Selanjutnya, siswa membersihkan tenda dan bersiap-siap untuk melakukan penjelajahan. Tak lama siswa kembali dikumpulkan di lapangan bumi perkemahan untuk briefing penjelajahan bersama Ustaz Novi Utami

Penjelajahan kali ini dibagi menjadi lima pos. Pos pertama adalah pos di mana masing-masing kelompok menyelesaikan sebuah puzzle. Pos ini juga menentukan urutan jalan pada saat penjelajahan nanti sekaligus menentukan Spy. Spy adalah salah satu anggota kelompok yang beruntung mendapatkan tugas tambahan yaitu menggagalkan misi kelompoknya sendiri di setiap pos yang mereka lalui.

Dari pos pertama berlanjut ke pos kedua yaitu pos yang dikawal Ustaz Nana dan Ustaz Dhiana. Masing-masing kelompok diberikan tugas memecahkan sebuah sandi yang diberikan oleh kakak pembina.

Berlanjut ke pos ketiga. Pos ini dijaga oleh Kak Akmil dan Ustaz Amaliah. Setiap kelompok diberikan tugas menurunkan tongkat hanya dengan menggunakan dua jari dan setiap anggota kelompok harus menyentuh tongkat dan tidak boleh miring. Banyak kelompok yang gagal dalam melakukan misi di pos ini.

1

Melalui perjuangan yang sulit di pos ketiga, masih ada dua pos lagi yang menunggu. Lanjut ke pos keempat. Pos ini dijaga oleh Ustd. Erdiansyah. Setiap kelompok akan diberikan secarik kertas yang berisi aba-aba PBB (Pelatihan Baris Berbaris). Peraturannya adalah jika ada salah satu gerakan saja yang salah, maka akan mendapat hukuman berupa berguling dengan posisi badan berbaring sejauh kurang lebih 4-7 meter. Belum cukup sampai di situ, siswa juga diharuskan menyamar menggunakan lumpur dan rerumputan liar.

Dari pos keempat, penjelajahan kembali berlanjut menuju pos terakhir. Pos ini dikawal oleh Kak Ahmad dan Ustaz Fauzan. Pos ini harus memindahkan lima gelas ke dalam ember hanya dengan menggunakan seutas tali. Ternyata ada trik tersendiri dalam melakukannya sehingga di antara delapan kelompok, tidak ada yang berhasil memindahkan lima gelas dengan sempurna. Pos ini juga memiliki hukuman yaitu push-up sebanyak sepuluh kali di dalam air.

Selesai menjalankan misi di pos terakhir, akhirnya siswa diperbolehkan untuk menikmati sejuknya air terjun yang mengalir deras dan tidak lupa mengabadikan pengalaman yang sangat berharga.

Puas berenang dan mengambil gambar, barulah siswa kembali ke bumi perkemahan untuk mengganti pakaian dan membereskan tenda, melaksanakan upacara penutupan sekaligus pemberian hadiah kepada beberapa kelompok terbaik. Akhirnya siswa kembali ke SMART, sekolah tercinta.

Hal yang perlu ditanamkan adalah walau SMART Camp telah usai tapi jiwa kepemimpinan harusnya tetap terjaga di jiwa siswa Smart Ekselensia Indonesia khususnya kelas 1 dan kelas 2. Demi mewujudkan salah satu visi SMART yaitu berjiwa pemimpin yang tergambar lewat yel-yel SMART Camp, “Siap Memimpin Siap Dipimpin”.

 

 

 

 

SMART Ekselensia Indonesia

Kami Tidak Takut! UNBK 2018 Akan Kami Taklukkan

Kami Tidak Takut! UNBK 2018 Akan Kami Taklukkan

 

Rasa baru kemarin kami melaksanakan sidang Karya Ilmiah Siswa SMART (KAISS), tetiba Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018 sudah datang saja. Sekadar informasi untuk kalian, Ujian Nasional (UN) tahun ini kami menggunakan sistem berbasis komputer alias UNBK seperti tahun sebelumnya. “Lalu apa sih UNBK?” Mungkin sebagian dari kamu  belum tahu apa itu UNBK, UNBK adalah Ujian Nasional Berbasis Komputer atau biasa juga disebut Computer Based Test (CBT) di mana sistem pelaksanaannya menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.

Penyelenggaraan UNBK pertama kali dilaksanakan pada 2014 secara daring (online.pen) dan terbatas di SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Hasil penyelenggaraan UNBK pada kedua sekolah tersebut cukup menggembirakan dan semakin mendorong untuk meningkatkan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Selanjutnya secara bertahap pada 2015 lalu akhirnya dilaksanakan rintisan UNBK dengan mengikutsertakan 556 sekolah yang terdiri dari 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 379 SMK di 29 Provinsi dan Luar Negeri.

Penyelenggaraan UNBK saat ini menggunakan sistem semi-daring yaitu soal dikirim dari peladen (server.pen) pusat secara daring melalui jaringan (sinkronisasi) ke peladen lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh peladen lokal (sekolah) secara luring (offline.pen). Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari peladen lokal (sekolah) ke peladen pusat secara daring. Yang jelas kami telah mempersiapkan dengan baik segala sesuatu yang berhubungan dengan ujian yang –katanya- menentukan nasib kami di masa depan ini.

Jauh sebelum UNBK tiba kami sudah sibuk belajar, belajar, istirahat, belajar, dan belajar. Kelihatannya belajar melulu ya? Padahal tidak juga kok, ada waktu di mana kami bisa bersantai, bahkan mungkin terlalu santai hehe. Mulai hari ini, Senin (09-04) hingga Kamis (12-04) kami akan berjuang dan bertarung dengan soal-soal yang menentukan kelulusan kami. Keheningan jelas menyelimuti SMART, karena selama Kelas XII melaksanakan UNBK, kelas di bawahnya (kelas VII, VIII, IX, X) tidak boleh ribut untuk menghormati kakak-kakak kelas yang sedang melaksanakan UNBK; para adik kelas juga dilarang ke Laboratorium Komputer SMP, tempat dilaksanakannya UNBK.

Dari tahun ke tahun ada ritual yang selalu kami lakukan sebelum masuk ke kelas untuk melaksanakan ujian lho, pukul 06.30 WIB kami sudah berkumpul di masjid untuk melaksanakan Salat Duha agar hati lebih tenang, sekaligus meminta kemudahan ketika mengerjakan soal yang diujikan. Setelahnya kami berkumpul untuk doa bersama yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah. Ketika dirasa cukup dan hati kami sudah lebih tenang kami baru diizinkan masuk ke kelas. Berbeda dengan ujian di tahun-tahun sebelumnya, tahun ini peserta ujian dibagi menjadi tiga shift yakni pukul 07.30-09.30 untuk Kelompok 1, pukul 10.30-12.30 untuk Kelompok 2, dan pukul 14.00-16.00 untuk Kelompok 3. Lalu kenapa dikelompokkan? Karena mencegah terjadinya keriuhan dan koneksi yang kurang stabil, oleh karenanya ujian dibagi menjadi tiga bagian.

Tahukah kamu kalau setiap tahunnya SMART (Alhamdulillah) berhasil meluluskan semua muridnya dan rerata capaian sekitar 97% diterima di PTN kenamaan? Oleh karenanya banyak pihak yakin kalau UNBK 2018 mampu membuat SMART meluluskan semua siswa-siswanya dan masuk PTN favorit, aamiin.

“Jujur deg-degan banget, tapi karena sudah belajar dan yakin pasti bisa, jadinya tak khawatir lagi. Bismillah saja pokoknya,” ujar Iqbal, Kelas XII IPS, harap-harap cemas. “Kalau saya sih yakiin bisa, saya merasa percaya diri sekali hari ini,” kata Devon, Kelas XII IPA, menimpali.

P_20180409_091509_HDR

Ada 53 siswa yang mengikuti UNBK, selama empat hari kami akan berjuang menyelesaikan mata pelajaran yang  di-UNBK-kan. Untuk mata pelajaran yang diujikan sendiri antara lain Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris. Lalu ada satu hari khusus untuk mata pelajaran pilihan yakni Biologi, Fisika, dan Kimia untuk jurusan IPA. Ekonomi, Geografi, Sosisologi untuk jurusan IPS.

Oh iya sekadar informasi untuk kalian, kalau setiap tahunnya banyak juga lho teman-teman kita yang stres menjelang dan saat ujian tiba, pun kami merasakan hal yang sama. Selain (mungkin) karena kurangnya persiapan dan kesiapan, bisa juga karena standar yang dipatok lumayan tinggi. Nah kami ada beberapa tips nih untuk kalian agar tidak stres menghadapi UNBK tahun depan:

  1. Kamu harus siap lahir batin! Jangan anggap UNBK sebagai momok menakutkan, anggap saja ulangan biasa dengan soal yang lebih menantang.
  2. Persiapkan mental dan diri sebaik mungkin, karena yang tahu kapasitasmu kan hanya kamu.
  3. Banyak-banyak berdoa karena kekuatan doa itu maha dahsyat.
  4. Jangan lupa sarapan sebelum ke sekolah, karena sarapan terbukti mampu menambah daya konsentrasi.
  5. Percaya diri dan jangan pernah menyontek!
  6. Kerjakan soal yang menurut kamu paling mudah.

Semoga tips tersebut membantumu

Kami mohon doamu ya, semoga kami bisa mengerjakan soal dengan baik, mendapatkan nilai yang baik, dan bisa masuk PTN yang kami inginkan. Kami juga mendoakan agar kalian semua juga lulus dengan nilai terbaik aamiin! Doakan kami juga ya Sobat SMART! (AR)

#SMARTSemangat #Ritme