Agar menghasilkan  siswa-siswa cerdas dan berkarakter, SMART Ekselensia Indonesia mengelaboarsi  sistem pendidikan sekolah dengan sistem pembinaan asrama. Penanaman nilai-nilai spiritualitas, kemandirian, kejujuran, kedisiplinan dilakukan dengan pembinaan yang intensif melibatkan guru asrama sebagai kunci kesuksesan. Asrama tidak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat para siswa, tetapi merupakan laboratorium yang bertugas membentuk karakter siswa menjadi unggul. Bagaimana pola pembinaan di Asrama SMART Ekselensia Indonesia? Mari kita telisik lebih jauh.
Asrama merupakan lingkungan terdekat yang secara langsung dapat memberikan pengaruh besar bagi perkembangan siswa, baik kepribadian, kemampuan akademis, maupun pengembangan potensi minat bakat siswa.
Sistem Asrama

Selama 24 jam, kehidupan siswa berada dalam pantauan sistem sekolah dan asrama. Jadual harian tersusun dari senin hingga ahad, dengan agenda yang cukup padat. Dengan penataan waktu seperti ini, siswa dilatih untuk selalu disiplin dan efisien dalam memanfaatkan waktu.

Model Pembinaan

Secara umum, sistem pembinaan karakter unggul dan keasramaan terdiri atas beberapa model antara lain:

  • Individual : Pembinaan yang diberikan kepada setiap siswa berkaitana dengan kecakapan yang harus dimiliki individu.
  • Klasikal: Pembinaan yang lebih diarahkan pada penguasaan kemahiran dasar para siswa berdasarkan angkatan, yang berkaitan dengan aspek kehidupan keagamaan, keasramaan, dan social.
  • Massal: Pembinaan yang ditujukan untuk memberikan materi umum yang bersifat penekanan bersama tentang kehidupansiswa di asrama baik dalam bentuk taushiyah dan nasihat, atau informasi dan pengetahuna kepada siswa tentang hal-hal yang bersifat umum.