Budaya Salam, Budaya yang Kami Banggakan di SMART

  “Assalamu’alaikum, Ustaz….” “Assalamu’alakum, Ustazah…” Kata-kata tersebut sering kali diucapkan oleh siswa-siswa SMART Ekselensia Indonesia ketika bertemu guru-gurunya, wali asrama, atau orang yang lebih tua di lingkungan Dompet Dhuafa Pendidikan. Salam kepada para guru dan/atau wali asrama bergaung di kelas, di luar kelas, di selasar, di masjid, di tangga, dan di mana pun di lingkungan SMART, salah satu sekolah unggul yang berada di Bogor. Ketika pertama kali bergabung di SMART, saya langsung disapa dengan salam tersebut. Sebuah sapaan yang sangat berkesan buat saya mengingat di sekolah-sekolah tempat mengajar sebelumnya saya belum menemukan budaya salam seperti di SMART. Seyogianya, ucapan salam dan budaya positif seperti ini, dimiliki oleh setiap pelajar Muslim di sekolah mana pun. Menyebarkan salam merupakan salah satu sunnah Rasulullah yang perlu diterapkan dalam kehidupan seharihari. Alhamdulillah, guru-guru SMART sudah layak berbangga dengan terbudayakannya salam ini, sebuah budaya untuk mewujudkan model pendidikan berkualitas Sebagai sekolah berasrama, mungkin mudah menerapkan budaya salam. Pekerjaan rumah guru dan wali asrama adalah bagaimana mendidik siswa untuk tetap menerapkan budaya salam ini di masyarakat pada saat mereka sedang liburan atau pulang ke rumahnya. Liburan ke daerah asal ala siswa SMART dinamakan sebagai “pulang kampung”. Saya berharap tinggi sebenarnya bahwa selain siswa dievaluasi ibadahnya oleh orangtuanya pada saat pulang kampung, alangkah baiknya budaya salam ini juga masuk di dalamnya. Substansi dari budaya salam ini adalah bagaimana siswa dapat membangun dan mengembangkan kecerdasan interpersonal. Dengan kecerdasan interpersonal ini, setiap siswa diharapkan mampu hidup dalam kehidupan kolektif. Hidup secara kolektif merupakan fitrah manusia. Hidup secara kolektif membutuhkan tegur sapa, komunikasi, kerja sama, termasuk juga menyelesaikan konflik. Dalam budaya salam ini, guru dan wali asramanya sudah cukup berperan aktif sebagai fasilitator dan pengarah bagi siswa. Bola terakhir sebetulnya ada di tangan siswa untuk mengejawantahkan budaya salam ini di dalam masyarakat ataupun ketika kelak berada di lingkungan perguruan tinggi. []

Jika ingin mendengar kisah membuncah asa perjuangan anak-anak yang kurang beruntung secara ekonomi dari berbagai penjuru Indonesia, maka tengoklah SMART Ekselensia Indonesia Dompet Dhuafa (SMART). Pada penghujung tahun ajaran 2019/2020 siswa kelas V SMART berjuang melukis asa lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

 

Mengapa mereka mesti berjuang masuk PTN? Karena, dengan berhasil masuk PTN, maka asa untuk melukis cita-cita bisa terjaga. Anak-anak ini memang berasal dari keluarga minus ekonomi, namun cita-citanya membumbung tinggi. Mereka ingin melukis hari esok yang lebih berarti untuk bisa berkontribusi bagi negeri.

 

Syukur alhamdulillah, berkat doa dan dukungan dari berbagai pihak, SMART berhasil menjaga tradisi meloloskan mayoritas siswanya ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Tahun ini SMART berhasil meloloskan 26 dari 30 siswa kelas V (Kelas XII) masuk PTN. Mereka tersebar di berbagai kampus, di antaranya IPB, Unpad, Unibraw, Unair, Unand, USU, Unsoed, Unnes, dan Unsyiah).

 

Anak-anak ini belajar intensif sejak memasuki pertengahan semester I kelas V. Mereka mesti disiplin mengikuti program sukses PTN yang didisain sekolah. Mereka mesti bersabar melewati rasa jenuh dan berdamai dengan rasa penat. Semuanya, demi satu asa lolos seleksi PTN. Dan, kini perjuangan dan pengorbanan itu telah berbuah.

 

Kami haturkan terima kasih kepada para donator dan semua pihak yang telah bergandeng tangan menjaga mimpi dan cita-cita anak-anak yang kurang beruntung secara ekonomi dari berbagai penjuru Indonesia. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga karena kita cinta Indonesia.

 

SMART Ekselensia Indonesia Dompet Dhuafa merupakan sekolah berasrama bebas biaya jenjang SMP dan SMA yang ditempuh selama lima tahun dengan sistem kredit semester yang diperuntukkan bagi anak-anak yang kurang beruntung secara ekonomi dari seluruh provinsi di Indonesia. (MSE)