SMART Ekselensia Indonesia bekerjasama dengan NICE (NAMA Integrated Center for Excellence) mengadakan kegiatan Bright Boot Camp dengan tema utama “Smart Life Plan”. Kegiatan yang dihelat baru-baru ini dilaksnaakan selama tiga hari di aula Masjid Al-Insan LPI. Boot camp ini dilakukan secara hybrid satu hari daring dan dua hari luring. Pelaksanaan boot camp tetap mematuhi protokol kesehatan yang diberlakukan pemerintah.

 

Boot camp kali ini berbeda dengan sebelumnya, biasanya Boot camp tahun-tahun sebelumnya diikuti oleh siswa kelas 11 SMA, pada kesempatan kali ini boot camp diikuti oleh siswa kelas 8 SMP sebanyak 35 siswa. NICE sebagai penyelenggara kegiatan boot camp menghadirkan dua trainer yakni kak Uju Suli yang ternyata penerima manfaat BAKTI NUSA angkatan 5 dan kak Anggun sebagai mentor dan dua pendamping.

Di hari pertama siswa diminta mengisi pre test secara daring melalui LMS, setelah mengisi LMS para siswa kemudian mengikuti pembukaan boot camp dilanjut dengan materi pertama tentang hakikat penciptaan, para peserta masig-masing diminta menuliskan tujuan dari penciptaan, ada dua peserta yang diminta mempresentasikan hasil dari tulisannya. Siswa yang mewakili presentasi yaitu Bilal dan Raffa Al-Fayed, Bilal menjelaskan bahwa tujuan penciptaan adalah untuk beribadah sesuai dengan firman Allah dalam surat adz-Zariyat ayat 56 dan menjadi Khalifah (pemimpin) di muka bumi sebagaimana firman Allah Swt. dalam surat al-Baqarah ayat 30. Kemudian mentor menjelaskan tentang hakikat dan tujuan penciptan ada empat yaitu BAIK (Beribadah, Amr Ma’ruf Nahi Munkar, Indahkan semesta, Khalifah) Materi selanjutnya sebagai penutup  adalah mengenal diri sendiri dan lingkungan, mentor meminta para peserta menuliskan sejauh mana mereka mengenal dirinya masing-masing.

Pelaksanaan boot camp hari kedua dilakukan luring. Materi disuguhkan secara menarik serta apik, sesekali diselingi permainan agar peserta selalu antusias dan membosankan. Peserta diajak mengenal diri melalui materi mengenal potensi diri agar para siswa mampu menggali potensi yang mereka miliki. Menurut para pemateri kecerdasan dibagi menjadi kecerdasan majemuk, linguistik, matematis, sosial, musical, Kinestis, Interpersonal, dan Intraersonal, untuk memaksimalkan potensi kecerdasan tersebut  maka para siswa harus paham formula POWERS, Percaya diri, Orang yang tepat, Waktu yang terarah, Enrichment Effect, Reppetition, Share and speak. Para siswa diminta menuliskan potensi, minat dan bakat yang dimiliki kemudian disampaikan ke teman masing-masing. Kegiatan hari kedua ditutup dengan mengisi refleksi melalui LMS secara daring.

 

Di hari ketiga mentor memberikan materi “SMART Life Plan”, para siswa diminta menuliskan cita-cita dan pencapaian dalam kurun waktu lima tahun beserta langkah-langkah realistis. Setelah menuliskan cita-cita, para siswa mempresentasikannya di depan teman-temannya. Ada yang ingin menjadi Hafiz Al-Qur’an, ada yang ingin masuk Akademi Militer, ada yang ingin menjadi juara olimpiade matematika dan kebumian, menjadi pemain futsal handal, menjadi gamers, dan content creator. Di akhir kegiatan para siswa mengaminkan cita-cita yang akan mereka gapai.

 

Di  hari terakhir boot camp, sebagai kenang-kenangan para siswa memberikan kejutan untuk kakak-kakak mentor berupa doodle yang dibingkai rapi beserta banner yang sudah ditanda tangani. Kegiatan boot camp sangat berkesan bagi para siswa, mereka lebih memahami jati diri, pontensi yang dimiliki, dan cita-cita yang terarah.