Yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Stres Usia 20-an Menyerang

Sob sebelum memasuki krisis paruh hidup atau dikenal dengan istilah quater life crisis adalah suatu fase hidup (usia 20-30 tahun) di mana pada fase ini, seseorang akan merasa dipersimpangan jalan yang membuatnya dilema dalam menentukan arah karena dihadapkan dengan berbagai tuntutan. Hal ini menyebabkan sering kali individu bersangkutan merasa tertekan dan stress dengan berbagai pilihan yang memiliki konsekuensi tersendiri seperti dari bangku perguruan tinggi menuju masyarakat, mencari pekerjaan, melanjutkan studi, atau rencana lainnya.  Kondisi ini pada akhirnya membuat banyak penulis menjelaskan saran untuk menghadapi tekanan dan stress yang semakin hari semakin tinggi, salah satunya Mark Manson.

 

 

Dalam buku international best seller berjudul Seni Untuk Bersikap Bodo Amat (terjemahan indonesia), Mark Manson menjelaskan bagaimana seni untuk mengabaikan tekanan dan tuntutan dewasa ini. Berdasarkan uraiannya, Manson berpandangan bahwa hidup terkadang memang menyebalkan. Banyak keinginan yang tidak tercapai, seperti kita bukanlah seorang yang populer di kampus, belum memiliki pasangan, tidak terlalu kaya, dll. “Namun, apa yang salah dengan itu?” “Bukankah hal tersebut tidak mempengaruhi apapun?” Maksud Manson, kita tentu masih tetap bisa berkarya dan hidup seperti biasa. Perasaan inferior yang didapat dari tekanan tren media sosial atau masyarakat sering kali membuat kita menciptakan parameter palsu dimana hidup bahagia adalah seperti hidup orang lain, meskipun pada faktanya, hidup orang lain tidak sesempurna yang kita kira.  Oleh karena itu menurut Manson, “peduli amat dengan semua hal-hal keren versi masyarakat?” “Kita sejatinya dapat hidup dengan parameter dan kebahagiaan kita sendiri”.“Jadi, masa bodo sajalah!”

 

 

Meskipun menarik dan solutif, permasalahan yang diajukan oleh Manson dengan quater life crisis sangat berbeda. Manson dengan seni bersikap masa bodoh versinya, menyorot tekanan tren di masa kini sebagai masalah. Sehingga, solusi yang diajukan yakni menyadari kepalsuan dari tren dan mulai menerima hidup yang lebih realistis guna mencapai kebahagian. Namun, dalam krisis paruh hidup, yang membuat individu merasa tertekan bukan tren dimasa kini, melainkan tekanan dari kemungkinan  yang akan terjadi dimasa depan. Rasa khawatir tentang pekerjaan, pendidikan, atau bahkan pasangan hidup, tentu saja tidak dapat diabaikan dengan masa bodoh. Maksud penulis, “bagaimana mungkin bersikap masa bodoh tentang masa depan?” Oleh sebab itu, pada tulisan ini, penulis mencoba menguraikan bagaimana seni untuk bertindak masa pintar (sebagai anti-thesis masa bodoh) versi filsafat stoisisme, khusus bagi siapa saja yang sedang menghadapi quater life crisis.

 

 

Filsafat Stoisisme ; Sebuah Pengantar

Filsafat Stoisisme adalah aliran filsafat Yunani-Romawi yang pada awalnya dikembangkan oleh masyarakat Stoa melalui kombinasi filsafat Plato dan Aristoteles dengan etika versi Stoa. Inti dari dasar pemikiran stoisisme yaitu bagaimana mengendalikan afeksi manusia dan alam serta bagaimana menanggung penderitaan dengan tenang dan hidup bahagia dengan melakukan kebajikan. Berbeda dengan filsafat Plato dan Aristoteles yang lebih menekankan rasionalisme dan empirisme, stoisisme justru menekankan metafisisme (ketuhanan). Filsafat Stosisme dimulai dari 3 abad sebelum masehi dan terus berkembang hingga 3 abad setelah masehi. Adapun tokoh-tokoh Stosisme yakni Zeno (generasi awal), Saneca (generasi tengah), hingga generasi akhir (Marcus Aurelius).

 

 

Dari pekembangannya selama ratusan tahun, Stosisme waktu demi waktu membentuk asumsi-asumsi dasar. Setidaknya, terdapat 3 asumsi dasar Stosisme yang relevan dengan konteks krisis paruh hidup. Asumsi dasar pertama yaitu dunia berjalan dengan pola-pola tertentu, walaupun dalam praktiknya tidak selalu sama. Di setiap pola ini, selalu ada Tuhan yang meliputi. Dalam bahasa sehari-hari, kita menyebutnya hukum alam atau Sunnatullah. Pola-pola yang sudah ditetapkan ini, membuat setiap makhluk, termasuk manusia memiliki perannya sendiri. Asumsi kedua, karena dunia berjalan berdasarkan hukum yang ditetapkan Tuhan, maka tidak semua keadaan yang terjadi dapat ditentukan manusia. Terakhir, untuk dapat hidup dengan tentang, manusia harus berdamai dengan alam dan dirinya sendiri.

 

 

Seni Untuk Bertindak Pintar Amat

Masih segar di dalam pikiran, ketika penulis tengah menghadapi masa kelulusan dan menuju perguruan tinggi. Masa itu memberikat efek khawatir yang tidak tergambarkan. Perasaan takut apakah dapat lulus pada PTN yang diinginkan, apakah dapat memperoleh beasiswa, apakah dapat menjalani studi dengan nilai yang memuaskan, dan lainnya selalu berkecamuk di pikiran. Namun, seiring berjalan waktu, semua kekhawatiran dan ketakutan hilang. Kini, penulis mendapati bahwa empat tahun sudah berlalu dan penulis telah lulus dari perguruan tinggi. Memang, terdapat kekhawatiran yang benar-benar terjadi. Akan tetapi, dalam prosesnya terdapat skenario yang juga tidak terduga sehingga dapat masa sulit dapat dilalui. Ini berarti, setiap kekhawatiran dan ketakutan yang kita alami hari ini, sebetulnya adalah hasil dari olah pikiran yang tidak pada tempatnya. Masa depan adalah sesuatu yang ada diluar jangkauan manusia. Namun, ketika masa itu datang, manusia akan selalu beradaptasi dengan sendirinya, sebagaimana penulis dan pembaca beradaptasi dengan segala hal yang ada pada hari ini. Dalam mengahadapi quater life crisis,individu harus menyadari bahwa segala kekhawatiran dimasa depan akan terselesaikan di tempatnya yaitu di masa depan. Setiap hari, memiliki penyelesaian tersendiri. Jadi, tenanglah

Kak Haikal Ingin Lebih Produktif di Masyarakat

Sudah sepatutnya pemuda memiliki tekad kuat untuk mengubah bangsanya ke arah lebih baik, hal tersebut dikarenakan pemuda merupakan motor penggerak kemajuan bangsa. Hanya saja sebagai motor penggerak rasanya tak cukup jika pemuda tak berperan aktif dalam kegiatan sosial serta kerelawanan, aktif dalam kegiatan sosial dan kerelawanan menjadi upaya menumbuhkan kepekaan dan kepedulian.

Itulah yang dilakukan Haikal Ramadhan, alumni SMART angkatan 9 dan mahasiswa Universitas Tidar Magelang jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia yang menyisihkan waktu, pikiran, dan tenaganya membersamai Si Mobil Baca (Si MoBa).

Menurut Haikal rasa penasaran yang besar membawanya kepada rentetan pertanyaan seputar Si MoBa, dengan penuh keberanian ia mendatangi kantor sekretariat Si MoBa di Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa Pendidikan Bogor, Jawa Barat. “Program yang ditawarkan Si MoBa membuat saya ingin terlibat di dalamnya. Meski memiliki embel-embel perpustakaan keliling tetapi Si MoBa terlihat berbeda karena mampu mendekatkan masyarakat memperoleh akses informasi dan program literasi aplikatif yang dapat diterapkan di masyarakat,” kata Haikal.

Selama tiga hari mengikuti kegiatan bersama Si MoBa di Cianten, Jawa Barat, ia mengaku mendapatkan ilmu baru seputar siasat jitu mendongeng, aktvitas literasi yang menyenangkan, permainan interaktif dan banyak insight positif lain yang memperkaya pengetahuannya di bidang literasi. “Ingin lebih produktif di masyarakat menjadi target saya setelah mengikuti Si MoBa wara wiri di Cianten,” tegasnya.

Si MoBa merupakan perpustakaan keliling yang diinisiasi karena keterbatasan masyarakat dalam menjangkau serta mendapatkan aksesibilitas terhadap perpustakaan dan manfaat program Gemari Baca, walaupun baru seumur jagung program ini diharapkan menjadi alternatif upaya dan solusi peningkatan kualitas literasi di masyarakat.

“Dengan program sekeren ini saya harap Si MoBa bisa terus melaju kencang hingga ke berbagai pelosok negeri, semakin banyak yang dapat terlibat dan dilibatkan, semakin banyak pula manfaat yang dapat di rasakan dari adanya Si MoBa ini,” tukas Haikal. (AR)

Potensi dan Waktu Kita Terlalu Berharga Sob

Mereka yang berangkat untuk memberi, pasti akan pulang dengan membawa.
Mereka yang  menanam kebaikan, kelak akan memetik manisnya kebaikan.
Mereka yang berjalan menikmati dunia, akan berlari mengejar indahnya akhirat.

 

Allah tak pernah salah hitung, tak mungkin juga salah ukur. Allah itu selalu tepat waktu, hanya kita yang terlalu terburu-buru. Terburu-buru melabeli diri kita tak bisa apa-apa. Terburu-buru menilai orang lain lebih hebat dari kita. Terburu-buru ingin segera menjadi mereka. Ujung-ujungnya apa? Mata kita terlalu sibuk melihat kanan kiri, tapi lupa menatap derap langkah kaki kita sendiri. Akhirnya arah langkah kita yang salah. Kita lupa kalau ternyata setiap orang sudah memiliki zona waktunya tersendiri. Zona waktu untuk menjadi dirinya sendiri dengan menatap lurus ke depan, memandangi dirinya yang hebat pada yang akan datang.

 

Potensi dan waktu kita terlalu berharga untuk sekadar digadai merisaukan kehebatan orang lain. Menghebatlah digaris takdir kita sendiri. Tak masalah jalan kita masih pelan. Tak masalah hasilnya belum kelihatan. Selama kita fokus dijalur yang sedang kita lalui, kita telah mengantongi sebuah kepastian bahwa kita sedang bergerak. Dan orang yang bergerak akan sampai pada tujuannya. Karena kita memang tidak bisa mengubah takdir, namun kita bisa megubah cari pandang kita tentang takdir yang sedang menimpa.

 

Keajaiban itu akan hadir saat kita menggantungkan seluruh urusan kepada-Nya, tempat bermuaranya seluruh kemungkinan dan kemustahilan. Siapa saja yang mampu berpasrah dengan kepasrahan terbaik. Mampu berpasrah dengan keterserahan sempurna. Sanggup bergantung dengan ketergantungan tanpa cela, maka Allah sendiri yang akan turun tangan, menyelesaikan masalah-masalahnya dengan keajaiban yang tak pernah terduga sebelumnya. maka luruskan kembali hati dan niatmu itu, karena Tuhan sesuai dengan prasangka hamba-Nya.  Bekerja, bekerja, bekerja, lalu keajaiban.

 

Selesaikan urusanmu, dan biarkan Dia menyelesaikan urusan-Nya untukmu. Dialah Allah, Yang Maha Esa tempat  bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

 

Jangan Diam Saja Saatnya Aku Kamu Aksi di Bidang Literasi Seperti Joana

Jangan Diam Saja Saatnya Aku Kamu Aksi di Bidang Literasi Seperti Joana

 

Sudah saatnya #AkuKamuAksi, terpilih menjadi peserta terbaik dalam gelaran Residensi Pegiat Literasi di Lampung Selatan, Joana Zettira belum lama ini diundang ke Makassar untuk mengikuti Festival Literasi Indonesia dan Peringatan Puncak Hari Aksara Internasional. Joana yang juga menyandang gelar Duta Gemari Baca, mengaku dirinya masih terhitung baru dalam jagat literasi dan masih harus banyak belajar.

 

Meski demikian, ia terlibat aktif dalam berbagai komunitas yang bergerak dalam bidang literasi, sastra, dan pendidikan; diantaranya Sagasitas Research and Journal Center, Sagasitas Choir, Komunitas Pencinta Sastra Indonesia, Moco Buku Rame Rame (Mobura), Teater Teras Evi Idawati, dan Korwil Mentor Anak Juara.

 

“Mungkin ini belum ada apa-apanya, tapi saya berharap, apa yang saya lakukan dapat memberi manfaat untuk banyak orang. Sebab sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya, ” tutur Joana.

 

Sebagai Duta Gemari Baca, Joana aktif mengampanyekan budaya membaca melalui beragam praktik literasi. Duta Gemari Baca merupakan program yang diinisiasi Dompet Dhuafa Pendidikan, kegiatannya menyasar anak muda sebagai konektor kebaikan untuk sesama.

 

Para Duta diberi serangkaian pembinan sehingga memiliki kapasitas dalam mengembangkan literasi di daerahnya. Aktivitas literasi yang dilakukan gadis kelahiran 13 Juni 1999 ini meliputi fun literacy activity, sharing literacy, story telling, dan lapak baca rutin.

 

Tak hanya aktif berorganisasi, Joana yang tercatat sebagai mahasiswa UIN Sunan Kalijaga juga telah menyabet berbagai kejuaraan sejak Sekolah Dasar hingga duduk di bangku perkuliahan. Tak hanya kejuaraan di tingkat regional, beberapa kompetisi nasional pernah ia raih.

 

Antara lain Juara 3 Story Telling FLS2N tingkat Provinsi DIY, Juara 2 Pidato Kependudukan BKKBN, Juara 3 Penulisan Naskah Drama Balai Bahasa Yogyakarta, Juara 1 Jejak Tradisi Budaya Regional di Banyumas, Juara 2 Jejak Tradisi Budaya Nasional di Sumatera Barat yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Duta Museum 2020, dan  sederet prestasi lainnya.

 

Kalau Joana saja bisa maka sudah saatnya Aku Kamu Aksi buat pendidikan Indonesia lebih baik!

Dilarang Membanding-Bandingkan Hidup ah

Privilege. Isu ini kembali jadi trending gegara pelantikan staf khusus  Presiden Jokowi beberapa waktu lalu lho Sob. Seperti yang kita tahu, salah satu staf yang dilantik adalah Putri Tanjung, yang notabene merupakan anak dari pengusaha terkenal, Chairul Tanjung. Banyak orang yang menganggap bahwa pencapaian Putri Tanjung menjadi staf khusus presiden di usianya yang baru 23 tahun, tidak lepas dari kenyataan dari garis keturunan yang ia miliki.

Memang apa sih privilege? Berdasarkan Cambridge Dictionary, privilege memiliki arti keuntungan yang hanya dimiliki seseorang atau sebagian kelompok, biasanya karena posisi atau kekayaan mereka. Seperti apa bentuk privilege? Ya macam – macam. Sekolah ke luar negri tanpa mikir biaya, itu privilege. Lulus kerja langsung dimodalin buat usaha, itu privilege. Punya tempat nyaman buat tidur malam hari ini, itu privilege.

Privilege itu nyata. kita bisa menjadi yang sekarang juga tidak terlepas dari privilege yang kita miliki. Kalau tidak memiliki akses pendidikan hingga jenjang sarjana, kita mungkin tidak bisa mendapat pekerjaan yang kita inginkan.

See, kita semua tahu bahwa keberhasilan dan pencapaian dalam hidup bukan hanya karena kerja keras, melainkan ada hak – hak istimewa yang kita dapatkan secara cuma-cuma –yang tidak ada hubungannya dengan apa yang telah kita perbuat.

Privilege yang dimiliki orang jelas berbeda-beda bentuk dan tingkat levelnya. Saat kita melihat orang dengan tingkat privilege di atas kita, ya wajar saja untuk merasa iri. Kita sendiri terkadang masih suka berkhayal kalau orang tua kita bisa se-tajir itu, mungkin kita bisa kuliah ke luar negri seperti Maudy Ayunda tanpa repot-repot ikut pendaftaran beasiswa. Masih bisa hidup layak pula! Tapi toh iri juga tidak membawa kita ke mana-mana kan Sob? Tidak bakal mengubah apa-apa juga. Jadi, daripada energi kita habiskan buat iri, akan lebih baik kalau diarahkan untuk fokus ke tujuan pribadi saja. Tujuan hari ini, tujuan buat besok. Saya suka menghibur diri, bahwa setidaknya kita sudah melakukan yang terbaik yang kita mampu untuk menjalani hidup.

Saatnya berpikir bahwa setiap orang punya benchmark masing-masing. Dengan modal yang dia punya, seharusnya dia bisa meraih tingkat atau hasil yang seberapa. Bisa jadi seseorang (A) terlihat sudah sukses bagi orang lain (B), karena  benchmark B lebih rendah dari A. Seharusnya dengan modal yang A miliki, dia bisa meraih lebih dari itu. Benchmark ini yang sangat absurd dan abstrak untuk dilihat dan diukur dalam hidup. Kadang kita lebih suka mengartikannya dalam bentuk uang dan materi. Tapi untuk ketenangan hidup, alangkah baiknya kita fokus ke benchmark kita, ke hidup kita, tanpa membanding-bandingkan dengan orang lain.

Mengerti bahwa privilege itu ada dan sebagian dari kita memilikinya, membuat kita seharusnya mau mengakui bahwa sebuah kesuksesan –apapun definisi dan bentuknya, bukan hanya dibangun dengan keringat dan air mata kita, namun juga ada faktor ‘untung’ dan hak cuma-cuma. Dengan begitu, akan membuat kita semakin bijak untuk tidak meremehkan atau merendahkan orang lain yang menurut kita (manusia yang suka khilaf untuk sombong) tidak sesukses kita.

Hari Ini Harus Lebih Baik Dari Hari Kemarin

Manusia dari hari ke hari selalu bergerak, ada yang bergerak maju, ada yang jalan di tempat ada juga yang bergerak mundur. Pergerakan ini ditentukan berdasarkan kebiasaan sehari-hari manusia itu sendiri. Bila kebiasaannya baik maka akan menuntun manusia itu untuk bergerak maju. Begitu sebaliknya, bila kebiasaan itu buruk maka cenderung menuntun manusia untuk bergerak mundur/stagnan. Pergerakan manusia dalam hidup ini bermula karena manusia mencoba untuk memenuhi kebutuhan fundamentalnya. Kebutuhan fundamental manusia ada 3. Pertama need of social; kebutuhan untuk bersosial. Kedua need of religion; kebutuhan untuk beragama. Ketiga adalah need of achievement, yaitu kebutuhan untuk bisa mencapai sesuatu. Setelah kebutuhan dasar terpenuhi maka manusia akan naik level ke proses aktualisasi diri.  Proses aktualisasi diri membutuhkan manusia yang berkualitas, manusia yang memiliki kebiasaan yang apik. Lantas, kebiasaan yang apik itu seperti apa? Kebiasan yang apik itu dibentuk dengan cara yang bagaimana?

Jawabannya, kebiasaan yang apik itu mengajak manusia untuk keluar dari Zona Nyamannya/ Comfort Zone. Dan Cara membentuk kebiasaan baik itu adalah dengan memahami cara keluar dari Comfort Zone. Mengapa harus keluar dari Zona Nyaman? Padahal Zona Nyaman adalah tempat ternyaman manusia, dan tempat yang ‘memungkinkan’ manusia memperoleh kebahagiaan.

Eits, Zona Nyaman bisa jadi memberikan kebahagiaan, namun itu bersifat sementara. Manusia perlu keluar dari Zona Nyamannya. Ingat, manusia perlu keluar dari Zona Nyaman.

Zona Nyaman itu sebenarnya apa sih?

Zona Nyaman adalah sesuatu kegiatan yang sudah kebiasaan di masa lalu kita, sehingga kegiatan itu sudah jadi kegiatan yang biasa (alam bawah sadar). Zona nyaman, memberikan kenyamanan bagi manusia yang sudah sering melakukan kegiatan tersebut. Jadi seorang manusia yang berada di Zona Nyaman akan selalu melakukan kegiatan yang sama setiap harinya. Kegiatan yang sama setiap harinya menandakan bahwa manusia itu tidak berkembang, tidak ada target/tujuan baru dalam hidupnya. Kondisi ini berbahaya, karena membuat manusia sulit bergerak ke proses aktualisasi diri, karena sudah nyaman dengan kegiatan-kegiatan yang itu-itu saja, yang tidak memberikan pembentukkan diri yang lebih baik. Logikanya jika manusia itu hanya melakukan kegiatan yang sama setiap harinya, maka pergerakan manusia itu akan sama setiap harinya, atau bisa dibilang stagnan. Maka, kata motivasi “Hari Ini Harus Lebih Baik Dari Hari Kemarin” tidak akan tercapai jika hanya berada di Zona Nyaman. Oleh karena itu, manusia harus keluar dari Zona Nyamannya, dan Menantang diri sendiri untuk melakukan kegiatan baru yang positif dan menjadikannya Habit/Kebiasaan baru yang akan membentuk diri jadi lebih baik.

Namun proses membentuk Kebiasaan baru yang baik atau istilahnya adalah keluar dari Zona Nyaman tidaklah mudah.

Zona Nyaman, memiliki dua hal yang akan memberontak habis-habisan jika, manusia ingin keluar dari Zona ini. 2 hal ini akan menarik lagi niat manusia untuk melakukan kegiatan-kegiatan baru yang positif. 2 hal ini adalah Inner Voice dan Sensasy Phisiology. Inner Voice adalah suara-suara dair dalam diri manusia yang akan memberi tahu manusia jika akan melakukan hal-hal baru. Inner voice ini akan berbicara ke kita untuk mengurungkan niat mengerjakan kegiatan baru. Contoh inner voice; Jika kita ingin merubah kebiasaan bangun siang (jam 11), jadi bangun pagi (jam 5) maka Inner Voice akan berbisik, “Udah tidur aja dulu baru jam 4 ini, masih sejam lagi jam 5.” Pas lihat jam eh tiba-tiba sudah jam 8, dan kita ingin segera bangun, tapi Inner Voice akan berbisik lagi, “Udah tidur lagi aja dulu, ini hari libur loh, gak papa kita tidur lebih lama. Kasihlah tubuhmu istirahat yang cukup” Dan akhirnya Habit baru untuk bisa bangun pagi jam 5, tidak terlaksana, karena ada si Inner Voice ini. Contoh lagi, jika kita ingin mengubah kebiasaan agar tidak mengerjakan tugas mepet waktu/deadliner, maka kita akan berusaha untuk mencicil tugas itu dari jauh-jauh hari sebelum waktunya tugas dikumpulkan. Namun, inner voice akan muncul dan berbisik, “Loh, ini kan baru tanggal 9, masih tujuh hari lagi kok tugasnya dikumpulkan, masih lama. Udah kamu nyelesain yang lain aja dulu. Tuh lihat tuh, temen kamu ngajak belanja. Udah belanja aja dulu, toh kebutuhan kamu udah pada habis kan. Tenang tujuh hari masih lama” Dan sampai deadline tugas, tugasnya belum selesai dikerjakan. Dan Habit baru untuk tidak jadi deadliner tidak terbentuk.

Hal satu lagi yang ada di Zona Nyaman yang menghalangi manusia untuk membentuk Habit baru, yaitu Sensasy Phisiology. Sensasy Phisiology itu adalah sesuatu yang membuat kita gak bisa, dan membuat kita merasa sungkan untuk melakukan habit baru..

Dua hal itu, sulit untuk dihindari karena itu melekat di setiap zona nyaman manusia. Lalu, Trik untuk menghadapi 2 hal ini adalah dengan tidak membangunkan mereka. Dan membiarkan mereka yang secara tidak sadar sedang kita bawa ke habit baru yang kita rencanakan.

Sejatinya, zona nyaman memberikan tiga prinsip;

Setiap manusia merasa nyaman dengan zona nyamannya
Setiap manusia merasa terganggu dengan kebiasaan baru
Setiap manusia yang memaksa melakukan ketidaknyamanan akan menghasilkan kenyamanan di masa depan

Maka, dapat dikatakan sebuah perubahan habit/ keluar dari Zona Nyaman jika ada perbedaan kegiatan pada proses sebelum dan setelah. Indikator perubahan ada tiga:

Yang awalnya gak dilakukan, jadi dilakukan (0)
Ada nilai tambah. Awalnya tidak melakukan akhirnya melakukan. (+)
Terjadi pengurangan dari hal-hal destruktif (-)

Nah, kabar baiknya kebiasaa baru dapat dinobatkan sebagai Habit baru jika Habit itu bertahan minimal dalam 21 hari.

Agar bisa mempertahankannya dalam 21 hari, maka perlu untuk tidak membangunkan dua hal tadi, Inner voice dan sensasa phisiology. Maka habit baru perlu dilakukan sedikit demi sedikit. Prinsipnya adalah “Think Big Start Small. Bisa karena Biasa, Biasa karena Pembiasaan.” Oleh karena itu, yuk semangat berubah untuk masa depan yang lebih cerah.

,

SMART Ekselensia Indonesia Adakan Tes Akademik Tes Akademik Seleksi Nasional Beasiswa 2020

SMART Ekselensia Indonesia Adakan Tes Akademik Tes Akademik Seleksi Nasional Beasiswa 2020

 

 

Bogor –  SMART Ekslensia Indonesia adakan Tes Akademik Seleksi Nasional Beasiswa (SNB) SMART 2020 yang dilaksanakan di Lembaga Pengembangan Insani, Parung, Jawa Barat, pada Sabtu (23/02). Kegiatan ini merupakan program sekolah yang dilakukan setiap tahun.

 

Sebanyak 88 peserta yang terbagi atas 62 orang peserta SMP dan 26 orang peserta SMA memadati ruangan kelas yang telah disediakan panitia. Selama tes berlangsung para peserta akan mengerjakan tiga jenis tes bidang studi yaitu, bahasa Indonesia, pendidikan agama Islam, dan matematika; sementara untuk SMA mengerjakan lima jenis tes bidang studi yaitu, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, IPA, pendidikan agama Islam, dan matematika.

“Tes akademik akan dibagi ke dalam dua sesi. Empat jam di sesi pertama untuk SMP dan SMA, dan tiga jam di sesi kedua khusus untuk SMA,” ucap Novi, Panitia SNB SMART 2020.

Ia menambahkan jika Tes Akademik ini adalah salah satu rangkaian SNB SMART yang dilaksanakan serentak. Selain Jabodetabek, tes juga juga dilaksanakan di beberapa daerah mitra yaitu Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.

SMART Ekselensia Indonesia merupakan sekolah berjenjang SMP dan SMA di bawah naungan Dompet Dhuafa Pendidikan memiliki visi menjadi sekolah model yang melahirkan generasi berkepribadian Islami dan berjiwa pemimpin yang siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan.  Untuk mewujudkan visi tersebut, SMART Ekselensia Idonesia menyediakan kurikulum yang dirancang secara berjenjang selama lima tahun, tiga tahun SMP dan dua tahun SMA dengan program Sistem Kredit Semester (SKS) dan pendidikan kepemimpinan. (AR)

 

,

Saatnya Aku Kamu Aksi Seperti Kak Palupi

Saatnya Aku Kamu Aksi Seperti Palupi

Mungkin tak pernah terbayangkan bagi anak-anak di Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, akan memiliki sebuah perpustakaan yang nyaman. Ya, sebuah perpustakaan yang menyenangkan untuk membaca atau pun bermain, kini hadir bagi mereka. Fun Garden of Literacy (FGL) telah membuatkan Pojok Baca ramah anak untuk anak-anak dan warga Pekojan.
FGL didirikan pada 28 Juni 2016 oleh Palupi Mutiasih, mahasiswi PGSD Universitas Negeri Jakarta dan sekarang sedang melanjutkan studi Pasca Sarjana Jurusan Magister Pendidikan Dasar Universitas Pendidikan Indonesia. Oleh Palupi, FGL diarahkan menjadi sebuah taman literasi yang seramah mungkin untuk anak-anak. Di dalamnya ada kegiatan membaca buku, permainan edukatif, dongeng, kreasi, panggung boneka, dan lain sebagainya. Jangkauan aktivitasnya tidak hanya di Pekojan saja, namun melingkupi beberapa wilayah lain di Jakarta.
FGL menjadi sarana bagi Palupi untuk mengaplikasikan ilmu yang didapatnya setelah dinobatkan sebagai Duta Gemari Baca, Dompet Dhuafa Pendidikan. Tugas utama Duta Gemari Baca adalah membudayakan literasi di tengah masyarakat. Sebelumnya, Palupi dan kawan-kawannya mengikuti workshop secara intensif sebagai bekal melaksanakan tugas tersebut.
“Awalnya kehadiran FGL ini dianggap aneh. ‘Apaan sih, ngajak anak-anak baca, dongeng, dan nggak dibayar lagi’, mungkin itu yang terlintas di benak masyarakat Pekojan waktu itu,” kenang Palupi. Namun itu tak membuat Palupi menyerah. Ia pun berupaya menarik minat masyarakat dengan berbagai cara.
Menggaet relawan adalah salah satu caranya. Relawan-relawan ini difokuskan untuk aktivasi Pojok Baca dan menjalankan kegiatan literasi. “Awalnya hanya ada 3 founder, sekarang sudah ada 25 relawan. Di setiap kegiatan yang kami laksanakan, ada sekitar 100 anak yang ikutan,” papar Palupi bangga.
Sejak tahun 2019, FGL melebarkan sayap kegiatannya tidak hanya untuk anak-anak. “Kami mulai mengadakan workshop untuk guru-guru PAUD di Pekojan, juga untuk orang tua. Materinya tentang bagaimana bercerita dan membacakan buku untuk anak. Sehingga semua pihak sama-sama aware bahwa membacakan buku itu penting bagi anak-anak,” terang Palupi.
Keberadaan FGL tidak hanya dirasakan manfaatnya untuk masyarakat Pekojan, namun Palupi sendiri pun merasakan. Dirinya merasa bahwa FGL adalah tabungan energi positifnya. Saat menemui kesulitan dalam menjalankan FGL maupun dalam kehidupan pribadinya, tabungan itu kemudian cair untuk Palupi.
“Bentuknya bantuan, tapi bukan dari mereka yang terbantu, tapi dari orang lain. Sejak mendirikan FGL, saya lebih mudah mendapatkan beasiswa, mudah lanjut jenjang S2, mengikuti workshop, dan sebagainya,” ujar Palupi.
Beasiswa yang didapatkan Palupi tersebut adalah Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) dari Dompet Dhuafa Pendidikan. Beasiswa ini diberikan kepada para aktivis kampus yang memiliki program sosial kemasyarakatan secara nyata. Palupi mendapatkan BAKTI NUSA pada tahun 2017 lalu. Selain mendapatkan dana untuk mendukung keberlangsungan FGL, Palupi juga mendapatkan pembinaan intensif bagaimana membangun kepemimpinan di tengah masyarakat.
Kiprah Palupi untuk warga dan anak-anak Pekojan ini selayaknya menjadi inspirasi bagi para pemuda yang lain. “Akan lebih baik jika energi positif para pemuda digunakan untuk kembali pada masyarakat. Karena mereka benar-benar membutuhkan anak muda untuk membuat perubahan dan inovasi,” pungkasnya.
, ,

Ini Dia AKtivitas Dompet Dhuafa Pendidikan yang Penting Kamu Tahu!

Tak terasa bulan pertama di 2020 sudah terlampaui. Apa saja kegiatanmu di bulan Januari lalu Sob?
Kegiatan kami cukup padat di awal tahun ini, nah semua kegiatan tersebut bisa kamu lihat di bawah ya Sob
Jika ditanya “buat apa sih, awal tahun sudah banyak aktivitas?”  Karena masalah
pendidikan di negeri kita kan juga nggak pakai libur. Maka
sebagai lembaga yang berkhidmat pada kemajuan pendidikan Indonesia, Dompet Dhuafa Pendidikan berupaya
memberikan kontribusi terbaik terhadap pengentasan masalah tersebut.
Terima kasih atas dukunganmu untuk program dan aktivitas yang kami lakukan Sob. Sungguh dukungan Sahabat Pendidikan sangat berarti. Mari kita kembali bersinergi memberikan kontribusi terbaik bagi pendidikan negeri ini.

Nilai Yang Tak Ternilai

20 Februari 2020. Pagi ini syahdu, mendung ditemani rintik hujan membersamai derap langkah para mujahid ilmu di tatar cendekia.

 

Hujan di pagi hari tak menyurutkan sedikitpun semangat kami dalam melakukan aktivitas berbau pendidikan, salah satunya Apel Pagi. Di saat orang lain memilih menarik lagi selimutnya dan meneruskan mimpi indah, para pembelajar sejati di SMART tetap semangat menyongsong pagi.

 

Apel pagi yang biasanya dilaksanakan di lapangan kali ini harus menerima nasibnya ketika dilaksanakan di lapangan. Kenapa dan untuk apa Apel Pagi diadakan? Kan bisa kalau Apel Pagi ditiadakan saja karena hujan.

 

اذا عرفت بعد السفر فالستعد

 

“Jika kamu sungguh telah mengetahui jauhnya perjalanan, maka bersiaplah (siapkan segala sesuatu) dengan baik”.

 

Karena kami sadar langkah kami masih terlalu pagi untuk kami hentikan, ungkapan dari pepatah arab itu mengajarkan kepada kami untuk menyiapkan perjalanan belajar dengan baik.  Dengan Apel Pagi, kami tanamkan nilai Disiplin.

 

Siswa dan guru secara khidmat, rapi dan tertib mengikuti kegiatan apel pagi.K ami tanamkan nilai-nilai disiplin bukan hanya dengan memberi contoh tapi menjadikan setiap hela nafas dan gerak kami qudwah bagi siapapun. Semoga berdirinya kami (siswa dan guru) pagi ini menjadi saksi dan pemberat amal baik kami dihadapan Rabb Jalla Jalaluh. Allahumma Aamin

 

Harta, ilmu, pangkat dan jabatan hakikatnya semua titipan yang kelak pada saatnya akan ditanggalkan.

 

-Asep Rogia_

Guru Bahasa Arab SMART