, ,

Katanya Cinta Budaya, Kok Belum Daftar OHARA?

Katanya Cinta Budaya, Kok Belum Daftar OHARA?

 

Halo para Pejuang Budaya dan Sahabat Pendidikan.. ada kabar baik untuk kalian nih! Pendaftaran Olimpiade Humaniora Nusantara (OHARA) 2019 resmi dibuka!!
Ayo pelajar SMP dan SMA sederajat di seluruh Indonesia, jangan lewatkan kesempatan ini! Ada Piala Bergilir dari Kemendikbud dan Gubernur Jawa Barat yang bisa kalian perebutkan. Ada sertifikat tingkat nasional, Piala Tetap OHARA, serta total hadiah puluhan juta rupiah yang bisa kalian bawa pulang. Ditambah lagi kesempatan bertemu para peserta se-Indonesia dan keseruan-keseruan lain yang sayang untuk dilewatkan.
Pendaftaran OHARA dibuka sampai 16 Oktober 2019 lho… Ini dia perlombaan dan acara yang hanya ada di OHARA 2019:
A. Kompetisi Khusus untuk Pelajar SMA sederajat:
1. Festival Akulturasi Kuliner Nusantara
2. Dokumenter Budaya
B. Kompetisi Khusus untuk Pelajar SMP sederajat:
1. Lintas Nusantara
2. Lomba Karya Tulis Ilmiah
3. Mini Soccer
C. Kompetisi untuk Pelajar SMP dan SMA sederajat:
1. Opera Van Jampang
2. Story Telling
D. Acara untuk Umum:
Festival Budaya
Informasi selengkapnya dan pendaftaran online dapat diakses di www.smartekselensia.net/ohara2019
Atau kontak narahubung:
• 081291387493 (Masfufatun)
• 081287818831 (Mezi)
Tunggu apalagi teman-teman? Ayo, tunjukkan kepedulianmu pada budaya bangsa karena nasib negeri ini ada di tangan kita!
OHARA 2019, Kreasikan Uniknya Budaya Bangsa
Salam Pejuang Budaya!

Menginspirasi Dalam Sunyi. Sebuah Kekuatan Pemuda yang Perlu Kamu Pahami

Menginspirasi Dalam Sunyi. Sebuah Kekuatan Pemuda yang Perlu Kamu Pahami

Oleh: Purwoudiutomo, GM Beastudi Indonesia

 

Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki pemuda” (Tan Malaka)

April 1993, surat kabar Republika yang baru berusia 3 bulan melakukan promosi di Stadion Kridosono, Yogyakarta. Ketika acara ramah tamah di Restoran Bambu Kuning, rombongan Republika bertemu sekelompok da’i muda yang tergabung dalam Corps Dakwah Pedesaan (CDP). Mereka adalah da’i sekaligus guru dan pemberdaya masyarakat yang berkiprah di daerah miskin Gunung Kidul yang saat itu tengah dilanda kekeringan dan kelaparan. Sebagai aktivis sosial, anggota CDP ini hanya digaji Rp. 6000.- per bulan. Gaji mereka berasal dari sumbangan para mahasiswa dari berbagai kampus di Yogyakarta. Singkat cerita, peristiwa tersebut menginspirasi lahirnya sebuah rubrik di Harian Umum Republika yang bertajuk Dompet Dhuafa pada 2 Juli 1993. Dompet Dhuafa kemudian terus berkembang menjadi salah satu Lembaga Amil Zakat tingkat nasional terbesar di Indonesia dengan puluhan kantor cabang dan perwakilan di dalam dan luar negeri. Sejarah kemudian mencatat nama Parni Hadi, Haidar Bagir, Sinansari Ecip, dan Erie Sudewo sebagai pendiri Yayasan Dompet Dhuafa Republika. Sejarah juga mencatat nama Ustadz Umar Sanusi dan (alm.) Ustadz Jalal Mukhsin sebagai pegiat Corps Dakwah Pedesaan. Namun sejarah luput mencatat, siapa saja mahasiswa yang telah menginspirasi rombongan Republika kala itu dengan menyisihkan uang saku mereka untuk menggaji anggota CDP. Ya, mereka adalah para pemuda yang menginspirasi dalam sunyi.

Pemuda ada di masa puncak idealisme. Kematangan secara fisik yang belum disertai kesempurnaan kematangan emosional justru membuat para pemuda menjadi sosok pemberani yang memegang teguh prinsip yang diyakininya. Itulah yang dilakukan oleh Tamlikha, Maksalmina, Martunis, Nainunis, Sarbunis, Falyastatnunis dan Dzununis yang memilih mengasingkan diri dalam sebuah gua untuk mempertahankan akidahnya. Setelah ditidurkan selama tiga ratus (ditambah sembilan) tahun dan bertemu kembali dengan masyarakat yang sudah silih berganti generasi dan sudah beriman kepada Allah SWT, alih-alih menjadi saksi hidup sejarah masa lalu mereka justru memohon agar Allah SWT mencabut nyawa mereka tanpa sepengetahuan orang lain. Idealisme orientasinya adalah terwujudnya cita-cita, bukan ketenaran. Bahkan nama-nama mereka pun kurang familiar dibandingkan dengan inspirasi sejarah oleh para pemuda yang bergelar Ashabul Kahfi. “…Sesungguhnya mereka itu orang-orang muda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahi mereka dengan hidayah dan petunjuk. Dan Kami kuatkan hati mereka (dengan kesabaran dan keberanian)…” (QS. Al Kahfi: 13 – 14).

Memperjuangkan sebuah idealisme tentu diwarnai berbagai tantangan yang menghadang. Pengorbanan adalah konsekuensi dari sebuah perjuangan. Dalam Al Qur’an Surah Al Buruj dikisahkan mengenai ashabul ukhdud,  kaum terlaknat yang menggali parit berisi api dan melempar semua orang yang beriman kepada Allah SWT ke dalam parit api tersebut. Kisah lengkap ashabul ukhdud dimuat dalam sebuah hadits panjang yang diriwayatkan Imam Muslim. Berkisah tentang seorang pemuda beriman yang dikaruniai keahlian pengobatan dan kemustajaban do’a. Kematiannya justru menancapkan iman yang mendalam kepada masyarakat yang menyaksikan pembunuhannya. Pun keimanan tersebut membuat mereka dilemparkan ke dalam parit api. Mereka menemui ajal dengan mendapatkan keridhaan Allah. Dalam hadits panjang tersebut, si pemuda hanya disebut ghulam yang berarti anak muda. Tidak dikenal namanya tidaklah mengurangi inspirasi mengenai keistiqomahan dan pengorbanan yang dicontohkan.

Semangat pemuda adalah semangat berjuang dan berkarya. Nothing to lose. Benar ataupun salah akan jadi pembelajaran hidup. Cenderung spontan dan agak kurang pikir panjang, tapi karenanya justru menjadi perjuangan yang penuh ketulusan dan keikhlashan. Jika dilis, akan panjang sekali daftar tokoh kunci pemuda inspiratif yang tak terlalu dikenal sejarah. Sebutlah Soegondo Djojopuspito, Ketua Panitia Kongres Pemuda II tahun 1928 yang menjadi titik tolak gerakan pemuda di Indonesia. Belum digelari pahlawan nasional, kalah tenar jika dibandingkan W.R. Supratman, misalnya. Padahal posisi sebagai Ketua Panitia saat itu sangatlah berisiko dan memberikan andil signifikan dalam keberlangsungan Kongres Pemuda. Atau sebut saja Wikana yang mendesak Soekarno memproklamasikan Indonesia, Frans Mendur yang mendokumentasikan detik-detik proklamasi, Shodanco Singgih yang ‘menculik’ Soekarno – Hatta ke Rengasdengklok atau Kusno Wibowo yang merobek warna biru pada bendera bendara yang berkibar di Hotel Yamato. Karena ketercapaian cita-cita adalah yang utama dibandingkan dikenalnya nama, para pemuda idealis ini tidak ambil pusing bagaimana catatan sejarah akan menempatkan mereka. Ya, sejarah juga alpa mencatat siapa mahasiswa yang pertama kali menduduki gedung MPR/ DPR dalam artian yang sebenarnya pada tahun 1998. Karena bukan disitu esensi perjuangan mereka.

Namun roda zaman terus berputar, era pengetahuan dan informasi seakan menuntut semua pihak untuk menunjukkan eksistensi. Para pemuda yang tadinya asyik menginspirasi dalam sunyi kini tak ketinggalan menjadi garda terdepan unjuk eksistensi. Berbagai macam kanal kontribusi digagas, bisa berupa kegiatan, program, gerakan, atau bahkan aplikasi di dunia maya. Iklim kompetisi ditambah motivasi untuk unjuk gigi mewarnai dinamika kontribusi pemuda. Menjadi sulit menyamakan isu dan gerak langkah kontribusi pemuda. Yang memang tidak lagi didesain untuk disatukan. Belum lagi semakin banyak pemuda yang kehilangan jati diri sehingga eksistensi menjadi orientasi, tak lagi memperjuangkan cita dan visi bersama. Kontribusi harus dalam ramai agar bisa menginspirasi. Bagaimanapun harus ada keuntungan yang diperoleh dari setiap karya dan kontribusi. Lebih miris lagi mendapati semakin banyaknya pemuda apatis yang tak peduli. Tingginya kompetisi diyakininya sebagai sebuah tanda untuk hidup ‘mandiri’, hidup untuk diri sendiri, hidup dalam dunianya sendiri. Bagi mereka, karya tidak perlu dibagi, cukuplah untuk menginspirasi diri sendiri.

Akan tetapi, yang namanya roda akan kembali ke titik awal. Saat ini pun masih banyak pemuda yang terus berkarya dalam sepi, tetap menginspirasi dalam sunyi. Gemerlap publikasi tak menyilaukan matanya yang menatap masa depan dengan penuh optimisme kegemilangan. Mereka sudah selesai dengan dirinya, sehingga dengan atau tanpa dikenal manusia, karya tetap harus tercipta. Eksistensi dirinya tak ada nilainya jika dibandingkan dengan motivasi untuk terus berkontribusi dan banyaknya manfaat yang hendak dirawat. Ketika memperjuangkan cita mulia menjadi pilihan, inspirasi bisa dilakukan dalam ramai maupun sunyi. Bentuk perjuangan bisa berubah menyesuaikan zaman, namun cita perjuangan tetaplah sama. Belum tentu populer, tapi memang popularitas bukan tujuan. Semakin sunyi, semakin menginspirasi, sebab energi tidak perlu terkuras hanya untuk meladeni persepsi orang. Hingga akan tiba suatu masa dimana kontribusi dalam sunyi ini kan dibuka tabirnya, menginspirasi dunia, membuat perubahan nyata. Tinggal pastikan diri kita turut berperan di dalamnya.

,

Bongkar Kebiasaan Lama. Saatnya Pemuda Bangkit!

Bongkar Kebiasaan Lama. Saatnya Pemuda Bangkit!

Oleh: Muhammad Ikrom Azzam

Alumni SMART Angkatan IX, Sastra Arab UNJ 2017

 

Kalau cinta sudah dibuang
Jangan harap keadilan akan datang
Kesedihan hanya tontonan
Bagi mereka yang di perbudak jabatan
(*) O, o, ya o … Ya o … Ya bongkar
O, o, ya o … Ya o … Ya bongkar

Lirik lagu Iwan Fals berjudul “Bongkar” di atas sedikit banyak menggambarkan suara hati dan kegelisahan rakyat Indonesia saat ini. Meski bukan lagu baru, maknanya masih berlaku hingga hari ini.

Bongkar, adalah sebuah kata yang patut kita sampaikan dan perlu kita lakukan terhadap negeri ini. Bagaimana tidak, negeri Indonesia yang makmur ini tengah menjadi rebutan negara-negara adikuasa. Tak heran jika Indonesia selalu menjadi tujuan utama negara-negara adikuasa untuk dimanfaatkan, karena negeri ini adalah negeri yang sungguh kaya, baik sumber daya alam maupun Sumber Daya Manusia (SDM).

Sayangnya bangsa kita sedang galau oleh banyaknya masalah, mulai dari dominanya peran asing, kedaulatan nasional yang digerogoti globalisasi, perpecahan yang mulai menghancurkan persatuan, dan makin lunturnya nasionalisme budaya nasional. Korupsi merajalela yang turut menghancurkan kredibilitas kebangsaan dan kepemimpinan nasional. Negara dilanda ketidakpatuhan dalam hukum dan pemerintahan. Lantas, lupakah bangsa ini pada wawasan kebangsaan yang telah ditanam pejuang Indonesia terdahulu? Dan pemimpin macam apa yang kita butuhkan dalam keadaan Indonesia yang sedang kacau balau ini?

Muhammad Hatta, Wakil Presiden pertama Indonesia mengingatkan: “Dengan ra’jat kita akan naik dan dengan ra’jat kita akan toeroen. Hidoep matinja Indonesia merdeka, semoenja itoe tergantoeng kepada semangat ra’jat. Pengandjoer-pengandjoer dan golongan kaoem terpeladjar baroe ada berarti kaloe dibelakangnya ada ra’jat jang sadar dan insyaf akan kadaoelatan dirinja”. (Daulat Ra’jat, 20 September 1931)

Kita harus mengingatkan masyarakat untuk selalu memahami wawasan kebangsaan yang telah diwariskan para pejuang Indonesia terdahulu. Serta, kita juga harus mengingatkan masyarakat untuk tidak salah memilih calon pemimpin, khususnya memilih Kepala Negara. Rakyat pasti akan salah dalam memahami makna kebangsaan dan salah dalam memilih pemimpin bila rakyat hanya bermodal ”rasa suka”, “selera dangkal”, “cita rasa pop”, tanpa memahami persoalan rakyat sendiri, bangsa dan negara, yang saat ini sedang berada diujung tanduk, terancam dan tergerus globalisasi ganas, oleh hutang-hutang berbunga kepada bangsa asing, dan oleh kegagalan-kegagalan serius pemerintah dan negara menjadi “failed state”. Rakyat akan mampu memilih pemimpinya dan memahami wawasan kebangsaan dengan lebih benar bila menyadari bahwa kedaulatan nasional negara kita sedang dicabik-cabik dan berpengaruh pada bidang politik, budaya, hankam, dan tak terkecuali dalam bidang ekonomi (meliputi pertaniant, industri, teknologi, obat-obatan dasar dan energi).

Patut dicurigai bahwa para pemimpin yang muncul dan dimunculkan media saat ini tidak mengenal Tanah Air Indonesia, sehingga negara kita terus saja ketergantungan bangsa asing dengan hutang-hutang negara yang menjulang tinggi. Padahal secara potensi Indonesia sangat berpeluang menjadi negara paling maju di dunia. Bayangkan saja, negeri ini punya ribuan pulau membentang dengan ragam hayati, budaya, adat, dan kebiasaan yang luar biasa banyak. Semua potensi dan peluang Indonesia tersebut, tak ayal membuat negeri ini begitu heterogen. Dengan landasan keheterogenan itulah Indonesia menganut dan menjunjung tinggi nilai toleransi yang berasaskan Pancasila dan UUD 1945.

Namun, asas yang hingga kini dianut Indonesia belum mampu menjadikan Indonesia utuh dan sempurna. Masih banyak masalah yang timbul dan hadir di negara ini salah satu contohnya adalah masalah kebangsaan. Tak jarang, isu kebangsaan selalu muncul dalam berbagai situasi sehingga sangat perlu bagi kita memahami lebih dalam tentang wawasan kebangsaan yang sebenarnya, karena dengan memahami makna kebangsaan dapat membantu kita mengatasi berbagai problematika yang kini dihadapi Indonesia.

 “Kita memiliki 750 suku bangsa yang membanggakan, yang bhineka, ibarat pecahan yang beraneka disatukan oleh Pancasila sebagai penyebut yang sama. Pancasila menyatukan yang bhineka menjadi tunggal ika dan persatuan adalah dalam arti “persatuan hati”, satu ruh kehidupan yang sama. “Persatuan” bukan “persatean” (Moh. Hatta, Daulat Ra’jat, 1931)

,

Wah Ini Dia Kenyamanan HQQ yang Patut Milenials Tahu

Wah Ini Dia Kenyamanan HQQ yang Patut Milenials Tahu

 

Sejak angkatan pertama hingga angkatan lima belas ada sebuah kegiatan yang membuat kami selalu merasa nyaman berada di SMART. Bukan hanya nyaman, tapi juga ada perasaan tenang yang menyusup diantara penatnya pikiran kami akan banyaknya pelajaran yang haus akan perhatian.

“Lalu kegiatan apakah itu?” nah kamu sudah mulai penasaran deh, kami menyebutnya SMART Ma’tsurat. SMART Ma’tsurat merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap Selasa, Rabu, dan Jumat lepas Salat Asar. Semua siswa wajib mengikuti kegiatan ini, tak ada kecuali. Kami yang berjumlah 240 orang berkumpul di Masjid Al-Insan, satu orang memimpin dan memandu kami selama Al-Ma’tsurat dibacakan, sisanya mengikuti.

Selama kurang lebih tiga puluh menit kami bersama-sama membaca Ma’tsurat dengan khidmat dan penuh kesyahduan. Suasana sangat tenang, damai, dan penuh kesejukan. Suara kami menggema ke seantero area masjid, tak jarang hingga membuat mereka yang lalu lalang berhenti untuk turut serta.

“SMART Ma’tsurat merupakan kegiatan yang selalu kutunggu, karena aku bisa membaca Ma’tsurat bersama teman-tema sekelasku dan kakak kelas yang lain,” ujar Dimas, kelas V. “Kebersamaannya yang membuatku kangen,” tambahnya.

Tapi tahukah kamu kalau membaca Al-Ma’tsurat memiliki beberapa keutamaan yang baik untukmu, antara lain:

  • Diriwayatkan dari Sya’bi dari Ibnu Mas’ud: “Siapa yang membaca 10 ayat dari surat Al-Baqarah di rumah, setan tidak masuk ke rumah tersebut malam itu hingga pagi hari, empat ayat yang pertama, ayat kursi, dan dua ayat setelahnya, dan penutupnya ( tiga ayat terakhir). (HR.Thabrani )
  • Dari Abdullah bin Hubaib berkata rasulullah saw bersabda kepadaku, “bacalah Qul huwallahu ahad’, dan mu’awwadzataini (qul a’udzubirabbil falaq.. dan qul a’udzubirabbinnas.. ketika pagi dan sore tiga kali, cukup untukmu segala sesuatu’. (HR.abu Dawud dan Turmudzi)
  • Keutamaan membaca Al-Ma’tsurt lainnya adalah sebagaimana yang diriwayatkan Dari Ibnu Abbas ra. Berkata, Rasulullah saw. bersabda, “siapa yang mengucapkan ketika pagi hari, ‘Allahumma inni asbahtu minka fi ni’matin’ tiga kali ketika pagi hari dan tiga kali ketika sore, Allah menyempurnakan nikmatnya atasnya” (HR.Ibnu Saunni)
  • Dari Abdullah bin Ghannam Al-Bayadhi, sesungguhnya Rasulullah saw., bersabda,” Siapa yang membaca ketika pagi ‘Allahumma maa ashbaha bii min ni’matin au bi ahadin min khalkika falakal hamdu walakasyukr’ sungguh telah menunaikan syukur hari itu, dan siapa yang membaca pada sore hari, sungguh telah menunaikan syukur malamnya”.  (HR.Abu Dawud)
  • Dari Tsauban, berkata Rasulullah saw. bersabda, ”Siapa yang mengucapkan ketika sore hari “radhitu billahi rabba wabil islami diina wabi muhammadin nabiyyah adalah hak atas Allah untuk menjadikan dia ridha”. ( HR.Turmudzi)
  • Ibnu Abbas berkata Rasulullah saw. Keluar dari (menemui) Juwairiyyah, dan dia berada di mushalanya dan beliau kembali sedang Juwairiyyah masih di mushallanya. Lantas Rasulullah bersabda, ”Engkau tak henti-hentinya di mushollamu ini“. Dia menjawab, “ya beliau bersabda “sungguh aku telah mengucapkan empat kalimat tiga kali kalau ditimbang dengan apa yang engkau katakan niscaya lebih berat dari yang engkau ucapkan,” ” Subhanallahu wabihamdihi ‘adada kholqihi”(HR.Muslim).
  • Dari Utsman bin Affan ra. Berkata, Rasulullah bersabda, ”Tidak ada seorang hamba membaca pada pagi hari setiap hari dan pada sore hari setiap malam, “Bismillaahi lladzi laa yadzurru m’asmihi syai’un……’ tiga kali maka tidak ada satu pun yang membahayakannya”. (HR.Abu dawud dan Turmudzi).
  • Dari Abi Sa’id Al-Khudri berkata, beliau bersabda,”Katakanlah jika engkau masuk pagi dan di sore hari “Allahumma inni a’udzubika minal hammi wal hazani, wa a’udzubika minal ‘ajzi wal kasali” Ia berkata,” maka aku lakukan hal itu lantas Allah menghilangkan kesusahanku dan menunaikan utangnya”. (HR.Abu Dawud).
  • Dari Abdurrohman bin Abi Bakrah dia berkata kepada bapaknya, ”wahai bapakku, sungguh aku mendengar engkau berdoa setiap pagi: ‘ Allahumma ‘aafini fi badani ….’engkau ulang tiga kali setiap pagi dan sore, dan engkau juga mengucapkan ‘ Allahumma inni a’udzubika minal kufri wal faqri…’ engkau ulang tiga kali tiap pagi dan sore. ‘ dia berkata. ”Ya wahai anakku, aku mendengar Nabi Muhammad saw. berdoa dengannya dan aku ingin mengikuti sunnahnya”. (HR.Abu Dawud, Ahmad, dan Nasai).
  • Dari Nabi saw, “penghulu istighfar adalah Allahumma anta rabbi ’barangsiapa membacanya di siang hari yakin dengannya, kemudian mati hari itu sebelum sore hari maka dia termasuk ahli surga, dan siapa yang membaca pada malam hari yakin dengannya lalu ia mati sebelum pagi hari, maka dia termasuk ahli surga”. (HR.Bukhari)
  • Dari Abu Ayyasy, sesungguhnya Rasulullah Saw, bersabda, ‘siapa yang mengucapkan ketika pagi hari ‘Laa ilaaha illallah….adalah baginya sebanding memerdekakan budak dari putra Isma’il, ditulis untuknya sepuluh kebaikan, dihapus sepuluh kesalahan, diangkat sepuluh derajat, dan dia dalam penjagaan dari setan hingga sore, dan jika ia baca ketika masuk sore maka baginya seperti itu pula (HR.Abu Dawud, Nasa’i, dan Ibnu Hibban).

Waaah ternyata banyak sekali ya keutamaan membaca Al-Ma’tsurat, kami jadi semakin semangat mengikuti SMART Ma’Tsurat, selain mendamaikan juga banyak kebaikannya. Yuk kita biasakan membaca Al-Ma’tsurat agar Allah meridhoi semua hajat yang ingin kita lakukan. (AR)

,

Tanda Tanya Besar

Tanda Tanya Besar

Puisi Kontemporer Oleh: Anggi Nur Cholis, Alumni SMART Angkatan IX

KAMU?

0 watt

1 watt

5 watt

20 watt

50 watt

100 watt -lampu

 

*penjelasan singkat: manusia itu ibarat lampu. Semakin besar energi dalam lampu semakin terang, bermanfaat, dan makin mahal harganya. Begitu pun manusia. Semakin besar energi posotof dalam diri sesorang semakin hebat, bermanfaat, dan makin dihargaioleh orang lain. Energi positif  itu bisa berupa apa saja. Mulai dari semangat, rasa empati, rasa menghormti, atau pun yang lainnya, asalkan energi itu berupa energi positif.

 

 

,

Kuncupku di Pojok SMART

Kuncupku di Pojok SMART

Oleh: Muhammad Habibur Rohman

Malam yang bunga
Jejak bulan di angkasa

Sekuntum bintang kecil
Seharum kerlip kantil

Di sini, tinggal mata menuju tua
Di sini, kuncup rindu senyap di dada

Way Halim, 2017

,

Aku Bukan Kamu

Aku Bukan Kamu

Karya : Reza Bagus Yustriawan
SMART Angkatan 9 Berkuliah di UGM Jurusan Sosiatri

Aku
bukan kamu
apalagi dia
aku ya aku
bukan juga balapan kuda

Kamu
bukan aku
apalagi dia
kamu ya kamu
iya kamu

Aku ini bukan binatang
apalagi belalang
walaupun ada parang
bisa dikalahin sama benang
biar pulang
nggak bilang-bilang

Biar panah menusuk dadaku
aku tetap maju
terus menerjang
biarlah sampe pop es-ku tumpeh-tumpeh
dan aku lebih tidak peduli
aku mau tidur seribu tahun lagi

,

Cuma di SMART Aku Bisa Belajar Banyak

Cuma di SMART Aku Bisa Belajar Banyak

Oleh Vikram Makrif

Alumni SMART Angkatan IX, Undip Jurusan Sastra Indonesia 2017

 

 

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lainnya

Sebaik-baik ilmu adalah ilmu yang diamalkan

Sebaik-baik harta adalah harta yang disedekahkan

Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat

 

Berawal dari tiga kalimat di atas,aku bertekad untuk menjadi manusia  yang baik dengan cara menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain.  Selama ini aku telah menerima banyak manfaat dari harta yang baik yaitu harta yang diberikan oleh para donatur Dompet Dhuafa dengan keikhlasan  hati mereka. Aku merupakan salah satu anak yang mendapatkan bantuan beasiswa pendidikan dari Dompet Dhuafa Pendidikan yakni bersekolah gratis selama 5 tahun untuk  jenjang  SMP dan SMA di sekolah SMART Ekselensia Indonesia.

 

Bersekolah di SMART Ekselensia Indonesia telah mejadikanku anak yang berpendidikan dan berguna untuk orang lain. Karena dengan bantuan tersebut tersebarlah kebaikan yang kuterima. Namun bagiku Kebaikan tidak boleh putus di penerima manfaat sepertiku saja, tetapi kebaikan harus terus mengalir kepada setiap manusia yang berada

disekitarku.

 

Tiga Kalimat di atas merupakan motivasiku untuk terus berbuat kebaikan. Aku berkeinginan memiliki ilmu yang baik dengan mengamalkan ilmu yang telah diberikan oleh SMART kepadaku. Aku juga bertekad menjadi manusia yang baik dan bermanfaat untuk orang-orang disekitarku serta berkontribusi untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik dengan generasi yang berpendidikan dan memiliki ilmu yang bermanfaat.

 

Selama ini tak banyak kontribusi yang kupersembahkan untuk negeri ini.  Tak banyak pula kebermanfaatan yang kuberikan untuk orang lain disekitarku. Namun dengan keinginan  yang kuat, aku berusaha untuk dapat berguna untuk orang lain dan berkontribusi sebaik yang kubisa walau hanya sedikit manfaat yang dapat dirasakan oleh orang lain sekitarku.

 

Berada di SMART selama 4 tahun, sudah banyak ilmu yang kudapatkan, mulai dari ilmu dunia sampai ilmu tentang akhirat.  Ilmu-ilmu itu tidak akan berarti jika tidak kuamalkan dan tidak akan bermanfaat bila tidak kusebarkan dan kuajarkan pada orang lain.

 

Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Quran dan yang mengajarkannya

Jampang Mengaji merupakan program Asrama SMART Ekselensia Indonesia yang bertujuan untuk membimbing anak-anak sekitar Desa Jampang agar lebih cinta terhadap Al-Quran. Hadits Rasul meyatakan “Sebaikbaik kalian adalah orang yang belajar Al-Quran dan yang mengajarkannya”. Seperti  yang  termaktub dalam hadits tersebut, aku ingin menjadi manusia yang baik, aku ingin belajar Al-Quran dan mengajarkannya. Jampang mengaji salah satu cara agar aku dapat mengajarkan ilmu yang telah aku dapat kepada anak-anak disekitar Jampang dengan memberikan mereka pengetahuan tentang Al-Quran dengan baik dan benar.

 

Pada program Jampang Mengaji aku ditunjuk menjadi koordinator selama enam bulan atau satu semester. Menjadi koodinator sekaligus pengajar Jampang Mengaji membuatku senang karena dengan begitu aku dapat menyebarkan ilmu yang telah didapat dari SMART kepada anak-anak disekitar Jampang.

 

Aku merasakan kebahagian tersendiri saat dapat melihat para peserta Jampang Mengaji  bersemangat dalam mempelajari  ilmu Al-Quran. Tentunya para pengajar merasa senang, terutama aku sebagai koordinator Jampang Mengaji. Saat para peserta mengaji dengan sungguh-sungguh dan ceria, bahkan ada beberapa peserta Jampang Mengaji yang sudah datang ke SMART pukul 14:00 WIB padahal kegiatan baru dimulai setelah Asar.

 

Mengajar adalah salah satu kegiatan yang aku sukai. Mengajar apapun itu, asalkan dengan mengajar tersebut aku dapat bermanfaat untuk orang lain.  Entah itu mengajarkan pelajaran sekolah seperti matematika,fisika,bahasa, biologi atau yang lain seperti menjahit, silat, dan sebagainya. Semua hal yang berhubungan dengan mengajar akan aku lakukan dengan senang hati dan semampuku tentunya.

 

 

Salah satu kegiatan mengajar dibidang non akademik yang aku lakukan adalah mengajar  pramuka untuk penggalang di SDN Jampang 04. Berbekal modal pelatihan KMD (Kursus Mahir Dasar) untuk menjadi seorang pembina pramuka yang diberikan oleh SMART, aku mencoba untuk terus dapat menyebarkan ilmu yang kumiliki kepada orang yang berada disekitarku yaitu mengajar pramuka kepada para murid kelas 4 dan 5 SDN Jampang  04 setiap Sabtu.

 

Membina Pramuka di SDN Jampang 04 membuatku dapat mewujukkan tekadku untuk mengamalkan ilmu yang kumiliki kepada masyarakat disekitarku.Keinginanku membina pramuka di SDN Jampang 04 adalah untuk membentuk karakteryang baik bagi para peserta didik.

 

Kegiatan mengajar tidak harus selalu diwujudkan mejadi seorang pembina ataupun pengajar.  Tetapi juga dapat diwujudkan dalam bentuk menjadi  seorang duta yang dapat memberikankan pengetahuan baru untuk masyarakat. Aku tidak hanya mengajar di satu tempat, karena jika aku hanya mengajar di satu tempat sama maka kebermanfaatan hanya terbatas di tempat itu saja. Maka dari itu aku memutuskan untuk menjadi Duta Gemari Baca 2016 agar aku dapat memberikan pengetahuan baru ke berbagai tempat dan berbagai golongan.

 

Duta Gemari Baca ini bertugas untuk menyebarkan informasi  tentang literasi kepada semua orang dan mengajak orang lain untuk senang membaca. Aku sangat senang dan bangga dapat menjadi bagian dari Duta Gemari Baca yang dibentuk oleh Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Menjadi Duta Gemari Baca membuatku merasa menjadi orang yang berguna untuk mengajak orang lain mengenal dan menyukai literasi.

 

Beberapa kegiatan yang kulakukan selama menjadi Duta Gemari Baca adalah memberikan  pengetahuan baru dan mengajak anak-anak disekitar daerah Bogor untuk mencintai literasi dan gemar membaca. Selain itu, ada pula kegiatan membuka Pojok Baca di Jalan Duren, Depok pada September lalu. Pojok Baca yang dibuat para Duta Gemari Baca tersebut diharapkan menumbuhkan rasa cinta anak-anak yang berada di Desa Jalan Duren semakin gemar membaca .

 

Alhamdulilah dengan berbagai kegiatan yang aku lakukan di SMART dapat mewadahi usahaku untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Semoga kebaikan dan kebermanfaatan akan terus mengalir kepada sebanyak mungkin orang membutuhkannya. Karena sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat.

 

,

Kurikulum Keunikan SMART Tampil di Forum Internasional

Kurikulum Keunikan SMART Tampil di Forum Internasional

Solo – Ajang The 3rd International Conference on Learning Innovation and Quality Education 2019 (ICLIQE) telah di gelar di Solo pada tanggal 7 September 2019. Acara ini dihadiri oleh peserta dari berbagai negara seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Taiwan, Rumania serta Indonesia. Sebanyak 240 presenter hadir menyampaikan berbagai makalah terkait peningkatan kualitas pendidikan melalui literasi dan teknologi untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0.
Dompet Dhuafa Pendidikan (DD Pendidikan) sebagai lembaga yang berkhidmat pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemberdayaan dana zakat, infaq, shodaqoh, wakaf (ZISWAF) dan dana halal lainnya dalam bidang pendidikan aktif berkontribusi pada acara tersebut. Dezya S Prawira sebagai peneliti dari DD Pendidikan mempresentasikan penelitian tentang “Pengaruh Kurikulum Keunikan pada Kesejahteraan Psikologis yang Dimiliki oleh Siswa dan Alumni SMART Ekselensia Indonesia”.
Penelitian ini berbicara tentang membandingkan tingkat Kesejahteraan Psikologis baik siswa dan alumni dari SMART Ekselensia Indonesia. Seperti diketahui SMART Ekselensia Indonesia merupakan program DD Pendidikan, sekolah menengah jenjang SMP dan SMA bebas biaya dan berasrama dengan program percepatan sistem kredit semester (SKS) dan pendidikan kepemimpinan yang diperuntukan bagi anak-anak pilihan dari seluruh Indonesia.
Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Kurikulum Keunikan yang diterapkan di SMART Ekselensia Indonesia membawa efek positif bagi siswa mereka.
Tantangan dari revolusi industri 4.0 dalam sektor pendidikan harus dijawab oleh berbagai pihak. Maka kehadiran DD Pendidikan dalam acara ICLIQE menjadi bentuk kepedulian Dompet Dhuafa dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
,

Inikah Pencarian Jati Diri?

Inikah Pencarian Jati Diri?

Oleh: Nadhif Putra Widiansah

Masih terus ku mencari
namun tak jua kutemukan
hingga semua diujung pencarian

Telaga waktu hisap semua daya
dikala letih tuk usaha
peluh hujani bebatuan
terka semua yang kurasakan

Senyuman dan candamu
selalu dapat kubayangkan
wajahmu dan hatimu
telah terlalu lama kudambakan

Mungkinkah,
bila kita kan selalu bersama

mungkinkah,
cintaku dan cintamu selamanya
hanya jika kita bersama
dan engkau milikku
milikku