Sebab yang Kita Butuhkan itu Konsistensi Sob

Oleh Halah

 

Menurut KBBI arti dari kata konsistensi adalah ketetapan dan kemantapan (dalam bertindak); dari pengertian tersebut maka dapat disimpulkan secara singkta bahwa tidaklah mudah dalam membangun sebuah konsistensi, dibutuhkan komitmen yang tinggi, pengulangan yang dilakukan berulang akan suatu hal sehingga menjadikan hukum konsistensi itu bekerja sesuai dengan tujuan akhir yang diharapkan. Seseorang yang sudah melakukan sesuatu dengan konsisten akan menjadikan dirinya memiliki kepakaran dalam suatu bidang, menjadi ahli dan menggapai sukses.

 

 

Simak contoh berikut, kita tentu pernah mendengar kekayaan daripada seorang Bill Gates, ataupun Warren Buffet, ataupun Walt Disney, ya mereka adalah para pejuang sukses dalam hidupnya yang berhasil melawan segenap potensi keburukan dan mengubahnya menjadi potensi kebaikan, jika kita telisik seberapa jauh hidup seorang Bill Gates dalam melakukan pencapaian besar dalam hidupnya, hampir ia habiskan dengan penuh kegagalan. Itulah harga yang harus dibayar untuk seonggok kesuksesan. Konsistensi mampu memberikan enegri untuk mengalahkan setiap konsekuensi kekalahan yang akan dihadapi dalam menggapai suksesnya.

 

 

Konsistensi Al Fatih akan sholat tahajjud yang tidak pernah ia tinggalkan sejak balig menghantarkan ia menjadi pemimpin terhebat penakluk benteng konstantinopel. Konsistensi mba Dewi Nur Aisyah untuk tidur hanya selama tiga jam sehari berhasil membuat dirinya menamatkan kuliah kurun waktu tiga setengah tahun dengan perdikat lulusan terbaik disamping menjalani belasan amanah di berbagai organisasi yang dia ikuti.

 

 

Begitulah juga dengan kebiasaan-kebiasaan baik yang ada dalam keseharian kita, seperti mengalahkan sikap egois dalam diri bukanlah hal yang gampang. Melatih diri dengan kebiasaan kebiasaan baik tentunya bukan hal yang mudah, membentuk kebiasaan ibarat memperbaiki mesin daripada sebuah kapal, memperbaiki sistem pusat yang akan bekerja mengatur kehidupan. Hukum konsistensi ini akan menciptakan sebuah produk yang dinamakan kebiasaan, pola kebiasaan akan merubah dan masuk ke dalam alam bawah sadar.

 

 

Terbiasa tahajjud tiap hari, tentunya ada sebuah proses panjang dalam menggapainya, itulah yang dinamakan hukum konsistensi, melakukan secara terus menerus, ibarat batu yang ditetesi oleh air, tentu akan berlubang bukan. Orang yang membiasakan diri untuk tenang dalam menghadapi masalah akan membentuk karakter yang tegar, dan cenderung tidak gegabah dalam mengambil keputusan, orang yang senantiasa membiasakan untuk berdzikir, tentunya Allah akan mudahkan ia dalam menyebut tiap asmanya di segala kondisi.

 

 

Mari bangun komitmen yang baik, agar dapat menciptakan konsisten dalam hal kebaikan pula.

 

Pemuda merupakan suatu gelar yang sangat istimewa. Adapun peranan pemuda yang tidak akan berubah ,yaitu agent of change, social control, dan iron stock.  Agent of change adalah peran pemuda dalam melakukan perubahan menuju arah yang lebih baik. Pemuda yang sedang berada tahap belajar, mulai memahami kaidah- kaidah yang semestinya yang diterapkan pada kehidupan bernegara.

 

 

Jika ada sesuatu yang tidak berada dalam aturannya, maka mahasiswalah yang akan mengembalikan ke jalur yang semestinya. Social control adalah peran pemudadalam mengamati lingkungan dan negaranya. Seringkali, pemerintah yang berada diatas hirarki bernegara melakukan hal yang tidak bermanfaat bagi masyarakatnya atau dapat dikatakatan menguntungkan diri sendiri. Maka itulah peran pemuda memperbaiki hal tersebut dengan tanpa kepetingan tertentu di dalamnya. Yang terakhir adalah Iron stock, pemuda diharapkan menjadi pemimpin- pemimpin negara yang lebih baik. Karena pemudatelah mengetahui bagaimana hal yang semestinya diperbaiki untuk menyejahterakan negara, hal tersebut Karena pemuda telah mengkaji kebijakan-kebijakan pemimpin sebelumnya. Dengan mengetahui hal yang dipaparkan tersebut hendaknya kita sebagai pemuda menjadi pemimpin yang dapat berguna bagi rakyat.

 

Kontribusi dalam kamus besar bahasa Indonesia dapat berarti sumbangan. Nah, sumbangan seperti apa yang dibutuhkan bangsa ini. Menilik dari permasalahan bangsa ini di saat sekarang sudah jelaslah solusi dari permasalahn tersebut, dibutuhkan kesadaran pemuda bangsa ini untuk menjadi pemimpin negeri ini dalam memberantas krisis ideologi yang tengah terjadi. Seorang pemimpin yang terus mempelajari dan berbagi mengenai seluk beluk ideologi pancasila yang sebenar–benarnya.

 

Adalah suatu kesia-siaan jika gelar pemuda ini tidak kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sangat mubazir jika kita hanya menjadi seorang apatis yang hanya kuliah-pulang atau kuliah-kafe. Belum lagi peran kita sebagai manusia yang diciptakan dimuka bumi untuk menjadi pemimpin umat sedunia.

 

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik” (QS. Ali ‘Imran: 110).

 

Berbicara tentang pemimpin, pemimpin Indonesia hendaknya dapat memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi zaman sekarang, seharusnya pemimpin Indonesia dapat membuat terobosan terbaru yang efektif dan efesien dan dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat. Biarlah terobosan tersebut hanya hal kecil. Bisa saja hal kecil seperti sebuah akun khusus dan laman khusus yang akan otomatis ada ketika sebuah akun pemuda Indonesia aktif. Akun khusus inilah nantinya yang menjadi media berbagi serta menguatkan prinsip – prinsip Pancasila kepada setiap pengguna media sosial di tanah air.

 

Selain itu, pemimpin juga harus mengetahui segala problematika yang terjadi di Indonesia. Permasalahan saat ini sebenarnya dapat teratasi jika generasi muda sebagai calon pemimpin benar-benar menerapkan nilai-nilai yang ada dalam pancasila. Namun sayangnya ada pemuda yang menganggap pancasila itu tidak relevan. Meskipun ada pemuda yang mengaku mencintai pancasila, tapi mereka tidak memahami nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila seutuhnya. Mereka memang mempunyai nilai nasonalisme yang cukup tinggi, tapi apakah nasionalisme saja sudah cukup untuk memahami makna pancasila? Tidak, karena dalam pancasila telah dirumuskan nilai-nilai untuk kehidupan berbangsa dan bernegara yang berlandaskan kepada nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial. Untuk itu, pemimpin dengan pemahaman tinggi terhadap ideologi sangat dibutuhkan oleh rakyat Indonesia.

 

Oleh karena itu janganlah kita menyia-nyiakan waktu yang kita miliki, karena Ahmad Rifa’i Rif’an seorang penulis buku Hidup Sekali, Berarti lalu Mati pernah menyampaikan dalam bukunya:

 

Bukankah kezaliman yang tak terkira jika kita menjadikan maha karya yang istimewa ini hanya numpang lewat dalam sejarah? Lahir, hidup, mati tanpa meninggalkan warisan berharga bagi generasi selanjutnya.

 

 

Siapakah diantara kita yang tidak pernah berbuat dosa? Dosa pandangan kita, dosa pendengaran kita, dosa lisan kita, dosa tangan kita, dan dosa-dosa lainnya yang pernah kita lakukan. Bahkan sehari pun kita tidak bisa lepas dari berbuat dosa.

Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam bersabda :

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Seluruh anak Adam berdosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat” (HR Ibnu Maajah no 4241, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)

Dosa dan maksiat adalah tabiat manusia.

Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (53) وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ (54)

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).

Tidakkah firman Allah ini dapat melapangkan hati, menghilangkan keresahan, dan menghapuskan kegundahan kita? Ayat diatas adalah seruan untuk segenap orang yang terjerumus ke dalam dosa agar segera bertaubat dan kembali kepada Allah. Sekalipun dosa anak adam sangat banyak, namun kasih sayang Allah jauh lebih luas terhadap hambaNya.

Amalan-amalan Penghapus Dosa

Abul ‘Abbas Ibnu Taimiyah rahimahullahu dalam kitabnya Majmu’ Al Fatwa memberikan nasihat indah tentang amalan-amalan yang dapat menjadi penghapus dosa.  Beliau berkata, dosa dapat terhapus oleh beberapa hal:

  1. Taubat

Taubat secara bahasa berasal dari kata at-tauba yang dimaknai ‘kembali’. Orang yang bertaubat artinya ia kembali/berpaling dari dosanya [1]. Sementara secara syar’iy taubat adalah meninggalkan dosa karena takut pada Allah, menganggapnya buruk, menyesali perbuatan maksiatnya, bertekad untuk tidak melakukannya lagi, dan memperbaiki amalnya. Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin rahimahullahu dalam kitabnya Majalis Syahri Ramadhan [2] mengatakan “Taubat yang diperintahkan Allah Ta’ala adalah taubat nasuha (yang tulus) yang mencakup lima syarat”:

  1. Hendaknya taubat itu dilakukan dengan ikhlas.
  2. Menyesali serta merasa sedih atas dosa yang pernah dilakukan.
  3. Berhenti dari perbuatan maksiat.
  4. Bertekad untuk tidak mengulangi dosa tersebut.
  5. Taubat dilakukan bukan pada saat masa penerimaan taubat telah habis
  6. Istighfar

Istighfar meskipun tampak sama dengan taubat, namun hakikatnya berbeda. Terdapat beberapa perbedaan antara taubat dan istighfar diantaranya:

Pertama: Taubat terdapat batas waktu, sementara istighfar tidak. Hal inilah yang menyebabkan orang yang sudah meninggal dapat dimohonkan ampunan, adapun taubat tidak lagi diterima tatkala nyawa sudah sampai pada kerongkongan.

Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Hashr :10).

Kedua: Taubat hanya bisa dilakukan oleh pelaku dosa itu sendiri, sementara istighfar dapat dilakukan oleh pelaku dosa dan juga orang lain untuknya. Oleh karena itu seorang anak dapat memohonkan ampunan untuk orang tuanya.

Ketiga: Taubat disyaratkan harus berhenti dari dosa yang dilakukan sementara istighfar tidak disyaratkan demikian. Terdapat perselisihan ulama dalam hal ini, namun ada kesimpulan yang sangat baik dari Syaikh Sulaiman Ar Ruhaili hafidzahullah dalam permasalahan ini [3]. Beliau menjelaskan bahwa istighfar ada dua keadaan:

  • Istighfar untuk dosa yang dilakukan oleh orang lain. Hal ini sebagaimana istighfarnya malaikat untuk orang-orang yang duduk di tempat sholat selama wudhunya belum batal maupun istighfar seorang anak untuk orang tuanya.
  • Istighfar untuk dosa yang dilakukan oleh diri sendiri. Istighfar bagi diri sendiri bermanfaat meski belum bertaubat, namun dengan syarat istighfar yang ia lakukan semata-mata karena rasa takutnya kepada Allah Ta’ala.
  1. Amal Shalih

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

اتق الله حيثما كنت ، وأتبع السيئة الحسنة تمحها، وخالق الناس بخلق حسن

Bertakwalah kepada Allah di manapun anda berada. Iringilah perbuatan dosa dengan amal kebaikan, karena kebaikan itu dapat menghapusnya. Serta bergaulah dengan orang lain dengan akhlak yang baik” (HR. Ahmad 21354, Tirmidzi 1987, ia berkata: ‘hadits ini hasan shahih).

Hadis ini menunjukan bahwa apabila hamba terjatuh dalam perbuatan dosa, maka hendaklah ia bersegera menghapusnya dengan taubat dan melakukan amal shalih. Dosa yang dibiarkan lama mengendap dalam diri karena tidak segera ditaubati, dikhawatirkan akan menjadi sebab lahirnya perbuatan dosa-dosa lainnya.

Syaikh Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu dalam kitabnya Washiyah Sughro [4] menjelaskan bahwa amalan shalih yang dapat menghapus dosa terbagi menjadi dua:

Pertama: Amal shalih yang dapat menghapus dosa tertentu saja. Contohnya yakni pembayaran diyat bagi jamaah haji yang melanggar larangan-larangan ihram.

Kedua: Amal shalih yang dapat menghapus dosa secara umum. Contohnya yakni puasa di bulan Ramadhan yang dapat menghapus dosa-dosa yang telah lalu.

  1. Musibah menghapuskan dosa

Musibah yang menimpa seorang muslim akan menjadi penghapus dosa baginya apabila ia bersabar dan menerima musibah yang menimpanya. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam,

مَا يُصِيبُ المُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ، وَلاَ وَصَبٍ، وَلاَ هَمِّ، وَلاَ حُزْنٍ، وَلاَ أَذًى، وَلاَ غَمِّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا؛ إِلاَّ كَفَّرَ الله بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

Apa saja yang menimpa seseorang Muslim seperti rasa letih, sedih, sakit, gelisah, sampai duri yang menusuknya, melainkan Allâh akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya dengan sebab itu semua”. [Muttafaqun ‘alaihi]

Setiap dosa yang dilakukan seorang hamba itu buruk, namun akan jauh lebih buruk apabila ia tidak mau bertaubat atas dosa yang telah dilakukan. Maka hendaklah kita mempergunakan waktu yang kita miliki untuk banyak bertaubat kepada Allah Ta’ala dan melakukan banyak amal kebaikan.

Ditulis oleh: Yuli Widiyatmoko

_________________________________________________________________________

Referensi:

[1]        Prof. DR. Shalih Ghanim as-sadlan, At-Taubatu Ilallâh, Maknâhâ, Haqîqatuhâ,
Fadhluhâ, syurutuhâ
, hlm. 10.

[2]       Ibnu Faris, Mu’jam Maqâyis al-Lughah, 1/357.

[3]        Ahmad Anshori. 2017. “Perbedaan Istighfar dan Taubat”. Diakses melalui
https://muslim.or.id/29214-perbedaan-istighfar-dan-taubat.html pada 09 Januari 2019.

[4]       Syaikh Islam Ibnu Taimiyah, Washiyah Sughro.

Perjuangan Jangan Pernah Dianggap Enteng

Oleh: Abdul Rozak

 

Sesuatu yang besar pastilah berawal dari kecil. Sebab semua bertahap. Ibarat mendaki dimulai dari bawah, hingga akhirnya sampailah di puncak tertinggi. Dia yang saat ini berada di puncak pastilah pernah berada di bawah. Semua memang di mulai dari bawah, dari tingkatan terendah. Seperti bayi yang kemudian tumbuh besar dan menjadi dewasa. Semua pernah berada di bawah, tidak ada sukses yang datang dengan tiba-tiba. Semua memerlukan proses. Benar bukan? Tidak ada sesuatu pun yang instan di dunia ini. Tidak ada hal yang besar dengan tiba-tiba. Hal besar pastilah datang dari hal kecil. Sebab semua pastilah melewati sebuah tahapan yang dinamakan proses, termasuk kamu. Jadi sudah siapkah kamu untuk berproses? Setiap pribadi itu unik. Setiap individu itu luar biasa. Sebab kalian tidak pernah terlahir sia-sia. Tidak ada insan yang diciptakan dengan sia-sia. Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu dengan alasan yang tidak jelas.

Kita memang tidak dilahirkan dengan sempurna, tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini. Sebab kesempurnaan hanya milik Tuhan. Ketidak-sempurnaan bukan alasan merasa rendah apalagi tidak berdaya. Karena semua manusia diciptakan sama, sama-sama terlahir sepaket. Lengkap dengan kekurangan serta kelebihan masing-masing. Kamu mungkin pernah merasa bukan siapa-siapa, tidak punya apa-apa, lalu berpikir bahwa kamu tidak berhak untuk bermimpi. Merasa tidak pantas bahkan tidak punya hak sama sekali untuk bermimpi. Benar? Jika diam-diam jawabmu adalah iya. Maka bacalah tulisan ini sampai selsai. Jangan di skip, apalagi di close. Sebab melalui tulisan ini saya akan berusaha menyadarkanmu bahwa tidak peduli siapa kamu, kamu tetap berhak melangitkan mimpi. Karena sejatinya setiap dari kita punya kesempatan yang sama, sama-sama berhak bermimpi. Merajut asa, menggapai prestasi.

Saat merasa bukan siapa-siapa, tidak punya apa-apa. Merasa tidak berguna, lantas berpikir tidak ada harapan. Kamu mungkin melupakan sesuatu. Mau tahu apa? Kamu adalah makhluk dari Sang Kuasa. Tuhan tidak akan diam, Dia akan selalu bersama hambaNya yang mau berjuang dengan sebenar-benarnya perjuangan. Usaha yang selalu melibatkan Sang Kuasa tidak akan pernah jadi sia-sia. Tidak percaya? Buktikan sendiri! Dan jadilah bagian dari seorang yang telah memetik keajaiban. Keajaiban datang dari ketidak-mungkinan. Kamu masih punya Tuhan, Dia akan selalu membersamaimu. Ingat baik-baik. Lagipula apa kamu tahu? Dia yang saat ini adalah siapa, berada di posisi teratas, di puncak tertinggi pun pernah menjadi bukan siapa-siapa. Mereka pernah berada di posisimu saat ini. Merasa bukan siapa-siapa, tidak punya apa. Merasa tidak berdaya dalam menghadapi setiap rintangan. Mereka yang saat ini berhasil menyandang gelar sukses adalah dia yang berhasil menapik semua ragu, menghapus takut, serta mengalahkan gelisah kemudian bertindak sebagai bagian dari usaha.

Orang sukses adalah dia yang selalu melangitkan harapan dalam doa terbaik, percaya akan setiap ketentuan Sang Kuasa. Meyakini dengan segenap hati apa yang telah Tuhan tentukan adalah yang terbaik. Orang sukses adalah dia yang tidak pernah menyerah. Melakukan segala cara terbaik. Dia tidak sampai di posisi ini dengan cuma-cuma, pernah merasakan pahit serta asam-manisnya berjuang. Bahkan bukan tidak mungkin pernah merasakan bagaimana tidak enaknya bertemu kegagalan. Tapi apa dia menyerah? Tidak, dia sama sekali tidak pernah menyerah. Jatuh, kemudian bangkit lagi, jatuh, bangun. Begitu terus sampai keberhasilan datang menghampiri. Begini, ya… Sebelum menjadi orang tua, ayah dan ibumu pastiah pernah merasakan menjadi anak. Pendidik pastilah pernah menjadi peserta didik. Sebelum menjadi tenaga pengajar, seorang pengajar pastilah pernah menjadi pelajar. Guru pernah berada di posisi sebagai murid. Seorang pemimpin besar bukan tidak mungkin pernah merasakan bagaimana rasanya menjadi bawahan. Mereka yang saat ini berada di atas, di puncak. Tidaklah melewati semua dengan mudah. Mereka adalah orang-orang hebat yang berhasil melewati semua, segala rintangan dalam jalan yang membawa mereka menemukan keberhasilan. Sukses adalah hadiah dari kegigihan serta tekad mereka yang begitu kuat. Jangan lihat mereka yang sekarang. Tapi cobalah untuk melihat bagaimana mereka terdahulu.

Perjuangan serta pengorbanan yang telah mereka lalui tidak bisa dianggap remeh, apalagi enteng. Semua tidak pernah mudah, selalu ada rintangan di setiap langkah. Bahkan terkadang mereka harus mencari jalan yang baru. Belajarlah dari kegigihan serta ketangguhan mereka. Ketangguhan saat bangkit ketika terjatuh, kala memilih tetap melangkah di saat harus melewati jalan terjal. Saat memutuskan untuk tetap melangkah meski harus tertatih. Milikilah tekad kuat serta semangat membara seperti mereka. Tidak harus melewati jalan yang sama memang, tapi setidaknya contohlah mereka dalam berproses menjadi manusia hebat.

 

Manusia yang sehat tentu memiliki berbagai perencanaan hidup yang baik. Ia tentu memiliki rencana untuk menjadikan tiap waktu yang dimilikinya menjadi bernilai. Beribadah, mencari nafkah, bersilaturrahim, membantu siapapun kapanpun dan di manapun, dan banyak peluang kebermanfaatan lainnya. Rasa-rasanya, sebelum membantu kehidupan ummat yang banyak ini, diperlukan kesiapan diri yang tidak sedikit. Seseorang dengan niat dan rencana mulia tadi harus lebih dulu selesai dengan kehidupan pribadinya sendiri. Mulai dari diri sendiri, keluarga kecil, hingga keluarga dan orang-orang terdekatnya yang adalah tanggung jawabnya.

Maka selain mendahulukan ruhiyah dan mental dalam berdakwah, finansialpun harus telah tercukupi. Akan sangat baik rasanya jika memiliki passive income sebelum berdakwah. Selain kebutuhan keluarga tercukupi, dapat lebih hemat waktu untuk leluasa berdakwah. Ditambah, bisa mandiri dalam membiayai dakwah itu sendiri. Belum lagi bonus-bonusnya bisa mempekerjakan banyak orang. Menjadi media sambungan Allah dalam melimpahkan rezeki. Aamiin yaaAllah yaaRobbal ‘aalamiin.

Balik lagi, finansial menjadi salah satu indikaor penting dalam berdakwah. Kesehatan keuangan menjadi penting, terlebih sebagai #1 Financial Check Up untuk merefleksi apakah diri memiliki hutang kepada orang lain, apakah pengeluaran lebih besar dari pada penghasilan, apakah memiliki dana darurat, pun dana tabungan untuk masa depan. Menurut Mba Prita dari ZAP Finance di acara Sharia Investment Week yang saya ikuti sekitar 1 minggu yang lalu, terdapat 5 Hak Alokasi Rezeki sesuai hadist Rasulullah saw. sebagai wujud #2 Pengelolaan Arus Kas.

  1. Hak Orang Lain (Zakat)
  2. Hak Hidup Masa Sulit (Assurance)
  3. Hak Hidup Hari Ini (Present Consumption)
  4. Hak Hidup Masa Depan (Future Spending)
  5. Hak Masyarakat  (Investment)

Adapun berikut saran  7 Pos Pengeluaran bulanan bersumber gaji dengan acuan 5 hak di atas:

  1. Zakat, Sedekah, dan Sosial (5%)
  2. Dana Darurat (5%)
  3. Premi Asuransi (5%)
  4. Biaya Hidup Bulanan dan Cicilan (60%)
  5. Nabung Pembelian Besar (5%)
  6. Investasi Masa Depan (10%)
  7. Gaya Hidup dan Hiburan (10%)

Terakhir, harus ada #3 Perencanaan Keuangan yang matang dalam sebuah keluarga.

  1. Menetapkan Mimpi
  2. Hitung Kebutuhan
  3. Susun Strategi
  4. Pahami & Pilih Produk Keuangan
  5. Implementasi
  6. Monitor & Evaluasi

Maqashid Asy-Syariah dalam buku al-Mutasyfa oleh Imam Ghazali menyatakan pentingnya menjaga keimanan, kehidupan, akal, keturunan dan harta. Inilah bentuk ikhtiar kita untuk menjaga semua nikmat Allah. Berfokus untuk menjaga sumber finansial agar sesuai syariat islam juga harus selalu dilakukan.

Bismillaah, semoga kita bisa menjadi muslim kaya muslim berdaya seperti khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq dan sahabat rasulullah lainnya. Aamiin yaaAlllah yaaRobbal ‘aalamiin!

Alquran dan hadis adalah landasan dan petunjuk hidup bagi umat Islam. Islam sebagai agama rabbani telah dan akan mengajarkan manusia tentang kehidupan secara menyeluruh. Syumulliyah atau menyeluruh artinya Islam mengatur semua hal dalam hidup ini, mulai dari hal paling sederhana (masuk ke toilet misalnya) sampai ke membangun sebuah peradaban. Alquran merupakan kitab suci yang authentic dan ilmiah. Keilmiahan Alquran dapat dibuktikan dengan ilmu sains yang saat ini berkembang, hal ini tidak bisa dipungkiri bukan? Maka sebagai seorang muslim sudah sepatutnya menggunakan Alquran dan hadis sebagai landasan berpikir dan bergerak. Begitu juga dalam mendefenisikan benar dan salah sudah seharusnya berlandaskan apa yang Islam ajarkan. Salah satunya adalah perbedaan pendapat tentang kewajiban memakai hijab bagi perempuan muslim.

 

Di dalam Islam perempuan sangat dimuliakan. Salah satu bentuk memuliakan perempuan adalah perintah untuk menutup aurat. Apakah itu sebagai bentuk perbudakan atau lambang ketidakbebasan? Tentu tidak. Menurut Prof. Syed Naquib Al-Attas, manusia yang bebas dalam Islam adalah mereka yang penghambaannya paling total terhadap Allah Swt. Tujuan kebebasan dari Islam sendiri ialah untuk menjadikan manusia tersebut maju dan tinggi derajatnya (The Center for Gender Studies 2019). Di Indonesia kerudung atau jilbab adalah penyebutan lain untuk hijab. Hijab merupakan kain yang menutupi aurat perempuan dari ujung kepala hingga bagian dadanya. Seperti kata Tawakkol Karman seorang jurnalis yang mendapatkan nobel perdamaian tahun 2011 berpendapat bahwa hijab adalah lambang peradaban tertinggi,

 

“Manusia di masa lalu hampir telanjang. Kemudian, kecerdasan manusia berkembang manusia mulai mengenakan pakaian. Apa yang saya hari ini dan apa yang saya kenakan merupakan tingkat tertinggi pemikiran dan peradaban yang manusia telah capai, bukan sebuah pengekangan. Jika manusia sekarang perlahan mengurangi bahan pakaian pada tubuhnya, ia kembali ke zaman purba dahulu!” (dikutip dari jejakislam.net).

 

Perintah menutup aurat adalah bentuk penghormatan dan kemulian. “Selamat berbahagia…! Karena engkau telah mendirikan shalat lima waktu, berpuasa Ramadan, melaksanakan ibadah haji, dan mengenakan hijab.” Begitulah kata Dr. ‘Aidh Al-Qarni dalam bukunya yang berjudul Menjadi Wanita Paling Bahagia. Kebahagian dengan mencari kebebasan sesuai fitrah.

 

“Wahai Asma! Sesungguhnya wanita jika sudah baligh maka tidak boleh nampak dari anggota badannya kecuali ini dan ini (beliau mengisyaratkan ke muka dan telapak tangan).” [HR. Abu Dâwud, no. 4104 dan al-Baihaqi, no. 3218. Hadist ini di shahihkan oleh syaikh al-Albâni rahimahullah].

 

Perempuan dalam menggunakan hijab melewati perjalanan yang tidak selalu mulus, baik itu di Indonesia maupun di luar negeri. Tantangan itu hadir dari internal maupun eksternal. Akhir-akhir ini, masih sering mendengar berita seorang muslimah yang ditolak bekerja, dipukul, maupun dibullying karena menggunakan hijab. Kazma Khan yang saat ini menjadi seorang ibu rumah tangga juga pernah mengalaminya. Ia pindah dari Bangladesh ke US pada saat berumur 11 tahun bersama orangtuanya. Saat bersekolah dia adalah satu-satunya perempuan yang menggunakan kerudung. Hal itu membuatnya terlihat berbeda dan mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari teman-temannya.

 

Pengalaman menggunakan hijab di negara minoritas membuat Kasma Khan terinsipirasi untuk membuat gerakan World Hijab Day yang dilaksanakan setiap 1 Februari. Gerakan ini mengajak muslimah yang tidak memakai hijab dan perempuan non-muslim untuk memakai hijab dalam sehari. Tujuannya agar mereka dapat merasakan bagaimana rasanya memakai hijab. Tak hanya itu, gerakan ini juga bertujuan untuk mengadvokasi hak-hak muslimah yang berhijab agar memiliki hak yang sama dengan perempuan lainnya. Gerakan ini telah diikuti oleh 190 negara, dimana angka ini bertambah dari setiap tahunnya.

 

Di Indonesia sebagai masyarakat penganut Islam terbanyak di dunia juga memiliki kisah perjuangan tersendiri tentang hijab. Generasi Tradisionalist, Boomers, dan X tentu merasakan pelarangan menggunakan hijab kala itu. Pada tahun 1980-an muslimah menggunakan kerudung merupakan barang langka dan sulit untuk ditemukan. Perjuangan menggunakan hijab di Indonesia terangkum rapi di http://jejakislam.net/perjuangan-panjang-jilbab-diindonesia/ . Jika di negara Barat ada world Hijab Day maka di Indonesia ada Gerakan Menutup Aurat (GEMAR) yang dicetuskan oleh organisasi Peduli Jilbab sejak 2012. Tahun ini kegiatan ini akan dilaksanakan pada 16 Februari 2020. Sebagai negara dengan masyarakat Islam terbanyak tidak menutup kemungkinan masih ada kasus-kasus diskriminasi. Misalnya saja di NTT ada seorang remaja muslim yang mendapatkan perlakuan diskriminasi terhadap hijabnya oleh tenaga pendidik di sekolah. Maka GEMAR ingin mengajak muslimah yang belum berhijab untuk memakai hijab dan bangga akan identitasnya itu.

 

Akhir-akhir ini media sosial juga diramaikan oleh pernyataan dari seorang istri tokoh publik di Indonesia yang mengatakan bahwa Islam tidak wajib untuk dipakai. Tak lama setelah itu muncul juga sebuah gerakan hijabisasi. Nama gerakan tersebut adalah No Hijab Day yang dilaksanakan pada 1 Februari 2020. Gerakan ini dicetuskan oleh Yasmine Mohammed seorang aktivis HAM dari Kanada. Yasmine juga bergerak mengadvokasi hak-hak perempuan yang hidup di negara mayoritas Islam yang hidup dengan fundamentalisme agama. Gerakan No Hijab Day juga sampai ke Indonesia, sebuah ajakan untuk melepas hijab dan menggantikannya dengan baju adat Indonesia. Informasi ini dapat di akses di laman ajakan event No Hijab Day di Facebook.

 

Gerakan No Hijab Day merupakan gerakan Hijabisasi di Indonesia yang harus ditanggapi serius oleh perempuan-perempuan muslim. Para ulama telah sepakat bahwa aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, maka memakai hijab adalah sebuah kehormatan dengan kesadaran penuh akan kewajiban itu. Bukankah sepantasnya kita khawatir? Perkembangan pemikiran liberal, sekuler, feminisme, dan isme-isme lainnya telah merebak di tengah-tengah masyarakat. Jika virus corona dapat dideteksi dan semua orang takut mati karena hal itu, seharusnya begitu juga saat kita menyikapi virus-virus pemikiran yang tidak sesuai syariat Islam. Pemikiran yang membuat jiwa kita mati dan menggerus aqidah ummat.

 

Saat ini kata-kata Islam, Syariat, Jihad, tarbiyah, syar’i, dan istilah Islam lainnya menjadi momok yang mengerikan dan terkesan radikal di Indonesia. Begitulah framing yang dibentuk oleh dunia, media massa, tokoh publik yang diluncurkan ke telinga pendengar secara sistematis. Gerakan No Hijab Day harus ditolak baik dengan tangan, lisan, ataupun hati kita. Berdasarkan penelitian David Stillman (Generasi X) dan Jonah Stillman (Generasi Z) tahun 2017, generasi Z saat ini memiliki norma-norma baru yang dulu tabu untuk generasi X. Salah satunya sudah dilegalkan pernikahan sejenis, komposisi keluarga sudah tidak lagi berkutat pada 1 orang ayah laki-laki, 1 orang ibu perempuan, dan anak-anaknya. Pada generasi Z mereka merasa wajar jika keluarga itu berisikan 1 orang ayah berjenis kelamin perempuan, 1 orang ibu berjenis kelamin perempuan. Pola pikir dan pola perilaku sebuah generasi dibentuk oleh kondisi global, dari sisi ekonomi, politik, sosial, hingga pola asuh orangtua. Maka jika secara global saat ini pemikiran yang disisipkan di media massa, yang disampaikan oleh influencer, vlogger, tokoh publik, bertentangan dengan syariat Islam, apa kabar anak dan cucu kita? pemikiran tentang memakai hijab tidaklah wajib bagi muslimah di depan non-mahramnya mungkin saja diimani oleh generasi-generasi selanjutnya. Bukankah sepantasnya kita khawatir?

 

Terakhir, kampanye No Hijab Day adalah pertarungan pemikiran yang tidak bisa dideteksi dengan alat ukur kimia. Yang bisa kita lakukan adalah pertajam aqidah, pelajari tentang pemikiran Islam agar kita menjadi individu yang bijak dalam menanggapi gerakan seperti No Hijab Day. Sebagai seorang aktivis muslim maka seharusnya keberpihakan itu jelas pada Islam, tidak ada satu orangpun yang netral bahkan seorang atheis pun. #TolakNoHijabDay selamat hari menutup aurat untuk saudaraku. Dengan menjadi seorang muslimah, engkau sudah mulia.

 

Maraknya kasus bunuh diri yang menjadi pemberitaan hangat belakangan ini, menjadi PR penting bagi pemerintah maupun masyarakat  agar lebih aware untuk memperhatikan lingkungan sekitar agar orang terdekat kita tak menjadi salah satu korban yang mungkin saja nekat melakukan hal yang serupa. Kasus bunuh diri yang marak ini tidak lepas dari permasalahan pribadi yang dialami korban sehingga memiliki kebuntuan untuk terus melanjutkan hidup mereka.

Kasus bunuh diri harus menjadi perhatian penting di dunia. Pasalnya, sudah ada lebih dari 800 ribu kasus bunuh diri terjadi didunia, yang berarti ada 1 orang yang meninggal dunia per 40 detik di dunia menurut pengetahuan dari Benny Prawira Siauw, Kepala Komunitas Into The Light Indonesia. Di Indonesia sendiri, sudah terjadi lebih dari 8.580 kasus bunuh diri sejak tahun 1990-2016 dan menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara.

Dalam kasus bunuh diri di Indonesia bahkan di Dunia sebagian besar berakibat dari Mental Illness. Secara luas, mental illness mempunyai makna yang luas yaitu gangguan kejiwaan yang mempengaruhi pemikiran, perasaan dan perilaku manusia mulai dari yang skala kecil hingga besar. Dalam skala kecilnya, penyebab bunuh diri yang menjadi bagian dari Mental Illness yaitu Depresi. Fun Fact-nya, Depresi lebih banyak menyerang usia remaja atau di usia awal 20-an.

Depresi dapat muncul dari berbagai faktor, terlebih di usia remaja yang notabennya belum terlalu bisa mengendalikan emosi dan diri mereka. Faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang rentan depresi yaitu kesepian, trauma masa kecil baik akibat pelecehan atau yang lainnya, masalah keuangan, keluarga atau yang paling marak terjadi saat ini yaitu kasus bullying. Tak jarang kita dengar kasus bunuh diri yang diakibatkan oleh kasus Bullying. Hal ini membuktikan bahwa bullying bukan kasus yang main-main.

Bullying juga sangat rentan terjadi kepada remaja usia anak sekolah, jadi sering usia remaja yang belum bisa mengendalikan emosinya memiliki depresi yang berlebih. Hal ini menjadi salah satu akibat besarnya angka bunuh diri bagi seseorang apalagi remaja.

Untuk mengatasi hal itu, merupakan peran penting bagi kita untuk dapat mencegah orang-orang yang terkena mental illness / depresi. Kita harus mengetahui apa saja gejala-gejala yang ditimbulkan oleh orang-orang yang terkena depresi atau jika kita mencurigai orang terdekat kita yang rentan terkena depresi. Sulitnya, tak semua orang yang terkena depresi / mental illness menunjukkan gejala yang semestinya.

Beberapa gejala yang mungkin saja tampak bagi mereka yang menderita mental illness atau depresi yaitu merasa sedih berlebihan, cenderung lebih emosi dari biasanya dan melakukan kekerasan, merusak diri sendiri, lebih murung, menarik diri dari lingkungan sosial, kekhawatiran berlebih, dan lain sebagainya. Hal-hal semacam ini sering menjadi gejala yang mengantarkan orang cenderung kearah depresi dan bukannya tidak mungkin jika tidak diatasi secara cepat dan baik akan berujung kearah bunuh diri.

Sebagai makhluk sosial, kita harus selalu punya sikap peduli terhadap sesama, apalagi untuk kasus yang satu ini. Kasus depresi yang berujung bunuh diri bukanlah hal yang remeh, karena semakin kita membiarkan tentu akan semakin banyak korban yang berjatuhan. Kita harus melakukan pencegahan sejak dini dengan selalu memperhatikan orang-orang sekitar kita yang mungkin saja rentan terkena depresi.

Hal utama yang bisa kita lakukan yaitu mempelajari apa saja mengenai mental illness / depresi berlebih, mengetahui lebih dahulu mengenai depresi, kita akan memiliki langkah-langkah efektif yang bisa kita terapkan kepada mereka penderita depresi. Selain itu, kita juga harus selalu mencari tahu kabar dari orang-orang yang mungkin saja terkena hal tersebut. Dengan kita selalu menjaga komunikasi dengan mereka, kita akan terus mengetahui kabar dari mereka.

Kita juga harus selalu mendengarkan curhatan dari teman yang cenderung mengalami depresi, apa yang mereka alami sehingga cenderung merasakan hal tersebut. Jika depresi yang diderita teman kita cenderung lebih berat dari biasanya, kita juga punya kewajiban untuk mendampingi atau membawa mereka untuk melakukan pengobatan kepada seseorang yang lebih ahli dibidangnya.

Untuk itu, dari beberapa tulisan diatas kembali lagi bahwa kita harus tetap aware dan memperhatikan lingkungan sekitar kita agar dapat menghindari penyebab-penyebab dari mental illness apalagi yang cenderung untuk melakukan tindakan bunuh diri.

Oleh: Anisa Sholihat.

Duta Gemari Baca PSB Makmal Pendidikan, saat ini berkuliah di Fakultas Pendidikan Guru SD (UNJ)

 

Pada zaman modern seperti saat ini, perkembangan teknologi komunikasi dan informasi sudah semakin maju. Proses penyampaian pesan dan informasi tidak hanya dilakukan melalui surat menyurat ataupun Short Message Service (SMS), melainkan dapat dilakukan melalui gadget dan media sosial yang mutakhir seperti Twitter, Facebook (FB), Instagram (IG), Whatsapp (WA) dan BlackBerry Messenger (BBM). Hal itu mengakibatkan melesatnya penyampaian informasi yang terjadi di masyarakat. Membludaknya informasi yang kita terima melalui media sosial merupakan salah satu bukti kemajuan teknologi. Sayangnya, kemudahan untuk mendapatkan informasi tidak selalu memberikan dampak positif, terselip pula beberapa dampak negatif seperti mudah tersebarnya berbagai berita bohong yang tidak jelas kebenarannya atau berita hoax.

Berita-berita hoax sangat mudah kita temui ketika sedang berselancar di dunia maya. Parahnya, berita tersebut amat mudah tersebar dan menjadi viral di kalangan masyarakat. Rendahnya sikap kritis masyarakat ketika mendapatkan berita, menjadi salah satu penyebab menjamurnya peredaran berita hoax. Berita yang diterima melalui media sosial, biasanya ditelan mentah-mentah, kemudian segera dibagikan kepada khalayak ramai.

Bagi sebagian besar orang, berita hoax dianggap sangat meresahkan dan mengganggu. Namun, bagi beberapa orang yang memiliki daya kreativitas yang tinggi, viralnya berita hoax di masyarakat dimanfaatkan untuk membuat akun parodi yang memuat berita-berita hoax yang menggelitik dan memancing tawa pembaca. Berita-berita hoax tersebut tentunya sangat tidak serius dan hanya bertujuan untuk menghibur masyarakat, namun di sisi lain, mereka tetap meraup keuntungan, misalnya pendapatan dari iklan suatu produk karena viralnya berita yang mereka buat.

Berikut ini beberapa akun media sosial yang kerap mengunggah berita dan menyampaikan informasi yang tidak benar atau hoax dari sisi parodi yang tentunya sangat tidak serius dan menggelitik.

Liputan9

Akun Liputan9 merupakan akun parodi dari Liputan6 yang digagas oleh Federal Marcos dan diasuh oleh co founder Rahmat Saputra. Akun yang memiliki tagline kedaluwarsa, tumpul dan tidak dapat dipercaya ini dibentuk pada 14 Februari 2012. Latar belakang dibentuknya akun Liputan9 karena melihat peluang di mana saat itu belum banyak akun yang menyiarkan berita-berita parodi. Liputan9 hadir sebagai salah satu akun penyebar  berita parodi di sosial media. Tanggapan positif mereka terima dari masyarakat yang merasa terhibur, namun ada beberapa pihak yang kontra ketika membahas isu politik.

Selama lima tahun menggeluti akun Liputan9, tentu saja banyak sekali pengalaman dan suka duka yang tim Liputan9 rasakan diantaranya kebahagiaan karena mendapatkan keuntungan berupa invoice dari viralnya berita yang mereka buat serta iklan dari beberapa produk. Selain kisah bahagia, tentu terdapat pula kisah kurang menyenangkan, semisal, karya yang mereka buat diklaim oleh akun lain.

Berawal dari keisengan, kini, akun Liputan9 telah memiliki follower dalam jumlah fantastis, yaitu 868.000 pengikut di twitter, 9.000 pengikut di instagram dan 39.500 penyuka di LINE.

Contoh berita yang diunggah Liputan9:

“Perplocoan di dunia satwa, flamingo ini disetrap dengan mengangkat satu kaki.”

“Hormati bulan Ramadhan, Arsenal datang ke Indonesia dengan puasa gelar selama 8 tahun”.

“Harga bawang naik, Nia Ramadhani dan Revalina S. Temat sepi job”.

Rahmat Saputra, selaku co-founder liputan9, merasa sangat prihatin dengan banyaknya berita hoax yang beredar di media sosial dan dapat membuat orang lain saling membenci dan bermusuhan. Lebih disayangkan lagi, menurutnya, hoax menjadi bisnis menggiurkan bagi pihak tertentu. Meskipun ia juga memanfaatkan momen viralnya berita hoax, namun liputan9 tidak memprovokasi ataupun memberitakan kabar yang dapat meresahkan masyarakat. Berita-berita hoax yang diunggahnya, tak lain hanya bertujuan untuk menghibur masyarakat.

 

Berita Ngakak (@BeritaBodor)

Akun twitter Berita Ngakak (@BeritaBodor) dibuat pada 2011, setelah mengamati tren di kalangan anak muda. Seperti halnya Liputan9, akun Berita Ngakak pun menyajikan berita-berita parodi yang bertujuan menghibur pembaca, biasanya berita yang disiarkan berupa plesetan dari berita sungguhan.

Contoh berita yang diunggah Berita Ngakak di Twitter:

“Karena mata duitan, Tuan Crab ditangkap dan diperiksa KPK”

“Karena maraknya kebakaran akibat arus listrik hubungan pendek maka PLN akan merubah arus listrik jadi hubungan LDR.”

“Karena kebut-kebutan, jenazah di dalam mobil jenazah kini terbangun dan sopir mobil jenazah tersebut tewas karena terkena serangan jantung.”

Sampai saat ini, pengikut di akun twitter @BeritaBodor sebanyak 950.000 follower, sedang di instagram sebanyak 135.000 pengikut. Dengan followers sebanyak itu, bukan hal yang aneh jika mereka mendapatkan banyak sekali tawaran iklan dari berbagai produk. Dari situlah, mereka mendapatkan keuntungan.

Tingkatan Hidup yang Perlu Kamu Baca!

Oleh: Mamluatul Lailiyah

Berbicara tentang hidup, maka setiap orang tentu menginginkan hidup yang berkualitas. Setiap orang mengklasifikasikan kualitas hidup dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang mengklasifikasikannya dengan Tiga T; Harta Tahta Wanita. Ada yang mengklasifikasikannya dengan kontribusi ke masyarakat yang melimpah. Semua klasifikasinya tentang hidup adalah hak setiap orang untuk memilih. Proses klasifikasi hidup ini tentu tidak lepas dari bagaimana cara seseorang itu merespon setiap kejadian di dalam hidupnya. Respon dalam hidup ini ada berbagai tingkatannya. Semakin tinggi tingkatnya maka semakin berkualitas hidup seseorang. RESPON hal yang penting untuk dikendalikan oleh setiap manusia.

Ada salah satu trainer hebat, bernama bapak Harry Firmansyah, mengajarkan saya bahwa: Quality of Respon = Quality of Life. Jika ingin hidupnya berkualitas maka berikan respon yang berkualitas juga atas semua kejadian di hidup ini.

Salah satu contoh, saat guru memberikan tugas kepada kita, lalu kita meresponnya dengan kata-kata “Alah Pak/Bu, kok tugas lagi. Bosennya saya seperti ini terus setiap hari” Dan kata-kata keluhan lainnya, artinya respon kita masih berada di level “BASIC”. Level paling rendah dari lima Level of Response. Dan di level ini, setiap orang bisa melalukannya, dan kebanyakan orang yang berada di level ini merespon sesuatu tanpa berpikir atau bisa disebut dengan Reaktif.

Berbeda halnya jika, ketika guru memberikan tugas ke kita, lalu kita merespon guru kita dengan baik, melakukan tugasnya dengan sempurna, dan tepat waktu, maka, Respon kita sudah baik (?) Mungkin bisa dikatakan baik, namun, dalam 5 Level of Response, hal ini masih berada di level “EXPECTED”. Level ini memberikan makna bahwa, respon kita itu ya memang harusnya seperti itu. Harusnya dan layaknya seperti itu. Tidak ada yang hebat dalam respon seperti itu, karena attitude harusnya selalu dijunjung tinggi.

Level ketiga dalam 5 Level of Response adalah “DESIRED” artinya yang diharapkan. Pada contoh guru dan murid seperti di atas, Murid di level “DESIRED” akan merespon guru dan tugasnya dengan melakukan lebih dari yang seharusnya, seperti memberikan ide-ide baru dalam pengerjaan tugas, dan selalu berusaha untuk menyenangkan hati guru, karena adab di atas ilmu.

Lalu, ketika sang murid mampu menginspirasi murid-murid lain karena tugas yang dikerjakannya, maka sang murid naik level menjadi level “WOW SURPRISING”. Sang murid yang berada di level ini, akan terus berfikir “What’s new? What’s next? What’s Better? Tak ada kata puas hingga memberikan potensi terbaik dalam penyelesaian tugas. Ketika sampai di level ini, maka butuh banyak perjuangan dan pengorbanan dalam penyelesaian tugas. Hasil tak akan pernah mengkhianati usaha.

Level tertinggi dalam lima Level of Response adalah “UNBELIEVABLE”. Di level ini, murid tadi, dalam penyelesaian tugasnya, mampu membawa orang banyak untuk mengikuti caranya dalam menyelesaikan tugas tersebut. Banyak orang yang juga meneladani hidupnya. Ketika sang murid sudah berada di level ini, maka amal jariyah akan mengalir kepadanya, karena “cara hidupnya” dicontoh banyak orang.

“UNBELIEVABLE” menjadi tujuan banyak orang untuk mendapatkan kualitas hidup. Dan tentu jalan menuju level ini sangat menantang. Namun, belum tentu mustahil untuk dilakukan. Ada tiga cara yang bisa menjaga bahkan menaikkan Quality of Response kita.
Cara-caranya adalah;

  1. Take an off! Kok di cara pertama udah diminta untuk berhenti? Take an off yang dimaksud di sini adalah, Beri jeda. Jeda untuk apa? untuk berfikir terlebih dahulu sebelum merespon sesuatu. Mengubah respon yang awalnya Reaktif (respon langsung tanpa berfikir) menjadi respon Proaktif (respon setelah berfikir). Dengan adanya jeda, maka kita bisa memilih, mau di level mana respon yang kita berikan. BASIC kah? EXPECTED? atau UNBELIEVABLE?
  2. Design WOW Response. Setelah berfikir pada jeda yang kita buat. Maka berikan respon yang WOW terhadap sesuatu. Cara yang kedua ini dapat menguji kita, seberapa paham kita tentang lima Level of Response ini.
  3. Communicate it. Cara ketiga adalah cara yang mengkolaborasikan value hidup kita. Nilai-nilai hidup apa saja yang kita pilih dalam hidup. Yang selalu memotivasi kita untuk menjaga kualitas hidup. Lima Level of Response in Life di atas, mampu menjamin hidup seseorang menjadi lebih baik dan dikenang baik oleh generasi selanjutnya. Maka dengan jaminan seperti ini, masih mau untuk tidak meningkatkan respon kita ke tingkat UNBELIEVABLE?

Oleh: Nurkholis

Alumni SMART Ekselensia Indonesia Angkatan 4

Awal cerita saya bisa bersekolah dan merasakan manisnya beasiswa di SMART Ekselensia Indonesia berawal dari informasi dan tawaran dari seorang guru agama Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kamalaputi, Nusa Tenggara Timur (NTT). Setelah melalui proses seleksi regional NTT, akhirnya saya berhasil menjadi perwakilan penerima beasiswa bersekolah gratis SMP dan SMA di SMART Ekselensia Indonesia selama 5 tahun (akselerasi). Sekolah ini merupakan sekolah bagi mereka yang kurang mampu namun memiliki kecerdasan yang mumpuni. Saya sendiri berasal dari keluarga yang kurang mampu, ayah berwiraswasta dengan menjajakan kue dan ibu hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa yang membantu suaminya. Keluarga kami memang kurang mampu namun kami memiliki kemampuan bertahan yang sangat tinggi. Pekerja keras. Hal ini yang selalu coba saya tanamkan dalam diri untuk menjadi “orang” nantinya.

Awal mula berada di SMART Ekselensia Indonesia saya sempat mengalami hal yang sulit, maklum anak rantau. Saya menyebutnya sindrom kangen rumah. Kurang lebih selama 2 tahun saya (masih) mengalami gejala-gejala ingin pulang, sehingga masa-masa SMP tidak banyak yang bisa saya lakukan. Kurun waktu dua tahun saya pergunakan untuk beradaptasi. Yap, saya termasuk tipe orang yang butuh waktu untuk beradaptasi lebih. Singkat cerita, saya mulai terbiasa dengan dunia akademis di tahun berikutnya, cara pandang mulai visioner. Mulai tahu harus jadi apa saya di masa yang akan datang. 3 tahun berikutnya, saya mulai merintis nilai rapor saya untuk mendapatkan angka 8 di 6 mata pelajaran dasar (yang diujikan dalam UN). Dan selama 3 tahun menjalani masa SMA, saya cukup berkembang dalam hal akademis serta keorganisasian.

Tiba saatnya ketika akhir masa SMA untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Saya ingin bercerita sedikit mengenai proses masuk perguruan tinggi negeri. Ketika itu, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti “SNMPTN undangan” di mana proses seleksi hanya dilihat dari berkas-berkas yang ada tanpa dilakukan ujian tulis. Saya bukanlah orang jenius atau pun orang paling pintar di angkatan saya. Akan tetapi, berkat kerja keras ketika masa SMA, di 6 mata pelajaran dasar (yang diujikan dalam UN) saya menduduki peringkat pertama dengan grafik progresivitas yang meningkat. Walaupun jika di total semua pelajaran saya tidak akan mendapat posisi pertama. Dengan kondisi tersebut, saya mencoba memilih jurusan dan universitas yang menurut saya terbaik saat itu. Saya bertekad memilih jurusan pendidikan dokter di Universitas Indonesia. Pertimbangan saat itu adalah saya suka biologi sehingga menurut saya jurusan terbaik bidang itu adalah kedokteran, saya menduduki posisi pertama yang dapat dibilang saya murid rekomendasi sekolah, dan juga jikalau hasilnya pun tidak lolos saya masih ada kesempatan di ujian tulis nanti. Dengan membaca Bismillah, saya memilih pilihan pertama Fakultas Kedokteran UI dan pilihan kedua jurusan non-kedokteran di Universitas Airlangga.

Alhamdulillah, saya berhasil masuk sebagai siswa kedua dari sekolah yang masuk kedokteran UI setelah sebelumnya senior saya juga masuk melalui jalur yang sama. Saat itu, saya langsung sujud syukur kepada Allah atas apa yang telah diberikan. Saya percaya itu memang takdir yang dibuat oleh-Nya, bukan takdir yang sekadar dibuat-buat melainkan takdir yang sebenarya dibuat & patut disyukuri dengan kesungguhan dalam mengembannya. Dengan perasaan yang senang bercampur haru saya kabari keluarga di NTT dan betapa bahagianya mereka, sempat tidak percaya, dan akhirnya mereka menerimanya dengan tangisan bahagia. Sungguh perkataan “berikan ikhtiar terbaikmu dan serahkan segala hasilnya kepada Allah” sangat patut dilakukan disetiap kegiatan kita. Karena Allah lah yang paling tahu kebutuhan terbaik hambanya. Terimakasih Allah SWT. Terimakasih SMART Ekselensia Indonesia.