Manusia yang sehat tentu memiliki berbagai perencanaan hidup yang baik. Ia tentu memiliki rencana untuk menjadikan tiap waktu yang dimilikinya menjadi bernilai. Beribadah, mencari nafkah, bersilaturrahim, membantu siapapun kapanpun dan di manapun, dan banyak peluang kebermanfaatan lainnya. Rasa-rasanya, sebelum membantu kehidupan ummat yang banyak ini, diperlukan kesiapan diri yang tidak sedikit. Seseorang dengan niat dan rencana mulia tadi harus lebih dulu selesai dengan kehidupan pribadinya sendiri. Mulai dari diri sendiri, keluarga kecil, hingga keluarga dan orang-orang terdekatnya yang adalah tanggung jawabnya.

 

Maka selain mendahulukan ruhiyah dan mental dalam berdakwah, finansialpun harus telah tercukupi. Akan sangat baik rasanya jika memiliki passive income sebelum berdakwah. Selain kebutuhan tercukupi, dapat lebih hemat waktu untuk leluasa berdakwah. Ditambah, bisa mandiri dalam membiayai dakwah itu sendiri. Belum lagi bonus-bonusnya bisa mempekerjakan banyak orang. Menjadi media sambungan Allah dalam melimpahkan rezeki. Aamiin yaaAllah yaaRobbal ‘aalamiin.

 

Balik lagi, finansial menjadi salah satu indikator penting dalam berdakwah. Kesehatan keuangan menjadi penting, terlebih sebagai #1 Financial Check Up untuk merefleksi apakah diri memiliki hutang kepada orang lain, apakah pengeluaran lebih besar dari pada penghasilan, apakah memiliki dana darurat, pun dana tabungan untuk masa depan. Menurut Mba Prita dari ZAP Finance di acara Sharia Investment Week yang saya ikuti sekitar 1 minggu yang lalu, terdapat 5 Hak Alokasi Rezeki sesuai hadist Rasulullah saw. sebagai wujud #2 Pengelolaan Arus Kas.

  1. Hak Orang Lain (Zakat)
  2. Hak Hidup Masa Sulit (Assurance)
  3. Hak Hidup Hari Ini (Present Consumption)
  4. Hak Hidup Masa Depan (Future Spending)
  5. Hak Masyarakat  (Investment)

Adapun berikut saran  7 Pos Pengeluaran bulanan bersumber gaji dengan acuan 5 hak di atas:

  1. Zakat, Sedekah, dan Sosial (5%)
  2. Dana Darurat (5%)
  3. Premi Asuransi (5%)
  4. Biaya Hidup Bulanan dan Cicilan (60%)
  5. Nabung Pembelian Besar (5%)
  6. Investasi Masa Depan (10%)
  7. Gaya Hidup dan Hiburan (10%)

Terakhir, harus ada #3 Perencanaan Keuangan yang matang dalam sebuah keluarga.

  1. Menetapkan Mimpi
  2. Hitung Kebutuhan
  3. Susun Strategi
  4. Pahami & Pilih Produk Keuangan
  5. Implementasi
  6. Monitor & Evaluasi

Maqashid Asy-Syariah dalam buku al-Mutasyfa oleh Imam Ghazali menyatakan pentingnya menjaga keimanan, kehidupan, akal, keturunan dan harta. Inilah bentuk ikhtiar kita untuk menjaga semua nikmat Allah. Berfokus untuk menjaga sumber finansial agar sesuai syariat islam juga harus selalu dilakukan.

 

Bismillaah, semoga kita bisa menjadi muslim kaya muslim berdaya seperti khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq dan sahabat rasulullah lainnya. Aamiin yaaAlllah yaaRobbal ‘aalamiin!

 Oleh: Andri Yulian, Wali Asrama SMART
Suasana Syawal masih begitu terasa. Ya meski kali ini Lebaran di kota orang tapi banyak hal yang diperoleh.
Hal pertama yang banyak ditanyakan kepadaku adalah kenapa aku tidak mudik ke kampung halaman, kan rumahnya dekat, kan bisa naik bus kalau tidak ada tiket kereta, kenapa gak berkumpul bersama keluarga dan berlebaran di desa. Itulah contoh pertanyaan yang muncul di beberapa media sosial, dan kadang hanya bisa menjawab tidak karena sulit menjelaskan alasannya.
Entah kenapa, Lebaran tahun ini aku lebih memilih untuk menikmatinya sendiri tanpa kedua orang tua, sempat ada pertentangan saatku sampaikan bahwa aku tidak pulang Lebaran nanti, aku mau tetap di sini saja. Ibu adalah orang pertama yang menentang keinginanku, demikian dengan ayah. Maklum keluarga kami seringkali menghabiskan Lebaran di rumah dan selalu komplet bahkan saat aku menjalankan tugas sebagai guru konsultan di pedalaman Palembang, saat Lebaran aku sempatkan untuk pulang. Tapi sepertinya tidak untuk tahun ini.
Ramadan kemarin, bagiku adalah Ramadan yang luar biasa, saat di mana aku bisa benar-benar berbagi kebahagiaan bersama mereka. Ya mereka adalah siswa-siswa ditempatku bekerja, tidak semua memang tapi ada beberapa anak yang telah aku anggap sebagai adikku sendiri dan mereka telah mengajarkan aku tentang banyak hal.
Mungkin bagi kita, memakai baju Lebaran di Hari Raya adalah suatu hal yang biasa, bahkan mungkin tidak mesti di momen Lebaran kita bisa memakai baju baru. Ternyata hal ini tidak berlaku untuk mereka, mungkin untuk beberapa siswa yang beruntung dapat terpilih mengikuti program HOME STAY, program orang tua asuh yang memang diselenggarakan oleh pihak sekolah (tahun ini tak dilaksanakan karena Corona). Tapi untuk mereka yang tidak beruntung, ya menetap di asrama. keuntungan dari program HOME STAY ini mereka bisa mendapatkan uang saku dan baju-baju baru, berkunjung ke tempat-tempat wisata dan berbagai hal yang tidak mereka dapatkan di asrama, tapi ini tidak untuk semua siswa.
Baju lebaran seakan menjadi hal yang benar-benar mereka impikan, berbeda sekali dengan saya yang Alhamdulillah, baju lebaran pasti selalu dapat dari paman ataupun bibi, bahkan aku bisa dapat dua baju baru sekaligus
Ada rasa haru yang mendalam, mengingat perjuagan mereka untuk mendapatkan baju lebaran, bahkan ada yang rela mencuci baju temannya untuk mendapatkan upah, bahkan ada yang tanpa segan meminta baju dari temannya yang sudah tidak muat dipakai, tapi muat untuk dirinya. Banyak hal yang aku peroleh dari Ramadan tahun ini, Lebaran kali ini meski jauh dari orangtua tapi senang sekali dapat berbagi apa yang saya punya kepada mereka.
Meski sejatinya Lebaran bukan berati baju yang baru yang kita kenakan, tetapi melihat perjuangan mereka, mereka pantas untuk mendapatkannya walaupun tidak setiap tahun. Hikmah besar yang dapat saya petik adalah, terkadang hal-hal biasa yang sering kita dapatkan, dapat berarti suatu hal yang besar bagi mereka yang belum pernah melakukan.
Mari terus bersyukur dan berusaha membuat setiap orang bahagia.
Terima kasih bapak dan Ibu yang sudah mengizinkan aku untuk tidak pulang Lebaran kali ini.

Oleh: Amalia Fauziah, Teman Si MoBa

 

Apa yang kau rindukan dari Ramadan?

 

Merindukan suara sahut-menyahut nan syahdu dari langgar, musala, dan masjid.

Merindukan kebersamaan yang hadir dalam sahur, buka bersama, dan tarawih.

Merindukan ketenangan saat iktikaf, Salat Malam, dan tilawah yang panjang.

 

Apa yang kau rindukan dari Ramadan?

 

Aku merindukan semangat nan bergairah untuk berlomba-lomba dalam memberi takjil, sedekah, juga zakat.

Aku merindukan juga merindukan ramainya sepertiga malam yang riuh dengan lantunan Al-Qur’an.

 

Namun, tahukah kamu?

 

Aku pun menyukai Ramadan kali ini yang lebih tenang, lebih lirih, dan lebih syahdu.

Aku yang tidak berkejar-kejaran waktu dengan macet selepas pulang kerja,

Aku yang dapat berbagi dalam bentuk apapun, terutama do’a yang lebih pasrah,

Mungkin Allah meminta kita mencukupkan dengan kesibukan dan kefanaan dunia,

dan menyadari bahwa semua hal rapuh yang kita bangun bisa hancur seketika.

 

Semoga Ramadhan ini bukan Ramadhan terakhir.

 

Semoga Allah masih memberikan kita waktu dan kesempatan untuk bertemu dalam kebaikan di tahun depan.

 

Lebaran menjadi momen paling ditunggu umat muslim di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia, sebab saat perayaan Lebaran lah tradisi-tradisi unik naik ke permukaan. Sahabat Pendidikan pasti penasaran kan dengan tradisi unik Lebaran di Indonesia? Berikut empat tradisi Lebaran yang bisa kita temui di Indonesia.

1. Beli baju baru
Salah satu tradisi yang rutin dilakukan orang Indonesia saat menjelang Lebaran ilah membeli baju baru. Tak perlu heran jika mendapati pusat perbelanjaan besar bak pasar rakyat karena pengunjungnya tumpah ruah memenuhi tiap sudut lokasi diskon di sana. Tapi di saat pandemic begini ditahan dulu keinginannya ya.

2. Mudik
Untuk para perantau Lebaran menjadi momen sakral untuk pulang ke kampung halaman setelah sekian lama tak menemui sanak saudara. Pulang ke kampung halaman alias mudik menjadi tradisi yang pasti dilakukan setiap menjelang Lebaran. Hanya saja tahun ini tak banyak yang bisa dilakukan karena ada larangan mudik karena pandemic.

3. Takbiran keliling
Malam menjelang Lebaran ialah malam paling dinanti, suasana di jalanan terlihat sangat meriah dengan takbiran keliling. Anak-anak hingga orang dewasa turut memeriahkan kegiatan ini sembari memekikkan kalimat takbir sebagai tanda kemenangan keesokan hari.

4. Halalbihalal
Halalbihalal atau saling mengunjungi sanak saudara dan kerabat untuk saling bermaaf-maafan menjadi tujuan dari Lebaran itu sendiri. Sebagai hari suci, Idul Fitri akan terasa sia-sia jika tidak saling meminta maaf dan saling memaafkan. Selain untuk ajang maaf-maafan, Halalbihalal juga menjadi ajang silaturahmi untuk saling mengunjungi tetangga dan anak saudara. Dari momen inilah kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Meskipun Halalbihalal hanya bisa dilakukan daring (online) mudah-mudahan tak mengurangi kuatnya silaturahmi.

Oleh: Retno, Guru SMART

Ramadan adalah bulan yang paling istimewa.

Alhamdulillah, Ramadan sudah di depan mata. Bagaimana tidak dicinta, bagaimana tidak dirindu, bagaimana tidak istimewa, pada bulan ini Allah melipatgandakan amalan dan pahala untuk makhluk-Nya. Saat semua segera berlomba mendekatkan diri pada Allah, hening, syahdu, terasa teduhlah yang tercipta. Di antaranya juga terasa benang-benang riang dan gembira seiring kalimat-kalimat kecintaan pada Allah, kitab Allah, serta Rasul Allah.

Tak terkecuali pula pada siswa SMART. Hari sibuk siswa SMART akan lebih sibuk daripada biasanya. Di pojok masjid, di sudut taman bundar, di bilah anak tangga, di teras laboratorium, di antara rak buku perpustakaan, di antara pergantian pelajaran, tidak hanya pelajaran atau masalah dunia yang mereka tuntaskan. Terkadang satu atau dua siswa menyempatkan diri menuntaskan tilawah agar target Ramadan ini segera dapat dilampaui.

“Siapa yang sudah khatam?”

“Saya, Zah.”

“Saya, Zah.”

“Saya, Zah.”

Bangga, kadang malu bukan main kalau mengetahui capaian tilawah mereka. Baru seminggu Ramadan, banyak yang sudah khatam, bahkan sudah mulai khataman berikutnya. Siswa SMART memang paling bersemangat amalan tilawah dan tasmi.

Kalau tentang puasa, tidak perlu ditanya. Siswa SMART sudah terbiasa puasa sunnah pada Senin dan Kamis. Puasa sebulan insya Allah bukan hambatan. Mereka dapat melewati pelajaran dengan penuh tawa atau menuntaskan proyek serta produk dengan memuaskan.

Lelah, iya. Setiap hari demikian pun saat Ramadan mereka mulai dengan ibadah qiyamul lail. Setelah sahur, mereka melanjutkan dengan tilawah menunggu azan subuh. Sholat subuh berjamaah disambung dengan zikir pagi. Kemudian, mereka mulai persiapan sekolah atau kembali bertilawah sambil menunggu antre kamar mandi.

Letih, iya. Biasanya mereka membebaskan rasa letih dan lelah itu bada sholat jamaah zuhur dan tilawah. Saat itu suasana masjid akan hening. Sebagian besar siswa bukan ke mana-mana. Mereka tetap di masjid, hanya mimpi mereka sudah sampai ujung dunia. Mungkin menjadi seseorang yang membahagiakan keluarga dan kedua orang tua mereka, mungkin menuntaskan keinginan untuk bertualang ke pantai yang belum pernah dikunjungi, atau sedang menebar kebaikan kepada yang membutuhkan, begitu mungkin mimpi mereka saat istirahat siang di tengah ibadah puasa.

Gampang-gampang, susah ya, dalam menyadarkan dari mimpi mereka. Kalau sudah bangun pun, terkadang ada beberapa yang masih termangu-mangu, membawa badan yang lemas. Kalau sudah demikian, kelas perlu ice breaking. Alhamdulillah kalau ada games, akan lebih cepat lagi mereka tersadar. Sesudah itu, mereka tertawa, ceria, dan siap untuk belajar.

Bada sholat berjamaah ashar dan zikir sore merupakan waktu bebas mereka. Jika ada yang masih lelah, mereka menutup mata kembali. Namun, tak sedikit yang beraktivitas kembali. Ada yang bertilawah dan bertasmi, setoran dengan ustaz. Ada yang kembali ke kelas untuk berbagai keperluan. Ada yang menyelesaikan tugas. Ada yang sedang menutup nilai dengan remedial. Ada yang membantu mempersiapkan buka bersama kalau kelasnya mengadakan buka bersama dengan teman satu angkatan. Ada yang persiapan lomba untuk lomba dari sekolah di luar SMART. Ada pula yang berlatih untuk penampilan di dalam maupaun di luar SMART.

Nah, inilah yang istimewa dari kegiatan siswa SMART pada bulan Ramadan.

Sudah tahu, kan kalau ada sebagian siswa SMART yang berbakat di bidang kesenian? Ada yang terampil menari saman serta tari indang. Ada yang pandai memainkan musik ensambel dan musik hadrah atau marawis. Bahkan, ada yang piawai bermain musik perkusi dengan alat musik barang bekas. Kelompok musik ini terkenal dengan sebutan trashic atau trash music.

“Zah, sudah ada undangan?”

“Kapan diundang lagi, Zah?”

“DD ada acara, Zah?”

Pertanyaan-pertanyaan itu sering mereka tanyakan kalau sudah lama tidak ada undangan untuk tampil, terutama undangan pada kegiatan DD. Memang selain terampil, mereka juga jago menampilkan kepiawaian mereka, baik pada acara SMART, DD Pendidikan, DD, maupun undangan dari sekolah atau lembaga yang lain.

Terkhusus pada bulan Ramadan, para siswa yang berbakat ini hampir selalu tampil. Biasanya mereka mengisi acara dalam kegiatan safari Ramadan DD. Mungkin penampilan ensambel, mungkin tari saman, namun lebih sering trashic yang diminta tampil, bahkan sampai dua atau tiga kali tampil.

Tidak mengherankan jika diiyakan, pertanyaan mereka akan berubah.

“Tampil kapan, Zah?”

“Tampil di mana, Zah?’

“Acaranya apa, Zah?”

Kalau sudah demikian, mereka akan sibuk latihan. Alhamdulillah, mereka sudah paham kalau mereka harus latihan. Mereka juga disiplin berlatih walaupun sedang berpuasa.

Terbayang, bukan? Tanpa puasa saja, badan sudah letih setelah seharian belajar di sekolah. Rasanya pasti letih bukan main kalau masih harus berlatih tari saman. Kaki ditekuk, badan menopang, tangan dihentak, dan teriakkan wibawa tari saman. Demikian diulang sampai kompak dan sempurna.

Yang berlatih trashic juga tidak dapat santai. Tertinggal satu ketukan saja, musik mereka tidak akan kompak. Kalau sudah begitu, lagu harus diulang. Tidak sekadar pukul yang keras atau serasikan dengan melodi, mereka juga sempat variasikan gaya supaya jadi ciri khas band mereka.

Beda lagi, nih cerita dari tim ensambel. Mereka hanya latihan bersama pada hari libur sekolah. Jadwal ini menyesuaikan jadwal Bunda Ery sebagai pelatih tim ensambel.

Tahulah mood ketika hari libur, rasanya ingin bebas rebahan, apalagi pada hari libur. Alhamdulillah, sebagaian besar anggota tim hadir. Namun, tampaknya mereka menggunakan sisa tenaga. Karena sangat lelah, lama kelamaan, mereka berlatih sambil merem melek, sandar ke dinding, lama-lama tertidur. Ada pula yang pasrah rebah di karpet ruang musik. Setelah dibangunkan, lanjut tiup rekorder lagi, lanjut gesek biola lagi lanjut pukul bass lagi. Demikian sampai latihan berakhir.

Yang lucu sewaktu Bunda Ery kehilangan salah seorang pemukul gambang.

“Gambang? Mana gambang, ya?”

Karena tidak ada sahutan, saya dan siswa yang lain turut membantu.

“Jevin! Jevin!” Sambil celingak-celinguk, bahkan ke luar.

Ternyata, Jevin, siswa Kelas IX SMP SMART ini ditemukan sedang asik bermimpi sambil rebahan di antara kaki gambang sehingga tidak terlihat.

Jerih payah latihan itu terbayar ketika tampil. Alhamdulillah, sejauh ini para siswa dapat menampilkan yang terbaik untuk pada tamu. Seperti misalnya keriuhan trashic dapat mengundang kerumunan. Suara berisik di tengah mal itu membuat para pengunjung mal penasaran. Lalu, mereka datang ke asal suara dan menikmati alunan musik bersama.

Demikian pula dengan penampilan tari saman. Penampilan para siswa selama ini selalu menarik perhatian. Bukan saja kenyataan bahwa mereka adalah laki-laki yang dapat menari saman bersama, tetapi juga variasi gerak, suara, serta kekompakan para siswalah yang membuat mereka selalu menjadi pusat perhatian.

Tentu saja para siswa memperoleh banyak hal dari kegiatan ini. Di antara pengalaman tampil di panggung, mereka dapat bertemu dengan orang banyak orang. Selain itu, mereka dapat pergi ke tempat yang belum pernah ditemui, sampai mendapati menu buka puasa yang tidak biasa.

“Bunda pasti menegur kalau tahu saya minum minuman bersoda untuk buka.” Ujar Agung, siswa Kelas XII SMA SMART yang sekarang sudah lulus dan diterima di salah satu perguruan tinggi negeri lewat jalur undangan, sewaktu mendapatkan takjil sore itu.

Kurang dan lebih dari pelaksanaan tiap kegiatan selalu para siswa syukuri. Alhamdulillah, mereka bahagia setelah tampil. Mungkin karena membuat bahagia orang lain yang menyaksikan mereka, mereka juga mendapatkan yang serupa. Berharap, pengalaman yang membahagiakan ini akan membawa berkah sehingga menambah istimewa bulan Ramadan.

Apapun itu, Ramadan tetap bulan yang paling istimewa.

Ramadan ini barangkali akan berbeda. Kalaupun Ramadan ini para siswa belum dapat beraksi di panggung dan membahagiakan pengunjung, tak apa. Jika Ramadan ini tak ada kemeriahan, rasanya Ramadan tetap istimewa.

Malahan, siswa SMART dapat beribadah dengan lebih khusyuk. Ada banyak waktu lebih sehingga lebih banyak lagi kesempatan mendekatkan diri kepada Allah. Ramadan ini kurang istimewa apa, coba?

 

 

 

 

 

Oleh: Rizki Uni Utami, S.Pd., Gr., Guru SMART

 

Ada yang ditunggu ketika momen Idul Fitri tiba, yakni mudik. Perantau akan pulang ke udik. Penjelajah akan pulang ke daerah asalnya. Begitu juga, anak-anak penuntut ilmu akan menantikan kembali ke rumah tercinta. Mudik identik dengan pergerakan massa yang masif. Semua jalan lintas provinsi dan kota akan ramai. Semua moda transportasi: darat, laut, dan udara akan menggeliat. Tapi sejarah sepertinya akan mencatat tahun 2020 adalah tahun tanpa mudik akibat pagebluk Covid-19 yang masih belum usai. Virus SARS-Cov-2 atau korona masih menghantui, tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia. Hal ini membawa imbas di pelbagai aspek ekonomi dan sosial.

 

Data Kementerian Perhubungan tahun 2019 menyebutkan bahwa ada 17,8 juta pergerakan manusia di akhir ramadan. Ini artinya ada aktivitas mudik dari suatu tempat ke tempat lain dengan segala moda transportasi. Angka ini adalah angka yang sangat mengkhawatirkan di tengah wabah seperti sekarang. Virus sangat mudah menyebar di keramaian. Pergerakan massa yang masif adalah lahan subur penyebaran virus berbahaya ini.

 

Data Gugus Tugas Covid-19 Republik Indonesia per 21 April 2020, menyatakan sudah ada 7135 kasus positif dengan jumlah kematian mencapai 616. Rasio penyebarannya di kisaran 8,6 persen. Artinya dari tiap 100 orang, akan ada 8 orang yang terinfeksi. Angka ini jelas mengkhawatirkan. Data per 21 April 2020 dari CEBM Oxford, Indonesia menempati peringkat 10 global rasio kematian dengan yang terinfeksi korona (Case Fatality Rate).

 

Tingkat fatalitas dari Covid-19 akan semakin meningkat jika langkah pencegahannya tidak segera dilaksanakan. Dengan tertatih-tatih, Indonesia akhirnya melakukan kebijakan untuk mengurangi laju penyebaran virus dengan berbagai cara, di antaranya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), Work From Home, dan pembelajaran daring untuk siswa sekolah. Ikhtiar ini diselaraskan dengan ikhtiar global yakni pembatasan fisik (physical distancing).

 

Dompet Dhuafa Pendidikan, sebagai salah satu pilar program pemberdayaan Dompet Dhuafa memiliki program SMP dan SMA SMART Ekselensia Indonesia, yakni sebuah program beasiswa untuk anak-anak dhuafa dari seluruh Indonesia. Program ini menempatkan siswa untuk tinggal dalam asrama sebagai bagian dari proses pembinaan. Setiap tahunnya, mudik bagi siswa yang tinggal di asrama, terutama siswa SMART Ekselensia adalah hal yang ditunggu-tunggu. Kerinduan akan keluarga adalah hal utama yang ditunggu-tunggu setiap siswa. Berkumpul dengan sanak keluarga menjadi panggilan hati yang tidak bisa disia-siakan begitu saja.

 

Akan tetapi situasi berubah 180 derajat di tahun ini. Situasi pagebluk Covid-19 membuat siswa di sekolah berformat asrama menjadi sangat tidak direkomendasikan untuk mudik. Hal ini membuat aktivitas mudik menjadi sangat tidak dianjurkan. Belakangan, pemerintah akhirnya melarang secara resmi kegiatan mudik lebaran per 24 April 2020 sebagai upaya menekan angka penularan virus korona di masyarakat.

 

Begitu pun dengan siswa SMART Ekselensia Indonesia, mudik ditiadakan di momen Idul Fitri 2020 ini. Hal ini tentu berat untuk mereka. Kerinduan kepada keluarga menjadi hal yang sangat utama. Sebut saja Rian. Ia menyatakan keinginannya untuk bisa pulang ke kampung halamannya meskipun situasi tidak memungkinkan.

 

“Kangen sama orang tua”, ujar siswa asal provinsi Bali itu.

 

Ia melanjutkan, “sudah hampir setahun tidak bertemu”.

 

Lain hal dengan Syarif, siswa asal Sulawesi Tenggara. Ia bisa memahami situasi untuk tidak mudik karena banyak sekali kemungkinan yang bisa terjadi

 

“Karena mudik sendiri lebih banyak efek sampingnya. Bisa jadi saya yang bawa virus korona ke rumah dengan situasi (fisik) orang tua yang mungkin sudah melemah” ujar siswa yang kerap meraih medali dalam kompetisi pencak silat dan atletik tersebut.

 

Apa yang dirasakan Rian dan Syarif tentu mewakili 198 siswa di asrama SMART Ekselensia Indonesia yang berasal dari 28 provinsi. Kerinduan untuk pulang harus ditahan karena situasi tidak memungkinkan. Mereka menahan rindu sejenak untuk mengalahkan pandemi.

 

Kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi di jalan. Jangan sampai kita hanya bisa menyesal di kemudian hari akibat tidak mematuhi larangan mudik.

 

This too shall pass.

 

**

Assalamualaikum, selamat malam Sob!

 

Buat kamu yang udah menantikan Pengumuman Seleksi Nasional Beasiswa SMART 2020 langsung aja yuk unduh berkasnya di bawah ini!

 

 

Unduh di sini Sob!

 

 

Adakah namamu di sana?

 

 

_________________________________________________________________________________________________________________________________________________

 

SEKILAS TENTANG SMART EKSELENSIA INDONESIA

SMART Ekselensia Indonesia merupakan sekolah Leadership Boarding School untuk tingkat SMP/ SMA yang didanai oleh lembaga zakat, yaitu  Dompet Dhuafa. SMART yang merupakan sekolah model telah berdiri sejak 29 Juli 2004 dengan menerima siswa lulusan Sekolah Dasar/ sederajat dari seluruh Indonesia. Siswa yang direkrut merupakan siswa terbaik yang memiliki tingkat intelektual tinggi, tetapi  memiliki keterbatasan dalam finansial.

Semenjak berdiri, khusus SMA menggunakan program akselerasi.  Sekarang akselerasi sudah dihapus, tetapi SMART masih melaksanakan program percepatan dengan mengadakan program SKS (Sistem Kredit Semester). SMA SMART Ekselensia Indonesia sudah memperoleh izin untuk menyelenggarakan program SKS dari provinsi Jawa Barat pada Oktober 2018 dengan nomor : 819/17/88-set-Disdik.

Selama kurun waktu 15 tahun berbagai prestasi nasoinal telah diraih oleh SMART Ekselensia Indonesia, baik di bidang akademik maupun nonakademik.  SMART Ekselensia Indonesia pun telah mampu meluluskan siswa ke Perguruan Tinggi Terkenal di Indonesia, seperti : Universitas Indonesia (UI), Universitas Airlangga (Unair), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Andalas (Unand), Universitas Hasanudin (Unhas), serta beberapa perguruan tinggi negeri lainnya.  Selama kuliah di Perguruan Tinggi Negeri tersebut para alumni masih mendapat bimbingan dari guru di SMART Ekselensia Indonesia agar tetap terjaga perilaku dan juga prestasinya selama di kampus.

Untuk menambah kebermanfaatan, pada tahun pelajaran 2019/2020 SMART Ekselensia Indonesia mencoba untuk melakukan terobosan dengan menerima siswa lulusan SMP atau sederajat. Pada tahun pelajaran 2020/2021 SMART kembali membuka pendaftaran bagi lulusan SMP untuk melanjutkan di SMA SMART Ekselensia Indonesia.

Untuk menunjang pembelajaran di SMART Ekselensia Indonesia, maka siswa-siswa difasilitasi oleh sarana prasarana seperti:

  1. Pusat Sumber Belajar
  2. Laboratorium komputer
  3. Laboratorium IPA
  4. Ruang kelas
  5. Asrama sebagai tempat tinggal siswa
  6. Lapangan olahraga
  7. Sarana Ekstrakurikuler

VISI MISI SMART EKSELENSIA INDONESIA

Visi

Menjadi sekolah model yang melahirkan generasi berkepribadian islami, berjiwa pemimpin, mandiri, berprestasi, dan berdaya guna

Misi

  1. Menyelenggarakan sekolah menengah berkualitas bagi masyarakat marginal
  2. Melahirkan lulusan kepribadian Islami, berjiwa pemimpin, mandiri, berprestasi, dan berdaya guna
  3. Mewujudkan pengembangan SDM berdaya saing global

PRESTASI 2018-2019

TINGKAT SMP

  • Medali Emas SMI Open 2018 kelas 1, 2 SMP Tingkat Nasional- Perguruan Silat Satria Muda
  • Medali Emas Silat Tingkat JABODETABEK Banten- TAPCA
  • Juara 1 Lomba OSMAHA Tingkat Nasional- Al Kausar Boarding School
  • Juara 2 Caraka Lomba PASKIBRA Tingkat Nasional- SMPN 17 Tangerang Selatan
  • Juara 2 CCI Tingkat Jabodetabek Sukabumi- MAN 1 Kota Bogor
  • Juara 2 Lomba Karikatur Tingkat Jabodetabek- Ponpes Darul Muttaqin
  • Juara 2 Lomba English Broadcasting Tingkat Jabodetabek- Ponpes Darul Muttaqin
  • Juara 2 Story Telling Tingkat Jabodetabek- Ponpes Darul Muttaqin
  • Juara 2 Lomba Karikatur Tingkat Jabodetabek- Ponpes Darul Muttaqin
  • Juara 1 Lomba Musical Poem Tingkat Jabodetabek- Ponpes Darul Muttaqin
  • Juara 2 Lomba Painting Tingkat Jabodetabek- Ponpes Darul Muttaqin
  • Juara 2 Lomba Karikatur Tingkat Jabodetabek- Ponpes Darul Muttaqin
  • Juara 2 Olimpiade IPS Tingkat Provinsi- SMAN 1 Parung
  • Medali Emas Silat BNN CUP 2 Tingkat Nasional- Kostrad Depok

TINGKAT SMA

  • Juara 3 Lomba Debat Bahasa Indonesia Wonderkind Festival Tingkat Jawa Barat- Darul Quran Mulya
  • Juara 1 Lomba Matematika Festival Dwiwarna Tingkat Jabodetabek- SMA Dwiwarna
  • Finalis Lomba MHQ Tzorfas 2018 Tingkat Nasional- SMA ICM Serpong
  • Juara 1 Lomba Silat Tingkat Jabodetabek Banten- Tapca- Februari 2019
  • Juara 2 Lomba Da’i Muda Tingkat Nasional- Al Kausar Boarding School
  • Juara 3 LCC Tingkat Jabodetabek Sukabumi- Al Kahfi Boarding School
  • Juara 1 Lomba Teen Science Tingkat Jabodetabek Sukabumi- Fathan Mubina Boarding School
  • Juara 2 Lomba Board Art Tingkat Jabodetabek Sukabumi- Fathan Mubina Boarding School
  • Juara 2 Lomba Pidato Islami Tingkat Jabodetabek Sukabumi- Fathan Mubina Boarding School
  • Juara 1, 2, dan 3 Lomba Fun Run Tingkat Nasional- Insan Cendikia Madani Gunung Geulis
  • Medali Emas (1) Silat Kategori Fight Tingkat Jawa Barat- Puma Open Cup
  • Medali Emas (2) Silat Tingkat Nasional- Perisai Diri Jakarta

SMART Ekselensia Indonesia

Dompet Dhuafa Pendidikan

Jln. Raya Parung- Bogor km.42, Desa Jampang, Kec. Kemang, Kab. Bogor 16310

Telp. (0251) 861 2044 / 861 0817 / 861 0818

Website: www.smartekselensia.net

e-mail: snb.smart.ekselensia@gmail.com

 

Mudik merupakan tradisi Lebaran yang telah berlangsung lama di Indonesia, saking mendarah dagingnya mudik menjadi hal sacral yang rutin dilakukan setiap Lebaran menjelang. Tapi di kala pandemi begini mudik tak bisa lagi menjadi opsi, lalu kenapa kita tak perlu mudik tahun ini?

Kita Bisa Menjadi Kurir Penyebaran COVID-19

Covid-19 dikenal sebagai virus yang menyebar melalui droplet melalui kontak jarak dekat. Karena penularannya yang mudah ini, masyarakat dianjurkan untuk menjaga jarak fisik atau physical distancing saat di tempat umum. Karena itulah pemerintah melarang mudik Lebaran tahun ini.

Andai nekat pulang kampung bagaimana?

Isolasi Diri

Secara resmi kamu telah menjadi ODP (Orang Dalam Pemantauan), kalau sudah di kampung halaman lakukan karantina mandiri selama dua minggu, tetap lakukan physical distancing dan jaga kebersihan

 

Lebaran tahun ini yuk tahan dulu keinginan mudiknya, sayangi diri dan keluarga kita di kampung halaman.

Oleh: Unang, Guru SMART

 

Al-Qur’an merupakan kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dengan perantara malaikat Jibril alahi salam, mukjizat secara lafadznya, dan berpahala bagi yang membacanya.

 

Allah Subhanahu wata’ala memuliakan apa dan siapa saja yang berinteraksi dengan Al- Quran. Sebagaimana Allah memuliakan nabi Muhammad saw dikarenakan diturunkannya Al-Qur’an kepada beliau. Allah Swt berfirman:

 

“Katakanlah (Muhammad), seseungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa” (QS. Al-Kahfi : 110)

 

Dalam tafsir Al-Baghawi (Ma’alim Tanzil), Ibnu Abbas berkata terkait ayat di atas: Allah SWT mengajarkan kepada Rasulullah saw sifat tawadhu’, maka dari itu Allah memmerintahkan kepada Rasulullah saw untuk mengatakan bahwa sesungguhnya aku (Muhammad) hanya manusia seperti kalian akan tetapi aku diberikan kekhususan dengan diturunkannya wahyu (Al-Qur’an), dan Allah memuliakan aku dengannya (Al-Qur’an) , diwahyukan kepadaku sesungguhnya Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Esa.

 

Begitupun Allah SWT memuliakan malaikat Jibril alaihi salam, salah satunya dikarenkan malaikat Jibril ditugaskan oleh Allah Swt untuk menyampaikan wahyu (Al-Qur’an) kepada Nabi Muhammad saw. Allah SWT banyak mensifatkan malaikat Jibril dalam Al-Qur’an:

إِنَّه لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍ (19) ذِى قُوَّةٍ عِنْدَ ذِى الْعَرْشِ مَكِيْنٍ (20)

“Sesungguhnya (Al-Qur’an) itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang memiliki kekuatan, memiliki kedudukan tinggi di sisi (Allah) yang memiliki Arsy.” (QS. At- Takwir : 19-20)

 

Begitupula denga bulan Ramadhan, Allah menjadikan bulan ramadahan menjadi bulan yang istimewa selain dengan puasa Ramadhan, juga salah satunya diturunkannya Al-Qur’an di bulan tersebut.

 

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang bathil).,,” (QS. Al-Baqarah : 185)

Malam diturunkannya Al Quran, menjadi malam yang terbaik, lebih baik dari pada seribu bulan yaitu lailatul qadar.

إِنَّآ أَنْزَلْنٰهُ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3)

 

“ Sesungguhnya kami  telah menurunkannya (Al-Qur’an ) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr : 1-3)

 

Para sahabat ridwanullahi alaihim menjadi generasi yang terbaik dikarenakan mereka berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam aqidah, ibadah, dan muamalah. Rasulullah saw bersabda :

 

“Sebaik-baik generasi adalah generasiku, kemudian generasi setelahnya, kemudian generasi setelahnya.” (HR. Ahmad)

 

Bulan ramadhan merupakan momentum untuk kita berinteraksi dengan Al-Qur’an, sebgaiman Rasulullah saw di bulan ramadhan beliau mentalaqikan bacaan Al-Qur’an kepada malaikat Jibril. Para sahabat ada yang mengkhatamkan Al-Qur’an dalam waktu tiga hari, bahkan ada yang mengkhatamkannya dalam sehari semalam. Begitupun para ulama, salah satunya Imam as-Syafi’i beliau mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan ramadhan sebanyak enam puluh kali.

 

Di SMART Ekselensia Indonesia, kami membiasakan siswa untuk berinterkasi dengan Al-Qur’an setiap harinya. Ada program wajib menghapal setiap 3 kali dalam sepekan dengan target minimal ½ juz tiap semester. Jadi siswa diwajibkan menghapal minimal 5 juz selama sekolah di SMART. Selain program regular, ada juga program takhassus yaitu siswa yang mempunyai bakat dalam menghapal melebihi rata-rata, mereka dibimbing untuk bisa menghapal Al-Qur’an 30 juz. Peserta program takhassus diambil perwakilan setiap angkatannya. Tujuan dari program ini adalah sarana untuk mengeimbangi keilmuan siswa, selian cerdas secara pengetahuan keilmun umum juga crdas secara spiritual dan tentunya untuk mendapatkan kemulian di sisi Allah Swt baik di dunia maupun diakhirat.

 

Upaya membiasakan siswa sehari-hari berinteraksi dengan Al-Qur’an tidak hanya di sekolah, begitu juga di asrama. Ada juga program untuk memurajaah (mengulang) hapalan. Di bulan Ramadhan kali ini siswa tetap berada di asrama, yang semula dijadwalkan untuk pulang kampung, qadarullah harus di tunda dikarenakan adanya penyebaran wabah covid-19. Maka dari itu, ramadhan kali ini siswa dianjurkan untuk lebih banyak berinteraksi dengan Al-Qur’an mengingat kemuliaan dan kekhususan bulan ramadhan sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an.

 

Ketika sudah terbiasa sehari-hari berinteraksi dengan Al-Qur’an, maka bukan hal yang berat untuk bisa lebih giat untuk bisa mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak mungkin di bulan Ramadan. Mudah-mudahan Allah Swt memberikan kita kemudahan untuk bisa memfokuskan diri membaca, mentadabburi Al-Qur’an di Ramadan kali ini.

 

 

Tunjangan Hari Raya (THR) akan selalu diidentikan dengan Hari Raya, ketika THR sudah masuk rekening maka dapat dipastikan banyak hal ingin segera diborong. Benar tidak? Pertanyaannya, THR kira-kira buat apa saja ya? Lalu bagaimana cara memanfaatkan uang THR secara bijak? Kami harap strategi berikut bisa membantu agar bisa menggunakan THR sebaik mungkin.

1. Buat Lebaran

Lebaran sudah dekat maka Haqers bisa membuat rancangan pengeluaran khusus Lebaran sedini mungkin. Jangan sampai lebih menuruti keinginan pribadi untuk berbelanja di luar rancangan pengeluaran yang telah dibuat.

2. Melunasi Kewajiban

Jika memiliki hutang atau melunasi kewajiban lainnya ada baiknya Haqers memprioritaskan uang THR untuk menutup semuanya. Haqers harus ingat ketika kita meninggal kelak dan membawa hutang maka kita akan terhalang masuk surga meskipun mati syahid. Wallahualam.

3. Buat Bersedekah

Kalau anggaran Lebaran dan THR Haqers berlebih ada baiknya memanfaatkan uang THR untuk keperluan produktif dengan bersedekah atau berdonasi. Dengan melakukan dua hal tersebut maka Haqers telah berinvestasi jangka panjang di dunia dan di akhirat.

Nah Sahabat Pendidikan juga bisa berbagi dengan mendukung program pendidikan bagi anak marjinal melalui nomor rekening 2881 2881 26 BNI Syariah a.n. Dompet Dhuafa Republika sertakan kode 24 di belakang nominal donasi, misalnya Rp 100.024.