Sesibuk-Sibuknya Belajar Jangan Sampai Lupakan Ini

Sob walau banyak PR dan tugas sekolah lainnya jangan sampai lupa untuk meluangkan waktu menghafal Alquran. Nah kalau kamu bingung harus memulai dari mana, siapa tahu uraian di bawah dapat membantu kamu menghafal:
  1. Mulailah menghafal dari Juz 30 atau juz 29 atau juz 28, setelah itu silahkan mulai dari Juz 1 dan seterusnya.
  2. Gunakan Mushaf Alquran Huffadzh, yakni Alquran cetakan standar international, di mana setiap juz-nya rata-rata terdiri dari +/- 10 lembar (20 halaman; di mana setiap halaman maksimal terdiri dari 15 baris), usahakan istiqamah dengan satu mushaf, tapi bukanlah alasan untuk tidak menghafal ketika suatu ketika antum lupa membawa mushaf, tetaplah menghafal meski dengan mushaf yang berbeda, ini hanya untuk lebih memudahkan Haqers dengan sebuah kebiasaan.
  3. Persiapkan diri dengan mengatur 5 waktu khusus untuk menghafal dalam sehari, dan kami sangat menyarankan bahwa waktu tersebut adalah setiap Haqers selesai menunaikan salat fardhu.
  4. Jika Haqers memiliki media yang memungkinkan untuk membantu seperti gawai, MP3/MP4 Player atau apa saja yang dilengkapi dengan fasilitas recorder & playback maka gunakanlah media tersebut, rekam suara (bacaan) Haqers pada media tersebut agar bisa mendengarnya di setiap kesempatan sebelum tiba waktu selanjutnya. Kegiatan ini sebagai media muraja’ah dengan pendengaran sekaligus melatih telinga kita untuk terbiasa tidak mendengar hal-hal yang sia-sia seperti lagu dan musik.
  5. Gunakan kesempatan Qiyam Al Layl sebagai waktu tambahan untuk memuraja’ah hafalan-hafalan Haqers.   Kami doakan semoga Haqers bisa selalu istiqmah dalam menghafal Alquran di tengah kesibukan saat ini, aamiin.

Menghafal Berat, Biar Aku Saja, eh Kamu Juga

Sob menghafal Alquran bisa dilakukan kapan pun, bahkan di tengah kesibukan sekolah, nah menurut Ustaz Yusuf Mansyur cara menghafal Alquran bagi pelajar sibuk kayak kita cukup dengan one day one ayat atau satu hari satu ayat namun berulang, lagi dan lagi, terus dan terus. Agar semakin hafal, ayat tersebut bisa pula dibaca saat salat wajib ataupun sunah, termasuk ketika menjadi imam salat. Kemudian menjelang tidur, kata dia, ulangi kembali ayat yang sudah dihafal dan yang baru dihafal. Selanjutnya, bentuk komunitas menghafal Alquran. “Jangan menghafal sendiri. Jadi, bisa tukar-tukar peran, setor-setoran hafalan. Saling baca satu sama lain, saling menyimak satu sama lain, yang paling efektif, komunitas itu ya keluarga bareng-bareng menghafal satu hari satu ayat,” ujarnya. Ia mengingatkan, jangan lupa saat menghafal Alquran, niatkan untuk menghafal 30 juz. Harapannya supaya saat kita meninggal tetap mendapat pahala seolah hafal 30 juz, meski sebenarnya baru hafal 5 juz. “Ini sama seperti orang yang dari Asar sudah niat mau salat malam, eh Magribnya meninggal, maka amal terakhirnya yang tercatat adalah salat malam meski belum terlaksana,” ujarnya. Jika menghafal satu hari satu ayat masih terasa berat, Ustaz YM menuturkan, menghafal bisa dilakukan dengan satu pekan satu ayat. Cara tersebut bisa dipilih asalkan rutin dijalankan. Sambil menghafal, lanjutnya, jangan lupa menadaburi makna berbagai ayat dalam Alquran. “Di lihat-lihat terjemahannya, dibaca sambil ditulis atau dicatat yang ditemui, yang diperhatikan, yang didapat, dan yang digali, maupun yang tergali. Jadi, tambah kuat hafalannya,” kata Ustaz YM. Dia menambahkan, menghafal Alquran perlu niat, tetapi jangan cuma menghafal untuk diri sendiri. Niatkan agar sebanyak mungkin orang di bumi juga hafal Alquran. “Sehingga ketika kita meninggal dunia, seakan satu bumi sudah hafal Alquran. Itu pahala kekuatan niat,” tuturnya. Dia menjelaskan, memulai sua tu kegiatan baik, seperti meng hafal Alquran, memang berat. Apalagi, bila kita tidak terbiasa atau belum pernah melakukannya sama sekali.

Belajar dari Al Fatih yuk Gaees

Belajar dari Al Fatih yuk Gaees

 

Menurut KBBI arti dari kata konsistensi adalah ketetapan dan kemantapan (dalam bertindak); dari pengertian tersebut maka dapat disimpulkan secara singkta bahwa tidaklah mudah dalam membangun sebuah konsistensi, dibutuhkan komitmen yang tinggi, pengulangan yang dilakukan berulang akan suatu hal sehingga menjadikan hukum konsistensi itu bekerja sesuai dengan tujuan akhir yang diharapkan. Seseorang yang sudah melakukan sesuatu dengan konsisten akan menjadikan dirinya memiliki kepakaran dalam suatu bidang, menjadi ahli dan menggapai sukses.

 

 

Simak contoh berikut, kita tentu pernah mendengar kekayaan daripada seorang Bill Gates, ataupun Warren Buffet, ataupun Walt Disney, ya mereka adalah para pejuang sukses dalam hidupnya yang berhasil melawan segenap potensi keburukan dan mengubahnya menjadi potensi kebaikan, jika kita telisik seberapa jauh hidup seorang Bill Gates dalam melakukan pencapaian besar dalam hidupnya, hampir ia habiskan dengan penuh kegagalan. Itulah harga yang harus dibayar untuk seonggok kesuksesan. Konsistensi mampu memberikan enegri untuk mengalahkan setiap konsekuensi kekalahan yang akan dihadapi dalam menggapai suksesnya.

 

 

Konsistensi Al Fatih akan shalat tahajjud yang tidak pernah ia tinggalkan sejak balig menghantarkan ia menjadi pemimpin terhebat penakluk benteng konstantinopel. Konsistensi mba Dewi Nur Aisyah untuk tidur hanya selama tiga jam sehari berhasil membuat dirinya menamatkan kuliah kurun waktu tiga setengah tahun dengan predikat lulusan terbaik disamping menjalani belasan amanah di berbagai organisasi yang dia ikuti.

 

 

Begitulah juga dengan kebiasaan-kebiasaan baik yang ada dalam keseharian kita, seperti mengalahkan sikap egois dalam diri bukanlah hal yang gampang. Melatih diri dengan kebiasaan kebiasaan baik tentunya bukan hal yang mudah, membentuk kebiasaan ibarat memperbaiki mesin daripada sebuah kapal, memperbaiki sistem pusat yang akan bekerja mengatur kehidupan. Hukum konsistensi ini akan menciptakan sebuah produk yang dinamakan kebiasaan, pola kebiasaan akan merubah dan masuk ke dalam alam bawah sadar.

 

 

Terbiasa tahajjud tiap hari, tentunya ada sebuah proses panjang dalam menggapainya, itulah yang dinamakan hukum konsistensi, melakukan secara terus menerus, ibarat batu yang ditetesi oleh air, tentu akan berlubang bukan. Orang yang membiasakan diri untuk tenang dalam menghadapi masalah akan membentuk karakter yang tegar, dan cenderung tidak gegabah dalam mengambil keputusan, orang yang senantiasa membiasakan untuk berdzikir, tentunya Allah akan mudahkan ia dalam menyebut tiap asmanya di segala kondisi.

 

 

Mari bangun komitmen yang baik, agar dapat menciptakan konsisten dalam hal kebaikan pula.

Ngomongin Pemimpin

Ngomongin Pemimpin yuk Sob!

 

Siswa merupakan suatu gelar yang sangat istimewa yang ada pada pemuda. Adapun peranan siswa yang tidak akan berubah, yaitu agent of change, social control, dan iron stock. Agent of change adalah peran mahasiwa dalam melakukan perubahan menuju arah yang lebih baik. Siswa yang sedang berada tahap belajar, mulai memahami kaidah- kaidah yang semestinya yang diterapkan pada kehidupan bernegara. Jika ada sesuatu yang tidak berada dalam aturannya, maka siswalah yang akan mengembalikan ke jalur yang semestinya. Social control adalah peran siswa dalam mengamati lingkungan dan negaranya. Seringkali, pemerintah yang berada diatas hirarki bernegara melakukan hal yang tidak bermanfaat bagi masyarakatnya atau dapat dikatakatan menguntungkan diri sendiri. Maka itulah peran siswa memperbaiki hal tersebut dengan tanpa kepetingan tertentu didalamnya. Yang terakhir adalah Iron stock, siswa diharapkan menjadi pemimpin- pemimpin negara yang lebih baik. Karena siswa telah mengetahui bagaimana hal yang semestinya diperbaiki untuk menyejahterakan negara, hal tersebut Karena siswa telah mengkaji kebijakan-kebijakan pemimpin sebelumnya. Dengan mengetahui hal yang dipaparkan tersebut hendaknya kita sebagai siswa menjadi pemimpin yang dapat berguna bagi rakyat.

 

 

Kontribusi dalam kamus besar Bahasa Indonesia dapat berarti sumbangan. Nah, sumbangan seperti apa yang dibutuhkan bangsa ini. Menilik dari permasalahan bangsa ini di saat sekarang sudah jelaslah solusi dari permasalahn tersebut, dibutuhkan kesadaran pemuda bangsa ini untuk menjadi pemimpin negeri ini dalam memberantas krisis ideologi yang tengah terjadi. Seorang pemimpin yang terus mempelajari dan berbagi mengenai seluk beluk ideologi pancasila yang sebenar–benarnya.

 

 

Adalah suatu kesia-siaan jika gelar siswa ini tidak kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sangat mubazir jika kita hanya menjadi seorang apatis yang hanya kuliah-pulang atau kuliah-kafe. Belum lagi peran kita sebagai manusia yang diciptakan dimuka bumi untuk menjadi pemimpin umat sedunia.

 

 

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Ali ‘Imran: 110).

 

 

Berbicara tentang pemimpin, pemimpin Indonesia hendaknya dapat memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi zaman sekarang, seharusnya pemimpin Indonesia dapat membuat terobosan terbaru yang efektif dan efesien dan dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat. Biarlah terobosan tersebut hanya hal kecil. Bisa saja hal kecil seperti sebuah akun khusus dan laman khusus yang akan otomatis ada ketika sebuah akun pemuda Indonesia aktif. Akun khusus inilah nantinya yang menjadi media berbagi serta menguatkan prinsip – prinsip Pancasila kepada setiap pengguna media sosial di tanah air.

 

 

Selain itu, pemimpin juga harus mengetahui segala problematika yang terjadi di Indonesia. Permasalahan saat ini sebenarnya dapat teratasi jika generasi muda sebagai calon pemimpin benar-benar menerapkan nilai-nilai yang ada dalam pancasila. Namun sayangnya ada pemuda yang menganggap pancasila itu tidak relevan. Meskipun ada pemuda yang mengaku mencintai pancasila, tapi mereka tidak memahami nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila seutuhnya. Mereka memang mempunyai nilai nasonalisme yang cukup tinggi, tapi apakah nasionalisme saja sudah cukup untuk memahami makna pancasila? Tidak, karena dalam pancasila telah dirumuskan nilai-nilai untuk kehidupan berbangsa dan bernegara yang berlandaskan kepada nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial. Untuk itu, pemimpin dengan pemahaman tinggi terhadap ideologi sangat dibutuhkan oleh rakyat Indonesia.

 

 

Oleh karena itu janganlah kita menyia-nyiakan waktu yang kita miliki, karena Ahmad Rifa’i Rif’an seorang penulis buku Hidup Sekali, Berarti lalu Mati pernah menyampaikan dalam bukunya:

 

 

Bukankah kezaliman yang tak terkira jika kita menjadikan maha karya yang istimewa ini hanya numpang lewat dalam sejarah? Lahir, hidup, mati tanpa meninggalkan warisan berharga bagi generasi selanjutnya.

 

 

Kata Siapa Tak Bisa Dapat Skor IELTS Kece? Ikuti Tips Ini Dulu dong Sob

IELTS menjadi salah satu syarat untuk studi lanjut khususnya diluar negeri. Umumnya band score yang dibutuhkan berada di range minimal 6.5 atau 7.0 namun bisa ada syarat khusus dari jurusan yang dituju. Ujian IELTS ada 4 macam yaitu Listening, Reading, Writing dan Speaking. Kebanyakan dari kita terlalu fokus terhadap persiapan dirangkaian test dan melupakan persiapan sekunder yang ternyata berdampak besar di saat test.

  1. Paspor/KTP

Mengikuti test IELTS, peserta harus memiliki kartu identitas. Disarankan buat teman-teman agar menggunakan paspor daripada KTP untuk ditunjukkan saat registrasi. Resiko pemakaian paspor lebih kecil daripada KTP, jika menggunakan paspor yang dicek hanya fotonya saja tapi jika menggunakan KTP tanda tangan teman-teman akan dicek dan harus sama persis titik dan lekukan-lekukan untuk bisa ikut test. Jika dianggap tidak sesuai maka teman-teman tidak bisa ikut.

  1. Membiasakan diri menggunakan pensil HB

Biasanya kalau test-test kita umumnya menggunakan pensil 2B tapi IELTS menggunakan pensil HB yang teksturnya lebih keras daripada 2B. Kenyamanan alat tulis biasanya memengaruhi kenyamanan menulis juga. Oh ya saat test semua alat tulis disediakan oleh penyelenggara IELTS.

  1. Menulis rapi

Ternyata kerapihan dalam menulis sangat penting loh. Hampir seluruh test IELTS ‘memaksa’ kita agar memiliki tulisan yang dapat dibaca oleh examiner. Jika teman-teman memiliki tulisan yang kurang rapi, jangan lupa berlatih menulis lebih rapi dan mudah dibaca.

  1. Kroscek lembaga tempat test IELTS

Setiap penyelenggara memiliki fasilitas yang terstandar namun tentu memiliki karakteristiknya masing-masing. Teman-teman mengecek review terhadap fasilitas dan pelayanan yang diberikan demi kenyamanan saat test berlangsung.

  1. Menggunakan baju warna cerah

Tidak ada disebutkan sih hal ini akan berpengaruh terhadap nilai hanya mungkin ini dapat membantu teman-teman saat akan menghadapi examiner saat speaking test. Warna cerah dapat membuat teman-teman terlihat fresh dan cerah serta dapat memancarkan mood yang baik juga sehingga dapat memungkinkan tendensi yang teman-teman rasakan berkurang.

  1. Cek jadwal test

Hal ini menjadi krusial untuk teman-teman yang punya target beasiswa atau sejenisnya yang membuat teman-teman harus segera test. Biaya test IELTS dapat dikatakan tidak terlalu murah sekitar 2.9 juta Rupiah sehingga pendaftarnya tidak sebanyak TOEFL. Bisa saja test yang teman-teman daftarkan dibatalkan karena tidak mencapai jumlah minimum peserta. Jadi pastikan bahwa jadwalnya akan terlaksana.

  1. Tidak banyak minum

Ruangan test biasanya akan sangat dingin dan teman-teman saat sarapan jangan terlalu banyak minum agar saat ditengah test tidak ingin ke toilet. Selain tidak fokus, jika teman-teman ke toilet tidak ada penambahan waktu pengerjaan dan teman-teman harus scan sidik jari lagi dipintu masuk seperti saat awal registrasi.

 

Tak Perlu Galau Tak Perlu Resah

Sob kamu pasti tahu deh kalau Rasulullah adalah contoh sosok motivator yang dapat menjalankan perannya sebagai Rasul, kepala keluarga, pedagang, dan guru bagi umat Muslim tanpa menomorduakan salah satunya, maka patut jika kita menjadikan beliau sebagai motivator dalam beribadah.       Allah senantiasa dekat dengan para hamba-Nya, Allah memberi petunjuk bagi hamba-Nya yang beriman pada-Nya, Allah juga memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa yakin dalam menjalani hidup dan yakin akan kehidupan di akhirat nanti, berikut 17 Ayat Al Qur’an tentang motivasi :       1. QS At Taubah : 40       “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah selalu bersama kita”. Ketika menghadapi suatu ujian, tak perlu bersedih hati, kebahagiaan dan kesedihan kadang datang silih berganti tergantung bagaimana kita menghadapinya dan mengambil pelajaran darinya. Kembalikan segalanya pada sang pencipta bahwa segala yang terjadi adalah ketetapan yang terbaik dari-Nya.       2. QS Al Baqarah : 155 – 156       “Dan berikanlah berita gembira kepada orang orang yang sabar, yaitu yang ketika ditimpa musibah mereka mengucapkan : sungguh kita semua ini milik Allah dan sungguh kepada-Nya lah kita kembali”.  Sabar bukan hal yang mustahil untuk dimiliki semua mukmin, ketika ditimpa suatu ujian kadang kita menyalahkan diri sendiri atau bahkan menyalahkan takdir. Ingatlah bahwa segala ujian pasti ada hikmah di dalamnya.       3. QS Yusuf : 87       “Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus dari rahmat Allah melainkan orang orang yang kufur”.  Harapan selalu ada bagi orang yang percaya, hadapi setiap tantangan dalam hidup dengan niat mencari ridho-Nya, lakukan usaha semaksimal mungkin sesuai kemampuan disertai dengan doa. bahaya putus asa dalam Islam sudah jelas di dalam Alquran, berarti ia bukan termasuk golongan orang beriman.       “Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu berharap”. Orang mukmin senantiasa berharap hanya kepada Allah, bukan kepada orang lain atau berbangga diri berharap sepenuhnya dari diri sendiri. Dalam setiap kepentingan hendaknya melibatkan Allah dengan memohon kemudahan dan keberkahan dari-Nya.       5. QS Al Mukmin : 60       “Berdoalah kepada ku pastilah aku kabulkan untukmu”. Setiap kali memiliki hajat atau menginginkan sesuatu hendaknya mengusahakan dengan sungguh sungguh dan meminta pada Allah untuk mengabulkan hajat anda. Allah senang pada hamba-Nya yang senantiasa berdoa, karena doa menghubungkan langsung antara seorang hamba dengan Allah.       6. QS Al Imran : 139       “Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu beriman”. Tidak diperkenankan senantiasa memandang diri sebagai orang yang buruk atau penuh kekurangan, setiap manusia mendapat anugrah dari Allah berupa kelebihan dan kelemahan masing masing. Berpikir negatif terhadap diri sendiri menandakan kurang nya rasa syukur. Maksimalkan kelebihan yang Haqers punya untuk kebaikan dan jadikan kekurangan sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas diri.       7. QS Al Baqarah : 186       “Hendaknya mereka memenuhi perintah Ku dan hendaklah mereka yakin kepada Ku agar selalu berada dalam kebenaran”.  Ikuti perintah Allah dan syariat Islam dalam kehidupan sehari hari agar anda berada pada jalan yang lurus, senantiasa yakin kepada Allah bahwa setiap insan yang diciptakan memiliki peran dan bermanfaat untuk orang lain.       8. QS Al Baqarah : 286       “Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kadar kesanggupannya”. Jelas sekali dalam firman tersebut Allah senantiasa mengasihi hamba-Nya, tidak akan diberikan ujian jika hamba-Nya tidak sanggup melewati. Karena itu tidak selayaknya kita berputus asa dalam menghadapi segala tantangan hidup.       9. QS. Al Imraan : 200       “Bersabarlah kamu dan kuatkkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu menang”. Allah memerintahkan kepada orang orang beriman untuk senantiasa berusaha dalam kesabaran dan keyakinan. keutamaan sabar dalam Islam memang sangat dianjurkan.       10. QS. Al Insyirah : 5       “Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan”. Jika seorang hamba menghadapi sebuah ujian dan menghadapinya dengan ikhtiar dan doa serta dalam kesabaran, maka Allah akan menunjukkan baginya petunjuk berupa jalan keluar atau kemudahan atas kesulitan yang dialaminya, seusai dari selesainya ujian tersebut akan lebih menguatkan tingkat keimanannya.       Demikian pembahasan tentang ayat Alquran yang mengandung motivasi, amalkan setiap ayat tersebut dalam kehidupan sehar hari agar kita senantiasa memiliki motivasi untuk memperbaiki diri dan menjadi manusia dengan kualitas keimanan yang lebih baik. Sampai bertemu lagi di artikel selanjutnya dan terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel saya ini. Sekian semoga bermanfaat.

Astaghfirullah Tobat Atuh Sob

Siapakah diantara kita yang tidak pernah berbuat dosa? Dosa pandangan kita, dosa pendengaran kita, dosa lisan kita, dosa tangan kita, dan dosa-dosa lainnya yang pernah kita lakukan. Bahkan sehari pun kita tidak bisa lepas dari berbuat dosa.

Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam bersabda :

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Seluruh anak Adam berdosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat” (HR Ibnu Maajah no 4241, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)

Dosa dan maksiat adalah tabiat manusia.

Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (53) وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ (54)

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).

Tidakkah firman Allah ini dapat melapangkan hati, menghilangkan keresahan, dan menghapuskan kegundahan kita? Ayat diatas adalah seruan untuk segenap orang yang terjerumus ke dalam dosa agar segera bertaubat dan kembali kepada Allah. Sekalipun dosa anak adam sangat banyak, namun kasih sayang Allah jauh lebih luas terhadap hambaNya.

Amalan-amalan Penghapus Dosa

Abul ‘Abbas Ibnu Taimiyah rahimahullahu dalam kitabnya Majmu’ Al Fatwa memberikan nasihat indah tentang amalan-amalan yang dapat menjadi penghapus dosa.  Beliau berkata, dosa dapat terhapus oleh beberapa hal:

  1. Taubat

Taubat secara bahasa berasal dari kata at-tauba yang dimaknai ‘kembali’. Orang yang bertaubat artinya ia kembali/berpaling dari dosanya [1]. Sementara secara syar’iy taubat adalah meninggalkan dosa karena takut pada Allah, menganggapnya buruk, menyesali perbuatan maksiatnya, bertekad untuk tidak melakukannya lagi, dan memperbaiki amalnya. Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin rahimahullahu dalam kitabnya Majalis Syahri Ramadhan [2] mengatakan “Taubat yang diperintahkan Allah Ta’ala adalah taubat nasuha (yang tulus) yang mencakup lima syarat”:

  1. Hendaknya taubat itu dilakukan dengan ikhlas.
  2. Menyesali serta merasa sedih atas dosa yang pernah dilakukan.
  3. Berhenti dari perbuatan maksiat.
  4. Bertekad untuk tidak mengulangi dosa tersebut.
  5. Taubat dilakukan bukan pada saat masa penerimaan taubat telah habis
  6. Istighfar

Istighfar meskipun tampak sama dengan taubat, namun hakikatnya berbeda. Terdapat beberapa perbedaan antara taubat dan istighfar diantaranya:

Pertama: Taubat terdapat batas waktu, sementara istighfar tidak. Hal inilah yang menyebabkan orang yang sudah meninggal dapat dimohonkan ampunan, adapun taubat tidak lagi diterima tatkala nyawa sudah sampai pada kerongkongan.

Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Hashr :10).

Kedua: Taubat hanya bisa dilakukan oleh pelaku dosa itu sendiri, sementara istighfar dapat dilakukan oleh pelaku dosa dan juga orang lain untuknya. Oleh karena itu seorang anak dapat memohonkan ampunan untuk orang tuanya.

Ketiga: Taubat disyaratkan harus berhenti dari dosa yang dilakukan sementara istighfar tidak disyaratkan demikian. Terdapat perselisihan ulama dalam hal ini, namun ada kesimpulan yang sangat baik dari Syaikh Sulaiman Ar Ruhaili hafidzahullah dalam permasalahan ini [3]. Beliau menjelaskan bahwa istighfar ada dua keadaan:

  • Istighfar untuk dosa yang dilakukan oleh orang lain. Hal ini sebagaimana istighfarnya malaikat untuk orang-orang yang duduk di tempat sholat selama wudhunya belum batal maupun istighfar seorang anak untuk orang tuanya.
  • Istighfar untuk dosa yang dilakukan oleh diri sendiri. Istighfar bagi diri sendiri bermanfaat meski belum bertaubat, namun dengan syarat istighfar yang ia lakukan semata-mata karena rasa takutnya kepada Allah Ta’ala.
  1. Amal Shalih

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

اتق الله حيثما كنت ، وأتبع السيئة الحسنة تمحها، وخالق الناس بخلق حسن

Bertakwalah kepada Allah di manapun anda berada. Iringilah perbuatan dosa dengan amal kebaikan, karena kebaikan itu dapat menghapusnya. Serta bergaulah dengan orang lain dengan akhlak yang baik” (HR. Ahmad 21354, Tirmidzi 1987, ia berkata: ‘hadits ini hasan shahih).

Hadis ini menunjukan bahwa apabila hamba terjatuh dalam perbuatan dosa, maka hendaklah ia bersegera menghapusnya dengan taubat dan melakukan amal shalih. Dosa yang dibiarkan lama mengendap dalam diri karena tidak segera ditaubati, dikhawatirkan akan menjadi sebab lahirnya perbuatan dosa-dosa lainnya.

Syaikh Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu dalam kitabnya Washiyah Sughro [4] menjelaskan bahwa amalan shalih yang dapat menghapus dosa terbagi menjadi dua:

Pertama: Amal shalih yang dapat menghapus dosa tertentu saja. Contohnya yakni pembayaran diyat bagi jamaah haji yang melanggar larangan-larangan ihram.

Kedua: Amal shalih yang dapat menghapus dosa secara umum. Contohnya yakni puasa di bulan Ramadhan yang dapat menghapus dosa-dosa yang telah lalu.

  1. Musibah menghapuskan dosa

Musibah yang menimpa seorang muslim akan menjadi penghapus dosa baginya apabila ia bersabar dan menerima musibah yang menimpanya. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam,

مَا يُصِيبُ المُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ، وَلاَ وَصَبٍ، وَلاَ هَمِّ، وَلاَ حُزْنٍ، وَلاَ أَذًى، وَلاَ غَمِّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا؛ إِلاَّ كَفَّرَ الله بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

Apa saja yang menimpa seseorang Muslim seperti rasa letih, sedih, sakit, gelisah, sampai duri yang menusuknya, melainkan Allâh akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya dengan sebab itu semua”. [Muttafaqun ‘alaihi]

Setiap dosa yang dilakukan seorang hamba itu buruk, namun akan jauh lebih buruk apabila ia tidak mau bertaubat atas dosa yang telah dilakukan. Maka hendaklah kita mempergunakan waktu yang kita miliki untuk banyak bertaubat kepada Allah Ta’ala dan melakukan banyak amal kebaikan.

Ditulis oleh: Yuli Widiyatmoko

_________________________________________________________________________

Referensi:

[1]        Prof. DR. Shalih Ghanim as-sadlan, At-Taubatu Ilallâh, Maknâhâ, Haqîqatuhâ,
Fadhluhâ, syurutuhâ
, hlm. 10.

[2]       Ibnu Faris, Mu’jam Maqâyis al-Lughah, 1/357.

[3]        Ahmad Anshori. 2017. “Perbedaan Istighfar dan Taubat”. Diakses melalui
https://muslim.or.id/29214-perbedaan-istighfar-dan-taubat.html pada 09 Januari 2019.

[4]       Syaikh Islam Ibnu Taimiyah, Washiyah Sughro.

Pelajar Juga Bisa Keluar dari Zona Nyaman

Manusia dari hari ke hari selalu bergerak, ada yang bergerak maju, ada yang jalan di tempat ada juga yang bergerak mundur. Pergerakan ini ditentukan berdasarkan kebiasaan sehari-hari manusia itu sendiri. Bila kebiasaannya baik maka akan menuntun manusia itu untuk bergerak maju. Begitu sebaliknya, bila kebiasaan itu buruk maka cenderung menuntun manusia untuk bergerak mundur/stagnan. Pergerakan manusia dalam hidup ini bermula karena manusia mencoba untuk memenuhi kebutuhan fundamentalnya. Kebutuhan fundamental manusia ada 3. Pertama need of social; kebutuhan untuk bersosial. Kedua need of religion; kebutuhan untuk beragama. Ketiga adalah need of achievement, yaitu kebutuhan untuk bisa mencapai sesuatu. Setelah kebutuhan dasar terpenuhi maka manusia akan naik level ke proses aktualisasi diri.  Proses aktualisasi diri membutuhkan manusia yang berkualitas, manusia yang memiliki kebiasaan yang apik. Lantas, kebiasaan yang apik itu seperti apa? Kebiasan yang apik itu dibentuk dengan cara yang bagaimana?

Jawabannya, kebiasaan yang apik itu mengajak manusia untuk keluar dari Zona Nyamannya/ Comfort Zone. Dan Cara membentuk kebiasaan baik itu adalah dengan memahami cara keluar dari Comfort Zone.

Mengapa harus keluar dari Zona Nyaman? Padahal Zona Nyaman adalah tempat ternyaman manusia, dan tempat yang ‘memungkinkan’ manusia memperoleh kebahagiaan…

Eits, Zona Nyaman bisa jadi memberikan kebahagiaan, namun itu bersifat sementara. Manusia perlu keluar dari Zona Nyamannya. Ingat, manusia perlu keluar dari Zona Nyaman.

Zona Nyaman itu sebenarnya apa sih?
Zona Nyaman adalah sesuatu kegiatan yang sudah terhabitisasi di masa lalu kita, sehingga kegiatan itu sudah jadi kegiatan yang biasa (alam bawah sadar). Zona nyaman, memberikan kenyamanan bagi manusia yang sudah sering melakukan kegiatan tersebut. Jadi seorang manusia yang berada di Zona Nyaman akan selalu melakukan kegiatan yang sama setiap harinya. Kegiatan yang sama setiap harinya menandakan bahwa manusia itu tidak berkembang, tidak ada target/tujuan baru dalam hidupnya. Kondisi ini berbahaya, karena membuat manusia sulit bergerak ke proses aktualisasi diri, karena sudah nyaman dengan kegiatan-kegiatan yang itu-itu saja, yang tidak memberikan pembentukkan diri yang lebih baik. Logikanya jika manusia itu hanya melakukan kegiatan yang sama setiap harinya, maka pergerakan manusia itu akan sama setiap harinya, atau bisa dibilang stagnan. Maka, kata motivasi “Hari Ini Harus Lebih Baik Dari Hari Kemarin” tidak akan tercapai jika hanya berada di Zona Nyaman. Oleh karena itu, manusia harus keluar dari Zona Nyamannya, dan Menantang diri sendiri untuk melakukan kegiatan baru yang positif dan menjadikannya Habit/Kebiasaan baru yang akan membentuk diri jadi lebih baik.

Namun proses membentuk Kebiasaan baru yang baik atau istilahnya adalah keluar dari Zona Nyaman tidaklah mudah.

Zona Nyaman, memiliki 2 hal yang akan memberontak habis-habisan jika, manusia ingin keluar dari Zona ini. 2 hal ini akan menarik lagi niat manusia untuk melakukan kegiatan-kegiatan baru yang positif. 2 hal ini adalah Inner Voice dan Sensasy Phisiology. Inner Voice adalah suara-suara dair dalam diri manusia yang akan memberi tahu manusia jika akan melakukan hal-hal baru. Inner voice ini akan berbicara ke kita untuk mengurungkan niat mengerjakan kegiatan baru. Contoh inner voice; Jika kita ingin merubah kebiasaan bangun siang (jam 11), jadi bangun pagi (jam 5) maka Inner Voice akan berbisik, “Udah tidur aja dulu baru jam 4 ini, masih sejam lagi jam 5.” Pas lihat jam eh tiba-tiba sudah jam 8, dan kita ingin segera bangun, tapi Inner Voice akan berbisik lagi, “Udah tidur lagi aja dulu, ini hari libur loh, gak papa kita tidur lebih lama. Kasihlah tubuhmu istirahat yang cukup” Dan akhirnya Habit baru untuk bisa bangun pagi jam 5, tidak terlaksana, karena ada si Inner Voice ini. Contoh lagi, jika kita ingin mengubah kebiasaan agar tidak mengerjakan tugas mepet waktu/deadliner, maka kita akan berusaha untuk mencicil tugas itu dari jauh-jauh hari sebelum waktunya tugas dikumpulkan. Namun, Inner Voice akan muncul dan berbisik, “Loh, ini kan baru tanggal 9, masih 7 hari lagi kok tugasnya dikumpulkan, masih lama. Udah kamu nyelesain yang lain aja dulu. Tuh lihat tuh, temen kamu ngajak belanja. Udah belanja aja dulu, toh kebutuhan kamu udah pada habis kan. Tenang 7 hari masih lama” Dan sampai deadline tugas, tugasnya belum selesai dikerjakan. Dan Habit baru untuk tidak jadi deadliner tidak terbentuk.

Hal 1 lagi yang ada di Zona Nyaman yang menghalangi manusia untuk membentuk Habit baru, yaitu Sensasy Phisiology. Sensasy Phisiology itu adalah sesuatu yang membuat kita gak bisa, dan membuat kita merasa sungkan untuk melakukan habit baru. Contoh, awalnya gak ngerokok tapi pengen coba ngerokok. Pas coba ngerokok batuk-batuk, terus tetap dipaksakan buat ngerokok terus. Tiba-tiba batuk-batuknya (sensasy phisiology) nya berkurang. Dan akhirnya kalo gak ngerokok berasa kayak ada yang hilang.

2 Hal itu, sulit untuk dihindari karena itu melekat di setiap Zona Nyaman manusia. Lalu, Trik untuk menghadapi 2 hal ini adalah dengan tidak membangunkan mereka. Dan membiarkan mereka yang secara tidak sadar sedang kita bawa ke habit baru yang kita rencanakan.

Sejatinya, Zona Nyaman memberikan 3 prinsip;

  1. Setiap manusia merasa nyaman dengan Zona Nyamannya
  2. Setiap manusia merasa terganggu dengan habit baru
  3. Setiap manusia yang memaksa melakukan ketidaknyamanan akan meghasilkan kenyamanan di masa depan

Maka, dapat dikatakan sebuah perubahan habit/ keluar dari Zona Nyaman jika ada perbedaan kegiatan pada proses before dan after. Indikator perubahan ada 3;

  1. Yang awalnya gak dilakukan, jadi dilakukan (0)
  2. Ada nilai tambah. Awalnya tidak melakukan akhirnya melakukan. (+)
  3. Terjadi pengurangan dari hal-hal destruktif (-)

Nah, kabar baiknya Habit baru dapat dinobatkan sebagai Habit baru jika Habit itu bertahan minimal dalam 21 hari.

Agar bisa mempertahankannya dalam 21 hari, maka perlu untuk tidak membangunkan 2 hal tadi, Inner voice dan sensasa phisiology. Maka habit baru perlu dilakukan sedikit demi sedikit. Prinsipnya adalah “Think Big Start Small. Bisa karena Biasa, Biasa karena Pembiasaan.” Oleh karena itu, yuk semangat berubah untuk masa depan yang lebih cerah.

 

 

 

 

 

Life Doesn’t Get Easier Sob

Setiap orang punya perjuangannya masing-masing yang menempa dirinya hingga sampai pada hari ini. Bahkan sejatinya hidup kita hanyalah perjuangan tiada henti untuk mencapai sebuah tujuan. Tahun 2020 harus dijadikan menjadi salah satu tahun perjuangan. Memaknai setiap kegagalan sebagai ajang mawas diri. Berusaha ‘nyabar-nyabarin’ diri berharap dapet support terbesar dari ‘shelter’ kita.

 

“Sesungguhnya, pertolongan itu mengiringi kesabaran, sesungguhnya kelapangan itu mengiringi kesempitan, dan sesungguhnya bersama kesulitan, ada kemudahan”.

 

Perjuangan yang kita tempuh,akan menuntut diri kita melipatgandakan daya tahan dan kesabaran, menguatkan dan membersihkan niat. Meyakini bahwa kekuatan terbesar ada di dalam hati, bukan fisik kita. Ada hati yang harus terus dibersihkan dan dikuatkan. Bukan berarti tidak boleh lelah, yang ada tidak boleh menyerah.

 

Memaknai perjuangan sebagai batu loncatan untuk mewujudkan mimpi. Satu mimpi terwujud, akan membuka gerbang mimpi yang lain. Selalu ada hal yang memacu kita untuk bergerak. Maka berusahalah untuk ‘nyabar-nyabarin’ diri. Maka benarlah “bersama kesulitan ada kemudahan” artinya, kita sudah dibersamai dan akan selalu dibersamai. Kemudahan itu telah ada sejak kita ditimpa kesulitan, tinggal bagaimana usaha kita untuk menemukan kemudahan itu.

 

Berbicara tentang ini, saya terinspirasi dari buku dr.Davrina yang berjudul “Trias Muslimatika” bagaimana agar kita menghadapi ketidaksempurnaan dalam hidup dan senantiasa memperbaiki seumur hidup dengan ‘percaya’.

 

Percaya, bahwa dibalik setiap perjuangan, pasti ada proses menempa yang luar biasa. Hasil ‘ditempa’ dapat menjadi pelajaran agar tetap fokus pada goal-goal yang diinginkan. Belajar untuk failing forward, setiap ada hal yang membuat kita jatuh, kita akan terjatuh ke depan dan membuat kita melangkah lebih jauh.

 

Life doesn’t get easier or more forgiving, we get stronger and more resilient” – Steve Maraboli.

 

Resiliensi, artinya ketika kita ‘jatuh’ dalam hidup, kita bisa kembali dalam bentuk yang lebih kuat. Hasil ‘ditempa’ berkali-kali adalah bentuk perjuangan  yang menumbuhkan resiliensi secara perlahan pada diri kita. Bukan hanya sanggup menghadapi kegagalan, tetapi berani mengevaluasi dan mengambil pelajaran agar tidak jatuh ke lubang yang sama.

 

Percaya, bahwa semakin panjang dan sulitnya perjuangan, maka akan sebanding dengan panjang dan banyaknya kemudahan yang didapat suatu saat nanti. Memasuki awal tahun, masa juang yang baru, dan kemudian mulai menata perjuangan (lagi).

Kita Bermimpi Wajah Indonesia Telah Berubah

Indonesia akan menyentuh umur 100 tahun pada 2045 mendatang. Tahun 2045 disebut sebagai jendela demografi (window of demography) yakni fase dimana jumlah usia produktif (usia 15-64 tahun) lebih besar dibanding jumlah penduduk yang tidak produktif (di bawah 14 tahun atau di atas 65 tahun). Pada tahun 2020-2045, diprediksi bahwa angka penduduk usia produktif dapat mencapai 70%, sedangkan 30%-nya merupakan penduduk dengan usia yang tidak produktif. Hal ini dapat berdampak pada dua kemungkinan, yaitu bonus demografi atau kutukan demografi. Bonus demografi dapat tercapai jika kualitas sumber daya manusia di Indonesia memiliki kualitas yang mumpuni sehingga akan berimbas pada pertumbuhan ekonomi negara. Sebaliknya, kutukan demografi akan terjadi jika jumlah penduduk yang berada pada usia produktif ini justru tidak memiliki kualitas yang baik sehingga menghasilkan pengangguran massal dan menjadi beban negara.

Indonesia Emas 2045 telah menjadi impian besar untuk membentuk Indonesia yang mampu bersaing dengan bangsa lain serta dapat menyelesaikan masalah-masalah yang mendasar di Tanah ibu pertiwi, seperti isu ekonomi, kesenjangan, korupsi dan kemiskinan. Kunci untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 berada pada kualitas sumber daya manusianya, terutama pemuda. Pada 30 tahun mendatang, generasi muda yang kali ini masih menduduki bangku sekolah akan menjadi garda terdepan pembangunan bangsa ini, baik itu sebagai pengambil keputusan atau pelaksana diberbagai bidang. Oleh karena itu, generasi pemuda harus menaikkan nilai sumber daya manusianya sehingga dapat menghasilkan kader terbaik bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.

Berdasarkan riwayat perjuangan bangsa Indonesia, pemuda menjadi salah satu pionir dalam proses perjuangan, pembaharuan, dan pembangunan bangsa. Lahirnya pergerakan Budi Utomo pada tahun 1908 merupakan tombak dari kebangkitan nasional karena Budi Utomo merupakan awal kesadaran masyarakat Indonesia untuk menghapus perjuangan yang bersifat kedaerahan dan mulai bergerak bersama sebagai rakyat Indonesia. Pada tanggal 27-28 Oktober 1928, Soegondo membacakan pidato sumpah pemuda untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.  Tak hanya itu, pada tahun 1998, pergerakan mahasiswa mampu meruntuhkan kekuasaan orde baru selama 32 tahun sehingga berhasil membawa bangsa ini pada periode reformasi. Ketiga hal tersebut menjadi bukti bahwa pemuda dapat menjadi sosok yang mampu menginspirasi dan mengiringi proses transisi yang terjadi. Hampir diseluruh perjalanan bangsa ini peran pemuda tidak pernah absen dalam percaturan gejolak bangsa.

Ada banyak tantangan yang akan  dihadapi oleh generasi muda dalam merealisasikan Indonesia Emas 2045 salah satunya ialah memperbaiki Moral dan Karakter Bangsa. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat memungkinkan terjadinya pertukaran informasi tanpa batasan ruang dan waktu. Pertukaran informasi dapat berupa pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan lain-lain. Hal itu dapat memberikan pengaruh positif maupun negatif terhadap perkembangan bangsa Indonesia. Dan generasi muda harus dapat memfilter semua informasi yang masuk. Agar tidak tergerus nilai-nilai yang telah diwariskan oleh leluhur bangsa ini bagaimana budaya ketimuran tetap menjadi identitas kita sebagai bangsa yang mengedepankan moral.

Pendidikan merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter setiap individu. Perbedaan antara orang — orang yang menerima pendidikan dengan orang — orang yang tidak pernah mengenal pendidikan sangat terlihat dengan jelas. Orang yang terdidik akan mengetahui bagaimana cara bersikap dalam masyarakat, bagaimana menjadi pribadi yang taat kepada Tuhan, dan memiliki pola pikir yang luas, kritis, serta logis. Selain itu, pendidikan juga bisa menjadi wadah utama untuk menghasilkan sumber daya manusia yang diharapkan dapat berkontribusi dalam pembangunan negara. Pemuda Indonesia merupakan generasi penerus bangsa Indonesia. Pemuda merupakan aset masa depan Indonesia. Sudah sepatutnya sebagai pemuda memberikan inovasi dan kontribusi untuk memajukan bangsa. Oleh karena itu diperlukan suatu strategi yang dapat menangani berbagai permasalahan di negara ini salah satunya di ranah pendidikan.

Kelak saat masa itu telah tiba, kita bermimpi wajah Indonesia telah berubah sedemikian rupa. Pendidikan merata di seluruh pelosok nusantra, kesenjangan pembangunan antara jawa dan pulau-pulau lain sudah tiada lagi, masyarakat sudah dapat mengakses kesehatan secara gratis dan merata, pertumbuhan ekonomi tumbuh pesat sehingga rakyat makmur sejahtera dan juga Indonesia digdaya di mata dunia.