Selamat Berjuang Angkatan 11, Selamat Menyambut Masa Depan

Selamat Berjuang Angkatan 11, Selamat Menyambut Masa Depan

oleh: Asep Rogia, Guru Bahasa Arab dan Islamika

Wisuda bisa diartikan sebagai peresmian setelah melewati masa pendidikan dan pembinaan. Wisuda menjadi prosesi sakral dari sebuah perjuangan.
Selama lima tahun lamanya, siswa SMART Ekselensia Indonesia, yang telah kami anggap sebagai anak sendiri akhirnya berhasil menyelesaikan studinya dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dengan bekal ilmu pengetahuan dan pendidikan kepemimpinan yang mereka dapatkan selama berada di lingkungan SMART.
Rasa syukur ini kami panjatkan kehadirat Allah Swt. dengan membersamai kelulusan 40 anak-anak hebat dari berbagai penjuru nusantara. Tentu jalan mereka belum selesai, ini adalah sebuah langkah awal untuk bisa melanjutkan kebaikan-kebaikan kapanpun di mana pun dan menjadi sebaik-baiknya pribadi.
Terima kasih guru, terima kasih Dompet Dhuafa, terima kasih donatur. Keberkahan Allah membersamai dalam setiap ikhtiar kebaikan ini, aamiin.

Mau Khatam Quran Selama Ramadan? Bisa Sob!

Mau Khatam Quran Selama Ramadan? Bisa Sob!

 

Sob seperti yang kita tahu kalau salah satu ibadah utama dalam bulan Ramadan ialah membaca Al Qur’an. Jika di luar Ramadhan saja membaca tiap hurufnya bernilai 10 kebaikan apalagi di bulan Ramadhan kan? Tentu pahalanya akan berlipat-lipat. Nah,  buat kamu yang ingin mengkhatamkan Quran sebanyak 30 juz selama Ramadan bisa mengikuti enam tips di bawah ini.

 

1. Kencangkan Niat

Pertama-tama kamu kudu kencangkan niat dari sebelum Ramadan. Kenapa sebelum Ramadan? Agar ada waktu pemanasan sebelum Ramadan tiba.

 

2. Bersihkan hati dari kotoran

Kata Utsman bin Affan Ra: “Jika hati kita suci maka ia tidak akan pernah puas dengan kalam Rabb-Nya” artinya kotoran hatilah yang membuat kita berat dari membaca Al-Qur’an. Yuk perbanyak istighfar buat bersihin hati kita.

 

3. Atur strategi

Pernah nggak di Ramadan sebelumnya kamu nargetin buat khatam 30 juz tapi baru beberapa juz sudah menyerah? Strategi itun penting Sob karena mengkhatamkan Quran bagaikan perang melawan diri sendiri. Strategi yang bisa kamu ambil yaitu membagi-bagi 30 juz ke dalam beberapa bagian. Kira-kira seperti ini, 30 juz bakal diseleskan selama 30 hari berarti sehari kudu menyelesaikan satu juz. Nah satu juz itu (kalau pakai Qur’an standar) hanya 20 halaman. Jadi 20 halaman harus diselesaikan sehari caranya sebagai berikut: Waktu salat wajib ada lima nah bagi saja 20 halaman tadi tiap selesai salat fardhu. Abis shubuh empat halaman, abis zuhur empat halaman dst. Dengan kecepatan standar kamu cuman butuh sepuluh menit buat membaca empat halaman. Sesibuk-sibuknya kamu kerja pasti ada istirahat salat kan? Nah sisihkan sepuluh menit aja buat tilawah tiap abis salat fardhu.

 

4. Bareng-bareng

Nah, beramal kalau sendiri-sendiri kan cepat bosan tuh. Kamu bisa ajak teman nongkrong supaya bisa saling pantau tilawah udah sampai mana, juga buat wadah saling ingetin kalau-kalau ada yang lupa tilawah.

 

5. Kasih tahu orang terdekat.

Kasih tahu orang-orang terdekatmu kalau kamu punya target khatam Qur’an, minta do’a mereka dan diingetkan kalau sedang lupa. Orang terdekat bisa orangtua dan sahabat.

 

6. Berdoa dan minta didoakan

Do’a itu senjatanya orang mukmin. Setelah niat dan taget disusun, berdoalah kepada Allah untuk dimudahkan dalam mencapai target tersebut. Minta juga doa ke orangtua karena doa orangtua itu maqbul.

 

Akhirnya, selamat menyambut Ramadan ya Sob. Semoga kita bisa panen sebanyak-banyaknya kebaikan dan keberkahan.

Secuil Kisah Tentang Imsak yang Perlu Kamu Ketahui Sob

Secuil Kisah Tentang Imsak yang Perlu Kamu Ketahui Sob

 

Sob benarkah imsak menjadi waktu awal dimulainya seseorang menahan lapar dan dahaga?

Adapun berimsak (mulai menahan diri) lebih awal sebelum terbitnya fajar sebagaimana disebutkan oleh Imam Mawardi hanyalah sebagai anjuran agar lebih sempurna masa puasanya.

Lalu bagaimana dengan waktu imsak sendiri?

Waktu imsak yang sering kita lihat di jadwal-jadwal imsakiyah adalah waktu yang dibuat oleh para ulama untuk kehatian-hatian.

Dengan adanya waktu imsak yang biasanya ditetapkan sepuluh menit sebelum subuh maka orang yang akan berpuasa akan lebih berhati-hati ketika mendekati waktu subuh. Di waktu sepuluh menit itu ia akan segera menghentikan aktivitas sahurnya, menggosok gigi, dan juga mandi serta persiapan lainnya untuk melaksanakan shalat subuh.

Nah itulah pentingnya mengetahui waktu imsak Sob. Jangan lupa disimpan dan dibagikan ya poster imsaknya. Semoga menjadi amal kebaikan bagi kita semua.

 

Program Sedekah CATCHPLAY dan DD Pendidikan untuk Anak-Anak Marginal

Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah di bidang sosial dan pendidikan yang harus diselesaikan. Sinergi dari banyak pihak diperlukan untuk mengentaskan rangkaian permasalahan tersebut, karena membawa negeri ini kepada kejayaannya menjadi tanggung jawab bersama.

CATCHPLAY bermitra dengan Dompet Dhuafa Pendidikan (DD Pendidikan) menggagas program bertajuk #SedekahSeruCATCHPLAY sebagai upaya menyelesaikan satu dari sekian banyak pekerjaan rumah di negeri ini. Program Sedekah Seru CATCHPLAY berlangsung selama bulan Ramadan 2019, dimulai pada 1 Mei 2019 dan akan berakhir pada 9 Juni 2019.

Melalui program tersebut, CATCHPLAY, perusahaan penyedia layanan streaming film, akan mendonasikan sebesar Rp3.000,00 dari tiap transaksi koleksi single rental-nya.Selanjutnya donasi tersebut akan disalurkan DD Pendidikan untuk SMART Ekselensia Indonesia

Program Sedekah Seru CATCHPLAY juga menjadi sarana meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat  dalam bidang pendidikan dan sosial demi kualitas hidup masyarakat marjinal lebih baik. CATCHPLAY dan DD Pendidikan memiliki komitmen untuk memasifkan program ini melalui ragam kanal yang dimiliki masing-masing pihak.

Kolaborasi ini diharapkan memberi dampak signifikan terutama bagi para penerima manfaat DD Pendidikan dan mampu menginspirasi masyarakat untuk bergerak membangun bangsa sehingga problematika sosial negeri ini akan lebih cepat terentaskan.

“Saat kita berbagi, ada cahaya kehangatan yang terus menerangi dan membuat hidup lebih berarti. Cahaya ini akan lebih terang saat Ramadan. Kami bersyukur, tahun ini kami bisa berkolaborasi bersama Dompet Dhuafa Pendidikan, dan berbagi sinar bulan suci bersama movie lovers Indonesia,” jelas Roy Soetanto, Chief Marketing Officer, APAC, CATCHPLAY tentang program ini.  “Kami berinisiatif mengadakan #SedekahSeruCATCHPLAY yang bertujuan membuka cara baru bersedekah untuk anak-anak yang masih belum bisa mengenyam pendidikan yang layak. Tak ada kebaikan sia-sia. Kami berharap, program ini membawa perubahan pada mereka sekecil apa pun kontribusi kami, melalui Dompet Dhuafa Pendidikan,” ungkapnya lebih lanjut.

CATCHPLAY, tak seperti penyedia video-on-demand lain, menawarkan film blockbusterHollywood terbaru, tiga bulan setelah tayang di bioskop. Cakupan jenis filmnya amat beragam, mulai dari pemenang Oscar, film inspiratif penuh pujian kritikus, laga, blockbuster, indie, art house, hingga film lokal besutan para sineas anak bangsa, yang cocok dinikmati seluruh anggota keluarga.

Narahubung: Nurhayati Rospita Sari-SPV Marketing Komunikasi (0878 8791 2000)

Ini Dia Lima Keutamaan Ramadan yang Kudu Kamu Tahu Sob!

Ini Dia Lima Keutamaan Ramadan yang Kudu Kamu Tahu Sob!

 

Assalamualaikum Sob, apa kabar kamu semua? Kalau kami Alhamdulillah baik hanya saja sedang banyak kesibukan nih Sob jadi maaf ya kalau jarang mengunggah kabar terbaru kami di sini.

 

Sob kamu semua pasti udah gak sabar buat bertemu dengan bulan Ramadan yang tinggal menghitung hari. Nah seperti yang kamu tahu kalau Ramadan merupakan bulan yang selalu ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Islam diseluruh dunia.

 

“Lah kenapa ditunggu-tunggu kak?” Itu karena bulan Ramadan memiliki beberapa keutamaan. “Lalu apa saja kak keutamaannya?” Keutamaannya ada lima Sob, tapi daripada kamu penasaran yuk segera baca di bawah.

1. Ramadan Bulan Diturunkannya Al-Qur’an


Tahukah kamu Sob kalau Ramadan ialah Syahrul Quran (bulan Al-Quran)? Diturunkannya Al-Quran pada bulan Ramadan menjadi bukti nyata atas kemuliaan dan keutamaan bulan Ramadan. Allah Swt. berfirman: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)” – QS. Al-Baqarah: 185.

Sebab itulah disarankan agar di bulan Ramadan kita memperbanyak membaca Al-Quran dengan intensitas tak terbatas.

2. Bulan Penuh Keberkahan


Bulan Ramadan dikenal dengan bulan syahrun mubarak, hal ini didasarkan pada dalil hadis Rasulullah Saw.: ”Sungguh telah datang kepada kalian bulan penuh berkah. Pada bulan ini diwajibkan puasa kepada kalian” – HR. Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Baihaqi. Setiap ibadah yang dilakukan di bulan Ramadan, maka Allah akan melipat gandakan pahalanya.

 

3. Malam Lailatul Qodar


Kemuliaan bulan Ramadan salah satunya adalah hadirnya malam penuh kemuliaan dan keberkahan di salah satu malam pada malam-malam terakhir dan ganjil di bulan Ramadan Sob. Kamu pasti tahu kan malam apa itu? Yak benar Malam Lailatul Qodar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Allah Swt. berfirman:”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada Lailatul Qodar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan” – QS.Al Qadr:1-3.

 

4. Bulan Ramadan Bulan Pengampunan Dosa Maghfirah


Bulan Ramadan merupakan bulan penghapusan dosa, Rasulullah Saw. bersabda: ”Salat lima waktu, Jumat ke Jumat dan Ramadan ke Ramadan menghapuskan dosa-dosa di antara masa-masa itu selama dosa-dosa besar dijauhi”. (HR. Muslim).

Melalui berbagai aktivitas ibadah di bulan Ramadan Allah Swt. akan menghapuskan dosa kita sebagaimana sabda Nabi Saw.: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah Swt., maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”- HR.Bukhari dan Muslim. Sebab itulah di Bulan Ramadan ada baiknya kita memperbanyak ibadah ya Sob.

 

5. Pintu Surga Dibuka Pintu Neraka Ditutup


Kemuliaan dan keutamaan Bulan Ramadan lainnya  ialah pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup lho Sob. Allah memberi kesempatan kepada kita untuk masuk surga melalui serangkaian ibadah dan amal shalih yang bisa dilakukan selama bulan Ramadan.

 

Naah itulah lima keutamaan bulan Ramadan Sob. Yuk kita persiapkan diri sebaik mungkin sebelum Ramadan datang. Nantikan artkel Ramadan seru lainnya ya.

,

Tak Perlu Khawatir, UNBK 2019 Pasti Berlalu!

Rasanya baru kemarin kami melihat kakak-kakak Angkatan 10 sibuk belajar mempersiapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), tetiba saja UNBK 2019 sudah datang mengetuk pintu kamar asrama kami. Siap tidak siap kami harus siap.

Oh iya sekadar informasi untuk kalian, Ujian Nasional (UN) tahun ini kami masih menggunakan sistem berbasis komputer alias UNBK seperti tahun sebelumnya. “Lalu apa sih UNBK?” Mungkin sebagian dari kamu  belum tahu apa itu UNBK, UNBK adalah Ujian Nasional Berbasis Komputer atau biasa juga disebut Computer Based Test (CBT) di mana sistem pelaksanaannya menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.

Penyelenggaraan UNBK pertama kali dilaksanakan pada 2014 secara daring (online.pen) dan terbatas di SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Hasil penyelenggaraan UNBK pada kedua sekolah tersebut cukup menggembirakan dan semakin mendorong untuk meningkatkan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Selanjutnya secara bertahap pada 2015 lalu akhirnya dilaksanakan rintisan UNBK dengan mengikutsertakan 556 sekolah yang terdiri dari 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 379 SMK di 29 Provinsi dan Luar Negeri.

Penyelenggaraan UNBK saat ini menggunakan sistem semi-daring yaitu soal dikirim dari peladen (server.pen) pusat secara daring melalui jaringan (sinkronisasi) ke peladen lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh peladen lokal (sekolah) secara luring (offline.pen). Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari peladen lokal (sekolah) ke peladen pusat secara daring. Yang jelas kami telah mempersiapkan dengan baik segala sesuatu yang berhubungan dengan ujian penentu nasib kami di masa depan ini.

Sebelum UNBK datang kami telah menyiapkan banyaaaaak hal supaya kami bisa menaklukan ujian yang (masih) menjadi momok bagi pelajar di Indonesia ini. Walau terlihat seperti belajar melulu, tetapi kami menyisihkan waktu untuk bersantai juga kok, bahkan mungkin terlalu santai hehe. Mulai hari ini, Senin (01/04) hingga Kamis (04/04) plus tambahan hari Senin nanti (08/04) kami akan berjuang dan bertarung dengan gigih.

Berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini tak ada ritual apel pagi bersama karena jadwal UNBK dibagi menjadi dua shift yakni pukul 07.30-09.30 untuk Kelompok 1 dan pukul 10.30-12.30 untuk Kelompok 2. Bahkan teman-teman kami yang ujian di shift 2 masih bisa menyetrika baju dahulu Sob.

“Lalu kenapa dikelompokkan begitu sih?” Karena mencegah terjadinya keriuhan dan koneksi internet yang kurang stabil, oleh karenanya ujian dibagi menjadi dua bagian.

Nah tahukah kamu kalau setiap tahunnya SMART (Alhamdulillah) berhasil meluluskan semua muridnya dengan rerata capaian sekitar 97% diterima di PTN kenamaan. Karena itulah banyak pihak yakin kalau UNBK 2019 mampu membuat SMART meluluskan semua siswa-siswanya dan masuk PTN favorit, aamiin.

Ada 40 siswa yang mengikuti UNBK, selama empat (plus satu) hari kami akan berjuang menyelesaikan mata pelajaran yang  di-UNBK-kan. Untuk mata pelajaran yang diujikan sendiri antara lain Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris. Lalu ada satu hari khusus untuk mata pelajaran pilihan yakni Biologi, Fisika, dan Kimia untuk jurusan IPA. Ekonomi, Geografi, Sosisologi untuk jurusan IPS.

Sob merasa gak sih kalau setiap tahunnya banyak lho teman-teman kita yang stres menjelang dan saat ujian tiba, pun kami merasakan hal yang sama. Selain (mungkin) karena kurangnya persiapan dan kesiapan, bisa juga karena tuntutan nilai lumayan tinggi. Kami ada beberapa tips nih untuk kalian agar tidak stres menghadapi UNBK tahun depan:

  1. Kamu harus siap lahir batin! Jangan anggap UNBK sebagai momok menakutkan, anggap saja ulangan biasa dengan soal yang lebih menantang.
  2. Persiapkan mental dan diri sebaik mungkin, karena yang tahu kapasitasmu kan hanya kamu.
  3. Banyak-banyak berdoa karena kekuatan doa itu maha dahsyat.
  4. Jangan lupa sarapan sebelum ke sekolah, karena sarapan terbukti mampu menambah daya konsentrasi.
  5. Percaya diri dan jangan pernah menyontek!
  6. Kerjakan soal yang menurut kamu paling mudah.

Semoga tips di atas membantumu.

 

Kami mohon doamu ya, semoga kami bisa mengerjakan soal dengan baik, mendapatkan nilai yang baik, dan bisa masuk PTN yang kami inginkan. Kami juga mendoakan agar kalian semua juga lulus dengan nilai terbaik aamiin! Doakan kami juga ya Sob! (AR)

,

Pertemanan Kami Bukan Pertemanan Biasa

Pertemanan Kami Bukan Pertemanan Biasa

Oleh: Muhamad Reza Alamsyah,
Alumni SMART Angkatan 7, saat ini berkuliah di Unpad jurusan Bahasa dan Sastra Inggris

 

”Friendship is not something you learn in SCHOOL. But if you haven’t learned the meaning of FRIENDSHIP, you really haven’t learned anything.” Muhammad Ali

Kalimat pembuka yang sangat sok-sokan ya hmm. Biarkan terlebih dahulu saya bercerita sedikit mengenai siapa saya sebenarnya. Nama lengkap saya Muhamad Reza Alamsyah, angkatan 7 SMART Ekselensia Indonesia (kami mengidentitaskan diri sebagai INDIERS), berhasil lulus dengan selamat pada tahun 2015, dan sekarang berkuliah di Universitas Padjadjaran jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Iya, memang belum lama.

Rasanya baru kemarin saya berangkat meninggalkan Makassar, kota kelahiran saya, dengan berat hati sambil membawa tekad kuat untuk mencapai sukses. Sangat klise memang, tapi begitu manis, apalagi untuk seorang anak yang baru memasuki usia 12 tahun pada saat itu.

Pertama kali saya menginjakkan kaki di SMART Ekselensia Indonesia dan mengetahui saya akan berada di sini selama lima tahun ke depan yang tentu bukan waktu yang singkat, saya langsung diserang rasa takut dan sedih secara bersamaan sehingga berkeinginan kuat untuk berhenti melangkah dan lebih baik pulang saja ke Makassar. Tapi, ya tentu ada tapinya, setelah beberapa bulan merasakan atmosfer yang betu-betul sebuah hal baru bagi saya, kesadaran bahwa saya tidak akan sendiri melangkah dan mengingat betapa banyaknya orang di kampung saya, khusunya keluarga, yang mengharapkan masa depan yang cerah bagi saya, keputusan untuk menetap sambil melanjutkan perjuangan akhirnya bulat.

Saya dipertemukan dengan anak-anak yang Subhanallah dalam banyak hal. Melakukan banyak kegiatan bersama membuat saya tidak ada keraguan untuk menganggap mereka sebagai sahabat atau mungkin lebih jauh, sebagai saudara baru, yang akhirnya dipertemukan di sekolah ini.
Masih amat jelas melekat mengenai begitu banyaknya kisah yang kami alami bersama. Kami pernah menundukkan kepala sambil menggerutu dalam hati ketika dihukum massal oleh Anggota KOPASSUS atas kesalahan kami yang katanya menjadi contoh buruk bagi adik kelas kami. Pernah juga menangis jika mengingat atau diingatkan mengenai keluarga yang jauh di sana oleh ustad atau ustadzah kami yang entah sengaja atau tidak, dan juga tertawa puas atas lelucon-lelucon lama yang sebenarnya tidak terlalu lucu tapi entah bagimana jadi lucu dan segar kembali untuk dibahas. Berkelana ke berbagai tempat yang dulunya hanya bisa kami saksikan melalui layar kaca dan mengagumi indahnya dari sana. Pulang balik sekolah-asrama setiap hari, bertemu orang-orang yang sama, tempat-tempat yang tak ada ubahnya dengan hari kemarin, kegiatan yang itu-itu saja, tapi cerita di setiap harinya, yang pasti berbeda, PASTI.

Kami melalui semua hal selama lima tahun di SMART bersama-bersama, hingga akhirnya wisuda hadir dan mengubah segalanya. Momen penanda akhir perjuangan kami di sekolah yang penuh cerita dan kenangan indah, yang paling kami nanti-nantikan di awal perjuangan, tapi menjadi salah satu yang paling menyedihkan yang pernah kami alami, setidaknya saya pribadi. Wisuda menyadarkan kami, bahwa lima tahun bukanlah waktu yang sangat lama, bahwa kita akan hidup sendiri-sendiri dan tak lagi bersama, bahwa semua yang pernah kami lakukan akan tinggal menjadi cerita, bahwa tak akan ada lagi dihukum bersama, isak tangis menggemuruh, atau lelucon basi yang menjadi segar. Kami dihadapkan pada realitas bahwa berkumpul bersama kelak tidak semudah biasanya, harus menyesuaikan waktu kosong, tidak ada lagi teman sekamar yang akan terganggu atas kikikan tawa puas teman lainnya, dan harus keluar untuk menghadapi hidup sesungguhnya.

Mereka menjadi alasan kedua saya setelah keluarga di rumah atas bertahannya saya di SMART hingga akhir dan tentu saya berkewajiban berterima kasih kepada mereka atas semangat dan dukungan itu. Kelak, ketika saya telah mencapai sukses yang saya definisikan dan hidup dengan keluarga baru, saya akan mengajak anak-anak dan istri-istri, eh, istri, saya ke SMART. Menunjuk dengan bangga ke arah sekolah yang megah itu, sambil berkata, “Di sana, di setiap sudutnya, ada cerita menarik yang terpendam, tentang orang-orang jauh yang disatukan, serta menjadi saksi bisu perjuangan mereka yang pernah lemah namun bangkit tak kenal lelah”.

Memang ada benarnya kata-kata petinju tenar di atas, pertemanan bukan hal yang kita pelajari di sekolah bersama matematika dan sebagainya, tapi kalau kita tidak mempelajari arti pertemanan, kita sungguh tidak belajar apa-apa. Terima kasih SMART, terima kasih INDIERS.

Sincerely,
-Calon Duta Besar Indonesia untuk Inggris

,

Yuk Selami Dalamnya Al-Quran Supaya Hidup Lebih Hidup

Yuk Selami Dalamnya Al-Quran Supaya Hidup Lebih Hidup

 

Halo Sob, Assalamualaikum. Wah kita bertemu lagi di postingan terbaru nih. Maaf ya kalau kami jarang mengunggah tulisan atau informasi seputar SMART, maklum banyak sekali tugas yang harus kami kerjakan. Sebagai permintaan maaf, kami ingin bercerita seputar pengalaman kami para siswa Kelas 4 IPS yang mengikuti Diskusi Produktif Pendidikan kemarin.

Jadi Sob, dulu Syaikh Thanthawi, guru besar Al-Azhar Kairo mengulas dalam tafsirnya Al Jawahir, bahwa Al Qur’an memuat lebih dari 750 ayat tentang alam semesta, dan hanya sekitar 150 ayat fikih. Namun, ulama telah menulis ribuan kitab fikih, tetapi nyaris tidak memperhatikan serta menulis kitab tentang alam raya dan isinya.

Hal ini jelas membuat banyak orang bertanya-tanya (termasuk kami yang awam) tentang korelasi sains dan ayat Al-Qur’an dengan hidup manusia. Sebagai pelajar kami haus sekali akan ilmu pengetahuan, dan untuk mencari jawaban di atas akhirnya pada Kamis (28/03) kami mengikuti Diskusi Produktif Pendidikan bersama Dr. Agus Purwanto, Kreator SMA Trensains (SRAGEN & Jombang), dengan pembahasan Nalar Ayat-Ayat Semesta yang diadakan di Aula Al insan Dompet Dhuafa Pendidikan, Bogor, Jawa Barat.

Menurut Pak Doktor Agus, umat dan para ulama banyak menghabiskan waktu untuk membahas persoalan fikih, dan sering sekali berseteru serta bertengkar karenanya. Mereka lalai atas fenomena terbitnya matahari, beredarnya bulan, dan kelap-kelipnya bintang. Mereka abaikan gerak awan di langit, kilat yang menyambar, listrik yang membakar, malam yang gelap gulita, dan mutiara yang gemerlap. Mereka juga tak tertarik pada aneka tumbuhan di sekitar, binatang ternak, maupun binatang buas yang bertebaran di muka bumi, dan aneka fenomena serta keajaiban lainnya. Padahal di dalam Al-Quran semua sudah dijelaskan secara detail tanpa ada satu unsur pun terlewat di dalamnya.

“Apakah sains tidak relevan dalam Islam? Padahal dalam sejarah keilmuan tercatat bahwa sains modern merupakan sumbangan para ilmuwan muslim terhadap peradaban dunia, terutama ketika Eropa berada dalam dark age,” paparnya.

Selama tiga jam kami dikenalkan dan diajak menyelami ayat-ayat semesta di dalam Al Qur’an. Ia menambahkan jika Al-Qur’an dan sains telah melahirkan ilmuan-ilmuan besar seperti Al-Biruni ahli fisika dan kedokteran, Al-Razi ahli kimia, Al-Khawarizmi ahli matematika, Ibnu Haitsam ahli optik, serta nama-nama seperti Ibnu Sina, Ibnu Farabi, Ibnu Khaldun, Al-Kindi, Ibnu Batutah, Ibnu Rusyd, Al-Saghani, dan masih banyak nama besar lainnya. Wih bangga sekali kami mendengar nama-nama tokoh ini disebut, bikin semakin semangat untuk belajar5.

Dalam penjelasannya Pak Doktor Agus menekankan bahwa sesungguhnya Islam dan Al-Quran tidak pernah bertentangan apalagi bermusuhan dengan sains. Dalam buku Ayat- Ayat Semesta yang ia karang, dan lewat diskusi produktif pendidikan ia ingin menunjukkan bagaimana Al-Quran justru menjadi sumber dari sains modern. Sains dikonstruksi berdasarkan inspirasi wahyu Allah Swt. dalam bangunan ilmu pengetahuannya.

“Al-Qur’an tidak sekadar menjadi basis nilai. Di dalamnya mengandung 800 ayat tentang alam, sains, juga teknologi. Maka, Al-Qur’an bisa menjadi epistemologi dalam ilmu, sumber inspirasi dalam kehidupan. Penting diingat jika kita lupa pada sang pencipta maka hidupnya tak akan seimbang. Karena dalam hidup yang utama adalah Allah, maka penting bagi manusia untuk selalu membangkitkan kesadaran akan kebesaran-Nya dalam setiap aktivitas,” tutupnya.

Selesai mengikuti Diskusi Produktif Pendidikan, pengetahuan kami seputar Al-Quran semakin bertambah. Bukan itu saja, kami semakin yakin kalau Al-Quran itu benar-benar pedoman hidup tiada duanya. MasyaAllah. (AR).

Pesawat, dan Arti Kesederhanaan

Pesawat, dan Arti Kesederhanaan

Desa. Apa yang terpikirkan dalam kata ‘desa’? Asri, indah, damai, tenteram? Kalau seperti itu, alangkah beruntungnya aku. Atau, justru terbelakang, marginal, terisolasi? Jika begitu, betapa kasih dan sayangnya Allah menakdirkanku sebagai anak desa.

Terlahir di desa membuatku menjadi orang yang sederhana sekaligus tersederhanakan. Aku senang sederhana karena sederhana membuatku nyaman, tak banyak pikiran. Ya, apa yang harus dipikirkan jika untuk menanak nasi dengan tungku belaka? Atau, apa yang memusingkan jika hanya bermain congklak dan petak umpet? Apa yang memusingkan dan membebani pikiran?

Tapi, hidupku harus beranjak. Aku perlu beranjak dari tempat satu ke tempat lain. Tak boleh tidak. Karena, kata ibuku, manusia kodratnya berpindah, bergerak, tumbuh. Maksudnya? Tak tahulah aku apa arti pastinya. Yang jelas, aku harus berpindah tempat.

Maka, hidupku tak boleh selamanya sederhana. Oh bukan, tak boleh sepenuhnya sederhana karena aku masih senang sederhana. Tawaran berpindah pun datang. Takdir Allah datang berupa status menjadi siswa SMART Ekselensia Indonesia.

Sekarang SMART Ekselensia Indonesia sudah dan akan tetap menjadi bagian besar dalam hidupku. Mengapa bisa begitu? Apa spesialnya? Aku jawab, ya 100%. Sebab, SMART telah banyak mengambil peran dalam hidupku. Satu hal terpenting yang SMART ajarkan kepadaku adalah bagaimana mengubah paradigma kesederhanaan itu. Saya tidak perlu menjauhi sederhana untuk sebuah perpindahan.

Pelajaran itu disampaikan lewat benda bernama pesawat.

Berkat rahmat Allah, dukungan dan doa dari orang-orang tercinta, aku bisa naik pesawat. Pesawat yang bahkan waktu kecil aku hanya bisa mendongakkan kepala ke atas untuk mencari di mana dan ke mana burung besi itu pergi. Tak jarang, hanya suara menderu dan silau sinar matahari yang aku dapatkan.

Tiket pesawat itu aku raih setelah melewati dan memenangi sebuah kompetisi. Kata orang, sering kali momen pertama itu paling berkesan. Tapi, aku tak mau momen mengesankan naik pesawat menjadi momen menggelikan. Agar tidak terjadi, aku persiapkan baik-baik supaya semua lancar pada waktunya.

Menurut Ustadz Mulyadi, guruku di SMART, visualisasi itu penting. Visualisasi tentang apa yang ingin kita raih, tentang apa yang ingin kita lakukan pada masa mendatang. Aku pakai jurus itu, visualisasi.

Visualisasi pertamaku adalah orang yang naik pesawat umumnya membawa koper. Sebenarnya aku lebih nyaman dan sreg memakai tas safari. Tapi, aku berpikir, aku tak boleh sepenuhnya lagi sederhana.

Aku pun mencari teman yang berasal dari luar Jawa (karena mereka datang menggunakan pesawat yang biayanya ditanggung SMART). Target didapat. Eko namanya. Aku mencarinya di kamar Kairo.
“Eko, pinjam koper lo dong?!”
“Buat apa? Oh, buat ke Medan ya?” Tanyanya sambil tersenyum.
“Hehe… Iya. Masak gue harus bawa tas? Koperlah!”
“Oh, gitu. Ya sudah, tuh kopernya di atas lemari!”
Aku pun mengambil koper itu. Ringan karena isinya mungkin kosong.
“Kodenya?”

Eko pun memberitahukannya, tapi sejurus kemudian dia berkata, “Tapi lo jangan ngomong ke siapa-siapa.”
“Sip! Percaya deh sama gue!”

Aku sesuaikan kodenya. Klik! Terbuka. Kopernya bersih, hanya beberapa bagian luar yang sedikit berdebu sehingga aku tidak perlu mencucinya terlebih dulu.

Aku melihat-lihat koper tersebut. Ada tulisan nama pemiliknya, Eko. Hal pertama yang kulakukan adalah menutupnya dengan perekat ganda kertas.

Selanjutnya, aku menuliskan namaku di kertas tersebut.
Masih di kamar Kairo, aku duduk di kasur Eko, di sampingnya.
“Pengalaman logimana?” Tanyaku.
“Maksud?”
“Ya, naik pesawat. Kasih gue gambaran dong!”
“Oh, itu. Lo rombongan kan? Paling nanti diurus pendamping.”
“Maksudnya?”
“Ya, nanti kan dikasih tiket. Tiket nanti dikasihkan ke petugasnya, check-in. Terus, angkat barang-barang ke bagasi. Habis itu, lo dapat boarding pass, bayar airport tax, terus nunggu pesawat deh.”
“Oh, gitu.”
“Ya. Tapi, biasanya diurus sama dinas mungkin. Lo yang penting tinggal ikut, bawa barang, udah selesai.”
“Thanks, Ko.”

Aku kembali ke kamar, bersiap-siap untuk hari esok. Sambil memaket-maketkan barang, aku mengingat-ingat kata-kata Eko. Semua harus lancar, tanpa masalah.

Hari H tiba. Aku dan rombongan sudah datang dan berkumpul. Kami memasuki bandara. Aku hanya mengikuti arus rombongan, dan yang penting percaya teman, percaya pada perkataan Eko tempo hari. Hanya ikut, bawa barang, selesai.

Akhirnya benar. Setelah beberapa menit menunggu, aku memasuki pesawat. Semua lancar. Hanya saja, aku sedikit menyesal. Menyesal telah menghindari kesederhanaan yang selama ini aku senangi. Aku memilih jaket tipis yang terlihat modis daripada jaket tebal yang terkesan biasa saja. Sementara itu, di dalam pesawat pendingin ruangan sudah membuat banyak orang kedinginan. Kesederhanaan malah ditunjukkan seorang teman dari rombongan. Dia duduk di sebelahku. Dia telah membawa sarung sejak di ruang tunggu. Padahal, kalau dilihat dari sekolah asalnya, dia dapat dipastikan bukan anak orang sembarangan.
“Yang penting nyaman, cuek aja!” Katanya.

Aku tersadar akan makna penting dari kata ‘sederhana’. Sederhana bukan masalah seorang membeli barang mahal ataupun murah, modis atau kurang modis, bukan masalah kaya atau miskin. Sederhana hanya masalah tentang bagaimana kita nyaman, tanpa berpikir repot-repot segala urusan pernak-pernik yang menyertainya.

Ternyata Allah telah menakdirkan yang terbaik bagiku sedemikian rupa. Allah memang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Puja-puji syukur kupanjatkan ke hadirat-Mu, ya Allah. Dzat yang telah mengirimku ke dalam kepompong ini. Kepompong yang membuatku bermetamorfosis demi masa depan yang lebih baik. Kepompong yang akan mengeluarkanku sebagai orang yang akan dan terus peduli dengan kemanusiaan. Kepompong bernama SMART Ekselensia Indonesia.

Kontributor : Ahmad Darmansyah (Alumni SMART Ekselensia Indonesia)

BElajar Bahasa Asing

Mengasah Kemampuan Bahasa Inggris

Nama saya Rizki Idsam Matura . Kata ‘matura’ dalam nama saya bukanlah nama marga atau nama keluarga, melainkan sebuah singkatan yang menurut penuturan Ibu adalah “Menyumbangkan Tenaga Untuk Rakyat”. Sebuah singkatan yang sangat berat untuk dipikul oleh seorang anak kampung yang sekadar bermimpi ke kota pun tak berani. Hingga suatu ketika mau atau tidak mau saya harus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Suatu hari, ketika asyik bermain kelereng, saya dipanggil Abang. Dia menanyakan apakah saya ingin melanjutkan pendidikan di luar Lampung. Sontak saya kaget. Bermalam semalam di rumah teman saja saya tidak berani, apalagi untuk tinggal dalam waktu lama di lingkungan yang tidak saya kenal.

Saya pun bertanya terlebih dahulu kepada Ibu, apakah saya diizinkan untuk pergi dan apakah saya kira-kira kuat untuk hidup tanpa didampingi keluarga. Dengan tenang, Ibu mengatakan kalau saya diizinkan. Beliau juga memberikan kepada saya kekuatan untuk berani merantau. Akhirnya dengan semangat menggebu-gebu saya mengiyakan ajakan Abang saya untuk sekolah di Jawa.

Tidak seperti yang saya perkirakan, seleksi untuk menjadi bagian dari sekolah itu sangat sulit. Selain itu, banyak peserta yang menjadi saingan saya. Seleksi awal yang dilakukan adalah seleksi administratif. Tanpa piagam, tanpa sertifikat, dan tanpa nilai yang menonjol, saya memberanikan diri untuk mengikuti seleksi awal. Satu-satunya kebanggaan saya adalah selalu menjadi tiga besar di kelas.

Alhamdulillah, saya berhasil lolos dalam tahap awal dan siap mengikuti seleksi bidang studi yang diadakan di Ibu Kota. Dalam seleksi inilah saya baru mengenal nama sekolahnya, yaitu SMART Ekselensia Indonesia. Ternyata, setelah bertanya lebih lanjut, saya mengetahui bahwa sekolah ini merupakan salah satu jejaring dari Dompet Dhuafa. Sebelum mengenal SMART, saya terlebih dahulu mengenal Dompet Dhuafa dari programnya yang ada di kabupaten saya, yaitu Kampung Ternak.

Setelah lolos tes bidang studi dan seleksi-seleksi tahap selanjutnya, saya diterima menjadi salah satu bagian dari Siswa SMART Ekselensia Indonesia Angkatan 4. Kelulusan saya ini menjadi cerita tersendiri di desa saya. Betapa tidak, dalam pengumuman tersebut disampaikan pula bahwa saya beserta teman-teman yang terpilih dari Lampung akan pergi dengan menggunakan pesawat.

Sehari sebelum keberangkatan saya, tepatnya pada malam harinya, di rumah saya diadakan syukuran untuk melepas kepergian saya. Dalam acara itu pula tetangga dan kerabat menitipkan nasihat-nasihat untuk saya ketika sudah hidup negeri orang.

Di SMART kami diijinkan untuk mengikuti berbagai ekstrakurikuler untuk menunjang kemampuan non-akademik kami. Ekskul yang saya ikuti adalah English Club, yaitu wadah bagi para siswa SMART yang tertarik untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Selain mempelajari teori-teori dalam kelas, kami juga sering mengetes kemampuan berbahasa Inggris kami dengan orang asing. Caranya? Bule hunting ke tempat-tempat wisata yang banyak dikunjungi turis asing.

Pengalaman bule hunting pertama yang saya ikuti bertempat di Monumen Nasional. Pada kesempatan itu, kami mencari sebanyak-banyaknya turis asing untuk diajak mengobrol. Karena kemampuan berbahasa Inggris saya saat itu tidak terlalu baik, saya lebih sering menjadi pendengar ketika teman-teman saya bertanya kepada bule-bule itu.

Selain sebagai ajang mempraktikkan secara langsung kemampuan berbahasa Inggris, bule hunting merupakan salah satu media kami untuk refreshing mencari udara segar di luar asrama. Maklum, kami hanya diizinkan keluar seminggu sekali. Walaupun begitu, kami tidak serta-merta memanfaatkan aktivitas ini untuk bersenang-senang tak bertanggung jawab karena kami diwajibkan membuat laporan kegiatan (dalam bahasa Inggris tentunya) dan menyerahkan kepada penanggung jawab ekstrakurikuler ini.

Selain bule hunting, sesekali kami menjadi narasumber di RRI Pro 2 Bogor dalam program English Service Programme yang merupakan program kerja sama dengan Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa. Materi yang dibawakan tidak jauh dari kehidupan kami sebagai anak asrama, seperti suka atau duka menjadi anak asrama. Sesuai namanya, tentu saja kami harus menjawab pertanyaan pembawa acara dengan menggunakan bahasa Inggris. Untuk menghindari kesalahan-kesalahan pada saat menjawab pertanyaan, kami melakukan briefing terlebih dahulu dengan pembawa acara.

Baik ketika kami mendengar program ini atau saat kami menjadi pembicaranya, kemampuan berbahasa Inggris kami sedikit demi sedikit meningkat. Seiring dengan peningkatan kemampuan berbahasa Inggris kami, kami dipercaya untuk menjadi penanggung jawab dalam acara-acara berbahasa Inggris yang diadakan sekolah. Seperti pada saat penyelenggaraan Olimpiade Humaniora, saya dipercaya untuk menjadi Koordinator lomba story telling. Atau ketika rombongan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris se-Indonesia di bawah Kementerian Agama datang ke sekolah kami, saya dan teman saya di English Club dipercaya menjadi MC di hadapan orang-orang yang sudah pasti mahir berbahasa Inggris. Grogi? Pasti. Tapi kami berusaha menampilkan yang terbaik sebagai tuan rumah. Hasilnya, kami diapresiasi oleh peserta.

Hal yang paling berkesan selama saya menjadi salah satu anggota English Club adalah ketika kami kedatangan tamu dari Negeri Ginseng, Korea Selatan, tepatnya dari sekolah-sekolah di Pulau Jeju. Mereka tergabung dalam Korea Youth Volunteer Programme. Ada dua tim yang dikirim dalam program ini, satu ke Garut dan satu lagi ke Bogor atau tepatnya ke SMART. Beruntungnya, karena sudah sering diberi tanggung jawab untuk menjadi MC dalam kegiatan berbahasa Inggris, saya dan teman saya kembali diberi kepercayaan untuk menjadi MC pada pembukaan dan penutupan program ini.

Pengalaman menjadi MC pada program ini merupakan pengalaman baru bagi saya, terlebih lagi secara tidak langsung saya membawa nama negara. Untuk itu, saya membutuhkan waktu berhari-hari demi mempersiapkan diri. Mulai dari pemilihan kostum, pembuatan run down acara, bahkan kami sempat dilatih bahasa Korea demi suksesnya acara.

Pada pelaksanaannya, saya tidak hanya berperan sebagai MC yang membuka dan menutup acara, tetapi ikut serta pada program kerelawanan yang mereka lakukan. Selama pelaksanaan program tersebut, kami tidak hanya memperkenalkan dan mengajarkan budaya yang ada di Indonesia, tetapi juga sharing kebudayaan Korea dan Indonesia. []