Tau gak kalau menurut penelitian secara psikis puasa dapat menanggulangi stres dan depresi untuk beberapa orang karena mereka belajar untuk mengendalikan diri. Selain itu, setelah beberapa hari berpuasa tubuh akan mengalami peningkatan endorfin dalam darah yang memberikan perasaan sehat secara mental.

 

Selain uraian di atas masih banyak manfaat puasa untuk kesehatan fisik seperti berikut ini.

 

  • Membantu memperbaiki kondisi medis

Berpuasa, diiringi dengan pola makan yang sehat sebelum dan sesudahnya, dapat membantu memperbaiki kondisi radang sendi, radang usus besar, dan penyakit kulit seperti eksim dan psoriasis.

  • Menyehatkan jantung

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mereka yang berpuasa sebulan sekali memiliki risiko 58 persen lebih rendah terkena penyakit jantung, dibandingkan mereka yang tidak menjalani puasa. Selain itu, ada juga beberapa penelitian yang menyatakan bahwa berpuasa dapat mengurangi resistensi insulin yang memicu diabetes. Namun demikian, masih perlu dilakukan penelitian lebih menyeluruh. Ingatlah bahwa untuk menjaga kesehatan jantung, faktor-faktor lain seperti pola makan dan olahraga teratur berperan besar.

  • Mengurangi risiko kanker.

Selama berpuasa, laju pembelahan sel dalam tubuh akan berkurang seiring faktor pertumbuhan yang menurun akibat terbatasnya asupan. Meski masih perlu diteliti lebih lanjut membuktikan bahwa hal ini mampu mengurangi risiko kanker. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah kondisi tersebut berlaku pada manusia.

  • Menjaga berat badan

Pembakaran lemak menjadi energi membantu mengurangi berat badan dan tingkat kolesterol. Penurunan berat badan akan berdampak baik untuk mengendalikan diabetes dan tekanan     darah. Di sisi lain, berat badan memang akan turun jika tidak makan dan tidak mendapat asupan kalori selama berpuasa. Namun, bisa kembali naik begitu berbuka puasa. Hal ini karena ketika berpuasa kehilangan cairan, bukan berat badan substansial. Terlebih, ketika berbuka puasa justru melampiaskan nafsu makan.

Oleh karena itu, penting untuk tetap mengendalikan makan pada saat tidak berpuasa. Sahabat Pendidikan harus mengonsumsi makanan yang mengandung cukup energi seperti serat, protein, karbohidrat dan lemak dalam jumlah yang seimbang. Pola makan yang sehat dan seimbang, serta asupan cairan yang cukup akan membantu menjaga berat badan.

 

  • Puasa Memperbaiki Sensitivitas Insulin

 

Puasa telah terbukti memiliki efek positif pada sensitivitas insulin, yang memungkinkan tubuh untuk mentolerir karbohidrat (gula) lebih baik daripada jika tidak berpuasa. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa setelah berpuasa, insulin menjadi lebih efektif dalam memberitahu sel untuk mengolah glukosa dalam darah.

 

  • Puasa Mempercepat Metabolisme

 

Puasa memberi waktu istirahat bagi sistem pencernaan. Hal ini berguna bagi metabolisme dalam tubuh untuk membakar kalori secara lebih efisien. Jika pencernaan buruk, akan memengaruhi kemampuan tubuh untuk memetabolisme makanan dan membakar lemak. Puasa dapat mengatur proses pencernaan dan meningkatkan fungsi usus secara lebih baik. Hal ini akan meningkatkan fungsi metabolisme dalam tubuh.

 

  • Puasa Memperbaiki Fungsi Otak

 

Puasa telah terbukti bisa meningkatkan fungsi otak. Hal ini terjadi karena puasa meningkatkan produksi protein yang disebut brain-derived neurotrophic factor (BDNF).

BDNF ini akan mengaktifkan sel induk otak untuk diubah menjadi neuron baru, dan memicu produksi senyawa kimia lain yang bisa meningkatkan kesehatan saraf. Protein ini juga melindungi sel-sel otak dari gangguan yang terkait dengan penyakit Alzheimer dan Parkinson.

 

  • Puasa Memperbaiki Pola Makan

 

Puasa menjadi sarana latihan yang bermanfaat bagi mereka yang menderita gangguan makan berlebihan, dan bagi mereka yang merasa sulit untuk menetapkan pola makan yang benar karena pekerjaan dan prioritas lainnya.

 

  • Puasa Membantu Membersihkan Kulit dan Mencegah Jerawat

 

Puasa dapat membantu membersihkan kulit. Ini karena tubuh sedang bebas dari tugas memroses makanan di pencernaan. Dengan cara ini, tubuh dapat lebih memfokuskan energi untuk melakukan proses regeneratif pada sistem lain.

Berpuasa dari fajar hingga petang telah terbukti bisa membantu tubuh membersihkan racun dan mengatur fungsi organ tubuh lainnya seperti hati, ginjal dan bagian lainnya.

 

  • Puasa Memperpanjang Usia

 

Percaya atau tidak, semakin sedikit kalian makan, semakin panjang usia kalian. Salah satu penyebab utama penuaan dini adalah metabolisme yang lebih lambat karena terlalu banyak makan. Jadi, semakin sedikit makan, semakin sedikit proses yang dibutuhkan pada sistem pencernaan sehingga metabolisme tubuh berjalan lebih cepat dan efisien.

 

  • Puasa Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Puasa meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena bisa mengurangi radikal bebas, mengatur kondisi peradangan dalam tubuh dan mencegah pembentukan sel kanker. Perhatikan alam, ketika seekor hewan mengalami sakit, ia akan berhenti makan dan malah fokus untuk beristirahat.

Ini adalah naluri primitif untuk mengurangi stres pada sistem internal mereka sehingga tubuh mereka dapat melawan infeksi penyakit. Anehnya, manusia adalah satu-satunya spesies yang justru mencari makanan ketika sakit, bahkan ketika tidak membutuhkannya.

 

 

Bulan Ramadan ialah bulan baik di mana semua perbuatan baik akan diganjar berkali lipat, di bulan Ramadan terdapat banyak karunia Allah Swt. lho. Maka inilah saatnya kita memanfaatkan momen Ramadan sebagai sarana memperbanyak pahala dengan memaksimalkan ibadah kita. Di bawah ini kami akan menjelaskan beberapa ibadah utama di bulan Ramadan:

  1. Berpuasa

Berpuasa ialah salah satu ibadah utama di bulan Ramadan. Tahukah kamu jika mulai dari sahur hingga berbuka terdapat keutamaan-keutamaan yang sayang kita lewatkan begitu saja? Berikut kami sertakan dalil yang menggambarkan keutamaan puasa Ramadan:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, ‘Kecuali puasa, sungguh dia bagianku dan Aku sendiri yang akan membalasnya, karena (orang yang berpuasa) dia telah meninggalkan syahwatnyadan makannya karena Aku’. Bagi orang yang berpuasa mendapat dua kegembiraan; gembira ketika berbuka puasa dan gembria ketika berjumpa Tuhannya dengan puasanya. Dan sesungguhnya bau tidak sedap mulutnya lebih wangi di sisi Allah dari pada bau minyak kesturi.” [HR. Muslim]

Keutamaan berpuasa di bulan Ramadan begitu besar, tidak hanya derajat takwa, pengampunan dosa dan pahala yang didapatkan, bahkan kelak kita dijanjikan bertemu Allah Swt. Hanya saja puasa tak hanya sebatas menahan nafsu, dahaga serta lapar, diperlukan tindakan lain agar pahala tetap terjaga seperti yang Rasulullah Saw.. sabdakan:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

Semua amalan bani adam adalah untuknya kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, dan puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian berpuasa maka janganlah ia berkata keji dan berteriak-teriak. Jika ada orang yang mencacinya atau mengajaknya berkelahi maka hendaklah ia mengatakan, ‘sesungguhnya aku sedang berpuasa’. [HR. Bukhari & Muslim]

 

  1. Salat Malam

Salat malam adalah salah satu amaliyah yang sangat ditekankan oleh Nabi Saw. terutama di bulan Ramadan. Bahkan, di luar bulan Ramadan pun ibadah ini tidak pernah dilewatkan oleh Nabi Saw.

Hal ini didasari pada hadis Nabi yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah RA yang berkata: “Jangan tinggalkan salat malam, karena sesungguhnya Rasulullah Saw. tidak pernah meninggalkannya. Apabila beliau sakit atau melemah maka beliau salat dengan duduk.” [HR. Abu Dawud & Ahmad]

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا

“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” [QS. Al-Furqan: 63-64]

Salah satu keutamaan salat malam di bulan Ramadan yaitu itu mendapatkan pengampunan dosa-dosa yang telah dikerjakan di masa lalu. Berdasarkan hadis Nabi Saw.. yang berbunyi:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang menunaikan salat malam di bulan Ramadan dengan keimanan dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” [HR. Bukhari & Muslim].

 

  1. Sedekah Ramadan

Sedekah maupun berbagi di bulan Ramadan merupakan perbuatan yang harus diperhatikan i seorang muslim. Nabi Bahkan Nabi termasuk dari orang yang paling dermawan saat bulan Ramadan. Berdasarkan hadis dari Ibn Abbas RA yang berbunyi:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ (صحيح البخاري

Rasulullah Saw. adalah orang yang paling dermawan, dan lebih dermawan lagi saat Ramadan, ketika dijumpai Jibril (as), yang mengunjungi beliau setiap malam dibulan Ramadan, dan mengajarkan beliau Saw. Alqur’an, maka sungguh Rasulullah Saw. lebih dermawan dalam berbuat baik daripada angin yang berhembus” [HR. Bukhari]

Ada beberapa bentuk sedekah Ramadan yang dapat Sahabat Pendidikan lakukan antara lain:

  1. memberi makan

Allah menerangkan tentang keutamaan memberi makan orang kurang mampu. Seperti yang tertulis di Surat An-Nisa yang membutuhkan berikut:

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا إِنَّا نَخَافُ مِنْ رَبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا فَوَقَاهُمُ اللَّهُ شَرَّ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَلَقَّاهُمْ نَضْرَةً وَسُرُورًا وَجَزَاهُمْ بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا

Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesungguhnya Kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera.” [QS. An-Nisa: 8-12]

  1. Memberi hidangan berbuka bagi orang berpuasa

Rasulullah Saw bersabda “Siapa yang memberi berbuka orang puasa, baginya pahala seperti pahala orang berpuasa tadi tanpa dikurangi dari pahalanya sedikitpun” [HR. Ahmad & Nasai]

 

  1. Membaca Al-Qur’an

Salah satu amalan yang dianjurkan untuk ditingkatkan selama Ramadan ialah memperbanyak membaca Al-Qur’an. Bahkan membaca satu huruf dalam Al-Qur’an di bulan Ramadan akan diberikan sepuluh kebaikan. Seperti yang tertuang dalam Hadis Riwayat At-Tirmidzi:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ آلم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf; tetapi alif satu huruf; lam satu huruf dan mim satu huruf.” [HR. At-Tirmidzi]

 

  1. Duduk di Masjid hingga Matahari Terbit

Salah satu kebiasaan nabi dalam kehidupan sehari-hari yaitu duduk di masjid hingga matahari terbit. Berdasarkan hadis HR Muslim,  Rasulullah Saw. bersabda: “Apabila Salat Shubuh beliau duduk di tempat salatnya hinga matahari terbit (HR. Muslim).

Keutamaan berdiam diri di masjid hingga matahari terbit berlaku pada semua hari, lalu bagaimana jika dikerjakan selama bulan Ramadan? Sudah barang tentu pahala yang didapatkan akan dilipatgandakan. Sudah selayaknya, agar kita mengoptimlkan salah satu keagungan ini dengan mengindari segala aktivitas malam yang dapat melalaikan untuk bangun di subuh hari.

 

  1. I’tikaf

Pada sepuluh malam terakhir Ramadan Rasulullah Saw. selalu melaksanakan I’tikaf di masjid. Bahkan di tahun wafatnya, beliau berI’tikaf hingga dua puluh hari [HR. Bukhari & Muslim].

I’tikaf merupakan aktivitas menyendiri yang disyariatkan oleh agama, karena seorang mu’takif (orang yang berI’tikaf) “mengurung” diri dalam rangka meningkatkan ketaatan kepada Allah Swt. dan melupakan sejenak  aktivitas duniawi untuk merenung, membersihkan diri, dan mengharap ridho Allah Swt.

 

  1. Menghidupkan Lailatul Qadar

Selama Ramadan Rasulullah Saw. tak pernah berhenti mencari Lailatul Qadar, bahkan ia  senantiasa membangunkan keluarganya pada malam sepuluh hari terakhir dengan harapan mendapatkan Lailatul Qadar.

 

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” [QS. Al-Qdar: 1-3]

 

  1. Memperbanyak Zikir, Doa, dan Istighfar

Saat Ramadan ada waktu khusus yang mustajab untuk berdoa dalam kedaaan berikut:

  • Saat berbuka, karena seorang yang berpuasa ketika berbuka memiliki doa yang tak ditolak.
  • Sepertiga malam terkahir saat Allah Swt, turun ke langit dunia dan berfirman, “Adakah orang yang meminta, pasti aku beri. Adakah orang beristighfar, pasti Aku ampuni dia.”
  • Beristighfar di waktu sahur, seperti yang Allah Swt. firmankan, “Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” (QS. Al-Dzaariyat: 18).

Oleh: M. Syafi’ie el-Bantanie

Satu masa, Madinah pernah mengalami masa paceklik. Kemarau panjang melanda. Kebun-kebun gagal panen. Akibatnya, bahan pangan langka. Ketika itu, karavan dagang Sayidina Usman bin Affan kembali dari negeri Syam yang subur membawa bahan pokok dan pangan dalam jumlah besar.

 

Mendengar kabar itu, para pedagang bergegas menemui Sayidina Usman untuk membeli bahan pokok tersebut.

“Berapa kalian berani memberi keuntungan kepadaku?” tanya Sayidina Usman.

“Dua kali lipat keuntungan dari yang kau dapat,” sahut para pedagang.

“Sudah ada yang membelinya dengan memberikan keuntungan 10 kali lipat, bahkan 700 kali lipat,” tegas Usman.

“Siapa yang berani memberi keuntungan sebesar itu?”

“Allah Subhanahu Wata’ala,” tegas Sayidina Usman.

“Saksikanlah bahwa semua bahan pokok dan pangan yang saya miliki ini, saya sedekahkan untuk umat muslim Madinah yang sedang kekurangan bahan pangan,” ujar Sayidina Usman.

 

Semoga kita semua dititipi oleh Allah harta berkah dan berlimpah seperti karunia yang diberikan kepada Sayidina Usman.

 

Indonesia kaya akan kuliner enak dan unik, salah satunya Es Bongko asal Pontianak resep dari kak Ima. Si hijau nan segar menggoda ini pas banget untuk berbuka nanti. Penasaran bagaimana membuatnya? Yuk intip resepnya di bawah.

 

Es Bongko Pontianak

 

Resep oleh @imaanoona

 

Bahan :

400 ml Air

20 lembar Daun pandan

10 lembar Daun suji *blender, saring, sisihkan.

100 g Tepung Hunkwe 50 g

Gula Pasir 300 ml

Santan Sedang

Garam secukupnya

 

 

Cara membuat:

Campur air pandan suji, tepung hunkwe, gula, santan dan garam lalu masak sampai meletup. • Tuang ke dalam loyang yang sudah dioles minyak tipis2. Tunggu hingga mengeras lalu potong.

 

 

 

Bahan Kuah:

600 ml Air

70 g Fibercreme

Gula Jawa cair secukupnya

 

Campur semua bahan, aduk rata Es Batu secukupnya

 

Penyelesaian: • Tata isian di dalam gelas saji, beri es batu lalu siram kuahnya. Sajikan.

 

Di saat pandemi seperti ini, mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus mawas diri sebagai langkah pencegahan penyebaran virus Covid-19 agar tak meluas. Meski ada himbauan untuk #DiRumahAja tetapi kebutuhan pokok harus tetap terpenuhi, lalu bagaimana caranya agar bisa tetap belanja keluar di saat pandemi?

 

1. Sudah Melis Belanjaan Terlebih Dahulu

Agar waktu lebih efisien kala belanja keluar rumah, ada baiknya kita mencatat dulu apa-apa saja yang akan dibeli, jadi tujuannya jelas dan tidak perlu berlama-lama berada di keramaian. Pastikan stoknya cukup untuk sebulan ke depan.

 

2. Sendiri Lebih Baik

Di tengah pandemi begini rasanya kurang elok jika berbelanja kebutuhan harus mengajak seluruh keluarga, sendiri lebih baik atau jika mendesak mengajak pasangan agar bisa membantu membawa barang belanjaan juga boleh. Jangan lupa gunakan masker ya.

3. Jangan Malu Cari Promo

Di saat seperti ini rasanya menekan pengeluaran menjadi hal yang harus dilakukan, pasalnya kita tidak pernah tahu sampai kapan pandemi ini berlangsung. Karena itulah jangan ragu untuk mencari promo agar pengeluaran bisa lebih hemat.

 

4. Hindari Jam Ramai

Sebisa mungkin hindari jam-jam di mana pusat perbelanjaan/pasar ramai pengunjung agar kita bisa terhindar dari penularan. Kalaupun datang di jam ramai jangan lupa gunakan masker untuk keamanan.

 

5. Kudu Tetap Social Distancing

Jangan lupakan social distancing selama berbelanja, ada baiknya jaga jarak aman sekitar 1,5 – 2 meter. Jangan memaksakan untuk mengantre dikala ramai, tunggu sebentar dan pastikan jarak aman.

 

6. Buru-Buru Pulang

Setelah selesai berbelanja usahakan langsung pulang, jangan nongkrong atau ke mana-mana lagi. Jangan sampai lupa sesampainya di rumah segera bebersih (cuci tangan dengan sabun & langsung mandi) dan jangan menyentuh barang apapun dulu sebelum yakin sudah bersih.

Bulan puasa merupakan bulan berkah di mana setiap perbuatan baik kita akan diganjar pahala berlipat ganda, namun ternyata ada hal-hal yang dapat menghilangkan pahala puasa kita. Puasanya sih secara hukum tetap sah, tetapi tidak bernilai; sehingga keutamaan Ramadan pun tak bisa diraih.

Lalu, apa saja yang bisa menghilangkan pahala puasa?

 

Berbohong
Bohong atau dusta adalah hal yang dilarang Allah baik dalam kondisi puasa atau tidak. Jika dilakukan saat puasa, maka bohong atau dusta bisa menghilangkan pahala puasa.

Gibah
Gibah, meskipun yang disampaikan apa adanya (tidak bohong), juga termasuk ke dalam perbuatan yang dapat menghilangkan pahala puasa. Gibah termasuk dalam kategori al jahl alias kebodohan atau tindakan bodoh.

Rafats
Rafats ialah bentuk kata-kata atau tulisan yang mengarah pada pornografi, hal ini berpotensi menghilangkan pahala puasa karena termasuk bentuk kemaksiatan. Membayangkan hal-hal yang bersifat rafats dan membangkitkan syahwat juga bisa menghilangkan pahala puasa.

 

Nah gak ingin kan puasa kita sia-sia hanya karena tiga hal di atas, yuk pelan-pelan kita tinggalkan ketiganya supaya puasa Ramadan kita berkah.

Yuk unduh jadwal imsakiyah di bawah ini, jangan lupa kasih tau ayah ibumu ya

 

Sahabat, setelah sekian lama jauh dari keluarga, pastilah momen mudik Puasa Pertama sangatlah ditunggu. Banyak hal dinanti di momen seperti ini.

Maaf ya Sahabat, tahan dulu mudikmu. Aku pun begitu. Meski kutahu, rindu itu begitu menggebu. Meski kutahu, Ibu pasti terus menunggu di depan pintu.

Rindu itu berat, memang iya. Namun kesehatan kita semua dan keluarga lebih utama. Sementara kumpul bersamanya kita lakukan di dunia maya
dulu ya. Seraya terus panjatkan doa semoga wabah Corona segera usai selamanya.

Aamiin.

Marhaban ya Ramadan. Selamat datang bulan Ramadan, bulan yang dirindukan dan dicintai oleh seluruh umat muslim di dunia. Meski tak sama lagi karena ada pandemi, namun ibadah tetap harus kita jalani dengan senang hati untuk Illahi Rabbi.

Meski ada himbauan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 14 Tahun 2020 untuk tidak melaksanakan Salat Tarawih di masjid, tapi ada ketentuan hukum yang kamu harus ketahui.

1. Bagi orang yang telah terpapar virus Corona, wajib menjaga dan mengisolasi diri agar tidak terjadi penularan kepada orang lain. Baginya tak diizinkan melakukan aktivitas ibadah sunah yang membuka peluang terjadinya penularan, seperti jamaah salat lima waktu, Salat Tarawih, dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya.
2. Bagi orang yang sehat dan belum diketahui atau diyakini tidak terpapar COVID-19, harus memperhatikan beberapa hal yakni apabila ia berada di suatu kawasan yang potensi penularannya tinggi atau sangat tinggi berdasarkan ketetapan pihak yang berwenang maka ia boleh meninggalkan salat di masjid, termasuk Salat Tarawih.

Semoga penyebaran Covid-19 segera terkendali sehingga kita bisa beribadah Ramadan dengan tenang kembali.

Siapakah diantara kita yang tidak pernah berbuat dosa? Dosa pandangan kita, dosa pendengaran kita, dosa lisan kita, dosa tangan kita, dan dosa-dosa lainnya yang pernah kita lakukan. Bahkan sehari pun kita tidak bisa lepas dari berbuat dosa.

 

Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam bersabda :

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Seluruh anak Adam berdosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat” (HR Ibnu Maajah no 4241, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)

 

Dosa dan maksiat adalah tabiat manusia.

Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (53) وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ (54)

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).

 

Tidakkah firman Allah ini dapat melapangkan hati, menghilangkan keresahan, dan menghapuskan kegundahan kita? Ayat diatas adalah seruan untuk segenap orang yang terjerumus ke dalam dosa agar segera bertaubat dan kembali kepada Allah. Sekalipun dosa anak adam sangat banyak, namun kasih sayang Allah jauh lebih luas terhadap hambaNya.

 

Amalan-amalan Penghapus Dosa

Abul ‘Abbas Ibnu Taimiyah rahimahullahu dalam kitabnya Majmu’ Al Fatwa memberikan nasihat indah tentang amalan-amalan yang dapat menjadi penghapus dosa.  Beliau berkata, dosa dapat terhapus oleh beberapa hal:

  1. Taubat

Taubat secara bahasa berasal dari kata at-tauba yang dimaknai ‘kembali’. Orang yang bertaubat artinya ia kembali/berpaling dari dosanya [1]. Sementara secara syar’iy taubat adalah meninggalkan dosa karena takut pada Allah, menganggapnya buruk, menyesali perbuatan maksiatnya, bertekad untuk tidak melakukannya lagi, dan memperbaiki amalnya. Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin rahimahullahu dalam kitabnya Majalis Syahri Ramadhan [2] mengatakan “Taubat yang diperintahkan Allah Ta’ala adalah taubat nasuha (yang tulus) yang mencakup lima syarat”:

  1. Hendaknya taubat itu dilakukan dengan ikhlas.
  2. Menyesali serta merasa sedih atas dosa yang pernah dilakukan.
  3. Berhenti dari perbuatan maksiat.
  4. Bertekad untuk tidak mengulangi dosa tersebut.
  5. Taubat dilakukan bukan pada saat masa penerimaan taubat telah habis
  6. Istighfar

Istighfar meskipun tampak sama dengan taubat, namun hakikatnya berbeda. Terdapat beberapa perbedaan antara taubat dan istighfar diantaranya:

Pertama: Taubat terdapat batas waktu, sementara istighfar tidak. Hal inilah yang menyebabkan orang yang sudah meninggal dapat dimohonkan ampunan, adapun taubat tidak lagi diterima tatkala nyawa sudah sampai pada kerongkongan.

Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Hashr :10).

Kedua: Taubat hanya bisa dilakukan oleh pelaku dosa itu sendiri, sementara istighfar dapat dilakukan oleh pelaku dosa dan juga orang lain untuknya. Oleh karena itu seorang anak dapat memohonkan ampunan untuk orang tuanya.

Ketiga: Taubat disyaratkan harus berhenti dari dosa yang dilakukan sementara istighfar tidak disyaratkan demikian. Terdapat perselisihan ulama dalam hal ini, namun ada kesimpulan yang sangat baik dari Syaikh Sulaiman Ar Ruhaili hafidzahullah dalam permasalahan ini [3]. Beliau menjelaskan bahwa istighfar ada dua keadaan:

  • Istighfar untuk dosa yang dilakukan oleh orang lain. Hal ini sebagaimana istighfarnya malaikat untuk orang-orang yang duduk di tempat sholat selama wudhunya belum batal maupun istighfar seorang anak untuk orang tuanya.
  • Istighfar untuk dosa yang dilakukan oleh diri sendiri. Istighfar bagi diri sendiri bermanfaat meski belum bertaubat, namun dengan syarat istighfar yang ia lakukan semata-mata karena rasa takutnya kepada Allah Ta’ala.
  1. Amal Shalih

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

اتق الله حيثما كنت ، وأتبع السيئة الحسنة تمحها، وخالق الناس بخلق حسن

Bertakwalah kepada Allah di manapun anda berada. Iringilah perbuatan dosa dengan amal kebaikan, karena kebaikan itu dapat menghapusnya. Serta bergaulah dengan orang lain dengan akhlak yang baik” (HR. Ahmad 21354, Tirmidzi 1987, ia berkata: ‘hadits ini hasan shahih).

Hadis ini menunjukan bahwa apabila hamba terjatuh dalam perbuatan dosa, maka hendaklah ia bersegera menghapusnya dengan taubat dan melakukan amal shalih. Dosa yang dibiarkan lama mengendap dalam diri karena tidak segera ditaubati, dikhawatirkan akan menjadi sebab lahirnya perbuatan dosa-dosa lainnya.

Syaikh Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu dalam kitabnya Washiyah Sughro [4] menjelaskan bahwa amalan shalih yang dapat menghapus dosa terbagi menjadi dua:

Pertama: Amal shalih yang dapat menghapus dosa tertentu saja. Contohnya yakni pembayaran diyat bagi jamaah haji yang melanggar larangan-larangan ihram.

Kedua: Amal shalih yang dapat menghapus dosa secara umum. Contohnya yakni puasa di bulan Ramadhan yang dapat menghapus dosa-dosa yang telah lalu.

  1. Musibah menghapuskan dosa

Musibah yang menimpa seorang muslim akan menjadi penghapus dosa baginya apabila ia bersabar dan menerima musibah yang menimpanya. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam,

مَا يُصِيبُ المُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ، وَلاَ وَصَبٍ، وَلاَ هَمِّ، وَلاَ حُزْنٍ، وَلاَ أَذًى، وَلاَ غَمِّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا؛ إِلاَّ كَفَّرَ الله بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

Apa saja yang menimpa seseorang Muslim seperti rasa letih, sedih, sakit, gelisah, sampai duri yang menusuknya, melainkan Allâh akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya dengan sebab itu semua”. [Muttafaqun ‘alaihi]

Setiap dosa yang dilakukan seorang hamba itu buruk, namun akan jauh lebih buruk apabila ia tidak mau bertaubat atas dosa yang telah dilakukan. Maka hendaklah kita mempergunakan waktu yang kita miliki untuk banyak bertaubat kepada Allah Ta’ala dan melakukan banyak amal kebaikan.

 

_________________________________________________________________________

Referensi:

[1]        Prof. DR. Shalih Ghanim as-sadlan, At-Taubatu Ilallâh, Maknâhâ, Haqîqatuhâ,
Fadhluhâ, syurutuhâ
, hlm. 10.

[2]       Ibnu Faris, Mu’jam Maqâyis al-Lughah, 1/357.

[3]        Ahmad Anshori. 2017. “Perbedaan Istighfar dan Taubat”. Diakses melalui
https://muslim.or.id/29214-perbedaan-istighfar-dan-taubat.html pada 09 Januari 2019.

[4]       Syaikh Islam Ibnu Taimiyah, Washiyah Sughro.