Ini Dia Ketrampilan yang Kudu Kamu Punya Sebagai Milenial Sob

Sob sebagai millenial kemampuan hardskill saja tidak cukup lho, harus juga diimbangi dengan keterampilan khusus untuk menunjang kemampuan kita. Menurut Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti, bapak Ali Ghufron Mukti mengatakan bahwa sumber daya manusia menentukan kemajuan suatu negara. Apalagi di era revolusi industri 4.0 ini, dan berikut adalah keterampilan yang harus pemuda masa kini kuasai:

 

1. Critical thinking
Kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan untuk berpikir masuk akal, kognitif dan membentuk strategi yang akan meningkatkan kemungkinan hasil yang diharapkan dengan tujuan yang jelas, beralasan, dan berorientasi pada sasaran. Hari gini, percuma kalau hanya pintar tapi nggak kritis.

 

2. Creativity
Kreativitas adalah kemampuan dan kemamuan untuk terus berinovasi, menemukan sesuatu yang unik serta bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan untuk mengembangkan sesuatu hal yang menjadi lebih baik. Kreativitas mampu melahirkan inovasi-inovasi baru. Salah satu contoh adalah Korea Selatan yang memiliki income tinggi karena kreativitasnya yang muncul dari motivasi ingin mengalahkan Jepang.

 

3. Communication
Mengkomunikasikan Pikiran, ide, dan gagasan kita lainnya memiliki peran sangat penting pada proses produksi informasi. Terutama tentang sains dan teknologi agar dapat diterima publik secara benar dan tidak menimbulkan kesalahpahaman. Percuma kita gagasan/pemikiran kalau tidak dikomunikasikan. Gak akan ada yang paham dan tahu dong hehe.

 

4. Collaboration
ini lah kekuatan yang bisa membangun Indonesia. Menurutnya, kelemahan Indonesia adalah kurang berkolaborasi. Kita lemah ketika berkelompok. Karena itu memerlukan kerjasama dan mengerti satu sama lain.

Nah sebagai Pemuda Indonesia yang luar biasa, Mari kita bersama-sama memantaskan diri dengan terus mengasah kemampuan berketerampilan kita. Karena masa depan banga, berada di tangan kita, Sudah Siap?

 

Bertransaksi dengan Tuhan Dulu yuk

Mereka yang berangkat untuk memberi, pasti akan pulang dengan membawa.
Mereka yang  menanam kebaikan, kelak akan memetik manisnya kebaikan.
Mereka yang berjalan menikmati dunia, akan berlari mengejar indahnya akhirat.

 

 

Allah tak pernah salah hitung, tak mungkin juga salah ukur. Allah itu selalu tepat waktu, hanya kita yang terlalu terburu-buru. Terburu-buru melabeli diri kita tak bisa apa-apa. Terburu-buru menilai orang lain lebih hebat dari kita. Terburu-buru ingin segera menjadi mereka. Ujung-ujungnya apa? Mata kita terlalu sibuk melihat kanan kiri, tapi lupa menatap derap langkah kaki kita sendiri. Akhirnya arah langkah kita yang salah. Kita lupa kalau ternyata setiap orang sudah memiliki zona waktunya tersendiri. Zona waktu untuk menjadi dirinya sendiri dengan menatap lurus ke depan, memandangi dirinya yang hebat pada yang akan datang.

 

 

Potensi dan waktu kita terlalu berharga untuk sekadar digadai merisaukan kehebatan orang lain. Menghebatlah digaris takdir kita sendiri. Tak masalah jalan kita masih pelan. Tak masalah hasilnya belum kelihatan. Selama kita fokus dijalur yang sedang kita lalui, kita telah mengantongi sebuah kepastian bahwa kita sedang bergerak. Dan orang yang bergerak akan sampai pada tujuannya. Karena kita memang tidak bisa mengubah takdir, namun kita bisa megubah cari pandang kita tentang takdir yang sedang menimpa.

 

 

Keajaiban itu akan hadir saat kita menggantungkan seluruh urusan kepada-Nya, tempat bermuaranya seluruh kemungkinan dan kemustahilan. Siapa saja yang mampu berpasrah dengan kepasrahan terbaik. Mampu berpasrah dengan keterserahan sempurna. Sanggup bergantung dengan ketergantungan tanpa cela, maka Allah sendiri yang akan turun tangan, menyelesaikan masalah-masalahnya dengan keajaiban yang tak pernah terduga sebelumnya. maka luruskan kembali hati dan niatmu itu, karena Tuhan sesuai dengan prasangka hamba-Nya.  Bekerja, bekerja, bekerja, lalu keajaiban.

 

 

Selesaikan urusanmu, dan biarkan Dia menyelesaikan urusan-Nya untukmu. Dialah Allah, Yang Maha Esa tempat  bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

 

 

Yuk Bentengi Diri Sekarang Juga

Sob, Alquran merupakan pedoman utama khususnya bagi umat Islam dan bagi siapapun yang ingin mengambil pelajaran darinya. Alquran bukan sekadar bacaan melainkan pedoman yang mengandung langkah demi langkah dalam menghadapi setiap permasalahan kehidupan. Melihat kondisi sekarang yang sangat memprihatinkan di mana akhlak dan sopan santun seolah diabaikan. Salah satu solusi dari hal ini ternyata ada di dalam Alquran contohnya: ketika remaja seusia kita sudah bisa diajak berkomunikasi maka kita kudu mau diajarkan mengenal Allah melalui nash-nash Alquran sehingga kita merasa diawasi setiap saat bahkan ketika orang tua tidak berada di dekat kita. Jangan lupa kita juga perlu tahu tentang batasan pergaulan antara laki-laki dan perempuan melalui pemahaman Alquran. Pemahaman dan pendekatan melalui ayat-ayat Alquran akan membuat kita merasa bahwa Alquran sebagai pedoman yang harus ditaati dalam kehidupan.     Kuy kita berkenalan dengan Alquran agar terbentuk imunitas diri dari beragam maksiat yang mengintai. Tahukah kamu jika maksiat diibaratkan seperti virus yang akan menyerang siapa saja dengan memiliki imunitas lemah lho, begitulah dengan maksiat yang akan menyerang siapapun yang memiliki iman yang lemah, maka membentengi diri dengan hafalan Alquran menjadi solusi agar kita terjauh dari kemaksiatan Sob. Wallahu A’lam.   Sumber: https://www.kaskus.co.id/thread/5aabccf91ee5df9b208b4568/al-quran-solusi-kenakalan-remaja/

Jumat Berkah Bikin Kegiatan Kian Berkah

Surah Asy-Syams (bahasa Arab: الشّمس‎) adalah surah ke-91 dalam Alquran, terdiri atas lima belas ayat, termasuk golongan surah Makkiyah, diturunkan sesudah surah Al-Qadr. Dinamai Asy Syams (matahari) diambil dari perkataan Asy Syams yang terdapat pada ayat permulaan surat ini.

 

 

Surat Asy Syams menerangkan bahwa orang yang menyucikan jiwanya akan memperoleh keberuntungan dan orang yang mengotori jiwanya akan diazab Allah, Naudzubillah. Semoga kita termasuk hamba yang senantiasa mensucikan jiwa dan mendapat keberuntungan di sisi Allah.

 

 

Haqers pasti sudah mengenal kak Fathur ya, ia adalah penerima BAKTI NUSA Dompet Dhuafa angkatan 8. Kalau kak Ihsan adalah santri eTahfizh. eTahfizh merupakan program investasi SDM strategis yang berfokus pada Tahfizh-plus (Alquran, Islamic studies, dan leadership), yang diperuntukkan bagi anak-anak pilihan lulusan SMP/MTs/sederajat yang memiliki kemampuan akademik tinggi dan potensi kepemimpinan, namun memiliki keterbatasan finansial.

 

 

Cita-cita Ekselensia Tahfizh School adalah mencetak para pemimpin yang tidak hanya cakap dalam memimpin, tapi juga mampu menjadi penghafal Alquran.

 

 

 

 

e

Mau Gaul Sehat? Baca Tulisan Ini ya Sob!

Sob seperti yang kita ketahui kalau bergaul merupakan salah satu cara kita berinteraksi, pokoknya Allah tidak pernah melarang hamba-hamba-Nya untuk saling berinteraksi. Dalam Islam pergaulan sudah diatur dengan etika dan berbagai syariatnya lho, nah untuk lebih memahami pergaulan dalam Islam, yuk simak lima belas ayat Alquran tentang pergaulan dalam Islam di bawah Sob!   1. Allah menciptakan manusia beraneka ragam Allah dengan kuasa-Nya menciptakan manusia beraneka ragam, tidak ada dua orang yang mirip dalam segi apapun walaupun merupakan kakak adik atau saudara kembar. Allah menciptakan setiap hamba dengan berbagai keunikannya dengan tujuan saling mengenal, saling toleransi, menghargai, serta saling berinteraksi secara Islami.
  • QS Al Hujarat Ayat 13
“Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku suku supaya kamu saling kenal mengenal”.   2. Pergaulan secara syariat Islam Dalam Islam, diperbolehkan interaksi dengan cara Islami sesuai syariat yang telah diatur dalam Alquran dan Hadis, interaksi hendaknya sesuatu yang membawa kepada kebaikan dan saling mengingatkan agar tidak terjerumus pada kemungkaran.
  • QS Ali Imran Ayat 104
“Hendaklah ada diantara kami segolongan yang meneru kepada kebaikan dan melarang dari perbuatan munkar. Itulah orang yang paling bahagia”.    4Pergaulan dengan orang solih Ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa diri kita adalah teman kita, bagaimana kebiasaan atau tingkah laku seseorang dapat dilihat dari teman-teman pergaulannya, sebab itulah dalam Islam dianjurkan bergaul dengan orang-orang saleh sehingga kita nantinya dapat mencontoh teladan kebaikannya, dapat mengambil ilmu darinya, serta dapat mencegah kita dari pergaulan yang tidak sehat (tidak sesuai syariat Islam) sehingga pergaulan tersebut berdampak positif dan menjadi sarana kita memperbaiki diri. Berikut firman-firman Allah tentang hal tersebut :
  • QS Ali Imran Ayat 101
“Bagaimana mungkin kalian menjadi kafir sedangkan ayat-ayat Allah dibacakan pada kalian dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kalian?”. Tindakan yang paling mudah dicontoh adalah kebiasaan dari tindakan dan tutur kata, jika kita bergaul dengan orang-orang yang bertindak dan bertutur kata baik secara langsung kita akan mencontoh dan hal tersebut ikut menjadi kebiasaan baik diri kita pula.
  • QS At Taubah Ayat 119
“Dan hendaklah kamu bersama orang orang yang benar (jujur)”.
  • QS Asy Syu’ara Ayat 99 – 101
“Dan tiadalah yang menyesatkan kami kecuali orang-orang berdosa. Maka kami tidak memberi syafaat seorangpun dan tidak pula mempunyai teman yang akrab”. Jika ada seseorang yang sering mengajak kemaksiatan, ada baiknya menjauh dari orang tersebut sebab manusia bisa saja dalam kondisi iman yang lemah dan mudah dipengaruhi oleh orang lain atau godaan syetan.
  • QS Ali Imran Ayat 118
“Hai orang orang yang beriman janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang di luar kalanganmu karena mereka tidak henti-hentinya menimbulkan kemudharatan bagimu”.   5. Pergaulan untuk silaturahmi dan menjaga edamaian Pergaulan dalam Islam ditujukan untuk hal positif, untuk menjalin persaudaraan dengan bersilaturahmi dan menjaga kedamaian dengan sesama. Silaturahmi yang dilakukan dengan niat ibadah dan saling tolong menolong dalam kebaikan. Hukum tolong menolong dalam Islam memang sangat dianjurkan.
  • QS An Nisa Ayat 1
Allah memerintahkan hamba-Nya untuk bersilaturahmi dengan jalan pergaulan yang sesuai syariat Islam, hal itu merupakan salah satu perbuatan yang disukai Allah, dengan silaturahmi, akan memperbanyak saudara dan melapangkan rejeki. “Dan peliharalah hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”.
  • QS An Nahl Ayat 90
Selain pergaulan dengan niat silaturahmi, tolong menolong dalam kebaikan juga dianjurkan dalam Islam, hal itu dapat memberikan kebahagiaan dan bermanfat untuk orang lain. “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan pada orang lain dan kerabat, dan Dia melarang perbuatan keji, kemungkaran, serta permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”.   6. Pergaulan dengan niat menyebarkan ilmu Rasulullah pernah bersabda, “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR Bukhari no 3461). Hadis tersebut merupakan salah satu dari perintah Rasulullah untuk menyampaikan sebuah ilmu (ayat Alquran dan Hadis) walaupun hanya satu ayat atau satu kata. Hal tersebut dapat dilakukan dengan pergaulan yang sehat dengan niat ibadahh karena Allah. Sesedikit ilmu yang disampaikan tetap akan menjadi amal jariyah bagi orang yang melakukannya.
  • QS An Nahl Ayat 44
“Dan Kami turunkan kepadamu Alquran agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkannya”. Dalam firman tersebut contohnya ialah pergaulan dalam sebuah majelis atau pengajian yang membahas tentang syariat agama. Hal yang demikian selain menambah saudara dan ilmu, juga mendapat pahala dari Allah.
  • QS Al Furqon Ayat 57
“Aku tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan mengharapkan kepatuhan orang orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhannya”. Dalam menyampaikan ilmu tak harus menerima upah atau imbalan, memberikan ilmu yang bermanfaat dijamin pahala kebaikannya oleh Allah.   7. Pergaulan Bukan dengan Niat Zina Contohnya yang demikian ialah pergaulan yang tidak ada batasan antar lawan jenis, misalnya pacaran, berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya, atau bepergian bersama dengan yang bukan mahram nya tanpa alasan sesuai syariat Islam. Hal itu tentu tidak diperbolehkan dalam Islam, sebab termasuk perbuatan yang menjurus kepada zina, sedangkan pergaulan dalam Islam boleh dilakukan dengan syarat bertujuan untuk kebaikan dan tetap enjaga diri serta kehormatan.
  • QS An Nisa Ayat 25
Wanita yang baik menurut Islam ialah yang baik dalam pergaulannya, mampu menjaga diri dan tidak berbuat sesuatu yang hanya bertujuan untuk hawa nafsu duniawi semata. “Sedang mereka pun wanita wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan pula wanita wanita yang mengambil laki laki hanya sebagai teman mainnya”.
  • QS Al Mu’minun Ayat 7
Pergaulan yang tidak sehat seperti pacaran tentu tidak diijinkan dalam Islam, sebab termasuk perbuatan zina yang melampaui batas dan tidak di ridhoi Allah. “Barang siapa mencari zina maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas”.   8. Menjaga Diri dalam Pergaulan Di jaman yang sangat terbuka seperti saat ini dimana berbagai contoh baik dan buruk mudah sekali didapat di media baik televisi maupun internet, sebagai umat mukmin wajib menghindari segala sesuatu yang tidak sesuai syariat Islam, iman adalah yang menjadi pondasinya, dengan memiliki iman yang kuat, seseorang akan mampu membedakan yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Hendaknya dalam pergaulan tetap disertai dengan rasa istiqomah untuk menjaga diri agar tidak terjerumus dalam perbuatan maksiat.
  • QS An Nuur Ayat 31 – 32
“Katakanlah kepada laki laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita wanita yang beriman, hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan kemaluannya”. Penjelasan dari firman Allah tersebut ialah perintah untuk laki laki dan perempuan mukmin agar senantiasa menjaga diri dan memelihara kehormatannya dengan jalan pergaulan yang sesuai dengan syariat Islam.   9. Pergaulan dengan tetap teguh pada syariat Islam Tidak bisa dipungkiri bahwa kita hidup di lingkungan yang beraneka ragam, berbagai agama, suku, dan status sosial. Sebagai umat mukmin kita wajib berpegang teguh pada syariat Islam dalam pergaulan kita, boleh saja memiliki tetap bebrbagai agama dan suku, tetap syariat Islam tetap yang utama, dalam contoh kehidupan sehari hari ialah misalnya kita berteman dengan orang yang beragama lain yang mereka memiliki kebiasaan merayakan hari tertentu seperti hari Natal, hari Valentine, dll yang tidak ada dengan Islam maka kita tidak seharusnya untuk ikut merayakan sebab tidak ada dalam syariat agama Islam.
  • QS Asy Syura Ayat 15
“Bagi kami amal amal kami dan bagi kamu amal amal kamu”. Tetap berteman dengan semua orang di lingkungan kita tanpa terpengaruh hal hal yang di luar syariat Islam. Amal kita lah yang akan menjadi bekal di akherat nanti dan biar setiap hamba Allah bertaanggungjawab atas amalnya masing masing.
  • QS Al Kafirun 4 – 6
“Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu dan untukku lah agamaku”. Tiap agama tentu memiliki kepercayaan masing masing terhadap sesuatu yang mereka sembah. Tak perlu saling menjauhi, menghina, atau memusuhi, tetap lakukan pergaulan dengan lingkungan sekitar dan kuatkan diri dengan rasa iman.

Jangan Sampai Kamu Lewatkan Peluang Sob

Sob pernah mendengar pepatah “banyak jalan menuju Roma” dong? Nah pepatah kudu banget kita sematkan dalam pikiran sebagai pemantik semangat agar kita tetap fokus berkarya dan berkembang. Sebagai milenial perubah masa depan bangsa, sudah sepatutnya kita tak henti berinovasi sesuai bakat dan peminatan masing-masing. Seperti Jerome Polin, si jagoan matematika yang juga selebgram dan peraih beasiswa di Waseda University, Jepang. Ternyata Jerome Polim memiliki rahasia supaya bisa langgeng mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Yuk ah baca di bawah sini

 

1. Berkomitmen mau belajar giat untuk mengumpulkan prestasi sebanyak-banyaknya. Komitmen dan konsistensi dalam mengejar mimpi adalah kunci utama dalam menggapai tujuan lho Sob. Karena atas dasar keyakinan tersebut kita bisa membuka diri dan percaya akan kemampuan diri. Ketekunan dan kerajinan juga diperlukan untuk meraih prestasi sebanyak-banyaknya agar mampu membuka jalan beasiswa.

2. Pantang menyerah, berusaha mampu menyelesaikan soal yang sulit. Habiskan seluruh jatah kegagalanmu, maka selanjutnya kamu akan memetik buah kesuksesan. Jangan takut dan jangan merasa lelah, cari teman sesama pejuang untuk sama2 menjalani hari dalam rangka berproses mencari beasiswa.

3. Tangkap peluang dan berani mencoba.
Bung Karno pernah berkata, bermimpilah setinggi langit. Maka jika gagal kamu akan jatuh di antara para bintang. Carilah informasi sebanyak-banyaknya dan buka jaringan seluas-luasnya. Dengan cara ini pintu beasiswa akan bisa datang dari mana saja.

4. Gak hanya berusaha, berdoa juga penting. Tuhan adalah penentu segalanya. Percaya pada kekuatanNya, dan yakin pada takdir terbaik yang telah Tuhan berikan kepada kita. Karena usaha tanpa berdoa akan celaka, dan berdoa tanpa berusaha akan sia-sia.

5. Bersungguh-sungguh dalam bekerja keras demi mencapai target.
Lakukan setiap rinci proses beasiswa dengan teliti dan semangat. Persiapkan jauh – jauh hari, ambil banyak referensi, dan bayangkan target itu ada di depan matamu. Karena usaha maksimal, tidak akan mengkhianati hasil.

 

Tetap semangat Sob, kamulah pemenangnya. Maka taklukkan dunia, dengan prestasi supaya dapat beasiswa 😇

Loncatan Suksesmu di 2020 Dimulai Dari Sini!

“Apa resolusimu tahun ini Sob?”

 

Yap, kata resolusi sering didengungkan bersamaan dengan pergantian tahun. Tahun baru menjadi sebuah check point dalam hidup untuk tiap individu meninjau kembali telah sejauh apa melangkah dan untuk menyiapkan strategi ke depannya. Strategi ini kerap dibungkus dengan kata ‘resolusi’. Namun yang seharusnya terjawab lebih dahulu adalah pertanyaan: bagaimana dengan resolusimu tahun sebelumnya? Apakah ‘berhasil’ melaksanakannya?

 

Berdasarkan riset, ‘resolusi’ yang dibuat saat pergantian tahun hanya ‘hidup’ selama tiga bulan. Setelah itu, kita cenderung melupakannya hingga akhirnya tidak terasa waktu akan membawa kepada pergantian tahun berikutnya, dan kita kembali membuat resolusi baru. Akhirnya, resolusi hanya menjadi wacana dan tidak ada perubahan berarti dalam hidup.

 

Mewujudkan resolusi yang telah kita buat memang tidak mudah Sob, tetapi bisa dilakukan jika kita memiliki kemauan kuat. Ada beberapa tips untuk mempermudah kita mewujudkan resolusi kita, antara lain:

  1. Tetapkan resolusi secara spesifik. Kebanyakan, resolusi mati karena bentuknya yang terlalu abstrak, misalkan: menjadi lebih berprestasi tahun ini. Berprestasi dalam apa? Yang bagaimana? Coba ubah dengan: menjadi lebih aktif dalam kegiatan yang menunjang akademik dan ketrampilan non-akademik. Dengan begitu kita lebih bisa mendorong diri kita sendiri untuk terlibat lebih sering dalam kegiatan – kegiatan yang sesuai dengan resolusi kita.
  2. Uraikan dalam bentuk aksi yang lebih konkrit dan dapat dilakukan secara rutin. Dari resolusi yang telah kita daftar, coba jabarkan dalam bentuk aktifitas dan kebiasaan yang dapat kita lakukan agar kita lebih dekat dengan tujuan yang ingin kita capai. Misalkan: Dapat nilai seratus di semua mata pelajaran atau bisa menghafal Alquran minimal lima juz dalam seminggu.
  3. Mulailah dengan aksi yang paling mudah. Inilah yang bagian yang terpenting, yaitu: Memulai. Diantara aktivitas yang telah kalian jabarkan di nomor dua, manakah yang menurut kalian paling mudah untuk kalian lakukan maka segera lakukanlah. Semua hal dimulai dari hal kecil dan selalu akan lebih mudah ketika kalian telah memulai.

 

Jadi bagaimana, apa kalian sudah siap mewujudkan resolusi tahun ini Sob?

Ingat Sob Ukuran Passion Tak Melulu Kesenangan Pribadi

Ingat Sob Ukuran Passion Tak Melulu Kesenangan Pribadi

Oleh: Yonatan Y. Anggara

 

Semoga kita akan sadar kalau ukuran passion bukan hanya tentang suatu hal yang kita senangi. Passion tidak lantas berhenti pada titik kulminasi yang banyak di bangga bangga kan di media sosial saat ini: pencapaian. Semoga kita akan mengerti bahwa passion berbeda dengan titik nyaman. Bisa jadi, passion justru tumbuh dari sesuatu yang di paksakan. Sesuatu hal yang dulu nya sangat tidak mungkin untuk kita kerjakan.

 

 

Semoga kita akan paham bahwa passion adalah sesuatu hal yang menjadikan kita bermanfaat. Artinya passion tidak melulu tentang ketertarikan kita. Passion adalah hadiah dari ketekunan dan kedisiplinan kita. Semoga kita akan paham bahwa passion adalah sesuatu yang amat kita cintai. Bukan karena kita menyukai atau tertarik denganya, melainkan karena sesuatu itu kita lakukan dengan mengharap ridho Allah semata. Lakukanlah setiap kebaikan dengan penuh ketulusan niat, niscaya passion akan tumbuh beriring dengan kebahagiaan yang semakin melapangkan hati.

 

 

Seperti halnya Abdurahman Bin Auf yang tidak ragu membantu banyak urusan umat muslim. Menyumbangkan harta-hartanya untuk umat. Mungkin sebelum Rasul ada, ia tidak punya passion memberi semenakjubkan itu. Setelah islam datang, Ada suatu hal yang jauh lebih penting dari sekadar passion.

 

 

Seperti halnya Utsman bin Affan yang dengan cekatan memutar otak mengatasi kekeringan waktu itu. Kapitalisasi sumur oleh Yahudi akhirnya disudahi oleh 152 juta harta Utsman. Dengan santainya ia memberikannya pada masyarakat. Mungkin sebelum datang risalah Islam ia tidak punya passion problem solving seperti itu. Setelah Islam datang, ada yang jauh lebih penting dari sekedar passion.

 

 

Seperti halnya Abu bakar yang dengan yakinya merogoh uang sekitar 143 juta hanya untuk menebus budak hitam bernama Bilal yang sedang ditindih batu besar di padang pasir yang panas. Mungkin sebelum datangnya Muhammad itu tidak pernah punya passion take care. Namun setelah Islam datang, ada sesuatu yang jauh lebih penting dari sekadar passion.

 

 

Ada yang jauh lebih penting dari sekadar passion, yaitu menjadi bermanfaat

Anti Mager Mager Club di Hari Sabtu

Surah Asy-Syams (bahasa Arab: الشّمس‎) adalah surah ke-91 dalam Alquran, terdiri atas lima belas ayat, termasuk golongan surah Makkiyah, diturunkan sesudah surah Al-Qadr. Dinamai Asy Syams (matahari) diambil dari perkataan Asy Syams yang terdapat pada ayat permulaan surat ini.

 

 

Surat Asy Syams menerangkan bahwa orang yang menyucikan jiwanya akan memperoleh keberuntungan dan orang yang mengotori jiwanya akan diazab Allah, Naudzubillah. Semoga kita termasuk hamba yang senantiasa mensucikan jiwa dan mendapat keberuntungan di sisi Allah.

 

 

Kamu pasti sudah mengenal kak Fathur kan? Iya dia adalah penerima BAKTI NUSA Dompet Dhuafa angkatan 8. Kalau kak Ihsan adalah santri eTahfizh. eTahfizh merupakan program investasi SDM strategis yang berfokus pada Tahfizh-plus (Alquran, Islamic studies, dan leadership), yang diperuntukkan bagi anak-anak pilihan lulusan SMP/MTs/sederajat yang memiliki kemampuan akademik tinggi dan potensi kepemimpinan, namun memiliki keterbatasan finansial.

 

 

Cita-cita Ekselensia Tahfizh School adalah mencetak para pemimpin yang tidak hanya cakap dalam memimpin, tapi juga mampu menjadi penghafal Alquran.

 

 

 

 

Tiga Langkah Menuju Harapan Bukan Lagi Impian Sob

Oleh: Rosyid, SH

Setiap orang ingin sukses. Tidak ada yang ingin menjadi pecundang, gagal, dan kalah. Mungkin arti sukses di dunia ini sebanyak jumlah manusia itu sendiri, karena setiap orang memiliki arti sukses mereka sendiri. Sukses adalah sesuatu yang kasat mata. Ia ada dalam diri kita, ada dalam pikiran kita. Sebenarnya untuk apa kita mengejar kesuksesan? Apa yang menjadi dasar alasan yang mendorong kita untuk meraih kesuksesan? Ada banyak hal yang menjadi alasan kenapa kita rela bekerja keras demi meraih kesuksesan yang kita impikan.

 

Being Happy

 

Menjadi bahagia adalah sebuah hal yang harus dimiliki semua orang tanpa terkecuali. Tubuh yang bahagia akan lebih mudah dalam menjalankan aktivitas. Ketika kita sukses menyelesaikan sekolah, kuliah, atau pekerjaan, kita akan merasa bahagia. Ketika kita sukses menjadi seorang pengusaha kita bahagia. Saat kita sukses menjadi apa yang kita inginkan, kita akan merasa bahagia. Kebahagiaan tidak hanya kita rasakan saat kesuksesan tersebut sudah dapat kita raih. Tapi melalui proses yang kita lalui, bekerja, dan berusaha meraih kesuksesan.

 

Being a Child

Sebenarnya ketika kita ingin menjadi orang sukses kita harus berpikir seperti anak kecil. Mengapa? Ternyata banyak sekali sifat positif anak kecil yang tidak dimiliki oleh orang dewasa. Sifat pantang menyerah, seorang anak kecil memiliki sifat ini yaitu pada umumnya seorang anak kecil atau baby selalu berusaha mempelajari sesuatu hingga mereka berhasil, coba kamu perhatikan ketika anak kamu mulai belajar berjalan, dia mulai dari merangkak kemudian berdiri dan terjatuh lagi, entah tak terhitung berapa kali seorang anak kecil terjatuh dalam proses belajar berjalan namun tak pernah berhenti untuk belajar meskipun selalu terjatuh, bandingkan dengan diri kamu sudah berapakali kamu terjatuh dan bangkit lagi karena itu jika kamu ingin sukses miliki sifat pantang menyera, karena itu jangan lihat berapa kali kamu gagal tapi lihatlah sudah berapa kali kamu bangkit dari kegagalan.

 

Kedua mudah memaafkan, kalau kita mencermati perilaku anak kecil kadang mereka bertengkar satu sama lain hingga sala satu diantara mereka menangis, namun uniknya sesudah mereka menangis mereka kembali bermain bersama. Semua ini bisa terjadi karena adanya sifat yang mereka miliki yaitu mudah memaafkan kesalahan orang lain, dan susah melupakan kebaikan orang lain, bagaimana denganmu? Apakah kamu memiliki sifat pemaaf ini?

 

Ketiga positif thinking, seorang anak kecil di dalam pola pikirnya selalu melihat masalah secara positif dan dalam benaknya tak pernah ada kata gagal dan selalu ingin belajar dan mencoba hingga berhasil,coba saja kamu tanya anak kecil mau jadi apa dia pasti dia menjawab mau jadi polisi bahkan presiden mungkin juga kasus seperti ini kamu alami juga di waktu kecil, kenapa cita-cita mereka sangat tinggi semua itu disebabkan pikiran positif pada anak kecil sangat dominan, nanti setelah dewasa karena adanya faktor lingkungan maupun keluarga hingga pikiran negatif itu mulai mendominasi sehingga mereka tidak mengejar lagi cita-citanya, karena itu jika kamu ingin sukses bumi dan langit senantiasa berfikir positif dalam menghadapi masalah termasuk berpikiran positif kepada Tuhan.

 

Being a Striker

Konsentrasi dalam mengerjakan sesuatu atau fokus ketika menjalani kehidupan sekitarnya bahkan ketika mereka bermain bola selalu fokus pada saat itu, mereka tidak berfikir akan hari esok bahkan hari kemarin,mereka menyadari eksistensinya pada saat itu juga, sehingga mereka senantiasa bahagia,sangat kontras dengan kamu yang lebih fokus akan hari esok sehingga selalu gelisah dan tak tenang, karena itu kalau kamu ingin sukses maka fokuslah. Kekuatan fokus ini sungguh dahsyat lihat saja cahaya matahari kalau difokuskan bisa membakar apapun. Karena itu fokuslah sebagai langkah awal kamu menjadi sukses.