Temnas I KOMPARASI: Adab Jangan Pernah Diabaikan!

 

 

Bogor – Krisis adab, KOMPARASI menggelar Kajian pengasuhan seputar metode implementasi kurikulum adab dalam gelaran Temnas I KOMPARASI bersama Dr. Ardiansyah, M.Pd.I, Pengasuh Pesantren At Taqwa Depok.

 

 

Anak dianalogikan seperti kertas putih yang bisa ditulis dengan tulisan apa saja, sebab itulah peran orang tua sangatlah vital karena keberhasilan dalam mendidik anak tergantung dari pendidikan yamg diberikan orang tuanya, namun untuk mereka yang bersekolah asrama atau pondok pesantren keberhasilan mendidik anak ditentukan oleh orang tua (pengasuh asrama) di tempat mereka belajar saat ini. Tujuan pendidikan Islam adalah untuk memproduksi manusia yang baik secara agama (good man), tak sekadar menjadi masyarakat baik (good citizen). Elemen terpenting dalam pendidikan Islam adalah penanaman adab.

 

 

Pentingnya menanamkan adab di sekolah berasrama dan pondok pesantren merupakan standar tersendiri yang harus dipahami pengasuh asrama, oleh sebab itu Komunitas Pondok Pengasuh Asrama se-Indonesia (KOMPARASI) dalam Temu Nasional (Temnas) I KOMPARASI menggelar kajian pengasuhan seputar metode implementasi kurikulum adab di Aula Sinar Cendekian Boarding School, Telaga Sindur, Bogor, pada Sabtu (30/11).

 

 

Dr. Ardiansyah, M.Pd.I, Pengasuh Pesantren At Taqwa Depok, secara tegas mengatakan  jika adab jangan pernah diabaikan, mengingat sekolah berasrama dan pondok pesantren adalah tempat paling tepat untuk menumbuhkan adab. “Ini PR bagi  para pengasuh asrama karena saat ini dunia mulai krisis adab,” tegas Ardi. “Krisis adab tersebut ditandai dengan munculnya kezhaliman di mana manusia gemar meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya, maraknya kedunguan-melakukan sesuatu karena satu tujuan hanya saja caranya salah, dan kegilaan yang tak terkontrol melalui ide dengan tujuan keliru,” tambahnya

 

 

Penanaman adab dapat  pengasuh asarama lakukan melalui dua cara yakni melalui Ta’dib (penanaman adab) dan Ta’lim (pengajaran ilmu). “Ada tujuh ,etode penanaman adab yang bisa pengasuh asrama lakukan antara lain sampaikan ilmu tentang adab, kaitkan adab dengan keimanan, jadilah sosok teladan, jangan bosan dengan oembiasaaan, amalkan dengan penuh keikhlasan, berikan penegakakkan disiplin, jangan lupa berdoa,” jelas Ardi.

 

 

Menurut Ardi poin lain yang harus diutamakan oleh pengasuh asrama ialah ubah framework atau cara pandang untuk ditekankan pada murid-murid. “Dunia pendidikan akan mengalami banyak perubahan, pengasuh asrama harus mampu mengejar perubahan yang ada dengan membuat terobosan, dengan catatan adab harus tetap dijaga

 

 

Menutup kajian pengasuhan, Ardi berpesan, bahwa pengasuh asrama harus bisa menghasilkan orang-orang cerdas dan beradab, yang tahu bagaimana menyiapkan masa depan  mereka dalam mengonsep dan mengaplikasikan ilmu disertai adab baik. (AR)

 

KOMPARASI Ajak Pengasuh Asrama Melek Penyimpangan Seksual Anak Usia Balig

 

 

Bogor – Komunitas Pengasuh Asrama se-Indonesia (KOMPARASI) menggelar Temu Nasional (Temnas) KOMPARASI untuk minimalisasi permasalahan penyimpangan seksual pada anak usia balig dengan mengundang dr. Dewi Inong Irana, Sp.KK dokter Spesialis Kulit dan Kelamin merangkap Aktivis Profesional Independen.

 

 

Komunitas Pengasuh Asrama se-Indonesia (KOMPARASI) menggelar Temu Nasional (Temnas) KOMPARASI perdana setelah sepuluh tahun komunitas pengasuh asrama se-Indonesia ini digagas oleh SMART Ekselensia Indonesia. Sebanyak 230 peserta dari beragam sekolah berasrama dan pondok pesantren di Indonesia mengikuti perhelatan akbar tahunan ini guna meningkatkan kapasitas mereka sebagai pengasuh asrama.

 

 

Tema Transformasi Pengasuhan: Membangun Generasi Peradaban menjadi acuan mencari solusi terhadap permasalahan di asrama. “Di asrama banyak problematika yang membutuhkan solusi terbaik, karena itulah KOMPARASI dihelat agar para pengampu asrama bisa memberikan paradigma baru tentang pengasuhan kepada pengurus asrama lainnya,” kata Hodam Wijaya, Ketua KOMPARASI.

 

 

Hodam mengungkapkan jika salah satu masalah yang ditakutkan terjadi di dalam asrama ialah terjadinya penyimpangan seksual pada anak usia balig. Supaya para pengasuh asrama lebih melek dan bisa minimalisasi permasalahan ini KOMPARASI mengundang dr. Dewi Inong Irana, Sp.KK., dokter Spesialis Kulit dan Kelamin merangkap Aktivis Profesional Independen.

 

 

“Manusia diciptakan hanya dua jenis kelamin laki laki dan perempuan, derajatnya sama hanya tugasnya yang berbeda,” kata sosok tegas yang dipercaya sebagai Saksi Ahli di Mahkamah Konstitusi untuk Pasal Permisifitas Seksual. Dokter Inong juga mengkritisi maraknya situs-situs porno di internet, menurutnya situs-situs porno menyumbang terjadinya penyimpangan seksual. “Sudah saatnya para pengasuh asrama melek internet, jangan sampai dikelabui oleh siswa binaan. Saya sangat berharap agar ada langkah nyata berupa pemblokiran terhadap seluruh situs porno yang saat ini ada di dunia maya,” ujar dokter Inong, sapaan akrabnya.

 

Perilaku menyimpang pada anak usia balig disinyalir mampu mengakibatkan penurunan moral, harkat, dan martabat pelakunya dalam kehidupan individu hingga sosial. “Bagaimanapun perilaku menyimpang bernama LGBT harus diatasi, tugas para pengasuh asramalah untuk bisa meminimalisasi terjadinya penyimpangan melalui langkah-langkah khusus,” tambahnya.

 

 

Dalam materinya Inong memamparkan langkah khusus agar para pengasuh asrama bisa menerapkan pencegahan dini terjadinya penyimpangan seksual di sekolah berasrama dan pondok pesantren.”Ada lima cara yang bisa pengasuh asrama lakukan agar penyimpangan seksual. Pertama cari penyebab terjadinya penyimpangan seksual, jelaskan akibat penyimpangan seksual kepada siswa binaan, bentuk pencegahan terjadinya penyimpangan seksual dengan melakukan kegiatan positif bersama, cari indikator anak mengalami penyimpangan seksual, dan pahami penanganan anak yang terindikasi penyimpangan seksual,” tutupnya. (AR)

 

 

Tingkatkan Kompetensi Pengurus Asrama se-Indonesia, KOMPARASI Gelar TEMNAS I KOMPARASI

 

 

Bogor – Membangun generasi peradaban, Komunitas Pengasuh Asrama se-Indonesia (KOMPARASI) ajak pengasuh asrama dari berbagai pondok pesantren dan sekolah berasrama se-Indonesia ambil bagian guna tingkatkan kompetensi mereka dalam pengasuhan.

 

Pondok pesantren dan sekolah berasrama kini sudah menjadi bagian dari sistem pendidikan di Indonesia. Pondok pesantren sendiri telah ada sejak abad ke enam belas dan memiliki kurikulum serta sistem pembelajaran sendiri, banyak tokoh pendiri bangsa lahir dari sistem pendidikan pondok pesantren. Sementara sekolah berasrama muncul pada pertengahan 1990-an sebagai upaya mengawinkan pendidikan umum dan pesantren. Baik pondok pesantren dan sekolah berasrama berupaya memadukan antara kehangatan keluarga dan suasana Islami.

 

“Salah satu bagian penting dan ujung tombak dalam proses pendidikan di pondok pesantren dan sekolah berasrama adalah kehangatan pengasuhan oleh wali asrama. Merekalah pengganti peran orang tua bagi siswa, peran yang begitu besar dan strategis,” kata Hodam Wijaya, Ketua KOMPARASI.

 

Menurut Hodam membentuk generasi unggul yang mampu membangun peradaban pendidikan bisa dimulai dari rumah, hanya saja untuk anak-anak yang mengenyam pendidikan di sekolah berasrama atau pondok pesantren pihak sekolah perlu memberikan contoh baik dari karakter orang tua. “Di dalam sekolah berasrama seorang wali asrama wajib menciptakan suasana kekeluargaan sehingga kedekatan bisa terbangun, dan anak-anak yang jauh dari orang tua bisa merasakan kasih sayang orang tua mereka. Namun bagian ini tidak begitu mendapatkan perhatian yang serius di beberapa pondok dan sekolah berasrama,” tambahnya

 

.

Sebagai upaya membangun generasi peradaban serta menciptakan ikatan yang kuat antara wali asrama dan siswa, KOMPARASI menghelat Temu Nasional (TEMNAS) I KOMPARASI di Sinar Cendekia Boarding School, Gunung Sindur, Jawa Barat. Mengusung tema Transformasi Pengasuhan: Membangun Generasi Peradaban, selama dua hari (30/11-01/12) 230 peserta dari berbagai pondok pesantren dan sekolah berasrama se-Indonesia ambil bagian guna meningkatkan kompetensi mereka dalam pengasuhan.

 

“Kami memfasilitasi peserta dengan berbagai bentuk kegiatan supaya insight seputar dunia pengasuhan semakin kaya, kegiatannya antara lain kajian pengasuhan bersama pakar di bidangnya, lokakarya pengasuhan bersama pembicara yang berpengalaman, dan diskusi ringan terkait persoalan pengasuhan termasuk di dalamnya solusi serta ide-ide baru terkait pengasuhan,” jelas Hodam.

 

 

Selain menggelar ragam kegiatan mumpuni, TEMNAS I KOMPARASI juga menekankan pada kompetensi peserta dengan mengundang Drs. Adriano Rusfi, S.Psi., Dr. Adian Husaini, dr. Dewi Inong Irana, Sp.KK.; Fitria Laurent, Founder Sahabat Edukasi; dan Aang Hudaya, Co-founder Gema Rapi bahasa.

 

“Meski TEMNAS I KOMPARASI baru dilaksanakan perdana, tapi kami yakin mampu menciptakan konsolidasi dan revitalisasi para pengasuh asrama se-Indonesia. Ini menjadi solusi terhadap permasalahan di asrama karena para pengampunya bisa memberikan paradigma baru tentang pengasuhan kepada pengurus asrama lainnya,” tutup Hodam. (AR)

Hari ini
Mari sejenak kita renungkan.

 

 

 

Tentang sosok yang sangat berjasa dalam hidup kita
Tentang semangat dan dedikasinya dalam pendidikan Indonesia
Tentang pengorbanannya demi masa depan tunas bangsa.

 

 

 

Beliaulah “Guru”
Ibarat pelita dalam gelap gulita
Memberikan ilmu sebagai penerang dalam menjalani kehidupan
Memberikan teladan demi kebaikan akhlak para muridnya.

 

 

 

Siapakah kita tanpa adanya guru?
Yang mendidik tanpa henti
Mengayomi dari hati
Serta menyayangi tanpa pilih kasih.

 

 

 

Mari muliakan guru kita
Doakan guru kita
Dan buktikan rasa terima kasih kita dengan mengamalkan ilmu dari guru-guru kita 😊.

 

 

 

Sumber: https://www.instagram.com/p/B5RfbAgn0yz/?igshid=1rr9hurbao6hk

Pantesan Juara Mulu, Ternyata Ini Sob Rahasia Kami Selama di SMART!

 

 

Sob seperti yang kamu tahu kalau para siswa SMART Ekselensia Indonesia (SMART) adalah anak-anak berprestasi yang terbatas kondisi finansial keluarganya. Jangan salah, meski pintar, tapi tetap saja ada momen nggak pede saat bertemu dengan teman-teman pintarnya lainnya dari seluruh Indonesia. Karenanya, menggembleng mental dan karakter para siswa menjadi agenda utama pembinaan di SMART lho.

 

 

 

 

 

Wadah pembinaan tersebut salah satunya melalui pemaksimalan kemampuan siswa dengan memantik prestasi mereka baik secara akademis maupun non akademis. Keaktifan siswa SMART dalam menggali potensi diri ditunjukkan dengan aktif mengikuti berbagai kompetisi, baik tingkat kabupaten hingga nasional (menyusul internasional dalam waktu dekat, InsyaAllah). Buah dari keaktifan tersebut membuat siswa SMART diganjar rentetan gelar juara. Prestasi siswa SMART terkini dapat kamu lihat pada poster di atas.

 

 

 

Yuk antarkan anak-anak cemerlang di sekitar kita untuk turut berprestasi di kancah nasional juga! Caranya dengan mengikuti Seleksi Nasional Bersama (SNB) SMART 2020. Saatnya bantu kami sebarkan informasi ini dan rekomendasikan anak-anak di sekitarmu Sob! Semoga setiap prestasi yang ditorehkan anak-anak yang direkomendasikan menjadi keberkahan untuk kita semua. Aamiin.

 

 

 

Info lebih lanjut terkait SNB SMART 2020:
Uci Febria : (081282996939) atau Markom (081288338840) atau klik di sini 

Inilah Fasilitas SMART yang KUDU Kamu Tahu Sob!

Sahabat Pendidikan, tahu nggak apa sih rahasianya yang membuat para siswa SMART Ekselensia Indonesia (SMART) betah sekolah di sini? Padahal orang tua mereka jauh di kampung halaman? Selain suasana kekeluargaan yang hangat, rahasianya juga terletak pada fasilitas SMART yang cukup lengkap dan memadai.
Ya, SMART tidak hanya menyediakan asrama saja sebagai tempat tinggal para siswanya. Fasilitas lain untuk mewadahi hobi dan mendukung semangat belajar siswa pun tersedia. Cek poster di atas untuk melihat apa saja fasilitas yang ada di SMART ya!
Nah, SMART masih membuka pendaftaran Seleksi Nasional Beasiswa SMP dan SMA hingga Januari 2020 nih! Masih cukup waktu untuk menyebarkan informasi ini. Jangan lupa juga untuk merekomendasikan anak-anak di sekitar Sahabat Pendidikan sekalian ya! Syukur-syukur Sahabat membantu mendaftarkan mereka.. Kuuy!
Info lebih lanjut :
Uci Febria : (081282996939) atau Markom (081288338840)

Begini lho Sob Rasanya Bersekolah di SMART. Pokoknya Bikin Penasaran

Bagi Nabil Rizky Habibi dan Jefriadi, mendapat kesempatan bersekolah di SMART Ekselensia Indonesia (SMART) adalah sebuah kebahagiaan dan kebanggaan. Dengan keterbatasan ekonomi keluarga, awalnya mereka tak menyangka bisa menempuh pendidikan di sekolah dengan fasilitas selengkap SMART.
“Saya sangat bahagia berada di SMART karena hubungan guru dan siswa sudah seperti sahabat. Tertawa bareng, curhat-curhatan, dan hal menyenangkan lainnya. Kalau di asrama, sekarang sudah sangat nyaman, mulai dari fasilitas tidur, fasilitas pribadi hingga fasilitas olahraga,” ungkap Nabil, siswa asal Medan, Sumatera Utara.
Menyambung Nabil, Jefriadi, siswa yang merantau jauh dari Sabah, Malaysia, juga mengungkapkan kebanggaannya bersekolah di SMART. “Kami tidak hanya dididik dalam bidang akademik, tapi juga dididik untuk menumbuhkan karakter diri yang baik. Suasana kekeluargaan dan keberagaman budaya yang membuat saya betah sekaligus bersyukur dapat berbaur dengan seluruh anak Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” paparnya.
Seperti Nabil dan Jefri, masih banyak anak-anak Indonesia berprestasi cemerlang namun memiliki keterbatasan finansial. Yuk, antarkan anak-anak cemerlang Indonesia mendapatkan pendidikan berkualitas di SMART. Share info Seleksi Nasional Beasiswa SMP dan SMA SMART ini dan rekomendasikan anak-anak di sekitar Sahabat Pendidikan ya!
Info lebih lanjut sila hubungi nara hubung kami di bawah ya Sob:
Uci Febria : (081282996939)

Mereka yang Selesai dengan Dirinya

Hari ini, 74 tahun yang lalu, para pejuang kemerdekaan mengobarkan api perlawanan terhadap pasukan sekutu dari Surabaya. Ini menjadi salah satu pertempuran terbesar setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Pertempuran berjalan tak seimbang, sebagian rakyat yang hanya bersenjatakan bambu runcing dan persenjataan sederhana harus berhadapan dengan kekuatan militer sekutu yang jauh lebih modern. Pertempuran ini kemudian menjadi simbol nasional atas perlawanan rakyat Indonesia dalam menolak kedatangan kembali kekuasaan kolonial di tanah air. Karena pertempuran inilah dukungan internasional terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia makin kuat.
Sebelum mengangkat senjata, para pejuang kemerdekaan telah menekan ego keselamatan diri. Mereka memutuskan maju ke medan perang, membahayakan dirinya demi menghapus derita rakyat karena penjajahan. Mereka telah selesai dengan dirinya sendiri, sehingga lebih mengutamakan kepentingan rakyat, kepentingan bangsa Indonesia.
Ya, demikianlah hakikat seorang pahlawan. Mereka yang telah selesai dengan urusan dirinya sendiri, dan mencari kemanfaatan apa yang bisa diberikan untuk orang banyak. Karena setiap diri bisa menjadi pahlawan, dimulai dengan satu kata: kepedulian.
Selamat Hari Pahlawan Nasional!

Rinduku Padamu Melintas Abad

Aku tak pernah melihat elok parasmu, pun mendengar merdu suaramu. Kisahmu kutahu dari cerita ayahku, ibuku, guruku, dan dari buku. Namun namamu selalu terlantun, di setiap salatku, di setiap doaku. Namamu juga tergema di seluruh penjuru bumi, lima kali setiap hari, ketika tiba panggilan menghadap Rabb-ku.
Ya Rasulullah… Berabad sudah aku berjarak darimu. Namun ajaranmu telah menaklukkan waktu hingga sampai padaku dan anak cucuku. Dengannya telah kau selamatkan kami dari kejahilan, dan membawa kami kepada kegemilangan Islam. Maafkan aku, yang masih tersaruk meneladani indahnya akhlakmu, Duhai Manusia Agung.
Kini, di hari lahirmu, betapa rinduku membuncah. Sungguh aku mendamba syafaatmu kelak di hari penghakiman. Sungguh aku berharap dapat berkumpul denganmu nanti di keabadian.
Selamat Maulid, Duhai Kekasih Allah, Kekasih kami… Semoga rahmat dan keselamatan tercurah limpah atasmu dan para pengikutmu yang setia, hingga akhir zaman