Oleh: Syafei Al-Bantanie

Bila kita menginginkan kemuliaan, maka harus berani menantang ketidaknyamanan. Lihatlah Musa ‘Alaihissalam. Demi kemuliaan di sisi Allah, Ia tinggalkan kenyamanan negeri Madyan. Melepaskan hidup tentram bersama mertua, Nabi Syuaib, yang sabar dan penyantun. Melupakan asyiknya menggembala dan berkebun.

Musa bawa serta istrinya pergi menuju Mesir menantang ketidaknyamanan. Temui Fir’aun dan mendakwahinya. Datang ke Mesir untuk selamatkan kaumnya. Risikonya tak tanggung-tanggung. Hingga Allah memutuskan untuk dirinya; syahid dalam dakwah atau memenangkan dakwah.

Demikianlah rekam jejak orang-orang yang memilih kemuliaan. Ada yang syahid dalam dakwah layaknya Nabi Zakaria dan Nabi Yahya. Ada pula yang dimenangkan oleh Allah layaknya Nabi Musa dan Nabi Daud. Pun dengan generasi jauh setelahnya. Sebut saja sebagai contoh Sayidina Umar bin Khathab, Umar bin Abdul Aziz, Thariq bin Ziyad, Muhammad Al-Fatih.

Nama mereka ditulis dalam sejarah dengan tinta emas bukan karena berleha-leha dan menikmati hidup untuk dirinya. Mereka adalah orang-orang yang mengambil tanggung jawab atas setiap masalah umat. Mereka marah saat yang lain memaklumi. Mereka sedih ketika yang lain tak ada rasa. Mereka lelah dengan kelelahan yang tak biasa. Mereka terus berkarya saat yang lain terlena. Tapi, di situlah letak kemuliaan mereka. Maka, pantas saja Allah sematkan amanah-amanah besar ke pundak mereka.

Lantas, bagaimana dengan kita? Masih memilih berleha-leha dan menikmati hidup untuk diri sendiri?

Pemuda merupakan gelar yang sangat istimewa. Adapun peranan pemuda yang tidak akan berubah, yaitu agent of change, social control, dan iron stock.  Agent of change adalah peran pemuda dalam melakukan perubahan menuju arah yang lebih baik. Pemuda yang sedang berada tahap belajar, mulai memahami kaidah- kaidah yang semestinya yang diterapkan pada kehidupan bernegara.

 

Jika ada sesuatu yang tidak berada dalam aturannya, maka mahasiswalah yang akan mengembalikan ke jalur yang semestinya. Social control adalah peran pemudadalam mengamati lingkungan dan negaranya. Seringkali, pemerintah yang berada diatas hirarki bernegara melakukan hal yang tidak bermanfaat bagi masyarakatnya atau dapat dikatakatan menguntungkan diri sendiri. Maka itulah peran pemuda memperbaiki hal tersebut dengan tanpa kepetingan tertentu di dalamnya. Yang terakhir adalah Iron stock, pemuda diharapkan menjadi pemimpin- pemimpin negara yang lebih baik. Karena pemudatelah mengetahui bagaimana hal yang semestinya diperbaiki untuk menyejahterakan negara, hal tersebut Karena pemuda telah mengkaji kebijakan-kebijakan pemimpin sebelumnya. Dengan mengetahui hal yang dipaparkan tersebut hendaknya kita sebagai pemuda menjadi pemimpin yang dapat berguna bagi rakyat.

Kontribusi dalam kamus besar bahasa Indonesia dapat berarti sumbangan. Nah, sumbangan seperti apa yang dibutuhkan bangsa ini. Menilik dari permasalahan bangsa ini di saat sekarang sudah jelaslah solusi dari permasalahn tersebut, dibutuhkan kesadaran pemuda bangsa ini untuk menjadi pemimpin negeri ini dalam memberantas krisis ideologi yang tengah terjadi. Seorang pemimpin yang terus mempelajari dan berbagi mengenai seluk beluk ideologi pancasila yang sebenar–benarnya.

Adalah suatu kesia-siaan jika gelar pemuda ini tidak kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sangat mubazir jika kita hanya menjadi seorang apatis yang hanya kuliah-pulang atau kuliah-kafe. Belum lagi peran kita sebagai manusia yang diciptakan dimuka bumi untuk menjadi pemimpin umat sedunia.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik” (QS. Ali ‘Imran: 110).

Berbicara tentang pemimpin, pemimpin Indonesia hendaknya dapat memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi zaman sekarang, seharusnya pemimpin Indonesia dapat membuat terobosan terbaru yang efektif dan efesien dan dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat. Biarlah terobosan tersebut hanya hal kecil. Bisa saja hal kecil seperti sebuah akun khusus dan laman khusus yang akan otomatis ada ketika sebuah akun pemuda Indonesia aktif. Akun khusus inilah nantinya yang menjadi media berbagi serta menguatkan prinsip – prinsip Pancasila kepada setiap pengguna media sosial di tanah air.

Selain itu, pemimpin juga harus mengetahui segala problematika yang terjadi di Indonesia. Permasalahan saat ini sebenarnya dapat teratasi jika generasi muda sebagai calon pemimpin benar-benar menerapkan nilai-nilai yang ada dalam pancasila. Namun sayangnya ada pemuda yang menganggap pancasila itu tidak relevan. Meskipun ada pemuda yang mengaku mencintai pancasila, tapi mereka tidak memahami nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila seutuhnya. Mereka memang mempunyai nilai nasonalisme yang cukup tinggi, tapi apakah nasionalisme saja sudah cukup untuk memahami makna pancasila? Tidak, karena dalam pancasila telah dirumuskan nilai-nilai untuk kehidupan berbangsa dan bernegara yang berlandaskan kepada nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial. Untuk itu, pemimpin dengan pemahaman tinggi terhadap ideologi sangat dibutuhkan oleh rakyat Indonesia.

Oleh karena itu janganlah kita menyia-nyiakan waktu yang kita miliki, karena Ahmad Rifa’i Rif’an seorang penulis buku Hidup Sekali, Berarti lalu Mati pernah menyampaikan dalam bukunya:

Bukankah kezaliman yang tak terkira jika kita menjadikan maha karya yang istimewa ini hanya numpang lewat dalam sejarah? Lahir, hidup, mati tanpa meninggalkan warisan berharga bagi generasi selanjutnya.

 

 

 

Oleh: Purwoudiutomo

“Innovation distinguishes between a leader and a follower” (Steve Jobs)

Dalam KBBI, inovasi didefinisikan sebagai pembaharuan, atau penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya (gagasan, metode, atau alat). Inovasi berbeda dengan penemuan (invention/ discovery) yang hanya menghasilkan pengetahuan (knowledge) baru. Inovasi merupakan sebuah proses transformasi yang memberikan nilai tambah sehingga menghasilkan produk baru, baik berupa barang, jasa, sistem, dan sebagainya.

Inovasi bukan sekadar membedakan antara pemimpin dengan pengikut sebagaimana penuturan Steve Jobs, namun inovasi akan sangat menentukan jatuh bangun bahkan hidup matinya sebuah organisasi atau perusahaan. Daur hidup produk (product life cycle) mulai dari development, introduction, growth, mature, hingga decline juga dirasakan dalam lingkup organisasi atau perusahaan. Tidak sedikit organisasi dan perusahaan yang berhasil tumbuh lalu kemudian mati karena gagal berinovasi. Terlena dengan zona nyaman, sekadar mengerjakan hal yang itu-itu saja, dan lalai dalam berinovasi sehingga tertinggal. Perusahaan game Atari mungkin salah satu contohnya, sempat menguasai pasar namun pada akhirnya tersisihkan dengan berbagi produk inovasi dari kompetitornya seperti Nintendo, Sega dan PlayStation. Hal serupa juga dialami Nokia dan BlackBerry dalam bisnis gadget dan telekomunikasi, tergerus oleh iOS dan Android. Atari dan Nokia perlahan memang mencoba bangkit namun era keemasan sudah berlalu.

Arti pentingnya inovasi untuk tetap survive di organisasi ataupun perusahaan seringkali sudah dipahami. Namun dalam implementasinya, ada berbagai mitos ataupun jebakan yang menghambat sebuah inovasi. Padahal urgensi inovasi bukan hanya menyoal baik tidaknya sebuah produk inovasi, tetapi juga cepat lambatnya inovasi dilakukan. Di tengah dunia yang semakin bergerak cepat, sedikit terlambat saja bisa jadi akan tertinggal. Berikut beberapa mitos yang kerap menjadi jebakan dalam berinovasi.

Inovasi membutuhkan kreativitas tinggi
Tidak sedikit mereka yang urung berinovasi berdalih bahwa mereka kurang kreatif dalam menelurkan sebuah karya inovatif. Apakah inovasi membutuhkan kreativitas? Bisa jadi. Namun kreativitas bukan syarat pokok. Ada tiga komponen penting inovasi: ide, implementasi, dan dampak. Ide tidak harus bersumber dari kreativitas, bahkan idealnya sumber ide inovatif adalah untuk menjawab kebutuhan atau mengatasi masalah yang dihadapi. Kondisi mendesak juga bisa memunculkan produk inovasi, misalnya uang kertas dan makanan kaleng yang merupakan produk inovasi di masa perang. Bahkan produk inovasi bisa lahir dari ketidaksengajaan, misalnya penisilin dan resep Cocacola. Jadi, kreativitas memang penting untuk melahirkan inovasi, namun ketiadaannya tidak dapat menjadi alasan untuk tidak berinovasi.

Inovasi butuh landasan riset yang rumit
Dalam organisasi konvensional, inovasi biasanya diampu oleh tim penelitian dan pengembangan, karenanya inovasi tidak terlepas dari riset dan kajian mendalam. Produk hasil inovasi dapat dipastikan mampu dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Namun organisasi modern memandang inovasi lebih sederhana dan fleksibel, sehingga dapat dilakukan oleh seluruh anggota organisasi tanpa kecuali. Riset dan pengembangan tentu tetap dibutuhkan, tetapi untuk menguatkan produk inovasi, bukan membuatnya. Alhasil, semakin banyak produk inovasi yang bersumber dari ideyang sederhana, dibuat secara sederhana oleh orang-orang yang tidak harus memahami dunia penelitian dan pengembangan.

Inovasi tidak jauh dari produk teknologi
Terminologi inovasi saat ini identik dengan pembaharuan teknologi, misalnya telepon genggam, kendaraan bermotor, ataupun peralatan elektronik. Padahal inovasi banyak jenisnya, tidak hanya berupa barang hasil pembaharuan teknologi, tetapi bisa juga berupa inovasi sistem, jaringan, bisnis, hingga inovasi pendidikan, sosial ataupun budaya. Inovasi kurikulum pendidikan tentu tidak melulu bicara tentang alih teknologi, demikian pula dengan inovasi sistem lembaga keuangan syariah, misalnya. Banyak produk inovasi yang nyata bermanfaat bagi masyarakat namun tidak dihasilkan oleh para ilmuwan, insinyur, ataupun teknolog. Dimana masih ada gap atau masalah, disitulah terbuka peluang untuk melakukan inovasi.

Inovasi butuh biaya mahal
Di beberapa negara maju, ada bagian jalan yang dipasangi sel surya sebagai sumber energi alternatif. Memasang solar cell di sepanjang jalan tentu butuh biaya besar, dan memang tidak sedikit produk inovasi yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, misalnya kereta api cepat ataupun mobil listrik. Biaya yang dianggap wajar untuk sebuah pembaharuan, tetapi apakah inovasi harus berbiaya mahal? Tentu tidak. Grameen Bank sebagai sebuah contoh inovasi sosial yang saat ini asetnya sudah mencapai miliaran dolar ternyata dimulai hanya dengan modal 20 sen. Wikipedia yang jauh mengalahkan Microsoft Encarta bahkan Encyclopedia Britannica dari segi jumlah kontributor dan banyaknya pengetahuan yang tersimpan di dalamnya, ternyata biaya pembuatan dan perawatannya jauh lebih murah dibandingkan ensiklopedia besar lain yang sudah lebih dulu eksis. Inovasi tidak harus berbiaya mahal, dan inovasi berbiaya mahal belum tentu juga lebih baik dari inovasi rendah biaya.

Semakin banyak produk inovatif yang ditawarkan berarti semakin baik
Perusahaan-perusahaan besar memiliki perhatian yang sangat besar terhadap produk inovasi, ketatnya kompetisi membuat mereka terus berinovasi. Hanya saja tidak jarang inovasi yang dilakukan justru kontraproduktif dengan keberhasilan yang mereka harapkan. Terus berinovasi memang penting namun tidak semua produk inovasi akan cocok di pasaran. Coca Cola dan Pepsi pernah mengalaminya ketika membuat varian rasa baru. Alih-alih menarik konsumen, inovasi produk tersebut justru berakhir pada kegagalan. Bahkan perusahaan sekelas Microsoft dan Google pun pernah mengeluarkan produk inovasi yang justru mendatangkan kerugian yang tidak sedikit. Inovasi tidak seharusnya sekadar menawarkan hal yang baru namun tidak sesuai dengan lingkungan dan kebutuhan pasar. Perhatian terhadap kekhasan dan keunggulan produk juga perlu menjadi perhatian. Memperbanyak varian produk –seinovatif apapun—belum tentu berbanding lurus dengan hasil yang diperoleh.

Inovasi yang berhasil adalah inovasi yang berbeda, besar, dan berkualitas
Era industri yang telah berlalu, digantikan dengan era informasi dan pengetahuan ternyata turut memberi dampak pada paradigma inovasi. Di masa lalu, semakin baru dan canggih sebuah produk inovasi, maka semakin hebat. Saat ini, ukuran kualitas sebuah inovasi justru lebih banyak dilihat kesesuaian dengan kebutuhan dan permintaan pasar, serta dampak dan kebermanfaatannya. Jika dahulu karya inovasi yang unggul adalah yang unik dan sulit ditiru, di era pengetahuan justru kemudahan sebuah produk inovasi untuk bisa digunakan oleh semua orang menjadi nilai keunggulan. Tidak perlu benar-benar berbeda dan rumit, karya inovasi yang sederhana namun dapat dimanfaatkan secara luas akan lebih dianggap berkualitas.

Inovator adalah sosok luar biasa dan berbakat
Apakah inovasi merupakan bakat atau dapat dibentuk? Setiap manusia sejatinya dikaruniai kemampuan berpikir dan mengeluarkan ide, tetapi berapa banyak di antara mereka yang mengimplementasikan ide tersebut dalam sebuah karya inovatif. Sebesar apapun bakat kreativitas seseorang, jika tidak disertai dengan aksi nyata, tentu takkan berbuah inovasi. Aksi seadanya ternyata tidak cukup, belajar dari para inovator hebat seperti Thomas Alfa Edison ataupun Steve Jobs, inovasi harus disertai dengan konsistensi dan persistensi. Kesungguhan dalam menghasilkan sebuah karya inovasi lebih menentukan dibandingkan sekadar bakat. Dan ternyata hampir semua karya inovatif adalah hasil kolaborasi bukan karya seorang individu, pun mungkin sosok yang muncul dikenal public hanya seorang. Ya, selain imajinasi, transformasi, aksi dan konsistensi, inovasi juga butuh kolaborasi. Sehingga tidak ada seseorang yang paling layak menjadi seorang innovator, sebab setiap diri kita punya bakat untuk menjadi seorang inovator.

Oleh: Syafei Al Bantanie

Kisah ini ditulis dengan indah dalam Sirah Nabawiyah. Kisah yang membuat saya semakin cinta dengan agama ini (Islam), baginda Nabi tercinta, dan para sahabat mulia.

Satu hari, sebakda melakukan perjalanan panjang nan melelahkan, Rasulullah dan para sahabat singgah di sebuah tempat. Haus terasa mencekik. Maklum saat itu tengah musim panas dengan teriknya.

Beberapa sahabat Anshar segera mengambil air. Pun dengan beberapa sahabat Muhajirin. Di tengah perjalanan mengambil air, karena lelah yang sangat, sahabat Anshar bertabrakan dengan sahabat Muhajirin. Tumpahlah air masing-masing. Terjadi ketegangan mulut di antara mereka.

Mengetahui ketegangan yang terjadi, apa yang dilakukan sahabat-sahabat senior? Sebuah demonstrasi kualitas individu dan akhlak mulia. Sahabat Umar bin Khattab tidak menunjukkan ego sektoralnya dengan membela Muhajirin. Pun dengan sahabat Sa’ad bin Muadz tidak menampilkan ego sektoralnya dengan mendukung Anshar.

Sahabat-sahabat senior itu dengan kata-kata penuh hikmahnya berupaya mengingatkan tentang persaudaraan di antara mereka. Tentang ukhuwah yang telah terajut mesra.

Yang paling memikat hati adalah apa yang dilakukan oleh Rasulullah. Baginda Rasul menyerukan agar perjalanan segera dilanjutkan agar cepat sampai Madinah. Ada apa dengan Madinah?

Rupanya baginda Rasul ingin membangkitkan memori indah para sahabatnya. Madinah adalah rumah bersama. Di Madinah mereka merajut persaudaraan yang indah. Kualitas persaudaraan yang hanya ada dalam Islam. Sebagaimana, dilukiskan dengan memesona dalam QS. Al-Hasyr ayat 8-10. Mereka, Muhajirin dan Anshar, saling mencintai, mengutamakan saudaranya, dan sama sekali tiada dengki di antara mereka.

Begitu sampai Madinah. Baginda Rasul mengingatkan tentang memori indah persaudaraan para sahabat. Detail dengan sudut-sudut di Madinah yang menjadi saksi bisu betapa indahnya persaudaraan mereka. Para sahabat pun mengharu biru. Mereka yang bersitegang itu saling berpelukan satu sama lain. Mereka saling meminta maaf. Ah, indah sekali. Indah…

Bersaudara sesama muslim memang bukan berarti tiada perselisihan di dalamnya. Bukankah dalam QS. Al-Hujurat ayat 9, sebakda menegaskan Mukmin itu bersaudara, lanjutan ayatnya adalah, “…maka damaikanlah di antara saudaramu itu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”

Inilah indahnya persaudaraan sesama muslim. Ketegangan dan perselisihan di antara mereka tetap dalam bingkai ukhuwah. Justru hal ini kemudian membuat mereka lebih saling memahami, mengerti, dan menyayangi satu sama lain.

Semoga Allah Yang Maha Rahman dan Maha Rahim mengumpulkan kita kembali di surga Firdaus bersama baginda tercinta Nabi Muhammad saw., keluarga, dan para sahabat mulia.

Milenials Kamu Kudu Baca Ini!

Oleh: Insan Maulana

Alumni SMART Angkatan 9 Berkuliah di UPI Bandung

 

Aku rela dipenjara asalkan dengan buku, karena dengan buku aku bebas.”

 –Muhammad Hatta-

Zaman sekarang, teknologi mengambil peran penting dalam kehidupan manusia dan seiring berjalannya waktu, teknologi semakin berkembang dan semakin maju. Kemajuan teknologi membuat kita semakin mudah melakukan segala sesuatu, kita ambil contoh jika kita ingin melakukan komunikasi antar kota, puluhan tahun yang lalu kita harus menggunakan surat dan membutuhkan waktu yang lama, itu komunikasi antar kota. Bagaimana dengan komunikasi antar benua? Sepertinya mustahil dilakukan. Namun, sekarang teknologi menyediakan berbagai fitur yang membuat komunikasi antar benua menjadi lebih mudah, selain itu waktu yang dibutuhkan pun teramat singkat. Teknologi seperti e-mail, SMS (Short Message Service), telepon atau media sosial seperti facebook-lah yang membuatnya mungkin. Termasuk untuk mencari informasi, kini tersedia internet yang teramat mudah diakses, bandingkan saat abad 20 ketika itu hanya tersedia surat kabar dan buku sebagai sumber informasi.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna internet cukup banyak dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara. Sebuah agensi marketing sosial mengeluarkan sebuah laporan pada Maret 2015 mengenai data jumlah pengguna website dan media sosial di Indonesia. Ternyata, jumlahnya menembus angka 72,7 juta pengguna aktif internet dan 74 juta pengguna aktif media sosial.[1] Angka ini meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun. Padahal, di awal pendiriannya, jaringan internet hanya menghubungkan beberapa universitas di Amerika, sekarang internet sudah menjadi viral dan menyasar berbagai kalangan, mulai dari dewasa, remaja bahkan anak usia sekolah dasar sudah mengenal dunia internet.

Sangat mudahnya mendapat informasi melalui internet ini adalah faktor utama turunnya minat untuk membaca buku. Selain punya banyak pengguna internet, Indonesia juga merupakan negara dengan tingkat minat membaca buku yang sangat rendah dibanding dengan negara Asia Tenggara lainnya. Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, H.R Agung Laksono, di Media Tempo pada 12 Januari 2012, menyebutkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah dimana prosentase minat baca masyarakat Indonesia hanya sebesar 0,01 persen, artinya dalam 10.000 orang hanya satu orang saja yang memiliki minat baca. Tingkat minat baca masyarakat Indonesia ini masih jauh ketinggalan dibandingkan negara lain seperti Jepang yang mencapai 45 persen dan Singapura yang menyentuh angka 55 persen. Bahkan berdasarkan survei UNESCO, budaya baca masyarakat Indonesia berada di urutan 38 dari 39 negara yang paling rendah di kawasan ASEAN.[2] Hal ini sungguh memprihatinkan, padahal informasi yang kita dapat dari buku lebih detil daripada informasi yang didapat dari internet. Masyarakat Indonesia pada umumnya cenderung haus akan informasi, seperti contoh mereka selalu ingin mengetahui kabar, kegiatan dan foto-foto temannya. Cara yang tepat bagi mereka tentu menggunakan media sosial seperti Facebook, Twiter dan Instagram. Fenomena inilah yang membuat perspektif mayoritas orang terhadap kegiatan membaca buku atau menulis cerita terlihat kuno atau ketinggalan zaman. Selain itu, kutu buku juga sering dikucilkan dan dianggap culun.

Dalam segala kemudahan yang ditawarkan, media sosial juga kerap kali membawa serta dampak negatif bagi penggunanya. Lupa waktu karena keasyikan, tidak mau membaca buku, dan sering ditemukan hal yang tidak penting seperti kata-kata kotor, kasar bahkan gambar vulgar adalah sedikit dari banyaknya dampak negatif internet. Sekarang mari kita bahas tentang buku. Memang jika kita teliti buku-buku zaman sekarang banyak yang mengandung  konten negatif seperti komik dan novel yang berlabel “dewasa” di bagiam sampulnya. Hal-hal seperti itulah yang menyebabkan sumber daya manusia di suatu negara menjadi hancur secara pikiran maupun perilaku. Maka dari itu, dalam membaca buku pun kita tetap harus selektif.

Berlatar belakang hal-hal di atas, menurut saya perlu beberapa cara suntuk meningkatkan minat baca dan menulis masyarakat terutama kalangan muda yang masih duduk di bangku sekolah. Pertama, pemerintah harus memberikan imbauan kepada seluruh sekolah supaya menasihati siswa-siswinya untuk tidak terlalu sering dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial apalagi menyalahgunakannya. Selain itu, penting juga untuk menginformasikan tentang pentingnya membaca buku dan berlatih menulis. Kedua, pemerintah harus mengadakan lomba tentang literasi supaya siswa yang sudah berkembang kemampuan literasinya bisa menyalurkan kemampuan dan bersaing dengan orang lain.

Untuk itu, akan lebih baik jika kita membaca buku yang berisi tentang ilmu pengetahuan atau novel yang berisi cerita orang-orang sukses yang inspiratif dan memotivasi daripada menghabiskan waktu menggunakan media sosial. Tidak salah bila kita menggunakan media sosial dan internet untuk mencari informasi karena lebih mudah, namun kita harus menyadari bahwa dengan membaca buku, ilmu yang kita dapat akan lebih banyak.

Setelah penantian cukup lama, hari ini kami akan mengumumkan nama-nama yang LOLOS  seleksi administasi SNB SMART Ekselensia Indonesia tahun pelajaran 2022/2023 untuk Gelombang 2 loh.

 

Pengumuman ini didasarkan pada Surat Keputusan Nomor : 026/SMART/Pcl/Seleksi/I/2022 tentang Penetapan Hasil Seleksi Nasional Beasiswa lho, berikut kami umumkan daftar calon siswa yang dinyatakan lolos. Download disini

 

 

 

 Oleh: Aziz dan Zaky, Kelas 12

“Innama bu’itstu liutammima makarimal akhlaq”. Hadis yang disabdakan ini menunjukan bahwa Nabi Muhammad Saw. diutus oleh Allah Swt. bukan untuk “mengganti” akhlak, akan tetapi “memperbaiki” akhlak yang sudah ada. Hal ini membuktikan bahwa Nabi Muhammad menghargai usaha kemanusiaan sejak beribu tahun dahulu daripadanya.

Dalam literatur sejarah kita bisa melihat dan mengetahui bahwa dengan budi pekerti (Al-Qur’an), bangsa Arab Jahiliyah bertransisi menjadi sebuah bangsa yang besar yang peradabannya diakui sebagai salah satu rantai emas yang gilang gemilang dalam sejarah kemanusiaan.

Datangnya Zaman Renaisans di Benua Biru, Eropa, sejak dari kebangkitan Luther dan Calvin  hingga Revolusi Prancis, membuat Eropa mendapat jiwa yang baru, teknik yang modern dan organisasi yang teratur. Semuanya berawal dari kebangkitan budi pekerti Islam zaman dulu  yang mereka contoh dan terapkan dalam kehidupan sedang pada saat itu negeri Timur hanya diselimuti oleh budi yang telah mati.

Budi pekerti atau karakter menjadi salah satu dasar untuk meraih kesuksesan yang hakiki. Tanpa budi pekerti, sepandai apapun manusia tidak ada harganya. Tanpa budi pekerti, sekaya apapun manusia tidaklah bernilai dibandingkan dengan kekayaan yang ia miliki.

Menurut  para ahli timbulnya kebobrokan karakter manusia adalah  lantaran sempitnya tempat manusia untuk tegak di dalam hidupnya. Orang yang sempit hidupnya kurang peduli pada keadaan orang lain dan hanya mementingkan keadaan dirinya saja. Orang-orang yang demikian dinamakan manusia yang lemah pikirannya dalam membedakan mudharat dan manfaat. Ia tidak mengetahui dan pura-pura mengetahui bahwa perbuatan yang dilakukannya akan merugikan orang lain.

Dalam proses pembinaan karakter, kita bisa mencontoh proses pembinaan  karakter anak muda di Korea Selatan. Setiap pemuda yang menjadi warga negara Korea Selatan diwajibkan untuk mengikuti Wajib Militer (WaMil). Kita tahu bahwa pola pelatihan militer yang terkesan keras itu bertujuan membentuk kecakapan fisik dan mental serta salah satu proses pembentukan karakter kedisiplinan.

Selain itu, kita bisa melihat proses pembinaan karakter budi pekerti di dalam sistem pendidikan Islam. Sistem pendidikan Islam membawa pengaruh yang signifikan dalam pembinaan karakter anak bangsa. Bahkan, banyak tokoh-tokoh bangsa yang berpengaruh di Indonesia  adalah alumni  dari sistem pendidikan ini.

Dalam sistem pendidikan Islam, untuk melatih kedisiplinan, pembiasaan shalat Qiyamul Lail menjadi salah satu instrumen yang penting dilaksanakan, tak hanya untuk melatih kedisiplinan, shalat Qiyamul Lail juga membiasakan diri untuk tunduk  dan merendah di hadapan Maha Kuasa.

Dalam melatih kesabaran, puasa sunnah adalah instrumen yang tak ketinggalan, bersabar dalam menahan lapar dan hawa nafsu berperan besar dalam pendidikan karakter.

Dewasa ini, sistem pendidikan di Indonesia telah mengacu dan mengutamakan kurikulum pendidikan karakter budi pekerti dalam sistem pembelajaran kurikulum 2013. Pembinaan karakter siswa menjadi salah satu prioritas utama. Sudah sepantasnya pendidikan karakter ditingkatkan di negeri ini, negeri yang sedikit demi sedikit  moral dan karakternya mulai binasa, kriminalitas mulai menjadi hal yang biasa, korupsi telah jadi budaya, serta diskriminasi politik dan agama bukan lagi peristiwa yang langka.

Berpikir untuk kemajuan bangsa harus kita canangkan dari jauh-jauh hari. Tentu saja untuk memajukan suatu bangsa, terlebih dahulu kita harus memperbaiki budi pekerti diri kita sendiri. SMART Ekselensia Indonesia, sekolah kami, sebagai sekolah yang memiliki visi “membentuk pemuda yang berjiwa pemimpin”, tentu menjadikan pendidikan karakter sebagai kurikulum dalam sistem pendidikannya. Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus memaksimalkan kesempatan untuk perbaikan karakter di SMART ini untuk memajukan bangsa Indonesia.

Sob Rasulullah melarang kita untuk minum sambil berdiri. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian minum sambil berdiri! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan!” Sebagaimana diketahui, Baginda Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam adalah teladan yang paripurna. Setiap yang beliau perintahkan untuk kita, berarti ada keutamaan di sana. Begitu pula jika beliau melarang kita melakukan sesuatu, berarti ada bahaya di sana.

 

Berikut ini adalah alasan medis mengapa Rasulullah melarang kita minum sambil berdiri:

  1. Air akan menabrak dinding usus

Dalam posisi duduk, makanan dan minuman akan melewati dinding usus kita dengan lembut dan perlahan-lahan. Sebaliknya, ketika kita berdiri maka makanan dan minuman akan masuk ke dalam perut kita dengan cepat sehingga dapat menabrak dinding usus. Jika hal ini terjadi secara berulang-ulang dalam waktu lama maka bisa menyebabkan usus melar dan jatuh. Hal ini diungkapkan oleh ilmuwan muslim, Dr. Abdurrazaq Al-Kailani seperti dikutip oleh islampos.com.

 

  1. Bisa memicu detak mematikan pada jantung

Ilmuwan muslim lainnya, Dr. Ibrahim Al-Rawi, juga menilai minum sambil berdiri dapat membahayakan tubuh. Pasalnya, kondisi tersebut dapat menyebabkan refleksi syaraf oleh syaraf kelana, yaitu syaraf otak ke-10 yang banyak tersebar pada lapisan endotel usus. Jika terjadi secara tiba-tiba refleksi ini bisa menyebabkan disfungsi syaraf yang parah sehingga memicu detak mematikan pada jantung.

 

  1. Memungkinkan terjadinya luka pada lambung

Hasil penelitian menyebutkan bahwa 95% luka pada lambung terjadi pada titik-titik di mana banyak terjadi benturan dari makanan dan minuman yang masuk. Hal ini banyak terjadi akibat posisi makan dan minum sambil berdiri.

 

  1. Memicu terjadinya hiponatremia

Dalam posisi berdiri terdapat lebih banyak ruang dalam lambung kita. Kondisi inilah yang kemudian mendorong kita untuk minum lebih banyak juga. Karena cairan yang masuk ke dalam tubuh terlalu banyak sehingga menurunkan natrium dalam darah atau disebut dengan hiponatremia.

 

  1. Memicu terbentuknya kristal pada ginjal

Kristal pada ginjal terbentuk karena terjadinya pengendapan di saluran kemih atau ureter. Kondisi ini berbahaya karena menghambat keluarnya air kencing. Pengendapan tersebut terjadi lantaran alat saring alami pada ginjal (sfringer) pada posisi menutup jika kita berdiri. Sfringer hanya akan terbuka saat kita minum sambil duduk sehingga mampu berfungsi optimal menyaring air yang masuk.

 

Nah jangan minum sambil berdiri lagi ya Sob

 

 

 

Demikian Sahabat Baik, kadang kita menganggap adab minum sambil duduk adalah hal sepele sehingga sering diabaikan. Ternyata manfaatnya banyak sekali ya?! Nah, yuk lakukan dari sekarang! Budayakan minum sambil duduk atau berjongkok ya Sahabat Baik, agar tubuh kita sehat bugar selalu. Aamiin.

Bisa menghafal Al-Qur’an adalah keinginan sebagian besar umat Islam. Meski begitu, menghafal Al-Qur’an ternyata bukan perkara mudah bagi sebagian orang. Meski sudah mencoba berkali-kali, ayat-ayat Al-Qur’an belum juga tertanam dalam ingatan. Imam Syafi’i saja pernah mengalami kesulitan dalam menghafal Al-Qur’an. Padahal, Imam Syafi’i menggunakan berbagai cara menghafal Al-Qur’an sejak berusia tujuh tahun.

Pengalaman Imam Syafi’i dapat ditemukan dalam kitab I’anatuth Tholibin.

” Aku pernah mengadukan kepada Waki’ (guru) tentang jeleknya hafalanku. Lalu beliau mengatakan untuk meninggalkan maksiat. Beliau memberitahukan padaku bahwa ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidaklah mungkin diberikan pada ahli maksiat”.

Bisa jadi, apa yang dialami Imam Syafi’i sebenarnya terjadi pada kita. Karena, dosa yang kecil saja bisa menjadi penghalang untuk menghafal Al-Qur’an. Selain itu, Allah menjamin bahwa ayat-ayat Al-Qur’an mudah dipelajari. Jadi, jika kamu mengalami kesulitan, mungkin cara menghafal Al-Qur’an kamu yang harus diubah.

Berikut tips cara menghafal Al-Qur’an 30 juz dengan mudah dan cepat bagi pemula.

 

  1. Meluruskan Niat dengan Ikhlas karena Allah

Niat yang benar itu merupakan salah satu syarat cara menghafal Al-Qur’an. Jika niatnya salah seperti ada riya (pamer), ujub (bangga pada diri sendiri), atau menghafal karena ingin dipanggil ‘al-hafidz, maka itu sangat fatal akibatnya. Dengan niat yang lurus dan hati ikhlas karena Allah maka rasa lelah, malas, dan perasaan sulit tidak akan jadi penghalang dalam menghafal Al-Qur’an.

 

  1. Melaksanakan SalatHajat

Tips cara menghafal Al-Qur’an dengan mudah selanjutnya adalah melaksanakan sholat hajat. Jadi, setelah menata niat karena mengharap ridho dan pahala Allah, hendaknya kita melaksanakan sholat hajat sebelum mulai menghafal Al-Qur’an dengan cepat dan benar. Mohon kepada Allah agar mudah saat proses menghafal Al-Qur’an. Karena pemilik Al-Qur’an adalah Allah, maka kita memohon kepada pemiliknya agar diberi kemudahan.

 

  1. Menanamkan Keyakinan

Tanamkanlah pada diri kita bahwa menghafal Al-Qur’an itu sangat mudah, maka kita akan merasa mudah. Namun jika kita menanamkan pikiran bahwa menghafal Al-Qur’an itu sulit, maka ia akan terasa sulit. Jadi, selalu motivasi diri sendiri agar tumbuh keyakinan bahwa cara menghafal Al-Qur’an yang kita lakukan itu mudah.

 

  1. Mengakrabkan Diri dengan Al-Qur’an

Akrab dengan Al-Qur’an merupakan salah satu cara menghafal Al-Qur’an dengan mudah dan cepat yang paling ampuh. Jangan pikirkan metode menghafal Al-Qur’an yang ribet terlebih dahulu. Tapi pikirkanlah bagaimana caranya mulai hari ini saya bisa membaca 5 juz per hari atau hari ini harus hafal 1 ayat per hari.

 

  1. Memperbaiki Bacaan

Sebelum mulai menghafal Al-Qur’an dengan mudah, kita sebaiknya memperbaiki bacaan. Hal ini perlu agar kita terhindar dari salah baca dan membuat kekeliruan. Menghafal Al-Qur’an memang mempunyai keutamaan yang banyak, tapi kalau cara membaca Al-Qur’an masih banyak yang keliru, bisa membuat pahala berkurang.

 

  1. Menggunakan Satu Jenis Mushaf Al-Qur’an

Karena struktur dan tampilan halaman Al-Qur’an terkadang berbeda-beda tiap penerbit, pastikan menghafal dengan mushaf yang sama sampai selecek-leceknya. Analogi menghafal Al-Qur’an itu sebenarnya mirip dengan merekam gambar ke dalam memori. Sehingga bentuk mushaf itu akan memengaruhi struktur hafalan kita di memori otak.

 

  1. Murojaah (Baca Berulang-ulang)

Semakin sering mengulangi satu ayat, akan lebih mudah ayat tersebut melekat di dalam ingatan kita. Jadi, jangan sampai karena sudah merasa hafal beberapa halaman, kita tinggal hafalan tersebut tanpa mengulanginya dalam waktu yang lama. Hal ini akan menyebabkan hilangnya hafalan tersebut.

 

  1. Pasang Target Menghafal Al-Qur’an

Terkadang, di tengah menghafal Al-Qur’an, kita biasanya mengalami kendala seperti susah masuk atau hafalan yang sudah dihafal lupa lagi. Kalau sudah begitu, semangat kita  biasanya akan berkurang. Sehingga kita merasa bahwa Al-Qur’an susah untuk dihafalkan. Agar kita tidak patah semangat, kita harus pasang target dalam menghafal Al-Qur’an.

Pemuda merupakan generasi penerus bangsa memang telah menjadi suatu pemahaman yang tidak baru lagi. Bahkan kemajuan suatu bangsa juga sering dikaitkan dengan bagaimana peran pemuda di dalamnya, seperti bagaimana produktifitas pemuda demi kemajuaan dan eksistensi bangsanya. Tidak terkecuali bagi bangsa Indonesia, generasi muda juga menjadi suatu tonggak bagi kemajuan dan pembangunan bangsa.

 

 

Hal ini bahkan sudah terjadi dari masa perjuangan sejarah kemerdekaan Indonesia, yaitu saat adanya beberapa peranan pemuda dalam meningkatkan semangat perjuangan demi mengusir penjajah dan mencapai cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, dalam kesempatan kali ini akan dibahas mengenai peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa, apa dan bagaimana pemuda seharusnya berperan sebagai kunci atau penerus bangsa Indonesia.

 

Memang ketika pernyataan peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa biasanya lebih mengarah pada masa-masa sekarang, tetapi bukan berarti peran pemuda kemerdekaan RI dimana lalu bukan merupakan sebuah penerus bangsa. Bahkan jika di pikir ulang tanpa peran pemuda di masa perjuangan dulu, maka bangsa Indonesia mungkin tidak dapat berdiri kokoh seperti sekarang ini. Inilah mengapa peranan pemuda, terutama pemuda Indonesia sendiri bagi bangsa Indonesia sudah terjadi sejak dahulu dan juga tercatat didalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, mengingat kembali apa saja peranan pemuda dimasa sejarah tersebut juga penting sebelum mengetahui atau memahami peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa saat ini.

 

 

Peran pemuda dalam sejarah yang pertama bisa di lihat dari adanya pergerakan Budi Utomo yang berlangsung pada tahun 1908. Setelah itu ada pula peristiwa Sumpah Pemuda yang terjadi pada tahun 1928 dimana menghasilkan ikrar Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak sejarah pergerakan pemuda seluruh Indonesia dalam semangat kemerdekaan Indonesia. Ada pula peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 yang mana juga menyangkut golongan muda didalamnya. Terlebih lagi banyak sekali pergerakan pemuda, pelajar, dan juga mahasiswa yang berlangsung pada sekitar tahun 1966, hingga pergerakan mahasiswa yang kemudian berhasil meruntuhkan kekuasaan orde baru pada tahun 1998 yang juga sekaligus mengantarkan bangsa Indonesia pada masa reformasi.

 

 

Dilihat dari beberapa peristiwa sejarah yang penting untuk dikenang tersebut, memang dapat disimpulkan bahwa peran pemuda dalam mencapai suatu kemerdekaan Indonesia menjadi suatu titik awal dari peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa. Hal ini juga membuktikan bahwa pemuda menjadi suatu tonggak bagi bangsa Indonesia dalam masa pembangunan nasional, artinya bahwa penting adanya peran pemuda dalam pembangunan nasional. Sebagai penerus bangsa, generasi muda berarti menanggung harga dan martabat bangsa Indonesia terutama di dunia Internasional, dimana persaingan dan penjajahan identitas bangsa dapat berlangsung di berbagai macam bidang kehidupan. Oleh sebab itulah penting pula menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda dan juga sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Lalu apa saja peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa, terutama dalam masa atau jaman yang semakin global dan berkembang modern ini.

 

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa pemuda merupakan generasi penerus bangsa Indonesia, maka sebenarnya generasi muda juga menjadi komponen yang penting dan perlu dilibatkan dalam pembangunan bangsa Indonesia, baik secara nasional maupun daerah. Mengapa demikian? Hal ini berkaitan erat dengan dasar dari generasi muda yang sebenarnya memiliki fisik yang kuat, pengetahuan yang baru, inovatif, dan juga memiliki tingkat kreativitas yang tinggi pula.

 

Kondisi tersebutlah yang membuat peranan pemuda sebenarnya penting dalam proses pembangunan bangsa Indonesia maupun sebagai penerus bangsa. Tanpa adanya peranan generasi muda atau pemuda Indonesia maka bangsa Indonesia pastinya akan sulit mengalami perubahan dan akan mudah pula kehilangan identitas bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa sebenarnya memiliki beberapa peranan yang seharusnya dapat dilakukan oleh para pemuda Indonesia. Beberapa peranan tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut:

 

  • Agent of Change

Peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa Indonesia yang pertama dapat dilihat dari peran pemuda sebagai agent of change atau agen perubahan. Artinya bahwa pemuda Indonesia sebenarnya memiliki peranan untuk menjadi pusat dari kemajuan bangsa Indonesia itu sendiri. Dalam hal ini dapat dilakukan melalui pengadaan perubahan-perubahan dalam lingkungan masyarakat, baik secara nasional maupun daerah, menuju kepada arah yang lebih baik lagi pada masa yang akan datang. Hal ini pula yang menjadi alasan mengapa ada pernyataan seperti peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa, karena yang menentukan kemajuan bangsa Indonesia dimasa depan adalah para generasi mudanya melalui keberhasilan perubahan-perubahan positif yang dapat dilakukan. Memang berbagai macam tantangan pastinya akan dihadapi atau dialami oleh para generasi muda, tetapi setidaknya para pemuda dapat kembali menengok pada makna sumpah pemuda atau pun makna kemerdekaan Indonesia.

 

Di mana segala tantangan yang ada akan dapat dihadapi jika perbedaan-perbedaan yang ada dapat dihadapi dengan positif dan dilakukan secara bersama-sama yang juga sesuai dengan asas Bhinneka Tunggal Ika. Seperti melalui upaya saling memotivasi dan mendorong adanya kemajuan pada masyarakat. Salah satu kunci agar dapat sukses menjadi agent of change pastinya adalah keyakinan yang dimiliki para pemuda, maksudnya adalah para generasi muda harus yakin akan apa yang mereka miliki dan selalu melakukannya dengan baik dan benar.

 

  • Agent of Developmet

Selain menjadi agen perubahan, peran pemuda juga sebagai agent of development atau agen pembangunan sebagai penerus bangsa. Artinya bahwa para pemuda Indonesia memiliki peran dan tanggung jawab dalam upaya melancarkan atau melaksanakan berbagai macam pembangunan di berbagai macam bidang, baik pembangunan nasional maupun pembangunan daerah.

Mengapa agen pembangunan juga menjadi suatu peran penting pemuda sebagai penerus bangsa? Hal ini disebabkan karena para pemuda Indonesia wajib menjaga eksistensi bangsa Indonesia di kancah dunia, serta selalu dapat memberikan kesan yang baik di mata dunia. Sebagai contoh seperti mengembangkan bidang kebudayaan daerah Indonesia, kemudian memperkenalkannya pada dunia internasional.

Bahkan agen pembangunan disini bukan hanya sebatas pembangunan fisik maupun non fisik secara nasional dan daerah saja, tetapi juga menyangkut mengenai kemampuan pengembangan potensi generasi muda lainnya. Artinya adalah diperlukan adanya upaya bagaimana potensi dan produktifitas yang ada di diri para generasi muda dapat dikembangkan secara bersama-sama demi mencapai tujuan pembangunan bangsa Indonesia dimana sekarang maupun dimasa yang akan datang.

 

  • Agent of Modernizations

Peran yang selanjutnya adalah menjadi agent of modernization atau agen pembaharuan bangsa Indonesia. Artinya bahwa para pemuda Indonesia wajib memiliki kemampuan dalam menganalisa perubahan zaman yang pastinya memberi pengaruh besar pada bangsa Indonesia, sehingga mereka dapat memilih mana yang memang perlu untuk dirubah dan juga mana yang seharusnya dipertahankan.

Sebagai contoh seperti perkembangan teknologi yang semakin maju di berbagai bidang, dimana melalui aktivitas pemuda pula bangsa Indonesia kemudian dapat menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi yang semakin maju, sehingga tidak menjadi suatu bangsa yang tertinggal. Namun dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin maju dan modern juga menjadikan segala pengaruh bahkan kebudayaan asing masuk lebih mudah, maka disinilah muncul tantangan bagi pemuda Indonesia untuk tetap dapat mempertahankan identitas bangsa Indonesia.

 

  • Membangun Pendidikan

Pendidikan merupakan suatu pondasi dari berbagai peranan diatas, tanpa adanya pendidikan yang kuat maka para pemuda Indonesia pastinya akan merasakan kesusahan dalam menjalankan peran mereka sebagai generasi penerus bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, wajib berpendidikan juga penting untuk ditanamkan pada generasi muda bangsa Indonesia. Beberapa peran pemuda dalam membangun pendidikan di Indonesia juga dapat dilihat dari adanya banyak tenaga pendidik yang masih tergolong muda dan semangat memberikan pendidikan yang bermutu pada generasi penerusnya. Belum lagi banyak pula kegiatan-kegiatan pemuda Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan terutama pada daerah-daerah terpencil di pulau-pulau yang tersebar diseluruh pelosok bangsa Indonesia. Kondisi tersebut juga sudah termasuk dalam upaya para pemuda Indonesia sebagai generasi penerus bangsa dalam usahanya membangun pendidikan yang lebih baik lagi dari masa-masa sebelumnya.

 

  • Memiliki Semangat Juang yang Tinggi

Peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa yang terakhir adalah tertanamnya jiwa semangat perjuangan yang tinggi pada generasi muda baik pada masa sekarang maupun masa terdahulu. Hal yang dapat dilakukan adalah seperti selalu berusaha sebaik mungkin untuk dapat mencapai prestasi yang membanggakan bangsa Indonesia di mata dunia, menghilangkan jiwa mudah menyerah, menjaga kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia, dan lain sebagainya. Terlebih lagi semangat pemuda dalam usahanya mencapai tujuan pembangunan nasional, seperti dengan menyampaikan ide-ide pembangunan yang baru maupun keinginan untuk terjun langsung dalam pembangunan bangsa Indonesia. Walaupun kegagalan sering dialami oleh para pemuda Indonesia, tetapi perlu diingat kembali untuk tidak mudah menyerah karena sebenarnya kegagalan merupakan suatu awal dari kebangkitan dan juga kesuksesan. Tidak lupa pula, semangat yang tinggi ini juga dapat diraih dengan terus menerapkan makna sumpah pemuda dan juga makna kemerdekaan Indonesia.

 

 

Itulah dia beberapa peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa yang penting untuk dipahami dan juga diupayakan untuk dilakukan demi kebaikan bangsa Indonesia sendiri, baik masa masa dahulu, sekarang, maupun di masa depan. Dari beberapa peranan tersebut juga dapat disimpulkan bahwa memang benar pemuda merupakan suatu tonggak atau kunci dari adanya pembangunan dan perubahan yang terjadi pada bangsa Indonesia, oleh sebab itulah pemuda dianggap sebagai suatu penerus bangsa, terutama bagi bangsa Indonesia sendiri. Dengan adanya peran pemuda yang signifikan, seperti peran generasi muda dalam mengisi kemerdekaan, dapat menjadi suatu langkah atau pintu awal bagi bangsa Indonesia untuk menjadi lebih maju dan berkembang lagi dimasa yang akan datang, terlebih di mata dunia. Demikian ulasan mengenai peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa, semoga bermanfaat.