,

Asyiknya Aktivitas Ramadan Bersama Al-Qur’an  

Oleh: Unang, Guru SMART

 

Al-Qur’an merupakan kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dengan perantara malaikat Jibril alahi salam, mukjizat secara lafadznya, dan berpahala bagi yang membacanya.

 

Allah Subhanahu wata’ala memuliakan apa dan siapa saja yang berinteraksi dengan Al- Quran. Sebagaimana Allah memuliakan nabi Muhammad saw dikarenakan diturunkannya Al-Qur’an kepada beliau. Allah Swt berfirman:

 

“Katakanlah (Muhammad), seseungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa” (QS. Al-Kahfi : 110)

 

Dalam tafsir Al-Baghawi (Ma’alim Tanzil), Ibnu Abbas berkata terkait ayat di atas: Allah SWT mengajarkan kepada Rasulullah saw sifat tawadhu’, maka dari itu Allah memmerintahkan kepada Rasulullah saw untuk mengatakan bahwa sesungguhnya aku (Muhammad) hanya manusia seperti kalian akan tetapi aku diberikan kekhususan dengan diturunkannya wahyu (Al-Qur’an), dan Allah memuliakan aku dengannya (Al-Qur’an) , diwahyukan kepadaku sesungguhnya Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Esa.

 

Begitupun Allah SWT memuliakan malaikat Jibril alaihi salam, salah satunya dikarenkan malaikat Jibril ditugaskan oleh Allah Swt untuk menyampaikan wahyu (Al-Qur’an) kepada Nabi Muhammad saw. Allah SWT banyak mensifatkan malaikat Jibril dalam Al-Qur’an:

إِنَّه لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍ (19) ذِى قُوَّةٍ عِنْدَ ذِى الْعَرْشِ مَكِيْنٍ (20)

“Sesungguhnya (Al-Qur’an) itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang memiliki kekuatan, memiliki kedudukan tinggi di sisi (Allah) yang memiliki Arsy.” (QS. At- Takwir : 19-20)

 

Begitupula denga bulan Ramadhan, Allah menjadikan bulan ramadahan menjadi bulan yang istimewa selain dengan puasa Ramadhan, juga salah satunya diturunkannya Al-Qur’an di bulan tersebut.

 

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang bathil).,,” (QS. Al-Baqarah : 185)

Malam diturunkannya Al Quran, menjadi malam yang terbaik, lebih baik dari pada seribu bulan yaitu lailatul qadar.

إِنَّآ أَنْزَلْنٰهُ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3)

 

“ Sesungguhnya kami  telah menurunkannya (Al-Qur’an ) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr : 1-3)

 

Para sahabat ridwanullahi alaihim menjadi generasi yang terbaik dikarenakan mereka berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam aqidah, ibadah, dan muamalah. Rasulullah saw bersabda :

 

“Sebaik-baik generasi adalah generasiku, kemudian generasi setelahnya, kemudian generasi setelahnya.” (HR. Ahmad)

 

Bulan ramadhan merupakan momentum untuk kita berinteraksi dengan Al-Qur’an, sebgaiman Rasulullah saw di bulan ramadhan beliau mentalaqikan bacaan Al-Qur’an kepada malaikat Jibril. Para sahabat ada yang mengkhatamkan Al-Qur’an dalam waktu tiga hari, bahkan ada yang mengkhatamkannya dalam sehari semalam. Begitupun para ulama, salah satunya Imam as-Syafi’i beliau mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan ramadhan sebanyak enam puluh kali.

 

Di SMART Ekselensia Indonesia, kami membiasakan siswa untuk berinterkasi dengan Al-Qur’an setiap harinya. Ada program wajib menghapal setiap 3 kali dalam sepekan dengan target minimal ½ juz tiap semester. Jadi siswa diwajibkan menghapal minimal 5 juz selama sekolah di SMART. Selain program regular, ada juga program takhassus yaitu siswa yang mempunyai bakat dalam menghapal melebihi rata-rata, mereka dibimbing untuk bisa menghapal Al-Qur’an 30 juz. Peserta program takhassus diambil perwakilan setiap angkatannya. Tujuan dari program ini adalah sarana untuk mengeimbangi keilmuan siswa, selian cerdas secara pengetahuan keilmun umum juga crdas secara spiritual dan tentunya untuk mendapatkan kemulian di sisi Allah Swt baik di dunia maupun diakhirat.

 

Upaya membiasakan siswa sehari-hari berinteraksi dengan Al-Qur’an tidak hanya di sekolah, begitu juga di asrama. Ada juga program untuk memurajaah (mengulang) hapalan. Di bulan Ramadhan kali ini siswa tetap berada di asrama, yang semula dijadwalkan untuk pulang kampung, qadarullah harus di tunda dikarenakan adanya penyebaran wabah covid-19. Maka dari itu, ramadhan kali ini siswa dianjurkan untuk lebih banyak berinteraksi dengan Al-Qur’an mengingat kemuliaan dan kekhususan bulan ramadhan sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an.

 

Ketika sudah terbiasa sehari-hari berinteraksi dengan Al-Qur’an, maka bukan hal yang berat untuk bisa lebih giat untuk bisa mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak mungkin di bulan Ramadan. Mudah-mudahan Allah Swt memberikan kita kemudahan untuk bisa memfokuskan diri membaca, mentadabburi Al-Qur’an di Ramadan kali ini.