Selamat Idul Fitri 1440H ya Sob!

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440H, Sob!

تَقَبَّلَ اللهُ مِنَا وَمِنْكُمْ. جَعَلَنَا الله وَإِ يَّاكَ مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ كُلُّ عَامٍّ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ

Semoga Allah SWT, menerima amal kita semua dan kita termasuk orang-orang yang kembali suci serta selalu dalam kebaikan aamiin. Selamat berlibur ya Sob!

Mohon maaf lahir dan batin

Kamu Kudu Tahu Sunah Idul Fitri Di Sini!

Kamu Kudu Tahu Sunah Idul Fitri Di Sini!

 

Hari Raya Idul Fitri menjadi hari spesial bagi Muslim seluruh dunia, namun ada baiknya sebelum merayakan Idul Fitri kita melaksanakan sunnah Nabi seperti yang akan kami jelaskan di bawah ini:

 

Pertama: Ketika akan melaksanakan Salat Ied kita dianjurkan membersihkan badan dengan mandi dan memakai wangi-wangian. Dari Ibnul Qoyyim rahimahullah: “Dan Nabi Saw. memakai pakaian yang paling indah pada dua hari raya, maka beliau memiliki pakaian khusus yang dipakainya pada dua hari raya dan hari Jum’at”.

 

Kedua: Sebelum melaksanakan Salat Ied kita disarankan untuk makan terlebih dulu. Dari Anas Ra: “ Rasulullah Saw. tidak keluar pada pagi hari Iedul Fitri sehingga beliau memakan beberapa biji kurma dan beliau memakannya dalam jumlah yang ganjil”.

 

Ketiga: Pergi satu jalan dan pulang dari jalan yang lain. Dari Jabir ra berkata: Bahwa Rasulullah Saw. pada hari Ied (pergi dan pulang) pada jalan yang berbeda.

 

Keempat: Disunahkan mengerjakan Salat Ied di tanah lapang

 

Kelima: Mengumandangkan takbir sejak tenggelamnya matahari pada malam Ied dan diwajibkan sebagian ulama berdasarkan firman Allah Swt. dalam surat Al Baqarah ayat 185.

 

Keenam: Mengucapkan selamat di Hari Raya Iedul Fitri. Diceritakan dari sebagian sahabat bahwa mereka berkata pada hari Ied:

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ

(Taqabbalallahu minna wa minkum)

Yang artinya, semoga Allah menerima (puasa dan amal) dari kami dan (puasa dan amal) dari kalian.

Dalam riwayat sahabat dan salafush shalih yang sampai kepada kita, jawaban taqabbalallahu minna wa minkum adalah doa yang sama: taqabbalallahu minna wa minkum.

 

Ketujuh: Bergembira pada Hari Raya Idul Fitri. Imam Abu Dawud menerangkan dari hadis sahabat Anas berkata: “Pada suatu waktu Nabi datang ke Madinah, di sana penduduk Madinah sedang bersuka ria selama dua hari. Lalu Nabi bertanya “Hari apakah ini (mengapa penduduk Madinah bersuka ria)?” mereka menjawab ”dulu semasa zaman jahiliyah pada dua hari ini kami selalu bersuka ria”. Kemudian Rasulullah Saw. bersabda “Sesungguhnya Allah Swt. telah mengganti dalam Islam dua hari yang lebih baik dan lebih mulia yaitu Idul Adha) dan Idul Fitri”.

 

Yuk Baca Surat Al-A’la Ayat 87 Bareng Kami Sob

Surah Al-A’la adalah surat ke 87 dalam Al Qur’an tergolong surat makiyyah yang terdiri atas 19 ayat. Dinamakan Al A’laa berarti Yang Paling Tinggi diambil dari perkataan Al A’laa dan terdapat pada ayat pertama surat ini.

“Kami akan membacakan (Al Quran) kepadamu (Muhammad) Maka kamu tidak akan lupa. Kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi” (QS. 87: 6-7).

Allah menjaga wahyu dan kitab-Nya dengan menurunkan malaikat Jibril yang terus memantau hafalan Nabi Muhammad Saw. dan mengeceknya terus. Sebagian ulama mengartikan bahwa Nabi Muhammad Saw dikaruniai hafalan sangat kuat sehingga tidak akan lupa. Kecuali hal-hal yang dikehendaki oleh Dzat Yang Maha Tahu. Dan hal tersebut tidak terjadi.

Tradisi Lebaran Ini Cuma Ada di Indonesia Sob!

Tradisi Lebaran Ini Cuma Ada di Indonesia Sob!

Seperti yang kamu tau Sob kalau Lebaran menjadi momen paling ditunggu umat muslim di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia, sebab saat perayaan Lebaran lah tradisi-tradisi unik naik ke permukaan. Kami yakin kamu pasti penasaran kan dengan tradisi unik Lebaran di Indonesia? Berikut empat tradisi Lebaran yang bisa kamu temui di Indonesia.

1. Beli baju baru

Salah satu tradisi yang rutin dilakukan orang Indonesia saat menjelang lebaran ilah membeli baju baru. Tak perlu heran jika mendapati pusat perbelanjaan besar bak pasar rakyat karena pengunjungnya tumpah ruah memenuhi tiap sudut lokasi diskon di sana.

 

2. Mudik

Untuk para perantau Lebaran menjadi momen sakral untuk pulang ke kampung halaman setelah sekian lama tak menemui sanak saudara. Pulang ke kampung halaman alias mudik menjadi tradisi yang pasti dilakukan setiap menjelang Lebaran. Uniknya para pemudik ini membawa banyak sekali barang dari kota sebagai buah tangan untuk saudara yang ada di kampung halaman.

 

3. Takbiran keliling

Malam menjelang Lebaran ialah malam paling dinanti, suasana di jalanan terlihat sangat meriah dengan takbiran keliling. Anak-anak hingga orang dewasa turut memeriahkan kegiatan ini sembari memekikkan kalimat takbir sebagai tanda kemenangan keesokan hari.

 

4. Halalbihalal

Halalbihalal atau saling mengunjungi sanak saudara dan kerabat untuk saling bermaaf-maafan menjadi tujuan dari Lebaran itu sendiri. Sebagai hari suci, Idul Fitri akan terasa sia-sia jika tidak saling meminta maaf dan saling memaafkan. Selain untuk ajang maaf-maafan, Halalbihalal juga menjadi ajang silaturahmi untuk saling mengunjungi tetangga dan anak saudara sambil menikmati ragam santapan khas Lebaran.

Saatnya Kita Raih Kemuliaan Malam Qadr Sob

Saatnya Kita Raih Kemuliaan Malam Qadr Sob

 

“Sesungguhnya kami telah menurunkan Al-Quran pada malam Qadar. Dan tahukah kamu apa malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar” (QS Al-Qadr 1-5).

 

Sob, yuk manfaatkan 10 hari terakhir Ramadan ini untuk raih kemuliaan di malam Qadar! Caranya? Perbanyak ibadah di malam hari, bisa tilawah, salat malam, berzikir, tafakur (kontemplasi) dan lain-lain. Jangan biarkan kemuliaan malam Qadar berlalu begitu saja, nanti menyesal lho. Allah sendiri yang menjamin kemuliaan malam Qadar lho Sahabat, seperti yang disenandungkan Ihsan, santri Ekselensia Tahfizh School (e-Tahfizh).

 

Oh iya, sedekah juga termasuk salah satu amalan yang bisa memeriahkan malam kemuliaan. Yuk, sama-sama kita manfaatkan momen ini untuk membantu sahabat kami di e-Tahfizh agar bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

 

Donasi dapat kamu kirimkan melalui BNI Syariah 2881 2881 26 a.n Yys Dompet Dhuafa Republika. Sertakan kode “14” di belakang nominal donasi, contoh : 500.014. Saatnya kita berlomba-lomba meraih kemuliaan malam Qadar di penghujung Ramadan ini. Semoga kita semua layak mendapatkan gelar takwa karenanya. Aamii.

 

Liburan GAK Boleh Mager Sob!

Liburan GAK Boleh Mager Sob!

 

Libur Lebaran  buat pelajar pasti jadi momen menyenangkan, ya bagaimana gak menyenangkan liburnya aja lama banget kan Sob? Nah tapi liburan jangan dihabiskan dengan mager dan tidur-tiduran aja dong Sob. Tidur memang salah satu kenikmatan dunia yang hakiki, iya kan? Iya dong. Eits tapi kita juga harus hati-hati karena menurut penelitian kebanyakan tidur bisa berisiko kematian dini.

 

“HAH SERIUS?”

Dua rius deh. Dikutip dari New York Post, penelitian dari Seoul National University, di Korea Selatan, menganalisis 133.608 orang dewasa berusia 40-69 tahun; dan ditemukan wanita yang tidur lebih dari sepuluh jam per hari memiliki 40 persen kemungkinan kematian dini terkait oleh tiga masalah kesehatan yaitu pinggul membesar, tekanan darah tinggi, dan peningkatan kadar lemak dan gula dalam darah serta kadar kolesterol baik yang menurun. Hal-hal tersebut dapat memicu penyakit jantung, stroke, diabetes, bahkan kanker.

Sedangkan penelitian yang dipublikasikan di jurnal BMC Public Health  menunjukkan bahwa pria yang tidur lebih dari sepuluh jam memiliki risiko yang lebih kecil, yaitu sekitar 28 persen. Tapi berbeda hasil jika waktu tidur per hari kurang dari enam jam. Pada pria, berisiko 12 persen untuk kematian dini, sedangkan pada wanita hanya sembilan persen yang berisiko tinggi.

Para peneliti meyakini bahwa durasi tidur memengaruhi hormon yang terkait dengan nafsu makan, asupan kalori, dan penggunaan energi.

Jadi yuk cari kesibukan agar waktu libur Lebaran kita tak hanya diisi dengan tidur, walaupun tidur diperlukan namun kamu harus menakar dosisnya juga ya.

Sampai Berjumpa Lagi Ramadan

Sampai Berjumpa Lagi Ramadan

 

Oleh: Purwo Udiutomo

 

Wada’an Ya Syahru Ramadhan…

Idul Fitri tinggal menghitung hari, cepat sekali, dinanti sekaligus ditangisi
Lebaran telah di hadapan, membahagiakan sekaligus mengharukan
Amal shalih kembali penuh tantangan, tak lagi begitu ringan dilakukan
Lapar dan dahaga tak lagi warnai keseharian, setan pun lepas ikatan

Lidah tak lagi mudah dijaga, seolah dusta, amarah dan ghibbah hanya dosa di bulan puasa
Ibadah tak lagi jadi fenomena biasa, masjid kembali hampa, jama’ah entah kemana
Qur’an kembali disimpan, hanya terdengar di pengajian, tahlilan dan event tahunan
Orang-orang kembali sibuk dengan dunianya, melupakan tempat kembalinya

Wada’an Ya Syahru Shiyam…

Sedih berbalut sesal dan harapan mengiringi kepergian bulan Ramadhan
Entah diterimakah semua amalan dan diampunikah segala dosa kesalahan
Entah masihkah diperkenankan tuk bersua kembali di tahun depan

Yang tersisa hanya kekecewaan, sebab waktu tak bisa kembali ataupun dihentikan
Oh, rindu ini belum terpuaskan, ingin rasanya menambah lama masa kebersamaan
Ulangi kembali masa yang berlalu tanpa kebaikan agar tak berbuah penyesalan

Wada’an Ya Syahru Maghfirah…

Malu rasanya menangis memohon ampunan atas kelalaian mengisi tiap detik Ramadhan
Air mata tumpah sebanyak apapun takkan mengubah kesia-siaan menjadi keberkahan
Takut akan tak diterimanya amal jauh lebih besar dari kebahagiaan menyambut Syawal
Akhirnya, hanya kepada Allah Yang Maha Pemurah lah do’a dan harapan ini kutitipkan

Nuansa indah Ramadhan takkan kubiarkan berlalu begitu saja di bulan selanjutnya
Efek keberkahan Ramadhan kan terus kujaga, terima kasih telah singgah memberi warna

Wada’an Ya Syahru Mubarak… Ilal liqo

Tips Mudik Nyaman ala Kami yang Kudu Kamu Baca!

Waaaah gak kerasa ya Sob sebentar lagi Lebaran lho. Paling suka kalau menyambut Lebaran begini karena kami bisa mudik, kamu mudik juga gak? Kalau ya yuk ikuti tips di bawah ini supaya mudikmu nyaman.

 

  1. Jaga kondisi tubuh

Ada baiknya kamu istirahat selama 6-7 jam sehari sebelum keberangkatan dan jangan lupa perbanyak mengonsumsi makanan sehat serta vitamin supaya badan tetap bugar selama perjalanan mudik ya.

 

  1. Cek kondisi kendaraan

Jika kamu menggunakan kendaraan pribadi/sewaan ada baiknya mengecek secara pasti kondisi kendaraan, jangan sampai bermasalah di tengah perjalanan. Sampaikan ini kepada orang tua atau kerabatmu ya Sob.

 

  1. Gunakan Pakaian yang Nyaman

Perjalanan mudik pastilah memakan waktu pajang dan lama karena kemacetan yang luar biasa, agar tetap nyaman usahakan kamu memakai baju yang nyaman dan menyerap keringat.

 

  1. Bawa Perbekalan

Macet panjang selama mudik jelas melelahkan, oleh karena itu penting jika kamu membawa bekal berupa makanan dan minuman agar stamina tetap terjaga. Pokoknya makanan dan minuman favortimu deh hehe.

 

  1. Perbanyak Tilawah Al-Quran

Selama mudik jelas rasa bosan akan melanda, namun kamu bisa mengatasinya dengan memperbanyak tilawah atau menghapal Al-Quran. Selain berfaedah dan berpahala juga dapat menenangkan pikiran serta jiwa.

 

  1. Berhenti Saat Lelah

Perjalanan mudik yang panjang kerap kali membuat para pemudik yang membawa kendaraan mengantuk dan lelah, hal tersebut jelas sangat berbahaya Sob. Nah ketika kamu melihat orang tuamu atau kerabat lelah ketika berkendara  sarankan mereka untuk beristirahat sejenak di rest area atau pos mudik.

 

Semoga tips dari kami membantu ya Sob. Selamat mudik dan berkumpul kembali dengan saudara di kampung halaman.

Kala Itu di Ramadan 1438 H

Kala Itu di Ramadan 1438 H

Oleh: Vikram Makrif
Alumni SMART Angkatan 9 berkualiah di UNDIP

 

“Bahagialah setiap saat! Bukan karena segala hal baik-baik saja, tapi karena ada yang baik dalam segala hal”

Halo para pembaca yang baik hati. Aku adalah sore menjelang magrib. Aku akan berbagi tentang kamu. Siapakah kamu? Siapapun kamu yang sedang membaca tulisan ini, kamu adalah Vikram Makrif. Kamu dipanggil Vikram oleh teman-temanmu. Aku akan berbagi tentang kegiatanmu saat sore kala itu mejelang magrib di bulan suci Ramadan 1438 H.

Apa saja kegiatan kamu di bulan Ramadan kala itu Vikram? Kamu sendiri mungkin sudah tahu. Kala itu kamu sedang menunggu pengumuman SBMTPN 2017. Selama menunggu hasil SBMPTN 2017 kamu mencari kegiatan yang dapat bermanfaat untuk orang lain. Sehingga mulai dari Ramadan ke-3 sampai Ramadan ke-16 kamu mengajar pesantren kilat (SANLAT) di sebuah masjid.

Kamu mengajar pesantren kilat setelah Salat Asar sampai menjelang berbuka puasa. Kamu mengajar bersama pengurus DKM lainnya dan guru madrasah di sana. Awalnya kamu bingung dengan metode pengajaran di sana yang berbeda dengan cara mengajarmu. Tapi setelah melihat cara mengajar guru dan juga melihat anak-anak SANLAT yang luar biasa, kamu dapat menyesuaikan diri mengajar di sana.

Ini semua tentang kamu Vikram. Tentang kamu di sore menjelang magrib. Seusai bersujud pada Sang Khalik kamu berbagi pada anak-anak. Kamu tersenyum menyapa mereka yang sedang berlari-larian di halaman masjid. Mereka pun juga tersenyum manis padamu.

“Assalamualaikum adik-adik yuk kita ngaji,” katamu pada mereka memberi salam.
“Walaikumsalam Kak Vi em. Hari ini ngajinya di mana kak? Aula apa masjid?” tanya mereka padamu.
“Hari ini kita di aula lagi ya, biar tempatnya luas,” jawabmu sambil tersenyum dan berjalan menuju aula.

Kamu sebenarnya senang mengajar mereka. Mereka pun juga senang diajarkan olehmu. Tapi terkadang kamu bingung sendiri dengan tingkah laku mereka. Kamu tidak ingin terlalu dekat dengan mereka, anak-anak SANLAT yang lucu dan luar biasa itu. Tak dapat dielakkan lagi kamu dan anak-anak itu bagaikan magnet dan besi. Sangat dekat sekali jika sudah berjumpa. Apakah itu perumpamaan yang benar untukmu? Mungkin saja benar.

“Ayoo adik-adik kita buat lingkaran yang besar ya biar bisa kebagian tempat semua,” ajakmu pada murid-muridmu bersiap untuk game seusai mengaji.
“Aku pengen dekat Kak Vi em,” kata salah satu muridmu.
“Aku juga, aku juga,” kata muridmu yang lainnya saling berebut memegang tanganmu.
“Eh eh jangan dorong-dorongan gitu dong, sekarang kita buat lingkaran besar ya adik-adik,” katamu pada mereka dengan kedua tanganmu yang masih ditarik-tarik.
“Gak mau, maunya dekat Kak Vi em,” kata salah satu muridmu.
“Gak, aku duluan dekat Kak Vi em,” kata muridmu yang lain dengan nada yang sedikit naik.

Kamu semakin pusing melihat tingkah laku mereka saling berebut ingin berada di samping dirimu. Seketika kamu menghilang dan telah berada di dimensi yang berbeda dengan anak-anak. Kamu melihat sekitar. Semua terlihat gelap olehmu. Kamu langsung menatap ke bawah. Di sana kamu melihat dirimu sendiri sedang mengajar mengaji anak-anak SANLAT. Setelah itu kamu mengajak mereka untuk membuat lingkaran. Kamu melihat dirimu sendiri bersusah payah mengurus anak-anak kecil usia TK dan SD kelas satu hingga tiga. Kamu juga melihat guru madrasah dan pengurus DKM Al-Furqon sedang memperhatikan tadarus anak-anak SANLAT yang sudah Al-Quran.

Melihat kejadian itu dari dimensi lain, kamu berkata dalam hati. Andaikan aku bisa berubah menjadi banyak sesuai dengan jumlah adik-adik itu mungkin mereka tidak akan berebutan. Tapi semua hanyalah hayalanmu Vikram. Kamu tidak bisa berubah menjadi banyak seperti di film kartun anak. Karena kamu hanyalah manusia biasa. Hehehe…

Kembali lagi pada episode anak-anak berebut bedara di sampingmu. Kamu langsung maju ke tengah lingkaran dan berkata “Biar adil kakak di tengah-tengah aja ya, ayo lingkarannya dilebarin lagi!”. Kamu melihat mereka langsung membuat lingkaran besar. Mereka senang saat kamu memulai bernyanyi. “Lingkaran besar, lingkaran besar, lingkaran besar… lingkaran kecil, lingkaran kecil, lingkaran kecil…” kamu pun tertawa saat mereka juga ikut bernyanyi.
***
Ini semua tentang kamu Vikram. Tentang kamu di sore menjelang magrib. Seusai bersujud pada sang Khalik kamu berbagi pada anak-anak. Kamu tersenyum menyapa anak-anak SANLAT ketika mereka sedang menatap tetesan air yang jatuh dari awan-awan di langit. Mereka pun tersenyum manis padamu.

“Assalamualaikum adik-adik yuk kita masuk ke dalam,” katamu pada mereka memberi salam sambil mengajak mereka masuk ke dalam masjid.
“Walaikumsalam. Iya Kak Vi em” jawab mereka padamu dan bergegas masuk masjid mengikutimu.

Kamu tahu hari itu hujan turun dari langit sangat deras. Kamu pun mengajak anak-anak mengaji di dalam masjid bukan di aula. Kamu memulai kegiatan dengan mengajak mereka untuk berdoa. Setelah itu kamu muroja’ah hafalan mereka surah An-nisa ayat 58-65. Kamu tersenyum seperti hari-hari yang lalu saat mereka juga muroja’ah hafalan. Kamu kagum melihat mereka hafal ayat yang panjang itu. Walaupun kamu melihat mereka membacanya sambil bermain menjahili teman di sampingnya.

Setelah kamu muroja’ah hafalan, kamu menyuruh mereka untuk mengikuti para pengajarnya masing-masing. Seperti biasa jika pengurus DKM bisa mengajar, maka kamu mengajar anak-anak yang masih iqro bukan yang Al-Quran. Karena anak-anak lebih suka diajar olehmu dari pada yang lain.

“Adik-adik, kakak punya cerita keren nih. Tapi kalian harus jadi patung ya, mulutnya dikunci, kuncinya dibuang, telinganya dipasang, duduk yang rapi,” katamu pada anak-anak yang masih iqro.

“Siap, Yes Yes Okee..” jawab mereka serentak setalah kamu berkata ‘duduk yang rapi’.
“Ceritanya yang serem gak kak?” tanya salah satu murid yang duduk di depanmu.
“Gak lah, sekarang ceritanya tentang nabi kita Nabi Muhammad Saw.,” Jawabmu pada anak di depanmu itu.
“Nah jadi gini ceritanya. Nabi kita telah berjumpa sama Allah. Di depan nabi telah ditampakkan surga tempat beliau tinggal. Allah berkata pada Nabi ‘Ya Muhammad ini adalah surgamu silahkan engkau masuk’. Nabi diam sejenak dan berkata ‘Ya Allah ya Tuhanku, bagaimanakah nasib umatku?’.

Subhanallah ya adik-adik Nabi kita nanti di hari akhir terus memikirkan kita, padahal surga sudah di depan matanya. Nah apa kata Allah setelah itu? Mau dilanjutin ceritanya?” katamu panjang lebar pada anak-anak.

Kamu senang mereka semua terdiam mendengarkan ceritamu. Walaupun kamu melihat mereka tidak diam menjadi patung saat kamu bercerita. Adakalanya saat bercerita kamu sesekali berhenti dan menegur murid yang menjahili temannya.

“Setelah itu Nabi kita berlari lagi mencari para umatnya yang masih memiliki iman di hatinya untuk masuk ke dalam surga. Walaupun imannya sebesar biji zarrah. Tahu gak adik-adik biji zarrah itu sebesar apa?” tanyamu pada anak-anak.

“Lebih kecil lagi lah Kak. Kan tadi biji sawi lebih kecil dari biji kurma. Berarti segede upil Kak” jawab salah satu murid padamu dengan pemikirannya sendiri.
“Bukanlah, masa segede upil. Kalo zaman dulu orang-orang tahunya biji zarrah itu sebesar biji sawi. Sebenarnya Dika bener sih lebih kecil dari biji sawi, tapi bukan segede upil. Biji zarrah itu yang kakak tahu dari guru kakak lebih kecil dari partikel sub atomik” jelasmu pada anak-anak.

Mereka semua bingung dengan penjelasanmu tadi tentang ukuran biji zarrah. Mereka yang masih TK dan SD kamu jelaskan tentang partikel sub atomik. Berarti kamu salah audien nih dalam penjelasan tentang ukuran fisika modern.

“Nah partikel sub atomik itu jutaan kali jauh lebih kecil dari pada biji sawi. Jadi intinya gak bisa kita lihatlah gitu. Subhanallah kan adik-adik. Orang yang imannya kecil banget aja masih bisa masuk surga dengan syafaat dari Nabi kita tercinta,” lanjutmu menjelaskan ukuran biji zarrah.

Setelah kamu bercerita anak-anak mulai mengaji iqro denganmu secara bergantian. Kamu mengajari mereka satu persatu. Saat mengajar tiba-tiba ada yang murid yang tertawa melihatmu mengajar.

“Ih Om lucu deh,” kata Syilmi salah satu muridmu.
“Apa? OM?” katamu seketika.
“Eh iya lupa lagi, Kakak Vi em, itu lucu banget jerawatnya gede banget” kata Syilmi padamu.
“Udah jangan dilihatin terus jerawat kakak, nanti pecah” katamu bercanda pada Syilmi.
“Itu Om juga lucu kumisnya, panjang banget. Hihihi..” kata Syilmi lagi kepadamu.
“Apa?Om lagi?”katamu seketika.
“Eh lupa lagi, abisnya Kakak kumisnya panjang banget tuh,” kata Syilmi sambil menunjuk jenggotmu.
“Waduh Syilmi ini jenggot bukan kumis,” jelasmu singkat.
“Ooh iya tuh jenglot kakak panjang, jadi lucu,” kata Syilmi padamu sambil tertawa.
“Bukan jenglot, tapi jenggot,” jelasmu gregetan.
“Hahaha jengkol? Mata kakak kayak jengkol tuh,” ucap Syilmi blak-blakkan padamu.

Tiba-tiba kamu menghilang ke dimensi lain. Semua pandanganmu seketika gelap. Kamu merasakan tubuhmu membesar. Perutmu menjadi gendut. Wajahmu berubah menjadi badut. Matamu menjadi jengkol. Kamu melihat anak-anak SANLAT yang sedang berlari-larian. Kamu langsung memakan mereka semua sekaligus. Mereka berteriak-teriak takut melihat wajahmu. Tubuh raksasamu dengan cepat melahap pada anak-anak yang lucu dan gemesin di sana.

Semua tentang raksasa badut mata jengkol hanyalah hayalanmu. Kembali lagi ke adegan kamu mengajar dan berbicara kepada Syilmi salah satu muridmu.

“Terserah Syilmi deh, nih kakak lagi ngajar jadi nanti ya ngobrolnya,” jelasmu pada Syilmi.
“Ayo Adli lanjut lagi ngajinya” katamu kepada Adli sambil menunjuk iqronya.
Tiba-tiba ada anak yang berlari menghampirimu dan berkata “Kak Vi em Dinda nangis tuh di sana”
“Kenapa ko bisa nangis Dinda nya?” tanyamu pada anak itu.
“Tadi Dinda dipukul sama Dika Kak” jawab anak itu padamu.
“Iya iya nanti kakak ke sana” katamu singkat.

Kamu menghampiri Dinda yang sedang menangis. Lalu kamu memanggil Dika yang memukul Dinda untuk meminta maaf. Kamu melihat Dika dengan tatapan sedikit memaksa untuk meminta maaf. Akhirnya dengan tatapan supermu Dika pun meminta maaf pada Dinda muridmu yang menangis. Kamu membawa Dinda duduk di dekatmu dan terus mengajaknya untuk tidak menangis lagi.

Tiba-tiba ada anak yang berlari menghampirimu dan berkata “Kak Vi em Hana nangis juga”
“Kenapa lagi, kok bisa?” tanyamu pada anak itu.
“Gak tau kak, tiba-tiba aja nangis” jawab anak itu padamu.
“Oke deh, bawa Hananya ke sini kakak lagi ngajar nih!” serumu pada anak itu.
“Hana nya nagis terus tuh kak, lihat aja di sana, megang-megang kepalanya” jelas anak itu padamu.

Kamu langsung berdiri dan menggendong Hana ke tempat Dinda yang masih menangis. Kamu bingung dengan keadaan itu. Kamu melihat dua anak menangis. Kamu juga masih belum selesai mengajar.

Akhirnya Allah membantu mu. Beberapa saat kemudian mereka berhenti menangis di dekatmu. Kamu terlihat bagaikan seorang ayah yang memiliki banyak anak-anak yang lucu. Kamu bahagia bisa mengajar mereka. Walaupun hanya mengajarkan menbaca dan menulis iqro dan Al-Quran.

Itu lah kisah nyata tentangmu di bulan Ramadan 1438 H kemarin. Kisah tentang kamu di sore menjelang magrib.

“Bahagia bukan hanya karena memiliki sesuatu yang luar biasa, tapi bahagia itu membagikan sesuatu yang kita miliki walaupun tidak terlalu luar biasa”

Pokoknya Lailatul Qadr Jangan Sampai Lolos

Pokoknya Lailatul Qadr Jangan Sampai Lolos

 

Tahukah kamu Sob kalau ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan? Yak benar sekali Malam Lailatul Qadr. Lailatul Qadr ialah malam penuh berkah, oleh karena itu momen ini harus kita maksimalkan sebaik mungkin Sob. Seperti yang diriwayatkan oleh. ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha:

 

كَانَ النَّبِىُّ gإِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

Apabila Nabi  Shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadan), beliau mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau dari berjima’), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya.”

 

Lalu bagaimana cara kita memburu Lailatul Qadr? Caranya adalah dengan memperbanyak Salat Malam, membaca Al-Quran, zikir, berdoa, membaca shalawat, tasbih, istigfar, I’tikaf, dan lainnya. Imam at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan yang lainnya telah meriwayatkan dari Ummul Mukminin, Aisyah RA, ia berkata: ‘Aku bertanya: ‘Wahai Rasulullah, jika aku telah mengetahui kapan malam Lailatul Qadar itu, maka apa yang aku katakan pada malam tersebut?’ Beliau menjawab: ‘Katakanlah:

 

اَللّٰهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

 

‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’

(Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku).