Belajar dari Al Fatih yuk Gaees

 

Menurut KBBI arti dari kata konsistensi adalah ketetapan dan kemantapan (dalam bertindak); dari pengertian tersebut maka dapat disimpulkan secara singkta bahwa tidaklah mudah dalam membangun sebuah konsistensi, dibutuhkan komitmen yang tinggi, pengulangan yang dilakukan berulang akan suatu hal sehingga menjadikan hukum konsistensi itu bekerja sesuai dengan tujuan akhir yang diharapkan. Seseorang yang sudah melakukan sesuatu dengan konsisten akan menjadikan dirinya memiliki kepakaran dalam suatu bidang, menjadi ahli dan menggapai sukses.

 

 

Simak contoh berikut, kita tentu pernah mendengar kekayaan daripada seorang Bill Gates, ataupun Warren Buffet, ataupun Walt Disney, ya mereka adalah para pejuang sukses dalam hidupnya yang berhasil melawan segenap potensi keburukan dan mengubahnya menjadi potensi kebaikan, jika kita telisik seberapa jauh hidup seorang Bill Gates dalam melakukan pencapaian besar dalam hidupnya, hampir ia habiskan dengan penuh kegagalan. Itulah harga yang harus dibayar untuk seonggok kesuksesan. Konsistensi mampu memberikan enegri untuk mengalahkan setiap konsekuensi kekalahan yang akan dihadapi dalam menggapai suksesnya.

 

 

Konsistensi Al Fatih akan shalat tahajjud yang tidak pernah ia tinggalkan sejak balig menghantarkan ia menjadi pemimpin terhebat penakluk benteng konstantinopel. Konsistensi mba Dewi Nur Aisyah untuk tidur hanya selama tiga jam sehari berhasil membuat dirinya menamatkan kuliah kurun waktu tiga setengah tahun dengan predikat lulusan terbaik disamping menjalani belasan amanah di berbagai organisasi yang dia ikuti.

 

 

Begitulah juga dengan kebiasaan-kebiasaan baik yang ada dalam keseharian kita, seperti mengalahkan sikap egois dalam diri bukanlah hal yang gampang. Melatih diri dengan kebiasaan kebiasaan baik tentunya bukan hal yang mudah, membentuk kebiasaan ibarat memperbaiki mesin daripada sebuah kapal, memperbaiki sistem pusat yang akan bekerja mengatur kehidupan. Hukum konsistensi ini akan menciptakan sebuah produk yang dinamakan kebiasaan, pola kebiasaan akan merubah dan masuk ke dalam alam bawah sadar.

 

 

Terbiasa tahajjud tiap hari, tentunya ada sebuah proses panjang dalam menggapainya, itulah yang dinamakan hukum konsistensi, melakukan secara terus menerus, ibarat batu yang ditetesi oleh air, tentu akan berlubang bukan. Orang yang membiasakan diri untuk tenang dalam menghadapi masalah akan membentuk karakter yang tegar, dan cenderung tidak gegabah dalam mengambil keputusan, orang yang senantiasa membiasakan untuk berdzikir, tentunya Allah akan mudahkan ia dalam menyebut tiap asmanya di segala kondisi.

 

 

Mari bangun komitmen yang baik, agar dapat menciptakan konsisten dalam hal kebaikan pula.

Sejak angkatan pertama hingga angkatan lima belas ada sebuah kegiatan yang membuat kami selalu merasa nyaman berada di SMART. Bukan hanya nyaman, tapi juga ada perasaan tenang yang menyusup diantara penatnya pikiran kami akan banyaknya pelajaran yang haus akan perhatian.

“Lalu kegiatan apakah itu?” nah kamu sudah mulai penasaran deh, kami menyebutnya SMART Ma’tsurat. SMART Ma’tsurat merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap Selasa, Rabu, dan Jumat lepas Salat Asar. Semua siswa wajib mengikuti kegiatan ini, tak ada kecuali. Kami yang berjumlah ratusan orang berkumpul di Masjid Al-Insan, satu orang memimpin dan memandu kami selama Al-Ma’tsurat dibacakan, sisanya mengikuti.

Selama kurang lebih tiga puluh menit kami bersama-sama membaca Ma’tsurat dengan khidmat dan penuh kesyahduan. Suasana sangat tenang, damai, dan penuh kesejukan. Suara kami menggema ke seantero area masjid, tak jarang hingga membuat mereka yang lalu lalang berhenti untuk turut serta.

“SMART Ma’tsurat merupakan kegiatan yang selalu kutunggu, karena aku bisa membaca Ma’tsurat bersama teman-tema sekelasku dan kakak kelas yang lain,” ujar Syehan, kelas V. “Kebersamaannya yang membuatku kangen,” tambahnya.

Tapi tahukah kamu kalau membaca Al-Ma’tsurat memiliki beberapa keutamaan yang baik untukmu, antara lain:

  • Diriwayatkan dari Sya’bi dari Ibnu Mas’ud: “Siapa yang membaca 10 ayat dari surat Al-Baqarah di rumah, setan tidak masuk ke rumah tersebut malam itu hingga pagi hari, empat ayat yang pertama, ayat kursi, dan dua ayat setelahnya, dan penutupnya ( tiga ayat terakhir). (HR.Thabrani )
  • Dari Abdullah bin Hubaib berkata rasulullah saw bersabda kepadaku, “bacalah Qul huwallahu ahad’, dan mu’awwadzataini (qul a’udzubirabbil falaq.. dan qul a’udzubirabbinnas.. ketika pagi dan sore tiga kali, cukup untukmu segala sesuatu’. (HR.abu Dawud dan Turmudzi)
  • Keutamaan membaca Al-Ma’tsurt lainnya adalah sebagaimana yang diriwayatkan Dari Ibnu Abbas ra. Berkata, Rasulullah saw. bersabda, “siapa yang mengucapkan ketika pagi hari, ‘Allahumma inni asbahtu minka fi ni’matin’ tiga kali ketika pagi hari dan tiga kali ketika sore, Allah menyempurnakan nikmatnya atasnya” (HR.Ibnu Saunni)
  • Dari Abdullah bin Ghannam Al-Bayadhi, sesungguhnya Rasulullah saw., bersabda,” Siapa yang membaca ketika pagi ‘Allahumma maa ashbaha bii min ni’matin au bi ahadin min khalkika falakal hamdu walakasyukr’ sungguh telah menunaikan syukur hari itu, dan siapa yang membaca pada sore hari, sungguh telah menunaikan syukur malamnya”.  (HR.Abu Dawud)
  • Dari Tsauban, berkata Rasulullah saw. bersabda, ”Siapa yang mengucapkan ketika sore hari “radhitu billahi rabba wabil islami diina wabi muhammadin nabiyyah adalah hak atas Allah untuk menjadikan dia ridha”. ( HR.Turmudzi)
  • Ibnu Abbas berkata Rasulullah saw. Keluar dari (menemui) Juwairiyyah, dan dia berada di mushalanya dan beliau kembali sedang Juwairiyyah masih di mushallanya. Lantas Rasulullah bersabda, ”Engkau tak henti-hentinya di mushollamu ini“. Dia menjawab, “ya beliau bersabda “sungguh aku telah mengucapkan empat kalimat tiga kali kalau ditimbang dengan apa yang engkau katakan niscaya lebih berat dari yang engkau ucapkan,” ” Subhanallahu wabihamdihi ‘adada kholqihi”(HR.Muslim).
  • Dari Utsman bin Affan ra. Berkata, Rasulullah bersabda, ”Tidak ada seorang hamba membaca pada pagi hari setiap hari dan pada sore hari setiap malam, “Bismillaahi lladzi laa yadzurru m’asmihi syai’un……’ tiga kali maka tidak ada satu pun yang membahayakannya”. (HR.Abu dawud dan Turmudzi).
  • Dari Abi Sa’id Al-Khudri berkata, beliau bersabda,”Katakanlah jika engkau masuk pagi dan di sore hari “Allahumma inni a’udzubika minal hammi wal hazani, wa a’udzubika minal ‘ajzi wal kasali” Ia berkata,” maka aku lakukan hal itu lantas Allah menghilangkan kesusahanku dan menunaikan utangnya”. (HR.Abu Dawud).
  • Dari Abdurrohman bin Abi Bakrah dia berkata kepada bapaknya, ”wahai bapakku, sungguh aku mendengar engkau berdoa setiap pagi: ‘ Allahumma ‘aafini fi badani ….’engkau ulang tiga kali setiap pagi dan sore, dan engkau juga mengucapkan ‘ Allahumma inni a’udzubika minal kufri wal faqri…’ engkau ulang tiga kali tiap pagi dan sore. ‘ dia berkata. ”Ya wahai anakku, aku mendengar Nabi Muhammad saw. berdoa dengannya dan aku ingin mengikuti sunnahnya”. (HR.Abu Dawud, Ahmad, dan Nasai).
  • Dari Nabi saw, “penghulu istighfar adalah Allahumma anta rabbi ’barangsiapa membacanya di siang hari yakin dengannya, kemudian mati hari itu sebelum sore hari maka dia termasuk ahli surga, dan siapa yang membaca pada malam hari yakin dengannya lalu ia mati sebelum pagi hari, maka dia termasuk ahli surga”. (HR.Bukhari)
  • Dari Abu Ayyasy, sesungguhnya Rasulullah Saw, bersabda, ‘siapa yang mengucapkan ketika pagi hari ‘Laa ilaaha illallah….adalah baginya sebanding memerdekakan budak dari putra Isma’il, ditulis untuknya sepuluh kebaikan, dihapus sepuluh kesalahan, diangkat sepuluh derajat, dan dia dalam penjagaan dari setan hingga sore, dan jika ia baca ketika masuk sore maka baginya seperti itu pula (HR.Abu Dawud, Nasa’i, dan Ibnu Hibban).

Waaah ternyata banyak sekali ya keutamaan membaca Al-Ma’tsurat, kami jadi semakin semangat mengikuti SMART Ma’Tsurat, selain mendamaikan juga banyak kebaikannya. Yuk kita biasakan membaca Al-Ma’tsurat agar Allah meridhoi semua hajat yang ingin kita lakukan. (AR)

Assalamualaikum Sob, bagi kamu yang sedang mencari Beasiswa SMP dan Beasiswa SMA yuk daftarkan dirimu di SMART Ekselensia Indonesia Islamic Leadership Boarding School. SMART merupakan sekolah kepemimpinan berasrama tingkat SMP dan SMA di Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sekolah ini didanai oleh lembaga zakat Dompet Dhuafa. SMART merupakan salah satu program di bawah naungan Dompet Dhuafa Pendidikan, memiliki visi menjadi sekolah model yang melahirkan generasi berkepribadian Islami, berjiwa pemimpin, mandiri, berprestasi,  dan berdaya guna.

 

Di SMART kamu akan mendapatkan fasilitas seru Sob diantaranya:

  1. Pusat Sumber Belajar (PSB) yang menyediakan sumber belajar seperti buku paket, teacher’s resources, buku referensi, novel, majalah, koran, software pembelajaran dan media pembelajaran.
  2. Laboratorium komputer
  3. Laboratorium IPA
  4. Ruang kelas ber-AC
  5. Asrama sebagai tempat tinggal siswa
  6. Lapangan olahraga (Futsal, Basket, Badminton, Lapangan Sepak Bola)
  7. Sarana Ekstrakurikuler
  8. Ruang seni dan musik

 

Kurikulum yang diajarkan di SMART memadukan sistem pendidikan sekolah dan asrama. Sistem pendidikan asrama merupakan sistem yang membimbing dan membina siswa supaya mempunyai kepribadian yang mulia, bertanggung jawab dan mandiri. Sistem ini dituangkan dalam program asrama meliputi:

  • Program vocational skill
  • Program public speaking
  • Program praktik ibadah
  • Program dasar-dasar kepemimpinan

 

Lalu apa saja syarat masuk SMART. Yuk cek di bawah:

    1. Beragama Islam
    2. Berasal dari keluarga dhuafa
    3. Laki-laki
    4. Lulus / akan lulus SD atau sederajat (khusus peserta yang mengikuti Seleksi SMP)
    5. Lulus / akan lulus SMP atau sederajat (khusus peserta yang mengikuti Seleksi SMA)
    6. Usia maksimal 14 tahun pada 31 Juli 2020 (khusus peserta yang mengikuti Seleksi SMP)
    7. Usia maksimal 17 tahun pada 31 Juli 2020 (khusus peserta yang mengikuti Seleksi SMA)
    8. Memperoleh izin orang tua / wali untuk tinggal di asrama
    9. Rata-rata nilai rapor kelas IV – V minimal 7,0 (Seleksi SMP)
    10. Rata-rata nilai rapor kelas VII – VIII minimal 7,5 (Seleksi SMA)
    11. Berbadan sehat dan tidak memiliki penyakit menular
    12. Bersedia mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku
    13. Tidak memiliki anggota keluarga (saudara kandung) yang sedang atau pernah mendapatkan beasiswa Dompet Dhuafa

 

Nah untuk detail lebih lengkap sila mengklik pranala ini ya Sob > KLIK AKU

 

Kamu juga bisa langsung menghubungi panitia pusat: Uci Febria (0812 8299 6939). Batas waktu pendaftaran kami tunggu sampai  25 JANUARI 2020 ya Sob.

Sesuatu yang besar pastilah berawal dari kecil. Sebab semua bertahap. Ibarat mendaki dimulai dari bawah, hingga akhirnya sampailah di puncak tertinggi. Dia yang saat ini berada di puncak pastilah pernah berada di bawah. Semua memang di mulai dari bawah, dari tingkatan terendah. Seperti bayi yang kemudian tumbuh besar dan menjadi dewasa. Semua pernah berada di bawah, tidak ada sukses yang datang dengan tiba-tiba. Semua memerlukan proses. Benar bukan? Tidak ada sesuatu pun yang instan di dunia ini. Tidak ada hal yang besar dengan tiba-tiba. Hal besar pastilah datang dari hal kecil. Sebab semua pastilah melewati sebuah tahapan yang dinamakan proses, termasuk kamu. Jadi sudah siapkah kamu untuk berproses? Setiap pribadi itu unik. Setiap individu itu luar biasa. Sebab kalian tidak pernah terlahir sia-sia. Tidak ada insan yang diciptakan dengan sia-sia. Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu dengan alasan yang tidak jelas.

 

 

Kita memang tidak dilahirkan dengan sempurna, tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini. Sebab kesempurnaan hanya milik Tuhan. Ketidak-sempurnaan bukan alasan merasa rendah apalagi tidak berdaya. Karena semua manusia diciptakan sama, sama-sama terlahir sepaket. Lengkap dengan kekurangan serta kelebihan masing-masing. Kamu mungkin pernah merasa bukan siapa-siapa, tidak punya apa-apa, lalu berpikir bahwa kamu tidak berhak untuk bermimpi. Merasa tidak pantas bahkan tidak punya hak sama sekali untuk bermimpi. Benar? Jika diam-diam jawabmu adalah iya. Maka bacalah tulisan ini sampai selsai. Jangan di skip, apalagi di close. Sebab melalui tulisan ini saya akan berusaha menyadarkanmu bahwa tidak peduli siapa kamu, kamu tetap berhak melangitkan mimpi. Karena sejatinya setiap dari kita punya kesempatan yang sama, sama-sama berhak bermimpi. Merajut asa, menggapai prestasi.

 

 

Saat merasa bukan siapa-siapa, tidak punya apa-apa. Merasa tidak berguna, lantas berpikir tidak ada harapan. Kamu mungkin melupakan sesuatu. Mau tahu apa? Kamu adalah makhluk dari Sang Kuasa. Tuhan tidak akan diam, Dia akan selalu bersama hambaNya yang mau berjuang dengan sebenar-benarnya perjuangan. Usaha yang selalu melibatkan Sang Kuasa tidak akan pernah jadi sia-sia. Tidak percaya? Buktikan sendiri! Dan jadilah bagian dari seorang yang telah memetik keajaiban. Keajaiban datang dari ketidak-mungkinan. Kamu masih punya Tuhan, Dia akan selalu membersamaimu. Ingat baik-baik. Lagipula apa kamu tahu? Dia yang saat ini adalah siapa, berada di posisi teratas, di puncak tertinggi pun pernah menjadi bukan siapa-siapa. Mereka pernah berada di posisimu saat ini. Merasa bukan siapa-siapa, tidak punya apa. Merasa tidak berdaya dalam menghadapi setiap rintangan. Mereka yang saat ini berhasil menyandang gelar sukses adalah dia yang berhasil menapik semua ragu, menghapus takut, serta mengalahkan gelisah kemudian bertindak sebagai bagian dari usaha.

 

Orang sukses adalah dia yang selalu melangitkan harapan dalam doa terbaik, percaya akan setiap ketentuan Sang Kuasa. Meyakini dengan segenap hati apa yang telah Tuhan tentukan adalah yang terbaik. Orang sukses adalah dia yang tidak pernah menyerah. Melakukan segala cara terbaik. Dia tidak sampai di posisi ini dengan cuma-cuma, pernah merasakan pahit serta asam-manisnya berjuang. Bahkan bukan tidak mungkin pernah merasakan bagaimana tidak enaknya bertemu kegagalan. Tapi apa dia menyerah? Tidak, dia sama sekali tidak pernah menyerah. Jatuh, kemudian bangkit lagi, jatuh, bangun. Begitu terus sampai keberhasilan datang menghampiri. Begini, ya… Sebelum menjadi orang tua, Ayah dan Ibumu pastiah pernah merasakan menjadi anak. Pendidik pastilah pernah menjadi peserta didik. Sebelum menjadi tenaga pengajar, seorang pengajar pastilah pernah menjadi pelajar. Guru pernah berada di posisi sebagai murid. Seorang pemimpin besar bukan tidak mungkin pernah merasakan bagaimana rasanya menjadi bawahan. Mereka yang saat ini berada di atas, di puncak. Tidaklah melewati semua dengan mudah. Mereka adalah orang-orang hebat yang berhasil melewati semua, segala rintangan dalam jalan yang membawa mereka menemukan keberhasilan. Sukses adalah hadiah dari kegigihan serta tekad mereka yang begitu kuat. Jangan lihat mereka yang sekarang. Tapi cobalah untuk melihat bagaimana mereka terdahulu.

 

Perjuangan serta pengorbanan yang telah mereka lalui tidak bisa dianggap remeh, apalagi enteng. Semua tidak pernah mudah, selalu ada rintangan di setiap langkah. Bahkan terkadang mereka harus mencari jalan yang baru. Belajarlah dari kegigihan serta ketangguhan mereka. Ketangguhan saat bangkit ketika terjatuh, kala memilih tetap melangkah di saat harus melewati jalan terjal. Saat memutuskan untuk tetap melangkah meski harus tertatih. Milikilah tekad kuat serta semangat membara seperti mereka. Tidak harus melewati jalan yang sama memang, tapi setidaknya contohlah mereka dalam berproses menjadi manusia hebat.

 

“Karena sesungguhnya, sesudah kesulitan itu ada kemudahan,” – (QS.94:5) فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Fa-inna ma’al ‘usri yusran

Quran Surah Al Insyirah di atas menjadi janji Allah bahwa ketika manusia merasakan kesulitan, ada kemudahan bersamanya. Namun tergantung bagaimana sang manusia bersikap terhadap takdirnya. Berburuk atau berbaik sangkakah ia. Karena lagi, Allah tergantung prasangka hambanya.

 

Dalam kehidupan, tentu banyak pertimbangan yang diperhitungkan. Termasuk pada saat manusia melakukan berbagai usaha dalam memenuhi kebutuhan hidup terlebih dengan cara berdagang seperti ajaran Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa sallam. Berdagang dalam skala besar di zaman sekarang bisa diartikan dengan telah mendirikan perusahaan yang usahanya bergerak dalam berbagai bidang baik tergolong Fast Moving Consumer Goods (FMCG) maupun di industri lainnya seperti properti, obat dan kesehatan, kecantikan, dan lain sebagainya. Keadaan sebuah usaha/bisnis tak mungkin mulus meroket begitu saja. Ia pasti ada menanjak dan berkelok. Hal ini sesuai dengan teori Product Life Cycle yang menjelaskan bahwa secara garis besar, siklus hidup suatu produk terbagi dalam introduction, growth, maturity, dan termination/decline.

 

Dalam keadaan tertentu, tentu sang pemilik usaha / bisnis harus memutar otak untuk berusaha menstabilkan usahanya. Untuk itu, Strategic Management oleh Fred R David dengan buku terbarunya pada tahun 2017 wajib diperhitungkan guna menyeleksi strategi terbaik bagi perusahaan / produk yang dijadikan sumber usaha. David (2017) menyimpulkan manajemen strategik menjadi tiga tahapan yang adalah Formulasi Strategi, Implementasi Strategi, hingga Evaluasi Strategi. Hal ini tergantung dari kondisi perusahaan dan usaha-usaha yang telah diupayakan.

 

Namun untuk fokus pada penelitian permasalahan dan solusinya, batasan fokus pada formulasi strategi patut diperhitungkan. Formulasi strategi sendiri terbagi dalam tiga tahapan antara lain:

  1. The Input Stage (Tahap Input / Masukan)
  2. The Matching Stage (Tahap Pencocokan)
  3. The Decision Stage (Tahap Pengambilan Keputusan)

 

Input Stage yang dimaksud lebih kepada tahap meneliti keadaan internal dan eksternal perusahaan dengan tiga pilihan alat yakni Internal Factor Evaluation Matrix (IFE), External Factor Evaluation Matrix (EFE), dan Competitive Profile Matrix (CPM). Sementara Matching Stage bisa menggunakan lima pilihan alat di antaranya Strengths-Weaknesses-Opportunities-Threats (SWOT) Matrix, Strategic Position and Action Evaluation (SPACE) Matrix, Boston Consulting Group (BCG) Matrix, Internal-External (IE) Matrix, dan Grand Strategy Matrix. Ditutup dengan alat terakhir dari tahap terakhir yang adalah Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Adapun semua alat ini memiliki kelebihan tersendiri sesuai kebutuhan dan keadaan perusahaan.

 

Selamat bebenah!

Tahukah kamu Sob kalau menghafal Alquran bisa dilakukan kapan pun, bahkan di tengah kesibukan sekolah, nah menurut Ustaz Yusuf Mansyur cara menghafal Alquran bagi pelajar sibuk kayak kita cukup dengan one day one ayat atau satu hari satu ayat namun berulang, lagi dan lagi, terus dan terus.   Agar semakin hafal, ayat tersebut bisa pula dibaca saat salat wajib ataupun sunah, termasuk ketika menjadi imam salat. Kemudian menjelang tidur, kata dia, ulangi kembali ayat yang sudah dihafal dan yang baru dihafal. Selanjutnya, bentuk komunitas menghafal Alquran.   “Jangan menghafal sendiri. Jadi, bisa tukar-tukar peran, setor-setoran hafalan. Saling baca satu sama lain, saling menyimak satu sama lain, yang paling efektif, komunitas itu ya keluarga bareng-bareng menghafal satu hari satu ayat,” ujarnya.   Ia mengingatkan, jangan lupa saat menghafal Alquran, niatkan menghafal 30 juz. Harapannya supaya saat kita meninggal tetap mendapat pahala seolah hafal 30 juz, meski sebenarnya baru hafal 5 juz.  “Ini sama seperti orang yang dari Asar sudah niat mau salat malam, eh Magribnya meninggal, maka amal terakhirnya yang tercatat adalah salat malam meski belum terlaksana,” ujarnya.   Jika menghafal satu hari satu ayat masih terasa berat, Ustaz YM menuturkan, menghafal bisa dilakukan dengan satu pekan satu ayat. Cara tersebut bisa dipilih asalkan rutin dijalankan. Sambil menghafal, lanjutnya, jangan lupa menadaburi makna berbagai ayat dalam Alquran.   “Di lihat-lihat terjemahannya, dibaca sambil ditulis atau dicatat yang ditemui, yang diperhatikan, yang didapat, dan yang digali, maupun yang tergali. Jadi, tambah kuat hafalannya,” kata Ustaz YM.  Dia menambahkan, menghafal Alquran perlu niat, tetapi jangan cuma menghafal untuk diri sendiri. Niatkan agar sebanyak mungkin orang di bumi juga hafal Alquran.

Saat ini, masyarakat serta pemuda Indonesia dihadapkan dengan sebuah problematika yang seolah – olah ingin mencabik–cabik persatuan bangsa ini yakni hoax yang menghancurkan demokrasi. Mengapa paham yang mengobrak–abrik negara ini bisa merajalela? Masuknya informasi salah ke dalam sendi-sendi bangsa Indonesia disebabkan oleh banyak faktor. Salah satu faktor yang paling kuat adalah gagalnya pemahaman masyarakat terhadap demokrasi. Mereka meyakini bahwa para koruptor maupun pemimpin yang tidak mampu menampung aspirasi adalah hasil dari demokrasi Pancasila. Dicekalnya suara-suara dan jeritan masyarakat merupakan kesalahpahaman dalam penerapan sila dasar negara. Sehingga masyarakat tidak lagi mengamalkan nilai – nilai dari dasar negara ini dan bahkan sudah melupakannya.

 

 

Bukan hanya itu, materi wawasan kebangsaan dan P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) yang dulu dipakai sebagai pemersatu kini sudah tidak dipakai lagi. Pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia dan sekaligus pandangan hidup bangsa seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai filter atau penyaring berbagai pengaruh yang ditimbulkan oleh globalisasi. Namun dengan tidak adanya lagi sosialisasi, masyarakat serta para pemuda tidak mampu memahami apa sebenarnya makna yang terkandung dalam ideologi bangsa ini. Hal tersebut menjadi pemicu kemerosotan demokrasi dan kesenjangan sosial, sebagai dampak dari serangan-serangan globalisasi yang tidak disertai dengan adanya sosialisasi pancasila pada seluruh kalangan masyarakat. Sehingga masyarakat mudah terombang-ambing oleh isu  yang tidak sesuai dengan jati diri demokrasi bangsa yang seharusnya. Kegagalan pemahaman terhadap demokrasi pancasila ini,  merupakan kenistaan terparah dalam hidup seorang pemuda yang seharusnya berkontribusi lebih untuk bangsanya.

 

 

Kita sebagai pelajar bisa melakukan beberapa cara untuk mengatasi krisis yang tengah melanda Indonesia saat ini. Sebagai kaum intelektual, seharusnya kita tidak takut untuk melawan segala macam serangan yang mencoba menggoyahkan jati diri bangsa ini.

 

 

Oleh karena itu, salah satu kontribusi kecil namun berdampak besar yang dapat kita lakukan untuk menghadapi masalah yang terjadi di era globalisasi ini adalah dengan menggunakan globalisasi itu sendiri. Kita dapat menggunakan sarana komunikasi dan media massa yang merupakan poin penting dari globalisasi itu sendiri. Komunikasi merupakan suatu proses penyampaian pesan, ide maupun gagasan dari satu pihak kepada pihak lain, agar  terjadi saling mempengaruhi di antara keduanya. Sedangkan media massa pada dasarnya diartikan sebagai beberapa media atau saluran yang digunakan secara terorganisir untuk berkomunikasi baik secara individu maupun kelompok.

 

 

Bagaimana komunikasi dan media massa tersebut dapat menyelesaikan permasalahan ideologi saat ini? Menurut Hedebro (1979) Salah seorang ahli komunikasi, komunikasi itu sendiri dapat menciptakan iklim bagi perubahan dengan membujukkan nilai–nilai, sikap, mental, dan bentuk perilaku masyarakat. Sedangkan media massa dapat bertindak sebagai pengganda sumber – sumber daya pengetahuan dan dapat membantu masyarakat menemukan norma – norma baru dan keharmonisan dari masa transisi. Bukan hanya itu, komunikasi efektif melalui media yang tepat akan mampu memberikan informasi yang dapat mempengaruhi dan merubah paradigma masyarakat. Dengan kata lain, melalui komunikasi yang efektif melalui media yang sesuai secara perlahan namun pasti, mengembalikan demokrasi pancasila ke dalam jiwa masyarakat Indonesia bukanlah hal yang mustahil.

 

 

Selain itu, mengingat bahwa Indonesia merupakan pasar potensial digital dengan 88,1 juta masyarakat pengguna internet aktif dan lebih dari 50% nya adalah user aktif di banyak sosial media, maka hal tersebut dapat dimanfaatkan. Sosial media dan sarana prasarana internet seperti Facebook, Twitter, Instagram, Blog, dan lain sebagainya umumnya digunakan untuk media komunikasi dan hiburan. Dengan beberapa ide – ide kreatif, kini dapat kita gunakan untuk menjelaskan kepada masyarakat mengenai demokrasi pancasia yang sesungguhnya. Dengan demikian secara perlahan–lahan, masyarakat dapat kembali memahami dan mengamalkan  nilai – nilai demokrasi pancasila di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.