I’tikaf Yuk Sob!

I’tikaf Yuk Sob!

 

Sob hari ini kami akan membahas seputar Itikaf da panduan selama Itikaf nih, kami yakin kalau kamu semua pasti ngeh kalau bulan Ramadan selalu identik dengan I’tikaf di masjid. Nah asal kamu tahu Sob jika ditilik secara bahasa I’tikaf berarti menetap, sedangkan menurut istilah berarti berdiam diri di masjid dalam rangka menjalankan ibadah yang disunahkan untuk dikerjakan di setiap waktu dan diutamakan pada bulan suci Ramadan dan dikhususkan sepuluh hari terakhir untuk mengharapkan datangnya Lailatul Qadr.

Perintah melaksanakan I’tikaf telah tertuang dalam Al-Quran:

… فَاْلآَنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللهُ لَكُمْ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ اْلأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا
الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ وَلاَ تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ تِلْكَ حُدُودُ اللهِ فَلاَ تَقْرَبُوهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللهُ آَيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Artinya: …maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hinggga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu berI’tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka jangan kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertaqwa.” [QS. al-Baqarah: 187]

Dan dalam hadis sahih HR. Bukhari & Muslim:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berI’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.” [HR. Bukhari & Muslim]

 

Sebelum melaksanakan I’tikaf kamu KUDU tahu syarat-syarat yang harus ditunaikan sebagai panduan agar I’tikaf berjalan baik dan penuh berkah, antara lain:

1. Orang yang melaksanakan I’tikaf beragama Islam
2. Orang yang melaksanakan I’tikaf sudah baligh, baik laki-laki maupun perempuan
3. I’tikaf dilaksanakan di masjid, baik masjid jami’ maupun masjid biasa
4. Orang yang akan melaksanakan I’tikaf hendaklah memiliki niat I’tikaf
5. Orang yang ber-I’tikaf tidak disyaratkan puasa, artinya orang yang tidak berpuasa boleh melakukan I’tikaf.

 

Lalu apa saja amalan yang dapat kamu laksanakan selama I’tikaf? Ada empat amalan utama yang dapat Haqers lakukan selama menjalani I’tikaf di masjid diantaranya:

  1. Melaksanakan salat sunat, seperti salat tahiyatul masjid, salat lail, dan lain-lain
  2. Membaca al-Qur’an
  3. Berzikir dan berdo’a
  4. Membaca buku-buku agama

 

 

Semoga tulisan kami di atas bisa memandumu sebelum melaksanakan I’tikaf ya Sob. Semangat!

Maksimalkan Sepuluh Hari Terakhir Ramadan Dengan Cara Ini Sob!

Maksimalkan Sepuluh Hari Terakhir Ramadan Dengan Cara Ini Sob!

 

Wah Alhamdulillah kita semua telah memasuki sepertiga akhir Ramadan lho Sob, gak kerasa ya Ramadan akan meninggalkan kita. Meski Ramadan mulai beranjak pergi namun kamu bisa memaksimalkan waktu yang ada dengan melakukan lima kegiatan di bawah ini supaya puasamu lebih berfaedah.

 

1. Menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan

 

Menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan dilakukan dengan mengajak keluarga untuk meningkatkan kualitas ibadah. Hal ini menunjukkan kesungguhan untuk mendapatkan keutamaan di 10 malam terakhir Ramadan.

 

2. Memperbanyak bersedekah

 

Rasulullah dikenal sebagai seorang yang pemurah. Ia juga sangat dermawan dengan menyedekahkan hartanya. Saat Ramadan, tingkat kedermawanan beliau bertambah dari sebelumnya. Sebagaimana dinyatakan oleh Ibn Abbas ra, “Baginda Rasulullah Saw. adalah orang yang amat pemurah. Pada bulan Ramadan beliau menjadi lebih pemurah lagi.” (Mutaffaq ‘alaih).

 

3. Memperbanyak membaca Al-Qur’an

 

Ada banyak keutamaan membaca Al Quran, terlebih pada bulan Ramadan. Beberapa keutamaan itu diantaranya adalah semakin mendekatkan diri kepada Allah. Membaca Al Quran juga memperoleh dua pahala yakni pahala membaca dan pahala susah payahnya: “Orang yang membaca Al-Qur’an dengan mahir adalah bersama para malaikat yang mulia lagi ta’at, sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan tergagap dan susah membacanya baginya dua pahala.” (Hadits Muttafaq alaih).

 

4. Memperbanyak salat malam

 

Bulan Ramadan, selain diwajibkan untuk berpuasa sehari penuh, malamya disunahkan untuk melakukan salat malam yang dikenal dengan salat tarawih. Selain memperoleh pahala, salat tarawih juga akan menghapus dosa-dosa kita yang telah lalu. “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).

 

5. I’tikaf

 

I’tikaf artinya berdiam diri di masjid selama beberapa waktu dengan niat beribadah kepada Allah. I’tikaf sebenarnya bisa dilakukan di setiap waktu, namun, di sepuluh hari terakhir Ramadan ini bisa menjadi kesempatan untuk lebih bersungguh-sungguh.

Hmm Enaknya Olahan Kurma Ini, Buat Yuk!

Sob jangan lemes gitu dong. Nah supaya kamu tetap semangat berpuasa kita butuh asupan energi baik, salah satunya dari kurma. Tapi kalau kamu kamu kamu dan kamu bosan dengan olahan kurma yang itu-itu saja yuk kita bikin resep Bubur Candil Ketan Kurma untuk berbuka puasa kiriman dari Kak Khusnul Chotimaa.
Bahan candil :
400 g Kurma Golden Palm
140 g tepung ketan
2 sdm terigu protein sedang
120 ml air hangat
1/2 sdt garam
Bahan bubur :
800 ml air
100 g gula merah, sisir
3 lbr daun pandan, simpulkan
1/2 sdt garam
2 sdm tepung tapioka, larutkan dengan 3 sdm air
Bahan santan :
300 ml santan kental
1/2 sdt garam
1 lbr daun pandan, simpulkan
.
*Masak semua bahan sambil diaduk hingga mendidih.
Cara Membuat :
• Belah kurma jangan sampai putus lalu buang bijinya. Sisihkan.
• Campur tepung ketan, terigu dan garam, aduk rata.
• Tuangi air hangat, aduk2 sampai adonan bisa dipulung.
• Ambil sedikit adonan, lalu masukkan ke dalam kurma yang sudah dibelah. Lakukan hingga adonan habis.
• Rebus gula merah, air, daun pandan, dan garam hingga mendidih, angkat, saring.
• Panaskan kembali air gula merah tadi lalu masukkan kurma candil, masak hingga candil matang.
• Setelah candil matang, tuang larutan tapioka, aduk dan masak hingga meletup2. Angkat.
• Sajikan bubur candil bersama kuah santan.

Orang tuamu Kudu Tahu Cara Jitu Agar THR Aman Di Sini Sob!

Orang tuamu Kudu Tahu Cara Jitu Agar THR Aman Di Sini Sob!

Kalau ingat Tunjangan Hari Raya (THR) pasti deh langsung ingat Hari Raya, dan kita semua pasti menanti-nanti siapa tau kita kecipratan juga kan? Alhamdulillah kan untuk Lebaran nanti hehe. Nah tapi kamu perlu memberi tahu orangtuamu nih Sob kalau kami punya strategi jitu agar THR aman terkendali. Kami harap strategi berikut bisa membantu orang tuamu di rumah dalam mengatur THR.

 

1. Buat Lebaran

Lebaran sudah dekat maka dapat dipastikan kalau orang tua di rumah pasti membuat rancangan pengeluaran khusus Lebaran sedini mungkin. Sampaikan kepada mereka Sob supaya jangan sampai lebih menuruti keinginan pribadi untuk berbelanja di luar rancangan pengeluaran yang telah dibuat ya.

 

2. Melunasi Kewajiban

Jika orang tua kita ternyata memiliki hutang atau diharuskan melunasi kewajiban lainnya ada baiknya sampaikan pada mereka untuk memprioritaskan uang THR sehingga bisa menutup semuanya. Kita harus ingat ketika kita meninggal kelak dan membawa hutang maka kita akan terhalang masuk surga meskipun mati syahid. Wallahualam.

3. Buat Bersedekah

Kalau anggaran Lebaran dan THR orang tua kita berlebih ada baiknya memanfaatkan uang THR untuk keperluan produktif dengan bersedekah atau berdonasi. Dengan melakukan dua hal tersebut maka kita telah berinvestasi jangka panjang di dunia dan di akhirat.

Nah kamu juga bisa berbagi dengan mendukung program pendidikan bagi anak marjinal melalui nomor rekening 2881 2881 26 BNI Syariah a.n. Dompet Dhuafa Republika sertakan kode 24 di belakang nominal donasi, misalnya Rp 100.024.

Ketika Bukaan Puasa Meninggalkan Kenangan Menakjubkan

Ketika Bukaan Puasa Meninggalkan Kenangan Menakjubkan

Oleh: Kabul Hidayatullah

Alumni SMART Angkatan 8 berkuliah di Universitas Indonesia

 

Takjil dan Ramadan sepertinya sudah seperti sahabat karib yang tak terpisahkan. Setiap kali bertemu Ramadan (hampir) selalu kita pikirkan takjil apa sore ini? Atau ketika akan berbuka kita sering bertanya-tanya: “Loh, takjilnya mana? Tumben nggak barengan?”

Ah takjil dan Ramadan memang sudah menjadi kawan yang akrab.

Begitu juga dengan Ramadan saya tahun lalu dan kali ini. Intensitas perjumpaan dengan takjil lebih sering dari biasanya. Di Ramadan tahun ini saya sudah menjelma menjadi seorang mahasiswa, saya juga diberikan amanah menjadi Ketua Lembaga Dakwah Asrama Universitas Indonesia atau Sahabat Asrama UI. Kalau biasanya kami menyediakan takjil untuk para mahasiswa sepekan sekali (khusus untuk mereka yang berpuasa sunah), sekarang hampir tiap hari.

Selesai dengan takjilan dan Salat Magrib, tugas saya selanjutnya ialah mengkoordinasi massa (baca: mahasiswa asrama) menuju Masjid UI menggunakan kendaraan identik, yak Bus Kuning. Pelaksanaan Salat Isya serta Tarawih khusus mahasiswa asrama UI memang dipusatkan di masjid kampus agar lebih semarak. Ya begitulah, Ramadan sebagai mahasiswa asrama terkadang membawa pikiran saya terbang ke masa lima tahun lalu sewaktu masih berasrama di SMART Ekselensia Indonesia.

Ramadan, sahur, buka puasa, dan tarawih adalah hal paling berkesan untuk saya. Tentu saja  karena kesemuanya tidak akan bisa ditemukan di sebelas bulan lain, dan masa-masa Ramadan di SMART adalah cerita lain. Cerita lain karena satu bulan penuh plus Lebaran saya habiskan dengan keluarga lain (baca: teman-teman asrama) karena kami semua tak pulang ke kampung halaman. Begitulah nasib anak rantau yang berjuang menuntut ilmu. Cerita lain karena banyak kenangan bersama para pembelajar sejati dengan rasa; tekad; dan semangat berjuang yang sama.

Lain padang lain pula belalang. Ketika sahur, jika anak-anak di sebuah keluarga dibangunkan dengan cara kekeluargaan, maka berbeda dengan kami yang dibangunkan menggunakan bel super cempreng (yang meninggalkan kesan teramat sangat di telinga). Belum lagi ustaz-ustaz pembina asrama yang rajin mengetuk pintu kamar sambal berkata: “Assalamu’alaikum. Ayo bangun tahajud dulu” atau untuk kesekian kali, “Ayo bangunkan temannya, sebentar lagi imsak tuh”.

Pun ketika siang hari (biasanya ba’da Zuhur), jika para ustaz menjumpai kami terlelap setelah membaca Quran di masjid, maka mereka akan membangunkan kami melalui pengeras suara. Tak pelak hal tersebut membuat kami ketar ketir, bahkan beberapa nampak masih setengah tertidur ketika bangun dari mimpi indahnya. Ada-ada saja memang.

Saat matahari condong ke barat, murotal sore mulai diputar seantero asrama. Itu tanda untuk kami yang masih saja berolahraga (walau berpuasa tapi main futsal atau latihan silat tetap berjaln) di lapangan untuk segera pulang dan bebersih lalu ke masjid. Di masjid, kami mengambil mushaf masing-masing lalu mencari tempat “semedi” terbaik untuk bekomunikasi dengan Sang Khalik. Jelang Magrib biasanya kami mengadakan nobar alias nonton bareng. Film Islami seputar perjuangan Sahabat Nabi seperti Umar bin Khattab menjadi pilihan jitu, karena mampu membakar semangat kami. Puas menyaksikan film, kegiatan selanjutnya kami habiskan untuk mendalami kisah tesebut hingga menjelang azan. Kala itu saya sering melihat kakak-kakak SDS (SMART Discipline Squad) membagikan takjil diberbagai penjuru masjid sambil memberi tanda centang di buku absensi angkatan.

Mungkin buka bersama untuk segelintir orang menjadi sangat istimewa, namun bagi kami waktu berbuka adalah waktunya kebersamaan dengan format yang tak dapat dijumpai di tempat bukber manapun. Di SMART ketika waktu berbuka tiba maka seluruh siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil berisi sekitar sepuluh orang. Setiap kelompok berisikan seluruh angkatan (dari yang termuda sampai yang paling senior), oleh karenanya momen ini menjadi momen membaur dan momen keakraban antar angkatan.

Maka ketika ditanya berkesankah Ramadan di SMART ? Maka jawabannya adalah: “Bagaimana tidak?” Ketika saya diminta membuat tulisan seputar Pengalaman Ramadan Berkesan ini, iseng-iseng saya turut membuka laman web SMART, web almamater tercinta. Tiba-tiba saya jadi rindu dengan suasana SMART, dengan takjilannya, dengan antrean ketika mengambil takjil, dengan tidurnya, dengan ustaz-ustazahnya, dengan kenangannya, dan dengan semuanya. Rindu. (KH x AR)

Indahnya Ramadan di SMART

Indahnya Ramadan di SMART

Oleh: Farid Ilham

Alumni SMART Angkatan 8 berkuliah di Universitas Lambung Amangkurat

 

Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, itu memang betul, ya betul karena berkahnya gak main-main. Mulai dari salat sunah yang pahalanya seperti salat wajib, dll. Pokoknya segala kebaikan yang dinilai Allah baik -InsyaAllah- pahalanya akan dilipatgandakan di bulan Ramadan.

Sebagai alumni SMART Ekselensia Indonesia, bisa dibilang dulu saya termasuk aktif dalam mengikuti kegiatan ekstrakulikuler. Salah duanya adalah nasyid dan Trashic alias Trash Music. Di bulan Ramadan saya dan teman-teman  mendapatkan banyak berkah dari dua ekstrakulikuler tersebut. Seakan sudah menjadi kebiasaan  Tim Trashic dan nasyid akan banyak orderan di bulan penuh berkah tersebut. Itulah yang terjadi di Ramadan 1436 H lalu, macam artis kami banyak penggilan ke sana dan ke sini.

Sebenarnya banyak yang ingin saya ceritakan, tetapi karena sepertinya akan memakan banyak ruang jadi saya tulis tiga cerita saja yang menurut saya paling berkesan di hati saya. Yang pertama adalah cerita ketika Trashic tampil di Desa Cilincing, Sunda Kelapa, Jakarta Utara. Nah kalau gak salah saat itu masih awal-awal bulan Ramadan, saya dan teman-teman diundang oleh Remaja Masjid Sunda Kelapa untuk menghibur masyarakat dan juga tamu yang datang. Konon katanya masjid ini lekat sekali dengan sejarah Raden Fatahillah –Kalau gak salah sih-. Yang unik dari tempat kami tampil kala itu ya lingkungannya, kami tampil di pinggir laut. Semula saya pikir akan berhadapan dengan pemandangan dan aroma laut yang khas, namun saya gak nyangka ternyata baunya semerbak sekali alias bau. Sebelum tampil saya dan teman-teman sempat berkeliling dan terkejut karena mendapati air lautnya  berwarna hitam dan sampahnya bejibun. Mungkin hal itulah yang menyebabkan timbulnya bau menyengat seperti bau ikan asin bercampur sampah yang usianya ratusan tahun, Subhanallah.  Yasudahlah, akhirnya kami memutuskan untuk kembali karena giliran kami tampil telah tiba, acara ini diisi oleh banyak pengisi acara, sayangnya penonton seperti tak antusias melihat penampilan mereka. Tetapi semua berbeda ketika kami tampil, luar biasa, Allahu Akbar! Warga yang tadinya tak antusias mulai berdatangan, mulai dari yang imut-imut sampai yang gak imut, dari yang muda sampai yang gak muda lagi berkumpul membentuk kerumunan, bahkan kalau saya tak salah ingat ada yang naik sampai ke atap masjid untuk menonton kami. Bangganya kami. Setiap kali selesai bermain kami diminta main lagi, jadilah kami main sampai sebulan di sana, hehe bercanda. Tampil maksimal sudah, saatnya kami pulang, namun penonton seperti enggan melepas kami. Tapi mau bagaimana lagi kami harus pergi karena sudah semakin larut dan perjalanan menuju asrama masih panjang. Akhirnya kami berpamitan diiringi gemuruh tepuk tangan.

Cerita kedua masih tentang Trashic. Ini cerita ketika saya dan Tim Trashic manggung di Hotel Sultan, Jakarta. Kami jadi pengisi Ramadan Fair, ada banyak kegiatan di acara tersebut seperti buka bersama. Karena hotelnya bukan hotel ecek-ecek maka hidangannya pun tidak main-main, pokoknya ntap! Karena jarang menyantap makanan sekelas itu kami jadi kalap dibuatnya, semua kami cicipi dari ujung ke ujung. Perut super kenyang, hati sangat senang. Di acara tersebut turut hadir mbak Terry Putri sebagai pembawa acara, ia makin cantik semenjak berhijab, jadi saja saya pengin foto bareng hehehehe. Setelah selesai tampil kami dibekali kue-kue yang banyak sekali, Alhamdulillah ada oleh-oleh untuk kawan-kawan di asrama kala itu. Berkah berkah.

Nah cerita ketiga ini tentang grup nasyid kami yang bernama Voicexelensia (ribet yah namanya hehe). Kala itu kami diminta untuk tampil di acara santunan anak yatim dan dhuafa yang diadakan MNC TV, kami tampil dihadapan ratusan tamu undangan termasuk kawan-kawan kami dari SMART. Awalnya kami hanya tampil untuk satu segmen, setelah selesai tiba-tiba seorang kru MNC TV memanggil dan meminta kami tampil dihadapannya. Waw ternyata ia merupakan salah satu kru inti DMD Show yang tayang tiap Selasa-Kamis pukul 19.00 WIB, tak disangka setelah unjuk gigi dihadapannya kami malah disuruh tampil di acara DMD Show, kami senang luar biasa karena bisa tampil di teve. Saking senangnya sampai kami menelpon orangtua kami satu-satu hahahahamaafnorakhahaha. Menurut kru yang bertugas kami harus tampil pukul 20.00 WIB, ternyata pukul 20.00 WIB acara DMD Show baru mengudara dan kami baru akan tampil pukul 22.00 WIB, sedaaaap sedap ngantuk rasanya. Sebelum tampil kami di-make up bak selebriti, lumayan akhirnya merasakan di-make up-in make up artist hehe. Ketika waktu tampil hampir tiba kami deg-degan karena banyak sekali artis di sana, tapi kami cuek saja bahkan gak mikirin hasilnya bagaimana, yang penting tampil dan bertemu almarhumah Julia Perez. Tetapi ternyata kami tampilnya malam sekali, kami yakin sebagian teman, keluarga, bahkan karyawan Dompet Dhuafa Pendidikan pasti telah terlelap. Sedih, namun tak apalah. Keesokan harinya tim Nasyid Voicexlensia mendadak jadi artis di lingkungan Dompet Dhuafa Pendidikan, ternyata ada karyawan merekam performa kami dan menyebarkannya, wah begini ya rasanya jadi artis hehe.

Dan Ramadan 1436 H lalu menjadi Ramadan terakhir saya di SMART. Sedih rasanya, namun hidup harus terus berjalan kan? :”)

Selama di SMART pengalaman seperti ini akan selalu saya kenang, sebenarnya masih banyak pengalaman menyenangkan lainnya yang tak akan saya lupakan. Berada di sini bagaikan berada di rumah sendiri, saya dan kami semua diayomi dan disayang bagai adik sendiri. Saya rindu SMART. Saya akan terus mengingat semua hal indah selama di SMART.

Jaga Diri, Tahan, Supaya Puasamu Berkah

Sob tahukah kamu kalau selama Ramadan kita kudu banget menjaga diri agar puasa kita berkah dan mendapatkan pahala berlimpah. Hanya saja sebagai pelajar kadang kita suka bertingkah nyeleneh yang tanpa disadari dapat membuat pahala puasa kita berkurang, bahkan menguap entah ke mana. Sayang banget kan kalau sampai seperti itu. Nah supaya puasa kita tetap dalam jalur yang baik, yuk kita menjaga yang perlu dijaga.

 

“Hah maksudnya bagaimana?” Langsung simak saja video di bawah ini ya. Tetap semangat puasanya Sob.

,

Tips Jitu Agar Sahur Tak Telat Lagi

Kamu Kudu Tahu Cara Jitu Bangun Sahur

Sebagai anak asrama kami sudah terbiasa hidup mandiri, hanya saja terkadang kami tak ingin menyusahkan ustaz asrama hanya untuk sekadar membangunkan kami agar tak telat makan sahur. Namun berkat tips di video ini kami bisa bangun sahur tepat waktu lho Sob, yuk segera saja simak videonya ya.

 

Puasa Bermanfaat Untuk Kesehatan Tubuh Lho

Puasa Bermanfaat Untuk Kesehatan Tubuh

 

Sob tahukah kamu kalau puasa dapat mengurangi stres lho. Selain itu, setelah beberapa hari berpuasa tubuh akan mengalami peningkatan endorfin dalam darah yang memberikan perasaan sehat secara mental.

Selain uraian di atas masih banyak manfaat puasa untuk kesehatan fisik. Lalu apa saja sih manfaat puasa?

Menyehatkan jantung

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mereka yang berpuasa sebulan sekali memiliki risiko 58 persen lebih rendah terkena penyakit jantung, dibandingkan mereka yang tidak menjalani puasa.

 

Mengurangi risiko kanker.

Selama berpuasa, laju pembelahan sel dalam tubuh akan berkurang seiring faktor pertumbuhan yang menurun akibat terbatasnya asupan.

 

Puasa Memperbaiki Sensitivitas Insulin

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa setelah berpuasa, insulin menjadi lebih efektif dalam memberitahu sel untuk mengolah glukosa dalam darah.

 

Puasa Mempercepat Metabolisme

Puasa dapat mengatur proses pencernaan dan meningkatkan fungsi usus secara lebih baik. Hal ini akan meningkatkan fungsi metabolisme dalam tubuh.

 

Puasa Memperbaiki Fungsi Otak

Puasa telah terbukti bisa meningkatkan fungsi otak. Hal ini terjadi karena puasa meningkatkan produksi protein yang disebut brain-derived neurotrophic factor (BDNF).

 

Puasa Membantu Membersihkan Kulit dan Mencegah Jerawat

Berpuasa dari fajar hingga petang telah terbukti bisa membantu tubuh membersihkan racun dan mengatur fungsi organ tubuh lainnya seperti hati, ginjal, dan bagian lainnya.

 

Puasa Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Puasa meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena bisa mengurangi radikal bebas, mengatur kondisi peradangan dalam tubuh dan mencegah pembentukan sel kanker.

 

 

 

Ini Dia Tiga Penghilang Pahala Puasa yang Kudu Kamu Tahu

Ini Dia Tiga Penghilang Pahala Puasa yang Kudu Kamu Tahu

 

Bulan puasa merupakan bulan berkah di mana setiap perbuatan baik kita akan diganjar pahala  berlipat ganda, namun ternyata ada hal-hal yang dapat menghilangkan pahala puasa kita lho Sahabat Pendidikan. Puasanya sih secara hukum tetap sah, tetapi tidak bernilai; sehingga keutamaan Ramadan pun tak bisa diraih.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ الْجُوعُ

“Betapa banyak orang yang berpuasa, ia tidak mendapat apa-apa kecuali rasa lapar” (HR. Ibnu Majah)

Hadis ini mengisyaratkan, ternyata yang puasanya tidak berpahala itu jumlahnya tidak sedikit. Lalu, apa saja yang bisa menghilangkan pahala puasa?

 

Berbohong

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan pengamalannya, maka Allah tidak butuh kepada perbuatannya yang meninggalkan makan dan minum” (HR. Al Bukhari)

Bohong atau dusta adalah hal yang dilarang Allah baik dalam kondisi puasa atau tidak. Jika dilakukan saat puasa, maka bohong atau dusta bisa menghilangkan pahala puasa.

 

Ghibah

Ghibah, meskipun yang disampaikan apa adanya (tidak bohong), juga termasuk ke dalam perbuatan yang dapat menghilangkan pahala puasa. Ghibah termasuk dalam kategori al jahl alias kebodohan atau tindakan bodoh.

 

Rafats

Rafats ialah bentuk kata-kata atau tulisan yang mengarah pada pornografi, hal ini berpotensi menghilangkan pahala puasa karena termasuk bentuk kemaksiatan. Membayangkan hal-hal yang bersifat rafats dan membangkitkan syahwat juga bisa menghilangkan pahala puasa.

Nah gak ingin kan puasa kita sia-sia hanya karena tiga hal di atas, yuk pelan-pelan kita tinggalkan ketiganya supaya puasa Ramadan kita berkah.