Antimelas di Olimpiade Guru Nasional (OGN) 2018

Antimelas di Olimpiade Guru Nasional (OGN) 2018

Oleh: J. Firman Sofyan

Olimpiade Guru Nasional (OGN) tingkat Provinsi Jawa Barat 2018 dilaksanakan di Kota Cimahi. Peserta OGN adalah guru yang sudah lolos mengikuti tes daring (online) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sebanyak 90 guru dari seluruh kota dan kabupaten di Jawa Barat menjadi peserta OGN tahun ini. Berikut adalah rincian peserta OGN Jawa Barat:

  1. Guru Antropologi : 1 orang
  2. Guru Bahasa Indonesia : 25 orang
  3. Guru Bahasa Inggris : 14 orang
  4. Guru BK : 12 orang
  5. Guru Matematika : 25 orang
  6. Guru Agama Islam : 8 orang
  7. Guru Prakarya dan Kewirausahaan : 2 orang
  8. Guru Seni Budaya : 3 orang

SMA SMART Ekselensia Indonesia mengirimkan satu perwakilan dalam OGN tahun ini, beliau adalah Ustaz J. Firman Sofyan. Beliau menjadi peserta OGN mewakili Kabupaten Bogor untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia setelah dinyatakan lolos seluruh tahap seleksi, termasuk tahapan menulis makalah yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud.

IMG-20180326-WA0003

Kegiatan OGN dilaksanakan selama dua hari pada 21 s.d. 22 Maret 2018. Pembukaan OGN dilaksanakan di  Simply Valure Hotel (The Egde), Jalan Raya Baros No 57, Cimahi. Adapun pelaksanaan seleksi bertempat di SMP Negeri 2 Cimahi, Jalan Sudirman No 52, Baros, Kota Cimahi.

IMG-20180326-WA0001

Pada hari pertama, tepat pada pukul 13.00, peserta OGN harus melakukan registrasi ulang pada panitia. Setelah itu, peserta melakukan daftar masuk (check in) kamar hotel. Para peserta ditempatkan pada beberapa kamar sesuai dengan mata pelajaran masing-masing. Pukul 16.00, seluruh peserta mengikuti acara pembukaan OGN 2018. Dalam sesi ini, panitia menyampaikan beberapa teknis pelaksanaan lomba. Panitia pun menginformasikan beberapa kabupaten atau kota yang tidak mengirimkan satu pun perwakilannya dalam OGN tahun ini. Yang tidak luput diinformasikan adalah jumlah peserta yang akan menjadi pemenang dan akan melanjutkan perjuangan dalam OGN tingkat nasional, alias final. Finalis OGN adalah 15 peserta dengan nilai terbaik untuk setiap mata pelajaran dari seluruh Indonesia.

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Jawa Barat, Dr. Ir. H. Ahmad Hadadi, M.Si., tiba tepat pukul 17.00. Sosok cerdas dan berwibawa tersebut berpesan bahwa guru harus mengikuti perkembangan zaman, terutama penguasaan teknologi informasi (TI). Guru harus melek TI sehingga tidak ketinggalan zaman. Melek TI juga berarti guru mampu membuat pembelajaran yang menarik dan variatif. Selain itu, beliau pun mengharuskan guru menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Sudah bukan zamannya lagi sekolah yang menunjukkan kekerasan. Kini zamannya sekolah yang humanis dan memanusiakan.

Pada hari kedua, seluruh peserta memulai hari dengan sarapan pada pukul 06.00. Setelah itu, para peserta diantar dengan bus berkapasitas 60 kursi menuju lokasi tes.Tes daring (online) OGN dilaksanakan tepat pukul 08.00 di SMPN 2 Cimahi. Durasi semua mata pelajaran adalah 120 menit, kecuali Matematika. Para peserta seleksi dibagi ke dalam empat ruangan, yaitu:

  1. Ruang 1 : Guru Bahasa Indonesia
  2. Ruang 2 : Guru Matematika
  3. Ruang 3 : Guru BK, Guru Agama Islam
  4. Ruang 4 : Guru B. Inggris, Guru Antropologi, dan Guru Seni Budaya.

Seluruh peserta mengerjakan soal yang sudah disediakan dalam laman kesharlindungdikmen.id dengan akun masing-masing. Jika tidak yakin, guru tidak perlu mengerjakan seluruh soal karena ada sistem penilaian, yaitu nilai 2 untuk jawaban benar, nilai 0 untuk soal dikosongkan, dan -1 untuk jawaban salah. Peserta tidak diperbolehkan bekerja sama, menyontek, menggunakan alat bantu, atau menggunakan ponsel selama tes berlangsung. Ada empat pengawas di setiap ruangan. Pengawas tes merupakan panitia dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemdikbud.

Selesai mengerjakan tes, seluruh peserta kembali ke hotel dengan bus yang sama. Para peserta bisa merapikan pakaian dan properti yang dibawa seraya melakukan daftar keluar (check out) dari hotel yang cukup tua. Salat zuhur tentu tidak boleh alpa, menenangkan hati yang gundah. Santap siang menjadi agenda terakhir sebelum peserta kembali ke sekolah. Mari kita doakan Ustaz J. Firman Sofyan meraih hasil terbaik. Tidak ada salahnya juga berharap agar beliau menjadi 15 peserta terbaik dari seluruh Indonesia.