Al-Qur’an adalah kitab suci yang menjadi pedoman hidup umat Islam. Membacanya merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat disarankan oleh Rasulullah. Namun perlu diingat jika saat membaca kitabullah ada adab yang perlu dilakukan. Kenapa? Supaya keberkahan dari bacaan Al-Qur’an bisa kita dapatkan.

 

Berikut ini adalah serangkaian adab dalam membaca Al-Qur’an yang kami sarikan dari berbagai sumber:

  1. Saat membaca Al-Qur’an hendaklah dalam keadaan suci dan mulut yang bersih

Sebagaimana disebutkan di atas, Al-Qur’an adalah kitab suci sehingga ketika membacanya pun diharapkan dalam keadaan suci pula. Karenanya, berwudu sebelum membaca Qur’an adalah lebih utama. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Waaqi’ah ayat 77-79.  “Sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan,” demikian terjemah dari tiga ayat tersebut.

Selain berwudu, membersihkan mulut sebelum membaca Al-Qur’an juga sangat dianjurkan. Apalagi jika habis mengonsumsi makanan dengan bau menyengat dan mengganggu penciuman ketika berbuka. Sebelum tilawah ada baiknya menggosok gigi, bersiwak, atau berkumur dengan cairan pembersih mulut terlebih dahulu.

 

  1. Meluruskan niat hanya karena Allah

Sebelum membaca Al-Qur’an, sebaiknya kita menguatkan dan meluruskan niat bahwa bacaan kita bertujuan untuk ibadah kepada Allah semata. Dengan demikian tiada sebab lain dari aktivitas mendaras kitabullah yang akan kita lakukan, kecuali Allah. Hal ini menjadi penting, karena rentan sekali hati kita tergoda untuk mengindah-indahkan bacaan untuk memesona orang lain.

Rasulullah bersabda, “Segala amal perbuatan bergantung pada niat dan setiap orang akan memperoleh pahala sesuai dengan niatnya. Barang siapa berhijrah dengan niat mencari keuntungan duniawi atau untuk mengawini seorang perempuan, maka (pahala) hijrahnya sesuai dengan niatnya itu” (HR Bukhari). Hadis ini mempertegas urgensi niat dalam setiap amalan kita, termasuk membaca Al-Qur’an.

 

  1. Berada pada tempat yang bersih dan menghadap kiblat

Seperti telah disebutkan di atas bahwa membaca Al-Qur’an termasuk salah satu bentuk ibadah. Kegiatan ibadah akan lebih baik jika dilakukan di tempat yang bersih dan memakai pakaian yang bersih pula.

Karena itulah, membaca Qur’an di tempat yang bersih, seperti masjid, lebih utama. Apalagi jika ditambah dengan posisi duduk menghadap kiblat, akan lebih banyak kebaikan kita dapatkan. Dengan duduk menghadap ke baitullah, kita bisa menghadirkan kesan sedang menghadap Allah sambil membaca kalam-Nya.

 

  1. Memulai bacaan dengan Taawuz dan Basmalah

Hal ini seperti tersebut dalam firman Allah pada QS. An-Nahl ayat 98, “Maka apabila kamu membaca Al-Qur’an, berlindunglah kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk”. Karenanya, kita dianjurkan untuk membaca taawuz yang berarti doa meminta perlindungan dari godaan setan. Kemudian dilanjutkan dengan Basmalah maka lebih sempurna perlindungan Allah untuk kita.

 

  1. Dianjurkan meresapi dan menadaburkan bacaan

Karena bersumber langsung dari Allah, ada banyak sekali hikmah dan pedoman kehidupan dalam Al-Qur’an. Kita diharapkan dapat meresapi setiap kata dan kalimat sarat hikmah tersebut. Meresapi sambil membayangkan Allah mengatakannya langsung kepada kita, akan menambah kekhusyukan mendaras firman-Nya.

Untuk dapat mengerti apa hikmah dan petunjuk yang diberikan Allah pada setiap surat dalam Al-Qur’an, kita perlu merenungkannya. Caranya dengan membaca terjemahan Al-Qur’an, juga tafsirnya jika mampu.

 

  1. Dianjurkan membaca dengan tartil dan memahami tajwid

Membaca secara tartil artinya membaca dengan pelan, tidak tergesa-gesa. Sementara tajwid berarti cara membaca Al-Qur’an dengan lafal atau ucapan yang benar. Keduanya perlu kita terapkan saat mendaras kitab suci ini. Meski tidak wajib hukumnya, namun mengupayakan kedua hal tersebut menjadi sebuah keutamaan.

 

  1. Menutup bacaan dengan doa

Saat kecil dulu kita pasti sudah pernah diajarkan doa senandung Al-Qur’an setelah mengaji di TPA atau TPQ. Jika terlupa, Sila bisa berselancar di dunia maya untuk mencari bacaan doa tersebut secara lengkap. Jika susah untuk menghafalnya, minimal kita bisa membaca shadaqallahul ‘adziim sebagai penutup tilawah. Kalimat tersebut berarti, “Maha benar Allah dengan segala firman-Nya”. Membacanya dapat meneguhkan keimanan kita terhadap kebenaran Al-Qur’an sebagai firman Allah.

 

Yuk mulai membiasakan diri menerapkan adab-adab di atas. Semoga keberkahan menaungi kita semua. Aamiin

Di era serba canggih di mana warganet bisa mengakses informasi dengan mudan dan media sosial menjadi makanan sehari-hari, rasanya tak heran jika semakin banyak keyboard warrior di ranah daring. Keyboard warrior mudah sekali ditemui di media sosial terutama bagian kolom komentar, rata-rata menggunakan bahasa kasar hingga umpatan. Nah pertanyaannya, apakah mengumpat di media sosial dapat membatalkan puasa?

 

Dilansir dari Kompas.com, menurut Musta’in Ahmad, Kepala Kantor Kementerian Agama Surakarta; ternyata mengumpat tidak membatalkan puasa, tetapi dapat mengurangi pahala puasa. Ia menambahkan jika mengumpat, berbohong, marah-marah, sumpah palsu, memandang dengan syahwat, bisa membatalkan pahala puasa (bukan batal puasanya tapi batal pahalanya).

 

Musta’in menjelaskan, hal tersebut merupakan perbuatan haram untuk dilakukan, terlebih ketika menjalani ibadah puasa. Rasulullah saw. dalam salah satu hadis bersabda: “Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan tidak meninggalkan perbuatan yang diakibatkan ucapan dustanya, maka Allah tidak butuh terhadap puasanya terhadap perbuatannya meninggalkan makan dan minum (puasa)” (HR. Bukhari).

 

Hadis di atas merupakan dalil bahwa orang yang menjalankan ibadah puasa sudah semestinya menahan diri dari perkataan kotor (seperti cacian maupun umpatan) dan perkataan dusta sebagaimana menahan diri dari makan dan minum. Konsekuensinya, jika seseorang yang menjalankan ibadah puasa tetapi tidak bisa menahan diri dari ucapan kotor dan dusta, maka nilai ibadah puasanya menjadi berkurang. Tindakan itu juga menyebabkan munculnya kebencian Allah Swt. bahkan bisa jadi puasa kita tidak diterima.

 

Yuk saatnya bijak dalam berkomentar di media sosial, jangan sampai malah menjadi senjata makan tuan.

Ramadan akhirnya menyapa, hari ini kita semua resmi menjalankan puasa Ramadan hari pertama. Meski beberapa dari kita masih di rumah saja dan beberapa lainnya telah beraktivitas seperti biasa (dengan catatan harus menerapkan protokol kesehatan super ketat), penting diingat kita harus melaksanakan Ramadan sebaik-baiknya. Seperti yang kita ketahui jika Ramadan merupakan bulan di mana semua amal ibadah dilipatgandakan, pintu-pintu surga terbuka lebar, pintu-pintu neraka ditutup, dan terdapat malam Lailatulkadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Hal itu sebagaimana sabda Rasulullah: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan penuh berkah, Allah telah mewajibkan kalian berpuasa pada bulan itu. Pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan syetan-syetan dibelenggu. Pada bulan itu juga terdapat Lailatulkadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.” (HR Ahmad).

 

Sebab itulah ada baiknya memaksimalkan kualitas ibadah dengan mengamalkan amalan di bawah ini:

 

Pertama, berzikir. Zikir  adalah amalan ibadah yang paling mudah dilakukan, kapan pun dan di mana pun. Perintah zikir terdapat dalam beberapa surat, di antaranya Surat al-A’raf ayat 205 yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut) nama Allah dengan zikir sebanyak-banyaknya”.

 

Kedua, sedekah. Pada bulan Ramadan, sedekah lebih dianjurkan dari pada hari-hari biasanya. Sebab, sedekah di bulan Ramadan memiliki nilai spesial seperti sabda Rasulullah: “Dari Anis r.a., Sahabat bertanya: ‘Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?’ Rasul menjawab: ‘Sedekah di bulan Ramadan” (HR at-Tirmidzi). Terlebih, masa pandemi virus Korona di Indonesia membuat banyak orang kehilangan pekerjaan dan penghasilan, sehingga mereka membutuhkan bantuan dari orang-orang yang lebih mampu.

 

Ketiga, membaca Al-Qur’an. Besarnya kemuliaan di bulan Ramadan sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja. Apalagi, bulan Ramadan merupakan bulan turunnya Al-Qur’an. Hadis tentang keutamaan membaca Al-Qur’an yang terkenal adalah hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah Ibnu Mas’ud sebagai berikut: “Abdullah ibn Mas’ud, Rasulullah saw. bersabda: ‘Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qura’n), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Satu kebaikan akan dilipatkan menjadi sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf. Namun, alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf’.” (HR. At-Tirmidzi).

 

Keempat, salat Malam. Salat Malam merupakan salat sunah yang dilakukan antara Isya dan Subuh, di antaranya adalah salat Tarawih, salat Witir, dan salat Tahajud. Bahkan, Rasulullah menyebut salat malam merupakan salat yang paling utama setelah salat lima waktu (maktubah), seperti dalam sabdanya: “Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Muharram. Sebaik-baik salat setelah salat fardhu adalah salat malam.” (HR Muslim).

Siapakah diantara kita yang tidak pernah berbuat dosa? Dosa pandangan kita, dosa pendengaran kita, dosa lisan kita, dosa tangan kita, dan dosa-dosa lainnya yang pernah kita lakukan. Bahkan sehari pun kita tidak bisa lepas dari berbuat dosa.

Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam bersabda :

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Seluruh anak Adam berdosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat” (HR Ibnu Maajah no 4241, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)

Dosa dan maksiat adalah tabiat manusia.

Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (53) وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ (54)

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).

Tidakkah firman Allah ini dapat melapangkan hati, menghilangkan keresahan, dan menghapuskan kegundahan kita? Ayat diatas adalah seruan untuk segenap orang yang terjerumus ke dalam dosa agar segera bertaubat dan kembali kepada Allah. Sekalipun dosa anak adam sangat banyak, namun kasih sayang Allah jauh lebih luas terhadap hambaNya.

Amalan-amalan Penghapus Dosa

Abul ‘Abbas Ibnu Taimiyah rahimahullahu dalam kitabnya Majmu’ Al Fatwa memberikan nasihat indah tentang amalan-amalan yang dapat menjadi penghapus dosa.  Beliau berkata, dosa dapat terhapus oleh beberapa hal:

  1. Taubat

Taubat secara bahasa berasal dari kata at-tauba yang dimaknai ‘kembali’. Orang yang bertaubat artinya ia kembali/berpaling dari dosanya [1]. Sementara secara syar’iy taubat adalah meninggalkan dosa karena takut pada Allah, menganggapnya buruk, menyesali perbuatan maksiatnya, bertekad untuk tidak melakukannya lagi, dan memperbaiki amalnya. Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin rahimahullahu dalam kitabnya Majalis Syahri Ramadhan [2] mengatakan “Taubat yang diperintahkan Allah Ta’ala adalah taubat nasuha (yang tulus) yang mencakup lima syarat”:

  1. Hendaknya taubat itu dilakukan dengan ikhlas.
  2. Menyesali serta merasa sedih atas dosa yang pernah dilakukan.
  3. Berhenti dari perbuatan maksiat.
  4. Bertekad untuk tidak mengulangi dosa tersebut.
  5. Taubat dilakukan bukan pada saat masa penerimaan taubat telah habis
  6. Istighfar

Istighfar meskipun tampak sama dengan taubat, namun hakikatnya berbeda. Terdapat beberapa perbedaan antara taubat dan istighfar diantaranya:

Pertama: Taubat terdapat batas waktu, sementara istighfar tidak. Hal inilah yang menyebabkan orang yang sudah meninggal dapat dimohonkan ampunan, adapun taubat tidak lagi diterima tatkala nyawa sudah sampai pada kerongkongan.

Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Hashr :10).

Kedua: Taubat hanya bisa dilakukan oleh pelaku dosa itu sendiri, sementara istighfar dapat dilakukan oleh pelaku dosa dan juga orang lain untuknya. Oleh karena itu seorang anak dapat memohonkan ampunan untuk orang tuanya.

Ketiga: Taubat disyaratkan harus berhenti dari dosa yang dilakukan sementara istighfar tidak disyaratkan demikian. Terdapat perselisihan ulama dalam hal ini, namun ada kesimpulan yang sangat baik dari Syaikh Sulaiman Ar Ruhaili hafidzahullah dalam permasalahan ini [3]. Beliau menjelaskan bahwa istighfar ada dua keadaan:

  • Istighfar untuk dosa yang dilakukan oleh orang lain. Hal ini sebagaimana istighfarnya malaikat untuk orang-orang yang duduk di tempat sholat selama wudhunya belum batal maupun istighfar seorang anak untuk orang tuanya.
  • Istighfar untuk dosa yang dilakukan oleh diri sendiri. Istighfar bagi diri sendiri bermanfaat meski belum bertaubat, namun dengan syarat istighfar yang ia lakukan semata-mata karena rasa takutnya kepada Allah Ta’ala.
  1. Amal Shalih

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

اتق الله حيثما كنت ، وأتبع السيئة الحسنة تمحها، وخالق الناس بخلق حسن

Bertakwalah kepada Allah di manapun anda berada. Iringilah perbuatan dosa dengan amal kebaikan, karena kebaikan itu dapat menghapusnya. Serta bergaulah dengan orang lain dengan akhlak yang baik” (HR. Ahmad 21354, Tirmidzi 1987, ia berkata: ‘hadits ini hasan shahih).

Hadis ini menunjukan bahwa apabila hamba terjatuh dalam perbuatan dosa, maka hendaklah ia bersegera menghapusnya dengan taubat dan melakukan amal shalih. Dosa yang dibiarkan lama mengendap dalam diri karena tidak segera ditaubati, dikhawatirkan akan menjadi sebab lahirnya perbuatan dosa-dosa lainnya.

Syaikh Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu dalam kitabnya Washiyah Sughro [4] menjelaskan bahwa amalan shalih yang dapat menghapus dosa terbagi menjadi dua:

Pertama: Amal shalih yang dapat menghapus dosa tertentu saja. Contohnya yakni pembayaran diyat bagi jamaah haji yang melanggar larangan-larangan ihram.

Kedua: Amal shalih yang dapat menghapus dosa secara umum. Contohnya yakni puasa di bulan Ramadhan yang dapat menghapus dosa-dosa yang telah lalu.

  1. Musibah menghapuskan dosa

Musibah yang menimpa seorang muslim akan menjadi penghapus dosa baginya apabila ia bersabar dan menerima musibah yang menimpanya. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam,

مَا يُصِيبُ المُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ، وَلاَ وَصَبٍ، وَلاَ هَمِّ، وَلاَ حُزْنٍ، وَلاَ أَذًى، وَلاَ غَمِّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا؛ إِلاَّ كَفَّرَ الله بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

Apa saja yang menimpa seseorang Muslim seperti rasa letih, sedih, sakit, gelisah, sampai duri yang menusuknya, melainkan Allâh akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya dengan sebab itu semua”. [Muttafaqun ‘alaihi]

Setiap dosa yang dilakukan seorang hamba itu buruk, namun akan jauh lebih buruk apabila ia tidak mau bertaubat atas dosa yang telah dilakukan. Maka hendaklah kita mempergunakan waktu yang kita miliki untuk banyak bertaubat kepada Allah Ta’ala dan melakukan banyak amal kebaikan.

 

_________________________________________________________________________

Referensi:

[1]        Prof. DR. Shalih Ghanim as-sadlan, At-Taubatu Ilallâh, Maknâhâ, Haqîqatuhâ,
Fadhluhâ, syurutuhâ
, hlm. 10.

[2]       Ibnu Faris, Mu’jam Maqâyis al-Lughah, 1/357.

[3]        Ahmad Anshori. 2017. “Perbedaan Istighfar dan Taubat”. Diakses melalui
https://muslim.or.id/29214-perbedaan-istighfar-dan-taubat.html pada 09 Januari 2019.

[4]       Syaikh Islam Ibnu Taimiyah, Washiyah Sughro.

Seperti kita ketahui, sahur merupakan hal yang dianjurkan saat berpuasa.Ternyata ada alasan ilmiah kenapa kita tidak boleh malas untuk sahur. Menurut dokter Roy Sibarani, sahur sangat penting, jika tidak sahur tubuh akan lemas karena gula darah menurun dan cairan di tubuh berkurang (dehidrasi). Nah dehidrasi bisa mengganggu konsentrasi kita dalam beraktivitas.

Perlu kita ketahui jika sahur adalah berkah. Menurut Rashi Chowdhary, Ahli Gizi asal Dubai, berkah saat sahur bukan hanya bisa dirasakan secara spiritual tetapi juga secara fisik; sebab sahur akan langsung merangsang pencernaan di pagi hari, menjaga kadar gula supaya stabil, dan menunda rasa lapar sepanjang hari. Sayangnya tak semua orang bisa bangun sahur tepat waktu karena banyak faktor. Supaya kita bisa bangun sahur tepat waktu kami punya cara jitu, simak penjelasannya di bawah ya.

 

  1. Niatkan dalam hati untuk bangun sahur dini hari.

Sahur adalah sunah yang membuat pahala Ramadan jadi berlipat ganda. Tentu kita tak mau menyia-nyiakannya bukan? Alangkah baiknya dimulai dengan berniat dalam hati untuk bangun sahur dini hari. Saat sudah berniat sungguh-sungguh, maka secara refleks badan dan pikiran akan mengikuti niat tersebut. Itu dikarenakan niat adalah faktor terbesar yang bisa membuat kita segera bangun untuk sahur. Pastikan hal ini sudah ditanamkan jauh-jauh waktu supaya hasilnya maksimal.

 

  1. Jangan kalap makan agar bisa bangun sahur

Tak sedikit orang yang memanfaatkan waktu berbuka sebagai ajang balas dendam. Padahal makan banyak tanpa perhitungan tak hanya membuat lemak semakin bertumpuk, tetapi juga membuat lambung penuh sehingga membuat metabolisme tubuh lebih lambat yang berimbas kepada rasa begah dan malas bergerak, bangun sahur jadi makin sulit.

 

  1. Siapkan hidangan sahur sejak malam

Bangun tengah malam untuk sahur memang banyak godaan, apalagi jika tinggal sendirian. Namun, hal ini tak lagi terasa berat jika mau melaksanakan tips sederhana agar bisa segera terjaga, salah satunya menyiapkan menu sahur sejak malam.

Sebelum tidur, usahakan sudah mempersiapkan masakan atau membeli makan di warung makan terdekat. Saat waktu sahur tiba, tinggal menyantap atau memanaskan masakan saja. Secara tak langsung, cara ini bisa memperbesar motivasiuntuk bangun sahur karena makanan yang sudah disiapkan dari semalam akan basi dan dibuang begitu saja kalau tak segera dimakan. Sayang dan mubazir kan?

 

  1. Sempatkan untuk tidur 15–20 menit saat siang

Tidur siang bagi sebagian orang terdengar sepele, namun ternyata tidur siang ampuh membuat badan tetap bugar sepanjang waktu. Selain membuat badan tak mudah lemas selama menahan lapar, tidur siang bisa menjadi alat untuk bangun sahur dini hari nanti.

Penelitian menunjukan bahwa tidur siang selama lima belas menit bisa mengurangi ketegangan dan stres, tidur singkat tersebut akan membuat tubuh kita bisa diajak kerja sama untuk kembali terjaga lebih pagi. Namun, pastikan tak tidur siang terlalu lama ya.

 

  1. Hindari begadang dan tidur terlalu larut

Bisa dibilang, makan sahur adalah sarapannya orang yang berpuasa. Bedanya, “sarapan” ini menjanjikan pahala tambahan. Jadi tak ada salahnya kalau dibumbui sedikit perjuang untuk bangun lebih dini.

Salah satu cara agar bisa bangun sahur adalah dengan menghindari tidur terlalu larut alias begadang. Usahakan  mulai terlelap  pukul 22.00. Dengan begitu, badan bisa istirahat lebih optimal. Setidaknya  5–6 jam sudah cukup membuat badan segar dan membuat lebih semangat saat terjaga untuk makan sahur.

 

  1. Pasang alarm

Coba pasang alarm setiap 10 menit dari pukul 02.30 pagi dan pastikan nadanya sama seperti nada dering di ponsel. Karena biasanya orang lebih peka saat ada telpon masuk dibanding dengan alarm, cara ini bisa diterapkan agar segera bangun.

 

  1. Minta tolong pada keluarga atau orang terdekat untuk membangunkan.

Selain mengandalkan alarm dari jam weker atau ponsel, kita juga bisa meminta bantuan orang terdekat untuk membangunkan. Jika tinggal di kos-kosan, minta tolonglah pada tetangga kamar. Jika tinggal di rumah, minta tolonglah pada orangtua atau atau anggota keluarga lainnya. Saat meminta tolong pada orang lain, biasanya secara tak sadar kita akan terpaksa menyahut. Selain itu, kadang kamu merasa tak enak hati kalau tak cepat-cepat bangun.

 

  1. Tanamkan bahwa Sahur itu PENTING

Dibalik anjuran sahur sebenarnya ada banyak keuntungannya. Sahur bisa meningkatkan kekebalan tubuh, menambah kekuatan saat siang, memperlancar metabolisme tubuh dan menambah pahala. Selain itu, bangun dini hari juga bikin kamu punya kesempatan untuk menghirup segarnya udara pagi. Nah, jika tak mau melewatkan keuntungan ini, mulailah tanamkan di kepala mulai sekarang.

 

Semoga tips di atas bisa membantu untuk bangun sahur dan bisa menjalankan puasa Ramadan hari pertama dengan baik.

Seluruh alam berzikir menyambut bulan penuh berkah. Kemuliaan bulan seribu bulan. Saat Allah memberikan ampunan. Marhaban ya Ramadan. Mohon maaf lahir dan batin ya Sob.

 

Selamat menunaikan ibadah puasa, jangan lupa mengunduh jadwal Imsakiyah Ramadan 1442 di sini ya

Pemuda merupakan generasi penerus bangsa memang telah menjadi suatu pemahaman yang tidak baru lagi. Bahkan kemajuan suatu bangsa juga sering dikaitkan dengan bagaimana peran pemuda di dalamnya, seperti bagaimana produktifitas pemuda demi kemajuaan dan eksistensi bangsanya. Tidak terkecuali bagi bangsa Indonesia, generasi muda juga menjadi suatu tonggak bagi kemajuan dan pembangunan bangsa.

 

 

Hal ini bahkan sudah terjadi dari masa perjuangan sejarah kemerdekaan Indonesia, yaitu saat adanya beberapa peranan pemuda dalam meningkatkan semangat perjuangan demi mengusir penjajah dan mencapai cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, dalam kesempatan kali ini akan dibahas mengenai peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa, apa dan bagaimana pemuda seharusnya berperan sebagai kunci atau penerus bangsa Indonesia.

 

Memang ketika pernyataan peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa biasanya lebih mengarah pada masa-masa sekarang, tetapi bukan berarti peran pemuda kemerdekaan RI dimana lalu bukan merupakan sebuah penerus bangsa. Bahkan jika di pikir ulang tanpa peran pemuda di masa perjuangan dulu, maka bangsa Indonesia mungkin tidak dapat berdiri kokoh seperti sekarang ini. Inilah mengapa peranan pemuda, terutama pemuda Indonesia sendiri bagi bangsa Indonesia sudah terjadi sejak dahulu dan juga tercatat didalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, mengingat kembali apa saja peranan pemuda dimasa sejarah tersebut juga penting sebelum mengetahui atau memahami peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa saat ini.

 

 

Peran pemuda dalam sejarah yang pertama bisa di lihat dari adanya pergerakan Budi Utomo yang berlangsung pada tahun 1908. Setelah itu ada pula peristiwa Sumpah Pemuda yang terjadi pada tahun 1928 dimana menghasilkan ikrar Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak sejarah pergerakan pemuda seluruh Indonesia dalam semangat kemerdekaan Indonesia. Ada pula peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 yang mana juga menyangkut golongan muda didalamnya. Terlebih lagi banyak sekali pergerakan pemuda, pelajar, dan juga mahasiswa yang berlangsung pada sekitar tahun 1966, hingga pergerakan mahasiswa yang kemudian berhasil meruntuhkan kekuasaan orde baru pada tahun 1998 yang juga sekaligus mengantarkan bangsa Indonesia pada masa reformasi.

 

 

Dilihat dari beberapa peristiwa sejarah yang penting untuk dikenang tersebut, memang dapat disimpulkan bahwa peran pemuda dalam mencapai suatu kemerdekaan Indonesia menjadi suatu titik awal dari peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa. Hal ini juga membuktikan bahwa pemuda menjadi suatu tonggak bagi bangsa Indonesia dalam masa pembangunan nasional, artinya bahwa penting adanya peran pemuda dalam pembangunan nasional. Sebagai penerus bangsa, generasi muda berarti menanggung harga dan martabat bangsa Indonesia terutama di dunia Internasional, dimana persaingan dan penjajahan identitas bangsa dapat berlangsung di berbagai macam bidang kehidupan. Oleh sebab itulah penting pula menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda dan juga sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Lalu apa saja peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa, terutama dalam masa atau jaman yang semakin global dan berkembang modern ini.

 

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa pemuda merupakan generasi penerus bangsa Indonesia, maka sebenarnya generasi muda juga menjadi komponen yang penting dan perlu dilibatkan dalam pembangunan bangsa Indonesia, baik secara nasional maupun daerah. Mengapa demikian? Hal ini berkaitan erat dengan dasar dari generasi muda yang sebenarnya memiliki fisik yang kuat, pengetahuan yang baru, inovatif, dan juga memiliki tingkat kreativitas yang tinggi pula.

 

Kondisi tersebutlah yang membuat peranan pemuda sebenarnya penting dalam proses pembangunan bangsa Indonesia maupun sebagai penerus bangsa. Tanpa adanya peranan generasi muda atau pemuda Indonesia maka bangsa Indonesia pastinya akan sulit mengalami perubahan dan akan mudah pula kehilangan identitas bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa sebenarnya memiliki beberapa peranan yang seharusnya dapat dilakukan oleh para pemuda Indonesia. Beberapa peranan tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut:

 

  • Agent of Change

Peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa Indonesia yang pertama dapat dilihat dari peran pemuda sebagai agent of change atau agen perubahan. Artinya bahwa pemuda Indonesia sebenarnya memiliki peranan untuk menjadi pusat dari kemajuan bangsa Indonesia itu sendiri. Dalam hal ini dapat dilakukan melalui pengadaan perubahan-perubahan dalam lingkungan masyarakat, baik secara nasional maupun daerah, menuju kepada arah yang lebih baik lagi pada masa yang akan datang. Hal ini pula yang menjadi alasan mengapa ada pernyataan seperti peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa, karena yang menentukan kemajuan bangsa Indonesia dimasa depan adalah para generasi mudanya melalui keberhasilan perubahan-perubahan positif yang dapat dilakukan. Memang berbagai macam tantangan pastinya akan dihadapi atau dialami oleh para generasi muda, tetapi setidaknya para pemuda dapat kembali menengok pada makna sumpah pemuda atau pun makna kemerdekaan Indonesia.

 

Di mana segala tantangan yang ada akan dapat dihadapi jika perbedaan-perbedaan yang ada dapat dihadapi dengan positif dan dilakukan secara bersama-sama yang juga sesuai dengan asas Bhinneka Tunggal Ika. Seperti melalui upaya saling memotivasi dan mendorong adanya kemajuan pada masyarakat. Salah satu kunci agar dapat sukses menjadi agent of change pastinya adalah keyakinan yang dimiliki para pemuda, maksudnya adalah para generasi muda harus yakin akan apa yang mereka miliki dan selalu melakukannya dengan baik dan benar.

 

  • Agent of Developmet

Selain menjadi agen perubahan, peran pemuda juga sebagai agent of development atau agen pembangunan sebagai penerus bangsa. Artinya bahwa para pemuda Indonesia memiliki peran dan tanggung jawab dalam upaya melancarkan atau melaksanakan berbagai macam pembangunan di berbagai macam bidang, baik pembangunan nasional maupun pembangunan daerah.

Mengapa agen pembangunan juga menjadi suatu peran penting pemuda sebagai penerus bangsa? Hal ini disebabkan karena para pemuda Indonesia wajib menjaga eksistensi bangsa Indonesia di kancah dunia, serta selalu dapat memberikan kesan yang baik di mata dunia. Sebagai contoh seperti mengembangkan bidang kebudayaan daerah Indonesia, kemudian memperkenalkannya pada dunia internasional.

Bahkan agen pembangunan disini bukan hanya sebatas pembangunan fisik maupun non fisik secara nasional dan daerah saja, tetapi juga menyangkut mengenai kemampuan pengembangan potensi generasi muda lainnya. Artinya adalah diperlukan adanya upaya bagaimana potensi dan produktifitas yang ada di diri para generasi muda dapat dikembangkan secara bersama-sama demi mencapai tujuan pembangunan bangsa Indonesia dimana sekarang maupun dimasa yang akan datang.

 

  • Agent of Modernizations

Peran yang selanjutnya adalah menjadi agent of modernization atau agen pembaharuan bangsa Indonesia. Artinya bahwa para pemuda Indonesia wajib memiliki kemampuan dalam menganalisa perubahan zaman yang pastinya memberi pengaruh besar pada bangsa Indonesia, sehingga mereka dapat memilih mana yang memang perlu untuk dirubah dan juga mana yang seharusnya dipertahankan.

Sebagai contoh seperti perkembangan teknologi yang semakin maju di berbagai bidang, dimana melalui aktivitas pemuda pula bangsa Indonesia kemudian dapat menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi yang semakin maju, sehingga tidak menjadi suatu bangsa yang tertinggal. Namun dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin maju dan modern juga menjadikan segala pengaruh bahkan kebudayaan asing masuk lebih mudah, maka disinilah muncul tantangan bagi pemuda Indonesia untuk tetap dapat mempertahankan identitas bangsa Indonesia.

 

  • Membangun Pendidikan

Pendidikan merupakan suatu pondasi dari berbagai peranan diatas, tanpa adanya pendidikan yang kuat maka para pemuda Indonesia pastinya akan merasakan kesusahan dalam menjalankan peran mereka sebagai generasi penerus bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, wajib berpendidikan juga penting untuk ditanamkan pada generasi muda bangsa Indonesia. Beberapa peran pemuda dalam membangun pendidikan di Indonesia juga dapat dilihat dari adanya banyak tenaga pendidik yang masih tergolong muda dan semangat memberikan pendidikan yang bermutu pada generasi penerusnya. Belum lagi banyak pula kegiatan-kegiatan pemuda Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan terutama pada daerah-daerah terpencil di pulau-pulau yang tersebar diseluruh pelosok bangsa Indonesia. Kondisi tersebut juga sudah termasuk dalam upaya para pemuda Indonesia sebagai generasi penerus bangsa dalam usahanya membangun pendidikan yang lebih baik lagi dari masa-masa sebelumnya.

 

  • Memiliki Semangat Juang yang Tinggi

Peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa yang terakhir adalah tertanamnya jiwa semangat perjuangan yang tinggi pada generasi muda baik pada masa sekarang maupun masa terdahulu. Hal yang dapat dilakukan adalah seperti selalu berusaha sebaik mungkin untuk dapat mencapai prestasi yang membanggakan bangsa Indonesia di mata dunia, menghilangkan jiwa mudah menyerah, menjaga kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia, dan lain sebagainya. Terlebih lagi semangat pemuda dalam usahanya mencapai tujuan pembangunan nasional, seperti dengan menyampaikan ide-ide pembangunan yang baru maupun keinginan untuk terjun langsung dalam pembangunan bangsa Indonesia. Walaupun kegagalan sering dialami oleh para pemuda Indonesia, tetapi perlu diingat kembali untuk tidak mudah menyerah karena sebenarnya kegagalan merupakan suatu awal dari kebangkitan dan juga kesuksesan. Tidak lupa pula, semangat yang tinggi ini juga dapat diraih dengan terus menerapkan makna sumpah pemuda dan juga makna kemerdekaan Indonesia.

 

 

Itulah dia beberapa peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa yang penting untuk dipahami dan juga diupayakan untuk dilakukan demi kebaikan bangsa Indonesia sendiri, baik masa masa dahulu, sekarang, maupun di masa depan. Dari beberapa peranan tersebut juga dapat disimpulkan bahwa memang benar pemuda merupakan suatu tonggak atau kunci dari adanya pembangunan dan perubahan yang terjadi pada bangsa Indonesia, oleh sebab itulah pemuda dianggap sebagai suatu penerus bangsa, terutama bagi bangsa Indonesia sendiri. Dengan adanya peran pemuda yang signifikan, seperti peran generasi muda dalam mengisi kemerdekaan, dapat menjadi suatu langkah atau pintu awal bagi bangsa Indonesia untuk menjadi lebih maju dan berkembang lagi dimasa yang akan datang, terlebih di mata dunia. Demikian ulasan mengenai peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa, semoga bermanfaat.

Alhamdulillah esok kita semua sudah mulai melaksanakan puasa Ramadan lho, itu tandanya malam ini kita akan melaksnakan salat Tarawih di masjid dengan tetap menjaga jarak serta menerapkan protokol kesehatan ketat atau salat di rumah saja. Tapi kita harus tahu, berdasarkan HR. Tirmidzi, “Sesungguhnya siapa saja yang salat bersama imam hingga imam itu selesai, maka ia dicatat telah mengerjakan salat semalam suntuk”.

Kita perlu tahu kalau ternyata keutamaan salat Tarawih mengikuti tiga pembagian hari di bulan Ramadan. Pada sepuluh hari pertama Ramadan dikenal dengan rahmat, sebab Allah banyak menurunkan rahmat kepada siapa saja yang taat beribadah. Sedangkan pada sepuluh hari kedua disebut dengan magfirah atau ampunan dari Allah. Konon sesiapa yang banyak beribadah dan memohon ampunan di bulan Ramadan akan diampuni dosa-dosanya oleh Yang Maha Kuasa. “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni” – HR. Bukhari dan Muslim. Sementara itu, sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan dikenal dengan penghindaran dari siksa api neraka. Umat Islam berkesempatan menyucikan diri dengan berdoa dan beribadah sebanyak-banyaknya pada malam-malam terakhir ini. Di malam-malam terakhir ini pula terdapat malam seribu bulan atau malam lailatul qadr.

 

Namun sayangnya, setiap tahun selalu saja ada kebingungan tersendiri terkait jumlah rakaat dalam salat Tarawih. Eits tapi tak perlu bingung karena kami akan membahas berapa jumlah maksimal rakaat dalam salat Tarawih.

 

Hampir semua ulama mengatakan, tidak ada batas maksimal untuk jumlah rakaat salat tarawih. Diantara dalil yang menunjukkan tidak ada batas untuk jumlah rakaat Salat Tarawih adalah hadis dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma. Ada seorang sahabat bertanya kepada Nabi saw. mengenai tata cara salat malam. Kemudian beliau menjelaskan,

صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى ، فَإِذَا خَشِىَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً ، تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى

“Salat malam itu dua raka’at-dua rakaat. Jika kalian takut masuk waktu shubuh, maka kerjakanlah satu rakaat, untuk menjadi witir bagi salat-salat sebelumnya.” (HR. Bukhari 990 dan Muslim 749)

 

Lalu Pilih 11 atau 23?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Tatkala Umar mengumpulkan manusia dan Ubay bin Kaab sebagai imam, dia melakukan salat sebanyak dua puluh rakaat kemudian melaksanakan witir sebanyak tiga rakaat. Namun ketika itu bacaan setiap rakaat lebih ringan dengan diganti rakaat yang ditambahkan. Karena melakukan semacam ini lebih ringan bagi makmum daripada melakukan satu rakaat dengan bacaan yang begitu panjang”(Majmu’ al-Fatawa, 22/272).

Praktik di atas menunjukkan bahwa jumlah rakaat bukan acuan utama penilaian. Karena semua kembali kepada mana yang lebih berkualitas. Allah Ta’ala berfirman:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

“Dialah yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya” (QS. al-Mulk: 2).

 

Salah satu di antara faktor yang menentukan kualitas adalah kekhusyukan. dan salah satu faktornya adalah kondisi makmum. Karena itu, Syaikhul Islam menyimpulkan, yang paling afdal adalah menyesuaikan kondisi makmum. Ia mengatakan:

“Yang paling afdal, berbeda-beda sesuai kondisi orang yang salat. Jika mereka bisa diajak berdiri lama, maka tarawih dengan sepuluh rakaat dan tiga rakaat setelahnya lebih bagus. Seperti yang dilakukan sendiri oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika di bulan Ramadan dan di luar Ramadan. Namun jika mereka tidak kuat berdiri lama, tarawih dua puluh rakaat lebih afdhal” (Majmu’ al-Fatawa, 22/272).

 

Sayangnya, banyak praktik yang kurang maksimal di sekitar kita nih. Sebagian masjid yang tarawih 23 rakaat, sangat tidak thumakninah. Bahkan ada yang selesainya kurang dari setengah jam. Sementara mereka yang salat sebelas rakaat, selesai selama setengah jam. Masalah jumlah, jangan sampai mengorbankan kualitas ya, karena thumakninah bagian dari rukun salat.

Memang tidak mudah membuat target selama Ramadan, tapi tidak ada salahnya untuk mulai menyusun strategi agar Ramadan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Jika kamu masih bingung menyusun target Ramadan, semoga tujuh hal di bawah ini bisa menjadi referensi capaian target Ramadan kita ya

 

1.Berpuasa Penuh Satu Bulan Ramadan.

Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

2.Melaksanakan Salat Malam Setiap Hari

Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang mendirikan salat malam di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala Allah semata, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

3. Melaksanakan Itikaf.

Itikaf adalah berdiam diri di dalam masjid dalam rangka mencari keridaan Allah Swt. dan bermuhasabah (introspeksi) atas perbuatan-perbuatan yang telah kita lakukan selama ini. Iktikaf ada baiknya diniatkan semata-mata untuk mendekatkan diri dan mengharapkan ridho Allah Swt.

 

Itikaf dianjurkan dilaksanakan jelang sepuluh hari terakhir Ramadan, hal ini sesuai dengan Hadis riwayat Aisyah r.a.: “Bahwa Nabi saw melakukan i’tikaf pada hari kesepuluh terakhir dari bulan Ramadan, (beliau melakukannya) sejak datang di Madinah sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan i’tikaf setelah beliau wafat.” (HR. Muslim).

 

4. Mencari Lailatulkadar.

Rasulullah saw. bersabda, “(Waktu datangnya) Lailatulkadar diperlihatkan kepadaku. Kemudian salah seorang keluargaku telah membuyarkan konsentrasiku, (sehingga) aku pun lupa darinya, maka carilah ia pada sepuluh (malam) terakhir.” (HR. Muslim).

 

Lailatulkadar atau malam kemuliaan ialah malam yang lebih mulia dari 1000 tahun atau setara dengan 83 tahun 4 bulan. Sebagaimana firman Allah Swt

 

. إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ .وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ .لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ .تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ .سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

 

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr : 1-5).

 

5. Memperbanyak Sedekah dan Memberi Makan Orang yang Berpuasa.

Rasulullah saw. Bersabda,“Barangsiapa yang memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala yang semisal orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun.” (HR. Tirmidzi).

 

6. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an dan Mengkhatamkan Al-Qur’an.

Rasulullah saw. bersabda, “Rasulullah adalah orang yang paling dermawan dan lebih akan dermawan lagi di bulan Ramadan ketika Jibril menemuinya pada setiap malam, lalu saling membacakan Al-Qur’an dengannya.” (HR. Bukhari) Khususkan untuk membaca Al-Qur’an minimal satu juz setiap hari sehingga bisa mengkhatamkan Al-Qur’an minimal satu bulan.

 

7. Membayar Zakat.

Zakat dalam segi istilah adalah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya).Zakat dari segi bahasa berarti bersih,suci,subur,berkat dan berkembang.Menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syariat Islam. Zakat terbagi atas dua jenis yakni:

 

1.Zakat Fitrah. Zakat yang wajib dikeluarkan muslim menjelang Idul Fitri pada bulan suci Ramadan. Besar zakat ini setara dengan 3,5 liter (2,7 kilogram) makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan.

 

2. Zakat Maal (harta) Zakat yang dikeluarkan seorang muslim yang mencakup hasil perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak. Masing-masing jenis memiliki perhitungannya sendiri-sendiri. Perlu diingat sahabat bacaan madani. Mengejar target yang diatas bukan berarti kita meninggalkan ibadah yang lain. Seperti melaksanakan salat lima waktu secara berjamaah. Mudah-mudahan target yang telah disebutkan diatas tercapai. Dan disaat kita selesai berpuasa si bulan Ramadan secara penuh, mudah-mudahan kita bisa menjadi orang yang bertaqwa. Aamiin.

Mereka yang berangkat untuk memberi, pasti akan pulang dengan membawa.
Mereka yang  menanam kebaikan, kelak akan memetik manisnya kebaikan.
Mereka yang berjalan menikmati dunia, akan berlari mengejar indahnya akhirat.

 

Allah tak pernah salah hitung, tak mungkin juga salah ukur. Allah itu selalu tepat waktu, hanya kita yang terlalu terburu-buru. Terburu-buru melabeli diri kita tak bisa apa-apa. Terburu-buru menilai orang lain lebih hebat dari kita. Terburu-buru ingin segera menjadi mereka. Ujung-ujungnya apa? Mata kita terlalu sibuk melihat kanan kiri, tapi lupa menatap derap langkah kaki kita sendiri. Akhirnya arah langkah kita yang salah. Kita lupa kalau ternyata setiap orang sudah memiliki zona waktunya tersendiri. Zona waktu untuk menjadi dirinya sendiri dengan menatap lurus ke depan, memandangi dirinya yang hebat pada yang akan datang.

 

Potensi dan waktu kita terlalu berharga untuk sekadar digadai merisaukan kehebatan orang lain. Menghebatlah digaris takdir kita sendiri. Tak masalah jalan kita masih pelan. Tak masalah hasilnya belum kelihatan. Selama kita fokus dijalur yang sedang kita lalui, kita telah mengantongi sebuah kepastian bahwa kita sedang bergerak. Dan orang yang bergerak akan sampai pada tujuannya. Karena kita memang tidak bisa mengubah takdir, namun kita bisa megubah cari pandang kita tentang takdir yang sedang menimpa.

 

Keajaiban itu akan hadir saat kita menggantungkan seluruh urusan kepada-Nya, tempat bermuaranya seluruh kemungkinan dan kemustahilan. Siapa saja yang mampu berpasrah dengan kepasrahan terbaik. Mampu berpasrah dengan keterserahan sempurna. Sanggup bergantung dengan ketergantungan tanpa cela, maka Allah sendiri yang akan turun tangan, menyelesaikan masalah-masalahnya dengan keajaiban yang tak pernah terduga sebelumnya. maka luruskan kembali hati dan niatmu itu, karena Tuhan sesuai dengan prasangka hamba-Nya.  Bekerja, bekerja, bekerja, lalu keajaiban.

 

Selesaikan urusanmu, dan biarkan Dia menyelesaikan urusan-Nya untukmu. Dialah Allah, Yang Maha Esa tempat  bergantung kepada-Nya segala sesuatu.