Aku dan Lumajang

Bogor, 29 Desember 2015. Siang itu matahari seolah menantang kami. Menantang keberanian kami untuk keluar dari asrama menuju bus yang telah menunggu kami di parkiran. Kala itu kami, para punggawa SMART EI asal Jawa Timur, telah siap untuk berangkat menuju kampung halaman tercinta.

Setiap setahun sekali kegiatan pulang kampung sangat kami tunggu, ini merupakan momen yang akan kami selalu sukai. Setelah berbenah dan memastikan kalau semua ranjang rapi dan lemari asrama tim kami terkunci, aku dengan sigap memimpin grup Jawa Timur ke bus. Alhamdulillah pada Rabu (30 Desember 2015) aku dan rombongan Jawa Timur tiba di Stasiun Pasar Turi pukul 03.30 WIB dengan selamat dan bahagia. Kemudian kami berpisah dan pulang ke rumah masing-masing, agak sedih karena tidak bisa bersama lagi karena kami tinggal di daerah yang berbeda-beda. Beberapa ada yg dijemput, beberapa ada yang naik bis sendiri. Aku sampai rumah pukul 09.00 WIB, namun sebagai ketua tim aku harus memastikan dan memantau kondisi tim ku agar semua sampai rumah dengan selamat. Lega rasanya ketika mengetahui mereka sampai rumah tanpa kekurangan satu hal pun.

Sampai lupa, namaku Muhammad Fatih Daffa. Saat ini aku duduk di kelas 5 jurusan IPA. Aku lahir dan besar di kota Lumajang, kota yang dikenal dengan pisangnya. Iya pisang, karena kotaku termasuk kota yang terkenal akan kualitas pisangnya yang bagus. Di Lumajang kamu akan menemukan banyak hal menyenangkan seperti kulinernya yang maknyus, sebut saja lontong petis, lupis Lumajang, pecel telo, dan bledus (jagung pipil kering kemudian direndam semalaman) khas Lumajang. Aku bahagia karena akhirnya bisa bertemu dengan keluargaku lagi dan bermain bersama adik-adikku lagi, Alhamdulillah.

Selama liburan aku banyak menghabiskan waktu berplesir ria bersama keluargaku. Sekitar seminggu yang lalu lepas ba’da Dzuhur, aku dan keluargaku berangkat ke rumah kakek di Jember. Sesampainya di Jember, kami langsung pergi ke Pantai Payangan. Pantai Payangan memiliki pasir berwarna hitam, namun tetap cantik dengan air yang jernih dan bersih. Daya tarik lain dari Pantai Payangan ini adalah keberadaan bukit-bukit yang cukup tinggi yang ada disekeliling pantai, dari bukit-bukit ini kita bisa menikmati pesona Pantai Payangan dari ketinggian. Pokoknya keren. Di Pantai Payangan kamu akan menemukan banyak perahu-perahu nelayan yang sedang di parkir karena pantai ini merupakan salah satu pantai yang menjadi pusat kegiatan nelayan di Jember. Tanpa ba bi bu aku langsung berlarian bak orang kehilangan arah disepanjang bibir pantai sebelum berenang hahahaha.

Pantai Payangan masih terbilang bersih dan alami karena ternyata belum banyak wisatawan yang mampir ke sini. Walalupun sulit menemukan sampah di sini, tapi kadang aku geram jika menemukan satu atau dua buah sampah yang tergeletak di sana. Sangat disayangkan ketika alam memberikan kita pemandangan menakjubkan namun kita malah membalasnya dengan membuang sampah sembarangan, sungguh tidak menghargai alam sekali.

Selama di Jember kami bermalam di rumah salah satu sepupuku, suasana malam perkampungan selalu membuatku bahagia. Suasananya tenang, suara jangkrik di mana-mana, belum lagi suara angin yang berhembus memecah keheningan kala itu. Damai sekali. Paginya aku dan keluargaku kembali ke Pantai Payangan, kami kembali bersenang-senang sambil piknik. Karena aku jarang sekali menikmati pantai maka pada kesempatan kala itu aku membuat istana pasir super besar yang kemudian kuhancurkan lagi setelah jadi. Hahahaha, ternyata bagus juga untuk melampiaskan kekesalan lho.

Liburanku kali ini sungguh menyenangkan. Banyak bertemu teman, banyak bertemu saudara, banyak bertemu dengan orang-orang hebat di keluargaku yang belum pernah kutemui sebelumnya. Namun ada sedikit kesedihan tersendiri terutama ketika teman-teman dan adik-adikku kembali ke pesantren masing-masing karena waktu libur mereka telah usai. Sepi memang, namun aku masih bisa ikut berbagai kegiatan seru di kampung halaman seperti pesantren kilat yang diadakan tiap Shubuh, Maghrib, dan Isya. Selama di kampung aku juga jadi sering jogging di sore hari hehe, dan merawat kebun pisang keluarga bersama ayah dan ibu. Pokoknya liburanku hebat.

Kapan-kapan kamu harus mampir ke Lumajang ya.

Salam hangat dari Lumajang,

Muhammad Fatih Daffa

#YukPulangKampung

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.