,

Asal  Berusaha, Pasti Bisa

Asal  Berusaha, Pasti Bisa

Oleh: Muhammad Ikrom Azzam, Alumni SMART Angkatan IX Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta

Nama saya Muhammad Ikrom Azzam. Saya  lahir di Jakarta pada 02 April 2000. Saya anak pertama dari empat bersaudara, saya adalah alumni SMART Ekselensia Indonesia Angkatan IX. Dua tahun yang lalu, saya baru saja menggunakan toga dan memulai memasuki ranah perkuliahan  di sebuah kampus negeri beralmamater hijau di Jakarta. Ada sebuah kisah menarik yang terjadi selama setahun terakhir tepat ketika saya memulai kehidupan di bangku perkuliahan.

Memilih jurusan kuliah bagi saya pribadi sama seperti menentukan masa depan. Memang kadang nasib baik bisa membawa salah jurusan ke posisi pekerjaan yang oke, tapi alangkah lebih baik kalau semua kita persiapkan dan rencanakan. Saya sendiri dari kecil bercita-cita sebagai diplomat dan politisi sehingga ingin sekali saya berkuliah di Universitas Indonesia jurusan Hubungan Internasional, namun ketika tes masuk baik SBMPTN dan UMPTKIN takdir berkata lain.  Alhamdulillah Allah masih  meloloskan saya di dua universitas dengan jurusan berbeda, Allah meloloskan saya di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Jurusan Pendidikan Bahasa Arab melalui jalur SBMPTN dan juga meloloskan saya di UIN Jakarta Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam melalui jalur UMPTKIN, memang bukan jalan dan rezekinya saya masuk jurusan dan kampus impian saya. Namun, saya percaya bahwa Allah selalu memberikan suatu rezeki yang dibutuhkan dan terbaik bagi hamba-Nya. Akhirnya, setelah beberapa pertimbangan dan menerima masukan dari orangtua, saya pun memilih jurusan yang sebenarnya saya baru pelajari yakni Pendidikan Bahasa Arab UNJ. Saya memilih jurusan ini meskipun belum memiliki dasar pelajaran sama sekali namun saya berniat bahwa di jurusan ini saya bisa mendalami intisari agama lewat Alquran dan hadis yang berbahasa Arab.

Awal perjuangan belajar di kehidupan perkuliahan dimulai ketika masuk semester pertama, kesan manis dan pahit terhampar di masa ini. Saya kewalahan beradaptasi dan berinteraksi dengan buku serta tulisan dosen di papan tulis yang dituliskan menggunakan huruf arab tanpa harakat, mendengarkan dosen mengajar menggunakan Bahasa Arab, belum lagi ketika masa ujian datang saya makin bingung dan gelisah karena membuat saya kian yakin kalau salah masuk jurusan.

Pertanyaan seperti “Apakah saya memang harus pindah kuliah atau pindah jurusan?” semakin menguat tiap harinya.

Meskipun pertanyaan tersebut terus membayangi, namun saya cukup tercengang melihat nilai hasil evaluasi semester satu yang tidak terlalu mengecewakan (IP saya saat itu 3.69). Entah kenapa saya semakin optimis untuk tetap berjuang dan berprestasi kembali. Karena itulah saya mulai mengikuti beragam perlombaan di beberapa PTS dan PTN di wilayah Jabodetabek.  Alhasil dalam waktu cukup singkat saya berhasil memenangkan sembilan penghargaan dari lomba yang saya ikuti. Rinciannya bisa kamu lihat di bawah ini:

  1. Juara 1 Story Telling Competition Tingkat Nasional di Pesantren IIQ
  2. Juara 2 Debat Keislaman Tingkat Nasional di Universitas Esa Unggul
  3. Juara 1 Lomba Dai Muda Tingkat Nasional di Fakultas Ekonomi UNJ
  4. Juara 2 English and Arabic Speech Contest Tingkat Nasional di UHAMKA
  5. Juara 1 Lomba Essai Bidikmisi UNJ
  6. Juara 3 Lomba Puisi Bahasa Arab di UNJ
  7. Juara 1 Lomba Ceramah Mahasantri Sulaimaniyah
  8. Juara Harapan 1 Lomba Mendongeng Tingkat DKI Jakarta
  9. Juara 1 Lomba English Speech Contest Tingkat Nasional di UHAMKA Limau

Untuk menjadi juara jelas tidak mudah, saya harus sering berlatih dan mempersiapkan mental. Saya selalu menekankan pada diri bahwa kalah menang itu biasa, yang penting ialah tetap semangat. Setiap mengikuti lomba saya selalu menyempatkan diri berdo’a, berharap menjadi yang terbaik, dan tak lupa meminta restu orangtua.

Terima kasih atas segala doa, dan dukungan yang diberikan terkhusus untuk orangtua saya, para donator, dan ustaz ustazah SMART Ekselensia Indonesia.