Asiknya Field Trip. Asiknya Bertani

WhatsApp-Image-20160512 (2)

Waktu menunjukkan pukul 05.30 WIB, namun kami sudah rapi jali, sudah makan pagi, sudah menyiapkan semua yang mau dibawa untuk field trip hari ini. “Wah? Field trip? Lagi?” Nng iya sih, tapi ini bukan field trip besar seperti beberapa bulan lalu Sob. Jadi, field trip kali ini merupakan bagian dari belajar juga, iya belajar di luar kelas. Ada tiga mata pelajaran yang bersatu padu seperti Biologi, Sosiologi (karena di dalamnya ada bahasan lingkungan hidup), dan juga Kimia.

16-05-11-11-10-19-809_photo

‘Enjoy Your Trip and Provide Benefits to Others” menjadi tema field trip yang khusus diadakan untuk kelas 4 jurusan IPA & IPS ini lho Sob. Pukul 07.00 WIB kami berangkat menuju Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) yang berlokasi di Jalan Tentara Pelajar, Cimanggu, Bogor. Kami didampingi oleh bu Dedeh, bu Dini, dan bu Eka, ditambah satu lagi kak Akhie yang sudah menunggu di lokasi. Pukul 08.00 WIB akhirnya kami sampai juga di sana, kedatangan kami langsung disambut perwakilan BBP2TP yang kemudian mempersilakan kami untuk masuk ke Aula Rapat. Wah ruangannya besar Sob, kami agak norak sampai beberapa dari kami dengan jumawa berlagak menjadi pimpinan dewan yang sedang melaksanakan rapat hehe. Selang beberapa lama kami kembali disambut pimpinan BBP2TP, setelah berbicara panjang lebar seputar profil BBP2TP ia berpesan agar kami tak putus asa dan bisa terus berjuang supaya bisa memajukan bangsa melalui pertanian.

WhatsApp-Image-20160512(1) WhatsApp-Image-20160512(2) WhatsApp-Image-20160512(3)

“Field trip ini bertujuan untuk mengasah kepedulian siswa pada lingkungan, dan semoga kegiatan ini memberikan banyak manfaat bagi seluruh siswa,” ujar bu Dedeh pada kesempatan kali itu.

Pada sesi pertama kami dibekali berbagai wejangan hebat, salah satunya dari bu Evi. Ia mengatakan bahwa bangsa kita masih tergantung dengan produk pertanian, namun masih banyak yang tidak dikembangkan dengan layak seperti umbi-umbian. Umbi-umbian banyak sekali dilupakan oleh masyarakat, padahal manfaatnya bagus sekali untuk tubuh, maka tak heran kalau saat ini banyak masyarakat yang terkena kanker usus karena kurangnya asupan serat alami baik untuk tubuh. Kanker usus sendiri merupakan pembunuh nomor 3 di Indonesia. Ia juga mengatakan kalau sebenarnya mudah untuk menanam tanaman pertanian, karena kita bisa memanfaatkan lahan di rumah.

20160511_080838_HDR

 

Setelah menerima banyak ilmu baru dari bu Evi, pada sesi kedua kami kembali mendapatkan materi lain yang tak kalah seru. Bagi kami materinya bukan sesuatu yang baru, karena ada juga di buku pelajaran, tapi yang ini lebih mendalam dan merinci penjelasannya Sob. Pak Miskat Ramdani, Tim Agro Edukasi, didapuk menjadi pengisi materi untuk kami siang itu, selagi memperkenalkan diri ia mulai menyalakan proyektor, sejurus kemudian kami semua memicingkan mata membaca judul di layar besar dihadapan kami yang bertuliskan “Bertanam Sayuran di Lahan Sempit Bisa Nggak ya?” Jujur membaca judulnya saja kami sudah senyam senyum sendiri dan membuat kami semakin penasaran sekali dengan bahasan materinya. Menurut pak Miskat praktik menanam beragam tanaman di daerah kota disebut juga pertanian perkotaan, di mana praktik budidaya tanaman tersebut membutuhkan pemrosesan hasil tanam dan distribusi bahan pangan di wilayah kota. Lahan yang digunakan bisa tanah tempat tinggal atau bisa juga memanfaatkan lahan tidur & lahan kritis atau memanfaatkan ruang terbuka. Tapi kalau ternyata kamu hanya punya pekarangan rumah untuk bercocok tanam juga tak masalah Sob, kalau kata pak Miskat ada empat level untuk mengoptimalkan pekarangan rumah antara lain level without homeyard, level medium homeyard, level narrow homeyard, dan level wide homeyard. Namun kalau kamu kesulitan, kamu bisa mempraktikkan cara seperti menggunakan ruang vertikulturs, vertiminaponik, wolkaponik, dan hidroponik. Setelah selesai menerangkan tak disangka ternyata teman-teman kita antusias sekali untuk bertanya lho, pak Miskat sampai kewalahan dibuatnya. Puas dengan sesi kedua, kami kembali diajak untuk menikmati sesi tiga, sesi yang kami tunggu-tunggu karena kami bisa langsung praktik bercocok tanam. Membayangkannya saja sudah senang.

16-05-11-10-31-02-553_photo

16-05-11-10-30-43-773_photo

16-05-11-10-29-44-431_photo

Kami keluar ruangan dan dibawa ke Taman Agro Edukasi, tempat di mana kami akan praktik langsung sekaligus belajar mengenal dunia pertanian. Kami yang dari awal sudah dibagi kelompok kembali dikelompokkan berdasar kelompok awal kami. Kelompok 1 bersama bu Eka, Kelompok 2 bersama kak Akhie, Kelompok 3 bersama bu Dini, dan Kelompok 4 bersama bu Dedeh. Kami saling bergantian untuk mengikuti berbagai sesi seru bersama pakar pertanian. Ada 4 sesi yang kami ikuti Sob seperti cara pembudidayaan wortel yang baik dan benar, cara menyangkok yang baik agar hasilnya sesuai harapan, pengenalan bibit tanaman dan bagaimana seharusnya bibit diperlakukan, dan terakhir kami belajar membuat tanaman hidroponik serta wolkaponik. Kami tak menyangka kalau semuanya (mulai dari bahan hingga proses pembuatan) mudah Sob, kami pikir akan sulit sekali dan ternyata kami salah. Taman Agro Edukasi siang itu dipenuhi senda gurau dan juga gelak tawa, kami terkejut karena pegawai-pegawai di sana lucu-lucu dan jelas pandai. Keren. Sebelum menyudahi sesi terakhir kami ditantang untuk main tebak-tebakan nama sayur dan jenis bibit yang digunakan, kalau bisa jawab akan mendapatkan hadiah tanaman untuk dibawa pulang, asyiknya. Mengakhiri semua sesi kami semua berfoto bersama lho, duh pengalaman yang sangat sangat menyenangkan Sob.

16-05-11-09-56-10-125_photo

16-05-11-09-53-03-443_photo

16-05-11-09-52-14-993_photo

Kami berharap kegiatan keren ini akan terus rutin diadakan, setelah field trip ini mata kami semakin terbuka dengan luasnya dunia pertanian yang ternyata keren dan sangat membentang kebaikan bagi masyarakat luas di Indonesia, Lalu apakah kami tertarik terjun di dunia pertanian? Jawabannya, YA.

#SMARTSemangat