Amalan Cerdas Ini Pas Kamu Terapkan di Bulan Ramadan

Amalan Cerdas Ini Pas Kamu Terapkan di Bulan Ramadan

 

Sob pernahkah kamu merasa banyak sekali melakukan kesalahan yang berujung pada dosa? Lalu apa yang kamu lakukan untuk menghilangkan dan meminimalisasi perasaan tersebut? Kalau kami biasanya banyak-banyak membaca Qur’an, karena kami tahu ketika membaca Quran kami akan mendapatkan pahala dan kebaikan dari kemuliaannya. Selain itu kami juga berusaha mencari amalan cerdas. Amalan cerdas? Apa itu? Jadi Sob amalan cerdas ialah amalan yang pahalanya bisa mengalir sampai  kita meninggal dunia. Nah kalau menurut Ustaz Adi Hidayat, LC amalan ini biasa disebut dengan Shodaqoh Jariyah.

“Ketika kita punya uang Rp 100.000. Bagaimana caranya agar uang Rp 100.000 tersebut awet sampai ke akhirat? Caranya, cari amalan cerdas. Misalnya belikan mushaf berikan ke penghafal Al-Qur’an. Begitu dibacakan Al-Qur’annya, kita dapat pahalanya,” lanjutnya.

Seperti sabda Rasulullah saw., “Dari Anas Radhiyallahu anhu , beliau mengatakan, ” Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu): Orang yang yang mengajarkan suatu ilmu, mengalirkan sungai, menggali sumur, menanamkan kurma, membangun masjid, mewariskan mushaf atau meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal”. Hadis ini diriwayatkan oleh al-Bazzar dalam Kasyful Astâr, halaman 149. hadis ini dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam shahihul Jami’ no. 3602

Salah satu nikmat besar Allah yang diberikan kepada hamba-Nya adalah menyediakan pintu-pintu kebaikan yang sangat banyak. Pintu-pintu kebaikan tersebut diberikan bagi mereka yang mendapat taufik dan hidayah semasa hidupnya, dan pahalanya akan mengalir ketika mereka meninggal. Karena orang yang sudah meninggal itu mereka tidak bisa lagi beramal dan mereka akan diminta pertanggunjawaban lalu diberi balasan dari perbuatan-perbuatan yang pernah mereka lakukan dalam hidup mereka.

Dengan memperbanyak amalan-amalan jariah, maka sebenarnya kita sedang menanam benih-benih pahala yang buahnya akan dipanen ketika seseorang sudah tidak berada di dunia lho Sob. Selama amalan kita bermanfaat bagi orang lain di dunia, maka pahala-pahala kita akan terus mengalir di akhirat kelak.

Semoga Allah Azza wa Jalla menghapus dosa-dosa kita dari pahala-pahala kebaikan yang kita lakukan dan senantiasa memberikan kita kesempatan untuk selalu berbuat kebaikan ya Sob.