Ini Cara Menghafal Al-Qur’an Buat Pelajar Sob

    Sob menghafal Al-Qur’an bisa dilakukan kapan pun, bahkan di tengah kesibukan bekerja, nah menurut ustaz Yusuf Mansyur cara menghafal Al-Qur’an bagi pelajar sibuk kayak kita cukup dengan one day one ayat atau satu hari satu ayat namun berulang, lagi dan lagi, terus dan terus.  

Agar semakin hafal, ayat tersebut bisa pula dibaca saat salat wajib ataupun sunah, termasuk ketika menjadi imam salat. Kemudian menjelang tidur, kata dia, ulangi kembali ayat yang sudah dihafal dan yang baru dihafal. Selanjutnya, bentuk komunitas menghafal Al-Qur’an.  

“Jangan menghafal sendiri. Jadi, bisa tukar-tukar peran, setor-setoran hafalan. Saling baca satu sama lain, saling menyimak satu sama lain, yang paling efektif, komunitas itu ya keluarga bareng-bareng menghafal satu hari satu ayat,” ujarnya.  

Ia mengingatkan, jangan lupa saat menghafal Al-Qur’an, niatkan untuk menghafal 30 juz. Harapannya supaya saat kita meninggal tetap mendapat pahala seolah hafal 30 juz, meski sebenarnya baru hafal 5 juz.  

“Ini sama seperti orang yang dari Asar sudah niat mau salat malam, eh Magribnya meninggal, maka amal terakhirnya yang tercatat adalah salat malam meski belum terlaksana,” ujarnya.  

Jika menghafal satu hari satu ayat masih terasa berat, ustaz YM menuturkan, menghafal bisa dilakukan dengan satu pekan satu ayat. Cara tersebut bisa dipilih asalkan rutin dijalankan. Sambil menghafal, lanjutnya, jangan lupa menadaburi makna berbagai ayat dalam Alquran.  

“Di lihat-lihat terjemahannya, dibaca sambil ditulis atau dicatat yang ditemui, yang diperhatikan, yang didapat, dan yang digali, maupun yang tergali. Jadi, tambah kuat hafalannya,” kata Ustaz YM.  

Dia menambahkan, menghafal Alquran perlu niat, tetapi jangan cuma menghafal untuk diri sendiri. Niatkan agar sebanyak mungkin orang di bumi juga hafal Alquran.  

“Sehingga ketika kita meninggal dunia, seakan satu bumi sudah hafal Alquran. Itu pahala kekuatan niat,” tuturnya. Dia menjelaskan, memulai sua tu kegiatan baik, seperti meng hafal Alquran, memang berat. Apalagi, bila kita tidak terbiasa atau belum pernah melakukannya sama sekali.

Kan Mahal, Maka Kesehatan Kudu Dijaga Sob

 

Sob di era modern, manusia seakan dituntut untuk bekerja secara cepat dan mampu mengerjakan banyak hal dalam satu waktu. Tuntutan ini ternyata bisa dirasakan semua orang termasuk kita sebagai pelajar!  Terkadang tuntutan untuk menjadi multitasker andal membuat kita lupa menjaga pola hidup sehat seperti tidur larut malam, kurang berolahraga, tidak menjaga pola makan, bahkan sering memaksakan diri sendiri tidak beristirahat demi menyelesaikan berbagai macam kewajiban. Waduh.

 

 

 

Tahukah kamu bahwa beberapa kebiasaan buruk di atas dapat menimbulkan berbagai macam penyakit? Salah satu penyakit yang paling sering muncul dikalangan multitasker yakni asam lambung. Penyakit asam lambung yang memiliki nama ilmiah Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan kondisi naiknya asam lambung menuju esophagus. Esofagus sendiri adalah saluran pencernaan yang menghubungkan mulut dengan lambung. Nah ternyata, naiknya asam lambung disebabkan oleh Lower Esophageal Spincher (LES) atau otot pada bagian bawah dari esophagus yang tidak berfungsi. LES berfungsi sebagai pintu otomatis ketika makanan dan minuman turun ke lambung. Setelah makanan atau minuman masuk, LES akan menutup untuk mencegah asam dan makanan yang ada di lambung agar tidak naik kembali ke esofagus. Apabila LES menjadi longgar dan tidak dapat menutup dengan baik, asam lambung bisa keluar dari perut dan menyebabkan penyakit asam lambung. Kebiasaan buruk seperti begadang, tidak menjaga pola makan, dan kurangnya berolahraga adalah kebiasaan yang bisa membuat LES ini tidak berfungsi secara normal.

 

 

Selain kebiasaan tersebut, kebiasaan buruk lain yang turut andil menjadi penyebab naiknya asam lambung yakni terlalu banyak konsumsi coklat, kafein, bahkan merokok. Kebiasaan-kebiasaan itu dapat membuat otot LES menjadi rileks sehingga asam lambung bisa naik. Nggak cuma itu, ternyata masih ada hal lain yang bisa menyebabkan naiknya asam lambung. Dr. Eunice Pingkan Najoan, SpKJ menyampaikan, bahwa sebagian besar pasiennya yang menderita GERD, salah satunya dipicu oleh pikiran yang stress, “Biasanya penderita GERD ini asam lambungnya naik karena banyak pikiran dan jadi tekanan bagi dirinya. Begitu pula sebaliknya, jika asam lambung naik juga bisa menimbulkan stress. Karena otak dan lambung juga saling terhubung”.

 

 

Ini dia yang perlu kamu perhatikan. Tuntutan untuk bekerja cepat dan multitasking terkadang tidak hanya membuat pola hidup berubah, tapi juga bisa menimbulkan stress yang akhirnya memicu munculnya penyakit asam lambung. Padahal jika sudah terkena asam lambung, kita akan banyak menjumpai dampak buruk loh! Selain mengganggu produktivitas, asam lambung juga bisa menimbulkan kerusakan gigi karena cairan lambung yang naik ke esophagus dan mulut dapat mengikis enamel gigi (lapisan luar gigi) yang keras. Radang kerongkongan pun bisa terjadi karena lapisan esofagus yang teriritasi hingga membengkak dan menyebabkan luka di kerongkongan dan struktur esofagus. Asam lambung juga bisa memperparah asma hingga membuat sesak nafas karena secara tidak sengaja tersedot saat bernapas. Dan yang paling menakutkan adalah kanker kerongkongan, yang dapat terdeteksi dari penurunan berat badan secara drastis dan kesulitan menelan.

 

 

Kamu tentu nggak mau berurusan dengan asam lambung dan penyakit lain di atas kan? Oleh karena itu, kita perlu menjaga kesehatan dan pola hidup. Meskipun tuntutan untuk mengerjakan berbagai macam tugas sangat banyak, jangan sampai kita lupa istirahat atau lupa menjaga pola makan. Hindarilah mengkonsumsi terlalu banyak coklat dan kafein.

 

 

Nah, bagi kamu yang terlanjur mengalami penyakit asam lambung, tak perlu khawatir karena penyakit tersebut masih bisa diobati. Selain melakukan cek kesehatan secara rutin, kita juga bisa mengkonsumsi buah pisang, jahe, apel, susu segar, teh hangat, dan makanan yang mengandung vitamin B seperti kacangan- kacangan, bayam, ikan salmon, tuna, dan sarden. Makanan-makanan tersebut bisa membantu menghindari kambuhnya penyakit asam lambung. Yang terpenting, selalu jaga pola hidup sehat ya Sob!

 

Mereka yang berangkat untuk memberi, pasti akan pulang dengan membawa.
Mereka yang  menanam kebaikan, kelak akan memetik manisnya kebaikan.
Mereka yang berjalan menikmati dunia, akan berlari mengejar indahnya akhirat.

 

 

Allah tak pernah salah hitung, tak mungkin juga salah ukur. Allah itu selalu tepat waktu, hanya kita yang terlalu terburu-buru. Terburu-buru melabeli diri kita tak bisa apa-apa. Terburu-buru menilai orang lain lebih hebat dari kita. Terburu-buru ingin segera menjadi mereka. Ujung-ujungnya apa? Mata kita terlalu sibuk melihat kanan kiri, tapi lupa menatap derap langkah kaki kita sendiri. Akhirnya arah langkah kita yang salah. Kita lupa kalau ternyata setiap orang sudah memiliki zona waktunya tersendiri. Zona waktu untuk menjadi dirinya sendiri dengan menatap lurus ke depan, memandangi dirinya yang hebat pada yang akan datang.

 

 

Potensi dan waktu kita terlalu berharga untuk sekadar digadai merisaukan kehebatan orang lain. Menghebatlah digaris takdir kita sendiri. Tak masalah jalan kita masih pelan. Tak masalah hasilnya belum kelihatan. Selama kita fokus dijalur yang sedang kita lalui, kita telah mengantongi sebuah kepastian bahwa kita sedang bergerak. Dan orang yang bergerak akan sampai pada tujuannya. Karena kita memang tidak bisa mengubah takdir, namun kita bisa megubah cari pandang kita tentang takdir yang sedang menimpa.

 

 

Keajaiban itu akan hadir saat kita menggantungkan seluruh urusan kepada-Nya, tempat bermuaranya seluruh kemungkinan dan kemustahilan. Siapa saja yang mampu berpasrah dengan kepasrahan terbaik. Mampu berpasrah dengan keterserahan sempurna. Sanggup bergantung dengan ketergantungan tanpa cela, maka Allah sendiri yang akan turun tangan, menyelesaikan masalah-masalahnya dengan keajaiban yang tak pernah terduga sebelumnya. maka luruskan kembali hati dan niatmu itu, karena Tuhan sesuai dengan prasangka hamba-Nya.  Bekerja, bekerja, bekerja, lalu keajaiban.

 

 

Selesaikan urusanmu, dan biarkan Dia menyelesaikan urusan-Nya untukmu. Dialah Allah, Yang Maha Esa tempat  bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

 

 

HUT ke-77 Republik Indonesia

77 tahun, sudah barang tentu tak muda lagi.

77 tahun, Indonesia berjibaku dengan ragam perubahan di sana sini.

77 tahun, dan Indonesia masih berjuang mewujudkan kesejahteraan rakyatnya hingga saat ini.

Meski telah merdeka, namun jangan terlena. Sebab kemerdekaan tidak didapat secara cuma-cuma. Kemerdekaan adalah bukti bahwa perjuangan pahlawan itu nyata. Kemerdekaan adalah bentuk penghambaan tertinggi kita pada Tuhan Yang Maha Esa. Kemerdekaan bukan tanda untuk berhenti berjuang, tapi tanda untuk berjuang kembali sekuat tenaga.

HUT Ke-77 Republik Indonesia. Meski pandemi masih membersamai, semoga bangsa ini semakin kuat. Semoga toleransi, persatuan, kesatuan, dan kemajuan tak sekadar pemanis semata.

Waktunya bangkit dan songsong Indonesia lebih baik. Merdeka!

Sob, Alquran merupakan pedoman utama khususnya bagi umat Islam dan bagi siapapun yang ingin mengambil pelajaran darinya. Alquran bukan sekadar bacaan melainkan pedoman yang mengandung langkah demi langkah dalam menghadapi setiap permasalahan kehidupan. Melihat kondisi sekarang yang sangat memprihatinkan di mana akhlak dan sopan santun seolah diabaikan. Salah satu solusi dari hal ini ternyata ada di dalam Alquran contohnya: ketika remaja seusia kita sudah bisa diajak berkomunikasi maka kita kudu mau diajarkan mengenal Allah melalui nash-nash Alquran sehingga kita merasa diawasi setiap saat bahkan ketika orang tua tidak berada di dekat kita. Jangan lupa kita juga perlu tahu tentang batasan pergaulan antara laki-laki dan perempuan melalui pemahaman Alquran. Pemahaman dan pendekatan melalui ayat-ayat Alquran akan membuat kita merasa bahwa Alquran sebagai pedoman yang harus ditaati dalam kehidupan.     Kuy kita berkenalan dengan Alquran agar terbentuk imunitas diri dari beragam maksiat yang mengintai. Tahukah kamu jika maksiat diibaratkan seperti virus yang akan menyerang siapa saja dengan memiliki imunitas lemah lho, begitulah dengan maksiat yang akan menyerang siapapun yang memiliki iman yang lemah, maka membentengi diri dengan hafalan Alquran menjadi solusi agar kita terjauh dari kemaksiatan Sob. Wallahu A’lam.   Sumber: https://www.kaskus.co.id/thread/5aabccf91ee5df9b208b4568/al-quran-solusi-kenakalan-remaja/

Oleh: Rosyid, SH

Setiap orang ingin sukses. Tidak ada yang ingin menjadi pecundang, gagal, dan kalah. Mungkin arti sukses di dunia ini sebanyak jumlah manusia itu sendiri, karena setiap orang memiliki arti sukses mereka sendiri. Sukses adalah sesuatu yang kasat mata. Ia ada dalam diri kita, ada dalam pikiran kita. Sebenarnya untuk apa kita mengejar kesuksesan? Apa yang menjadi dasar alasan yang mendorong kita untuk meraih kesuksesan? Ada banyak hal yang menjadi alasan kenapa kita rela bekerja keras demi meraih kesuksesan yang kita impikan.

 

Being Happy

 

Menjadi bahagia adalah sebuah hal yang harus dimiliki semua orang tanpa terkecuali. Tubuh yang bahagia akan lebih mudah dalam menjalankan aktivitas. Ketika kita sukses menyelesaikan sekolah, kuliah, atau pekerjaan, kita akan merasa bahagia. Ketika kita sukses menjadi seorang pengusaha kita bahagia. Saat kita sukses menjadi apa yang kita inginkan, kita akan merasa bahagia. Kebahagiaan tidak hanya kita rasakan saat kesuksesan tersebut sudah dapat kita raih. Tapi melalui proses yang kita lalui, bekerja, dan berusaha meraih kesuksesan.

 

Being a Child

Sebenarnya ketika kita ingin menjadi orang sukses kita harus berpikir seperti anak kecil. Mengapa? Ternyata banyak sekali sifat positif anak kecil yang tidak dimiliki oleh orang dewasa. Sifat pantang menyerah, seorang anak kecil memiliki sifat ini yaitu pada umumnya seorang anak kecil atau baby selalu berusaha mempelajari sesuatu hingga mereka berhasil, coba kamu perhatikan ketika anak kamu mulai belajar berjalan, dia mulai dari merangkak kemudian berdiri dan terjatuh lagi, entah tak terhitung berapa kali seorang anak kecil terjatuh dalam proses belajar berjalan namun tak pernah berhenti untuk belajar meskipun selalu terjatuh, bandingkan dengan diri kamu sudah berapakali kamu terjatuh dan bangkit lagi karena itu jika kamu ingin sukses miliki sifat pantang menyera, karena itu jangan lihat berapa kali kamu gagal tapi lihatlah sudah berapa kali kamu bangkit dari kegagalan.

 

Kedua mudah memaafkan, kalau kita mencermati perilaku anak kecil kadang mereka bertengkar satu sama lain hingga sala satu diantara mereka menangis, namun uniknya sesudah mereka menangis mereka kembali bermain bersama. Semua ini bisa terjadi karena adanya sifat yang mereka miliki yaitu mudah memaafkan kesalahan orang lain, dan susah melupakan kebaikan orang lain, bagaimana denganmu? Apakah kamu memiliki sifat pemaaf ini?

 

Ketiga positif thinking, seorang anak kecil di dalam pola pikirnya selalu melihat masalah secara positif dan dalam benaknya tak pernah ada kata gagal dan selalu ingin belajar dan mencoba hingga berhasil,coba saja kamu tanya anak kecil mau jadi apa dia pasti dia menjawab mau jadi polisi bahkan presiden mungkin juga kasus seperti ini kamu alami juga di waktu kecil, kenapa cita-cita mereka sangat tinggi semua itu disebabkan pikiran positif pada anak kecil sangat dominan, nanti setelah dewasa karena adanya faktor lingkungan maupun keluarga hingga pikiran negatif itu mulai mendominasi sehingga mereka tidak mengejar lagi cita-citanya, karena itu jika kamu ingin sukses bumi dan langit senantiasa berfikir positif dalam menghadapi masalah termasuk berpikiran positif kepada Tuhan.

 

Being a Striker

Konsentrasi dalam mengerjakan sesuatu atau fokus ketika menjalani kehidupan sekitarnya bahkan ketika mereka bermain bola selalu fokus pada saat itu, mereka tidak berfikir akan hari esok bahkan hari kemarin,mereka menyadari eksistensinya pada saat itu juga, sehingga mereka senantiasa bahagia,sangat kontras dengan kamu yang lebih fokus akan hari esok sehingga selalu gelisah dan tak tenang, karena itu kalau kamu ingin sukses maka fokuslah. Kekuatan fokus ini sungguh dahsyat lihat saja cahaya matahari kalau difokuskan bisa membakar apapun. Karena itu fokuslah sebagai langkah awal kamu menjadi sukses.

 

 

Mumpung Masih SMA, Kudu Paham Quarter Life Crisis

Oleh : Dinni Ramayani

 

“Keberhasilan orang lain bukanlah kegagalan bagimu”

 

Kutipan tersebut merupakan salah satu tulisan yang saya baca di blog Mr.Budi Waluyo. Barangkali, secara tidak sadar kamu sering merasa gagal ketika melihat teman berhasil meraih sesuatu. Kita mulai mengkhawatirkan diri kita sendiri yang berdampak pada menurunnya rasa percaya diri.

 

Berbicara tentang ini, ada inspirasi dari buku teh Novie Ocktaviane Mufti yang berjudul Healing Yourself, buku mantap untuk mereka yang tengah berada di masa Quarter Life Crisis (QLC) atau krisis seperempat abad. Pada zona ini kita rentan terkena virus “membanding-bandingkan dan penuh kekhawatiran”. Teh Novie dalam bukunya menceritakan bahwa semua orang tentunya sama-sama memiliki kekhawatiran pribadi tentang diri, kehidupan, dan masa depan. Pada usia 20-an, orang bilang kekhawatiran itu bertambah-tambah, bahkan mencapai puncaknya. Yap Haqers, itulah yang disebut masa QLC.

 

Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Karena, kata teh Novie dalam bukunya, di usia-usia inilah individu berhadapan dengan keputusan-keputusan yang boleh jadi berdampak permanen untuk kehidupannya, seperti memilih pekerjaan, pasangan hidup, merencanakan masa depan, melanjutkan studi, bahkan keputusan memilih cita. Awalnya mungkin terasa biasa saja melalui fase ini, namun sedikit demi sedikit kebanyakan orang akan bertanya-tanya, “Kok dia hebat ya udah bisa jadi selebgram di usia segitu? Kok dia keren bisa bikin usaha sambil kuliah?” dan pertanyaan lainnya. Disadari atau tidak, pertanyaan itulah yang yang membuat Quarter Life Crisis ini semakin besar , besar, besar dan menjadi monster dalam keseharian kita. Kita merasa tertinggal akan keberhasilan orang lain.

 

Lantas, sebagai seorang muslim, bagaimana kita menghadapi Quarter Life Crisis ini?

 

Pola pikir seorang muslim dan muslimah itu seharusnya tidak sama dengan orang kebanyakan, tidak akan galau. Kenapa ? Tauhid. Tauhid/Keimanan mengajarkan keyakinan dan kebergantungan kepada Allah. Bukan berarti khawatir itu tidak ada, tapi iman membuat kita tahu ke mana kita bisa bergantung dan mengembalikan segala urusan. Jadi, QLC ini bisa terkelola dengan baik dengan iman dan berbaik sangka pada Allah. Nah, sekarang kalau kita galau, coba cek lagi jiwa kita, apakah terpaut sama Allah? Cek juga amalan shalih kita, apakah berantakan?

 

Sebenarnya kita menyadari bahwa khawatir itu melelahkan. Sayangnya, kita sering mengkhawatirkan apa-apa yang sudah Allah tetapkan. Padahal, akan seperti apa pencapaian mimpi-mimpi kita, bagaimana kisah hidup kita, dengan siapa kita menikah, dan bagaimana aktualisasi diri kita sudah Allah atur sedemikian rupa. Teh Novie dalam bukunya juga melempar sebuah pertanyaan yang patut jadi renungan, “Apa mungkin ketika kita mengambil sikap untuk khawatir berarti kita tanpa sadar sedang ragu bahwa Allah adalah yang maha mengatur dan menjamin dengan baik segalanya?” Astaghfirullah.

 

Selalu ingat bahwa kita punya garis start masing-masing, kita punya lintasan masing-masing, punya finish masing-masing, dan yang perlu disadari adalah kita punya waktu masing-masing. Dan semua itu telah Allah desain, dan Allah tahu kapan waktunya semua ingin kita akan tertunaikan. Bukankah semua telah Allah kendalikan? Masa lalu, masa sekarang dan masa depan tak pernah luput dari pengawasan Allah Swt.

 

Lalu, maukah mulai hari ini kita tak lagi khawatir atas apa-apa yang sudah Allah jamin? Maukah mulai hari ini kita tepis segera kekhawatiran itu dengan keimanan pada-Nya?

 

 

 

 

Sejatinya Selalu Ada Kemudahan Dibalik Kesulitan Sob

Sob masalah dan kesulitan ada untuk menguatkan kita, bukan melemahkan. Masalah dan kesulitan ada untuk mendewasakan kita. Tanpa ada masalah dan kesulitan, barangkali kita tidak belajar menjadi dewasa. Namun demikian, wajar dan manusiawi bila kita bersedih saat menghadapi masalah dan kesulitan. Yang dilarang adalah berputus asa. Karena, putus asa itu sifatnya orang kafir (QS. 12: 87) dan orang tersesat (QS. 15: 56).
Seorang mukmin haruslah memiliki ketangguhan mental dan spiritual saat menghadapi masalah serumit apapun dan kesulitan seberat apapun. Layaknya Bunda Hajar ketika hadapi kehausan Ismail di tengah padang pasir gersang dan tiada oase sekalipun.
Sejatinya, Allah telah menjanjikan satu kesulitan diapit banyak kemudahan. Ini jaminan-Nya yang tertuang indah dalam Alquran. Saksamailah firman indah-Nya dalam surat Al-Insyirah ayat lima dan enam. “Maka, sesungguhnya bersama kesulitan (al-‘usr) ada kemudahan (yusran). Sesungguhnya, bersama kesulitan (al-‘usr) ada kemudahan (yusran).” (QS. Al-Insyirah [94]: 5-6).
Perhatikan, ketika Allah menyebut kesulitan, ada alif lam yang melekat. Ini artinya, al-‘usr bentuknya isim makrifat Sob. Sedangkan ketika Allah menyebut kemudahan tiada alif lam melekat. Ini artinya, yusran bentuknya isim nakirah. Isim makrifat bermakna spesifik, khusus, tertentu. Sedangkan, isim nakirah bermakna general, luas, banyak. Artinya, kesulitan pada ayat enam adalah kesulitan yang sama dengan ayat lima. Sedang, kemudahan pada ayat enam adalah kemudahan yang berbeda dengan ayat lima.
Maka, makna ayat di atas selengkapnya adalah sesungguhnya bersama satu kesulitan ada banyak kemudahan. Indah sekali janji dari Allah ini. Tugas kita adalah mengerahkan kemampuan terbaik untuk menemukan jalan-jalan kemudahan tersebut.
Masihkah kita merasa lemah dalam menghadapi masalah dan kesulitan?
Disadur dari tulisan Muhammad Syafi’ie el-Bantanie

Ini Investasi Kami Dunia Akhirat Sob, Ikutan yuk!

Oleh: Syafei Al-Bantanie,Direktur Dompet Dh uafa Pendidikan

“Menolong layaknya sebuah investasi yang sangat menguntungkan. Kita akan memanennya disaat yang tepat.”

 

 

 

Alkisah, seorang ibu tua terlihat bingung di tepi sebuah jalan yang masih sepi. Mobil itu mogok. Ia tidak tahu harus berbuat apa karena ia tidak mengerti mesin mobil. Saat itu, seorang lelaki muda melintas di jalan itu mengendarai sepeda motor. Ia berhenti tepat di sebelah si ibu. Lelaki muda itu menawarkan bantuannya untuk mengecek mobil. Si ibu mempersilakan dengan senang hati.

 

 

 

Lelaki muda itu membuka kap mobil, mengutak-ngatik kabel-kabel di dalamnya. Kemudian, ia juga tak sungkan untuk masuk ke kolong mobil. Mungkin ada bagian yang harus dibetulkan. Kurang lebih 30 menit, lelaki muda itu mencoba membetulkan mobil si ibu.

 

 

 

“Sudah selesai. Silakan coba nyalakan mesinnya,” ujar si lelaki muda.

 

 

 

Si ibu menyalakan stater, dan suara mesin mobil mulai menyala. Alhamdulillaah, mobil itu sudah bisa berjalan kembali. Si ibu tampak gembira. Ia membuka dompetnya dan mengambil beberapa lembar rupiah. Si ibu menyerahkannya ke lelaki muda itu sambil berucap terima kasih.

 

 

 

“Maaf ibu, saya tidak bisa menerimanya,” tegas lelaki itu.

 

 

 

“Mengapa? Anda sudah menolong saya. Ini ungkapan terima kasih saya kepada Anda,” terang si Ibu.

 

 

 

“Maaf ibu, bagi saya menolong bukanlah suatu pekerjaan. Karena itu, saya tidak berhak menerima imbalan. Kalau ibu ingin berterima kasih kepada saya, silakan Ibu tolong orang lain yang membutuhkan pertolongan,” terang si lelaki muda.

 

 

 

“Baiklah kalau begitu. Tapi siapa namamu?”

 

 

 

“Namaku Ihsan.”

 

 

 

Si Ibu berpamitan sambil mengucapkan terima kasih. Mobil bergerak meninggalkan lelaki muda itu.

 

 

 

Di tengah perjalanan, si ibu singgah di sebuah kedai. Ia memesan makanan dan minuman. Seorang perempuan yang tengah hamil dengan sigap menyiapkan pesanan si Ibu. Melihat perempuan muda yang tengah hamil itu, si Ibu teringat dengan kata-kata Ihsan, “Kalau Ibu ingin berterima kasih kepada saya, silakan Ibu tolong orang lain yang membutuhkan pertolongan”.

 

 

 

Usai makan dan minum, si Ibu meminta bon. Ketika pelayan perempuan muda itu sedang membuatkan bon, si Ibu pergi tanpa diketahui pelayan perempuan itu. Pelayan perempuan itu menghampiri meja si Ibu. Ia bingung karena tidak mendapati si Ibu di mejanya. Di mejanya tergeletak secarik kertas dan uang yang cukup banyak.

 

 

 

Surat itu tertulis, “Di perjalanan, mobilku mogok. Ada seorang lelaki muda bernama Ihsan yang berbaik hati membetulkan mobilku. Akan tetapi, ia tidak mau menerima imbalan dariku. Ia meminta saya untuk menolong orang lain sebagai imbalannya. Aku melihat kau sedang hamil. Aku ingin membantu biaya persalinan anakmu nanti. Aku tinggalkan uang ini sebagai pembayaran makanan dan minumanku. Sisanya ambillah untuk biaya persalinan anakmu. Semoga kau berbahagia dengan suami dan anakmu”.

 

 

 

Perempuan muda itu berkaca-kaca membaca surat si Ibu. Sore hari, perempuan itu pulang ke rumahnya. Bertemu sang suami yang dicintainya. Malam harinya, saat si suami tertidur pulas karena lelah bekerja, si perempuan itu mengusap kepala suaminya sambil berbisik, “Mas Ihsan, kau tidak usah merisaukan biaya persalinan untuk anak kita. Keikhlasanmu menolong orang lain telah berbuah kebaikan untuk kita”.

 

 

 

***

 

 

 

Betapa indahnya hidup ini jika kita saling menolong satu sama lain. Menolong atas dasar keikhlasan bukan karena ada tujuan dibaliknya. Meski orang yang kita tolong tidak atau belum bisa membalas kebaikan kita, tetapi yakinlah Allah pasti menggerakan tangan-tangan lain untuk menolong kita saat kita membutuhkan pertolongan.

 

 

 

Satu kebaikan kecil bisa berarti besar bagi orang yang membutuhkan. Saya teringat kisah yang diceritakan teman saya. Ia bercerita tentang seorang supir angkot yang masih muda. Disaat jam kerja angkot-angkot berlomba-lomba mencari penumpang untuk mengejar setoran.

 

 

 

Ketika itu, ada seorang Ibu dengan tiga anaknya berdiri di tepian jalan. Setiap angkot yang lewat disetopnya, angkot itu berhenti sejenak, lalu jalan kembali. Tibalah angkot yang disupiri oleh pemuda ini yang distop oleh si Ibu.

 

 

 

“Mas, angkot ini sampe terminal bis ya?” tanya si Ibu.

 

 

 

“Iya, Bu,” jawab supir angkot.

 

 

 

“Tapi, saya tidak punya uang untuk bayar ongkosnya,” ujar si Ibu jujur.

 

 

 

“Nggak apa-apa, Bu. Ayo, naiklah,” sahut pemuda supir angkot.

 

 

 

Si Ibu dan tiga anaknya pun naik. Disaat supir angkot lain berebut penumpang untuk mengejar setoran, pemuda supir angkot ini malah merelakan empat kursi untuk Ibu dan tiga anaknya.

 

 

 

Saat sampai terminal, para penumpang turun juga si Ibu dan tiga anaknya. Ibu ini berucap terima kasih pada si pemuda supir angkot itu. Ada penumpang seorang bapak yang juga turun dan menyerahkan uang dua puluh ribu rupiah. Pemuda supir angkot itu memberikan kembalian enam belas ribu rupiah, namun bapak itu menolaknya.

 

 

 

“Ambil saja kembaliannya. Itu untuk ongkos Ibu dan tiga anaknya tadi. Dik, terus berbuat baik, ya,” pesan si Bapak itu pada pemuda supir angkot.

 

 

 

Lihatlah, betapa indah hidup saling tolong-menolong. Andaikan separuh saja penduduk bumi ini berpikir untuk menolong oranglain, maka akan damailah dunia ini. Karena itu, mari kita saling membantu dan menolong satu sama lain. Kita adalah saudara. Saudara itu laksana satu tubuh. Jika satu bagian tubuh merasakan sakit, maka bagian lain ikut merasakannya. Kemudian, sama-sama memulihkan bagian tubuh yang sakit itu.

 

 

 

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam.” (HR. Muslim).

 

———–
Hilang Tanpa Bekas
———–

Oleh: Muhammad Habibur Rohman

 

Ada bunga
Pelan-pelan
Pudar wanginya
Pelan-pelan sekali
Hilang kerlipnya
Dengan hati-hati
Menuju mati

(Kamis, 2017)