,

Intip Tulisan ini Supaya Kamu Makin Cinta Bahasa Daerah

Intip Tulisan ini Supaya Kamu Makin Cinta Bahasa Daerah

Oleh: Syahrizal Rachim,

Alumni SMART Angkatan X Berkuliah di Unpad Jurusan Hukum 2018

Indonesia adalah negeri yang sangat kaya, kaya akan budaya dan adat istiadat masyarakatnya. Salah satu dari kekayaan Bangsa Indonesia adalah bahasa yang beragam di seluruh penjuru negeri untuk dijaga sebagai warisan budaya nusantara.

Dewasa ini, perkembangan zaman sangatlah pesat. Globalisasi semakin menyebar  ke segala penjuru dunia. Perkembangan teknologi dan semakin mudahnya berkomunikasi menjadi sebagian kecil dampak positif globalisasi.

Para pemuda saat ini sangatlah mudah terpengaruh dampak dari globalisasi. Tanpa disadari, perkembangan globalisasi yang pesat pada generasi muda memengaruhi  kelestarian budaya negeri, salah satunya budaya daerah. Pengaruh globalisasi yang kuat mengubah kecintaan terhadap bahasa daerahnya sendiri ke budaya asing tanpa disaring terlebih dahulu.

Banyak pemuda menganggap bahasa daerah itu kuno, tidak berkembang dan tidak sesuai tren. Tidak sedikit para pemuda zaman sekarang yang bangga menggunakan bahasa asing ketimbang bahasa daerahnya. Kurangnya rasa bangga menggunakan bahasa daerah semakin membuat warisan budaya nusantara ini hilang tergerus oleh perkembangan zaman.

Generasi  muda zaman sekarang lebih banyak yang tertarik mendalami dan menggunakan bahasa asing. Terdapat segelintir pemuda yang takut masa depannya tidak berkembang jika mempelajari bahasa daerah. Kurang optimalnya sosialisasi yang menyeluruh kepada generasi muda tentang pentingya menjaga kelestarian bahasa daerah turut menjadikan bahasa daerah hilang tergerus zaman. Aktivitas-aktivitas belajar bahasa daerah di sekolah ataupun di tempat-tempat lainnya masih sangat sedikit dan hanya digunakan sebagai bahan pelengkap nilai rapor siswa.

Aktivitas-aktivitas pelestarian bahasa daerah di abad ke-21 harus senantiasa ditingkatkan. Kegiatan pelestarian bahasa daerah dapat diisi dengan kegiatan yang kreatif dan inovatif. Berbagai pihak dapat memanfaatkan tren generasi muda sekarang yang banyak menggunakan jejaring sosial.  Dengan total 93 juta pengguna jejaring sosial di Indonesia tahun 2016, berbagai pihak terkait dapat memanfaatkan kampanye-kampanye pemertahanan bahasa daerah lebih luas jangkauannya dan sesuai dengan tren generasi muda saat ini.

Para pemuda dapat menunjukan geliatnya dalam pelestarian bahasa daerah dengan mengikuti lomba-lomba bernuansa kearifan lokal. Semangat nyata pemuda cinta bahasa daerah dapat disalurkan pula dengan menciptakan berbagai kreasi, baik dalam bentuk tulisan, gambar ataupun media-media lainnya seraya mengasah inovasi dalam pelestarian bahasa. Pengaplikasian inovasi dari para pemuda haruslah senantiasa diteruskan sehingga pemertahanan bahasa daerah tidak terehenti pada satu orang saja serta tertanam sebagai nilai moral dan persaudaraan dari kebudayaan daerah itu sendiri.

Peran aktif dari berbagai pihak diperlukan untuk mewujudkan secercah harapan generasi muda peduli bahasa. Para orangtua dan pemangku kebijakan harus selalu menanamkan pentingnya pemertahanan bahasa daerah sebagai salah satu identitas bangsa serta kebanggaan negeri kini dan nanti.

,

Asal  Berusaha, Pasti Bisa

Asal  Berusaha, Pasti Bisa

Oleh: Muhammad Ikrom Azzam, Alumni SMART Angkatan IX Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta

Nama saya Muhammad Ikrom Azzam. Saya  lahir di Jakarta pada 02 April 2000. Saya anak pertama dari empat bersaudara, saya adalah alumni SMART Ekselensia Indonesia Angkatan IX. Dua tahun yang lalu, saya baru saja menggunakan toga dan memulai memasuki ranah perkuliahan  di sebuah kampus negeri beralmamater hijau di Jakarta. Ada sebuah kisah menarik yang terjadi selama setahun terakhir tepat ketika saya memulai kehidupan di bangku perkuliahan.

Memilih jurusan kuliah bagi saya pribadi sama seperti menentukan masa depan. Memang kadang nasib baik bisa membawa salah jurusan ke posisi pekerjaan yang oke, tapi alangkah lebih baik kalau semua kita persiapkan dan rencanakan. Saya sendiri dari kecil bercita-cita sebagai diplomat dan politisi sehingga ingin sekali saya berkuliah di Universitas Indonesia jurusan Hubungan Internasional, namun ketika tes masuk baik SBMPTN dan UMPTKIN takdir berkata lain.  Alhamdulillah Allah masih  meloloskan saya di dua universitas dengan jurusan berbeda, Allah meloloskan saya di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Jurusan Pendidikan Bahasa Arab melalui jalur SBMPTN dan juga meloloskan saya di UIN Jakarta Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam melalui jalur UMPTKIN, memang bukan jalan dan rezekinya saya masuk jurusan dan kampus impian saya. Namun, saya percaya bahwa Allah selalu memberikan suatu rezeki yang dibutuhkan dan terbaik bagi hamba-Nya. Akhirnya, setelah beberapa pertimbangan dan menerima masukan dari orangtua, saya pun memilih jurusan yang sebenarnya saya baru pelajari yakni Pendidikan Bahasa Arab UNJ. Saya memilih jurusan ini meskipun belum memiliki dasar pelajaran sama sekali namun saya berniat bahwa di jurusan ini saya bisa mendalami intisari agama lewat Alquran dan hadis yang berbahasa Arab.

Awal perjuangan belajar di kehidupan perkuliahan dimulai ketika masuk semester pertama, kesan manis dan pahit terhampar di masa ini. Saya kewalahan beradaptasi dan berinteraksi dengan buku serta tulisan dosen di papan tulis yang dituliskan menggunakan huruf arab tanpa harakat, mendengarkan dosen mengajar menggunakan Bahasa Arab, belum lagi ketika masa ujian datang saya makin bingung dan gelisah karena membuat saya kian yakin kalau salah masuk jurusan.

Pertanyaan seperti “Apakah saya memang harus pindah kuliah atau pindah jurusan?” semakin menguat tiap harinya.

Meskipun pertanyaan tersebut terus membayangi, namun saya cukup tercengang melihat nilai hasil evaluasi semester satu yang tidak terlalu mengecewakan (IP saya saat itu 3.69). Entah kenapa saya semakin optimis untuk tetap berjuang dan berprestasi kembali. Karena itulah saya mulai mengikuti beragam perlombaan di beberapa PTS dan PTN di wilayah Jabodetabek.  Alhasil dalam waktu cukup singkat saya berhasil memenangkan sembilan penghargaan dari lomba yang saya ikuti. Rinciannya bisa kamu lihat di bawah ini:

  1. Juara 1 Story Telling Competition Tingkat Nasional di Pesantren IIQ
  2. Juara 2 Debat Keislaman Tingkat Nasional di Universitas Esa Unggul
  3. Juara 1 Lomba Dai Muda Tingkat Nasional di Fakultas Ekonomi UNJ
  4. Juara 2 English and Arabic Speech Contest Tingkat Nasional di UHAMKA
  5. Juara 1 Lomba Essai Bidikmisi UNJ
  6. Juara 3 Lomba Puisi Bahasa Arab di UNJ
  7. Juara 1 Lomba Ceramah Mahasantri Sulaimaniyah
  8. Juara Harapan 1 Lomba Mendongeng Tingkat DKI Jakarta
  9. Juara 1 Lomba English Speech Contest Tingkat Nasional di UHAMKA Limau

Untuk menjadi juara jelas tidak mudah, saya harus sering berlatih dan mempersiapkan mental. Saya selalu menekankan pada diri bahwa kalah menang itu biasa, yang penting ialah tetap semangat. Setiap mengikuti lomba saya selalu menyempatkan diri berdo’a, berharap menjadi yang terbaik, dan tak lupa meminta restu orangtua.

Terima kasih atas segala doa, dan dukungan yang diberikan terkhusus untuk orangtua saya, para donator, dan ustaz ustazah SMART Ekselensia Indonesia.

,

Sob Saatnya Mengasah Inovasi dalam Pelestarian Bahasa

Sob Saatnya Mengasah Inovasi dalam Pelestarian Bahasa

Oleh: Syahrizal Rachim,

Alumni SMART Angkatan X Berkuliah di Unpad Jurusan Hukum 2018

Indonesia adalah negeri yang sangat kaya, kaya akan budaya dan adat istiadat masyarakatnya. Salah satu dari kekayaan Bangsa Indonesia adalah bahasa yang beragam di seluruh penjuru negeri untuk dijaga sebagai warisan budaya nusantara.

Dewasa ini, perkembangan zaman sangatlah pesat. Globalisasi semakin menyebar  ke segala penjuru dunia. Perkembangan teknologi dan semakin mudahnya berkomunikasi menjadi sebagian kecil dampak positif globalisasi.

Para pemuda saat ini sangatlah mudah terpengaruh dampak dari globalisasi. Tanpa disadari, perkembangan globalisasi yang pesat pada generasi muda memengaruhi  kelestarian budaya negeri, salah satunya budaya daerah. Pengaruh globalisasi yang kuat mengubah kecintaan terhadap bahasa daerahnya sendiri ke budaya asing tanpa disaring terlebih dahulu.

Banyak pemuda menganggap bahasa daerah itu kuno, tidak berkembang dan tidak sesuai tren. Tidak sedikit para pemuda zaman sekarang yang bangga menggunakan bahasa asing ketimbang bahasa daerahnya. Kurangnya rasa bangga menggunakan bahasa daerah semakin membuat warisan budaya nusantara ini hilang tergerus oleh perkembangan zaman.

Generasi  muda zaman sekarang lebih banyak yang tertarik mendalami dan menggunakan bahasa asing. Terdapat segelintir pemuda yang takut masa depannya tidak berkembang jika mempelajari bahasa daerah. Kurang optimalnya sosialisasi yang menyeluruh kepada generasi muda tentang pentingya menjaga kelestarian bahasa daerah turut menjadikan bahasa daerah hilang tergerus zaman. Aktivitas-aktivitas belajar bahasa daerah di sekolah ataupun di tempat-tempat lainnya masih sangat sedikit dan hanya digunakan sebagai bahan pelengkap nilai rapor siswa.

Aktivitas-aktivitas pelestarian bahasa daerah di abad ke-21 harus senantiasa ditingkatkan. Kegiatan pelestarian bahasa daerah dapat diisi dengan kegiatan yang kreatif dan inovatif. Berbagai pihak dapat memanfaatkan tren generasi muda sekarang yang banyak menggunakan jejaring sosial.  Dengan total 93 juta pengguna jejaring sosial di Indonesia tahun 2016, berbagai pihak terkait dapat memanfaatkan kampanye-kampanye pemertahanan bahasa daerah lebih luas jangkauannya dan sesuai dengan tren generasi muda saat ini.

Para pemuda dapat menunjukan geliatnya dalam pelestarian bahasa daerah dengan mengikuti lomba-lomba bernuansa kearifan lokal. Semangat nyata pemuda cinta bahasa daerah dapat disalurkan pula dengan menciptakan berbagai kreasi, baik dalam bentuk tulisan, gambar ataupun media-media lainnya seraya mengasah inovasi dalam pelestarian bahasa. Pengaplikasian inovasi dari para pemuda haruslah senantiasa diteruskan sehingga pemertahanan bahasa daerah tidak terehenti pada satu orang saja serta tertanam sebagai nilai moral dan persaudaraan dari kebudayaan daerah itu sendiri.

Peran aktif dari berbagai pihak diperlukan untuk mewujudkan secercah harapan generasi muda peduli bahasa. Para orangtua dan pemangku kebijakan harus selalu menanamkan pentingnya pemertahanan bahasa daerah sebagai salah satu identitas bangsa serta kebanggaan negeri kini dan nanti.

,

Karena Pelajaran Hidup Bisa Kau Temukan di Mana Saja, Sob

Karena Pelajaran Hidup Bisa Kau Temukan di Mana Saja, Sob

Oleh: Muh. Ikhwanul Muslim (Alumni SMART Ekselensia Indonesia)   Matahari sore bersinar malu-malu, kulirik jam di tanganku, waktu menunjukkan pukul 17.00. Aku baru saja selesai berobat di Lembaga Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) di Ciputat. LKC adalah lembaga kesehatan nonprofit di bawah naungan Dompet Dhuafa yang diperuntukkan bagi masyarakat menengah ke bawah. Hujan deras mengguyur kawasan Ciputat, membuatku terpaksa berteduh di sana. Padahal, sesuai izinku, harusnya aku sudah berada di asrama pukul 17.00 tepat. Setelah aku keluar dari LKC, tak satu pun angkot 29 jurusan Parung-Ciputat yang terlihat berlalu lalang. Aku lirik jam tanganku, sudah pukul 17.30. Tidak terasa hari mulai gelap, Lampu-lampu gerobak tukang gorengan sudah menyala menunggu pengunjung yang datang ke lapaknya. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Aku ke LKC tanpa ada teman dari SMART. Alhamdulillah pertolongan dari Allah datang. Beberapa menit kemudian setelah lama menunggu, angkot 29 jurusan Parung-Ciputat tampak di jalanan Ciputat. Aku langsung bergegas naik ke dalam angkot, sembari menahan rasa dingin yang kurasakan karena bajuku basah kuyup diterjang air hujan. Di dalam angkot, aku tersadar menjadi pusat perhatian para penumpang. Mereka seakan berpikiran, “Ngapain nih anak jam segini baru pulang, mana bajunya basah lagi.” Tak kuhiraukan tatapan mereka kepadaku. Aku santai saja menikmati perjalanan. Aku melihat keluar kaca mobil angkot, terlihat genangan air membanjiri jalanan Ciputat. Kemacetan pun tak terelakkan. Aku pun harus rela menunggu angkot yang aku tumpangi keluar dari rantai kemacetan ini. Jam tanganku telah menunjukkan pukul 18.00. Setelah beberapa waktu tertidur di dalam angkot, akhirnya aku sampai di Pasar Parung. Kulihat orang-orang berlalu lalang di jalanan pasar bergegas lari dari rintik hujan. Lampu-lampu yang ada di gerobak pedagang kaki lima sangat menyilaukan mataku sehingga tanpa sadar aku salah menapakkan kaki. Sepatuku kotor terjerembab ke dalam lumpur jalanan Pasar Parung. Jalanan yang basah dan becek menyulitkan langkahku untuk terus berjalan mencari angkot 06 jurusan Parung-Bogor. Alhamdulillah, akhirnya aku menemukan juga angkot 06 jurusan Parung-Bogor. Aku langsung masuk angkot. Di dalam angkot, kulihat para penumpang memasang muka kelelahan dan kedinginan. Muka yang telah membuktikan kerja keras mereka dalam bekerja mulai pagi hingga petang. Inilah kehidupan, butuh perjuangan agar tetap bertahan. Di antara deretan penumpang angkot kulihat sosok nenek tua yang menurutku sedang gelisah. Ia terus saja berbicara sendiri tanpa ada yang memberi perhatian kepadanya. Hingga akhirnya ia membuka percakapan denganku. “Nak, sekolah di mana?” Tanya si nenek kepadaku. “SMART Ekselensia Indonesia, Nek.” Jawabku dengan nada polos. “Nak, Nenek ini sekarang hidup sendiri,” ujar si nenek kepadaku dengan nada sedih. “Hmm….” Ujarku dengan santai. Detik berikutnya, aku hanya bisa diam tanpa dapat berkata-kata. Mukaku tertunduk hanya bisa mendengarkan cerita nenek itu. Ia terus saja berbincang denganku. Para penumpang tak acuh dengan yang diceritakannya. Hanya aku yang merasa simpati dengan apa yang terjadi pada si nenek. “Nak, Nenek baru habis jatuh. Lutut Nenek luka. Nenek udah enggak punya siapa-siapa lagi. Anak-anak Nenek udah pada nikah. Setiap kali anak Nenek yang pertama datang ke rumah, kerjaannya marah-marahin nenek terus. Dipukullah, ditendanglah. Nenek enggak pernah dikasih duit sama mereka.”Nenek kalau mau makan ngarepin dari tetangga. Di rumah itu kadang ada makanan, kadang enggak ada. Anak-anak Nenek itu udah enggak pernah jenguk lagi. Cuma si anak yang pertama yang sering ke rumah. Itu pun niatnya mau ngusir Nenek dari rumah. Katanya, rumah Nenek mau dijual buat kepentingan dia. Sekarang saja Nenek cuma punya uang dua ribu buat pulang. Enggak ada uang lagi buat makan.” Nenek itu berkata dengan nada penuh kecewa. “Memangnya rumah Nenek di mana?” Tanya salah satu penumpang. “Jampang, Pak. Tolong, Pak bantuin Nenek. Nenek lagi kena musibah,” pinta nenek itu dengan rasa sedih. “Iya… Iya. Sekarang Nenek pegang saja itu uang dua ribu. Biarin Bapak saja yang bayar ongkos pulang Nenek,” kata si penumpang yang bertanya tadi. “Makasih, makasih, Pak. Nenek udah enggak punya uang lagi.” Nenek itu tampak bungah. “Iya… Iya… udah nenek tenang saja,”ujar si penumpang. Aku hanya bisa kembali diam. Duduk termangu mendengarkan penuturan nenek tua itu. Tapi, nenek itu mengajakku berbincang. “Nak, pamali kan durhaka sama orangtua?” tanyanya kepadaku. “Iya, Nek,” jawabku dengan singkat. “Itu si Sinyo kerjaannya marah-marah terus sama Nenek. Nenek doain kalau hidupnya melarat. Doanya ibu kepada anaknya itu bener kan ya, Nak?” “Iya, Nek,” ujarku dengan rasa was-was. Begitu kecewanya si nenek terhadap anak-anaknya hingga ia mendoakan anaknya dengan doa yang tidak baik. Setahuku, doa ibu itu paling mujarab mengingat berkat jasanyalah kita dapat hidup di dunia ini. Tidak sepatutnya kita melecehkan kehidupannya. Kita harus tetap memerhatikannya walaupun sudah berkeluarga. Perlahan-lahan aku mulai melihat bangunan kokoh berwarna hijau yang terpampang jelas di mataku. Akhirnya aku telah sampai di kampus SMART Ekselensia Indonesia. Aku pun pamit kepada si nenek. “Nek, aku pamit dulu ya.” “Iya. Nenek pesen: jangan pernah durhaka sama orangtua ya.” Aku pun langsung memberikan kode kepada supir angkot untuk berhenti. Setelah itu aku membayar ongkos. Lantas, aku masuk ke lingkungan SMART. Kulirik lagi jam tanganku: pukul 19.15. Aku belum Salat Magrib. Aku pun bergegas ke masjid dan langsung menunaikannya. Setelah salat, sejenak aku memikirkan ungkapan hati nenek di angkot tadi. Ia begitu kecewa dengan perbuatan anak-anaknya. Ini menjadi perjalanan kehidupanku. Aku harus berpikir kembali, untuk apa aku hidup dan dedikasi apa yang harus aku torehkan sebelum nantinya aku meninggalkan dunia ini. Pertemuan dengan nenek tadi menjadi cambuk semangatku untuk menghargai hasil jerih payah seorang ibu sekaligus pemicu semangatku untuk menatap masa depan yang lebih indah. Jangan sampai kita menjadi hamba Allah yang kufur nikmat yang tak menghargai nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Yang terjadi pada si nenek di angkot menjadi pelajaran dan petuah kehidupan bagi diriku khususnya dalam bersungguh-sungguh menjalani hidup ini. []  

Ilmu Komputer untuk Kebaikan Kami Semua

Ilmu Komputer untuk Kebaikan Kami Semua

Oleh: Ari Kholis Fazari Guru TIK SMART Ekselensia Indonesia

 

Awal semester sebentar lagi akan dimulai,  tak ada yang berbeda masih sama seperti dulu ketika pertama kali saya berada di SMART Ekselensia Indonesia. Masing-masing anak di SMART mempunyai karakteristik berbeda, bahkan kemampuan tentang penguasaan teknologi juga berbeda; terutama kemampuan mereka tentang komputer khususnya pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), mata pelajaran yang saya ajarkan untuk anak-anak kelas 1 dan 2.

Saat memulai pelajaran pun jelas terlihat kebingungan mereka ketika berkenalan dengan komputer.

“Ustaz gimana cara nyalain TV-nya?” salah seorang anak bertanya kepada saya.

“TV yang mana, Dik?”

Anak tadi kemudian menunjuk ke monitor komputer. Itulah sebagian dari keawaman anak SMART ketika baru pertama kali masuk ke kelas komputer. Ketika pertama kali saya berada di sini, saya pun sempat kebingungan mulai dari mana saya harus mengajar. Sebabnya, masing-masing dari mereka mempunyai kemampuan dan pengetahuan yang berbeda tentang komputer, mulai dari yang benar-benar tidak tahu nama masing-masing hardware komputer sampai yang sudah tahu komputer. Apalagi, SMART mempunyai target yang cukup tinggi terhadap siswanya dalam hal penguasaan komputer.

Tantangan lain, sistem operasi komputer yang digunakan di SMART berbeda dengan sistem operasi komputer yang ada di sekolah-sekolah pada umumnya, yakni menggunakan open source software. Otomatis saya harus membuat sendiri administrasi pembelajaran mulai dari silabus sampai ke Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), sebab saya belum menemukan sekolah setingkat SMP yang belajar sistem operasi dan program-program yang sama seperti yang ada di SMART ini.

Ada suatu pengalaman yang tidak mudah saya lupakan ketika awal saya bekerja di sini sebagai guru komputer. Ketika itu, saya dihadapkan oleh komputer yang tidak sebanding dengan jumlah siswanya, dalam arti jumlah komputer yang bisa digunakan hanya separuh dari jumlah siswa yang ada. Terlebih lagi komputer komputer tersebut tampak sudah jadul di eranya. Jadi, secara otomatis banyak masalah ketika mulai digunakan oleh siswa yang notabene siswa kelas 1 yang masih belum mengerti sama sekali tentang komputer, apalagi pada saat itu warnet atau rental-rental komputer belum menjamur seperti sekarang ini. Ketika saya tanya sebagian siswa tentang pengetahuan komputer, hampir semuanya belum pernah memegang komputer sama sekali. Belum lagi ada beberapa siswa yang menangis ketika belajar komputer lantaran rindu dengan orangtuanya. Ketika itu saya bertanya pada diri saya sendiri, “Harus dimulai dari manakah semua ini?”

Saya pun berusaha mencari metode-metode yang sesuai untuk menangani hal ini, mulai dari mencoba sesuai dengan text book sampai dengan saya coba-coba sendiri. Pada akhirnya, saya mulai mengerti bahwa yang saya hadapi adalah anak-anak cerdas dan saya yakin mereka akan cepat belajar. Itulah yang muncul dari dalam hati saya sampai saat ini. Ketika saya berpikir mereka adalah anak-anak cerdas, maka saya akan semakin bersemangat untuk belajar dan belajar lagi.

Tidak terasa, tahun kelima akan dilalui para siswa SMART. Sesuai tradisi di SMART, setiap anak yang akan meninggalkan sekolah atau lulus dari sini mereka wajib mengerjakan Karya Ilmiah Siswa SMART (KISS). Ada beberapa siswa yang membuat saya terharu ketika saya mengujikan KISS, karena judul KISS yang diajukan berkaitan dengan komputer. Ya, mereka mengambil topik seputar dunia komputer. Entah mengapa ada perasaan bangga ketika mereka lulus dari sidang KISS.  Segera saja saya teringat masa lalu mereka tatkala pertama kali mengenal mouse, keyboard, monitor, Linux, OpenOffice, sampai akhirnya ia dapat menganalisis kekurangan dan kelebihan sebuah sotiware komputer.

Dan tibalah saatnya mereka harus meninggalkan SMART untuk mengarungi dunia yang sesungguhnya. Momentum wisuda SMART menjadi pembuka semua itu. Pada saat prosesi wisuda, seperti angkatan sebelumnya, para siswa memberikan bunga kertas kepada guru- guru mereka. Ketika itu ada salah satu siswa memberikan bunga kepada saya. Padahal, saya sudah diberi bunga kertas oleh siswa yang lain. Tiba-tiba siswa itu datang dan memeluk saya sambil menangis.

“Ini buat Ustadz. Terima kasih, Ustadz, selama ini sudah membimbing saya, dan maatian saya….”

Setelah ia melepaskan pelukan, saya pun terdiam. Dalam hati saya bertanya-tanya, “Apa sih yang pernah saya berikan pada mereka?”

Meskipun “hanya” mengajar komputer, saya juga ingin membangun harapan untuk mereka. Karena bagaimanapun juga, saya sudah menjadi bagian dari keluarga SMART yang berusaha mengubah senyum-senyum anak bangsa semakin lebar. Saya rasa, mungkin seperti inilah kebanggaan seorang guru, sebuah profesi yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya.

Semoga anak-anak didik saya itu bisa mengamalkan ilmu komputer yang didapat di kemudian hari untuk kebaikan.

 

,

Yuk Cintai Budaya Lewat OHARA. Detail Liat Di Sini Sob

Yuk Cintai Budaya Lewat OHARA. Detail Liat Di Sini Sob

 

Halo para Pejuang Budaya dan Sahabat Pendidikan.. ada kabar baik untuk kalian nih! Pendaftaran Olimpiade Humaniora Nusantara (OHARA) 2019 resmi dibuka!!
Ayo pelajar SMP dan SMA sederajat di seluruh Indonesia, jangan lewatkan kesempatan ini! Ada Piala Bergilir dari Kemendikbud dan Gubernur Jawa Barat yang bisa kalian perebutkan. Ada sertifikat tingkat nasional, Piala Tetap OHARA, serta total hadiah puluhan juta rupiah yang bisa kalian bawa pulang. Ditambah lagi kesempatan bertemu para peserta se-Indonesia dan keseruan-keseruan lain yang sayang untuk dilewatkan.
Pendaftaran OHARA dibuka sampai 16 Oktober 2019 lho… Ini dia perlombaan dan acara yang hanya ada di OHARA 2019:
A. Kompetisi Khusus untuk Pelajar SMA sederajat:
1. Festival Akulturasi Kuliner Nusantara
2. Dokumenter Budaya
B. Kompetisi Khusus untuk Pelajar SMP sederajat:
1. Lintas Nusantara
2. Lomba Karya Tulis Ilmiah
3. Mini Soccer
C. Kompetisi untuk Pelajar SMP dan SMA sederajat:
1. Opera Van Jampang
2. Story Telling
D. Acara untuk Umum:
Festival Budaya
Informasi selengkapnya dan pendaftaran online dapat diakses di www.smartekselensia.net/ohara2019
Atau kontak narahubung:
• 081291387493 (Masfufatun)
• 081287818831 (Mezi)
Tunggu apalagi teman-teman? Ayo, tunjukkan kepedulianmu pada budaya bangsa karena nasib negeri ini ada di tangan kita!
OHARA 2019, Kreasikan Uniknya Budaya Bangsa
Salam Pejuang Budaya!
,

Mamak Aku Kangen

Mamak Aku Kangen

Hidup atau mati

Keringat bercucuran dari tubuhnya

Teriak keras pada dunia

Sampai nyawa pun rasa tercekat

Hidup

Tampaklah senyum di bibirnya

Bahagia penuh pada hatinya

Walaupun mati di depan mata

Bahagia

Guru terbaik sepanjang masa

Walaupun dia pernah terluka

Senyum bahagia tetap ada

 

,

Jones Bermartabat

Jones Bermartabat

Oleh: Syafei Al Bantanie

 

Bila kau diejek teman-temanmu, “ATM aja bersama, kamu masih mandiri aja”.

“Sandal aja berpasangan, kamu masih jomblo aja”.

“Pantai aja memiliki ombak, kamu memiliki siapa?”

Maka, jawablah dengan mantap, “Jomblo itu layaknya bendera di atas tiang. Sendiri tapi dihormati dan ditinggikan”.

Ini Keutamaan Al-Quran yang Harus Kamu Ketahui Sob!

Ini Keutamaan Al-Quran yang Harus Kamu Ketahui Sob!

 

IMG-20180129-WA0004

Sob seperti yang telah kamu ketahui kalau Al-Quran memiliki peranan penting dalam hidup manusia. Di dalam Al-Quran tertera berbagai keajaiban alam hingga kegiatan muamalah  yang sangat pas serta relevan dengan kehidupan kita hingga saat ini, padahal Al-Quran telah ada di Bumi sejak ribuan tahun silam lho. Luar biasa sekali kan? Tak mengherankan jika Al-Quran memang pas dijadikan pedoman bagi kita semua.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda:

اقرأوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه

“Bacalah Al Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafa’at bagi Shahibul Qur’an” – (HR. Muslim  804)

Selain dipelajari, ternyata Al-Quran juga bagus bila kita menghapalnya. Para penghapal Al-Quran biasa disebut dengan Shahibul Qur’an, Sob, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani pernah berkata bahwasanya Shahibul Qur’an adalah orang yang menghafalkan Quran di hati, hal itu didasarkan atas sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:

يؤم القوم أقرؤهم لكتاب الله

“Hendaknya yang mengimami sebuah kaum adalah yang paling aqra’ (paling hafal) terhadap kitabullah”

Lalu apakah kamu tahu kalau banyaaak sekali keutamaan menghafal Al-Quran diantaranya:.

  • Mendapatkan ridho Allah Swt.
  • Quran akan menjadi penolong (syafaat) bagi penghafalnya
  • Akan menjadi benteng dan perisai hidup
  • Pedoman dalam menjalankan kehidupan
  • Kebaikan dan berkah bagi penghafalnya
  • Rasulullah sering mengutamakan yang hafalannya lebih banyak (Mendapat tasyrif nabawi)
  • Para ahli Quran adalah keluarga Allah yang berjalan di atas bumi
  • “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)
  • Dipakaikan mahkota dari cahaya di hari kiamat yang cahayanya seperti cahaya matahari
  • Kedua orang tuanya dipakaikan jubah kemuliaan yang tak dapat ditukarkan dengan dunia dan seisinya
  • Kedudukannya di akhir ayat yang dia baca
  • Tiap satu huruf adalah satu hasanah hingga 10 hasanah

Setelah mengetahui keutamaann menghafal Al-Quran, maka kamu harus mengerahui kalau derajat surga yang didapatkan seseorang itu tergantung pada banyak hafalan Al Qur’annya di dunia, bukan pada banyak bacaannya, sebagaimana disangka oleh sebagian orang. Maka di sini kita ketahui keutamaan yang besar bagi pada penghafal Al Qur’an. Namun dengan syarat ia menghafalkan Al Qur’an untuk mengharap wajah Allah tabaaraka wa ta’ala, bukan untuk tujuan dunia atau harta” (Silsilah Ash Shahihah, 5/281).

Nah Dompet Dhuafa Pendidikan sebagai lembaga yang peduli dengan pendidikan anak negeri serta turut serta mencetak para penghafal muda Al-Qur’an melalui program-program pendidikannya akan meluncurkan program Ekselensia Tahfidz School yang segera diresmikan dalam waktu dekat.

Kami mengajak kamu semua untuk ikut berinvestasi untuk masa depan Indonesia dengan bersedekah untuk program-program Dompet Dhuafa Pendidikan.

Yuk salurkan sedekahmu melalui transfer bank ke rekening BNI Syariah 2881 2881 26 a.n. Yys Dompet Dhuafa Republika. Sertakan kode 18 di akhir nominal transaksi, misalkan 500.018.

Informasi dan konfirmasi:

Whatsapp 081288338840

Telepon (0251) 8612044

, ,

Katanya Cinta Budaya, Kok Belum Daftar OHARA?

Katanya Cinta Budaya, Kok Belum Daftar OHARA?

 

Halo para Pejuang Budaya dan Sahabat Pendidikan.. ada kabar baik untuk kalian nih! Pendaftaran Olimpiade Humaniora Nusantara (OHARA) 2019 resmi dibuka!!
Ayo pelajar SMP dan SMA sederajat di seluruh Indonesia, jangan lewatkan kesempatan ini! Ada Piala Bergilir dari Kemendikbud dan Gubernur Jawa Barat yang bisa kalian perebutkan. Ada sertifikat tingkat nasional, Piala Tetap OHARA, serta total hadiah puluhan juta rupiah yang bisa kalian bawa pulang. Ditambah lagi kesempatan bertemu para peserta se-Indonesia dan keseruan-keseruan lain yang sayang untuk dilewatkan.
Pendaftaran OHARA dibuka sampai 16 Oktober 2019 lho… Ini dia perlombaan dan acara yang hanya ada di OHARA 2019:
A. Kompetisi Khusus untuk Pelajar SMA sederajat:
1. Festival Akulturasi Kuliner Nusantara
2. Dokumenter Budaya
B. Kompetisi Khusus untuk Pelajar SMP sederajat:
1. Lintas Nusantara
2. Lomba Karya Tulis Ilmiah
3. Mini Soccer
C. Kompetisi untuk Pelajar SMP dan SMA sederajat:
1. Opera Van Jampang
2. Story Telling
D. Acara untuk Umum:
Festival Budaya
Informasi selengkapnya dan pendaftaran online dapat diakses di www.smartekselensia.net/ohara2019
Atau kontak narahubung:
• 081291387493 (Masfufatun)
• 081287818831 (Mezi)
Tunggu apalagi teman-teman? Ayo, tunjukkan kepedulianmu pada budaya bangsa karena nasib negeri ini ada di tangan kita!
OHARA 2019, Kreasikan Uniknya Budaya Bangsa
Salam Pejuang Budaya!